October 24, 2011

Mati Gaya gara-gara Pudel

October 24, 2011 0 Comments
Tulisan ini menjadi pemenang dalam Lomba Menulis 300 kata "Pengalaman bersama Dosen" yang diadakan oleh Penerbit Grafindo Salamadani dan Penulisnya, Mba Nurul Asmayani, Dkk. Terimakasih ya mba...:-) Alhamdulillah, berkah ngejemur pakaian hehhehe, akhirnya nemu ide setelah liat daster hihihihi.





Pernah mati gaya gara-gara ulah pudelnya sang Dosen? Aku pernah. Duhhh, kalau ingat itu rasanya ingin sekali aku ngejitak tuh dosen eh…pudel. Biar engga bikin orang panik!

Bu Tati, dosen pembimbing skripsiku. Orangnya cantik, menyenangkan dan blak-blakan. Setiap melihatku dengan jubah dan jilbab panjang, dia langsung komentar,

“Mbok ya ojo dasteran toh bimbingan skripsi. Kowe ayu, mbok lipstikan sitik ben ketok ayu ne.” omelnya nyinyir.Aku pun hanya nyengir dan berdoa semoga tidak banyak revisian.

Doaku terkabul.Tak ada revisi yang berarti dan aku harus menyelesaikan bab terakhir. Kami pun janjian di rumahnya.

“Horee…!” sorakku dalam hati. Bagaimana tidak girang, Bu Tati dosen yang susah sekali ditemui. Aku semakin semangat menyelesaikan bab akhir skripsiku agar dia pun senang hatinya.

Tak kusangka ternyata kedatanganku ke rumahnya justru aku harus menanggung malu.

Sore itu aku mendatangi rumah Bu Tati ditemani temanku yang baru saja mulai bimbingan dengannya.Aku pun memakai baju rok dan blus agar tidak panas kuping mendengar komentarnya. Tiba di rumahnya, aku dipersilahkan duduk di teras.

“Ibu sedang bermain dengan cucunya.” kata si Bibi.

Kulihat anak lanangnya bu Tati sedang bermain bola basket di halaman samping, "Ganteng juga..." batinku, tersenyum.

Aku pun mencoba bersabar dan mengobrol dengan temanku.

Tigapuluh menit berlalu, akhirnya bu Tati keluar juga. Memakai jilbab lilit yang aku perhatikan lebih mirip handuk yang dililit di kepala, dengan make up yang menor, seperti biasanya. Tiba-tiba sesosok mahluk kecil berkelebat mengikutinya di belakang sambil melonjak-lonjak manja. Dia pun menghampiriku SKSD.

“Guk-guk-guk.” salaknya mengagetkanku. Spontan aku berdiri di kursi sambil menjerit-jerit.

“Wuahhh…wuahhh…anjing…anjing…” jeritku ketakutan.

Bu Tati tertawa terkekeh-kekeh, anak lanangnya yang ganteng pun tiba-tiba menghambur bersama teman-temannya sambil tertawa melihat aku dan temanku panik diatas kursi besi.

“Halah, iki ora nyokot. Lucu kan pudelnya?” tawanya mengejekku. Diambilnya pudel kesayangannya dan meninggalkan aku yang masih deg-degan sambil tersipu malu.#

October 20, 2011

Tampopo Mitai

October 20, 2011 0 Comments

Menjemur pakaian adalah pekerjaanku setiap hari. Banyak hal yang kadang berseliweran dalam benakku setiap kali melakukan aktifitas ini. Dari ide masak untuk hari ini, ide menulis atau yang hari ini mampir di  hidungku. Benih bunga Tampopo.

Tampopo (dalam bahasa Jepang) atau Dandelion (bahasa Inggris) atau Randa Tapak adalah bunga yang mengembangbiakan keturunannya dengan cara menyebarkan benih dengan bantuan angin.

Aku suka sekali bunga ini. Di masa kecil aku akan mencari bunga ini dan meniupnya dengan teman-teman dan mengejarnya samapi tidak kelihatan lagi di udara.

Sampai sekarang pun aku dan anak-anakku sering bermain dengan bunga ini. Aku akan meniupnya keras, dan anak-anak akan berlarian mengejar benih bunga sambil berteriak-teriak kegirangan.

Shofi, anak ke-4, karena belum sekolah, dialah yang kerap menghiburku dengan keruwetan setiap hari menghadapi pekerjaan rumah. Dia mengekorku menjemur baju dan menghadiahkanku bunga-bunga rumput dan Tampopo.

"Ini, untuk Ummi. Cantik kan? sama kayak Ummi, cantik." cetusnya sambil tertawa dan berlari mencari bunga lagi.

Memikirkan Tampopo, kadang aku pun termenung, mungkin begitu juga kelak dengan anak-anakku. Mereka akan menyebar ke seluruh penjuru dunia mencari hakikat hidupnya. Ah, mengingat masa tua, kadang menyedihkan ya. Aku tidak ingin menjadi tua sendiri dan tidak memiliki kenangan indah bersama anak-anakku.

Perjalanan masih panjang, aku tidak ingin menyia-nyiakan waktu untuk tidak memberikan yang terindah kepada anak-anakku. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri.

"Tampopo, bunga yang datang dan pergi kemana pun angin membawanya. Tumbuh dan menghiasi dunia dengan warna kuning yang cantik. Memberi tanpa meminta imbalan, pergi dalam diam kekhusyuan."

*Refleksi siang, edisi kangen sama yang lagi Ulang tahun ke 10, happy milad kakak Salma Nabila
Teriring sayang dan cinta dari Ummi...

-Bundanya 5 SN-

July 31, 2011

Rindu Rosul - Muhammad, Anak Yatim

July 31, 2011 12 Comments
Sholallahu ‘ala Muhammad, sholallahu ‘alaihi wa salim,

Sholallahu’ala Muhammad, sholallahu ‘alaihi wa salam

Pertama kali aku kenal dengan nama nabi Muhammad adalah ketika aku belajar mengaji di surau samping rumahku. Saat itu aku masih sekolah di Sekolah Dasar. Ustad yang mengajariku adalah ustad Fatah. Ustad yang ganteng, baik hati dan sabar sekali. Bagaimana tidak sabar? Setiap sore beliau sudah hadir di surau, sementara kami masih asyik bermain gala asin di lapangan yang letaknya persis di depan surau. Beliau akan memanggili nama kami satu-satu dan menyuruh kami mandi dan bergegas ke surau, mengaji bersamanya. Itu dilakukannya setiap hari, tidak bosan dan tidak pernah marah.

Suatu hari, mungkin beliau berpikir keras mencari cara untuk menarik perhatian kami mengaji tanpa diteriaki. Hari itu, beliau tidak mengajari kami mengaji alif ba ta juga tidak mendengarkan kami belajar membaca Al Qur’an. Kami duduk manis melingkar di depannya dengan penuh tanya. Ternyata beliau mengajak kami untuk mendengarkan cerita tentang nabi-nabi. Kami pun bersorak kegirangan. Bersiap mendengarkan dengan penuh rasa penasaran.

Kisah yang diceritakannya pertama kali adalah kisah nabi Muhammad saw, anak yatim. Kami mendengarkan dengan khusyuk, sekali-kali saja ada teman yang nyeletuk karena memang ceritanya menarik sekali. Apalagi aku kan suka banget dengan buku cerita, macam-macam buku komik sudah habis aku lahap, seperti Donal Bebek, Nina, tintin, HC. Andersen, Trio Detektif dan masih banyak lagi. Tetapi aku belum pernah membaca atau mendengarkan cerita tentang nabi Muhammad. Aku pun punya perpustakaan buku kecil dan sukses menyewakan buku-buku komikku yang bagus-bagus pada teman-temanku.

Ustad bercerita, nabi Muhammad ketika lahir kota Mekah diterangi cahaya putih. Kota Mekah juga di serbu oleh tentara bergajah, tetapi Allah mengusir tentara bergajah dengan mengirimkan burung Ababil. Makanya, ada surat dalam Al Qur’an dengan nama gajah, Al Fiil. Ustad pun bercerita tentang riwayat hidup nabi Muhammad. Sejak masih kecil nabi Muhammad sudah ditinggal oleh Ayah Abullah dan Ibunda Aminah. Beliau juga kemudian ditinggal oleh kakeknya, Abdul Mutholib.

Masih kecil, ditinggal oleh kedua orangtuanya, di tinggal kakeknya pula. Aku sedih sekali mengingatnya. Sampai di rumah, sambil tersedu-sedu aku bercerita kepada nenekku. Nenek pun mengingatkan aku untuk senantiasa sayang pada anak yatim. “Jika kita sayang pada Rasulullah, maka kita harus memuliakan anak yatim.” Nasehat nenek.

Hari-hari berikutnya, kami menjadi bersemangat mengaji. Tidak ada lagi teriakan ustad Fatah menyuruh kami mandi dan bersiap ke surau. Sebelum ustad datang, kami sudah duduk dengan manis menunggu beliau datang.

Kisah yang diceritakannya bersambung, membuat kami penasaran dan ingin sekali segera mendengarkan kisah selanjutnya. Sayangnya, jaman kecilku belum ada telepon di rumah. Kalau ada kan  langsung telepon saja.

Selama itu, aku selalu membayangkan bertemu dengan Rasulullah. Kata ustad, kalau kita bermimpi bertemu dengan nabi Muhammad, maka mimpi itu nyata, karena setan tidak bisa meniru wajah rasulullah. Setiap malam aku selalu mengharapkan bermimpi bertemu Rasul, karena kerinduanku padanya. Tetapi sampai kini, mimpi itu tidak pernah menghampiri tidurku. Aku tetap bersabar dan tetap berharap (keukeuh), semoga tidak hanya bermimpi saja bertemu dengan beliau, tetapi akan terwujud di akhirat kelak.

Ya, itulah sedikit kisah pertemuan pertamaku dengan Rasulullah saw. Aku begitu takjub mendengar kisah Rasul lewat lisan ustad Fatah, semoga Allah memberikan kebaikan dan umur yang panjang pada ustad Fatah. (Tiba-tiba jadi kangen dan ingin silaturahim dengan beliau). Semoga kami dipertemukan dengan Rasulullah saw dalam sebaik-baik keimanan. Amiinnn.

Note : 
Tulisan 535 kata (termasuk judul) ini disertakan dalam usaha penyebaran 'virus' cinta kepada Rasulullah Muhammad SAW.

April 25, 2011

Lomba KMI : Mama, My Inspiring Women

April 25, 2011 0 Comments

Kuperhatikan wajahnya. Cantik. Dibalut baju PKK hijau dan jilbab senada menambah anggun penampilannya.

“Gak cape apa Ma? Tiap hari keluar. PKK-lah, Posyandu, pertemuan di Balaikota. Jiahh…sibuk banget sih si mama tehhh…” cerocosku waktu itu. Protes.

Mamaku adalah aktivis sejati di RT kami. Beliau tidak hanya aktif di tingkat RT tapi juga sudah sampai tingkat kelurahan, bahkan kotamadya.

Siapa yang tidak kenal “Ibu Jono”?…mamaku itu. Aktif pengajian pekanan, qosidahan, ketua PKK, kader posyandu, kader partai beringin pada zamannya dan masih banyak lagi aktivitasnya yang lain. Istilah teman-temannya, “gak ada bu jono, gak rame”.

Mama juga tidak malu mengajak ibu-ibu dengan mengundang mereka door to door, menjemput mereka satu persatu untuk latihan qosidahan, untuk datang ke posyandu atau pengajian kampung. Bahkan diapun tak sungkan menggunakan corong pengeras suara dari mesjid untuk memanggil ibu-ibu. Kadang malu aku melihat tingkahnya saat itu.

Mamaku yang enerjik dan dinamis ini selain sebagai aktivis, beliau juga pedagang kue home made, kue buatan tangannya yang lentik. Keroket dan donat buatannya istimewa sekali. Kue belum keluar dari rumah, orang sudah mengantri minta bagiannya. Alhasil tidak perlu berpayah-payah menitipkan di warung. Sebetulnya jika mama serius melakoninya, pasti jadi pengusaha sukses. Tapi masa itu, masa yang sangat sulit bagi kami. Uang hasil penjualan pagi hari akan diputar untuk modal jualan esok hari dan makan sehari-hari kami. Sementara gaji papa yang hanya seorang kurir di sebuah Bank Negara selalu tidak cukup setiap bulannya. Jadilah mama memutar otaknya untuk menutupi kebutuhan sehari-hari kami.

“Biar mama tidak stress dirumah, apa salahnya menyalurkan tenaga diluar. Lagipula kegiatan ini kan banyak manfaatnya buat masyarakat disini. Biar tidak digaji mama ikhlas. Lillahi ta’ala”. Ujarnya setiap kali kami protes.

Mamaku memang wanita yang luar biasa. Memasak dan mengerjakan pekerjaan rumah bisa ia kerjakan sambil mengerjakan pekerjaannya sebagai aktivis posyandu. Beliau mau melayani ibu-ibu yang berkonsultasi padanya bak seorang konsultan. Padahal mamaku sendiri anaknya 7 orang.

“Mama kan produk zaman baheula, belum ada program KB. Lagipula program KB kan bukan artinya harus menyetop punya anak banyak, tapi usaha untuk menjarangkan kelahiran antara satu anak dengan anak yang lain”. kilahnya dengan mantap dan percaya diri.

Mamaku akseptor KB dan ketua posyandu yang cerdas memang. Pantas kelurahan sangat berhutang budi sekali padanya. Catatannya rapi dan selalu menjadi rujukan kelurahan. Berkat jasanya, setiap lomba tingkat kotamadya pasti kelurahanku menjadi juara pertama.

Pantaslah pada suatu saat mamaku mendapatkan penghargaan kalpataru. Penghargaan yang cukup bergengsi pada saat itu. Penghargaan bagi penyelamat lingkungan.

Suatu hari aku pernah memergokinya sedang menangis di dapur. Sambil memasak mama menangis.

Ahhh…ada apa mama. Beban hidupmu memang berat, apalagi anak-anak banyak dan punya karakter yang berbeda satu sama lain. Tuntutan kebutuhanpun semakin hari semakin besar. Apa kenakalan kami yang menjadi dukamu? Atau adakah masalah dengan teman-temanmu?

Aku tidak berani bertanya padamu. Bukan aku tidak perduli padamu, tapi akupun sedih melihatmu bersedih.

Diam-diam akupun menangis di pojok dapur hawu berlantai tanah menghadap ke jalan kereta api. Tidak ada lambaian pada penumpang yang melongok keluar jendela seperti biasanya. Kubiarkan kereta melaju cepat didepanku. Getarannya sampai merasuk dada. Perih.

Kini mamaku sudah tenang di alam baka. Diselimuti kehangatan sang Rabbani. Mamaku wanita tegar dan penuh semangat. Pantas menjadi Kartini di lingkungan kami. Ketika beliau meninggalkan dunia fana ini, seluruh alam menangis untuknya. Serasa tidak percaya ibu yang kuat dan penuh semangat ini kembali ke haribaan Ilahi Rabbi dalam usia yang relatif muda.

Mamaku tidak hanya kartini dilingkungannya tetapi lebih dari itu, mama adalah kartini dalam hidupku.

Dan aku mengikuti jejaknya kini. Aku ingin bermanfaat bagi orang lain dengan amal-amal sholih. Sebagian hidupku aku curahkan untuk peduli kepada sesama. Aku manfaatkan waktuku untuk berkiprah dalam masyarakat.

Kucurahkan segenap potensiku untuk menjadi istri yang sholihah bagi suamiku. Menjadi ibu yang tangguh dan cerdas untuk anak-anakku dan menjadi manusia penuh karya untuk bangsaku.

Semoga Allah SWT meridloi dan amal-amal ini akan sampai juga pahalanya pada Mama. Harapanku, semoga langkahku ini memberikan kesan yang sama pada anak-anakku kelak dalam episode yang berbeda, tapi sarat makna.

Mama…you are my inspiration…..

Johor, 21 april 2011
By:Ummu Salma


April 18, 2011

KEBAHAGIAAN HIDUP : UMUR YANG BAROKAH

April 18, 2011 1 Comments

Beberapa hari yang lalu, Aku mendapat kiriman email otomatis dari “Causes”. Salah satu application di facebook yang kuikuti. Walaupun hanya sekali saja ikut dalam diskusinya waktu itu, tetapi mereka secara otomatis me-link tanggal lahirku dalam aplikasinya.

“April 19 is coming up. Happy (Almost) Birthday! with a Birthday Wish your friends can give in honor of your special day”.

Begitu isi emailnya. Sebetulnya masih ada beberapa bait kalimat yang sengaja kupangkas. Karena aku kira kankenai, tidak ada hubungannya dan tidak perlu disampaikan di sini.

Beberapa waktu yang lalu akupun pernah membaca status seorang kakak sepupu di wall facebooknya. Seperti mengingatkanku akan berkurangnya satu tahun umurku yang semakin dekat.

Sharing bagi mereka yg merayakan ULTAH nya:

ulang tahun berarti berkurang jatah umur setahun

makin sedikit sisa umur

makin dekat ke akhir

makin dekat waktu utk kembali

RENUNGKANLAH.........

Sesaat aku termenung, tercenung meresapi kata demi kata yang tercetak dengan jelas dilayar kaca monitor. Ulang tahun, milad, birthday dan sejenisnya, sebentar lagi menghampiriku di bulan ini. Tahun ini  usia ku bertambah satu. Oohh bukan…bukan…tetapi berkurang satu. Ya..usia yang bertambah berarti berkuranglah masa “kontrak” kehidupanku di dunia ini.

Entahlah apakah aku harus berbahagia atau bersedih. Bagi orang dewasa mungkin milad bukan berarti hal yang menggembirakan. Walaupun pada kenyataannya pada kanak-kanak hari inilah yang ditunggu-tunggunya untuk meluapkan kebahagiaan bahwa dia mulai pintar, tumbuh dan berkembang dengan sehat. Juga Kebahagiaan bagi kedua orangtuanya. Biasanya nasi kuning dan doa bersama akan menambah khusyu selamatan hari lahir mereka. Malah ada anak yang menunggu kue tart buatan ibu atau beli di kedai untuk melengkapi kebahagiaan mereka. Tanda bahwa mereka berulang tahun hari itu.

Yang pasti pada hari itu do’a dari suami, anak, orangtua, handai taulan, kerabat dan teman-teman akan mengalir bak air syurga yang menyejukkan sanubari. Memberikan spirit dalam menghadapi kehidupan, dengan penuh cinta dan kasih sayang. Memompa semangat dalam beramal dalam sisa usia yang mudah-mudahan barakoh.

Ya, aku ingat seorang guruku pernah mengatakan bahwa kebahagiaan hidup seseorang tidak diukur dari hartanya yang banyak, anak yang banyak, ilmu pengetahuan yang banyak. Tetapi umur yang penuh keberkahan.

Menurut Aa Gym ada 7 tanda kebahagiaan hidup. Selalu bersyukur kepada Allah SWT, memiliki pendamping hidup sholih dan sholihah, memiliki anak yang sholih (sholihah), memiliki harta yang berkah, tidak memiliki hutang, ilmunya bermanfaat dan umurnya berkah.

Umur yang barokah tidak sama dengan usia yang panjang. Salah satu ciri umur yang barokah adalah tiap detik waktunya sangat berharga dan tidak ada yang sia-sia. Usianya banyak digunakan untuk beribadah pada Allah SWT, beramal dan berdakwah. Menebarkan manfaat kepada siapa saja. Bergaul dengan orang-orang yang sholih. Tidak ada waktu baginya kecuali amal, amal dan amal.

Ya Allah…Berikanlah aku keberkahan, kebaikan dan keselamatan dalam hidup ini. Dan senantiasa bersyukur atas segala nikmat-Mu. Dan tak jemu menebarkan semangat kebaikan agar umurku berkah dan bermanfaat.

“Rabbana athina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah. Waqina adzabannar” Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat. Dan peliharalah kami dari siksa api neraka. (QS Al baqoroh : 201).

Wallahu’alam bishowab

Johor, 17 April 2011

By : Ummusalma (sri.widiyastuti@gmail.com)

April 02, 2011

Ketika Ukhuwwah Tidak Sekedar Basa Basi

April 02, 2011 2 Comments
            Aku maksudkan dengan ukhuwwah ialah: “Hati dan jiwa ditautkan dengan ‘aqidah.” Aqidah adalah ikatan yang paling kuat dan paling berharga. Ukhuwwah adalah saudara bagi iman. Perpecahan adalah saudara bagi kekufuran. Kekuatan yang paling ampuh ialah kekuatan kesatuan. Tiada kesatuan tanpa kasih sayang. Kasih sayang yang paling rendah ialah kesejahteraan hati (terhadap saudara seIslam) dan yang paling tinggi ialah ithar (mengutamakan orang lain dari diri sendiri). ALlah s.w.t berfirman yang bermaksud: “Dan sesiapa yang diperlihara oleh ALlah daripada kebakhilan dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.”(As syahid Hasan Al Banna, Risalah Ta`lim)

Teringat pada saudara-saudara (yang saya cintai karena Allah) yang begitu tulus menolong keluarga saya dalam keadaan krisis finansial di negeri sakura. saat itu tahun ke-4 saya tinggal disana, keuangan sedang krisis. waktu itu adalah tahun dimana suami saya seharusnya menyelesaikan program doktornya. Tetapi karena memang belum selesai, maka sesuai kesepakatan maka tahun itu dan seterusnya tdak ada beasiswa.Karena suami tidak diijinkan untuk bekerja diluar kampus, maka saya berinisiatif mencari arubaito/part time job untuk kehidupan sehari-hari, yang selama ini bertumpu pada tabungan, manstab banget...makan tabungan banget hehehe
makin lama makin tipis, Alhamdulillah akhirnya saya dapat pekerjaan di sebuah restoran, tapi itu juga ga bertahan lama, karena saya jatuh dari sepeda...tangan bengkak..:D (thanks buat Bu Arif (ika kusnaryati) ngejaga anak-anak selama saya ke dokter...)

                  Selama tangan masih sakit saya tidak bisa bekerja, Alhamdulillah anak-anak sudah masuk di hoikuen. jadi setiap hari saya titipkan ke sekolah hoikuen. Suatu saat saya dikejutkan ada kiriman daging-dagingan (lebih dari 5 kg) dari toko halal milik teman saya (bu Inna marsudi), saya tidak pesan apa-apa ke beliau, tapi kirimannya benar ke alamat saya. Akhirnya saya cek dengan menelponnya. ternyata apa jawabannya...itu untuk bu Arien dan keluarga, karena saya tidak dapat menengok ke sana (bu inna rumahnya di saitama, 2 jam perjalanan ke rumah saya).." subhanallahu..saya hampir menangis terharu saat itu...memang saat itu dirumah sedang tidak ada apa-apa, padahal akan ada pengajian dirumah. Alhamdulillah dengan kiriman itu, saya bisa memasak untuk tamu yang akan datang malam itu...(jazakillah khair Bu Inna Mars...semoga Allah memberikan rejeki yang lebih baik dari yang bu inna berikan kepada saya dan saya pun demikian.. amiiin) 

              Begitu juga dengan teman2 ummahat (ibu-ibu) yang sangat saya kenal kebaikannya, mereka mengumpulkan munashoroh untuk saya (padahal saya tidak memintanya), sungguh saya malu...karena tangan saya saat itu dibawah..tapi di dalam lubuk hati yang paling dalam, saya mendoakan mereka dan berdoa untuk saya semoga saya bisa membalas kebaikan mereka dengan amal yang lebih baik dari amal mereka perbuat saat itu kepada saya..sehingga mereka mendapatkan pahala dari kebaikan yang saya buat...sungguh mereka adalah ibu-ibu, sahabat-sahabat saya yang menjadi inspirasi saya..semangat saya...(uhibukillakum...ya ukhtifillah...)

               Ternyata mereka adalah orang-orang yang memahami ukhuwwah yang tidak sekedar basa-basi, mereka adalah motor bagi ukhuwwah ini. Ruh bagi ukhuwwah yang manis...mereka memahami ukhuwwah dengan sebenar-benarnya ukhuwwah. 

               Seorang guru saya tercinta menyampaikan dalam taujihnya, ketika kita empati terhadap kesulitan saudara kita, langsung aja. Tidak perlu hanya dengan menghibur "sabar yah", "semoga Allah memberikan kekuatan", "Allah bersama orang-orang yang bersabar". KArena mereka yang sedang kesulitan atau ditimpa musibah adalah orang-orang yang tahan kepada cobaan, mental baja. Airmata merekapun sudah kering dicurahkannya kepada Allah yang Maha Kuasa. Tapi ukhuwwah butuh action, butuh aksi konkrit.
Ketika saudara kita membutuhkan pertolongan beras, laukpauk, biaya sekolah anak, menemani putra-putrinya barang sejenak karena orangtua sedang dalam urusan penting, Menjaga rumahnya dari aksi orang-orang yang tidak bertanggungjawab adalah hal yang bisa kita lakukan. Disamping itu do`a kan saudara kita, karena do`a untuk saudaranya sementara dia tidak mengetahuinya sangat mustajab disisi Allah.

                  Karena Rasulullah saw bersabda "Empat orang yang do’anya diijabah; pemimpin yang adil, seseorang yang mendo’akan saudaranya di belakangnya, do’a orang yang dizhalimi, dan seorang yang mendo’akan orang tuanya. (HR. Abu Nu’aim dari Watsilah)"

Wallahu`alam bi shawab

Memori'es 7 january 2011

ditulis ulang hari ini karena kangen dengan seorang sahabat yang sudah lama tidak bertemu..uhibukillah ya ukhti^_^

April 01, 2011

Memaafkan Ciri Keindahan Jiwa

April 01, 2011 2 Comments

Malam itu kami berpisah. Aku tenggelam dalam pelukan sahabatku, yang memang bertubuh besar. Hangat menjalar di seluruh tubuh ini, menerima pelukan empati darinya. Tanda dia berduka juga atas kesedihan yang sedang aku alami. ‘Ishbir ya Ukhti” bisiknya….entah apa yang bergejolak dalam dada ini mendengar bisikannya yang lembut. Aku hanya diam. Gamang.

Seperti biasa sore itu kami bertemu untuk pertemuan pekanan. Pekanan yang selalu kami tunggu. Sebuah komunitas kecil terdiri dari ibu-ibu produktif yang cerdas dan dinamis. Setiap pekan kami merasakan “energi” yang besar sekembali dari pertemuan. Rasanya tidak ingin melewatkan satu pekan pun untuk tidak menghadirinya.

Tapi ada yang berbeda pada pekan ini. Aku dihadapkan pada kenyataan, salah satu anggota mengundurkan diri dari komunitas kami.  Mungkin bagi sebagian orang ini hal yang biasa saja. Ada pertemuan pasti ada perpisahan. Tapi tidak menurutku. Aku sangat menyayangkan sekali pengunduran dirinya yang mendadak. Tanpa penjelasan. Tanpa ucapan selamat tinggal. Hanya sebaris kata perpisahan yang jelas terbaca dilayar HP masing-masing kawan.

Ah…ada apa sahabat? Mengapa engkau menyimpan misteri ini sendirian? Adakah galau dalam dadamu sehingga engkau lebih memilih untuk meninggalkan apa yang telah kita bangun bersama?

Kamipun berinisiatif untuk mengevaluasi apa yang telah dilakukan selama ini. Muhasabah diri masing-masing. Mencari dalam kegelapan apa yang menjadi penyebab seorang sahabat meninggalkan kami. Dan saling memaafkan.

Episode kehidupan layaknya sebuah drama kehidupan dialam nyata. Alur ceritanya dinamis dan senantiasa penuh intrik dan konflik. Bibit dari konflik biasanya datang dari kelemahan jiwa manusia yang penuh dengan kekhilafan. Saling memaafkan dengan hati lapang adalah sebagian dari solusi konflik yang biasa terjadi. Berikutnya adalah tetap menjaga tali silaturahim sehingga tidak putus tali persahabatan.

Bukankah ada seorang sahabat yang dijamin masuk surga karena selalu memaafkan kesalahan yang telah diperbuat oleh orang-orang kepadanya setiap sebelum tidur?

Orang yang berjiwa besar adalah orang yang mampu memaafkan kesalahan orang lain walaupun betapa sakit hati ketika kesalahan itu dilakukan ke atas dirinya karena menyadari bahwa memaafkan juga meraih kasih sayang Allah SWT. Bukankah Allah memiliki nama "Al-Afuwwu" - Maha Pemaaf-, maka ketika kita memaafkan kesalahan orang lain kita sedang berusaha mendekatkan diri dengan Sang Maha Pemaaf!

Kata-kata bijak ini menurutku baik sekali menjadi bahan muhasabah diri :“Ada banyak bibit di dalam diri manusia. Ada bibit kebodohan, keserakahan, kemarahan, iri hati, dendam. Ada juga bibit kesabaran, kasih sayang, cinta, memaafkan, persahabatan. Pertanyaan berikutnya, bibit-bibit mana yang kita sirami setiap harinya?.”

Allahu ya Rahman, penuhilah hati-hati ini dengan cinta karena Engkau. Himpunlah kami termasuk dalam 70.000 orang yang dijamin Allah masuk dalam surga tanpa dihisab karena saling memaafkan dan gemar bermuhasabah.

Johor , 30 maret 2011

By : Ummusalma (sri widiyastuti@gmail.com)

March 29, 2011

LOMBA MENULIS 2011 'KEHAMILAN YANG MENAKJUBKAN'

March 29, 2011 2 Comments
Kehamilan bagi perempuan yang sudah menikah adalah suatu anugerah menakjubkan serta luar biasa yang diberikan Allah kepadanya. Tentunya dalam menjalani kehamilan tersebut, banyak hal yang menakjubkan terjadi. Mulai dari awal mengetahui kehamilan, kemudian perubahan fisik, perubahan emosi, sampai perubahan sikap yang bisa jadi menjadi “bawaan” atau ngidam selama kehamilan. Semuanya akan menjadi kisah yang selalu menakjubkan untuk diingat.

Buatlah tulisan mengenai pengalaman selama menjalani kehamilan. Baik pengalaman selama kehamilan tersebut membahagiakan, menyenangkan, atau bahkan menyedihkan. Namun hal itu semua menjadi warna-warni membuat kehamilan yang dijalani menakjubkan dan mempunyai kesan tersendiri bagi anda dan bisa menjadi inspirasi dan pelajaran penting bagi para pembacanya kelak.

Yuk, Ekspresikan semua ungkapan kata hatimu lewat lomba menulis pengalaman“Kehamilan yang Menakjubkan”.

Syarat dan ketentuan :

1. Tulisan yang dibuat berdasarkan pengalaman nyata dengan tokoh diri sendiri, pasangan istri, atau yang lainnya. Tulisan pengalaman kehamilan tersebut, bisa ditulis berdasarkan kejadian pengalaman kehamilan yang sedang dijalani sekarang ataupun bisa juga pengalaman hamil yang pernah dialami.

2. Tulisan dibuat dalam bentuk file Words huruf Times New Romans ukuran 12. Spasi 1,5. Maksimal 3 halaman.

3. Kirim tulisanmu ke alamat email tim juri lomba menulis pengalaman “Kehamilan yang menakjubkan” ke: timlombamenulis@yahoo.com dan cc ke: aryamandira39@yahoo.com beri subjek: Kehamilan Menakjubkan

4. Sertakan pula biodata penulis yang terdiri dari: nama lengkap, nama FB/ Blog, email, alamat lengkap dan nomor telpon.

5. Batas pengiriman surat tgl 31 Maret 2011

6.Peserta wajib memposting informasi lomba ini di blog atau fb masing-masing dengan mentag Tri Wahyuni Rahmat, serta 25 teman lainnya. Yang memposting di blog dipersilahkan memberikan link/tautan postingan tema lombanya pada wall facebook Tri Wahyuni Rahmat. Buat settingan postingan untuk umum/everyone.



H a d i a h

Juara 1. Uang sebesar Rp. 500.000 + sertifikat

Juara 2. Uang sebesar Rp.300.000 + sertifikat

juara 3. Uang sebesar Rp. 200.000 + sertifikat



Akan dipilih tulisan yang dianggap menarik oleh tim penyelenggara, dan apabila tulisan tersebut memenuhi persyaratan, maka akan dibukukan oleh yang di editori oleh Sari Azis (editor dan penulis) .

Naskah tulisan yang masuk akan menjadi milik penyelenggara dan Keputusan Juri tidak dapat diganggu gugat.


Yuk mari menulis dan berkarya

Follow Us @tutiarien