April 25, 2011

Lomba KMI : Mama, My Inspiring Women

April 25, 2011 0 Comments

Kuperhatikan wajahnya. Cantik. Dibalut baju PKK hijau dan jilbab senada menambah anggun penampilannya.

“Gak cape apa Ma? Tiap hari keluar. PKK-lah, Posyandu, pertemuan di Balaikota. Jiahh…sibuk banget sih si mama tehhh…” cerocosku waktu itu. Protes.

Mamaku adalah aktivis sejati di RT kami. Beliau tidak hanya aktif di tingkat RT tapi juga sudah sampai tingkat kelurahan, bahkan kotamadya.

Siapa yang tidak kenal “Ibu Jono”?…mamaku itu. Aktif pengajian pekanan, qosidahan, ketua PKK, kader posyandu, kader partai beringin pada zamannya dan masih banyak lagi aktivitasnya yang lain. Istilah teman-temannya, “gak ada bu jono, gak rame”.

Mama juga tidak malu mengajak ibu-ibu dengan mengundang mereka door to door, menjemput mereka satu persatu untuk latihan qosidahan, untuk datang ke posyandu atau pengajian kampung. Bahkan diapun tak sungkan menggunakan corong pengeras suara dari mesjid untuk memanggil ibu-ibu. Kadang malu aku melihat tingkahnya saat itu.

Mamaku yang enerjik dan dinamis ini selain sebagai aktivis, beliau juga pedagang kue home made, kue buatan tangannya yang lentik. Keroket dan donat buatannya istimewa sekali. Kue belum keluar dari rumah, orang sudah mengantri minta bagiannya. Alhasil tidak perlu berpayah-payah menitipkan di warung. Sebetulnya jika mama serius melakoninya, pasti jadi pengusaha sukses. Tapi masa itu, masa yang sangat sulit bagi kami. Uang hasil penjualan pagi hari akan diputar untuk modal jualan esok hari dan makan sehari-hari kami. Sementara gaji papa yang hanya seorang kurir di sebuah Bank Negara selalu tidak cukup setiap bulannya. Jadilah mama memutar otaknya untuk menutupi kebutuhan sehari-hari kami.

“Biar mama tidak stress dirumah, apa salahnya menyalurkan tenaga diluar. Lagipula kegiatan ini kan banyak manfaatnya buat masyarakat disini. Biar tidak digaji mama ikhlas. Lillahi ta’ala”. Ujarnya setiap kali kami protes.

Mamaku memang wanita yang luar biasa. Memasak dan mengerjakan pekerjaan rumah bisa ia kerjakan sambil mengerjakan pekerjaannya sebagai aktivis posyandu. Beliau mau melayani ibu-ibu yang berkonsultasi padanya bak seorang konsultan. Padahal mamaku sendiri anaknya 7 orang.

“Mama kan produk zaman baheula, belum ada program KB. Lagipula program KB kan bukan artinya harus menyetop punya anak banyak, tapi usaha untuk menjarangkan kelahiran antara satu anak dengan anak yang lain”. kilahnya dengan mantap dan percaya diri.

Mamaku akseptor KB dan ketua posyandu yang cerdas memang. Pantas kelurahan sangat berhutang budi sekali padanya. Catatannya rapi dan selalu menjadi rujukan kelurahan. Berkat jasanya, setiap lomba tingkat kotamadya pasti kelurahanku menjadi juara pertama.

Pantaslah pada suatu saat mamaku mendapatkan penghargaan kalpataru. Penghargaan yang cukup bergengsi pada saat itu. Penghargaan bagi penyelamat lingkungan.

Suatu hari aku pernah memergokinya sedang menangis di dapur. Sambil memasak mama menangis.

Ahhh…ada apa mama. Beban hidupmu memang berat, apalagi anak-anak banyak dan punya karakter yang berbeda satu sama lain. Tuntutan kebutuhanpun semakin hari semakin besar. Apa kenakalan kami yang menjadi dukamu? Atau adakah masalah dengan teman-temanmu?

Aku tidak berani bertanya padamu. Bukan aku tidak perduli padamu, tapi akupun sedih melihatmu bersedih.

Diam-diam akupun menangis di pojok dapur hawu berlantai tanah menghadap ke jalan kereta api. Tidak ada lambaian pada penumpang yang melongok keluar jendela seperti biasanya. Kubiarkan kereta melaju cepat didepanku. Getarannya sampai merasuk dada. Perih.

Kini mamaku sudah tenang di alam baka. Diselimuti kehangatan sang Rabbani. Mamaku wanita tegar dan penuh semangat. Pantas menjadi Kartini di lingkungan kami. Ketika beliau meninggalkan dunia fana ini, seluruh alam menangis untuknya. Serasa tidak percaya ibu yang kuat dan penuh semangat ini kembali ke haribaan Ilahi Rabbi dalam usia yang relatif muda.

Mamaku tidak hanya kartini dilingkungannya tetapi lebih dari itu, mama adalah kartini dalam hidupku.

Dan aku mengikuti jejaknya kini. Aku ingin bermanfaat bagi orang lain dengan amal-amal sholih. Sebagian hidupku aku curahkan untuk peduli kepada sesama. Aku manfaatkan waktuku untuk berkiprah dalam masyarakat.

Kucurahkan segenap potensiku untuk menjadi istri yang sholihah bagi suamiku. Menjadi ibu yang tangguh dan cerdas untuk anak-anakku dan menjadi manusia penuh karya untuk bangsaku.

Semoga Allah SWT meridloi dan amal-amal ini akan sampai juga pahalanya pada Mama. Harapanku, semoga langkahku ini memberikan kesan yang sama pada anak-anakku kelak dalam episode yang berbeda, tapi sarat makna.

Mama…you are my inspiration…..

Johor, 21 april 2011
By:Ummu Salma


April 18, 2011

KEBAHAGIAAN HIDUP : UMUR YANG BAROKAH

April 18, 2011 1 Comments

Beberapa hari yang lalu, Aku mendapat kiriman email otomatis dari “Causes”. Salah satu application di facebook yang kuikuti. Walaupun hanya sekali saja ikut dalam diskusinya waktu itu, tetapi mereka secara otomatis me-link tanggal lahirku dalam aplikasinya.

“April 19 is coming up. Happy (Almost) Birthday! with a Birthday Wish your friends can give in honor of your special day”.

Begitu isi emailnya. Sebetulnya masih ada beberapa bait kalimat yang sengaja kupangkas. Karena aku kira kankenai, tidak ada hubungannya dan tidak perlu disampaikan di sini.

Beberapa waktu yang lalu akupun pernah membaca status seorang kakak sepupu di wall facebooknya. Seperti mengingatkanku akan berkurangnya satu tahun umurku yang semakin dekat.

Sharing bagi mereka yg merayakan ULTAH nya:

ulang tahun berarti berkurang jatah umur setahun

makin sedikit sisa umur

makin dekat ke akhir

makin dekat waktu utk kembali

RENUNGKANLAH.........

Sesaat aku termenung, tercenung meresapi kata demi kata yang tercetak dengan jelas dilayar kaca monitor. Ulang tahun, milad, birthday dan sejenisnya, sebentar lagi menghampiriku di bulan ini. Tahun ini  usia ku bertambah satu. Oohh bukan…bukan…tetapi berkurang satu. Ya..usia yang bertambah berarti berkuranglah masa “kontrak” kehidupanku di dunia ini.

Entahlah apakah aku harus berbahagia atau bersedih. Bagi orang dewasa mungkin milad bukan berarti hal yang menggembirakan. Walaupun pada kenyataannya pada kanak-kanak hari inilah yang ditunggu-tunggunya untuk meluapkan kebahagiaan bahwa dia mulai pintar, tumbuh dan berkembang dengan sehat. Juga Kebahagiaan bagi kedua orangtuanya. Biasanya nasi kuning dan doa bersama akan menambah khusyu selamatan hari lahir mereka. Malah ada anak yang menunggu kue tart buatan ibu atau beli di kedai untuk melengkapi kebahagiaan mereka. Tanda bahwa mereka berulang tahun hari itu.

Yang pasti pada hari itu do’a dari suami, anak, orangtua, handai taulan, kerabat dan teman-teman akan mengalir bak air syurga yang menyejukkan sanubari. Memberikan spirit dalam menghadapi kehidupan, dengan penuh cinta dan kasih sayang. Memompa semangat dalam beramal dalam sisa usia yang mudah-mudahan barakoh.

Ya, aku ingat seorang guruku pernah mengatakan bahwa kebahagiaan hidup seseorang tidak diukur dari hartanya yang banyak, anak yang banyak, ilmu pengetahuan yang banyak. Tetapi umur yang penuh keberkahan.

Menurut Aa Gym ada 7 tanda kebahagiaan hidup. Selalu bersyukur kepada Allah SWT, memiliki pendamping hidup sholih dan sholihah, memiliki anak yang sholih (sholihah), memiliki harta yang berkah, tidak memiliki hutang, ilmunya bermanfaat dan umurnya berkah.

Umur yang barokah tidak sama dengan usia yang panjang. Salah satu ciri umur yang barokah adalah tiap detik waktunya sangat berharga dan tidak ada yang sia-sia. Usianya banyak digunakan untuk beribadah pada Allah SWT, beramal dan berdakwah. Menebarkan manfaat kepada siapa saja. Bergaul dengan orang-orang yang sholih. Tidak ada waktu baginya kecuali amal, amal dan amal.

Ya Allah…Berikanlah aku keberkahan, kebaikan dan keselamatan dalam hidup ini. Dan senantiasa bersyukur atas segala nikmat-Mu. Dan tak jemu menebarkan semangat kebaikan agar umurku berkah dan bermanfaat.

“Rabbana athina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah. Waqina adzabannar” Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat. Dan peliharalah kami dari siksa api neraka. (QS Al baqoroh : 201).

Wallahu’alam bishowab

Johor, 17 April 2011

By : Ummusalma (sri.widiyastuti@gmail.com)

April 02, 2011

Ketika Ukhuwwah Tidak Sekedar Basa Basi

April 02, 2011 2 Comments
            Aku maksudkan dengan ukhuwwah ialah: “Hati dan jiwa ditautkan dengan ‘aqidah.” Aqidah adalah ikatan yang paling kuat dan paling berharga. Ukhuwwah adalah saudara bagi iman. Perpecahan adalah saudara bagi kekufuran. Kekuatan yang paling ampuh ialah kekuatan kesatuan. Tiada kesatuan tanpa kasih sayang. Kasih sayang yang paling rendah ialah kesejahteraan hati (terhadap saudara seIslam) dan yang paling tinggi ialah ithar (mengutamakan orang lain dari diri sendiri). ALlah s.w.t berfirman yang bermaksud: “Dan sesiapa yang diperlihara oleh ALlah daripada kebakhilan dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.”(As syahid Hasan Al Banna, Risalah Ta`lim)

Teringat pada saudara-saudara (yang saya cintai karena Allah) yang begitu tulus menolong keluarga saya dalam keadaan krisis finansial di negeri sakura. saat itu tahun ke-4 saya tinggal disana, keuangan sedang krisis. waktu itu adalah tahun dimana suami saya seharusnya menyelesaikan program doktornya. Tetapi karena memang belum selesai, maka sesuai kesepakatan maka tahun itu dan seterusnya tdak ada beasiswa.Karena suami tidak diijinkan untuk bekerja diluar kampus, maka saya berinisiatif mencari arubaito/part time job untuk kehidupan sehari-hari, yang selama ini bertumpu pada tabungan, manstab banget...makan tabungan banget hehehe
makin lama makin tipis, Alhamdulillah akhirnya saya dapat pekerjaan di sebuah restoran, tapi itu juga ga bertahan lama, karena saya jatuh dari sepeda...tangan bengkak..:D (thanks buat Bu Arif (ika kusnaryati) ngejaga anak-anak selama saya ke dokter...)

                  Selama tangan masih sakit saya tidak bisa bekerja, Alhamdulillah anak-anak sudah masuk di hoikuen. jadi setiap hari saya titipkan ke sekolah hoikuen. Suatu saat saya dikejutkan ada kiriman daging-dagingan (lebih dari 5 kg) dari toko halal milik teman saya (bu Inna marsudi), saya tidak pesan apa-apa ke beliau, tapi kirimannya benar ke alamat saya. Akhirnya saya cek dengan menelponnya. ternyata apa jawabannya...itu untuk bu Arien dan keluarga, karena saya tidak dapat menengok ke sana (bu inna rumahnya di saitama, 2 jam perjalanan ke rumah saya).." subhanallahu..saya hampir menangis terharu saat itu...memang saat itu dirumah sedang tidak ada apa-apa, padahal akan ada pengajian dirumah. Alhamdulillah dengan kiriman itu, saya bisa memasak untuk tamu yang akan datang malam itu...(jazakillah khair Bu Inna Mars...semoga Allah memberikan rejeki yang lebih baik dari yang bu inna berikan kepada saya dan saya pun demikian.. amiiin) 

              Begitu juga dengan teman2 ummahat (ibu-ibu) yang sangat saya kenal kebaikannya, mereka mengumpulkan munashoroh untuk saya (padahal saya tidak memintanya), sungguh saya malu...karena tangan saya saat itu dibawah..tapi di dalam lubuk hati yang paling dalam, saya mendoakan mereka dan berdoa untuk saya semoga saya bisa membalas kebaikan mereka dengan amal yang lebih baik dari amal mereka perbuat saat itu kepada saya..sehingga mereka mendapatkan pahala dari kebaikan yang saya buat...sungguh mereka adalah ibu-ibu, sahabat-sahabat saya yang menjadi inspirasi saya..semangat saya...(uhibukillakum...ya ukhtifillah...)

               Ternyata mereka adalah orang-orang yang memahami ukhuwwah yang tidak sekedar basa-basi, mereka adalah motor bagi ukhuwwah ini. Ruh bagi ukhuwwah yang manis...mereka memahami ukhuwwah dengan sebenar-benarnya ukhuwwah. 

               Seorang guru saya tercinta menyampaikan dalam taujihnya, ketika kita empati terhadap kesulitan saudara kita, langsung aja. Tidak perlu hanya dengan menghibur "sabar yah", "semoga Allah memberikan kekuatan", "Allah bersama orang-orang yang bersabar". KArena mereka yang sedang kesulitan atau ditimpa musibah adalah orang-orang yang tahan kepada cobaan, mental baja. Airmata merekapun sudah kering dicurahkannya kepada Allah yang Maha Kuasa. Tapi ukhuwwah butuh action, butuh aksi konkrit.
Ketika saudara kita membutuhkan pertolongan beras, laukpauk, biaya sekolah anak, menemani putra-putrinya barang sejenak karena orangtua sedang dalam urusan penting, Menjaga rumahnya dari aksi orang-orang yang tidak bertanggungjawab adalah hal yang bisa kita lakukan. Disamping itu do`a kan saudara kita, karena do`a untuk saudaranya sementara dia tidak mengetahuinya sangat mustajab disisi Allah.

                  Karena Rasulullah saw bersabda "Empat orang yang do’anya diijabah; pemimpin yang adil, seseorang yang mendo’akan saudaranya di belakangnya, do’a orang yang dizhalimi, dan seorang yang mendo’akan orang tuanya. (HR. Abu Nu’aim dari Watsilah)"

Wallahu`alam bi shawab

Memori'es 7 january 2011

ditulis ulang hari ini karena kangen dengan seorang sahabat yang sudah lama tidak bertemu..uhibukillah ya ukhti^_^

April 01, 2011

Memaafkan Ciri Keindahan Jiwa

April 01, 2011 2 Comments

Malam itu kami berpisah. Aku tenggelam dalam pelukan sahabatku, yang memang bertubuh besar. Hangat menjalar di seluruh tubuh ini, menerima pelukan empati darinya. Tanda dia berduka juga atas kesedihan yang sedang aku alami. ‘Ishbir ya Ukhti” bisiknya….entah apa yang bergejolak dalam dada ini mendengar bisikannya yang lembut. Aku hanya diam. Gamang.

Seperti biasa sore itu kami bertemu untuk pertemuan pekanan. Pekanan yang selalu kami tunggu. Sebuah komunitas kecil terdiri dari ibu-ibu produktif yang cerdas dan dinamis. Setiap pekan kami merasakan “energi” yang besar sekembali dari pertemuan. Rasanya tidak ingin melewatkan satu pekan pun untuk tidak menghadirinya.

Tapi ada yang berbeda pada pekan ini. Aku dihadapkan pada kenyataan, salah satu anggota mengundurkan diri dari komunitas kami.  Mungkin bagi sebagian orang ini hal yang biasa saja. Ada pertemuan pasti ada perpisahan. Tapi tidak menurutku. Aku sangat menyayangkan sekali pengunduran dirinya yang mendadak. Tanpa penjelasan. Tanpa ucapan selamat tinggal. Hanya sebaris kata perpisahan yang jelas terbaca dilayar HP masing-masing kawan.

Ah…ada apa sahabat? Mengapa engkau menyimpan misteri ini sendirian? Adakah galau dalam dadamu sehingga engkau lebih memilih untuk meninggalkan apa yang telah kita bangun bersama?

Kamipun berinisiatif untuk mengevaluasi apa yang telah dilakukan selama ini. Muhasabah diri masing-masing. Mencari dalam kegelapan apa yang menjadi penyebab seorang sahabat meninggalkan kami. Dan saling memaafkan.

Episode kehidupan layaknya sebuah drama kehidupan dialam nyata. Alur ceritanya dinamis dan senantiasa penuh intrik dan konflik. Bibit dari konflik biasanya datang dari kelemahan jiwa manusia yang penuh dengan kekhilafan. Saling memaafkan dengan hati lapang adalah sebagian dari solusi konflik yang biasa terjadi. Berikutnya adalah tetap menjaga tali silaturahim sehingga tidak putus tali persahabatan.

Bukankah ada seorang sahabat yang dijamin masuk surga karena selalu memaafkan kesalahan yang telah diperbuat oleh orang-orang kepadanya setiap sebelum tidur?

Orang yang berjiwa besar adalah orang yang mampu memaafkan kesalahan orang lain walaupun betapa sakit hati ketika kesalahan itu dilakukan ke atas dirinya karena menyadari bahwa memaafkan juga meraih kasih sayang Allah SWT. Bukankah Allah memiliki nama "Al-Afuwwu" - Maha Pemaaf-, maka ketika kita memaafkan kesalahan orang lain kita sedang berusaha mendekatkan diri dengan Sang Maha Pemaaf!

Kata-kata bijak ini menurutku baik sekali menjadi bahan muhasabah diri :“Ada banyak bibit di dalam diri manusia. Ada bibit kebodohan, keserakahan, kemarahan, iri hati, dendam. Ada juga bibit kesabaran, kasih sayang, cinta, memaafkan, persahabatan. Pertanyaan berikutnya, bibit-bibit mana yang kita sirami setiap harinya?.”

Allahu ya Rahman, penuhilah hati-hati ini dengan cinta karena Engkau. Himpunlah kami termasuk dalam 70.000 orang yang dijamin Allah masuk dalam surga tanpa dihisab karena saling memaafkan dan gemar bermuhasabah.

Johor , 30 maret 2011

By : Ummusalma (sri widiyastuti@gmail.com)

Follow Us @tutiarien