August 30, 2014

# #PameranBukuBdg2014 # Lomba NgeBlog

IKAPI: Payung Penerbit Nusantara Masa Lalu dan Masa Kini

Jujur,  sampai saat ini, ketika orang berbicara tentang IKAPI, saya malah ingatnya Pak Bambang Trim :-)

Jadi buat saya, "Ingat IKAPI, ingat Bambang Trim." hahha ini serius. Mungkin teman-teman pun pernah berpikir seperti saya :-) saking seringnya pak BT berbicara tentang masalah penerbitan buku  dan masa depan perbukuan di Indonesia.

Saya mengenal IKAPI baru dua tahun ini, ketika saya sedang semangatnya mengikuti jejak para penulis terkenal, menjadi penulis. Akhir tahun 2010 saya menjadi member di sebuah grup komunitas Penulis Bacaan Anak (Paberland). Di sana saya banyak belajar tentang seluk beluk menulis, terutama menulis untuk buku bacaan anak. Salah satu yang dermawan memberikan ilmu menulis dan seluk beluk penerbitan, adalah Pak Bambang Trim.

Pak BT ini pantasnya menjadi duta IKAPI, karena beliau adalah IKAPI berjalan :-) Keren deh bapak satu ini, sangat menginspirasi dan memotivasi  ^_^ Saya berdoa semoga next ketua pusat IKAPI adalah Pak Bambang Trim. Sudah ngolotok sepertinya IKAPI luar dalam :-)  (kata urang sunda mah, ngolotok teh  hapal di luar kepala) 

Dan saya sangat beruntung sekali, ketika suatu saat beliau menyebar buku hasil karyanya terkait Apa dan Bagaimana menerbitkan buku. Buku ini diterbitkan oleh IKAPI pada tahun 2012. Saya merasa beruntung, karena sebagai orang awam dalam dunia penulisan dan penerbitan buku, jadi tahu, bagaimana proses sebuah buku hingga ke pembaca. Tak hanya itu aja, banyak informasi terkait sejarah buku dan pemeliharaannya untuk masa depan pun lengkap disampaikan di buku ini dengan apik oleh Pak BT.

Inilah buku itu :-)


(koleksi pribadi)

Setelah membaca buku ini, alhamdulillah saya mulai melek IKAPI. Bagaimana organisasi lahir, apa visi dan  misinya. Siapa ketuanya saat ini. Apa kiprahnya dan lain sebagainya. Buku ini memang lengkap banget, karena merupakan buku yang ditulis oleh duta buku :-) maksudnya ditulis berdasarkan pengalaman Pak BT bersama IKAPI selama ini. Terima kasih, Pak. Bukunya bermanfaat sekali!

Setelah membaca buku ini, saya pun mengenal IKAPI saat saya dan teman saya mbak Nelfi, diundang ke pameran buku, Islamic Book Fair 2014 di Jakarta. Buku kami yang berjudul, Anak Muslim Cerdas, Petualangan Seru Memecahkan 30 Teka Teki, berhak mendapatkan IBF Award 2014, karena terpilih menjadi buku anak Islami kategori Fiksi anak.

Alhamdulillah! Kaget campur gembira, membuat saya tidak bisa tidur beberapa hari menjelang ke berangkatan saya dari Johor menuju Jakarta. Sampai di sana, saya mendapatkan buku panduan IBF 2014. Baru engeh, IBF adalah hasil kerja IKAPI Jakarta dan Panitia Islamic Book Fair.

 Inilah salah satu berkah mengikuti grup Komunitas Penulis Anak, yang biasa kami sebut Paberland. Grup yang membuat dunia anak setiap harinya adalah menyenangkan. Banyak ilmu bertaburan di sana dan juga guru menulis yang andal tentunya.  


(koleksi pribadi)

Nah kalau yang ini adalah sertifikat yang diberikan oleh Panitia IBF 2014. Ada logo IKAPInya juga lho ^_^ Jutaan terima kasih untuk guruku yang selalu menginspirasi.


(koleksi pribadi)
Oke lanjut!

Apa Sih sebenarnya IKAPI itu?

IKAPI adalah kepanjangan dari Ikatan Penerbit Indonesia.  IKAPI adalah satu-satunya organisasi penerbitan buku di Indonesia.

Sejarah Lahirnya IKAPI

Usianya hanya terpaut 5 tahun dengan kemerdekaan Republik Indonesia. 64 tahun. Lahir pada tanggal 17 Mei 1950 di Jakarta. Dipelopori oleh Sutan Takdir Alisjahbana, M. Jusuf Ahmad dan Nyonya A. Notosoetardjo. Ketua pertamanya adalah Ahmad Notosoetardjo.  Semangat nasionalisme pasca kemerdekaan Indonesia tahun 1945 yang mendorong berdirinya IKAPI. Pada masa itu, ada 13 penerbit yang menggabungkan diri dalam tubuh IKAPI. 

Empat tahun sejak bedirinya, IKAPI sudah menunjukan eksistensinya dalam dunia perbukuan nasional dan internasional. Ini terbukti dari catatan perjalanan IKAPI sejak awal berdirinya.


Baru lahir empat tahun sudah melakukan banyak manuver di bidang perbukuan. Kongres, membuat majalah, membuat cabang ikapi, tiga kali pameran buku di dalam negeri dan dua kali di luar negeri.

Ketua IKAPI dari awal pendirian sampai hari ini sudah berganti sebanyak 13 kali. Ketua pusat untuk periode tahun 2010 - 2015 adalah Dra. Lucya Andam Dewi M.Si.

Peran Yang Diharapkan Dari IKAPI Untuk Mengembangkan Dunia Membaca dan Menulis

IKAPI  sebagai satu-satunya lembaga penerbitan buku di Indonesia yang memiliki visi menjadikan industri penerbitan buku di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri dan luar negeri dan dapat berkiprah di pasar Internasional.

Sementara, Misi IKAPI adalah ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui upaya penciptaan iklim perbukuan yang kondusif, pengembangan sistem perbukuan yang kompetitif dan peningkatan profesionalisme asosiasi serta para anggotanya, sehingga perbukuan nasional mampu berperan secara optimal demi mempercepat terbentuknya masyarakat demokratis terbuka dan bertanggung jawab. 

Menurut pak Bambang Trim, kemajuan intelektual suatu bangsa tidak terlepas dari sejarah perbukuannya. Oleh karena itu IKAPI sebagai lembaga penerbitan perbukuan di Indonesia berusaha memenuhi semua urusan hajat hidup pegiat buku. Baik itu dari segi pemenuhan kebetuhan semua elemen perbukuan nasional dan apresiasi pada para pegiat literasi yang harus diperjuangkan.

Dari sejarah berdirinya hingga hari ini,  IKAPI terus berusaha membangkitkan citra bangsa lewat karya kreatif buku dan aktif menfasilitasi penerbit mengikuti berbagai event pameran buku baik di luar dan dalam negeri. Memberikan informasi terkait event-event dalam dan luar negeri. Menjadi jembatan antara penerbit dan penulis. Menjadi lembaga penyelenggara seminar, lokakarya, workshop dunia perbukuan, mengadakan pameran dalam dan luar negeri dan lain sebagainya.

Saya salut dengan perjuangan IKAPI yang telah berumur 64 tahun , meski mungkin sudah lelah dengan masalah angka melek baca yang tetap rendah dari tahun ke tahun, tetapi terus berjuang untuk memajukan dunia perbukuan untuk mewujudkan pilar kemajuan bangsa.

Menurut pak Bambang Trim, buku adalah produk intelektual dan termasuk masterpiece yang pernah dibuat oleh manusia lewat ide yang diberikan oleh Allah SWT. Oleh karena itu perlu dipikirkan konsep "Masa depan buku dan buku masa depan". membuat saya berkata dalam hati, masih ada harapan. Dunia terus berputar, peradaban manusia akan terus berjalan. Seiring dengan waktu, insyaAllah apa yang dicita-citakan kita semua, masyarakat Indonesia cerdas dan bermartabat akan terwujud.

Peran yang diharapkan dari IKAPI untuk dunia membaca dan menulis adalah:

1. Ketegasan dalam memberikan sangsi kepada lembaga atau perseorangan (penulis) yang menyebarkan konten yang tidak senonoh (pornografi), penyalahgunaan konten kesehatan pada buku anak dengan penggiringan opini pada perilaku meyimpang (LGBT dan anti agama).
2. Tegas memeberikan sangsi kepada penerbit atau perseorangan yang melakukan tindakan kriminal berupa plagiasi karya dan penyebaran opini sesat lewat buku-buku motivasi atau buku biografi, sejarah, agama dan lain-lain.
3. Perannya kepada masyarakat, yaitu memberikan edukasi yang terus menerus kepada pentingnya membaca dan menulis. Lewat media televisi dan spanduk-spanduk,
4. bekerjasama dengan pemerintah untuk mengatur fasilitas yang nyaman agar masyarakat nyaman dan merasa bergairah membaca dan menulis. Misalnya, memberikan pemotongan pajak kepada para pembeli buku atau barang-barang yang berkaitan dengan dunia literasi seperti laptop dan printer. Sehingga masyarakat merasa perlu membeli buku karena ada jaminan pembayaran pajak akan berkurang karenanya. Ini akan berdampak pada kesadaran membaca dan membayar pajak. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.
5. Mensosialisasikan konsep penerbitan digital. Meski isunya akan terjadi 20 tahun lagi, tetapi karena semakin canggihnya  teknologi dampaknya akan berimbas kepada dunia literasi. Hal ini harus diatur undang-undang yang memberikan perlindungan terutama kepada penulis sehingga penerbit tidak terkesan mengabaikan penulis dalam publikasi buku menjadi e-book atau jenis lainnya di dunia penerbitan digital.

Reformasi Apa Yang Akan Saya Lakukan Jika Menjadi Pengurus IKAPI?

Namanya juga jika, kalau, andai. Tidak apa-apa kan kalau muluk dikit hehhe

Reformasi yang akan saya lakukan:
1. Terus menjadikan IKAPI sebagai lembaga penerbitan buku yang profesional dan mendunia.
2. Menjadikan IKAPI sebagai polisi dunia literasi.
3. Membuat peraturan yang tegas untuk penerbit atau penulis yang menyebarkan konten yang menimbulkan pergolakan, seperti isu LGBT, menyebarkan gambar porno dll.
4. Membuat gerakan, membumikan cinta membaca dan menulis dengan program bernama "One day, One Book" and "One day, One diary."
5. Memperjuangkan hak penulis sebagai pegiat literasi untuk menurunkan pajak bagi penulis.
6. Menjadi jembatan antara penerbit dan penulis dalam kegiatan perumusan buku yang sesuai dengan perkembangan zaman.
7. Membuat museum buku yang terbesar dan terlengkap di Asia.
8. Membuat lembaga penelitian buku.
9. Membuat program edukasi kepada masyarakat pentingnya membaca dan menulis untuk masa depan diri, bangsa dan negara.
10. Merangkul semua pihak untuk program charity kepada masyarakat tak mampu di pelosok Indonesia, berupa pengadaan perpustakaan desa, perpustakaan keliling dan pemberian bantuan buku pengayaan yang berkualitas kepada sekolah-sekolah.

Semoga IKAPI tetap jaya dan sukses mengayomi dunia literasi Indonesia. Menjadi payung yang memberikan perlindungan saat hujan dan panas dunia literasi nusantara yang terkadang tidak bisa dinafikan, ada pasang surutnya. IKAPI akan terus ada, karena dunia literasi membutuhkan IKAPI sebagai penjaga sumber intelektual bangsa.

Referensi:
Apa & Bagaimana Menerbitkan Buku, Bambang Trim, 2012, IKAPI.
Buku Panduan Islamic Book Fair 2014, IKAPI.

2 comments:

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @ceritaummi

Follow Us @tutiarien