November 19, 2012

[CERPEN FAKSI] HAYYA

November 19, 2012 9 Comments
“Safira, hal begheit an tasbah ukhtun kabir[1]?” tiba-tiba Hayya melontarkan pertanyaan itu. Alisku berkerut. Dia bertanya, maukah aku menjadi kakaknya. Segera kujawab penuh semangat.
“Tentu saja mau, Sayang!” Kupeluk dia. Hayya begitu ringkih dan polos.
“Setelah aku ditinggal kedua orang tua dan adik-adikku, milikku hanya kakek dan nenek. Jika mereka meninggal siapa yang akan menjadi temanku?” katanya lagi, polos. Ada riak air di matanya dan luruh satu-satu di pipinya yang tirus pucat.
Ya, Rabbi, pertanyaan yang menohok sekali. Kupandangi wajah polosnya. Kuusap dengan lembut airmata yang membasahi pipinya.

November 18, 2012

ANDAI AKU MENJADI KETUA KPK

November 18, 2012 0 Comments
Andai aku menjadi ketua KPK, aku akan mengganti kepanjangan KPK menjadi "KERJA PEMBERANTAS KORUPSI". Kepanjangan ini lebih jelas eksyennya dibandingkan dengan Komisi Pemberantas Korupsi. Saya baru tahu, arti komisi itu di kamus KBBI artinya sekumpulan orang-orang yang berwenang. Berwenang sebagai apa? saya tidak melihat kerja orang-orang yang berwenang dalam KPK ini dengan baik selama ini.

Jika kepanjangan KPK adalah Kerja Pemberantas Korupsi, ini artinya sudah jelas visi dan misinya. Apa yang akan diberantas. Siapa saja yang bekerja di sana. Posisi KPK adalah posisi yang strategis dalam memberantas korupsi di negara kita. Sayangnya, selama ini kerjanya masih kurang fokus pada bagian pemberantasannya.

November 02, 2012

Raw juice hari ketujuh Carrot sunkist with celery

November 02, 2012 0 Comments
Alhamdulillah, hari ini hari ketujuh aku diet raw juice. Dua hari kemarin aku engga ngeraw juice karena aku makan begitu saja buah dan sayurannya. Karena adanya nanas dan harus habis cepet. Kalau di juice kayaknya rasanya aneh dan harus masuk perut dalam keadan terpaksa *alesan hehhe. Jadi kayaknya lebih nikmat dengan memamahnya langsung. kress ...kress ...:-)

Nah, hari ini aku mulai lagi nge-raw juice. Isinya wortel, jeruk sunkist dan sepotong seledri besar. Rasanya ... hmmm ... segar dan manissss .... enyakkkk ... alhamdulillah.

Seledrinya engga usah panjang-panjang cukup 20 cm aja, agar tidak pahang dan tak pedas. Wanginya harum sekali berpadu dengan wortel yang manis dan kesegaran jeruk sunkist ^_^

ini dia penampakannya :-)


October 29, 2012

Kue Keju Kastengel

October 29, 2012 0 Comments
Hari ini anak-anak masih libur. Bongkar kulkas, masih ada keju chedar untuk taburan spagheti. Hmm ... lumayan banyak juga. Mana sudah diserut lagi.

Ya sudahlah, memang niatnya mau dibuat kue, jadi bikin kastengel lagi lah pagi tadi. Dibantu sama si kakak dan teteh, dengan segala perebutan kekuatan di sana sini. Yang satu pengen ngocok, yang satu pengen ngaduk, yang satu pengen ngoles yang satu pengen nabur. Pusyingg juga nih emak rempong heuheu ...

Alhamdulillah semua bisa terkendali dan jadilah satu toples, hmm ... tepatnya satu rantang kue keju kastengel hehhe

Baru satu loyang diangkat sudah diserbu krucil yang emang doyan banget keju ...

Ini dia resepnya ya:

Kue Keju Kastengel

150 gram mentega
1 butir kuning telur
200 gram tepung terigu
100 gram keju chedar parut
1/4 sdt backing powder
1 sendok makan susu bubuk

Olesan;
1 kuning telur
3 sdt susu cair
campur kedua bahan ini, aduk rata siap jadi olesan.

Cara membuatnya:
Kocok mentega sampai putih
Tambahkan kuning telur, kocok lagi
Tambahkan tepung, backing powder, susu bubuk dan aduk rata
Tambahkan keju, aduk lagi sampai rata.
Siap untuk dicetak dan olesi dengan mentega dan taburan keju di atasnya.
Panggang pada oven dengan suhu 170 derajat selama 30 menit. atau sampai coklat kekuningan.

*untuk satu toples atau 450 gram



October 28, 2012

Hari ketiga diet raw juice

October 28, 2012 3 Comments
Alhamdulillah sudah memasuki hari ketiga minum jus sayuran dan buah dengan sadar hehhe. *lho emang kemarin pingsan apa?* Dan BABku pagi ini sudah keluar lagi. Sesuatu banget! soalnya biasanya kalau kemarin aku sudah BAB, biasanya besok atau lusa baru keluar lagi. Ih gak sehat banget ya!

BAB itu penting tau untuk kesehatan. Katanya, kecantikan dan kesehatan itu bermula dari perut lho! Nah, bener banget kalau ada yang ngomong, we are what we eat!

Hari ini, aku dan si kakak buat jus buah lagi. Untuk si kakak masih seperti kemarin, 2 buah apel, 1 buah jeruk sunkist, 2 buah tomat. Blender dan diminum tanpa diberi air dan gula. Lumayan dapet 2 gelas kecil.

Untuk aku sendiri, sisa 1 gelas kecil jus aku tambahi 1 buah apel dan 1 batang seledri besar (panjangnya sekitar 30 cm), 5 helai daun sawi hijau. Aku blender, cukup untuk 1 gelas besar.

Dari baunya sih sedapppp ... tapi begitu aku minum, rasa pedas sampai di lidah. Rasanya pahang karena mungkin ada seledri itu ya. Pedassss ...

Awalnya minum satu teguk, perut udah pengen muntah. Aku atur mindset supaya engga sampe muntah beneran. Aku minum seteguk-seteguk sampai target setengah gelas selesai. Alhamdulillah, akhirnya masuk juga. Habis itu, aku minum air banyak-banyak untuk menetralkan lidah hehhee

Masih ada sisa setengah nih? hmm ... buat ntar siang atau gimana ya? Ya udah deh, cobain ke si Abi aja hihihi ... setelah dirayu, alhamdulillah dia mau juga dan langsung abis dalam beberapa tegukan. Dia memang pemakan apa saja sih qiqiqi



Jangan lupa sarapan juga ya, kalau aku makan 1 jam setelah minum jus ini. Jadi aku minum dalam keadaan perut kosong :-)

October 27, 2012

Diet? Perlu juga lho buat si Kurus.

October 27, 2012 0 Comments
Aku diet sebetulnya bukan untuk langsing lho. Tapi untuk sehat. Siapa tahu dengan memperbaiki pola makan dengan memperbanyak asupan sayuran dan buah, aku bisa memiliki tubuh yang pas banget :-)

Nah sebetulnya, tanpa disadari, aku sendiri sudah menanamkan dalam diri lebih suka sayuran dan buah, tapi kesalahanku adalah tak diimbangi dengan makanan mengandung protein dan karbohidrat sesuai takarannya. Tapi, alhamdulillah, selama ini aku jarang sakit, cuman sering sakit kepala saja karena kurang minum air dan mungkin juga kurang zat besi ya.

Padahal sebetulnya vitamin dan mineral itu bisa juga lho diperoleh dari bahan makanan sayuran dan buah, kacang-kacangan dan lain-lain. Saya suka banget ngemil kacang almond, buah-buahan (dijadiin asinan atau buah segar begitu saja). Katanya lagi tahu tempe, asalkan pas dengan kebutuhan tubuh kita setiap harinya, bisa memenuhi kebutuhan protein kita kok.  Alhamdulillah banget, soalnya aku sendiri jarang banget makan-makanan yang berdaging dan berlemak-lemak, bisa diitung sama jari lah. Jadi engga kuatir lagi dengan pola makan saya yang menurut sebagian orang mah aneh dan kurang bergizi hehhe

Kemarin malem, abis mencit sapi, saya dan keluarga mampir dulu ke jusco. Tujuanku membeli sayuran dan buah-buahan yang aku butuhkan untuk dibuat raw juice.

Raw juice ini adalah diet sayuran mentah. Oiya, tadinya aku nyangka kalau diet itu gak makan sama sekali lho. Diet cuma khusus untuk orang-orang yang kegemukan atau obesitas. Tapi ternyata pandanganku salah. ya, itulah pentingnya ilmu ya.

Definisi diet dari hasil googling, Diet adalah mengatur pola makan kita agar senantiasa sehat dan memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Diet dengan raw juice dan raw food ini aku ketahui dari seorang teman yang berhasil sembuh dari penyakitnya dengan cara mengkonsumsi makanan sehat mentah, seperti sayuran dan buah setiap hari.
Raw itu sendiri berarti mentah, jadi semua yang dimakan adalah bahan makanan yang masih mentah.

Kemarin malam, aku mencoba menjuice 2 genggam daun bayam dan 1 buah jeruk sunkist. Hasilnya adalah 1 gelas kecil juice yang kental. Karena sayang, akhirnya aku tambahkan 1 gelas kecil air agar sisa di blender bisa kunikmati. Alhamdulillah meski rasanya aneh bin ajaib, juice itu masuk juga ke dalam tenggorokan. Nah tinggal yang segelas kecil lagi yang belum  di minum. Akhirnya aku saring agar daun engga terlalu terasa dan meminum setengah gelas kecil lagi. Rasanya benar-benar daun beraroma jeruk :-)

Malam itu aku tak makan apapun. Padahal sudah niat makan malam dengan soto daging buatan suami, sayangnya aku ketiduran ;-)

Pagi, tidak seperti biasanya aku BAB. Wow, engga biasanya nih :-) Prestasi banget!

Pagi tadi, saya dengan si Kakak, buat lagi raw juice kedua. Isinya untuk si kakak, 1 buah jeruk sunkist, 2 buah apel dan 1 buah tomat. Lumayan habis tuh. Untuk aku, sama menunya dengan si Kakak tapi aku tambahkan 1 genggam daun bayam. Aku juga tambahkan 1 gelas air untuk mengambil sisa buah yang masih diblender. Rasanya ajib!

Karena banyak, aku simpan di lemari pendingin dan sudah diminum pagi dan siang. Masih ada stok untuk sore. Jadi tak perlu membuat lagi :-)

Alhamdulillah, sudah hari kedua aku mencoba raw juice ini, belum keliatan sih efeknya, baru efek BAB aja lancar. Tapi itu prestasi banget, karena biasanya BABku engga setiap hari, kadang 2 hari sekali hihihi

Nah ini penampakan raw juice pertamaku, jus daun bayam plus jeruk sunkist

Raw juice yang ini pekat karena engga dikasih air sama sekali :-) Karena ampasnya banyak banget, aku saring biar bisa langsung ditelen tanpa kerasa daunnya :-p

Cara membuatnya: 2 genggam daun bayam (cuci bersih, dan beri cuka 2 sendok makan, rendam sebentar, cuci lagi di air yang mengalir), 1 jeruk sunkist kuliti. Blender sampai menjadi bubur. Kalau terlalu pekat katanya boleh kok di kasih air :-) Kalau saya kemarin engga dikasih air tapi saya saring biar engga terlalu enek, namanya lagi belajar kan, perlu penyesuaian diri hehehe

Nah, kalau yang ini penampakan raw juice hari kedua, jus daun bayam, jeruk sunkist, apel dan tomat.

Caranya: campur 1 genggam daun bayam, 1 buah jeruk sunkist, 2 buah apel dan 2 buah tomat. Blender sampai jadi bubur tanpa diberi air. Rasanya lebih sedap kalau dimasukan dahulu di dalam lemari pendingin.

Aku juga mau coba raw food, tapi sebelumnya mau mencari referensi sebanyak-banyaknya. Seperti halnya bayi yang baru bisa makan, pastikan makanan yang kita makan itu tak memiliki efek samping/ memicu alergi. Kebanyakan vitamin C juga kan engga baik untuk tubuh kita :-) Jangan abaikan faktor U juga hihihi

Semangat!

Doushitano umi wa shiroi no?

October 27, 2012 2 Comments
Putri sulungku, Salma Nabila namanya. Usianya menjelang 5 tahun bulan Oktober ini. Karena dia anak pertama, kami sekeluarga memanggilnya "kakak". Sekarang dia sedang tumbuh menjadi gadis kecil yang kritis. Setiap saat selalu adaaaa saja pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari bibir mungilnya. Dan akupun harus selalu siap dengan jawaban yang benar-benar memberikan kepuasan padanya. Kalau tidak...bersiaplah mendengar perkataannya...."doshitano umi wa wakaranai no", "yappari, umi wa shiranai deshyou..." dengan bahasa jepang khas anak-anak...

Satu hari, Salma pernah bertanya begini :"Umi, doshitano umi wa shiroi no?" (umi kenapa umi putih?). Entahlah, akupun kaget juga menerima pertanyaannya yang tiba-tiba. Memang saat ini di Jepang sedang mulai musim panas. Dan anak saya setiap hari, di hoikuennya berenang.
Walhasil kulitnya, yang memang kulit Indonesia asli, sawo matang, menjadi tambah matang. Sebenernya anak-anak orang jepang pun pas musim panas cepat sekali berubah warnanya menjadi agak coklat, karena setiap hari memakai lengan pendek atau juga karena berenang setiap hari, termasuk kedua anak saya.

Aku pun akhirnya coba balik bertanya padanya : "kakak, siapa yang bilang kalau kakak hitam?" selidik-ku, khawatir ada yang "ijime" (mengejek) salma karena berkulit hitam. Dia menggeleng keras dan mengulangi pertanyaannya yang tadi...

Akhirnya aku jawab.."Kakak,  merasa hitam yah? kenapa? kata siapa kakak hitam?  kakak itu adalah anak umi yang cantik dan cerdas. Kalau kakak lihat umi putih, karena umi setiap hari pakai jilbab dan baju panjang. Coba kakak juga pake jilbab dan baju panjang, insyaAllah kakak juga akan tambah bersih. Dan mungkin juga jadi putih seperti umi..." kataku sambil mengelus2 kepalanya dan membawanya dipelukan. Ada airmata yang mengalir dari matanya. Tanda dia kesal sekali kulitnya berbeda dengan umi dan adiknya......

Tiba-tiba adiknya, Shafa, nyeletuk....: " Dede wa shiroi..." hehehe..memang dibandingkan kakaknya, shafa lebih putih. Tambah kesal aja tuh si Kakak. Dan mulai menghentak-hentakan kakinya. Kakak gak mau kuroi....kakak mau shiroi....shiroi ga ii....(maksudnya kulitnya..red....)

Akupun coba menenangkannya...ini bagian yang paling susah nih...soale kan anak-anak kalo dah ada maunya..susah banget.....

Akhirnya, akupun mencoba berbicara dengan bahasa yang mudah2an bisa dimengertinya.... hm..hm..bismillah...

"Kakak, dengerin umi yah. Umi mo cerita dikit nih. Kita kan diciptakan sama Allah, kakak tahu kan?...Nah, umi, Abi, Kakak, Dede...semuanya Allah yang menciptakan. Mau hitam, mau putih...semua ciptaan Allah. Kita harus bersyukur, Yang (sayang..red)...
Dan Allah gak pernah melihat rupa kita, yang penting kita taat sama Allah, sholat, sayang sama umi, sayang sama Abi, sayang sama Dede, gak bujung-bujung Dede (cubit...red), suka baca do'a pas mau bobo, makan. Kakak kan dah bisa yah berdo'a....
Nah..Allah pasti sayang sama Kakak, umi dan Abi juga sayang sama kakak. Sekarang kakak gak usah tanya lagi, kenapa kakak hitam atau kenapa umi putih..karena kita kan sama, ciptaan Allah....Kakak wakatta?" aku akhiri penjelasan ku dengan menghela nafas panjang. Ku perhatikan raut wajahnya yang lonjong, dengan matanya yang besar memperhatikanku penuh takjub.

"Jadi kalau kakak pakai jilbab to watashi to (watashi te...baju panjang, bahasanya salma dan adiknya) shiroi kunata ne Umi....." sahutnya girang.

"InsyaAllah Sayang...." sahutku senang melihat kegembiraan dalam ucapannya. Sambil berdo'a semoga anak-anakku menjadi anak-anak yang sholih dan sholihah.

"Demo, ima wa yadaaaa...kore ga ii..kakak kan mada-mada chiicai deshyou...atsui kara" dia melanjutkan kata-katanya. Hihihi..dasar anak-anak....katanya gak mau pake baju panjang kayak saya, soalnya musim panas........atsui datte...

Alhamdulillah pembicaraan kami bertiga, umi, kakak, dede..berakhir dengan riang. Tidak ada airmata lagi. Dan yang penting, saya sudah menanamkan satu cerita yang mudah2an menambah pengetahuan Kakak tentang hubungan dirinya dengan Allah sang Pencipta....bahwa semua yang hidup di ciptakan oleh Allah. Allah yang menentukan semua ciptaannya dan patut di syukuri. Alhamdulillah...

*********

Sore..ketemu suami, aku ceritakan kisah diatas...suami cuman bilang...Alhamdulillah, yang pengen punya kulit item kan dulu  Abi...Alhamdulillah ada salah satu anak Abi yang memenuhi do'a Abi.....eit...si Abi....(ternyata belakangan suami cerita ...Abinya salma pas kecil, sering dikatain "Anak China" karena bermata sipit dan berkulit putih..jadi si Abi berdo'a mudah2an bisa jadi item....ih..apa coba hubungannya...).

Utsunomiya-Juli '06


Nihon no Keisatsu wa kibishi datta.....

October 27, 2012 0 Comments
Pernah gak sih ngerasain dituduh seorang kriminal disini...? atau jadi saksi sebuah kejadian kriminal...pokoknya berurusan sama polisi jepun deh.....Pasti perasaan takut...deg-deg-an...sedih...ada kali yah......

Saya memang gak pernah ngalamin langsung sih...tapi partner hidupku yang pernah ngalamin...suamiku tersayang....
Kejadiannya memang sudah berlalu sebulan yang lalu, tapi sangat membekas sekali.

Ceritanya begini....,2 tahun yang lalu, karena beasiswa suami distop dari pemerintah jepang (karena beliau harusnya kan selesai tahun 2004 tuh....tapi ternyata belum selesai juga...maka sesuai kebijakan maka setelah 3 tahun disini, maka uang sekolah dll di tanggung sendiri...). Maka untuk mengurangi beban apato, kami pun berusaha mencari rumah/apato yang murah. Alhamdulillah...dengan proses yang lumayan panjang juga...kami mendapatkan rumah yang murah, fasilitas dari kampus. Walaupun rumahnya tua, tapi besar, halamannya luas, dan mencirikan khas rumah orang jepang....
Saya bersyukur sekali bisa merasakan tinggal di rumah itu, style-nya jepang banget deh....
Fyi, katanya sih usia rumah itu dah 30 tahun. seusia saya...kadang mikir juga..aman gak yah kalo ada jisin... tapi sampai saat ini sih Alhamdulillah aman...

Anak-anak juga suka sekali dengan rumah itu, seperti rumah totoro katanya. karena dibawah rumah ada fentilasi udara, anak-anak kadang ngelongok ke bawah sekedar ikut-ikutan tokoh dalam cerita totoro...sambil teriak..."makuro-kuro dette oide..." sambil tertawa-tawa riang. Dan mereka puas sekali bisa berlari-lari didalam rumah, karena memang didalam rumah itu banyak pintu dan ruangannya besar sekali. Lantainya juga beralaskan full tatami (kecuali dapur dan koridor), tidak mengkhawatirkan kalo anak2 jatuh.

Demikian sekilas info tentang rumah kami 
...
Nah...cerita kriminalnya gini nih..... Didepan rumah kami, karena itu rumah bekas ditempatin oleh gakuin/pegawai Udai dan beberapa mahasiswa, maka ada 4 sepeda bagus disana. Tidak berpenghuni. Sebagiannya memang terkunci, tapi ada juga yang tidak dikunci.

Suamipun sempat melaporkan keberadaan sepeda dirumah kami, kakunin punya siapa sepedanya. Staff ryugakusei sentanya gak tahu..jadi menyerahkan semuanya kepada kita.

Kebetulan, di bulan April yang lalu, ada temen Muslim dari Mauritania datang untuk menyelesaikan tugas belajar di Udai. Suamipun memberikan bantuan sekedarnya, seperti alat-alat makan dan sebuah sepeda didepan rumah. Brother dari Mauritania ini kebetulan memilih sepeda yang memang paling
bagus .
Lagipula kan ajaran dalam Islam kalo ngasih-ngasih barang kan harus yang bagus yah. Jadilah Brother itu memakai sepeda itu untuk keperluan sehari-harinya ke kampus.

Waktu pun berlalu, selama ini sih aman aja...kita pun tidak curiga kalau salah satu sepeda yang ada di depan rumah saya itu adalah sepeda curian. Ketika brother cherif sedang mampir di penyewaan buku dan CD,
sepedanya di ciduk polisi. Dan dia pun di intrograsi seperlunya oleh polisi.
Akhirnya Brother itu mengaku bahwa sepedanya berasal dari suami saya.

Setelah itu suamipun di telpon polisi untuk mengurus sepeda curian itu. Dan menolong brother cherif dari tuduhan pencurian. Suami saya memang kurang begitu baik bahasa jepangnya. Karena beliau datang belajar di jepun tuk menyelesaikan program doktor yang notabene gak begitu menggunakan bahasa jepang.

Ketika polisi tanya apakah benar sepeda itu suami saya yang kasih, suami saya mengiyakan, bahwa dirinya yang memberikan sepeda itu ke Brother cherif (tanpa ada pransangka sama sekali). Itulah awal polisi menuduh suami saya mencuri sepeda curian. Kesalahan pengucapan satu kata saja dalam bahasa jepang ternyata berakibat sangat fatal sekali. Seharusnya suami ku gak bilang bahwa dia memberikan sepeda itu (Ageru..) tapi mempersilahkannya untuk memakai sepeda itu karena memang tidak berpenghuni..begitu katanya sih...tapi kan..mana tahu..bahasa jepang aja minim banget....

Akhirnya brother cherif dibiarkan pergi, sememntara suami saya yang menjadi tertuduh kriminal..yaitu dengan tuduhan memberikan sepeda curian kepada temannya
(walaupun pada kenyataannya suami saya tidak melakukannya)

Suamipun di introgasi di koban selama kurang lebih 5 jam. Alhamdulillah masih boleh pulang untuk shalat magrib dan mengantarkan tamu-tamunya pulang (kejadiannya sore hari dan kebetulan suami sedang dikunjungi beberapa temannya).

Ketika suami di panggil untuk menjelaskan semua itu ke koban dekat rumah, saya sudah merasakan ada yang tidak beres. Anak-anak pun merasakannya dan menangis melihat Abinya gelisah dan tergesa-gesa untuk menuju tempat kejadian. Akhirnya saya hanya bisa berpesan, agar suami tidak menjelaskan segala sesuatu itu memakai bahasa jepang. Pergunakan saja bahasa Inggris, akrena itulah yang paling bisa difahami saat ini. Masalah polisinya ngerti atau gak...itu urusan lain.....
Alhamdulillah suamipun mau menuruti nasihat saya.

Waktu dalam penantian sangat berat sekali...tidak ada hbungan telpon sama sekali, bagaimana kelanjutan kasus tersebut...tidak ada berita...resah aja yang ada...

Saya pun berinisiatif untuk mencarikan transleter, kebetulan ada muslimah jepang yang bersuamikan orang Pakistan, beliau bisa berbahasa jepang dan Inggris dengan baik. Akhirnya saya menelpon sister itu dan Alhamdulillah dalam hitungan 20 menit, mereka sudah meluncur ke Koban. Memang benar ada berita acara yang harus ditulis. Alhamdulillah dengan bantuan brother itu, suami saya menjelaskan kembali hal ihwal pemberian sepeda itu. Tapi..polisi tetap polisi, walaupun terbukti bahwa suami saya tidak bersalah, tetap saja dijadikan honin atau tersangka....dan tetap akan diproses sesuai
hukum keadilan jepang....

Ketika suami pulang kerumah, kondisinya sudah lelah sekali, dan seperti yang enggan
berbicara. Sangat mengkhawatirkan sekali deh...
Tapi aku gak tahan kalo gak nanya hasilnya, suamipun hanya menjawab....."tetap akan diproses, Abi sebagai tersangka...hari Rabu di foto di kepolisian besar. insyaAllah besok akan coba konsultasi dengan Goto sensei (senseinya yang merekomendasikan beliau posdok disini, Fyi, suami sudah selesai program doktornya, sekarang sedang menjalani tugas posdok setahun).

Saya hanya bisa mengomel.......kenapa sih polisi sini begitu..kalo memberikan sepeda
keorang lain yang bukan punya kita keorang lain adalah kriminal, kenapa tidak
disosialisasikan ke ryugakusei senta di universitas. Suamipun sudah menjelaskan ,
sudah melaporkan sepeda-sepeda itu ke rugakusei senta, polisinya malah berdalih,
 ryugakusei senta bukan kepolisian...hu..uh..sebel banget deh...

Malam itu berubah menjadi malam yang panjang, suamipun tidak bisa tidur dengan nyenyak....kasihan sekali...akupun ikut merasakan sekali kesedihannya dan kekhawatirannya...

Esok harinya, suami masih belum mau makan....tidak ada selera makan katanya....sedih banget....biasanya melihat makannya banyak..sekarang tidak ada sepotong makanan pun yang masuk kedalam perutnya.....
Sore bertemu dengan suami, masih dalam keadaan yang sama. Saya tanya giman hasil pembicaraannya dengan Goto sensei? jawabannya..sensei masih sibuk, tapi sudah laporan. selesai.

Menjelang hari Rabu, suami bilang, mungkin besok akan ada mobil polisi datang kerumah dengan sirine yang mengaung-ngaung...kemudian suami saya dibawa dengan mobil polisi ke koban terdekat..kemudian dibawa ke kepolisian besar, di foto sebagai tersangka pencurian sepeda....ya Allah...bener2 hal yang gak pernah terlintas dalam fikiran akan menanggung beban seberat itu.....suamiku..gambare ne...sahutku dalam hati.

Dalam mobil, ketika menjemput anak-anak dan belanja keperluan sehari-hari, kamipun asyik berdiskusi untuk rabu besok. Saya sarankan untuk menelpon polisi yang kadang-kadang datang kerumah kami. tapi ternyata suami tidak menyimpan nomer telponnya di HP tapi di kertas dan mungkin sudah hilang..entah kemana....

Akhirnya saya hanya bisa memberikan dukungan kepadanya lewat sms di ketai, "Abi, jangan takut yah...walaupun kita tidak ada backingan dari polisi-polisi itu tapi kita punya backingan yang jauh lebih kuat, yaitu Allah Yang Maha Kuasa".  Yah...saya hanya bisa berdo'a semoga Allah memberikan yang terbaik bagi keluarga kami . Mana lagi hamil gede , kalau tiba-tiba suami harus "nginep" di penjara sini bagaimana?
Sudah tergambar aja dalam kepala seperti drama-drama jepang di tivi, suamiku di giring ke kantor polisi, dibawa dengan mobil polisi dengan sirine mengangung....ya Allah apakah saya sanggup....

Diantara do'a-do'aku, aku berdo'a kepada Allah sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah saw, ....wala taj'al mushibatana fiy dinina...." dan janganlah Engkau jadikan musibah kami menimpa agama kami....". Yah..tahu sendiri kan polisi jepang suka curiga sama yang namanya orang asing, apalagi kita kan muslim, dan minoritas disini. Curiga aja..khawatir disalahgunakan untuk kepentingan yang lain..misalnya menfitnah suami saya melakukan hal kriminal yang lain..karena ada foto dirinya....ya Allah..tolong lah kami dan agama kami.......(aku pun mulai menangis...
)

Hari Rabu pun tiba...saya standby dirumah.....kata suami...jam 3 akan kerumah. Ternyata sampai jam 3 belum mungcul juga tuh raungan sirine..suami juga belum pulang kerumah. Saya pun tidak tahan untuk tidak menelpon, tapi ternyata telpon suami rusuban. Akhirnya telpon yang ditunggu2 datang juga...akupun langsung gak sabar nanya segala macem. Kata suami, polisi sudah ditelpon sama goto sensei, dan kami janjian langsung ke koban. wah..lega...raungan sirine pun batal aku saksikan...Alhamdulillah...
Suami hanya berpesan, mungkin besok polisi akan datang dan mencek 3 sepeda lainnya yang ada dirumah. Jadi tugas saya hanya ngempesin ban sepeda yang sering dipakai suami. akhirnya saya dnegan perasaan deg-degan ngempesin tuh sepeda. dan berdo'a mudah2an hujan lebat turun agar sidik jari saya tidak ada di pentil sepeda itu. Alhamdulillah hujan memang kemudian turun....
Ya..Allah...Alhamdulillah cucuran rahmat mu datang dan menyejukan sekali hati yang gundah ini. Semoga kabar baik yang akan menghampiri keluarga kami setelah ini. Doaku dalam hati....

Malam, menunggu kepulangan suami hati masih deg-degan menunggu penjelasan  dari mulut suami saya. Alhamdulillah melihat senyumnya merekahpun saya sudah tahu kalau semua berjalan baik-baik saja. Akupun bertanya hasil pertemuannya dengan polisi kali ini. Alhamudlillah kata suami, dia datang bersama dengan Goto sensei dan seorang staff ryugakusei senta Udai. Pembicaraannya pun berlanjut santai dan berita acara suami bisa dirubah, suami juga bebas dari harus di foto di kepolisian besar. Dan ternyata polisi yang sering datang kerumah kami...Nozawa Keisatsu pun datang ke koban tersebut.
Ya Allah ...pertolongan-MU memang sangat dekat...

Diakhir pembicaraan Nozawa Keisatsu pun menyalami suami, simpai nai ne...katanya. Alhamdulillah semua sudah berakhir dengan baik.

Hari Kamisnya, polisi datang untuk mencek ketiga sepeda, melihat nomer registrasi dan melaporkannya lewat handy talki. Ternyata ketiga sepeda yang masih ada dirumah saya bukan sepeda curian. Dan sesuai perjanjian hari rabu, maka sepeda tersebut menjadi tanggungjawab
ryugakusei senta (kampus)

Begitu..ceritanya....tegang banget kan....Alhamdulillah banyak hikmah yang didapat dari kejadian tersebut.

1. Kami jadi lebih hati-hati jika menemukan sepeda-sepeda didalam halaman, dikampus atau dijalanan yang dirasakan masih layak pakai. Walaupun tidak ber-tuan, siapa tahu sepeda curian.

2. Mengetahui prosedur penemuan sepeda, yaitu langsung melaporkannya kepada polisi. (kalau gak mau tersangkut, biarin aja..gak usah dibawa pulang..

3. Lebih peduli kepada nomer registrasi sepeda. Siapa tahu mempunyai pengalaman yang sama, sepeda dicuri orang, akan mudah dalam pelacakan.

4. Lebih aman dengan membeli sepeda baru jika memungkinkan. Kalau misalnya diberi orang, harus jelas siapa pemberinya. Misalnya sensei atau chuta (pendamping, biasanya mahasiswa jepang).

5. Jika kemudian kita menjadi tertuduh dalam kasus "pemakaian" sepeda, segera laporkan kepada sensei kita. Di jepang, sensei daigaku itu lebih tinggi loh pangkatnya dibandingkan polisi...(katanya sih....cmiiw)

6. Memberikan sepeda yang ada dirumah atau nemu di kampus (bukan milik kita) kepada orang lain tanpa sepengetahuan polisi, adalah tindakan kriminal...kibishi na.....

Utsunomiya, Juli 06

Catatan :
* Udai : Utsunomiya Daigaku
* Ryugakusei senta : Pusat administrasi Mahasiswa Internasional
* Gakuin : staff universitas
* Totoro : Tokoh film anime jepang (sejenis binatang)
* Jisin : Gempa bumi'
* Keisatsu : Polisi
* kibishi : keras, ketat, berat
* rusuban : tidak bisa dihubungi



anibowo wrote on Jul 21, '06
ummusalma said
4. Lebih aman dengan membeli sepeda baru jika memungkinkan 
makasih ya ceritanya
seru dan menegangkan.....
sebenarnya kalo beli sepeda bekas juga gpp kok
asal belinya di toko sepeda resmi
nanti kita bisa ganti nama sekalian disitu

ummusalma wrote on Jul 21, '06, edited on Jul 21, '06
Iya bener Teh Ani....cuman saya kurang nambahin aja di situ. Makasih dah di ingetin...^_^ setelah kejadian ini tetangga saya juga akhirnya membeli sepeda bekas ditoko sepeda dan dikasih nomer registrasinya. Alhamdulillah dengan kejadian ini banyak yang dapet hikmahnya....:) Makasih dah mampir disini Teh Ani...:x

Indonesia de, dobutsu tachi wa Indonesia go de sabereru no?

October 27, 2012 0 Comments
Tadi malam, tidak seperti biasanya kedua putriku tidur lambat sekali. Biasanya jam 10 malam sudah sikat gigi dan baca do'a sebelum tidur, maka mereka pun akan mengatur dirinya tidur di tempat tidur yang mana. Tapi malam itu jam 10 masih asyik saja bermain berdua, padahal sudah melakukan rutinitas malam, gosok gigi..memang belum baca do'a sih....belum ngatur diri mau bobo kok....

Gulai Kambing

October 27, 2012 2 Comments
Pekan  yang lalu, saya kedatangan tamu dari jauh. Karena mereka dari jauh..maka saya pun pengen dong men-service mereka dengan service yang terbaik.....Akhirnya saya masak-masak sedikit, resep yang mudah sekali dan cepat.
Tapi..ternyata masakanku kalah dengan masakan suami..kebetulan suami nyumbang juga, ikutan masak untuk tamu-tamuku......Dan memang bener..semua suka dengan gulai kambing buatan suami....

Biar gak malu-maluin ditanya resepnya...sok atuh...saya share deh disini.....biar inget terus...
Lagi pula gulai kambiangnya memang oishiikatta....


Gulai Kambing

Bahan :
Daging Kambing

Bumbu :
1 buah Tamanegi/bawang bombay, cacah
4 buah cabe merah
3 lembar daun jeruk
1 btg sereh
2 lembar daun salam
4 siung bawang putih
garam secukupnya
minyak goreng untuk menumis
santan (bisa yang bubuk, 2 bungkus atau santan cair, satu kaleng)
bumbu gulai pasta (ada di toko thailand, warna covernya merah) secukupnya (satu sendok makan atau bisa lebih)


Caranya;
1. Rebus daging kambing yang sudah dipotong2 slice/tipis2 dengan air secukupnya, kalo ada panci buat presure lebih baik. Masukan daun salam dan sereh kedalam rebusan itu. Biarkan sampai panci berbunyi...tanda daging sudah empuk...(20 menit-an..)
2. Ulek cabe merah, bawang putih dan daun jeruk.
3.Tumis bawang bombay, bumbu ulek dan bumbu gulai pasta sampai berbau harum.
4. Masukan kambing yang sudah direbus plus airnya.
5. Kecilkan apinya, biarkan sampai bumbu meresap
6. Sebelum diangkat tambahkan garam dan santan. angkat.

Selamat mencoba....

Utsunomiya, 21 Juli 2006


Ayam goreng kres-kres

October 27, 2012 0 Comments
Ini resep dari bundanya Nasywa (Thanks Sis...), dan aku dah cobain, ternyata memang anak-anak dan suami juga suka banget... Aku apalagi, gak suka ngemil cumannnnn... kalo pas ngemil yang ini dah gak bisa berenti deh...sampe abis ludes...des.....

Ayam goreng kres-kres

Bahan :
Ayam tanpa tulang, potong kecil-kecil, ukuran hito kuchi (ukuran satu suapan)...kata orang jepang mah..., jangan mulut orang gede yah....
Tepung maizena atau tepung sagu (katakuriko)
Minyak untuk menggoreng

Bumbu :
Shio kosho....garam dan merica bubuk secukupnya
Jahe dan bawang putih secukupnya, diparut lembut

Caranya :
1. Campurkan ayam dan bumbu, diamkan selama 1-2 jam sampai bumbu meresap. Kalau saya sih suka didiemin semaleman. Di taruh di lemari pendingin bagian bawah, ditutup raping.
2. Ketika akan digoreng, campur ayam dengan tepung maizena atau tepung sagu (katakuriko).
3. Panaskan minyak, goreng ayam sampai kering/kekuningan.
4. Hidangkan panas-panas...jadi deh ayam goreng yang kres-kres....

Met mencoba....

Utsunomiya, Juli 06




aishliz wrote on Jul 23, '06
ummusalma said
ichi guchi (satu mulut)...kata orang jepang mah. 
yummy..yummy... hatur nuhun Ummu Salma resepnya, langsung praktek ah... :)
Hehehe... maksudnya itu hitokuchi (ukuran satu suapan) bukan ichiguchi kan yah Ummu?
SmileyCentral.com

ummusalma wrote on Jul 23, '06
hihihi...jadi malu...untung ada sensei Nihonggo yang setia menemani nih...iya Teh.....^_^ jazakillah dah dibenerin...entar di edit lagi deh...
kalo soal kres-kresnya mah..oishii tenan deh...promosi abiss nih...:)

haloazka wrote on Jul 24, '06
ummu salma, salam kenal yaa... ayamnya oishii so.. pengen nyobain nih :D

ummusalma wrote on Jul 24, '06
salam kenal kembali Mbak Lenny, nama saya Tuti...:) umminya salma dan shafa...Silahkan dicobain mbak ayamnya...kalo dah jadi jangan lupa.... inget yang disini yah....:)
Btw, saya juga dah nyobain bikin rajutan, ambil materi rajutnya dari webnya mbak Lenny...dah jadi 2 dompet kecil2 buat salma dan shafa.....makasih yah mbak dah bagi2 ilmu.....:x

haloazka wrote on Jul 24, '06
alhamdulillah, mba Tuti, sama-sama, sy juga seneng klo bisa bermanfaat:D waah.. Ummi udah berhasil bikin dua dompet utk salma dan shafa :)
hebat mba, walau belon ketemu muka yaa.. selamat mencoba pola yg laen ya mba Tuti, salam utk Salma-chan dan Shafa-chan *_*
mau nyoba juga ni resepnya, Azka pasti suka deh ayam yg kres-kres hehehe :D pasti.. pasti.. inget ama yg punya resep hehehe :D 


Sirup Siso

October 27, 2012 0 Comments
Siso atau Perilla frutescens adalah sejenis herb yang banyak dijual di departemen store atau supermarket di Jepang. Biasanya sering dipakai untuk campuran salad, atau ditambahkan ketika kita makan nato cacah dll. Tapi ternyata siso juga bisa loh di buat sirop dan sangat menyehatkan katanya...yuk kita intip cara buatnya...Sirup Siso
Bahan :
500 gr Daun siso merah
2 liter air
800 gr Gula atau graniu (gula halus)
30 gr kuensan (sejenis citrun)

Cara membuat :
1. Rebus air sampai mendidih
2. Cuci daun siso, keringkan dari air cucian tadi.
3. Setelah mendidih, masukan daun siso, aduk2 sebentar. Rebus daun siso selama 10 - 15 menit (daun siso merah akan berubah menjadi hijau karena zat merah didaun melebur di air rebusan)
4. Setelah itu angkat rebusan daun siso, saring.
5. Masukan air saringan daun siso kedalam panci
6. Masukan gula pada air saringan daun siso yang masih panas, aduk2 sampai gula larut
7. Masukan juga kuensan, aduk sampai rata
8. Dinginkan
9. Setelah dingin, simpan sirop siso di dalam botol.
10. Lama penyimpanan dalam lemari pendingin 1 tahun.

Cara Penggunaan :
1.Untuk diminum begitu saja sebagaimana sirop, tuang sirop siso 5 sendok makan, campurkan dengan air dingin. Dapat ditambahkan dengan es batu.....jika ingin lebih dingin....
2. Untuk tambahan es kaki gori, tambahkan secukupnya.

Selamat mencoba

Utsunomiya, 25 Juli '06





Cerita akhir pekan

October 27, 2012 0 Comments
Hari minggu yang lalu, udara Utsunomiya panas sekali...alhamdulillah cucian yang biasanya menunggu kering 3-4 hari, hari itu bisa beres-res....
Rumah juga sedikit rapi karena gak ada jemuran yang tergantung dalam rumah

Abis nyuci baju dan jemur baju yang belum kering....kami pergi berjalan-jalan keluar sekedar menyapa matahari yang sudah seminggu tidak menampakkan diri karena terhalang hujan dan mendung.

Aku pergi ke flea market, suami dan anak-anakku hanya mengantar sampai di depan koen. Setelah itu mereka meluncur menuju toshokan. Suamiku memang gak begitu suka pergi ke flea market, dia lebih suka pergi ketempat yang lain sementara saya ke flea market....abis itu kita janjian sampai jam berapa dan siap menjemput saya pulang ......

Di flea market akupun bertemu dengan Mbak Ika , Kak Ane dan Zairin beserta keluarganya. Asyik juga...bisa saling pamer hasil hunting barang di flea market yang murah2......hihihi..dasar ibu-ibu.....

Pulang kerumah semua merasa bahagia..tanoshikatta...kata Kakak dan Dede.....akupun senang karena bisa membeli baju anak-anak musim panas yang murah. Di flea market pun aku nemu pajama tuk nyuin ke rumah sakit dengan harga 200 yen. Dulu...pas mo melahirkan shafa disini, aku beli pajama yang sama dengan harga 3900 yen...waw...beda banget kan harganya....memang yang dibeli di flea market dah bekas orang...tapi masih layak pakai loh....dan paling dipakenya pas dirumah sakit doang.....

Anak-anak juga sibuk bercerita hasil petualangannya di toshokan, nemu buku2 baru yang enak dibaca.....dan baru dilihatnya. Seneng deh kalo mereka dah cerita2....soalnya dua-duanya lagi seneng saingan....hehehe..kadang berakhir dengan si dede atau si kakak akan menggelembungkan kedua pipinya karena marah, merasa ceritanya kurang seru dibandingkan yang lain.....

Dirumah..saking kecapean dan kepanasan..abis makan siang, kami buat es kaki gori, kebetulan kami punya alat untuk nyerut esnya. Salma yang jadi tukang serutnya, es batunya memang sengaja dah bikin lama banget..nunggu waktu yang tepat buat di buat es kaki gori. Salma, es kaki gorinya ditambahin sirup ichigo, sementara saya dan suami esnya ditambahin Siso sirup(sejenis sirup dari  herb / temennya mint dan sebangsanya)....seger.....oishikatta...

Sirop siso ini buatan temen warga jepang, Bu Komori. Bu Komori ini sudah seperti orangtua kami, Neneknya salma dan shafa. Baik banget deh orangnya. Setiap mempunyai kesempatan, ditengah kesibukannya beliau selalu meluangkan waktu untuk sekedar menelpon kami dan mengunjungi kami. Dan selalu membawa oleh-oleh untuk kedua putri saya. (Komori san itsumo osewani narimasu....arigatou gozaimasu...) . Beliau adalah salah seorang anggota sekaligus sekretaris perkumpulan pemerhati  Indonesia Jepang di Utsunomiya shi, kota tempat kami tinggal.

Fyi, cara membuat sirop siso ini bisa dilihat di resep andalan kami.
http://ummusalma.multiply.com/tag/resep%20andalan


Abis rehat dikit...masih ada kerjaan yang masih menunggu...nyuci baju yang baru dibeli biar bisa segera dipakai, nyuci baby car yang sudah berjamur karena kedinginan dannnnn nyetrika baju buat besok anak-anak sekolah.....uhuhuhu......yosss...mumpung hare dayoooo... gambarooo...

Utsunomiya,25 Juli '06

* Flea market : pasar murah dan serba ada yang digelar ditaman atau tempat keramaian
* Koen : Taman
* Toshokan : Perpustakaan
* Nyuin : menginap dirumah sakit
* es kaki gori : es serut
* sirup ichigo : sirop stawberi
* sirop siso : sebangsa mint/ Perilla frutescens
* hare : cerah





(seri) Oleh-oleh Pengajian Internasional

October 27, 2012 0 Comments
Hari senin yang lalu, kami, muslimah Utsunomiya, mengadakan pengajian Internasional di rumahku. Pengajian ini alhamdulillah walaupun sempat vacum karena berbagai kesibukan membernya, tapi sekarang mulai eksis lagi. Setiap pekan kita mengadakan pengajian ini.

Membernya memang sedikit sekali, selain kami para istri para mahasiswa asing di jepang (Indonesia, Bangladesh dan yordan) juga istri dari warga jepang (seorang kebangsaan malaysia) dan keluarga malaysia yang sedang bekerja disini.


Osie : Hiasan dinding style jepang

October 27, 2012 2 Comments
Kemarin, Bu Sugiyama dan Bu Komori datang mengunjungi saya dirumah. 
Mereka adalah  member assosiasi pemerhati Indonesia Jepang di Utsunomiya. Mereka adalah teman2 yang baik. Bu Komori malah sudah seperti ibu saya, karena perhatiannya yang besar kepada keluarga kami.

Mereka datang bukan tanpa maksud. Hari itu, saya dan Bu Arif (seorang tetangga dekat saya, orang Indonesia juga), diberi ketrampilan membuat sirop siso (http://ummusalma.multiply.com/journal/item/9) dan membuat osie, yaitu semacam hiasan dinding dengan style jepang.


Osie ini menarik sekali, karena selain diperlukan ketrampilan tangan, juga ketelitian. Osie ini bisa kita beli satu set untuk satu kali pembuatan hiasan dinding. Kemarin kami tidak membelinya, tapi diberi oleh Bu Sugiyama...sensei Osie kami...gratis...!

Satu set terdiri dari pola, instruksi pembuatan dan bahan hiasan baju dari kertas origami yang indah. Mirip benar dengan baju2 kimono yang sering dipakai oleh orang-orang jepang. Osie ini modelnya gambar anak2 jepang yang ditempel dikertas. Setiap bagian dari pola itu, kita bungkus dengan kertas origami, membentuk gambar yang akan jadi hiasan dinding yang kita buat.

Kemarin saya membuat gambar anak perempuan Jepang dengan tema Hina Matsuri. 
Memang agak sedikit sulit, karena banyak bagian2 yang kecil2 kemudian dibungkus dengan kertas origami. Tetapi setelah melihat hasilnya..puas sekali...bagus dan indah...dan yang terpenting buatan sendiri.....
Anak-anakku juga suka sekali..mereka memuji saya...umi..jouzo ne...osiete.....! begitu katanya.....
Bu Arif membuat gambar anak jepang dengan tema musim semi kalo gak salah....baju kimononya juga indah sekali....


Oh iya..kami juga masing-masing diberi satu set osie lagi untuk dikerjakan sendiri, tema yang ada di osie saya yang lain adalah anak laki-laki jepang sedang menarik kabuto (sejenis topi tentara jepang semasa edo jidai), jadi temanya : kabutohiki. Karena calon anak saya yang ketiga insyaAllah laki-laki..puresento datte..ureshii wa....



Silahkan dilihat osie hasil karya kami....
Bu Sugiyama dan Bu komori....itsumo arigatou gozaimasuuuu....




Utsunomiya,  27 Juli 06





anibowo wrote on Jul 28, '06
bagus banget....
jadi pengen nyoba bikin osie...berapa ya harga satu paketnya?

ummusalma wrote on Jul 28, '06
anibowo said
bagus banget....
jadi pengen nyoba bikin osie...berapa ya harga satu paketnya?
 
Wah..gomen bu Ani, saya gak nanya harganya berapa ....
insyaAllah saya tanyain deh ke Bu sugiyama nya yah.....

ummusalma wrote on Aug 1, '06, edited on Aug 1, '06
anibowo said
bagus banget....
jadi pengen nyoba bikin osie...berapa ya harga satu paketnya?
 
Teh Ani, harganya gak nyampe 1000 yen per-set dan kemungkinan jika tambah piguranya 1000-an yen. Tapi di Utsunomiya kebetulan(katanya sih) tidak ada, waktu itu beliau belinya di Tokyo dan dalam jumlah banyak kelihatannya sih...(lihat dari koleksinya yang dibawa saat ngasih pelajaran bikin osie). Mungkin di toko handicraft di Okayama ada Teh....
Jaa...gambarimashyou...:)

yosefitri wrote on Aug 7, '06
subhanallah..bagus banget mba hasil karyanya..seneng ya bisa belajar ilmu baru lagi :)

ummusalma wrote on Aug 8, '06
Eh ada Mbak Fitri juga...:) iya Alhamdulillah....orang-orang jepang memang kalau sudah jadi teman baik, baik banget loh...sensei osie ini selain pintar ketrampilan tangan juga trampil di pertanian ...didepan rumah saya juga ditanamin nasu dan kabocha hasil karyanya..sekarang sedang giliran panen nasu. kalo kabocha sih masih bunga aja..tapi seneng banget...jadi punya kebun sendiri...:)
Makasih dah mampir disini Mbak...:x

Follow Us @tutiarien