November 20, 2013

Tersesat di Bukit Bunga Tulip

November 20, 2013 2 Comments
Hari masih pagi, ketika rombongan pramuka cilik dari desa binatang sampai di tepi hutan cemara.  Hutan cemara terletak di antara sungai Milo dan Bukit Bunga Tulip. Anak-anak berseru riang karena melihat keindahan bukit bunga tulip dan sungai Milo yang jernih.

"Lihat ada burung putih terbang dari bukit itu!" seru Tiko Tikus.
"Hei, lihat! Ikan itu mengajak kita berenang!" seru Mimi Kucing sambil menunjuk ikan yang sedang berenang di dalam sungai.
"Aku pernah melihat burung elang. Besarnya lebih besar dari burung yang terbang tadi!" kata Tiko Tikus bangga.
"Jangan sombong kamu. Aku juga pernah melihat bunga raksasa," kata Mimi Kucing tidak mau kalah.

Teman-temannya tertawa mendengar pertengkaran Mimi Kucing dan Tiko Tikus. Mereka sudah paham kedua temannnya itu memang tidak pernah akur.

Di antara dua puluh anak pramuka itu ada Tiko Tikus, Mimi Kucing, Heli Anjing dan Guri Gurita yang mengikuti acara perkemahan Sabtu Minggu tersebut. Ini kali pertama mereka bermalam jauh dari Mama dan Papa.

Pak Panda, kakak pembina mereka, mewanti-wanti anak-anak agar tidak pergi jauh dari tempat perkemahan. Taman perkemahan itu penuh dengan anak-anak anggota pramuka dari sekolah lain. Pak Panda tidak ingin anak-anak hilang atau celaka.

Saatnya pembagian kelompok. Tiko Tikus, Mimi Kucing, Heli Anjing dan Guri Gurita satu kelompok.  Mereka mendirikan tenda dibantu oleh Pak Panda.

"Aku tidak mau satu tenda dengan Tiko Tikus!" Mimi Kucing protes.
"Aku juga tidak mau satu tenda dengan Mimi Kucing!" protes Tiko Tikus.

Pak Panda menggeleng kuat. "Kalian sudah diputuskan satu kelompok. Kalian belajarlah berteman." katanya sambil tersenyum lebar.

"Baik anak-anak! Setelah makan siang dan membereskan tenda kalian. Kita akan melakukan penjelajahan di sekitar bukit bunga tulip. Setiap kelompok bertangungjawab kepada teman satu kelompoknya. Paham?" komando Pak Panda.

"Paham, Kak!" jawab anak-anak dengan penuh antusias.

"Baiklah, kakak akan membagikan selembar peta. Peta ini menjadi panduan kalian dalam menyusuri bukit bunga tulip. Siapa yang bisa menemukan kotak harta karun yang kakak simpan di salah satu pohon. Maka kalian menjadi pasukan pramuka cekatan!"

"Hore!" anak-anak berseru penuh semangat. Menjelajah hutan berpedoman peta? Menemukan harta karun? Itu petualangan yang mereka tunggu-tunggu!

Lima kelompok pramuka cilik itu pun berbaris dan mengikuti instruksi di peta yang diberikan oleh Pak Panda. Pak Panda dibantu oleh Kak Kiki Kuda, Kak Jeje Jerapah, Kak Lala Rusa dan Kak Momo Monyet. Mereka mendampingi anak-anak pramuka cilik dari jauh.

Siang itu, anak-anak pramuka beritu bersemangat. Begitu juga dengan Tiko Tikus, Mimi Kucing, Heli Anjing dan Guri Gurita. Guri Gurita menjadi ketua kelompok. Di dalam peta itu tergambar trek perjalanan mereka. Ada tanda silang dan tanda panah yang menandakan mereka boleh jalan terus atau tidak boleh melewati jalan. Ada hamparan bunga tulip yang diberi tanda silang. Artinya mereka tidak boleh sampai ke daerah itu.

Pramuka cilik itu berjalan dengan berbaris. Sayangnya, Tiko Tikus dan Mimi Kucing bertengkar terus di sepanjang jalan. Heli Anjing dan Guri Gurita kadang-kadang menutup kedua telinga mereka karena bising mendengar kedua temannya itu bertengkar.

Saat di pertigaan jalan di bukit bunga tulip peta di tangan Guri Gurita pun menjadi rebutan mereka.

"Wah, kita harus belok ke mana ya?' tanya Guri Gurita sambil memperhatikan peta di tangannya.
"Sepertinya kita lurus saja, Teman," jawab Heli Anjing sambil mencium-cium tanah.
"Kalau menurutku belok kiri!" kata Tiko Tikus.
"Bukan! Belok kanan!" kata Mimi Kucing, tak mau kalah.
"Kiri!"
"Kanan!"
"Lihat tandanya!"
"Aku juga lihat tandanya!" Mimi Kucing  merampas peta itu dari tangan Tiko Tikus.

Terjadi tarik menarik. Bret! Peta itu pun robek menjadi empat bagian.

"Aduh! Kalian ini bagaimana sih? Lihat! Peta ini jadi sulit dibaca!" Guri Gurita gusar melihat peta mereka robek. Dia berusaha menyambung kembali serpihan peta yang sudah berbentuk puzzle di atas tanah. Tiba-tiba angin menerbangkan kertas-kertas itu. Dua bagian peta hilang dibawa angin.

"Ya, bagaimana kita membaca peta ini," kata Guri Gurita dengan wajah sedih.

Tiko Tikus dan Mimi Kucing menunduk karena menyesal.

"Bukan salahku. Dia yang sok tahu!" Tiko Tikus membela diri.
"Aku juga tidak salah! Dia yang salah!" Mimi Kucing tak mau disalahkan.

"Sudah-sudah. Lebih baik kita lurus saja! Ayo ikuti aku! Peta ini sudah tidak terbaca, artinya kalian harus mengikuti aku. Hidungku mampu mencium bau jejak teman-teman kita!" kata Heli Anjing.

Semua menuruti kata-kata Heli Anjing. Mereka menyusuri jalan bukit bunga tulip. Semakin dalam, semakin dalam, semakin dalam.

"Heli, ini jalan menuju kotak harta karun?" tanya Guri Gurita.
"Ehmm ... aku tidak tahu. Aku hanya mencium bau teman-teman kita saja," jawab Heli Anjing tersipu malu.
"Kakiku sudah pegal sekali. Sepertinya kita sudah berjalan kaki jauh sekali. Tapi, hei, di mana kita?" Guri Gurita melihat ke sekeliling. Tiko, Mimi dan Heli mengikuti pandangan Guri Gurita.

Di depan mereka terhampar bunga tulip berwarna-warni. Padahal di dalam peta itu mereka tidak boleh melewati hamparan bunga tulip, karena itu artinya mereka sudah berada di tengah-tengah bukit.

Terselip rasa takut di hati mereka. Tiko, Mimi, Heli dan Guri merapatkan tubuh mereka. Tidak ada siapa-siapa kecuali mereka. Bukit yang tadinya menyenangkan berubah menyeramkan. Mereka pun duduk di dekat hamparan bunga tulip. Bunga yang indah itu tidak mereka hiraukan karena cemas. Mereka takut tidak bisa kembali ke perkemahan.

Mimi Kucing mulai menangis. "Aku tidak mau bermalam di bukit ini!" katanya tersedu.
"Kita akan cari jalan keluar. Jangan menangis Mimi," kata Guri Gurita menghibur.
Tiko dan Heli duduk diam di dekat mereka.

"Maafkan salahku ya, teman-teman. Kalau peta itu tidak sobek, kita tidak akan tersesat," Tiko menunduk menyesali perbuatannya.
"Iya, aku juga  minta maaf ya teman-teman," kata Mimi Kucing sambil terus tersedu. "Tiko, maafkan aku ya," katanya pada Tiko.

"Iya, Mimi. Aku juga minta maaf ya," kata Tiko sambil menjabat tangan Mimi.

Guri Gurita dan Heli Anjing tersenyum. Mereka senang kedua temannya saling bermaaf-maafan.

"Nah, begitu dong! Kita tim cekatan yang kompak!" seru Guri Gurita senang. Heli anjing melompat-lompat saking senangnya.

"Karena sudah hampir gelap, lebih baik kita membuat tanda saja. Aku akan memanjat pohon cemara dan mengibarkan kaosku ini. Warnanya merah, bisa dilihat dari jauh." kata Guri Gurita memberi ide.

Semua setuju. Guri Gurita pun menaiki pohon dan mengikat kausnya yang berwarna merah. Kaus itu berkibar tertiup angin. Warnanya yang mencolok mudah dikenali oleh Pak Panda.

Berkat kaus merah Guri Gurita, mereka pun selamat. Mereka ditemukan oleh kakak-kakak pembina. Bukan itu yang membuat mereka senang, tetapi mereka lebih bahagia karena menjadi tim cekatan yang kompak.

Cerita ini diikutkan dalam lomba Winnercity

November 05, 2013

Yuk, Jaga Kesehatan Kandung Kemih!

November 05, 2013 17 Comments
Hari senin yang lalu, saya dikagetkan dengan rasa sakit saat buang air kecil. Rasanya panas dan menyakitkan. Ah .. mungkin karena kurang minum aja kali tadi siang. Saya mencoba membesarkan hati.

Memang, Ahad lalu, saya seharian sibuk sekali, sampai lupa minum. Pagi-pagi setelah sarapan, saya minum segelas air. Kemudian buru-buru ke masjid untuk menyiapkan kelas PGTK. Lumayan lemes juga, setelah malamnya saya menyiapkan map-map berisi kertas UTS yang tidak boleh ketinggalan. Saat mahasiswa UTS, saya mengisi kelas lain dari pukul 10.30 hingga azan dzuhur berkumandang. Seingat saya, saat itu saya hanya minum segelas aqua, itu pun sisa anak-anak yang enggak habis. Ya, Allah ... benar-benar diingatkan sekali. Saya memang pemalas sekali untuk satu hal ini. MINUM AIR minimal  8 gelas sehari!

Akhirnya, saya minum air sebanyak-banyaknya. Sekali minum sekitar 350 ml. Tapi hal itu tidak malah tidak membantu sama sekali. Justru karena itulah saya jadi ingin pipis terus. Dan tak hanya itu, akhirnya saya pun berkali-kali BAB karena saking lancarnya pencernaan saya karena kebanyakan minum.

Pagi buta, pukul 3 dini hari, saya tidak tidur. Asyik bolak balik ke kamar mandi untuk pipis dan BAB. Yang lebih mengagetkan lagi, warna urine mulai berwarna kemerahan. Saking penasarannya, saya tampung di sebuah gelas plastik kecil agar bisa dibawa saat ke dokter. Ada semacam lendir-lendir darah dan itu sangat menyakitkan jalan pipis. Saya istighfar, pasrah karena memang ini adalah  kelalaian saya dalam menjaga kesehatan kandung kemih.

Subuh menjelang. Dalam keadaan lemas tak bertenaga, badan demam pula, saya shalat dan menyungkurkan diri dalam sujud yang tidak bisa panjang karena setiap 5 menit saya merasa ingin pipis.

Pukul 6.30 pagi, saya merasa mual ingin muntah. Di kamar mandi, air yang saya minum sejak pukul 3 dini hari itu,  tumpah ruah tak terbendung. Begitu juga bagian kandung kemih saya, bocor. Saya ngompol karena tak bisa menahan desakan yang keluar dari atas dan dari bawah.

Lagi-lagi dalam keadaan badan demam, lemas dan hampir tumbang, saya harus membasuh badan dengan air dingin. SAya sudah pasrah pada Allah, sepertinya akhir hidup saya sudah dekat.

Saya ingin sekali segera merebahkan diri, tapi pagi itu saya masih harus menyiapkan anak-anak ke sekolah. Setelah anak-anak pergi sekolah, suami meminta saya membuat air jeruk yang diberi madu. Saya pun menuruti perintahnya. Kami meminum air jeruk itu berdua. Alhamdulillah meski asem, tapi manis karena madu. Dan mungkin karena kami minumnya berdua kali ya hehhe

Suami tidak mengizinkan saya ke dokter pagi itu. Katanya, saya akan baik-baik saja. Saya pun menurut. Lagi pula memang susah juga kalau menuruti keinginan hati ke dokter, sementara anak saya yang bungsu ikut dengan saya, siapa yang akan menjaganya saat keinginan pipis yang setiap 5 menit sekali itu datang?

Saya pun tinggal di rumah, tetap  makan  meskipun sedikit dan minum setiap habis pipis. Setelah shalat duha, saya tidur dengan si bungsu, sampai pukul 11.30. Alhamdulillah, rasa ingin pipis itu berangsur hilang dan rasa sakit saat pipis itu pun sedikit demi sedikit hilang. Alhamdulillah. Cuma pening dan perasaan limbung masih, apalagi bangun tidur, rasanya melayang. Tapi saya harus menjemput anak nomor 4 di sekolahnya. Saya pun menguatkan diri menjemputnya. Alhamdulillah, tidak terjadi apa-apa di jalan. Hahaha sempat ngayal bakalan jatuh pingsan, alhamdulillah tidak terjadi :-)

Aduhhh .. apa sih sebenarnya yang terjadi pada diri saya itu?

Saat melihat penampakan urine yang kemerahan, meski shock campur deg-degan, saya beranikan diri browsing info tentang urine yang kemerahan itu. Saya menemukan info itu di sebuah web kesehatan. Dari info di sana dan ciri-ciri yang sama dengan apa yang saya alami,  malam itu saya mengalami Gross Hematuria, kehadiran darah dalam air kencing yang bisa dilihat secara kasat mata.

Info dari web kesehatan, penyebab GH ini macam-macam, bisa karena jangkitan kuman pada saluran kencing, batu pada buah pinggang, kanker, obat-obatan dan senam.

Pikiran saya kacau saat itu, antara percaya dan tidak. Kok bisa saya mengalami penyakit seperti itu? Rasanya gimana gitu. Saya jadi teringat, Ahad siang, saat wudlu untuk sholat dzuhur,  saya sudah ada feeling, karena pipis di toilet umum, saya takut banget kena penyakit kandung kemih. Tapi penyakit enggak datang mendadak begitu kan? Akhirnya, saya mencoba mengurai kronologis yang saya alami selama ini. Salah satu bukti kuat sih, saya kurang minum. Itu sudah pasti.

Kemudian, saya juga ingat, seminggu yang  lalu, saya mengkonsumi obat antibiotik untuk mengobati sakit gigi. Kemudian, dua hari sebelumnya, saya juga makan buah plum yang berwarna merah. Sempat curiga juga sih, apa warna urine yang keruh itu dari buah plum yang saya makan lebih dari 6 biji itu atau ada hal lain. Dan semua itu saya imbangi dengan minum yang sangat sedikit sekali. Mungkin itu juga penyebabnya. Wallahu'alam.

Yang pasti, dari kejadian ini, saya memetik pelajaran  banyak sekali. Salah satunya, kesehatan itu amat berharga.  Sebagai perempuan, memperhatikan kesehatan organ tubuh vital sangat perlu sekali. Dan disiplin untuk minum minimal 8 gelas air dalam sehari.

Alhamdulillah, sakit saluran kemih itu sembuh dalam waktu sehari dengan terapi sendiri. Sempat mikir yang enggak-enggak sih, kalau bertambah parah bagaimana coba? Gimana kalau penyakit kanker, penyakit kela ... ih naudzubillahmindzalik! *merenung* Cepat-cepat saya merapal doa kepada Allah agar dijauhkan dari penyakit yang berbahaya.

Tips dari saya, siapa tahu berguna ya :-)
1. Saat melihat ada keanehan dalam urine, periksa baik-baik, kalau perlu tampung  dalam gelas plastik transparan.
2. Minum sedikit demi sedikit, setiap kali setelah pipis. Mungkin sebanyak yang dikeluarkan agar perut tidak kembung dan tidak menjadi mual.
3. Baca artikel kesehatan yang berkaitan dengan tanda-tanda yang dialami saat itu. Pengetahuan membuat Anda lebih tenang dan bisa bersiap-siap untuk melakukan langkah selanjutnya.
4. Jangan tahan pipis Anda, kalau sudah ingin pipis segeralah ke kamar mandi, dan ganti air yang terbuang dengan minum air putih (jangan sebanyak-banyaknya ya, baca poin 2).
5. Minum air jeruk kasturi hangat  yang dicampur madu, minum pagi dan petang.
air jeruk kasturi dan madu

6. Jangan abaikan makan, meski sedikit, tubuh harus tetap masuk kalori agar bertenaga.
7.Segeralah ke dokter jika gejala tidak segera membaik setelah terapi di atas.

Dengan terapi di atas, alhamdulillah sekarang kandung kemih saya bertugas normal kembali. Perasaan sakit saat pipis masih ada dikit-dikit, tapi tidak sesakit sebelumnya. Urine pun sudah normal kembali, bersih, bening tanpa kandungan apapun dan kandung kemih bisa mengontrol pipis dengan baik lagi. Dan satu hal yang membahagiakan, saya juga bisa melakukan kewajiban saya kepada suami tanpa was-was (awalnya takut juga sih heuheu, tapi berkat dukungan si doi, alhamdulillah yang saya khawatirkan tidak terjadi :-))

Oiya, khasiat jeruk lemon, apapun nama daerahnya, berkhasiat untuk detox atau membersihkan racun-racun dalam tubuh kita.
limau kasturi


Sementara, madu juga termasuk obat segala penyakit.
madu


Yuk, mulai sekarang biasakan minum air putih 8 gelas sehari secara teratur :-) Jangan sampai menyesal kemudian (seperti saya ini huhuhuhu) Organ tubuh sehat, badan pun kuat ^_^ Menjaga kesehatan tubuh, menjadi salah satu bukti kecintaan kita kepada Allah. Selain itu, mencegah lebih baik dari mengobati kan?




Follow Us @tutiarien