December 24, 2013

Bermain Air di Jungle Waterpark

December 24, 2013 1 Comments
Sudah sejak di Malaysia anak anak merengek ingin berenang di Jungle waterpark. Alhamdulillah hari ini terpenuhi juga.

Bogor sejak saya datang pada hari kamis memang diguyur hujan yang sepertinya awet dari pagi sampai sore.  Namanya juga kota hujan sepertinya anak anak mulai  maklum jika hujan terus.

Buah kesabaran mereka,  akhirnya hari ahad bisa jalan jalan ke sebuah hotel di pakuan,  ikut ketemuan sama temen Umi. Kemudian hari senin jadi jalan jalan ke puncak. Alhamdulillah.

Jungle waterpark berada di sebuah perumahan elit di kota Bogor. Bogor Nirwana Residence namanya. Lingkungan yang asri membuat tempat wisata ini menjadi tujuan wisata keluargayang menyenangkan.

Tiket masuk bisa mendapatkan diskon 35% untuk pemegang kartu ATM Britama junior untuk dua orang. Harga tiket saat ini Rp 95000 untuk waterpark. Kalau tijet terusan 120000 tapi harus antri di loket cinema 4D. Sayang nya saya sudah sdh antri di loket reguler,  malas Jg antri tuk kedua kali. Akhirnya pasrah tiket waterpark aja.

Anak anak semangat banget. Tujuannya kan mmg mau main air. Jadi no problem tanpa minting animasi 4D juga.  ini yang heboh mmg enaknya aja hihi. Tiketnya mehel amat. Saya beli tiket untuk 3 dewasa 7 anak anak.  Sarah karena tingginya blm 80 cm gratis.




December 23, 2013

Mama Malaikatku Tersayang

December 23, 2013 0 Comments

Cerpen ini aku sharing dalam rangka Hari Ibu dan mengenang mamaku yang telah lama tiada. Cerpen yang aku ajukan untuk sebuah antologi cerita ibu, tetapi wallahu'alam sampai hari ini aku enggak nerima laporan kelanjutannya. Jadi, aku share aja di sini. Siapa tahu ada yang sedang belajar membuat cerpen. Semoga bisa dipetik hikmahnya. Cerpen ditulis dalam format TNR (Time New Roman), font 12, ukuran 1,5 spasi.

***


Mama Malaikatku Tersayang
Oleh : S. Widiyastuti

Berbicara tentang Mama, selalu membuatku mengurai air mata. Bagiku Mama adalah malaikat rapuh yang gagah melindungi anak-anaknya, peri-peri kecil titipan dari Rabb sang penguasa jiwanya.
Mama meninggal di usia yang masih muda karena Allah lebih sayang padanya. Jika aku mengingat betapa Mama terlihat gagah, tapi sebetulnya di dalam tubuhnya dia ringkih. Mama begitu rapi  menyembunyikan penyakitnya kepada kami, sampai akhirnya membawanya kembali menghadap  Ilahi Rabbi.
Kejadian yang paling menohok, membuatku sedih dan selalu terkenang adalah ketika Mama menanyakan pasangan hidupku.
Waktu itu, aku baru saja menyelesaikan studiku di Universitas Negeri di Semarang. Aku pulang untuk meminta restu Mama dan mengajaknya untuk menghadiri wisudaku. Tetapi, ternyata Mama tidak bisa melakukan perjalanan jauh. Mama mengidap penyakit Hepatitis tipe B dan harus menginap di Rumah Sakit selama berbulan-bulan. Dan aku baru saja mengetahuinya, hari itu ketika aku pulang untuk memohon restu.
“Sari, kapan kamu akan menikah?” tanya mama dengan suara lemah.
“Belum tahu Ma…”jawabku singkat. Ditanya seperti itu aku gelagapan. Aku tidak berani menatap matanya.
“Kau kan sudah selesai kuliahnya, sekarang tinggal mencari jodohlah.”
“Iya, Ma. InsyaAllah kalau memang sudah ada, pasti akan Sari perkenalkan pada Mama. Sari janji.”
“Kalau sudah ada, bawalah kesini, sebelum mama meninggal…”
“Mama…Mama pasti sembuh Ma. Jangan bilang begitu..insyaAllah kalau sudah ada jodohnya pasti ada yang datang. Suatu hari nanti Mama….” sebetulnya aku sendiri tidak tahu pasti, apa benar jodoh itu akan datang secepat itu?  
Kulihat Mama memandang langit-langit dengan pandangan yang kosong. Aku merasa berdosa sekali. Kudekati dia, dan memeluknya. Kurasakan cairan hangat di dadaku. Mama menangis. Ya Allah, aku pun akhirnya tidak bisa membendung air mata yang jatuh menganak sungai.
“Mama, maafkan aku ya, Ma. Aku bukannya tidak ingin menikah lebih cepat lagi, tetapi aku harus menikah dengan siapa? karena belum ada seorang pun yang datang kepadaku Ma,” bisikku di telinga Mama.
Seminggu aku di rumah, tetapi tidak ada yang aku lakukan untuk Mama. Aku begitu canggung sejak ditanyakan soal jodoh oleh Mama. Kak Wati yang lebih banyak merawat Mama. Dia adalah anak pertama teladan menurutku. Semua beres jika di tangannya. Dan aku heran, kenapa Mama tidak menanyakan kak Wati untuk menikah lebih dahulu? Kenapa harus aku?
Sebelum aku kembali ke Semarang, Mama membuat syukuran kecil untuk wisudaku. Bude, Om dan Tante diundangnya ke rumah untuk merayakan keberhasilanku menyelesaikan kuliah.
Aku sudah mencegahnya karena Mama masih lemah, tetapi Mama begitu sayang padaku dan tidak ingin mengecewakanku karena tidak bisa hadir di wisudaku. Aku memang ingin sekali Mama dan Papa bisa hadir di prosesi wisudaku, tetapi Mama sakit dan aku tidak ingin memaksanya pergi.
Kulihat kebahagiaan terpancar dari wajahnya yang tirus. Mama begitu bangga padaku. Mama juga mengatakan, sebentar lagi Mama akan mendapatkan menantu dariku. Ya Allah, aku tidak sanggup memandang mata-mata bahagia itu. Aku belum tahu apakah memang akan sampai jodohku dalam waktu dekat?
***
            Aku pun akhirnya di wisuda didampingi kak Wati atas restu Mama dan Papa. Aku bahagia sekaligus sedih sekali. Kulirik teman-teman yang berfoto bersama dengan keluarga besarnya, dengan Mama dan Papanya. Tetapi tidak demikian dengan aku. Aku hanya berfoto sendiri dan di foto dengan kak Wati saja.
            Memang ketika di rumah aku sempat membawa toga dan jubah wisudaku dan kami berfoto bersama, tetapi suasananya berbeda.
            “Sari, kok sepertinya kamu tidak bahagia ya?”
            “Kak Wati, kenapa semua orang menyembunyikan sakitnya Mama padaku? Apa aku tidak berhak tahu semua yang terjadi di rumah?” aku meradang pada kak Wati.
            “Sari, itu semua demi kebaikanmu. Mama yang mencegahnya memberi kabar padamu.” cetus Kak Wati tak kalah masygul.
            “Tapi aku berhak mendapatkan kebenaran itu!” kataku tak bisa menyembunyikan kekesalan.
            “Mama tahu kamu sedang menyelesaikan skripsimu dan tidak ingin mengganggu dengan kabar buruk tentang Mama!” imbuh kak Wati dengan nada yang mulai tinggi. “Apa dengan tahu keadaan Mama kamu akan perduli dengan keadaan Mama? Kamu pikir kamu bisa merawat Mama dengan baik? Apa yang sudah kamu lakukan untuk Mama? Apa?” kak Wati mulai berteriak histeris di telingaku.
            “Ya, kak Wati memang benar! Aku memang tidak pernah merawat Mama, tidak pernah membuat Mama senang. Tapi, apakah aku tidak berhak untuk mendengar kabar Mama di saat sakitnya?” aku pun balas berteriak pada kak Wati. Aku menangis dan meninggalkan kak Wati seorang diri.
            Kak Wati memang benar aku memang tidak pernah perduli dengan apa yang terjadi pada Mama. Aku tidak pernah berkata sopan dan lembut pada Mama. Aku begitu manja dan banyak menyakiti hati Mama.
            Tetapi, apakah mereka berhak menjauhkan aku dari Mama? Apalagi ketika Mama sedang sakit. Aku merasa sedih sekali, seolah-olah aku tidak pantas merawat Mama di saat dia membutuhkan perawatan dariku.
            Aku harus segera pulang. Aku tekadkan hati untuk segera kembali ke rumah. Kak Wati besok akan segera kembali ke rumah. Sementara aku harus mengembalikan toga dan jubah. Membereskan segala macam tetek bengek terkait dengan akhir dari studiku.
            Waktu pun seakan berjalan lambat, legalisir ijazah menghisap waktuku untuk segera kembali ke rumah. Argghh, aku benci sekali saat-saat itu. Aku rindu sekali kepada Mamaku. Walaupun aku bisa meneleponnya dan Mama mengatakan bahwa dia semakin merasa sehat, tetapi aku ingin segera bertemu dengannya.
            Akhirnya, setelah 10 hari berjibaku, selesai sudah semua tugasku di Semarang. Ketika aku bersiap-siap membereskan semua barangku untuk di bawa pulang ke rumah. Mbak Dini, ibu kostku mengabari bahwa tadi pagi ketika aku sedang ke kampus, ada telepon dari Bogor, jantungku berdetak kencang. Entah mengapa hatiku berdebar tidak karuan.
            “Sari, yang sabar ya Nduk. Mamamu tadi pagi….”
           “Kenapa dengan Mama mbak? Masuk rumah sakit lagi? Mau ke sini, atau…” kuguncang tangannya tak sabar. Kulihat airmatanya menderas di pipinya. Aku sudah tahu apa yang telah terjadi. Dia peluk aku dengan erat dan berbisik,
            “Nduk, Mamamu telah meninggal tadi pagi, yang sabar ya Nduk….sabarrrr.” katanya sambil mengusap punggungku. Aku terdiam kaku, tidak tahu apa yang akan aku lakukan. Irma, teman sekamarku mendatangiku dan mengusap lembut punggungku.
            “Sari, semua sudah takdir dan kehendak Allah. Jika kamu pulang segera pun sama saja, tidak ada yang bisa mencegah kematian,” katanya lembut.
            “Tapi Irma, aku ingin sekali merawat Mamaku sebentar saja, aku ingin mengatakan bahwa aku mencintainya. Aku ingin memberikan yang terbaik di sisa hidupnya, Irma.” jawabku penuh sesal.
            “Apa aku tidak berhak untuk itu, Ir?” Aku mulai menangis tersedu-sedu. Rasanya ada yang hilang dalam hatiku mengingat Mama telah tiada.
            “Sudahlah, Sari. Ayo kita sholat Ghaib, do’akan Mamamu dari jauh, semoga menjadi amal shalih baginya.” Irma mengajakku berwudlu dan kami pun shalat Ghaib berdua, di kamar kami yang sempit.
****
            Kulihat gundukan tanah merah dengan bunga yang masih segar di atasnya. Mamaku telah tertanam di sana dan aku tidak sempat memandang wajahnya barang sebentar.
            Di atas pusara itu, aku curahkan kerinduanku padanya, penyesalanku padanya tidak bisa merawatnya ketika sakit.
            Terbayang kasih sayangnya kepadaku ketika aku masih kecil. Mama mengajariku menggambar gunung dan sawah, juga sebuah rumah kecil di tengah sawah yang permai.
Mama juga menguncir dan mengepang rambutku dengan sabar, meskipun aku berlari ke sana ke mari karena tidak ingin di sisir.
            Mama begitu lembut mengajariku membaca dan menulis. Mengajari aku bernyanyi dan bercerita ketika kami akan tidur.
            Mama mengantarku ke sekolah dan menemaniku sampai aku pulang sekolah. Membelaku ketika teman sekolah mengataiku dengan kata-kata yang jelek dan mengelus kepalaku ketika aku menangis karena jatuh.
            “Oh, Mama, kini kau telah tiada. Aku belum melakukan apapun untukmu Mama. Aku sayang Mama, sebagaimana Mama sayang padaku. Terimakasih atas semua kasih dan cintamu Mama, sehingga aku menjadi aku saat ini.”
            Kuusap pusara Mama dengan lembut. Aku tahu Mama tidak akan bangun lagi dan memelukku seperti biasanya. Tetapi aku yakin, semua pengorbanan dan do’a-do’a yang Mama lantunkan untuk kami anak-anakknya, adalah bukti kasih sayangnya pada kami.
***
            Pagi yang cerah, kami membereskan semua barang-barang Mama. Pandanganku tertumbuk pada sehelai bed cover yang terlipat rapi di tempat tidur Mama.
            “Itu untukmu Sari.” Seperti tahu isi hatiku, kak Wati menyodorkan bed cover itu padaku.
            “Mama yang membuatnya ketika sakit,” imbuhnya lagi.
            Kucium lembut bed cover itu, wangi tubuh Mama masih ada di sana. Kulihat coraknya. Abstrak tetapi menarik. Warna-warni seperti pelangi. Seperti patchwork yang selalu aku idam-idamkan. Jahitan tangan Mama.
            “Ah, Mama, terimakasih Mama. Dalam sakitmu, engkau masih ingat padaku.” Kupeluk bed cover itu dengan dada sesak karena menahan tangis. Air mata  seperti enggan berhenti menemaniku bergelung rindu pada Mama.


Ya Allah, sayangi Mamaku, masukanlah dalam Jannah-Mu. #HariIbuKEB


Rewrite, Bogor 23 Desember 2013
Teriring doa anak sholeh kepada kedua orang tuanya
"Rabbighfirli waliwalidayya warhamhumma kama rabbayani shogiro"
"Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan Ibu Bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil."





December 22, 2013

Ibu, Cinta Tanpa Akhir: Mom is home

December 22, 2013 2 Comments
Mom is home

Mommy's home. 
Now you can open the door. 
Don't be afaid now, not anymore. 
Mom is home. 
She's brought for each one of you strawberry, coated with honeydew.
Only you and I can sing this song that no one knows. 
Listen to each word carefully. 
And before you all come running quickly to the door. 
Be sure the only one you open for is me.
(dari sini )

Mom is Home. Mungkin jika diterjemahkan perkata akan terdengar aneh. Tapi sebenarnya makna yang terkandung di dalam kata kata di atas memiliki makna yang sangat dalam. Sebagaimana home atau tempat perhentian, maka Mama adalah tempat teraman dan ternyaman di dunia ini.

Seperti tadi siang. Saat saya dan suami keluar rumah sebentar untuk mengantarkan sebuah bingkisan kepada seorang kawan. Anak-anak sedang asyik bermain, karena saat itu kami sedang berlibur di rumah orang tua. Saya pun pergi tanpa pamit kepada semua anak-anak, karena saya kira mereka sedang asyik bermain.

TAk disangka, anak keempat saya menangis karena kehilangan saya. Saat saya pulang dari rumah kawan, anak saya langsung memeluk saya dengan erat sambil menangis.

"Umi kemana? Jangan pergi lagi, ya!" katanya.

Ya Allah, saya hanya pergi sebentar dan tak lama. Tapi, anak keempat saya sudah panik takut saya tidak kembali. Padahal saat saya akan pergi, dia sedang asyik bermain dan tidak kelihatan peduli dengan saya :-p

Begitulah anak-anak. Saya pun pernah mengalami hal itu ketika masih kecil kecil dulu.  Saya anak keempat dari tujuh bersaudara. Saya ingat sekali, kebiasaan saya dan saudara-saudara saya sepulang sekolah pasti mencari mama saya jika beliau tidak ada dirumah. Kami tinggal dengan nenek, kalau pulang sekolah mama tidak ada di rumah, pasti kami akan langsung mencarinya. Meski sebenarnya nenek sudah memberitahu ke mana mama saya pergi. Yah, meski sekadar pergi ke rumah tetangga yang hanya terpaut dua rumah, pasti akan kami datangi rumah itu dan memintanya pulang ke rumah. Padahal habis itu, mama kami cuekin hihihi

Ya, saya hanya ingin mama ada di dekat saya. Ada di rumah di mana kami kembali bermain dan berkumpul di dalamnya.

Sekarang, saat kami sudah besar, tidak ada Mama yang bisa kami ajak pulang ke rumah saat kami kembali ke rumah. Karena mama telah tiada. Meski demikian, setiap sudut dalam rumah ini, ada kenangan bersamanya yang selalu menarik kami untuk kembali. Rumah yang membuat kami ingin selalu hadir di dalamnya, menikmati kehangatan dan kebahagiaan di setiap pertemuan.

Sudah empat hari saya berada di rumah orang tua saya. Meski mereka telah tiada, tetapi saya selalu merindukan mama dan papa saya. DI rumah ini penuh dengan kenangan bersama Mama. Rumah yang penuh kenangan bersama mama. Setiap sudut kadang membuatku tertawa, menangis dan tersenyum dalam waktu bersamaan.

I miss you mom. I miss you dad.

Ada dan tiada kalian, kan tetap abadi di dalam hati kami.

Mama is Home. Karena engkau adalah tempat di mana anak anak akan merasa tenang berada di dekatmu.  Merasa aman,  nyaman,  rindu, dan selalu ingin kembali.

Miss you mom ... I really miss you
ini mama dan papa saat mereka menikah :-)

mama dan papa (alm)




November 20, 2013

Tersesat di Bukit Bunga Tulip

November 20, 2013 2 Comments
Hari masih pagi, ketika rombongan pramuka cilik dari desa binatang sampai di tepi hutan cemara.  Hutan cemara terletak di antara sungai Milo dan Bukit Bunga Tulip. Anak-anak berseru riang karena melihat keindahan bukit bunga tulip dan sungai Milo yang jernih.

"Lihat ada burung putih terbang dari bukit itu!" seru Tiko Tikus.
"Hei, lihat! Ikan itu mengajak kita berenang!" seru Mimi Kucing sambil menunjuk ikan yang sedang berenang di dalam sungai.
"Aku pernah melihat burung elang. Besarnya lebih besar dari burung yang terbang tadi!" kata Tiko Tikus bangga.
"Jangan sombong kamu. Aku juga pernah melihat bunga raksasa," kata Mimi Kucing tidak mau kalah.

Teman-temannya tertawa mendengar pertengkaran Mimi Kucing dan Tiko Tikus. Mereka sudah paham kedua temannnya itu memang tidak pernah akur.

Di antara dua puluh anak pramuka itu ada Tiko Tikus, Mimi Kucing, Heli Anjing dan Guri Gurita yang mengikuti acara perkemahan Sabtu Minggu tersebut. Ini kali pertama mereka bermalam jauh dari Mama dan Papa.

Pak Panda, kakak pembina mereka, mewanti-wanti anak-anak agar tidak pergi jauh dari tempat perkemahan. Taman perkemahan itu penuh dengan anak-anak anggota pramuka dari sekolah lain. Pak Panda tidak ingin anak-anak hilang atau celaka.

Saatnya pembagian kelompok. Tiko Tikus, Mimi Kucing, Heli Anjing dan Guri Gurita satu kelompok.  Mereka mendirikan tenda dibantu oleh Pak Panda.

"Aku tidak mau satu tenda dengan Tiko Tikus!" Mimi Kucing protes.
"Aku juga tidak mau satu tenda dengan Mimi Kucing!" protes Tiko Tikus.

Pak Panda menggeleng kuat. "Kalian sudah diputuskan satu kelompok. Kalian belajarlah berteman." katanya sambil tersenyum lebar.

"Baik anak-anak! Setelah makan siang dan membereskan tenda kalian. Kita akan melakukan penjelajahan di sekitar bukit bunga tulip. Setiap kelompok bertangungjawab kepada teman satu kelompoknya. Paham?" komando Pak Panda.

"Paham, Kak!" jawab anak-anak dengan penuh antusias.

"Baiklah, kakak akan membagikan selembar peta. Peta ini menjadi panduan kalian dalam menyusuri bukit bunga tulip. Siapa yang bisa menemukan kotak harta karun yang kakak simpan di salah satu pohon. Maka kalian menjadi pasukan pramuka cekatan!"

"Hore!" anak-anak berseru penuh semangat. Menjelajah hutan berpedoman peta? Menemukan harta karun? Itu petualangan yang mereka tunggu-tunggu!

Lima kelompok pramuka cilik itu pun berbaris dan mengikuti instruksi di peta yang diberikan oleh Pak Panda. Pak Panda dibantu oleh Kak Kiki Kuda, Kak Jeje Jerapah, Kak Lala Rusa dan Kak Momo Monyet. Mereka mendampingi anak-anak pramuka cilik dari jauh.

Siang itu, anak-anak pramuka beritu bersemangat. Begitu juga dengan Tiko Tikus, Mimi Kucing, Heli Anjing dan Guri Gurita. Guri Gurita menjadi ketua kelompok. Di dalam peta itu tergambar trek perjalanan mereka. Ada tanda silang dan tanda panah yang menandakan mereka boleh jalan terus atau tidak boleh melewati jalan. Ada hamparan bunga tulip yang diberi tanda silang. Artinya mereka tidak boleh sampai ke daerah itu.

Pramuka cilik itu berjalan dengan berbaris. Sayangnya, Tiko Tikus dan Mimi Kucing bertengkar terus di sepanjang jalan. Heli Anjing dan Guri Gurita kadang-kadang menutup kedua telinga mereka karena bising mendengar kedua temannya itu bertengkar.

Saat di pertigaan jalan di bukit bunga tulip peta di tangan Guri Gurita pun menjadi rebutan mereka.

"Wah, kita harus belok ke mana ya?' tanya Guri Gurita sambil memperhatikan peta di tangannya.
"Sepertinya kita lurus saja, Teman," jawab Heli Anjing sambil mencium-cium tanah.
"Kalau menurutku belok kiri!" kata Tiko Tikus.
"Bukan! Belok kanan!" kata Mimi Kucing, tak mau kalah.
"Kiri!"
"Kanan!"
"Lihat tandanya!"
"Aku juga lihat tandanya!" Mimi Kucing  merampas peta itu dari tangan Tiko Tikus.

Terjadi tarik menarik. Bret! Peta itu pun robek menjadi empat bagian.

"Aduh! Kalian ini bagaimana sih? Lihat! Peta ini jadi sulit dibaca!" Guri Gurita gusar melihat peta mereka robek. Dia berusaha menyambung kembali serpihan peta yang sudah berbentuk puzzle di atas tanah. Tiba-tiba angin menerbangkan kertas-kertas itu. Dua bagian peta hilang dibawa angin.

"Ya, bagaimana kita membaca peta ini," kata Guri Gurita dengan wajah sedih.

Tiko Tikus dan Mimi Kucing menunduk karena menyesal.

"Bukan salahku. Dia yang sok tahu!" Tiko Tikus membela diri.
"Aku juga tidak salah! Dia yang salah!" Mimi Kucing tak mau disalahkan.

"Sudah-sudah. Lebih baik kita lurus saja! Ayo ikuti aku! Peta ini sudah tidak terbaca, artinya kalian harus mengikuti aku. Hidungku mampu mencium bau jejak teman-teman kita!" kata Heli Anjing.

Semua menuruti kata-kata Heli Anjing. Mereka menyusuri jalan bukit bunga tulip. Semakin dalam, semakin dalam, semakin dalam.

"Heli, ini jalan menuju kotak harta karun?" tanya Guri Gurita.
"Ehmm ... aku tidak tahu. Aku hanya mencium bau teman-teman kita saja," jawab Heli Anjing tersipu malu.
"Kakiku sudah pegal sekali. Sepertinya kita sudah berjalan kaki jauh sekali. Tapi, hei, di mana kita?" Guri Gurita melihat ke sekeliling. Tiko, Mimi dan Heli mengikuti pandangan Guri Gurita.

Di depan mereka terhampar bunga tulip berwarna-warni. Padahal di dalam peta itu mereka tidak boleh melewati hamparan bunga tulip, karena itu artinya mereka sudah berada di tengah-tengah bukit.

Terselip rasa takut di hati mereka. Tiko, Mimi, Heli dan Guri merapatkan tubuh mereka. Tidak ada siapa-siapa kecuali mereka. Bukit yang tadinya menyenangkan berubah menyeramkan. Mereka pun duduk di dekat hamparan bunga tulip. Bunga yang indah itu tidak mereka hiraukan karena cemas. Mereka takut tidak bisa kembali ke perkemahan.

Mimi Kucing mulai menangis. "Aku tidak mau bermalam di bukit ini!" katanya tersedu.
"Kita akan cari jalan keluar. Jangan menangis Mimi," kata Guri Gurita menghibur.
Tiko dan Heli duduk diam di dekat mereka.

"Maafkan salahku ya, teman-teman. Kalau peta itu tidak sobek, kita tidak akan tersesat," Tiko menunduk menyesali perbuatannya.
"Iya, aku juga  minta maaf ya teman-teman," kata Mimi Kucing sambil terus tersedu. "Tiko, maafkan aku ya," katanya pada Tiko.

"Iya, Mimi. Aku juga minta maaf ya," kata Tiko sambil menjabat tangan Mimi.

Guri Gurita dan Heli Anjing tersenyum. Mereka senang kedua temannya saling bermaaf-maafan.

"Nah, begitu dong! Kita tim cekatan yang kompak!" seru Guri Gurita senang. Heli anjing melompat-lompat saking senangnya.

"Karena sudah hampir gelap, lebih baik kita membuat tanda saja. Aku akan memanjat pohon cemara dan mengibarkan kaosku ini. Warnanya merah, bisa dilihat dari jauh." kata Guri Gurita memberi ide.

Semua setuju. Guri Gurita pun menaiki pohon dan mengikat kausnya yang berwarna merah. Kaus itu berkibar tertiup angin. Warnanya yang mencolok mudah dikenali oleh Pak Panda.

Berkat kaus merah Guri Gurita, mereka pun selamat. Mereka ditemukan oleh kakak-kakak pembina. Bukan itu yang membuat mereka senang, tetapi mereka lebih bahagia karena menjadi tim cekatan yang kompak.

Cerita ini diikutkan dalam lomba Winnercity

November 05, 2013

Yuk, Jaga Kesehatan Kandung Kemih!

November 05, 2013 17 Comments
Hari senin yang lalu, saya dikagetkan dengan rasa sakit saat buang air kecil. Rasanya panas dan menyakitkan. Ah .. mungkin karena kurang minum aja kali tadi siang. Saya mencoba membesarkan hati.

Memang, Ahad lalu, saya seharian sibuk sekali, sampai lupa minum. Pagi-pagi setelah sarapan, saya minum segelas air. Kemudian buru-buru ke masjid untuk menyiapkan kelas PGTK. Lumayan lemes juga, setelah malamnya saya menyiapkan map-map berisi kertas UTS yang tidak boleh ketinggalan. Saat mahasiswa UTS, saya mengisi kelas lain dari pukul 10.30 hingga azan dzuhur berkumandang. Seingat saya, saat itu saya hanya minum segelas aqua, itu pun sisa anak-anak yang enggak habis. Ya, Allah ... benar-benar diingatkan sekali. Saya memang pemalas sekali untuk satu hal ini. MINUM AIR minimal  8 gelas sehari!

Akhirnya, saya minum air sebanyak-banyaknya. Sekali minum sekitar 350 ml. Tapi hal itu tidak malah tidak membantu sama sekali. Justru karena itulah saya jadi ingin pipis terus. Dan tak hanya itu, akhirnya saya pun berkali-kali BAB karena saking lancarnya pencernaan saya karena kebanyakan minum.

Pagi buta, pukul 3 dini hari, saya tidak tidur. Asyik bolak balik ke kamar mandi untuk pipis dan BAB. Yang lebih mengagetkan lagi, warna urine mulai berwarna kemerahan. Saking penasarannya, saya tampung di sebuah gelas plastik kecil agar bisa dibawa saat ke dokter. Ada semacam lendir-lendir darah dan itu sangat menyakitkan jalan pipis. Saya istighfar, pasrah karena memang ini adalah  kelalaian saya dalam menjaga kesehatan kandung kemih.

Subuh menjelang. Dalam keadaan lemas tak bertenaga, badan demam pula, saya shalat dan menyungkurkan diri dalam sujud yang tidak bisa panjang karena setiap 5 menit saya merasa ingin pipis.

Pukul 6.30 pagi, saya merasa mual ingin muntah. Di kamar mandi, air yang saya minum sejak pukul 3 dini hari itu,  tumpah ruah tak terbendung. Begitu juga bagian kandung kemih saya, bocor. Saya ngompol karena tak bisa menahan desakan yang keluar dari atas dan dari bawah.

Lagi-lagi dalam keadaan badan demam, lemas dan hampir tumbang, saya harus membasuh badan dengan air dingin. SAya sudah pasrah pada Allah, sepertinya akhir hidup saya sudah dekat.

Saya ingin sekali segera merebahkan diri, tapi pagi itu saya masih harus menyiapkan anak-anak ke sekolah. Setelah anak-anak pergi sekolah, suami meminta saya membuat air jeruk yang diberi madu. Saya pun menuruti perintahnya. Kami meminum air jeruk itu berdua. Alhamdulillah meski asem, tapi manis karena madu. Dan mungkin karena kami minumnya berdua kali ya hehhe

Suami tidak mengizinkan saya ke dokter pagi itu. Katanya, saya akan baik-baik saja. Saya pun menurut. Lagi pula memang susah juga kalau menuruti keinginan hati ke dokter, sementara anak saya yang bungsu ikut dengan saya, siapa yang akan menjaganya saat keinginan pipis yang setiap 5 menit sekali itu datang?

Saya pun tinggal di rumah, tetap  makan  meskipun sedikit dan minum setiap habis pipis. Setelah shalat duha, saya tidur dengan si bungsu, sampai pukul 11.30. Alhamdulillah, rasa ingin pipis itu berangsur hilang dan rasa sakit saat pipis itu pun sedikit demi sedikit hilang. Alhamdulillah. Cuma pening dan perasaan limbung masih, apalagi bangun tidur, rasanya melayang. Tapi saya harus menjemput anak nomor 4 di sekolahnya. Saya pun menguatkan diri menjemputnya. Alhamdulillah, tidak terjadi apa-apa di jalan. Hahaha sempat ngayal bakalan jatuh pingsan, alhamdulillah tidak terjadi :-)

Aduhhh .. apa sih sebenarnya yang terjadi pada diri saya itu?

Saat melihat penampakan urine yang kemerahan, meski shock campur deg-degan, saya beranikan diri browsing info tentang urine yang kemerahan itu. Saya menemukan info itu di sebuah web kesehatan. Dari info di sana dan ciri-ciri yang sama dengan apa yang saya alami,  malam itu saya mengalami Gross Hematuria, kehadiran darah dalam air kencing yang bisa dilihat secara kasat mata.

Info dari web kesehatan, penyebab GH ini macam-macam, bisa karena jangkitan kuman pada saluran kencing, batu pada buah pinggang, kanker, obat-obatan dan senam.

Pikiran saya kacau saat itu, antara percaya dan tidak. Kok bisa saya mengalami penyakit seperti itu? Rasanya gimana gitu. Saya jadi teringat, Ahad siang, saat wudlu untuk sholat dzuhur,  saya sudah ada feeling, karena pipis di toilet umum, saya takut banget kena penyakit kandung kemih. Tapi penyakit enggak datang mendadak begitu kan? Akhirnya, saya mencoba mengurai kronologis yang saya alami selama ini. Salah satu bukti kuat sih, saya kurang minum. Itu sudah pasti.

Kemudian, saya juga ingat, seminggu yang  lalu, saya mengkonsumi obat antibiotik untuk mengobati sakit gigi. Kemudian, dua hari sebelumnya, saya juga makan buah plum yang berwarna merah. Sempat curiga juga sih, apa warna urine yang keruh itu dari buah plum yang saya makan lebih dari 6 biji itu atau ada hal lain. Dan semua itu saya imbangi dengan minum yang sangat sedikit sekali. Mungkin itu juga penyebabnya. Wallahu'alam.

Yang pasti, dari kejadian ini, saya memetik pelajaran  banyak sekali. Salah satunya, kesehatan itu amat berharga.  Sebagai perempuan, memperhatikan kesehatan organ tubuh vital sangat perlu sekali. Dan disiplin untuk minum minimal 8 gelas air dalam sehari.

Alhamdulillah, sakit saluran kemih itu sembuh dalam waktu sehari dengan terapi sendiri. Sempat mikir yang enggak-enggak sih, kalau bertambah parah bagaimana coba? Gimana kalau penyakit kanker, penyakit kela ... ih naudzubillahmindzalik! *merenung* Cepat-cepat saya merapal doa kepada Allah agar dijauhkan dari penyakit yang berbahaya.

Tips dari saya, siapa tahu berguna ya :-)
1. Saat melihat ada keanehan dalam urine, periksa baik-baik, kalau perlu tampung  dalam gelas plastik transparan.
2. Minum sedikit demi sedikit, setiap kali setelah pipis. Mungkin sebanyak yang dikeluarkan agar perut tidak kembung dan tidak menjadi mual.
3. Baca artikel kesehatan yang berkaitan dengan tanda-tanda yang dialami saat itu. Pengetahuan membuat Anda lebih tenang dan bisa bersiap-siap untuk melakukan langkah selanjutnya.
4. Jangan tahan pipis Anda, kalau sudah ingin pipis segeralah ke kamar mandi, dan ganti air yang terbuang dengan minum air putih (jangan sebanyak-banyaknya ya, baca poin 2).
5. Minum air jeruk kasturi hangat  yang dicampur madu, minum pagi dan petang.
air jeruk kasturi dan madu

6. Jangan abaikan makan, meski sedikit, tubuh harus tetap masuk kalori agar bertenaga.
7.Segeralah ke dokter jika gejala tidak segera membaik setelah terapi di atas.

Dengan terapi di atas, alhamdulillah sekarang kandung kemih saya bertugas normal kembali. Perasaan sakit saat pipis masih ada dikit-dikit, tapi tidak sesakit sebelumnya. Urine pun sudah normal kembali, bersih, bening tanpa kandungan apapun dan kandung kemih bisa mengontrol pipis dengan baik lagi. Dan satu hal yang membahagiakan, saya juga bisa melakukan kewajiban saya kepada suami tanpa was-was (awalnya takut juga sih heuheu, tapi berkat dukungan si doi, alhamdulillah yang saya khawatirkan tidak terjadi :-))

Oiya, khasiat jeruk lemon, apapun nama daerahnya, berkhasiat untuk detox atau membersihkan racun-racun dalam tubuh kita.
limau kasturi


Sementara, madu juga termasuk obat segala penyakit.
madu


Yuk, mulai sekarang biasakan minum air putih 8 gelas sehari secara teratur :-) Jangan sampai menyesal kemudian (seperti saya ini huhuhuhu) Organ tubuh sehat, badan pun kuat ^_^ Menjaga kesehatan tubuh, menjadi salah satu bukti kecintaan kita kepada Allah. Selain itu, mencegah lebih baik dari mengobati kan?




June 08, 2013

[RESENSI] Princess Kocak

June 08, 2013 3 Comments
Princess Kocak by Fita Chakra & Eka Dresti


Judul                         : Princess Kocak
Penulis                     : Fita Chakra dan Eka Dresti Swaranindita
Penerbit                   : Dar! Mizan , Cetakan 1,  2013
Ilustrasi                    : InnerChild Studio
Jumlah Halaman    :140 halaman
Harga                        : Rp 49.000,-

Melihat covernya saja, saya sudah tersenyum membayangkan kekocakan princess-princess yang diceritakan di dalam buku ini. Ah, kadang terbersit pikiran, eh, kok bisaan ya bikin cerita princess kocak :-)

Nah, bener kan ... princessnya memang aneh tapi nyata, kocak abisss! 

"Ih! Princessnya aneh amat sih!" kata si sulung. Hahhaa ... memang kalau mencari princess yang anggun, teratur, charming dan bersih di buku ini bakalan engga ketemu deh! Apalagi Princess yang seperti Cinderella atau Putri Salju, *menggeleng* tidak ada!

Saya katakan pada sulung saya, ini kan kamu, Nak! Princess yang banyak ngeluh, Princess yang kadang engga nurut, Princess yang suka buang sampah sembarangan, Princess yang ahhh ... semua perilaku anak-anak gadis -sengaja maupun tidak sengaja-  yang sering kali dilakukan di rumah, ada semua dibuku ini.

Penyajiannya yang ringan dengan cerita pendek sekali baca selesai, anak-anak betah menelusuri satu per satu cerita itu sampai habis. Kadang senyum kecut, senyum dikulum, senyum terbahak-bahak, kadang omelan pun keluar dari mulut kedua gadis saya. Bikin saya penasaran, bagian mana sih yang lagi dibaca ... hihihihi

Oiya, ada yang sedikit mengganjal dipikiran saya, apakah anak-anak usia 12 tahun sudah mengenal merk-merk atau jenis-jenis sepatu ya? Di cerita Copycat (20), saya sempat mengerutkan kening, Wedges? Apa itu? Aduh, kok saya konyol banget jadinya, lha saya aja baru tahu sepatu yang wedges itu. Saking sukanya pakai sepatu vantopel atau sendal jepit, jadi engga begitu perhatian dengan jenis sepatu lain. Tapi ... jadi pengetahuan baru juga sih, oh ternyata ada ya sepatu yang jenisnya wedges.

Terus ada kesalahan ilustrasi kali ya, di  halaman 27 pada cerita gosip VS cegukan, sepertinya DIdi itu diceritakan seorang gadis yang tomboy deh, kok pakai baju laki-laki ya?

Kemudian di cerita Mau ini Mau itu, dikisahkan Princess Kiara dan Prince Keenan, lagi jalan-jalan ke Korea yang bersalju. Nah Princess Kiara karena kedinginan, bersin. Nah, kiara dan keenan itu kan kakak adik, princess Kiara perempuan, Prince Keenan laki-laki. Di cerita yang kena bersinnya Prince Keenan, nah kok diilustrasinya yang kena bersinan Princess Kiara itu pakai baju perempuan :-) wah ... wahhh ...

Oiya, jangan kaget ya kalau di dalam cerita-ceritanya ada juga Princess yang suka makan bawang dan jarang sikat gigi. Ihhh ... tapi dia bisa menolong kerajaan ayahandanya lho. Jangan ditiru enggak pernah sikat giginya ya, makan bawang boleh saja, asalkan enggak kebanyakan, bagus kok untuk tubuh kita.

Kumpulan cerita Princess ini ada 30 cerita lho! Paling favorite kisahnya Princess Lupina yang pelupa, hihihi ... jadi pengen sembunyiin kaca :-D

Selain menghibur, ada pesan moral di tiap-tiap kisah-kisahnya. Rekomended dah!

Makasih kiriman bukunya ya mbak Fitha, aku dan anak-anak suka!

serius bacanya ^_^

May 31, 2013

[Lomba Resensi] Monster Kawai (Monster Lucu)

May 31, 2013 6 Comments
Monster Merah Jambu By Dian Kristiani

Judul : Monster Merah Jambu
Penulis: Dian Kristiani
Ilustrator: Riska Puspita Sari
Penerbit: Anak Kita
Terbit: Mei 2012
Tebal: 96 Halaman
Harga:
Ukuran: 280x210 mm









Huuuu ... huuu ... haaaa .... 
siapa tuh siapa tuh? 
makhluk berbulu, 
bulu warna merah jambu, 
dia menggeram, 
dia menyeringai, 
siapa tuh siapa tuh? 
Dia monster merah jambu

Itulah penggalan asyik lagu Monster Merah Jambu (MMJ) yang saya dengarkan sambil meresensi buku dongengnya Dian Kristiani. Sementara balita saya, Sarah (2 tahun) menggoyangkan badannya ke kiri dan kanan sambil membawa buku favoritnya ini. Kakaknya Sofi menunjuk-nunjuk, "Ini lagu buku ini. Bang-bang dengerin deh!" hahhaa semua heboh.

Ketika berniat membeli buku Monster merah jambunya, saya menunjukan cover yang cute ini kepada anak-anak saya. Reaksi pertama yang sudah saya duga sebelumnya adalah, "KAWAI!" seru anak-anak. Kawai dalam bahasa Jepang, lucu. Yup, cover dongeng MMJ ini memang menarik, eye catching dan kawai.

Buku ini memang istimewa banget. Baru saja keluar dari sampul cokelat, langsung jadi pusat perhatian Shofi. Dibolak-balik melihat gambarnya, terus dia coret-coret sesuai bentuk gambar yang ada di cover. 


gambar monster pinku shofi dibalik cover

Buku dongeng MMJ memang telah mencuri hati anak-anak saya, dari usia 2 tahun sampai 12 tahun. Kisah yang menjadi favorit anak-anak saya adalah Monster Merah Jambu (hal 45). Monster berbulu merah jambu, lucu. Anak-anak tidak ada yang takut pada monster ini Justru sebaliknya malah ingin mengusap bulunya, menimang-nimangnya seperti boneka dan menjadikan peliharaan! Malah ada salah satu anak saya yang bilang ingin dibuatkan bonekanya!

Selain MMJ, ada 29 dongeng lainnya yang seru. Sesuai blurb pada bagian belakang buku, semua dongeng menarik dan asyik!

Buku ini sudah dibaca berkali-kali.  Sampai saya kesulitan sekali meski sekadar memotret buku ini. Karena si tengah sering menyembunyikannya di bawah selimutnya. Atau protes Sarah saat melihat buku ini ada di tangan saya. Saking seringnya dibaca, anak-anak saya juga hafal mana ilustrasi yang dirasa aneh.

Misalnya, di kisah Raksasa Kentut (hal. 48) diceritakan raksasa itu kentut dan menimbulkan angin puting beliung, sapi, kambing dan ayam pun ikut terbang. Mana binatang-binatang itu? tanya anak-anak.  Kemudian dikisah Tas Nyonya Prita (hal.62) dikisahkan tas itu lusuh, tetapi di gambar malah cantik dan bersih. Akhirnya saya terangkan pada mereka, tas itu lusuh tetapi karena tidak sedih jadi cantik.

Selain itu, dibeberapa cerita, teks menabrak gambar. Meski tidak mengganggu saat membacanya, tetapi membuat gambar tidak terlihat sempurna (hal 31). Mungkin karena cerita itu sudah mau habis, sayang untuk menambah halaman lagi. Dan di perutnya monster merah jambu (hal 48). Sebenarnya bisa saja monsternya digambar kecil dan disampingnya teks. Dengan demikian malah lebih nyaman membacanya dan mungkin bisa mengurangi protes dari mulut-mulut kecil.

Saya mencoba memahami, memang tidak mudah menyatukan sebuah ide. Dan jika ada kesalahan-kesalahan tersebut, bisa dikatakan wajar karena dikerjakan oleh dua orang yang tidak berada di satu meja.

Saya salut dengan karya-karya cerita anak Dian Kristiani, menganak  dan mengerti  keinginan anak-anak. Sehingga bisa menghasilkan karya yang sarat pesan-pesan moral tanpa menggurui dan lebih banyak menghibur.

Setelah lagu MMJ, saya akan tetap setia menunggu boneka MMJ. Who knows?

Gambar shofi: Monster Merah Jambu



*Resensi ini diikutkan dalam "Lomba Resensi Buky Anak" yang diselenggarakan dalam rangka meramaikan ulang tahu ke-3:


Forum Penulis Bacaan Anak

May 27, 2013

[Penerbitan] PUSPA SWARA

May 27, 2013 0 Comments
PUNYA NASKAH ANAK DAN REMAJA
DAN INGIN JADI PENULIS TERKENAL?

Kami menantang kamu menghasilkan naskah anak dan remaja yang orisinal, keren, dan unik serta wujudkan mimpimu menjadi penulis top dengan tema-tema berikut.

KATEGORI ANAK
Kategori Fiksi:
• Akidah Islam
• Akhlak Islam
• Petualangan
• Persahabatan
• Keluarga
• Hobi/kesenangan


Proses Kreatif Buku Berdoa

May 27, 2013 0 Comments
Cover Buku Berdoa by Sri Widiyastuti dan Ida Fauziah

Spesifikasi:


Judul: (Seri Akhlak Mulia) Berdoa
Penulis: Sri Widiyastuti dan Ida Fauziah
Tahun Terbit: Mei 2013
Penerbit: Grafika Utama

Alhamdulillah, syukur pada Allah atas segala nikmatnya kepada saya sebagai penulis pemula yang terus belajar. Ini adalah buku duet saya yang kedua dengan Mbak Ida Fauziah, tetangga sekaligus soulmate  saya yang sholihat di Johor dan penulis buku best seller Puzzle Jodoh terbitan Gramedia tahun 2012.

Buku ini adalah buku pengadaan yang super duper cepat deadlinenya, seminggu! Bayangkan cuma seminggu! Subhanallah. Tapi saya tertantang untuk mengikuti proyek ini dan menyelesaikannya tepat waktu. Sebenarnya saya malu juga menuliskannya di sini, tapi mudah-mudahan apa yang saya share di sini berguna bagi teman-teman semua yang punya mimpi yang sama seperti saya,  Mom writer wanna be hehhe

Yuk, Jadi Cantik!

May 27, 2013 2 Comments
Mungkin judul diatas terkesan narsis atau kepedean, tapi, bukankah setiap wanita itu cantik? Anak-anakku saja tahu kok mana cantik, mana ganteng. Menurut mereka wanita itu cantik dan laki-laki ganteng. Nah, siapa sih yang tidak ingin cantik? Di puji cantik dan diperlakukan bak putri cantik?

Barusan saya membaca postingan seorang bapak, mengapa wanita  cantik jodohnya orang jelek?  Sungguh, saya tertawa dalam hati. Jangan-jangan postingan itu merupakan pengalaman pribadinya. heuheu. Ya, apa benar begitu? sepertinya analisanya salah deh.

Saya (merasa) cantik….hihihi geer amat yak…:-) Suami saya pun ganteng loh. Enggapercaya? boleh berkunjung ke laman FB saya  untuk melihat foto keluarga. Saya tidak ingin sombong atau takabur, tetapi ingatlah bahwa manusia diciptakan oleh Allah dengan sebaik-baik penciptaan.

Cantik sebenarnya kata yang relatif. Ada yang bilang, cantik itu banyak anak. Cantik itu dekat dengan anak-anak. Cantik itu bersih. Cantik itu ramah. Cantik itu …isi sendiri ya. Yang pasti, menurut saya cantik itu tidak hanya kelihatan di zohirnya saja, tetapi yang paling penting adalah batinnya. Inner beauty kalau bahasa kerennya…:-) .
Suami saya sering sekali memuji saya cantik, dan ini bernilai positif sekali pada saya. Saya menjadi orang yang percaya diri dan percaya bahwa dia mencintai saya apa adanya. Tidak perlu memoles diri secara berlebihan dan tidak membuat kantong bolong. be positive saja lah…:-)

Tips cantik dari saya, boleh dicoba boleh tidak ya. Just sharing for you.
1. Positif thinking. Selalu berfikir positif, apapun masalah yang kita hadapi tetap tersenyumlahhh.
2. Bermain dengan anak-anak. Ketika kita bermain dengan anak kita, anak tetangga, pasti ada perasaan ringan seperti halnya anak-anak. Mereka tertawa, menangis tanpa beban. Mendengarkan celotehnya yang riang pasti membawa kebahagiaan bagi yang mendengarkannya.
3. Jangan gonta ganti make up, sayangi wajah cantik anda…:-) kalau memang di perlukan, pakai saja perawatan tradisional buatan sendiri. Murmer dan hasilnya memuaskan.
4. Banyak anak! bagi yang tidak setuju jangan marah disini ya…:-) Konon, dengan hamil dan melahirkan, merangsang pertumbuhan hormon-hormon kecantikan baru bagi wanita. Tidak percaya? buktikan saja sendiri :-)
5. Perbanyak minuman, buah-buahan dan sayur-sayuran.
6. Menulis.
7. Lapangkan hati. Hati adalah raja dari tubuh kita, maka perhatikan kesehatannya. Kalau hati sakit, maka sakit seluruh badan. Obatnya hanya satu, perbanyak mengingat Allah dan bersyukur.


Selamat mencoba^_^

Tulisan ini adalah murni tulisan saya, pernah dimuat di Kompasiana. Dilarang mengutip atau mengambil isi, sebagian maupun semua isi tulisan kecuali ijin admin.

May 22, 2013

[ Lomba Resensi PBA]: Hilangnya Berlian Pink

May 22, 2013 21 Comments

Judul: Hilangnya Berlian Pink
Genre: Novel Anak (Kecil-kecil Jadi Detektif)
Penulis: Haya 
Penerbit: Dar!Mizan
Terbit: April 2012
Tebal: 156 halaman
ISBN: 978-979-066-908-6
Harga: Rp. 35.000


Sinopsis

Ceritanya, Vina murid kelas 6 SD yang hobinya merancang busana diberi kejutan oleh Mama dan Papanya. Liburannya juga tidak tanggung-tanggung ke Singapura selama empat hari tiga malam. Vina berlibur bersama dengan dua sepupunya, Kay dan Shofie juga tante kesayangannya Tante Lulu.
Rencana awalnya, Vina ke Singapura untuk melihat rancangan busana di butik-butik sepanjang Orchard Road. Ternyata,  mereka malah mengalami petualangan seru di Singapura. Petualangan yang bermula dari pertemuan mereka dengan Tante Rosa. 
               
Ulasan Novel

Novel ini tidak hanya bercerita tentang liburan sambil dikejar-kejar penjahat dan memecahkan misteri hilangnya berlian pink. Tetapi juga kita akan disuguhkan tentang persaingan antara dua anak kelas 6 SD untuk memenangkan sebuah pengakuan sebagai perancang busana. Di bab awal, pembaca ditunjukan siapa Vina dan mimpinya menjadi seorang perancang busana terkenal. Vina begitu terobsesi ingin merancang busana untuk Emma Watson, pemeran Hermione dalam film Harry Potter. Kemudian, mimpinya ingin berlibur ke Paris yang berakhir dengan kejutan manis. Mamanya memberi hadiah berlibur ke Singapura. Setelah itu dimulailah petualangan seru bersama dengan kedua sepupunya Kay dan Shofi dan juga tante Lulu. 

Di bab awal juga sudah disinggung, betapa Ziya, tetangga Vina sangat terobsesi ingin mengalahkan Vina dalam semua hal, baik akademik sampai urusan merancang busana. Ziya pun menantang Vina untuk merancang busana.

Kelebihan

Awalnya saya sempat terkecoh juga, sebagai lulusan tata busana, sempat berpikir kenapa Vina tidak diberikan hadiah jalan-jalan ke Jogja saja? Apakah karena dia anak blasteran sehingga jalan-jalannya ke negeri eropa (Paris) atau singapura? karena menurut saya, kalau untuk urusan fashion, Jogja juga tidak kalah keren dibandingkan singapura dengan batiknya atau ke daerah toraja atau sumatera  yang masih menyimpan aneka ragam budaya dan busana yang bisa menjadi ide briliyan merancang busana. 

Ternyata di bab 12, Vina merancang busana dengan bahan dasar batik! Ada pesan tertulis di sana, siapa lagi yang akan membanggakan budaya sendiri jika bukan kita sendiri (hal 139). Patut diacungi jempol!

Selain itu ada hal yang menarik di dalam novel ini. Banyak bertaburan pengetahuan umum yang terselip di dalam novel ini. Misalnya, lama revolusi bumi 365 hari 6 jam 9 menit dan 10 detik (hal 84). Berlian adalah mineral terkeras di muka bumi. Saking kerasnya hanya bisa tergores oleh berlian yang lain (hal 56) dan pengetahuan tentang busana beserta asesoriesnya yang dikuasai Vina. Misalnya Vina bisa mengenali berlian di jari Tante Rosa itu palsu atau asli. Bagi saya, ini sangat luar biasa untuk anak usia 12 tahun. 

Selain itu, Haya, penulis novel ini sepertinya sangat mengenal jalan-jalan di sekitar hotel tempat Vina dan sepupu-sepupunya menginap. Sehingga bisa menceritakan detil apa saja yang bisa mereka lihat di sepanjang Orchad Road, tempat makan di Merlion Park dan  jalan tembus ke Merlion park dari stasiun MRT City Hall. Sepertinya asyik sekali berlibur sambil membawa buku novel detektif ini. Siapa tahu liburan ke Singapura, bisa jadi guide sekaligus! 

Kekurangan

Sebagai pembaca, saya merasa kurang sreg aja dengan karakter Vina yang mirip dengan Cinta Laura. Sebenarnya mungkin Haya bisa membuat karakter yang lebih kuat dari Cinta Laura itu sendiri. Jadi kesannya, hanya anak blasteran yang bisa jago merancang busana dibandingkan anak asli Indonesia. Ini dibuktikan dengan kalahnya Ziya. Yah, namanya pemeran utama, pasti engga akan kalah kan :-)

Meskipun begitu, novel detektif ini recommended, karena tidak hanya menyuguhkan cerita seru, tetapi juga pendidikan (educative) dan hiburan (entertainment). 

Resensi ini diikutkan dalam "Lomba Resensi Buku Anak" yang diselenggarakan dalam rangka meramaikan ulang tahun ke-3:


Forum Penulis Bacaan Anak

May 02, 2013

Persyaratan Naskah Cerpen & Cerber ke Majalah Kartini

May 02, 2013 4 Comments
Dear teman-teman penulis yang ingin mengirimkan naskah cerpen & cerber untuk dimuat di Kartini, berikut ini adalah syarat lengkap untuk naskahnya beserta cara pengirimannya:

Tema cerita inspiratif, sesuai untuk pembaca kartini, berpendidikan, tidak mengandung unsur SARA, pornografi dan kekerasan.

Naskah diketik 1 spasi, font times new roman ukuran 12, panjang tulisan: 5-6 hal A4 atau sekitar 14.000 karakter untuk cerpen, 20-25 hal A4 atau sekitar 60-80 ribu karakter untuk cerber. Khusus cerber sertakan sinopsis cerita sepanjang 1/2 hal.

Pengirim Naskah Cerpen & Cerber diminta tidak mengirimkan karya yang sama ke media lain agar tidak terjadi pemuatan ganda. Bila akan mengirim ke media lain harus memberitahu Redaksi untuk penarikan naskah.

Pengiriman Naskah ke email: redaksi_kartini@yahoo.com
Sertakan alamat lengkap, no telp dan no rek lengkap (nama bank, no rek dan nama pemilik rek).

Demikian. Selamat menulis!

*Info ini saya copas dari fanpagenya Majalah Kartini

April 22, 2013

Undangan Terbuka Penulisan Puisi dan Cerpen Anak

April 22, 2013 5 Comments
Info ini saya dapatkan di Majalah Aku Anak Saleh seri 04 tahun 2013, edisi Hari Kartini. Jika kalian suka menulis puisi atau cerita anak, yuk ikutan!



Hai sahabat, Majalah Aku Anak Saleh mengundang kalian untuk menulis puisi dan cerpen.
Tema: "Anak Saleh, Cerdas, Ceria, Takwa dan Berbudaya Indonesia".

Ada lima kategori karya yang akan dimuat: Umum, Mahasiswa, Pelajar (SD, SMP dan SMA)

Setiap karya harap disertai profil dan foto penulis agar mudah mengategorikan karyanya. Bagi yang memiliki keahlian menggambar, diizinkan untuk menyertakan gambar ilustrasi untuk karyanya.

Karya dikirimkan ke alamat email: anthomassardi@yahoo.com

Dengan ketentuan penulisan cerpen anak 3000 - 3500 karakter.

Karya yang masuk hingga akhir Juni 2013 dan lolos seleksi, insyaAllah akan diterbitkan bulan Agustus 2013.

Nah, yuk cari ide, tulis dan kirimkan ke alamat email di atas. Semoga beruntung!

April 17, 2013

SrikandiBlogger 2013, Hadiah Terindah Untuk Kartini

April 17, 2013 30 Comments

Habis gelap
Terbitlah terang

Itulah penggalan kata-kata Ibu kita Kartini yang selalu ada di hati.
Kata-kata ajaib yang mampu merubah paradigma para perempuan masa ibu kartini.
Berabad berlalu, kata-kata ini seolah menjadi kekuatan “mantra” yang abadi.
Merasuki setiap relung  jiwa para perempuan untuk melakukan perubahan hakiki.
Kini,
Perempuan tak hanya menjadi istri,
Atau pun prasasti para lelaki.
Perempuan menjadi seorang  mandiri yang terkendali.
Mandiri yang syar’I,
Adalah sebuah ajang uji prestasi,
Digagas Emak-emak Blogger sejati,
Temanya SrikandiBlogger 2013 ini,
Mencari seorang Emak Blogger penuh dedikasi,
Bagi bangsa dan negeri ini.

April 13, 2013

Mizan And Me: Penerbit Ramah Anak

April 13, 2013 12 Comments
Perkenalanku dengan Mizan sebenarnya sudah berlangsung sejak aku memiliki buah hati pertama di Jepang (tahun 2002). Saat itu, buku pertama dan CD pertama yang aku bawa untuk memenuhi kebutuhan dasarnya tentang akidah Islam dan beribadah kepada Allah adalah buku-buku dari Mizan.

Cerita bersama buah hatiku sempat aku tuangkan di dalam blog, waktu itu di Multiply. Subhanallah, luar biasa sekali penerimaan anak-anakku saat itu. Lewat buku cerita tipis bergambar dan CD yang interaktif sangat memudahkan aku untuk menerangkan tentang ibadah dengan cara yang menyenangkan pada balitaku.

Saat aku kembali ke Indonesia, setelah lima tahun tinggal di Jepang menemani suami yang belajar di sana, aku mendapat informasi MDS atau Mizan Dian Semesta salah satu Divisi Marketing Mizan mencari seorang SS (Sales Supervisor) di wilayah Bogor dan sekitarnya. Aku pun mencoba melamar ke MDS.

April 10, 2013

Liburan Asyik di Perpustakaan

April 10, 2013 15 Comments

Ini adalah kisah saya dan anak-anak saat liburan akhir tahun ajaran sekolah 2012 di Johor, Malaysia. Dimulai sejak tanggal 10 November 2012 sampai 1 Januari 2013.  Liburan akhir tahun yang panjang! Anak-anak ingin sekali jalan-jalan  ke Zoo Melaka atau pulang kampung. Tetapi hal itu tidak bisa dilakukan karena ayahnya belum libur.

Saat sedang bingung begitu, biasanya saya ajak mereka ke perpustakaan di dekat rumah saya. Saat meminta petugas mencatat buku-buku yang saya pinjam, puan Nazidah, kepala perpustakaan mengatakan,  saat liburan perpustkaan itu akan membuat aktifitas selama liburan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Karena anak-anak sudah menjadi member perpustakaan, akhirnya saya pun mendaftarkan anak-anak saya untuk mengisi liburan panjang mereka di perpustkaan. Aktifitasnya meliputi jejak ilmu, teknik mewarnai, mencanting batik, lomba mewarnai, kraft tangan, puzzle, kuiz bertulis, sukan mini, maze dan cross word.

ruang baca perpustakaan kana-kanak Taman Universiti (doc.pribadi)


April 06, 2013

Cat's Giveaway: Lily chan, Kucing Sadar Kamera

April 06, 2013 10 Comments
Ini kucing anaknya Luna chan, kucing hitamku yang subur makmur. Namanya Lily. Lahir bulan Desember 2012, go neko kyoudai yang rada nakal dan sadar kamera banget ^_^

Ini dia penampakannya :-)

Lily chan dan saudaranya sedang mimi
Lucu banget ya ekspresinya, pengen tahuuuu aja ... sadar kamera bangettt sih Lily hihihi
Kucing yang lain asyik mimi dari mamanya, dia malah asyik liatin kamera ^_^

Lily dan saudara-saudaranya ini generasi ke 6 atau ke 7 gitu, karena selama tiga tahun aku tinggal di Malaysia, Luna kitty sudah melahirkan anak 30 :-)

Miaw-miaw ini diikutkan di Cat's Giveaway by AHc


Follow Us @tutiarien