February 21, 2012

Aku dan FLP ; Tak Sekedar Mimpi

February 21, 2012 2 Comments
Mengenal dan menjadi member FLP adalah keberkahan bagiku. Bagaimana tidak? Sejak aku bergabung menjadi salah satu bagian dari FLP hobi menulisku semakin meningkat. Mungkin aku tidak begitu dikenal dikalangan FLP-ers. Ya, aku bisa memahaminya lah. Selain karena aku baru saja mengenal FLP lebih dekat, member FLP juga sudah mencapai 5000 orang. Subhanallahu. Dari referensi yang aku baca, hampir 70% member FLP adalah perempuan. Tidak heranlah, karena aku pun akhirnya tertarik tidak sekedar melihatmu dari luar pintu, aku berusaha masuk dan bergaul akrab denganmu.

Sebenarnya, aku mengenal FLP sudah sejak lama lho. Ketika itu, aku masih tinggal di Jepang mendampingi suamiku. Waktu itu dia  masih student di Utsunomiya Daigaku (UDAI) Jepang. Anakku pun baru dua orang. Aku tinggal di Jepang kurang lebih 5 tahun (Juni 2002 - April 2007).

Aku masih ingat, FLP Jepang lahir lima bulan sebelum FAHIMA (Forum Silaturahim Muslimah-Jepang) lahir. Kebetulan aku terlibat aktif di FAHIMA, sehingga aku ingat betul kapan FLP wilayah Jepang lahir.

Saat itu bulan Januari tahun 2004. FLP-Jepang launching di bumi Matahari Terbit yang sedang dingin membeku. Saat itu sedang puncaknya musim dingin tanggal 4 Januari 2004. Aku tahu kabarnya dari teman-teman yang menghadiri acara peresmiannya.

Setelah itu teman-teman FLP aktif mengajak bergabung di milis FLP-Jepang. Aku menjadi salah satu anggotanya, tetapi aku masih malu saat itu. Tulisanku belum ada yang layak tayang dan aku belum pernah mempublikasikan tulisanku di mana-mana. Aku hanya menulis di diary online, yang entah apakah sekarang masih bisa di buka atau tidak. Aku sendiri sudah lupa passwordnya:-).

Semakin aku membaca postingan teman-teman di milis FLP-Jepang, sebenarnya aku pun ingin sekali ikut terlibat di dalamnya dan ikut menulis dalam proyek-proyek mereka. Tetapi, perasaan kurang percaya diri selalu menggelayuti hati.  Aku mencoba menulis, tetapi masih menjadi konsumsi pribadi, sekedar tulisan seputar keluarga dan tumbuh kembang anak-anak. Karena aku tinggal nomaden dan jauh dari Mama dan Papa (kebetulan Mama juga sudah meninggal), jadi aku curhat di diary online itu.  Masalah apa saja, sampai aku merasa lega. Bagiku menulis adalah katarsis diri, mencurahkan semua beban di hati yang menguatkan aku setiap saat.

Bulan Desember 2005, FLP-Jepang mengadakan suatu kegiatan besar "Gebyar Cinta FLP" di Tokyo. Lagi-lagi karena jarak, aku  hanya bisa membaca beritanya di milis FLP. Ada iri menyelusup di dada melihat teman-teman bisa berfoto bersama dan mendengarkan langsung kisah tentangmu FLP dan workshop kepenulisan dari mbak Helvy Tiana Rosa dan Ustad M. Fauzil Adhiem. Aku cukup terhibur bisa mendengarkannya live dari kamarku bersama kedua buah hati.

Bulan Desember 2006, alhamdulillah Fahima dan Flp-Jepang menggelar kegiatan bersama, yaitu Silaturahim Warga Muslim di Jepang (SWMJ)  dengan tema "Biarkan Cinta Mekar Bersemi". Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2 Desember 2006, tepat dipenghujung masa aku tinggal di Jepang.

Bulan April tahun 2007 aku kembali ke Tanah Air. Aku pun sempat melupakan FLP dan kukira di Bogor tempat tingggalku tidak ada perwakilan FLP (dan ternyata perkiraanku salah!) . 

Bulan Agustus 2007 aku di undang seorang sahabatku untuk mengikuti pelatihan menulis bersama mas Ekky Malaki di UIKA Bogor. Wow, aku surprise sekali, karena sebelumnya aku mengira tidak ada FLP. Padahal saat itu sahabatku yang menjadi sekretaris FLP Bogor. Aku pun tak sekedar mengikuti pelatihan itu, tetapi akhirnya menerjunkan diri menjadi salah satu anggota FLP Bogor. Saat pembentukan pengurus FLP baru, aku menjadi sekretaris FLP menggantikan sahabatku Sih Wikaningtyas yang naik menjadi ketua FLP saat itu. 

Kami kerap bertemu di sebuah masjid di daerah jalan Baru Bogor untuk silaturahim dengan pengurus dan anggota. Merencanakan kegiatan-kegiatan dan open rekruitmen. Kami merencanakan kegiatan audiensi FLP ke sekolah-sekolah menengah di Bogor. Sejak itu aku mulai rajin menulis lagi. Tulisanku kuposting di blog pribadi dan aku kirim ke media online. Aku pun kerap menulis reportase kegiatan sosialku ke media.

Sayangnya, pertengahan tahun 2010 aku harus pindah mengikuti suami yang menjadi dosen di Universitas Teknologi Malaysia, di Johor. Aku kembali menjadi ibu rumah tangga dengan aktivitas di rumah seperti biasanya. Beruntung setiap pekan aku bertemu dengan ibu-ibu untuk pencerahan ruhiyah. Ternyata kami memiliki hobi yang sama, menulis. 

Akhirnya awal tahun 2011, disela-sela pengajian kami, dibuatlah kelas penulisan di sebuah rumah temanku dengan tutor Ibu Nira. Beliau adalah seorang istri dosen di UTM. Sebelumnya beliau tinggal di Canada. Di sana beliau juga seorang penulis bacaan anak dan sudah sering menulis cerpen dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Aku sangat gembira sekali, ternyata di negeri Jiran kesukaanku pada menulis ada temannya.

Kami sama-sama belajar menulis setiap pekannya. Tak disangka, akhirnya aku pun bertemu kembali dengan FLP pada bulan maret 2011. 

Mulanya ada pelatihan menulis yang diadakan oleh IKMI (Ikatan Keluarga Muslim Indonesia) di Johor. Pembicaranya adalah  Alwi Alatas, salah seorang penasehat dan ketua FLP Malaysia tahun 2007. Aku dan teman-teman dengan penuh antusias mengikuti pelatihan tersebut. Selain karena aku suka menulis juga aku  kerap masih membuat reportase untuk kegiatan-kegiatan sosial di Johor. Aku ingin tulisanku menjadi lebih baik setelah mengikuti pelatihan itu. Menulis di media kan berbeda dengan menulis di blog pribadi. Betul begitu? Di akhir pelatihan, dipilih ketua FLP cabang Johor. Aku menjadi kandidat ketua FLP.

Sebenarnya aku kurang percaya diri menerima pinangan teman-teman menjadikan aku seorang ketua FLP. Tetapi, aku tidak bisa memilih dan harus memutuskan saat itu juga. Memang sepertinya pemilihan itu terkesan terburu-buru. Akhirnya aku harus berpikir cepat, memikirkan kelas menulisku yang hanya berisi 4 orang ibu dan masa depan keterampilan menulis teman-teman yang bisa dilakukan lewat program FLP. Akhirnya, aku pun mengiyakan pinangan tersebut. Meskipun dengan perasaan berat, karena aku kira diantara 100 orang peserta ibu-ibu dan bapak-bapak, juga para gadis dan lajang, pasti ada yang lebih mampu dari aku. Bismillah, aku pun dilantik menjadi ketua FLP tahun 2011 - 2012 oleh Ustad Alwi Alatas (penasehat FLP Malaysia).

Alhamdulillah, dengan niat karena Allah dan azam yang kuat untuk menebarkan kebaikan lewat tulisan, sampai saat ini aku bisa mengemban amanah itu. Meskipun di awalnya aku tergagap-gagap. Mencari channel sampai ke negeri Sakura. Menghubungi teman-teman lama di sana untuk menyambungkan aku dengan FLP pusat. Alhamdulillah aku terhubung dengan teman-teman FLP seluruh Indonesia dan Luar Negeri di dalam sebuah grup di facebook. 

Rasa tak percayaku sejak menjabat menjadi ketua FLP sampai hari ini terus menggelayuti pikiranku. Aku rasa ini adalah takdir yang digariskan oleh Allah kepadaku. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Betapa pada tahun 2009 ketika aku bergabung menjadi sales supervisor di Mizan Dian Semesta, sebuah perusahaan penjualan direct selling buku-buku Pelangi Mizan. Aku pernah berkata kepada ASM-ku bu Endang Choiriyah, "Bu, suatu hari nanti saya ingin sekali menulis cerita-cerita anak dan cerita tentang ketangguhan ibu-ibu dalam bentuk buku." Bu Endang pun mengamininya dengan takzim dan mengatakan hal itu pasti akan menjadi kenyataan.

Alhamdulillah, sejak aku menjadi ketua FLP wilayah Johor aku pun bertemu dengan teman-teman yang memiliki hobi yang sama. Selain itu aku bergabung dengan grup Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) di facebook. Aku belajar menulis di sana dan belajar otodidak dengan membaca postingan teman-teman di media online tentang kepenulisan. Sejak itu aku mulai ikut event-event menulis antologi dan lomba-lomba kepenulisan.


Dari puluhan antologi yang aku ikuti 11 buku sudah terbit dan telah beredar di toko-toko buku, 2 lagi masih dalam tahap penyelesaian cetak. Aku pun pernah menjadi juara pertama lomba membuat cerpen yang diadakan oleh Hasfa Publisher, menjadi nominator dalam menulis tentang serangga yang diadakan oleh Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI) , dan yang pasti sekarang aku bisa menulis reportase kegiatan-kegiatan sosialku dengan kaidah-kaidah penulisan yang baik dan benar. EYD tidak acak-acakan lagi dan layak tayang :-) 

Jika kamu tahu FLP, apa yang telah aku tulis selama ini di buku-buku antologi itu? Ya tulisan tentang ibu-ibu tangguh dan keseharianku dengan anak-anak! Alhamdulillah, sesuatu banget ya. Mimpiku menjadi kenyataan!

Sebentar lagi FLP milad. Selamat hari Ulang Tahun kata orang Indonesia.Selamat hari lahir kata orang Malaysia. Otanjyoubi omedetou kata orang Jepang :-) Semoga tambah berkibar dan tambah banyak yang tercelupkan oleh kegiatan positifmu. Membaca dan menulis. Bukankah menulis dan membaca adalah dua hal yang diperintahkan oleh Allah. Lihatlah di dalam al qur'an surat Al Alaq ayat 1 dan Al Qolam ayat 1.

"Iqra bismirabbikalladzi khalaq" Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. (QS: Al Alaq ayat 1)
"Nun, wal qolamu wala yasturun" artinya, demi pena dan apa yang mereka tuliskan.(QS: Al Qolam ayat 1)

Oleh karena itulah membaca dan menulis adalah keniscayaan!

Harapanku, semoga FLP terus berkibar dan semakin dikenal di seluruh Indonesia dan seluruh dunia. Menjadi icon kebangkitan literasi Indonesia dan tempat berkumpulnya para pemuda Indonesia yang cinta membaca dan menulis. Menumbuhsuburkan budaya membaca dan menulis pada bangsa kita sehingga tidak ada lagi keluhan harga buku atau kertas yang mahal, karena semua merasa membutuhkan buku bacaan yang bermutu. FLP membawa keberkahan di bumi Nusantara. Go, go, go! FLP go!

Salam Hangat penuh cinta dari belahan bumi Johor Negeri Darul Takzim,
Sri Widiyastuti, Ketua FLP Johor 2011-2012

*Tulisan ini diikutkan dalam lomba blog dan  lomba menulis esai Aku dan FLP, dalam rangka milad FLP.

February 20, 2012

Isi Liburan Sekolah, FLP Johor Gelar ‘Fun and Creative Writing Kids 2011’

February 20, 2012 0 Comments
Republika Online - Liburan tanpa kegiatan yang berarti bagi anak-anak adalah kebosanan. Liburan sekolah di Johor, Malaysia, telah dimulai sejak pertengahan bulan November sampai tanggal 1 Januari. Hal ini mengikuti alur kegiatan belajar-mengajar yang berawal dari bulan Januari sampai bulan November.

Untuk mengisi kegiatan liburan anak-anak, FLP (Forum Lingkar Pena) Johor mengadakan sebuah acara menarik, yaitu “Fun and Creative Writing Kids 2011”. Hadir dalam acara ini 32 orang anak Indonesia terdiri dari 2 katagori. Katagori A usia 7 tahun sampai 13 tahun dan katagori B usia 3,5 tahun sampai 6 tahun.

Tujuan dari kegiatan ini adalah menggali dan mengembangkan potensi dasar kreatifitas menulis dan menggambar secara menarik dan menyenangkan. Acara berlangsung pada hari Sabtu, 24 Desember 2011, bertempat di Masjid Jamek Tan Sri Ainuddin Wahid, Johor.



Hadir sebagai pembicara, Kak Maslina Ngadiman, seorang penulis asal Malaysia berketurunan Jawa. Beliau adalah seorang penulis dan editor di sebuah penerbitan di Johor dan Kak Sri Widiyastuti, ketua FLP Johor dan  penulis lepas.


Dalam kegiatan menulis dan menggambar ini, masing-masing katagori mendapatkan kegiatan menulis  dan menggambar yang berbeda. Kategori A, diberikan motivasi menulis dan latihan menulis dengan kata kunci yang menarik. Masing-masing peserta menuliskan kembali ide yang sama dengan pemaparan yang berbeda.

Ada tiga peserta yang mendapatkan hadiah buku dari Kak Maslina karena menulis cerita yang tidak biasa dengan pemilihan kata yang kaya. Selesai menulis, mereka belajar mewarnai dengan teknik motif dan rintik.

Kemudian untuk kategori B, anak-anak belajar mewarnai dengan cat air. Mereka membuat gambar dengan cetakan dari sayur-sayuran, seperti bintang dari kentang dan bulatan dari wortel. Setelah selesai menggambar dengan cetakan sayuran, mereka mewarnai gambar yang telah disediakan.



*Sumber Republika Online, ditayangkan pada hari Jumat, 30 Desember 2011 06:00 WIB

TKI Malaysia Menjadi 'Penulis Cerdas'

February 20, 2012 2 Comments
detikNews - Johor Kisah sukses Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Hongkong dalam menciptakan karya tulis bukan isapan jempol belaka. Kisah sukses mereka menginspirasi banyak orang. Tidak terkecuali untuk TKI di Malaysia.


Tenaga kerja Indonesia di wilayah Johor, Malaysia mencoba mengikuti kesuksesan saudara mereka di Hongkong dengan mengikuti pelatihan menulis cerpen sehari penuh.




Ketua Ikatan Keluarga Muslim Indonesia (IKMI), Dedy Triawan Suprayogi mengatakan, pihaknya menginisiasi pelatihan menulis bagi TKI menyusul kesuksesan TKI di Hongkong.

"Kami yakin saudara-saudara kita TKI di sini tidak kalah hebat dengan yang di Hongkong. Kami melihat diantara mereka banyak punya bakat menulis novel, hanya tidak ada akses untuk mengembangkan dan muncul," kata Dedy dalam sambutan pelatihan 'Menulis Cerdas' di Aula Masjid Tan Sri Ainuddin Wahid, Johor, Malaysia, sebagaimana rilis yang diterima detikcom, Minggu (27/3/2011).

Karena itu, lanjut Dedy, IKMI mendorong TKI di Johor agar tetap menjaga dan mengembangkan bakat menulis mereka.

Pelatihan itu diikuti 100 tenaga kerja Indonesia yang bekerja di sektor industri, ladang, dan kontruksi di Johor.

Penasehat Forum Lingkar Pena (FLP) Malaysia Alwi Alatas menambahkan, dengan dibentuknya FLP cabang Johor dapat mendorong semangat TKI untuk menciptakan kesuksesan sebagaimana pengalaman di Hongkong.

"Pelatihan ini untuk membantu mereka. Ternyata setelah simulasi tadi, banyak tulisan mereka yang menarik dan tidak kalah dengan yang lain," cetus kandidat doktor International Islamic University of Malaysia ini.

Dalam pelatihan itu, Alwi menjelaskan kiat-kiat mudah menulis, bagaimana memulai menulis, dan cara menulis efektif. Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan.







Agung, seorang TKI asal Sumatera Barat mengungkapkan, dirinya senang bisa mengikuti pelatihan tersebut. "Saya punya minat menulis. Beruntung bisa ikut pelatihan ini. Bagaimana caranya menulis idenya tidak terputus-putus ya. Saya ingin bisa menulis buku," ujar Agung.

IKMI mempunyai anggota sebanyak 500 orang yang kebanyakan TKI. Selain pelatihan, diresmikan juga pembentukan FLP cabang Johor. (rmd/gun)


*Laporan dari Malaysia, penulis Ramadhan Muhaimin. Ditayangkan pada Minggu, 27/03/2011 16:10 WIB

Dakwah Bil Qolam, IKMI Johor Melahirkan FLP wilayah Johor

February 20, 2012 0 Comments
“Nun. Demi Pena dan apa yang mereka tuliskan”. Telah dilaksanakan Training Penulis Cerdas pada hari Ahad (27/03/2011) di Dewan Masjid Taman Universiti Johor. Acara diselenggarakan atas kerjasama Bidang media Ikatan Keluarga Muslim Indonesia (IKMI) dan Forum Lingkar Pena (FLP) wilayah Malaysia. Hadir dalam training ini 100 orang peserta yang sebagian besarnya adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Tujuan dilaksanakan acara ini adalah untuk mengasah kemampuan peserta agar bisa menjadi penulis yang dapat mendakwahkan Islam lewat qolam (pena). Ketua IKMI, Dedi Triawan Suprayogi mengatakan,    bahwa munculnya acara ini karena terilhami oleh suksesnya TKI di Hongkong dalam bidang Jurnalistik dan meyakini TKI di Johor Malaysia juga bisa melakukan hal yang sama.


Training sehari penuh (One Day Training) tersebut menghadirkan narasumber dari FLP wilayah Malaysia,   Alwi Alatas. Sebagai narasumber tunggal, Alwi Alatas memotivasi peserta bahwa menulis sudah mulai dilakukan orang sejak zaman purbakala, menurutnya jika ada orang yang mengaku tidak bisa menulis berarti bisa dikategorikan orang purbakala.
Menurut beliau ada 4 syarat bagi penulis pemula yaitu : pertama yakin semua orang bisa menulis, kedua banyak membaca, ketiga terus belajar dari penulis dan karya-karya besar yang ada, keempat mulai menulis apa saja yang ingin ditulis.

Peserta terlihat antusias mengikuti penjelasan dari pemateri. Pada sesi terakhir seluruh peserta diminta untuk membuat tulisan. Mendadak ruangan menjadi hening karena semua peserta tenggelam dengan pikiran masing-masing untuk menghasilkan tulisan mereka yang terbaik. Semangat mereka luar biasa sekali, walaupun sebagian besar peserta adalah peserta yang awam dengan dunia kepenulisan. Selain TKI, acara ini juga diikuti oleh beberapa ibu rumah tangga dan mahasiswa.


Acara ini juga membidani lahirnya FLP wilayah Johor dengan ketua terpilih Sri Widiyastuti. Beliau berharap FLP wilayah Johor  bisa berpartisipasi dalam perubahan umat lewat dakwah bil qolam dan menghasilkan karya-karya terbaik untuk ummat. (©Bid. media IKMI Johor Malaysia).
*Sumber Islamedia, ditayangkan tanggal 29/3/2011 

February 20, 2012 0 Comments
MARI BERFANTASI MENGUPAS FANTASI
 Oleh: Mama Ina Inong

Fantasi berarti membayangkan, menceritakan, melukiskan, mencitrakan hal-hal yang mustahil. Dipercaya atau tidak, sangat terserah pada kepiawaian si pengarang bercerita dan berkreasi. Fantasi adalah hasil dari suatu kreativitas, dan karenanya, tak ada peraturannya, tak ada larangannya, juga... tidak bisa diajarkan *senyum*. Penilaian akhir hanyalah: apakah fantasi kita diterima dengan baik oeh siapa pun kepada siapa fantasi itu kita diceritakan.

Fantasi adalah menggambarkan sesuatu yang tidak terjadi bahkan ungkin tidak akan bisa terjadi. FanDidatasi adalah suatu keadaan dimana seseorang membayangkan dan mengharapkan sesuatu bisa dialaminya. Fantasi memang tidaj berbasis pada realitas tapi bisa diterima bagi mereka yang berada di dunia fantasi itu sendiri.

Fantasi bisa diterima, kalau penerima fantasi itu bisa menerimanya dengan batasan-batasan yang ada padanya. Batasan-batasan itu sesuai dengan kaidah hubungan antar manusia yang berlaku.

Di dalam karya tulis, Eyang Djoko "memfantasikan" beberapa macam fantasi:

1. MYTHOPOEIA

Fantasi yang diterima sebagai mithos, boleh dibilang: fantasi pembuat mithos. Mithos sendiri adalah suatu cerita tradisional mengenai sejarah masa lampau tentang suatu kejadiaan atau peristiwa, dan biasanya melibatkan tokoh atau kejadian supernatural. Contoh: Mithos Gunung Tangkuban Perahu. Secara ilmiah, dataran Bandung, katanya, berasal dari sebuah danau raksasa. Mungkin seseorang di zaman dulu embuat kisah fantasi tentang Sangkuriang dab yang lainnya. Begitu piawainya fantasi ini, hingga akhirnya orang menerima bahwa itu bisa saja terjadi.

2. FANTASI KONTEMPORER

Fantasi ini berdasarkan setting yang ada di dunia nyata, di zaman yang sedang berlaku, di mana keajaiban terjadi. Mungkin dari makhluk gaib dari dunia lain yang tersesat ke dunia kita, atau gabungan dunia nyata dan dunia fantasi seperti cerita Harry Potter. Contoh lain komik THOR yang mengabungkan "Asgard" dan New York.

3. FANTASI ANAK-ANAK DAN REMAJA

Ini adalah sastra remaja dan anak-anak dengan unsur fantasi di dalamnya. Tokohnya biasanya anak-anak dan reaja yang mempunyai kemampuan unik, benda, atau bahka bersahabat dengan tokoh lain yang memiliki kelebihan untuk mengalahkan lawan-lawan yang jauh lebih kuat. Contoh: Harry Potter adalah ahli sihir yang masih remaja. Alice in Wonderland. Hobit, Narnia, Chocolate Factory.

4. FANTASI URBAN

Fantasi yang settingnya kota dan kehidupan di kota dan melibatkan aspek-aspek fantasi. Ekstrimnya misalnya kedatangan alien, munculnya makhluk mitologikal, manusia berdapingan dengan makhluk paranoral, konflik antara manusia biasa dengan makhluk paranormal.

5. MEMBANGUN DUNIA BARU

Di sini adalah pebentukan dunia imaginer yang lengkap segala-galanya, geografinya, cuacanya, sejarahnya, penduduknya, bahkan jagad rayanya. Semua dibangung sesuai ceritanya. Ini bisa dilakukan dengan dasar ilmiah atau kegaiban, atau gabungan keduanya. Bahkan bahasa, agama, adat istiadat penduduk, dunia fauna, dan floranya diciptakan.

6. FANTASI JAGAD PARALEL

Jagad Pararel adalah suatu jagad yang secara keseluruhan mirip dengan jagad kita tetapi punya hukum-hukum alam yang berbeda-hadir dalam waktu yang bersamaan. Kedua jagad itu bisa saja berhubungan. Dalam fantsi tempo dulu, jagad seperti ini udah ada: surga, neraka, olimpus, kahyangan, valhala, semuanya adalah jagas yang pararel dengan jagad kita. Di fantasi modern jagad seperti ini tampil dan digunakan oleh tokoh ceritera dari fantasi pengarang ke fantasi realitas. Perbedaan antara fiksi imiah dan fantasi makin kabur saat jagad kita adalah bagian dari jagad pararel yang kita kembangkan.

APA YANG BISA MEMICU DAN MEMACU FANTASI?

Ide membuat cerita fantasi bisa datang dari mana saja. Bisa jadi tergantung kepekaan kita masing-masing terhadap fantasi itu sendiri. Ada orang yang melihat apa saja timbul ide fantasinya.

Pengalaman pribadi Eyang Djoko Lelono, pemicunya adalah pertanyaan: "Gimana, kalo...?"

Contoh:

Saat naik busway, bisa timbul banyak 'Gimana kalo"

Gimana kalo bis ini sesungguhnya adalah bis ke dunia lain.

Gimana kalo penumpang bis ini sesungguhnya bukan manusia.

Gimana kalo seluruh isi bis ini sebelum turun harus menjalani suatu tes tertulis dulu.

Gimana kalo bis ini sesungguhnya mesin waktu, dst.

PERSIAPAN APA UNTUK MENULIS SEBUAH FANTASI?

1. IDE

Pastikan ide apa yang akan anda garap.

Syaratnya:

- Bisa diterima pebaca (kalau pun tidak masuk akal ya di beri alasan, bisa melawan hukum alam, dsb)

- Bukan ide 'tolol', misalnya ada tokoh jin tapi cuma ditugaskan cari makanan. Tapi kalau ditugaskan menciptakan kedamaian dunia tapi dengan akibat usnahnya manusia, nah itu baru menantang.

- Menarik. Idemu harus bisa meninggalkan suatu 'kenangan' pada pembaca.

2. GARIS BESAR CERITA

Buat peta tentang ceritamu: geografinya, tokoh-tokohnya, bahasanya, sifat masing-masing, dst. Juga garis besar ceritanya (sinopsis) untuk mengetahui mau dibawa kemana cerita itu.

3. RISET LATAR BELAKANG

Akan sangat membantu bila anda tahu benar latar belakang tokoh-tokoh dan TKP berdasarkan fakta yang ada.

Misal: tokoh anda hidup di zaman Majapahit. Dia lapar, terus masuk ke kebun singkong. Terus membakar singkong, benarkah?

4. MULAI MENULIS

Mengarang adalah ekpresi pribadi pengarang. Tata bahasa, ejaan, dan lain-lain mungkin saja bisa obrak-obrik, asal sesuai dengan warna cerita yang kita tulis.

Mungkin kalimat langsung bisa anda tulis seaneh itu, tapi jangan lupa tanda baca, pemotongan kalimat, dll yang membuat pembaca nyaman, juga editor.

5. DRAFT, DRAFT, DRAFT

Jika anda mulai menulis, jangan takut menulis draft. Saat tulisan anda selesai, bacakan pada teman anda. Lihat reaksinya, atau rasakan sendiri pakah sudah cukup aik atau tidak. Jangan takut menulis ulang.

catatan: Tulisan ini semua adalah fantasi, dan hanya fantasi. Tak perlu dimasukkan ke hati. Tak perlu dijadikan ilmu. Anggap saja kita omong-omong sambil nongkrong makan kue pancong- Djokolelono.

*dikutip dari makalah talkshow "Berfantasi Tidak Dilarang" yang diselenggarakan oleh PT. Mizan Pustaka bekerjasama dengan TM Bookstore, Detos-Sabtu 28 Januari 2012.

February 15, 2012

Kriteria & Prosedur Pengajuan Naskah Novel Fantasi

February 15, 2012 0 Comments
Mizan Publishing House

Kriteria & Prosedur Pengajuan Naskah Novel Fantasi

Per 1 Januari 2012



Kriteria naskah:


Naskah harus karya asli
Belum pernah dipublikasikan penerbit lain.
Memiliki cerita yang unik dan tidak klise.
Naskah ditulis dengan rapi (logis dan sistematis).
Memiliki peluang pasar (marketabilitas) yang bagus.
Tulisan utuh/padu (monograf), bukan kumpulan tulisan.
Tidak menimbulkan kontroversi, terutama berhubungan dengan moral dan agama.
Sertakan Sinopsis



Prosedur Pengajuan Naskah:

(Jika naskah telah memenuhi kriteria tersebut di atas)


Surat pengantar.
CV (Daftar Riwayat Hidup) dengan alamat lengkap nomor telepon yang dapat dihubungi.
Naskah:
Keseluruhan isi naskah.
Berupa fotokopi (bukan asli/master), hard-copy atau print-out (redaksi belum melayani naskah via email jikapun ya redaksi lebih mendahulukan utk mengevaluasi naskah yg dikirim dalam bentuk hardcopy), diketik komputer (bukan ketikan mesin tik manual).
Kirim ke:

Redaksi Penerbit Mizan

-U.p. Bpk. Andityas Prabantoro

Dengan naskah minimal 80 halaman, spasi satu, font times new roman 12pt, A4.

Alamat: Jl. Cinambo No. 135 (Cisaranten Wetan) Bandung 40294

Telp. (022) 7834310
Keterangan:
Jangka waktu evaluasi naskah kurang lebih 3 bulan. secara bertahap akan kami upayakan agar maksimal respons dalam waktu 1 bulan.
Konfirmasi/ pertanyaan tentang naskah bisa dilakukan setiap hari Jum’at via telepon ke 022-7834310/ dengan Mbak Dyah.
Jika Redaksi menolak penerbitan naskah, akan kami kabari via surat atau telepon. Bahan naskah tidak akan dikirimkan kembali kecuali disertai perangko yang mencukupi.
Apabila naskah layak terbit, kami akan kabari via surat dan telepon dan dillanjutkan dengan pembuatan Surat Perjanjian Penerbitan.

Follow Us @tutiarien