October 27, 2012

# curhat bunda # once upon in japan

(seri) Oleh-oleh Pengajian Internasional

Hari senin yang lalu, kami, muslimah Utsunomiya, mengadakan pengajian Internasional di rumahku. Pengajian ini alhamdulillah walaupun sempat vacum karena berbagai kesibukan membernya, tapi sekarang mulai eksis lagi. Setiap pekan kita mengadakan pengajian ini.

Membernya memang sedikit sekali, selain kami para istri para mahasiswa asing di jepang (Indonesia, Bangladesh dan yordan) juga istri dari warga jepang (seorang kebangsaan malaysia) dan keluarga malaysia yang sedang bekerja disini.



Alhamdulillah pekan ini semua bisa hadir, kecuali kak Ane.

Setiap pertemuan, kami tilawah bersama dan mendengarkan terjemahan langsung dari Al Qur'an yang kami baca, yang diterjemahkan oleh saudara kami dari jordan yang notabene berbahasa Arab. Alhamdulillah sedikit2 kamipun bisa belajar bahasa Arab dengan mendengarkan terjemahan yang dibacakannya.
Dan banyak sekali hikmah dan pelajaran yang kami dapatkan dari pengajian ini.

Setelah tilawah dan terjemahan selesai, biasanya kita ramah tamah sambil minum teh dan cemilan sekedarnya. Disaat itu, kami biasanya sedikit berbincang tentang kondisi keluarga dan pribadi juga diskusi tentang dunia Islam, isu yang paling hangat saat ini adalah tentang palestina dan penyerangan Israel atas Libanon...

Kebetulan saudara kami yang dari Jordan akan kembali lagi ke negaranya tahun depan, ada kekhawatiran dalam nada bicaranya menceritakan kebrutalan aksi Israel terhadap Libanon, dan mungkin....jordan pun akan kena juga..katanya....karena letak jordan yang ada ditengah2 wilayah konflik timur tengah. Sedih sekali mendengarkan kenyataan ini.....

Allahuman'shur al mujaahidiina fii filisthiin ....
Allahuman'shur al mujaahidiina fii Libanon ....
Allahuman'shur al mujaahidiina fii kulli makan wal zaman, amiin.

Ada lagi diskusi yang sedang hangat dari saudara kami dari Malaysia, tentang permintaan seorang wanita warga malaysia yang ingin murtad, pindah dari Islam keagama yang lain. Hal ini mengundang gelombang demo besar-besaran warga kepada majelis rakyat di malaysia untuk tidak mengabulkan permintaan wanita
tersebut.....
Miris juga denger kabar seperti ini...
dimana malaysia adalah negara berkerajaan Islam.

Sebenernya setiap orang memiliki hak untuk beragama, tetapi dalam konteks seorang muslim, menurut syariat Islam, jika dia keluar dari agama Islam setelah dia beragama Islam, maka konsekuensi yang harus diterima sudah jelas yaitu dia terkena hukum hudud yaitu hukuman mati. Tetapi prosesnya mungkin setelah si pemohon ini diminta untuk taubat dan kembali kepelukan Islam tapi tetap menolak, maka hukuman mati ini akan ditegakkan (cmiiw...)...

Jadi kesimpulannya, kenapa harus dihalangin untuk keluar dari Islam, tapi berilah dulu nasehat2 atas konsekuensi seorang muslim keluar dari Islam. Jika memang dia tetap keukeuh mau keluar dari Islam, Malaysia kan negara kerajaan Islam tuh..., langsung aja tegakkan syariat Islam. Sesuai syariah, maka wanita itu wajib kena hukuman mati atas permintaannya tersebut.


Tapi ternyata kondisinya (katanya) tidak semudah itu, di dalam undang2 di malaysia menyebutkan bahwa "setiap warga negara malaysia bebas beragama". Dan dibawah butiran ini, disebutkan juga, "warga malaysia dari keturunan melayu adalah beragama Islam". Tapi beberapa wakil rakyat dikabinet malaysia ini katanya sih sedang berjuang untuk merubah undang-undang itu, menjadi "warga malaysia dari keturunan melayu bebas beragama...juga...!
Wah ini yang gawat....ekses dari satu masalah menjadi besar gara-gara ada wakil rakyat yang kayak begitu..itu tuh..... bener2 gak amanah bener seeeh.....mangkanya muslim Malaysia mengadakan demo besar2.... tuk menolak perubahan undang2 tersebut ........
"wa makaru wa makarallahu, wallahu khairul maakirin" (Ali Imran : 54)
Dan mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya, maka Allahpun membalas tipu daya mereka. Sesunggunya Allah sebaik-baik pembalas tipu daya."


Wallahu'alam ........


Utsunomiya, Juli '06

No comments:

Post a Comment

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @ceritaummi

Follow Us @tutiarien