September 01, 2014

Mengenal Shahabiyah Lewat AL Quran For Woman

September 01, 2014 1 Comments
Ini adalah Al Quran For Woman saya. Versi lama dan versi baru.


Al Quran For Woman Syaamil (koleksi pribadi)

Spesifikasi Al Quran Syaamil For Woman
Ukuran: 10x15 cm
Harga: Rp,48.000 dan Rp, 98.000 (Madina)

Saya suka kedua Al Quran ini. Saya mememilikinya sejak tahun 2010. Saat saya baru saja tinggal di Johor. Sekarang anak saya yang membaca Al Quran yang cokelat, karena al Quran dengan pita itu hilang entah mungkin ketinggalan di sekolah atau di masjid. InsyaAllah ridlo. Karena insyaAllah Al Quran tersebut akan berguna bagi orang yang menemukannya.

Al Quran ini mudah dibawa ke mana saja karena ukurannya yang segenggaman tangan. Al Quran ini juga cantik. Terutama Al Quran Syaamil yang sudah mengalami transformasi ini, Al Quran for woman yang di distribusikan oleh Madina. Al Quran ini didisain  begitu "wanita" banget. Dengan warna cover soft, seperti kuning, purple, pink, merah, hijau dan lain-lain.

Al Quran ini dipersembahkan khusus untuk wanita. Covernya eksklusif, dipersembahkan untuk wanita eksklusif. Al Quran ini memiliki ciri dan indeks khusus pada ayat-ayat tentang wanita dan keluarga.

Dilengkapi pula dengan kisah Sahabiyah, kisah wanita-wanita yang diabadikan Al-Qur’an dan 3 pita pembatas 3 warna (merah, kuning dan biru), 3 lembar pembatas multiguna, suplemen doa. 

Perbedaan Al Quran versi baru dan versi lama hanya terletak pada cover yang semakin manis, dan pembatas buku yang semakin cantik, karena berwarna pelangi. 

Al Quran for woman dengan pembatas pelangi dan kertas yang dibuat berwarna warni ini meminjam dari keindahan pelangi. Agar para putri sholihat, istri sholihat, wanita shalihat lebih dekat kepada Al Quran. Agar Al Quran hanya menjadi satu-satunya pedoman hidup. Sehingga para wanita menjadi istimewa setiap perannya dan menjadi bidadari di Surga.

Wanita-wanita abadi yang diceritakan di dalam Al Qur'an. Seperti Aisyah binti Abu BAkar, yang diceritakan di dalam Al Quran di surat An Nur 11 - 17. Fathimah az Zahra ra. yang diceritakan di dalam Al Quran surat Al Ahzab ayat 33, dan 5 shahabiyah lainnya.

Dan di akhir halaman, ada catatan tentang adab dalam membaca Al Quran. Ini penting sekali untuk mengetahui adab-adab terhadap Al Quran, sehingga membaca Al Quran lebih khusyu dan lebih ihtimam kepada Al Quran. 





Kelengkapan Al-Qur’an For Woman yang lain adalah sebagai berikut:6


1. Khat Vector Tajwid  Rasm Usmani

Menggunakan khat yang tipis dan lancip sehingga nyaman ketika membacanya. Dengan penulisan yang stabil dan jelas, sehingga tidak akan melelahkan mata.


2. Standard Pewarnaan Terbaru Kementerian Agama RI

Mushaf yang mengacu kepada standar penulisan Kementerian Agama RI dan pewarnaannya


3. Tashih Kementerian Agama RI

Produk ini telah diperiksa dengan teliti oleh pihak lajnah pentashihan Mushaf Al Quran Kementerian Agama RI, dengan mengeluarkan surat tashih sesuai peruntukannya.


4. Ayat Pojok

Mushaf dengan 15 baris dengan penggalan akhir ayat yang setiap halamannya diakhiri ayat-ayat pojok, yang biasa digunakan sebagai standard untuk menghafal Al Quran.


5. Asbabun Nuzul

Penyusunan Asbabunnuzul ini mencakup hal-hal berikut.

  1. Penyusunan pada ayat-ayat yang memiliki sebab turun ayat yang telah disepakati oleh para ulama.
  2. Mengutamakan periwayatan sahih dan dengan memperhatikan matan dari kandungan riwayat-riwayat tersebut.
  3. Sumber rujukan utama penyusunan Asbabunnuzul ini adalah kitab Lubabun­nuqul Fi Asbabinnuzul karya Jalaluddin As-Suyuthi dan Kitab Asbabunnuzul karya Imam Al Wahidi. Dilengkapi pula dengan rujukan Asbabunnuzul (Studi Pendalaman Al Quran karya A Mujab Mahali.

6. Fadhilah Ayat

Keutamaan Amal Berdasar Referensi Sahih, dengan cara mengutip dari penggalan ayat yang menjadi pokok kaitan produk, kemudian ditopang dengan kaitan hadis tentang akhlak mulia tersebut.


Adapun isi ayat fadhilah mencakup beberapa pokok tinjauan berikut:


1. Keutamaan amal keseharian berdasar referensi yang sahih.

2. At-Targhib; Motivasi yang disampaikan Rasulullah saw. jika seorang hamba mengamalkan amalan terpuji yang mengakibatkannya dijanjikan masuk surga dan segala kebaikan di dalamnya.

3. At-Tarhib; Ancaman yang disampaikan Rasulullah saw. jika seorang hamba mengamalkan amalan jelek yang mengakibatkannya mendapat ancaman masuk neraka dan segala siksa di dalamnya.

4. Keutamaan surah; Mushaf ini juga menyampaikan keutamaan surah yang bisa diamalkan dan dibumikan di keseharian kita, dan tentunya berdasar kepada referensi yang bisa dipertanggung-jawabkan’

7. Penekanan pada ayat tentang keluarga. Di dalam Al Quran ini, setiap sampai kepada ayat tentang keluarga, ayat tersebut di highlight, sehingga memudahkan dalam mencari ayat tentang keluarga.

Misalnya di surat Ali Imran ayat 14, tentang dijadikannya terasa indah dalam pandangan manusia, cinta kepada apa yang diinginkannya, seperti cinta kepada perempuan, kepada anak, kepada harta benda.

Itulah sekelumit review Al Quran for women. Semoga bermanfaat. 

August 31, 2014

Ketika Emak Memilih Buku: EES itu penting!

August 31, 2014 2 Comments
Prolog

Prolog pertama

Beberapa waktu lalu, dunia literasi dihebohkan dengan kasus buku "WHY" yang diterbitkan sebuah penerbitan nasional di Indonesia. Buku yang diterbitkan berupa komik edukatif ini salah satu kontennya berisi propaganda LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender). Bagaimana mungkin mayoritas umat Islam yang menjunjung tinggi syariat Islam menerima pemikiran yang dengan sengaja disebarkan melalui buku-buku anak.

Ini kasus yang sudah tidak wajar sekali. Dan saya rasa bukan human error. Karena di dalam dunia  penerbitan, ada yang namanya penulis, editor, layouter,  first reader dan penerjemah tentunya (jika buku terjemahan), Dari awal seharusnya sudah bisa membaca, ke arah mana buku ini diarahkan. Dan menurut saya ini bukannya tidak disengaja. Ini dibiarkan!

Ini adalah kesalahan penerbit yang melakukan pembiaran terhadap buku yang akan menimbulkan kontroversial dan bisa mengotori pemikiran anak-anak yang masih bersih. Sama sekali tidak ada sensor.

Saya sangat prihatin dan terus terang terguncang. Takut buku-buku sejenis sudah terlanjur dibaca oleh anak-anak saya. Makanya, sekarang saya lebih ketat lagi dalam pertimbangan membeli buku untuk anak-anak. Terutama buku-buku terjemahan. Harus dikuliti, dibedah dulu oleh saya sebelum diberikan kepada anak-anak.

Prolog kedua

Beberapa hari yang lalu, saya sempat kecewa membaca sebuah buku yang saya kira, dari judulnya menarik sekali. Ajakan bahwa menulis itu mudah. Ditulis oleh penulis yang sudah lumayan terkenal juga. Saya tidak akan menuliskan siapa namanya atau apa jduulnya. Saking ngetopnya, saking seringnya itu buku dipromosiin, saya tidak mau pembaca jadi tebak-tebak buah manggis, enggak ketebak nangis. Hehehe

Lanjut!

Dengan semangat 45, saya pun bersiap membacanya. Saya baca dulu daftar isinya. Keren! Kebiasaan saya membaca dari belakang, tidak saya lakukan. Saya lanjut membaca terus dari depan. Iya. Ini gara-gara judulnya yang keren punya itu heuheu

Saya pun sampailah di bab pertama, paragraf pertama. Sungguh saya kecewa. Ini penulis terkenal. Guru belajar menulis pula. Kok paragraf pertamanya seperti ini? Saya bolak-balik membaca kalimat perkalimat. Dan saya ngos-ngosan. Saya pun husnudzon, mungkin ini bukunya yang terbit pertama kali. Pastinya, tidak ada naskah yang tak retak (mengutip kata-kata pak Bambang Trim). Bisa jadi, ini karena saya berharap banyak pada penulis buku itu, dia akan menyajikan buku dengan apa yang saya harapkan. Ternyata, jauh dari ekspektasi saya. Atau ekspektasi saya yang ketinggian! Ehmmm ...

Sebenarnya buku itu bagus, malah sangat bagus menurut saya. Dari segi isi. Karena, isinya berdasarkan pengalaman si penulis. Saya suka buku-buku yang ditulis berdasarkan pengalaman penulis. Terutama buku nonfiksi. Saya suka orang-orang hebat. Saya suka ditulari semangatnya, kerjakerasnya, keistiqomahannya dan kesederhanaannya. Dan kalau ada yang sukses, tentu suka juga ikutan jadi sukses nantinya ^_^

Kesimpulannya: saya suka buku itu, tapi penyajiannya yang kurang sreg aja heuheu itu mah relatif kali ya. sampai saya berfikir, ini editor kemana ya? seharusnya kan editor jadi mata kloningannya penulis. (ga tega bilang mata ketiga, ntar sama dengan D :p, amit-amit naudzubillah)

Banyak sih suka duka membeli buku. ada yang bener cover yang eye catching, judul yang menarik, isi yang bermutu dll juga banyak yang sudah pas :-)

Tapi ada juga yang covernya keren, judulnya keren. Iustrasinya oke, tapi pas baca isinya, buku teks banget. Jangan-jangan semua buku teks yang jadi referensinya, nempel semua di buku itu :-) tinggal kisah-kisa inspiratifnya aja yang original :-)

Kembali lagi, tak ada naskah yang tak retak. Jadi, saya juga maklum banget. Apalagi saya juga kan penulis pemula. Belum tentu naskah saya lebih baik dari naskah yang saya nilai tersebut. Jadi bagi saya ketika membeli buku dan membacanya bisa jadi pelajaran menulis gratis. Baik itu buku non fiksi, fiksi, buku anak-anak, buku dongeng dan lain-lain.

Nah, Kalau begitu, Apa Pertimbangannya Dalam memilih Buku?

EES itu penting!

Eh apaan sih mak EES?

EES itu singkatan Edukatif, Entertainment dan Spiritual.

Pertimbangan saya dalam membeli buku kurang lebih seperti ini. Buku harus bermuatan edukatif (pendidikan), entertainment (hiburan) dan spiritual (bermuatan agama). Lain-lainnya: kalau itu buku anak, maka buku harus ramah anak dan ini sedikit sensitif, buku harus ramah dompet :-)

Gara-gara kasus WHY, pertimbangan saya semakin ketat pada buku-buku yang akan dibaca anak-anak. Buku terjemahan, maaf deh, nanti dulu. Saya sekarang lebih memilih membeli buku dari penulis penulis yang saya kenal kepribadiannya, kesholihannya dan interaksinya di dunia sosial media.

Di bawah ini beberapa koleksi di rumah saya. Masih ada lagi yang lain, tapi ini lumayan favorit juga :-)

Tidak hanya covernya yang eye cathcing, tapi isinya juga bagus (koleksi pribadi)
Buku-buku yang sering dibaca anak-anak saya (koleksi pribadi)
Buku yang bermuatan edukatif berupa komik asyik (koleksi pribadi)
ilustrasi di dalam yang membuat buku hidup (koleksi pribadi)
Untuk mengetahui buku-buku yang baru terbit dari teman-teman, saya menunggunya di grup Penulis Bacaan Anak (Paberland). Ini grup di Facebook yang memfasilitasi penulis dan penerbit buku bacaan anak. Setiap hari Rabu, saya duduk manis menunggu teman teman penulis mempromosikan buku barunya di sana. Senang melihat buku-buku yang telah terbit, tapi ada kalanya juga "kompor meledug". Saya jadi panas, kapan buku saya terbit hehhe

Nah, yang lebih seru lagi, kalau mau buku gratisan, kita duduk manis di kuis manis. Kalau beruntung, bisa mendapatkan durian runtuh. Buku anak akan meluncur ke rumah kita berpaket-paket heuheu

Selain itu, ada yang namanya Jum'at hangat. Karya member yang ingin dibedah, boleh dikirim di grup. Nanti temen-temen penulis senior dan editor yang kebetulan sedang ada di grup akan memberikan masukan untuk naskah kita. Asyik kan?

Nah, kalau yang ini hasil karya saya selama menjadi anggota Paberland. Kamu juga bisa lho seperti saya. Menghasilkan buku sekaligus berteman dengan penulis keren! Buku-buku di bawah ini hasil belajar pada para guru di Paberland.

Buku hasil karyaku (koleksi pribadi)

Alhamdulillah banyak manfaatnya menjadi member Paberland lho. Yang belum daftar, daftar deh sekarang. Sedang ada audisi menulis buku anak di sana.

 Masalah Krusial Di Dunia Penerbitan Indonesia, Apa Sih?

Ini hasil analisa saya yang sebenarnya belum memiliki kapasitas sebagai pengamat. Anggap saja saya pengamat buku yang abal-abal :-)

1. Menurut saya, IKAPI sebagai organisasi profesional yang menaungi semua penerbit di Indonesia sudah bagus kerjanya. Hanya saja, kurang sosialisasi ke masyarakat awam saja mungkin ya. Kalau masyarakat yang melek baca, terlibat dalam proses penerbitan buku dan bahkan menjadi penulis atau pengamat literasi Indonesia, mereka pasti tahulah satu-satunya organisasi penerbitan Indonesia.

Tapi bagaimana dengan masyarakat awam? Mungkin IKAPI bekerjasama dengan pemerintah membuat iklan di televisi pemerintah tentang pentingnya membaca buku. Kemudian disebutkan lembaga-lembaga yang terkait dengan penebritan buku dan pensortiran buku.

2. Dari buku Apa Dan Bagaimana Menerbitkan Buku, karya pak Bambang Trim. Diketahui bahwa masih banyak penerbit, terutama penerbit self publishing yang menolak menjadi anggota IKAPI. Padahal, dengan menjadi anggota IKAPI, mereka akan banyak mendapatkan keuntungan, selain keuntungan diakui bukunya secara nasional dan internasional juga menjadi aset sumber intelektual bangsa. Karya-karya akan tercatat di perpustakaan nasional dan diakui oleh perpustakaan internasional, karena ada ISBN.

Mengurus ISBN mudah kok, malah katanya gratis. Yang membuat sulit itu adalah ketika penerbit (abal-abal) ini memanipulasi biaya. Terutama pada penerbit self publishing yang baru berdiri dan gencar membuat buku antologi. Penulis antologi diperes idenya, eh setelah itu diperes juga duitnya.

IKAPI  harus tanggap atas beberapa kasus tak menyenangkan di dunia literasi ini. Harus menindak tegas penipu-penipu intelek ini sehingga ada efek jera tidak memanfaatkan penulis yang tidak tahu keberadaan IKAPI sebagai polisi literasi. Banyak penulis antologi yang naskahnya tidak ada kabarnya, buku tidak ada, apalagi royalti. Kalau pun dijual putus biasanya sangat-sangat tidak sesuai dengan kerja keras penulis memeras ide dan menulisnya sebagai tulisan yang inspiratif.

3. Untuk mencegah terjadinya kasus buku WHY, menurut saya ada baiknya IKAPI, Penerbit dan pemerintah, duduk bersama dalam menentukan konsep buku yang sesuai dengan adat ketimuran Indonesia dan tentunya konten yang menghormati agama terbesar di Indonesia. Saya yakin, sebagai umat beragama, agama apapun, akan menolak paham LGBT ini.

Akhir dari tulisan ini, saya tekankan kembali, tidak ada naskah yang tidak retak, oleh karena itu kesadaran dan kejujuran penerbit dan penulis dalam menghasilkan buku yang berkualitas akan sangat membantu para keluarga dan pecinta buku menjadi manusia-manusia intelek yang berkarakter dan berbudi bahasa.

Karena bahasa menunjukan bangsa. Buku sumber intelektual bangsa.


August 30, 2014

IKAPI: Payung Penerbit Nusantara Masa Lalu dan Masa Kini

August 30, 2014 2 Comments
Jujur,  sampai saat ini, ketika orang berbicara tentang IKAPI, saya malah ingatnya Pak Bambang Trim :-)

Jadi buat saya, "Ingat IKAPI, ingat Bambang Trim." hahha ini serius. Mungkin teman-teman pun pernah berpikir seperti saya :-) saking seringnya pak BT berbicara tentang masalah penerbitan buku  dan masa depan perbukuan di Indonesia.

Saya mengenal IKAPI baru dua tahun ini, ketika saya sedang semangatnya mengikuti jejak para penulis terkenal, menjadi penulis. Akhir tahun 2010 saya menjadi member di sebuah grup komunitas Penulis Bacaan Anak (Paberland). Di sana saya banyak belajar tentang seluk beluk menulis, terutama menulis untuk buku bacaan anak. Salah satu yang dermawan memberikan ilmu menulis dan seluk beluk penerbitan, adalah Pak Bambang Trim.

Pak BT ini pantasnya menjadi duta IKAPI, karena beliau adalah IKAPI berjalan :-) Keren deh bapak satu ini, sangat menginspirasi dan memotivasi  ^_^ Saya berdoa semoga next ketua pusat IKAPI adalah Pak Bambang Trim. Sudah ngolotok sepertinya IKAPI luar dalam :-)  (kata urang sunda mah, ngolotok teh  hapal di luar kepala) 

Dan saya sangat beruntung sekali, ketika suatu saat beliau menyebar buku hasil karyanya terkait Apa dan Bagaimana menerbitkan buku. Buku ini diterbitkan oleh IKAPI pada tahun 2012. Saya merasa beruntung, karena sebagai orang awam dalam dunia penulisan dan penerbitan buku, jadi tahu, bagaimana proses sebuah buku hingga ke pembaca. Tak hanya itu aja, banyak informasi terkait sejarah buku dan pemeliharaannya untuk masa depan pun lengkap disampaikan di buku ini dengan apik oleh Pak BT.

Inilah buku itu :-)


(koleksi pribadi)

Setelah membaca buku ini, alhamdulillah saya mulai melek IKAPI. Bagaimana organisasi lahir, apa visi dan  misinya. Siapa ketuanya saat ini. Apa kiprahnya dan lain sebagainya. Buku ini memang lengkap banget, karena merupakan buku yang ditulis oleh duta buku :-) maksudnya ditulis berdasarkan pengalaman Pak BT bersama IKAPI selama ini. Terima kasih, Pak. Bukunya bermanfaat sekali!

Setelah membaca buku ini, saya pun mengenal IKAPI saat saya dan teman saya mbak Nelfi, diundang ke pameran buku, Islamic Book Fair 2014 di Jakarta. Buku kami yang berjudul, Anak Muslim Cerdas, Petualangan Seru Memecahkan 30 Teka Teki, berhak mendapatkan IBF Award 2014, karena terpilih menjadi buku anak Islami kategori Fiksi anak.

Alhamdulillah! Kaget campur gembira, membuat saya tidak bisa tidur beberapa hari menjelang ke berangkatan saya dari Johor menuju Jakarta. Sampai di sana, saya mendapatkan buku panduan IBF 2014. Baru engeh, IBF adalah hasil kerja IKAPI Jakarta dan Panitia Islamic Book Fair.

 Inilah salah satu berkah mengikuti grup Komunitas Penulis Anak, yang biasa kami sebut Paberland. Grup yang membuat dunia anak setiap harinya adalah menyenangkan. Banyak ilmu bertaburan di sana dan juga guru menulis yang andal tentunya.  


(koleksi pribadi)

Nah kalau yang ini adalah sertifikat yang diberikan oleh Panitia IBF 2014. Ada logo IKAPInya juga lho ^_^ Jutaan terima kasih untuk guruku yang selalu menginspirasi.


(koleksi pribadi)
Oke lanjut!

Apa Sih sebenarnya IKAPI itu?

IKAPI adalah kepanjangan dari Ikatan Penerbit Indonesia.  IKAPI adalah satu-satunya organisasi penerbitan buku di Indonesia.

Sejarah Lahirnya IKAPI

Usianya hanya terpaut 5 tahun dengan kemerdekaan Republik Indonesia. 64 tahun. Lahir pada tanggal 17 Mei 1950 di Jakarta. Dipelopori oleh Sutan Takdir Alisjahbana, M. Jusuf Ahmad dan Nyonya A. Notosoetardjo. Ketua pertamanya adalah Ahmad Notosoetardjo.  Semangat nasionalisme pasca kemerdekaan Indonesia tahun 1945 yang mendorong berdirinya IKAPI. Pada masa itu, ada 13 penerbit yang menggabungkan diri dalam tubuh IKAPI. 

Empat tahun sejak bedirinya, IKAPI sudah menunjukan eksistensinya dalam dunia perbukuan nasional dan internasional. Ini terbukti dari catatan perjalanan IKAPI sejak awal berdirinya.


Baru lahir empat tahun sudah melakukan banyak manuver di bidang perbukuan. Kongres, membuat majalah, membuat cabang ikapi, tiga kali pameran buku di dalam negeri dan dua kali di luar negeri.

Ketua IKAPI dari awal pendirian sampai hari ini sudah berganti sebanyak 13 kali. Ketua pusat untuk periode tahun 2010 - 2015 adalah Dra. Lucya Andam Dewi M.Si.

Peran Yang Diharapkan Dari IKAPI Untuk Mengembangkan Dunia Membaca dan Menulis

IKAPI  sebagai satu-satunya lembaga penerbitan buku di Indonesia yang memiliki visi menjadikan industri penerbitan buku di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri dan luar negeri dan dapat berkiprah di pasar Internasional.

Sementara, Misi IKAPI adalah ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui upaya penciptaan iklim perbukuan yang kondusif, pengembangan sistem perbukuan yang kompetitif dan peningkatan profesionalisme asosiasi serta para anggotanya, sehingga perbukuan nasional mampu berperan secara optimal demi mempercepat terbentuknya masyarakat demokratis terbuka dan bertanggung jawab. 

Menurut pak Bambang Trim, kemajuan intelektual suatu bangsa tidak terlepas dari sejarah perbukuannya. Oleh karena itu IKAPI sebagai lembaga penerbitan perbukuan di Indonesia berusaha memenuhi semua urusan hajat hidup pegiat buku. Baik itu dari segi pemenuhan kebetuhan semua elemen perbukuan nasional dan apresiasi pada para pegiat literasi yang harus diperjuangkan.

Dari sejarah berdirinya hingga hari ini,  IKAPI terus berusaha membangkitkan citra bangsa lewat karya kreatif buku dan aktif menfasilitasi penerbit mengikuti berbagai event pameran buku baik di luar dan dalam negeri. Memberikan informasi terkait event-event dalam dan luar negeri. Menjadi jembatan antara penerbit dan penulis. Menjadi lembaga penyelenggara seminar, lokakarya, workshop dunia perbukuan, mengadakan pameran dalam dan luar negeri dan lain sebagainya.

Saya salut dengan perjuangan IKAPI yang telah berumur 64 tahun , meski mungkin sudah lelah dengan masalah angka melek baca yang tetap rendah dari tahun ke tahun, tetapi terus berjuang untuk memajukan dunia perbukuan untuk mewujudkan pilar kemajuan bangsa.

Menurut pak Bambang Trim, buku adalah produk intelektual dan termasuk masterpiece yang pernah dibuat oleh manusia lewat ide yang diberikan oleh Allah SWT. Oleh karena itu perlu dipikirkan konsep "Masa depan buku dan buku masa depan". membuat saya berkata dalam hati, masih ada harapan. Dunia terus berputar, peradaban manusia akan terus berjalan. Seiring dengan waktu, insyaAllah apa yang dicita-citakan kita semua, masyarakat Indonesia cerdas dan bermartabat akan terwujud.

Peran yang diharapkan dari IKAPI untuk dunia membaca dan menulis adalah:

1. Ketegasan dalam memberikan sangsi kepada lembaga atau perseorangan (penulis) yang menyebarkan konten yang tidak senonoh (pornografi), penyalahgunaan konten kesehatan pada buku anak dengan penggiringan opini pada perilaku meyimpang (LGBT dan anti agama).
2. Tegas memeberikan sangsi kepada penerbit atau perseorangan yang melakukan tindakan kriminal berupa plagiasi karya dan penyebaran opini sesat lewat buku-buku motivasi atau buku biografi, sejarah, agama dan lain-lain.
3. Perannya kepada masyarakat, yaitu memberikan edukasi yang terus menerus kepada pentingnya membaca dan menulis. Lewat media televisi dan spanduk-spanduk,
4. bekerjasama dengan pemerintah untuk mengatur fasilitas yang nyaman agar masyarakat nyaman dan merasa bergairah membaca dan menulis. Misalnya, memberikan pemotongan pajak kepada para pembeli buku atau barang-barang yang berkaitan dengan dunia literasi seperti laptop dan printer. Sehingga masyarakat merasa perlu membeli buku karena ada jaminan pembayaran pajak akan berkurang karenanya. Ini akan berdampak pada kesadaran membaca dan membayar pajak. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.
5. Mensosialisasikan konsep penerbitan digital. Meski isunya akan terjadi 20 tahun lagi, tetapi karena semakin canggihnya  teknologi dampaknya akan berimbas kepada dunia literasi. Hal ini harus diatur undang-undang yang memberikan perlindungan terutama kepada penulis sehingga penerbit tidak terkesan mengabaikan penulis dalam publikasi buku menjadi e-book atau jenis lainnya di dunia penerbitan digital.

Reformasi Apa Yang Akan Saya Lakukan Jika Menjadi Pengurus IKAPI?

Namanya juga jika, kalau, andai. Tidak apa-apa kan kalau muluk dikit hehhe

Reformasi yang akan saya lakukan:
1. Terus menjadikan IKAPI sebagai lembaga penerbitan buku yang profesional dan mendunia.
2. Menjadikan IKAPI sebagai polisi dunia literasi.
3. Membuat peraturan yang tegas untuk penerbit atau penulis yang menyebarkan konten yang menimbulkan pergolakan, seperti isu LGBT, menyebarkan gambar porno dll.
4. Membuat gerakan, membumikan cinta membaca dan menulis dengan program bernama "One day, One Book" and "One day, One diary."
5. Memperjuangkan hak penulis sebagai pegiat literasi untuk menurunkan pajak bagi penulis.
6. Menjadi jembatan antara penerbit dan penulis dalam kegiatan perumusan buku yang sesuai dengan perkembangan zaman.
7. Membuat museum buku yang terbesar dan terlengkap di Asia.
8. Membuat lembaga penelitian buku.
9. Membuat program edukasi kepada masyarakat pentingnya membaca dan menulis untuk masa depan diri, bangsa dan negara.
10. Merangkul semua pihak untuk program charity kepada masyarakat tak mampu di pelosok Indonesia, berupa pengadaan perpustakaan desa, perpustakaan keliling dan pemberian bantuan buku pengayaan yang berkualitas kepada sekolah-sekolah.

Semoga IKAPI tetap jaya dan sukses mengayomi dunia literasi Indonesia. Menjadi payung yang memberikan perlindungan saat hujan dan panas dunia literasi nusantara yang terkadang tidak bisa dinafikan, ada pasang surutnya. IKAPI akan terus ada, karena dunia literasi membutuhkan IKAPI sebagai penjaga sumber intelektual bangsa.

Referensi:
Apa & Bagaimana Menerbitkan Buku, Bambang Trim, 2012, IKAPI.
Buku Panduan Islamic Book Fair 2014, IKAPI.

August 28, 2014

Gadget atau Konten? Pilih dua-duanya dong!

August 28, 2014 2 Comments
Sebenarnya saya tidak cukup pandai dalam mereview gadget dan konten. Karena seperti biasa, untuk masalah ini, saya sangat tergantung sekali kepada suami saya :-)

Jadi, untuk memancing ide menulis ini, saya survey kecil-kecilan kepada anak-anak saya. Sudah lama mereka ini ingin sekali dibelikan gadget. Peraturan saya, anak SMP, anak SD apalagi TK, gadget ntar dulu ya :-)

Eit, sebelum ngomongin gadget dan konten, lebih baik kita coba uraikan dulu, apa sih gadget dan fitur itu.

Gadget adalah alat elektronik yang memiliki pembaharuan dari hari ke hari sehingga membuat kehidupan manusia nyaman. Contoh yang termasuk gadget ini adalah laptop, hape, tablet dll.

Terus, kalau fitur apa? Ternyata fitur itu penyederhanaan dari bahasa Inggris, feature. Fitur itu berkaitan dengan keunggulan  dan kualitas  produk yang memberikan daya tarik gadget.

Nah sekarang tinggal konten nih. Kalau gitu, mungkin fitur itu konten gadget ya (maaf kalau menyesatkan heuheu). Karena semakin banyak dan bagus konten gadget, maka orang akan banyak mencari gadget itu, meskipun harganya mahal. *kalau saya sih masih mikir-mikir juga sih :-) *

Di zaman serba canggih begini, apa sih yang tidak ada di pasaran?
Dari  gadget mulai  100 ribuan, sampai juta-juta juga ada. Biasanya yang kisaran harganya antara 100 ribu sampai 500 ribu itu tidak banyak fitur. Jadi cukup untuk nelepon aja dan sms-an.

Sementara yang sudah harga jutaan, katanya sih fiturnya banyak dan lengkap. Kontennya juga keren-keren.

Tapi karena saya masih bingung, apa sih yang dicari costumer kalau membeli peralatan canggih ini, misalnya beli laptop atau smartphone?

Nah, akhirnya saya tanya deh sama anak-anak. Kalau umi beliin hape , mau yang gimana?

Sulung (SMP kelas 1): Kakak mau hape yang bagus, warnanya cantik, dan ringan. Terus harus bisa whatshap, youtube, facebook, sms, telepon, game, kamera dan bisa baca Al Quran.

Tengah (SD kelas 4): Teteh mau hape yang mana aja, yang penting bisa youtube, whatshap, game, sms, telepon, kamera dan ada Al Qurannya.

Nah, itu jawaban kedua putri saya.

Keduanya sudah melek teknologi, namun, si sulung sudah bisa memilih gadget yang sesuai dengan keinginannya. Dan dia tipe yang suka dengan style atau gaya, semakin barang itu keren tampilannya, maka dia akan memburunya. Baru lihat kelebihan barang itu. Terkadang saya harus ngadu otot sama si sulung untuk memberikan pengertian kepadanya baik dan buruk dari barang yang dia inginkan, entah itu buku, mainan, atau masalah gadget ini.

Nah, kalau dengan anak saya yang nomor dua ini, dia orangnya easy going, malah kadang saya yang bawel banget liat penampilan dia heuheu pake baju aja cuman dua, kalau enggak pake kaus kuning, pake kaus oranye. Padahal baju kausnya banyak. Begitu juga dengan jilbabnya. Jilbab cokelatt terus. Kayak baju teh cuman ada dua dan jilbab cuman satu. Aduh, apa kata dunia neh, bisa dilaporin ke komnas Anak saya. hiyyy...

Dia akan memilih apa saja yang saya sarankan. Atau milih sendiri tanpa melihat tampilan hapenya itu jadul atau barang baru. Tidak terlalu repot dia mah, yang penting apa yang dia cari terpenuhi. sama dengan gadget, yang penting yang dia mau ada di gadget itu dan mudah memakainya. Kadang saya justru yang bawel mengarahkan dia, supaya lebih memperhatikan penampilan heuheu *ini emak kurang konsisten, jadi jangan diikutin ya*

Itulah si teteh, mirip dikit sih dengan saya. Tapi dominan si kakak yang mirip dengan saya heuheu

Hmm ... Kalau saya sendiri tidak terlalu memikirkan tampilan gadget (sama sih sama anak saya yang kedua heuheu, tapi kan saya mah lebih karena urusan dompet. hiyaaa :D). Alasan saya, gadget ga menarik tampilannya kan nanti dibungkus juga pake covernya. Tapiii kalau ada yang bagus, keren dan murah, saya pasti lebih milih gadget yang bagus,  keren dan murah itu dong hehhe.

Terpenting fiturnya menarik, kontennya lengkap dan membuat saya nyaman menggunakannya ke mana pun saya pergi. Apalagi kan sekarang teh  saya sedang menikmati hari-hari  jadi Mom blogger dan penulis. Tentunya gadget harus bisa memberikan semua fasilitas itu kepada saya.

Seperti misalnya; bisa menulis, kirim email, chating, sms, telepon, bisa menyimpan data yang banyak, kamera dengan resolusi tinggi dan bisa mencari referensi dengan cepat, ada aplikasi Al Quran juga. jadi ketika kelupaan membawa Al Quran, bisa membacanya di mana pun kita berada.

Ini mungkin sepenggal pengalaman saya beberapa hari lalu. Ketika saya diajak suami ke toko komputer. Awalnya saya ingin membeli laptop, karena laptop saya screennya menghitam, meski kalau di sambung dengan external monitor masih dipergunakan. Tapi saya tidak bisa membawanya ke mana-mana. Bayangkan, bawa laptop dan external monitor yang segede gaban ke mana-mana, heuheu bisa disatronin pangeran berbaju belang-belang alias temennya gerombolan si berat :p

Nah, sampailah saya di toko komputer. Dalam bayangan saya, saya akan membeli laptop yang disarankan oleh kawan saya. Laptop itu ringan, touch screen, bisa menulis dengan pen di atas laptopnya itu (nah ini salah satu yang saya cari biar bisa menggambar di laptop) dan banyak yang membuat saya tergiur ingin memilikinya juga. Tapi badjet ternyata tidak nututi. Ibaratnya si pungguk merindukan bulan huhu *melow amat ya*

Suami saya menunjuk laptop dari yang murah sampai yang mahal. Saya bingung karena ternyata, banyak yang harganya murah juga, cuman saya enggak tau fasilitasnya mirip tidak dengan laptop kawan saya itu apa tidak? Karena kan yang ditulis di depan masing masing laptop itu hanya specnya saja. Huhu. saya bingung milihnya. Akhirnya saya pilih yang touch screen, ringan, murah, slim, window 8 (yey akhirnya punya juga :D) dan bisa diputar-putar (flip notebook). Pasrah. Laptop canggih nih. Sambil membatin terus karena senang heuheu dan untuk membunuh penasaran saya sama gadget yang bisa menggambar memakai pen, saya beli juga EasyPen, Graphic Tablet for drawing and painting. Puas deh!

Tapi ... lho ... lho ... sampai di rumah, saking canggihnya (model terbaru katanya tuh laptop, baru launch seminggu di Malaysia. ehem) saya yang gaptek ini bingung ngoperasiinya hahaha. Akhirnya daripada manyun, saya minta diajarin sama tetangga saya (makasih bu Ary).

Begitulah pengalaman emak gaptek yang lagi belajar melek teknologi :-) Ada yang punya pengalaman sama? hehhe

Nah, hari ini saya sedang naksir dengan tablet yang akan dilaunching oleh Syaamil Quran dalam waktu dekat. Kontennya super lengkap dan merupakan gadget pertama yang berisi konten referensi keislaman yang lengkap.

Ini spesifikasinya yang saya ambil dari website Syaamil Quran:


Berharap  bisa memiliki Syaamil Tabz ini, karena konten di dalam tabz ini memiliki unsur dakwah kepada keluarga. Buku-buku pun tidak perlu bertumpukan di rumah saya yang minimalis dengan banyak barang. Karena Syaamil Tabz sudah mengumpulkan referensi penting seperti buku seri pengetahuan Islam dan  buku parenting sudah kumplit. Untuk anak anak juga ada game edukasi yang bisa dimainkan bersama keluarga.


Ah ... andai saya yang memenangkan Syaamil Tabz ini, sungguh bahagianya ^_^, anak anak saya  sudah heboh melihat tampilan tabz ini dan mendoakan uminya yang mendapatkan tabz ini. amiinnn *hihi boleh dong bermimpi, siapa tahu mimpi jadi kenyataan ^_^

*Tulisan ini diikutkan dalam lomba Parade Ngeblog yang diselenggarakan oleh IKAPI Bandung dan Syaamil Quran

Miracle Al Quran: Menuju Indonesia Bebas Buta Hurup Al Quran

August 28, 2014 3 Comments
Prolog

Sudah empat tahun saya tinggal di Malaysia. Dan sudah empat tahun pula saya berinteraksi dengan tenaga kerja wanita dari Indonesia di negeri jiran ini. Saya bergabung dengan sebuah komunitas sosial di Johor, yaitu Ikatan Keluarga Muslim Indonesia (IKMI) yang bergerak di bidang dakwah dan sosial.

Setiap pekan kami mengadakan pengajian bersama para TKI. Terkadang setiap dua minggu sekali saya diundang mengisi taklim di hostel (asrama) mereka.

Saat pertama datang ke hostel mereka, ada sekitar 20 orang lebih yang mengikuti kajian yang diselenggarakan di sebuah surau di lingkungan hostel. Alhamdulillah, saya sangat bahagia sekali. Karena semangat mereka mencari ilmu itu sangat besar. Bayangkan, selama seminggu bekerja, bahkan ada yang hari Ahad juga bekerja, tapi mereka tetap istiqomah mengikuti pengajian.

Terkadang ada yang sambil ngantuk, tapi masih meluangkan waktu untuk hadir. Pengajian ini ini kami adakan seminggu sekali setiap hari Ahad malam, dari pukul 8 sampai 10.30 malam.

Dalam pertemuan pekanan ini, seperti biasa kami membaca Al qur'an dan membaca terjemahannya secara bergiliran. Sungguh pemandangan yang sangat memprihatinkan, karena di antara 20 orang ini paling hanya 2 orang yang sudah bisa membaca al quran dengan lancar, meski masih banyak juga yang harus diperbaiki di sana sini terutama makhrojul hurupnya.  Selebihnya ada yang maih buta hurup Al Qur'an dan ada juga yang membaca Al Quran dengan terbata-bata,  jauh dari membaca al quran dengan  tartil.

Karena itulah, akhirnya dihidupkan kembali kelas tahsin untuk membantu mereka dalam mengenal hurup Al Qur'an dan membaca Al Qur'an dengan bacaan tajwid yang benar. Kebetulan, ada seorang ustazah lulusan LIPIA dan hafizah bersedia menjadi kepala sekolahnya dan mengkoordinir kami untuk mendampingi para TKI di kelas tahsin.

Kelas tahsin ikhwan dan akhwat ini dibuat terpisah. Kelas akhwat dikoordinir oleh lulusan LIPIA dan kelas ikhwan dikoordinir oleh ustaz lulusan Madinah.

Itulah pengalaman saya selama di Johor. Alhamdulillah empat taun tinggal di sini, adik-adik TKI sudah melek membaca Al Quran. Jumlahnya tidak besar, tapi alhamdulillah sudah memberikan angin segar kepada kawan-kawannya di hostel dan menjadi motivator teman-temannya yang lain yang belum tersentuh Al Quran.

Masih banyak TKI yang harus disentuh, terutama untuk dibantu untuk melek Al Qur'an dan mengeluarkannya dari buta Al Quran. Karena jumlahnya lebih besar dari jumlah yang telah terbina. Ini PR besar dakwah di Johor khususnya untuk TKI asal Indonesia dan Malaysia pada umumnya.

Dan faktanya, hasil penelitian yang dilakukan oleh Departemen Agama pada tahun 2001, angka buta hurup Al Quramn mencapai 80% dari mayoritas umat Islam di Indonesia.

Dan mengalami penurunan pada tahun 2009 sebanyak 60-70%. Angka yang jika dikonversikan dengan jumlah ummat Islam di Indonesia yang berjumlah 190 juta orang, maka hasilnya adalah sebanyak 55 juta - 70 - juta yang sudah terbebas dari buta Al Quran dan sisanya buta hurup Al Quran. Angka yang fantastik!(selengkapnya bisa dibaca di sini )

Mengapa semua ini bisa terjadi?

Banyak faktor yang membuat mereka buta hurup Al Quran. Apalagi di zaman sekarang. Gaya hidup hedonisme telah melenakan sebagain masyarakat kita. Belum lagi masalah ekonomi keluarga yang membuat kita lebih memilih bekerja dan karena kesibukannya itu membuatnya kita lalai dari membaca Al Quran.

Pengakuan dari teman-teman TKI, setelah seharian bekerja, mereka lelah dan tidak ada waktu untuk membaca Al Quran. Sementara waktu kecil, mereka tidak ikut pengajian di madrasah.Minimnya fasilitas yang mendukung belajar Al Quran tidak tersedia di kampung mereka. Jadi pengajian yang dilakukan sekedar membaca yasinan. Itupun dibaca dengan bacaan sekadarnya. Atau mengikuti pengajian tetapi dengan guru yang memiliki kemampuan membaca Al Quran yang biasa saja. Yang penting mengenal hurup Al Quran, yang penting pernah belajar Al Quran, yang penting bisa membaca Al Fatihah dll.

Terkadang, sudah melakukan shalat, puasa dan zakat sudah merasa cukup melakukan ibadah kepada Allah. Padahal esensi dari ibadah itu harus kaafah, harus menyeluruh, bukan ibadah yang setengah-setengah. Bukan sekedar gugurnya satu kewajiban, tapi menafikan kewajiban ibadah yang lain.

Belajar membaca Al Quran hukumnya wajib. Terkadang kita sudah merasa cukup dengan khatam Al Quran sewaktu kecil dan merasa tidak perlu membacanya karena sudah khatam. Pandangan yang salah ini banyak tersebar di masyarakat kita. Padahal belajar membaca Al Quran adalah menjadi kebutuhan dasar umat Islam, karena bagaimana kita akan melakukan ibadah yang lain, jika kita tidak bisa membaca Al Quran dengan tartil. Al Quran dan sunnah adalah panduan ummat Islam di dunia.

Al Quran dari masa ke masa

Sebelumnya saya memakai Al Quran yang dikeluarkan oleh depag, alhamdulillah Al Quran itu memotivasi saya untuk terus dekat dengan Al Quran setelah saya berhijab, meskipun tulisan kecil dan belum berstandar rasmul Utsmani.

Setelah itu saya mengenal Al Quran kecil ini. Ini adalah Al Quran yang saya beli dengan uang saku sendiri. Al Quran kecil yang selalu saya bawa ke mana saja saya pergi. Dibaca dan dihapalkan isinya.


Al Quran saya yang pertama (dok. pribadi)

Al Quran kecil ini mudah dibawa dan selalu ada di dalam tas saya. Al Quran Rasmul Utsmani, yaitu Al Quran  berstandar penulisan yang dinisbatkan kepada khalifah Utsman bin Affan ra. Dulu saya kesulitan membaca Al Quran sebelum memiliki Al Quran pojok ini. Alhamdulillah dengan memiliki Al Quran rasmul Utsmani, saya membaca Al Quran dengan mengikuti kaidah membaca Al Quran sesuai tajwid.

Saat ini sudah banyak bentuk dan jenis Al Quran yang berada di pasaran. Dari yang bentuknya lucu dan cantik karena berpita, ada yang disampul tas cantik dan diberi fasilitas e-pen.

Isinya pun tak kalah menarik. Ada yang rainbow atau di tulis di kertas warna warni, dengan sisipan yang tak kalah cantik. Ada Al Quran untuk penghapal Al Quran.

Syaamil Madina, dengan sisipan yang cantik (foto pribadi)


ini Al Quran yang ada di rumah. masing-masing penghuni rumah punya satu :-)
 Alhamdulillah, di rumah, anak-anak pun sudah punya kesadaran sendiri untuk dekat dengan Al Quran dan membacanya setiap hari. Bahkan ke sekolahpun si sulung dan anak nomor dua tidak pernah lupa membawanya ke sekolah. Karena di sekolahnya ada program menghapal Al Quran.

abang sedang mengaji

Teteh muraja'ah bersama Al Quran for Woman Syaamil

Seiringnya waktu, saya pun sudah tidak bisa membaca Al Qur'an dengan hurup yang kecil. Saya dekarang lebih suka membaca Al Qur'an memakai Al Qur'an yang besar dan berhurup besar.

Ingin sekali saya memiliki Al Quran besar dengan tanda tajwid dan ada terjemahan perkatanya sekaligus. Sayang sekali, saya belum berkesempatan memilikinya. Alhamdulillah beberapa waktu lalu, saya mengikuti lomba menulis cerita anak yang diadakan oleh Syaamil Al Quran dan saya mendapatkan Al Quran Bukhara. saya pun masih setia menunggu Al Quran itu sampai dipangkuan saya :-)



Al Quran Bagaimana yang Belum ada Di Indonesia?
Saya rasa semua sudah ada di Indonesia. Dari Al Quran for women Azalia Hishna,  Al Qur'an Miracle dengan E-Pen reader,  Syaamil Quran For Kids (MYFA), Al Quran untuk di praktikan seperti Al Quran Hijaz produk Syaamil,  Al Quran Bukhara.



Bahkan sekarang ada Smartphone Syaamil Tabz. Yaitu tablet dengan content aplikasi yang super lengkap. Tak hanya memuat aplikasi untuk belajar Al Quran dan membacanya, tetapi juga dilengkapi dengan aplikasi referensi shahih untuk menunjang kita dalam beribadah.



Semua sudah lengkap ^_^

Al Quran yang Bagaimana yang diperlukan oleh Umat Islam di Indonesia saat ini?

Melihat fenomena yang menyedihkan atas mayoritas umat Islam yang belum melek hurup Al Quran, saya berpikir untuk Al Quran yang cocok untuk umat Islam saat ini adalah:

1. IQRO atau tuntunan membaca Al Quran yang menggunakan E-Pen.

 Ini untuk mengantisipasi kelangkaan  guru mengaji / tahsin disebuah kawasan pedesaan  agar mereka bisa belajar secara mandiri dengan baik dan benar. Hal ini ditujukan untuk memperbaiki bacaan Al Quran masyarakat sesuai tajwid. Masyarakat bisa menggunakannya bersama keluarga di rumah.

Dan alhamdulillah, produk ini sudah diluncurkan oleh Syaamil Quran,

New Miracle the Reference 22 in 1 E-Pen plus Buku Iqro Assyaamil dan Juz Amma Yaasin Perkata.

New Miracle e-pen plus Iqro
Sayangnya produk ini harganya mahal. Bagi masyarakat yang masih belum mengecap manfaat dari Al Quran ini, akan sangat keberatan dengan harga tersebut. Untuk makan saja susah apalagi untuk membeli Al Quran yang harganya jutaan.

Usulan saya, mungkinkah Syaamil  memberikan cicilan yang lebih rendah lagi, misalnya bisa dicicil perhari. Agar semua masyarakat miskin baik di kota besar maupun di pedesaan mendapatkan manfaat yang besar dari Al Quran Miracle ini. 

Karena sebagian besar masyarakat yang buta Al Quran beragam, dari kalangan atas, menengah dan miskin. Tidak semua orang mampu memfasilitasi diri dan keluarganya dengan fasilitas yang memadai untuk belajar Al Quran.

2. Program wakaf Al Quran

Dengan memberikan wakaf Al Quran bagi masyarakat yang kurang mampu. Diharapkan dari program ini akan terbina rasa saling mengasihi antar umat Islam. Termotivasi untuk membantu saudaranya dalam memberantas buta hurup Al Quran. 

Wakafnya pun langsung ke tangan masyarakat. Lebih baik jika ada pengawasan dan dikoordinir oleh orang yang mau menjadi relawan Melek Al Quran. Dengan demikian wakaf akan berjalan sesuai tujuan yang ingin dicapai, yaitu memberantas buta hurup al Quran.

Al Quran di bawah ini akan bermafaat sekali karena bisa menbantu masyarakat untuk dekat dengan Al Quran, tetapi tidak tepat diberikan kepada orang-orang yang masih buta hurup Al Quran. Saya prefer dengan memberikan IQRO E-Pen. Kalau Syaamil bisa memberikan dukungan dengan membuat program wakaf Iqro E-pen ini akan besar sekali manfaatnya kepada umat Islam yang masih buta hurup Al Quran.



 Epilog

Berharap ajang pameran yang diselenggarakan IKAPI Bandung dan Syaamil Quran akan memberikan pencerahan untuk masalah buta hurup Al Quran ini. Dengan memberikan edukasi yang terus menerus kepada masyarakat betapa pentingnya IQRA, membaca. Baik itu membaca buku untuk kehidupan dunia maupun membaca Al QURAN sebagai pedoman hidup umat Islam, dunia dan akhirat.

Jika membutuhkan volunteer, insyaAllah saya sebagai anggota  Paberland, sebuah Komunitas Penulis Anak,  dengan suka cita akan membantu dalam pendistribusian wakaf Al Quran kepada masyarakat yang membutuhkan.

*Tulisan ini saya ikutkan dalam Lomba Parade Ngeblog yang diselenggarakan oleh Syaamil Quran dan IKAPI Bandung



August 27, 2014

Buku Anak Yang Menarik : Membentuk Karakter Anak Berbudi Pekerti

August 27, 2014 2 Comments
Menurut saya,  buku anak pada saat ini sudah mengalami gairah yang luar biasa. Ini terlihat sejak tahun 2012 sampai tahun 2014, peningkatan penjualan buku anak sangat  pesat. Pada tahun 2012, di pesta buku Islamic Book Fair 2012,  stand buku anak diserbu pengunjung. Dan ini berimbas pada omset penerbit yang mengalami peningkatan yang signifikan. Menyusul IBF tahun 2014, angka penjualan buku anak kembali menggelembung mengalahkan penjualan jenis buku yang lainnya.

Buku anak juga menyumbangkan kontribusi terbesar pada peningkatan angka penjualan di Indonesia. Hal ini bisa dilihat di informasi industri buku yang ditulis oleh IKAPI.

Ada 33.199.557 eksemplar buku terjual di Indonesia sepanjang tahun 2013. Dan yang menyumbangkan angka penjualan terbesar adalah buku anak, yaitu sebesar 23%.

http://ikapi.org/news/detail/industry-info/24/informasi-industri-buku-indonesia.html 

Sungguh menggembirakan dengan animo masyarakat mulai bergairahnya masyarakat, terutama keluarga yang mulai melek baca, sehingga menjadikan buku sebagai salah satu dari kebutuhan yang diperhitungkan pengeluaran belanjanya setiap bulan.

Buku Anak Bagimana yang Menarik?

Pada tahun 2014, pemenang Islamic Book Award 2014, Kategori Buku Fiksi Anak, adalah Anak Muslim Cerdas. Petualangan Seru Memecahkan 30 Teka Teki. Menurut dewan juri, buku ini sesuai dengan tema yang diusung oleh IBF pada tahun itu, yaitu Saatnya Umat Berkarakter Qur'ani, selain penilaian yang lainnya, terkait content.

Pemenang IBF 2014 Kategori Fiksi Anak (foto pribadi)
  Buku ini memang unik, karena berisi 30 cerita fiksi petualang khas anak-anak, yang mengarahkan anak-anak memecahkan teka-tekinya itu dengan cara membuka Al Qur'an. Buku ini menggiring anak-anak untuk menjadikan Al Qur'an sebagai solusi pada masalah yang dihadapi mereka. Misalnya diceritakan di dalam buku itu kisah tiga orang Pramuka Siaga yang tersesat di dalam hutan. Salah satu anak membawa Al Qur'an dan teringat apa yang disampaikan oleh kakak pembinanya Bahwa Allah menciptakan kompas alam berupa bintang. Segera dia membuka Al Qur'an dan mengingat surat dan ayat yang disampaikan oleh kakak pembinanya itu. Dan, alhamdulillah mereka akhirnya bisa keluar dari hutan berpedoman pada kompas bintang yang Allah ciptakan di langit.

buku pemenang IBF Award 2014


Buku  ini selain mengajak anak-anak untuk mencintai Al Qur'an juga sangat menginspirasi untuk berbuat baik.

Buku-buku yang menarik lainnya adalah buku yang memberikan pengetahuan anak-anak tentang aqidah, sirah nabawiyyah, pengetahuan umum dan buku yang berkaitan dengan pelajaran di sekolah. Hal ini sangat meringankan tugas orang tua, terutama buku-buku yang menumbuhkan karakter buliding pada anak-anak. Tantangan global di masa kini menjadi salah satu alasan mengapa orang tua lebih tertarik pada buku-buku yang bernafaskan Islam dan pengetahuan dasar anak-anak.

Buku yang menarik juga buku yang tak hanya bagus di cover tetapi juga berbobot isinya, dan dengan ilustrasi yang menarik. Oiya, satu lagi, buku yang menarik adalah buku yang ramah anak dan tentunya ramah dompet juga :-)

Tulisan ini diikutkan dalam lomba Parade Blog #PameranBukuBdg2014



August 26, 2014

Pameran Buku Sebagai Upaya Meningkatkan Kecerdasan Masyarakat

August 26, 2014 5 Comments


Sebenarnya banyak hal yang ingin saya sampaikan dalam membuat tulisan untuk event Lomba blog #PameranBukuBdg2014. Tapi saya bingung, harus mulai dari mana. Jadi saya cerita tentang pengalaman saya saja ya. Saat saya menerjemahkan sebuah buku dari bahasa Malaysia ke dalam bahasa Indonesia.


Waktu ditawari menerjemahkan buku tersebut, saya tidak tahu buku jenis apa yang akan saya terjemahkan. Karena merasa  tinggal di Malaysia dan merasa sudah cukup memiliki bekal dalam hal bahasa, saya menyangggupi untuk menerjemahkan buku tersebut. Dan ternyata buku yang akan diterjemahkan adalah buku tentang Motivasi Pemasaran Dalam Bisnis.


Ada dua buku yang harus diterjemahkan. Saya pun memilih salah satu yang saya anggap tidak terlalu berat bahasanya. 

Begitu mulai menerjemahkan, dwe wenggg … saya langsung pusing. Ternyata banyak bahasa yang tidak saya mengerti. Mau mundur, ini tantangan. Akhirnya saya maju terus pantang mundur. Saya siapkan kamus  Tesaurus Alfabetis Bahasa Indonesia, Kamus Malaysia Inggris. Kemudian untuk pengayaan, saya pun  akhirnya membaca tentang artikel-artikel marketing. 


Tak terasa, saya asyik membaca, membaca dan membaca. Kapan nerjemahinnya? Ya sambil jalan dong. 

Dan apa yang terjadi? Saya mendapat banyak sekali pelajaran dari pengalaman pertama menerjemahkan buku, mendapat masukan kosa kata bahasa Malaysia, Ilmu marketing dan pengalaman baru sebagai penerjemah. Pokoknya saya senang banget. Angkat topi sama teman-teman yang sudah terlebih dahulu menjadi penerjemah, pasti kalian lebih banyak lagi dapat manfaatnya.


Ilmu jendela dunia, that's right! 

Ajaib! Selama menerjemahkan yang terjadi pada saya adalah keinginan untuk menjadi writerpreneur dan entrepreneurpun semakin menjadi. Dengan bekalan ilmu marketing yang saya pelajari diam-diam saat menerjermahkan buku tersebut, saya akhirnya memiliki bekal bagaimana cara mendapatkan ide, menjual ide, mempromosikan buku saya kelak dan lain-lain. Bahagia deh pokoknya.

Saking terinspirasinya sama buku itu, saya juga mencari penulisnya. Dan, ketemu! Kebetulan dia akan mengadakan pelatihan wirausaha di kota tempat tinggal saya, Johor. Saya pun mendaftarkan diri mengikuti kelas gratisnya. Saya pun tersenyum, inilah salah satu strategi untuk mengenalkan usaha kita, membuat seminar gratis. Ada tertulis dalam buku itu.

Gara-gara menerjemahkan buku, saya jadi membaca, punya keinginan untuk maju (jadi pengusaha tea :-)), ikut seminar gratis. Wow, banyak amat ya manfaatnya :-)


Kalau membaca banyak manfaatnya, mengapa minat membaca orang Indonesia dikabarkan masih rendah?


Oh. Mungkin ini salah satu sebabnya.


"Apa Manfaat Membaca Bagimu?"


Manfaat membaca bagi masing-masing orang pasti berbeda. Betul kan? Seperti yang saya sampaikan di atas, mungkin mereka belum merasakan manfaat dari membaca buku.


Begini. 

Saat saya membaca buku-buku tentang bisnis, itu karena saya kepayahan menerjemahkan  istilah istilah dibidang marketing.  Begitu juga alasan membacanya Albert Einstein, alasannya karena fisika. Bagi Bill Gates karena beliau perakit komputer, dan bagi JK Rowling, membaca membuai mimpinya menjadi seorang penulis cerita fantasi. Dan mungkin pembaca juga punya alasan lain mengapa membaca.


Dalam buku, Quatum Reader, sukses apapun, tak peduli kecil atau besar, dimulai dengan membaca, menulis dan mengingat.


Yup, saya sepakat banget. 


Setiap orang punya alasannya sendiri-sendiri untuk mendongkrak minat membacanya. Terkadang bagi saya penulis pemula,seperti saya, membaca adalah kebutuhan dasar untuk meningkatkan kualitas menulis. Menulis pun butuh keterampilan, dan itu bisa diperoleh dengan cara membaca buah karya orang lain. Membaca pun akan membentuk karakter seseorang, tak hanya kecerdasan inteletualnya saja tetapi juga kecerdasan emosi dan spiritualnya.


Jadi, mengapa minat membaca masyarakat Indonesia masih rendah?


Sebetulnya mungkin, permasalahannya adalah pada tingkat perekonomian masyarakat kita yang masih rendah. Pendapatan rakyat Indonesia yang belum merata. Miskin dan kaya itu nampak sangat jelas. Untuk rakyat miskin, buku belum menjadi kebutuhan primer dan mendesak. Saat ini yang mereka lebih butuhkan adalah makanan dan (mungkin) pendidikan.

Nah, sekarang harapan kita kepada masyarakat kelas menengah ke atas. Apakah minat membaca mereka juga rendah? Jawaban dari pertanyaan ini mungkin membutuhkan penelitian lebih mendalam, sehingga bisa lebih adil dalam menilai.

Karena pada kenyataannya, tidak dapat dipungkiri, saat ini ilmu dan teknologi sudah bukan barang mahal lagi di Indonesia. Facebook dan twitter sudah bisa dinikmati oleh setiap orang yang memiliki telepon genggam yang bisa akses internet. Masa sih membeli perangkat canggih itu saja bisa terbeli, kenapa untuk membeli buku tidak direncanakan keuangannya setiap bulan?


Ada selorohan dari teman, katanya, ada tetangganya, rumahnya terpencil hampir reyot, tapi di depan rumahnya ada parabolanya. Fenomena seperti ini banyak di pelosok pedesaan, karena mereka butuh hiburan dari kotak hitam. Begitu anak-anak minta dibelikan buku, tidak ada uang. Miris.

Mungkin juga karena masyarakat belum menemukan manfaat dari membaca. Belum klik dengan budaya membaca, sehingga dianggapnya membaca hanya membuang waktu dan membeli buku membuang duit. cmiiw 

Jadi, saat ini yang perlu diperbaiki adalah mindset.


Tentang minat membaca masyarakat kita yang memprihatinkan ini terangkum dalam hasil temuan United Nations Development Programme (UNDP) bahwa Indonesia menempati peringkat ke 96 dalam minat membaca. Dan untuk Asia Tenggara, hanya ada dua negara dengan peringkat di bawah Indonesia, yakni Kamboja dan Laos, masing-masing berada di urutan angka seratus. 


Jadi, melihat fenomena di atas, apa peranan Pameran buku, IKAPI dan PENERBIT dalam mencerdaskan masyarakat?


Sebentar lagi pameran buku akan digelar di Bandung pada tanggal 29 Agustus - 4 september mendatang. Pameran buku yang digawangi oleh IKAPI dan Penerbit ini  saya mendukung sekali diadakan setiap tahun dan diadakan di beberapa kota. 

Ini bisa menjadi salah satu event yang bisa membumikan minat membaca buku sehingga masyarakat yang kurang minat membaca merasa "enggak keren" atau ketinggalan zaman jika tidak membaca buku. 


IKAPI  sebagai satu-satunya lembaga penerbitan buku di Indonesia konsen kepada industry kreatif penerbitan buku. Dengan segala upaya IKAPI ingin membangkitkan citra bangsa lewat karya kreatif buku dan aktif menfasilitasi penerbit mengikuti berbagai event pameran buku baik di luar dan dalam negeri. Saya salut dengan perjuangan IKAPI yang telah berumur 64 tahun , meski mungkin sudah lelah dengan masalah angka melek baca yang tetap rendah dari tahun ke tahun, tetapi terus berjuang untuk memajukan dunia perbukuan untuk mewujudkan pilar kemajuan bangsa.

Visinya untuk Buku Masa Depan dan Masa Depan Buku, membuat saya tersenyum, masih ada harapan. Dunia terus berputar, peradaban manusia akan terus berjalan. Seiring dengan waktu, insyaAllah apa yang dicita-citakan kita semua, masyarakat Indonesia cerdas dan bermartabat akan terwujud.


Mungkin ini sedikit saran dari saya,  yang bisa dilakukan bersama-sama selama pameran buku, antara IKAPI, Penerbit dan Masyarakat adalah :

1. Perlu adanya gerakan atau aksi dari pecinta literature, nama gerakannya "Membaca buku di mana pun dan kapan pun". 
Seperti masyarakat Jepang, mereka tidak malu di kereta api, di jalan sambil menunggu bis, di taman  dan di kafe-kafe membaca buku. Bukunya juga rapi-rapi, tidak ada lipatan. Ketika mereka membuang buku pun masih seperti baru. (pengalaman saat di Jepang, jadi pemulung buku dan langganan beli buku di flea market )


2. Mungkin ini juga bisa menjadi salah satu alternative kegiatan dalam pameran buku, selama seminggu serentak diadakan gerakan  sehari bersama buku. Menyayangi buku dan menghadiahkan buku kepada orang yang tidak mampu. Gerakan ini akan sangat bermanfaat sekali dalam mendorong minat membaca masyarakat yang kurang mampu.

Istilahnya, One Man One Book.


3. Membuat pekan edukasi kepada masyarakat. Berisi penyadaran pada masyarakat arti pentingnya membaca. 


4. Membuat jargon cinta membaca dengan kata-kata yang indah dan memotivasi masyarakat untuk senantiasa cinta buku dan cinta membaca. Misalnya: Allah perintahkan Rasulullah, “IQRA!” Yuk kita membaca.

Pameran buku akan memberikan manfaat lebih banyak jika diisi tak hanya  memamerkan buku-buku yang ada, menjualnya dengan harga diskon, tetapi juga ada kegiatan aksi nyata yang dilakukan bersama-sama untuk mencintai buku, mencintai baca, dan berbagi buku kepada anak-anak atau keluarga tidak mampu. Semoga pameran buku akan benar-benar menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan kecerdasan masyarakat.

*Tulisan ini saya ikutkan dalam lomba  blog #PameranBukuBdg2014

Referensi:
Apa & Bagaimana Menerbitkan buku, Bambang Trim , IKAPI, 2012
Quantum Reader, Bobbi DePorter, 2010, Kaifa
Buku Panduan IBF 2014



Follow Us @tutiarien