December 10, 2015

Bolu Kukus Cokelat TiTOS

December 10, 2015 7 Comments
Beberapa waktu lalu, saya dan beberapa ibu-ibu geng pengajian di dekat rumah berguru membuat bolu kukus ke tetangga saya yang cantik dan baik hati, Bu Ary Nur Azizah. Bu Ary ini selain berbakat menulis juga pintar membuat segala rupa kue jajanan pasar. Sebut saja risoles, kue sus, lemper, bolu kukus, brownies dan lain-lain. Risoles dan kawan-kawannya itu baru ditulis aja bikin saya ngeces, apalagi kalau beneran disuguhin ... enyakk banget! Bikin kita-kita ketagihan pokoknya mah!

Nah, setelah sukses belajar bolu kukus dari bu Ary, saya pun mempraktekannya di rumah. Alhamdulillah cara membuatnya mudah dan gak ribeut. Anak-anak juga bolak-balik bikin sendiri ga kesulitan.

ini hasil praktek pertama, belum mekar semua 

Hasil praktek kedua kali, sudah mekar sempurna :-)


Nah, belakangan saya kepikiran, kalau bikin bolkus enggak pake telur, ga pake ovalet dan gak pake sprite bisa gak ya? akhirnya saya browsinglah beberapa resep yang banyak bertebaran di dunia maya. Alhamdulillah ada resep yang sesuai dengan kebutuhan saya. Tapi enggak mudah juga menerjemahkan resepnya itu. ga jelas gitu lho. Yah, daripada mikir kelamaan, saya coba modifikasi saja sesuai dengan pengalaman saya membuat bolkus selama ini.

Eksperimen pertama ini lumayan bikin deg-degan juga, karena kuatir enggak jadi juga. Saya coba positif thinking, kalau enggak jadi juga, misalnya enggak seperti bolu kukus, ya minimal ada kue buat ganjel perut :-) Bismillah ...

Saya dan anak-anak pun berjibaku di dapur. Ada yang nuang terigu, soda kue, susu, gula, minyak dan air. Saya bagian yang ngaduk, karena ini mungkin titik kritisnya. Tak puas dengan adukan dengan tangan, saya mixer selama 5 menit agar semua bahan tercampur dengan rata.

Saat mempersiapkan semua bahan hingga menjadi cairan adonan, kita panaskan dandang kukusan hingga saat kita mengukus, kukusan sudah siap untuk mengukus kue. Masukan adonan dalam cetakan bolkus  yang dilapisi kertas kue. Kukus selama 15 menit. Mungkin saat mengukus ketiga kali (saya cuman punya cetakan 11 biji, jadi 3 kali mengukus), kain untuk menutupi tutup pengukus basah, ganti kainnya agar air tidak menetes membasahi kue.

Saat mengangkat kue pun tiba. Alhamdulillah, ternyata berhasil!  Ini dia penampakannya yang mekar sempurna meski enggak pake sprite dan ovalet. Memang enggak begitu empuk sih, karena kan enggak pake telur dan ovalet. Tapi enggak keras kok. Pas kalau menurut saya sih. Anak saya semua suka bolu kukus, apalagi bolkus cokelat. Alhamdulillah, laris manis :-)

Hasil praktek bolkus tanpa ovalet, telur dan sprite. Mekar!



Agar tidak penasaran, ini saya share sekalian resepnya ya. Bolu Kukus Cokelat TiTOS (Tanpa telur, tanpa ovalet dan  tanpa sprite). Keren ya namanya heuheu :-)

Bolu Kukus Cokelat TiTOS

Bahan:
2 gelas tepung terigu
1 gelas air hangat
200 gr  susu kental manis cokelat
1 gelas gula pasir
8 sendok makan minyak sayur
2 sdt soda kue

Cara Membuatnya:
1. Panaskan dandang untuk mengukus dengan air yang cukup.
2. Campurkan tepung terigu, gula, susu kental manis, soda kue, air dan minyak dalam wadah.
3. Mixer hingga tercampur dengan rata kurang lebih 5 menit.
4. Masukan adonan dalam plastik dan ikat. Gunting sedikit ujung plastik sehingga menjadi corong kecil.
5. Masukan adonan dalam cetakan bolu kukus hingga hampir penuh.
6. Kukus lebih kurang 15 menit.

#untuk 26 buah 

Selamat mencoba!



October 26, 2015

[Resensi] Sayap-sayap Sakinah: Cintaku, Cintamu karena Cinta-Nya

October 26, 2015 2 Comments
sayap-sayap sakinah
Ikhtisar Buku:

Sayap-sayap Sakinah: Cintaku, Cintamu karena Cinta-Nya. Buku ini merupakan serial buku non fiksi yang berisi tentang segala hal yang harus diketahui oleh para calon pengantin yang hendak menyempurnakan setengah diennya. Para istri dan suami yang menginginkan pernikahan yang sakinah, mawadah dan penuh rahmah. Para pencari cinta yang menginginkan cinta sejati.

Jodoh dan perjodohan merupakan misteri Allah. Buku ini hadir untuk memenuhi pengetahuan calon pengantin  melaksanakan pernikahan dari mulai tahap persiapan, ketika menikah dan pasca menikah. Ibaratnya sebuah jalinan cinta yang sakral, maka cinta yang terikat dengan mitsaqun ghaliza ini mestilah tak luput dari berbagai ujian.

Buku ini memberikan tuntunan bagi calon pengantin maupun para pengantin yang sudah melayari bahtera kehidupan menuju cinta yang membahagiakan.

Resensi:

Sayap-sayap Sakinah: Cintaku, Cintamu karena Cinta-Nya. Sesorean tadi saya berusaha menghabiskan buku ini. Tak sengaja anak laki-laki saya membaca judulnya, "Sayap-sayap Sakinah!" ejanya. Dia memang selalu peduli dengan bacaan yang sedang saya baca. Dia pun bertanya:

"Ummi, sayap-sayap itu apa?" tanyanya. Saya melirik padanya. Dia sedang membolak-balik buku bersampul biru itu.
"Sayap itu kepak, yang buat burung bisa terbang," jelas saya pendek.
"Kalau sayap-sayap?" tanyanya lagi.
"Sayap-sayap, kan sayapnya ada dua, jadi disebut dua-duanya," jawab saya sekenanya.
Dia dan adiknya pun memeragakan menjadi burung.

Saya termenung melihat tingkah mereka. Mereka mengepak-kepakan kedua tangannya, seolah-olah burung yang sedang terbang bebas. Sayap yang kokoh. membawa pemilik sayap terbang dengan gesit, sehat, ceria dan bebas membawa kebahagiaan. Bagaimana jika sayap itu patah?
Sayap-sayap itu tentu ada penciptanya. Sang Maha Pencipta. Dengan cinta-Nya.

Sayap-sayap Sakinah, begitu menggelitik hati. Buku ini memang banyak membuat saya merenung. Hati saya bergetar saat membaca tentang Oh, mitsaaqon Gholiidzo ( halaman 143) atau tersenyum ketika teringat proses taaruf saya dengan suami. Begitu juga ketika membaca tulisan mbak Ria tentang walimah yang sederhana (halaman 149) dan disambung dengan tulisannya mbak Afra yang membahas tentang malam pertama ( halaman 155). Bahasan-bahasan yang membuat ingatan saya mengembara ke 15 tahun lalu saat seorang pria tak dikenal datang kepada ayah saya meminta saya menjadi pendampingnya dunia akhirat.

Di dalam buku ini saya temukan banyak mutiara hikmah yang meski saya sesali, kenapa baru sekarang saya membacanya, saya yakin buku ini akan berguna bagi saya dimasa depan. Masa di mana bahtera ini tidak akan pernah mulus berlayar, kecuali dengan kesadaran, bahwa kecintaan saya kepada suami saya atau sebaliknya tentulah atas dasar cinta kepada Allah. Begitu juga ketika datang badai yang menerpa keluarga kecil saya, bahwa kebencian tidak akan menyelesaikan masalah karena keluarga kecil saya kini didirikan atas dasar cinta kepada Allah. Bukan kepada yang lainnya.

Sayap-sayap Sakinah banyak mengajarkan saya untuk memberikan terbaik kepada keluarga saya, baik itu kepada suami, kepada anak dan kepada kedua orang tua, terutama mertua. Dengan bahasa yang cair mengalir hingga alirannya masuk ke dasar hati saya yang dalam. Saya memang termasuk orang yang melankolis, mudah sekali terbawa perasaan, tapi saya bersyukur dengan demikian saya mudah dipengaruhi oleh kebaikan.

Saya bersyukur bisa membaca buku duet keren ini antara mbak Afifah Afra dan mbak Riawati, meski saya sudah mengarungi bahtera pernikahan selama 15 tahun, buku ini memberikan angin segar dan ide-ide cemerlang dalam mempertahankan pernikahan yang harmonis dan bahagia. Seperti judul buku itu, sayap-sayap sakinah. Full ketenangan,  full cinta dan full kasih sayang.

Saya kira tidak ada keluarga yang tidak pernah dilanda masalah, maka kesadaran bahawa Cintaku, Cintamu karena ada kekuatan CintaNya harus terus ditumbuhkan.

Buku ini buku yang romantis yang pernah saya baca. Penuh dengan puisi-puisi yang membuat saya mabuk karena cinta. Yah, menghibur diri dengan puisi cinta membuat saya semakin percaya diri, bahwa  cinta membuat kita kuat meski topan badai menghantam hebat.

Kekurangan buku ini, hanya satu, prolog yang bertele-tele, itu saja sih, selebihnya saya suka penuturan kedua penulis yang smart dan cemerlang. Syabas!

Spesifikasi buku:
Judul: Sayap-sayap Sakinah
Penulis: Riawani Elyta dan Afifah Afra
Penerbit: Indiva
Tebal: 239 halaman

October 08, 2015

Life with XL: Bersamamu Kini dan Nanti

October 08, 2015 8 Comments
Saya mengenal XL setelah  menikah pada bulan Januari tahun 2001. Pada tahun itu, dua minggu setelah menikah, saya mengikuti sebuah aksi demontrasi mahasiswa. Saat itu saya pergi tidak ditemani suami, karena beliau  harus mengajar.

Saya pergi bersama dengan teman-teman. Selain membawa bekal makanan dan minuman dari rumah, suami juga membekali saya sebuah handphone  dengan antena di kepala sebelah kirinya. Waktu itu handphone belum sebagus sekarang. Fiturnya pun tidak sebanyak sekarang. Dulu bisa menelpon dan menerima telepon serta sms di perjalanan saja sudah cukup senang.

Sehari sebelumnya suami telah mengisi pulsa agar saya bisa menghubunginya di kantor. Dia berlangganan kartu perdana ProXL. Selain biayanya murah setiap kali dipakai untuk melakukan percakapan lewat telpon, juga bisa saling berbagi pulsa,

Tak lupa saya pun mencatat nomor telepon kantor suami agar bisa dihubungi. Saat itu Jakarta mencekam. Mahasiswa dan masyarakat berkumpul di sekitar istana negara dan HI.

Pulang dari demo, sudah hampir maghrib. Saya janjian dengan suami di sudut stasiun Bogor. Karena saya kelaparan, saya  memutuskan membeli donat di kedai yang berada di dalam stasiun. Saya makan sendirian sambil memandangi pintu masuk ke stasiun Bogor.

Entah sudah berapa lama saya duduk di sana. Seorang pemuda menghampiri saya dengan wajah cemas. Ternyata suami saya. Dengan tergopoh ia meminta saya mengeluarkan handphone dari dalam tas.

Saya pun mengeluarkan benda hitam kecil itu dari dalam tas ransel. Dan membukanya. Ya ampun, ternyata suami saya sudah menelpon berkali-kali dan saya tidak mendengarnya. Efek lapar kali ya heuheu

Alhamdulillah suami saya tidak marah, meski dia harus menunggu lama dalam cemas. Itulah manisnya pengantin baru. Eaaaa ...

Pengalaman kedua, saat saya harus berpisah sementara dengan suami. Saat itu, suami mendapat beasiswa S3 Mombusho. Beasiswa dari Kementrian Pendidikan dan kebudayaan Jepang. Bulan Oktober 2001 Suami  meninggalkan saya yang sedang hamil besar.

Handphone nokia jadulnya dengan nomor XL saya yang memakainya. Nomor itu cantik, mudah diingat. 0818191272.  Dari nomor itu, saya ingat dua orang yang dekat dengan saya. Suami saya lahir di tahun 1972 dan ayah mertua yang lahir pada 20 Desember. Beda satu angka dengan nomor yang tertera di nomor suami. Tapi itu berarti sekali.

Kemarin saya bertanya kepada suami, apakah nomor itu memang minta ke XL atau bagaimana? Jawab suami, tidak. Jadi saat itu, tahun 1996 saat suami pertama kali berlangganan XL memang masih banyak nomor yang seperti itu. Cantik-cantik dan mudah diingat.

Saya menggunakan kartu XL untuk menghubungi suami yang sedang di Jepang lewat sms. Suami menghubungi saya dari Jepang lewat hape. Kadang juga lewat telepon rumah.

Saat saya melahirkan, suami tidak menghubungi. Saya terus memandangi hape yang saya bawa. Sedih juga sih. Tapi ketika suami menceritakan hal yang sebenarnya, bahwa saat saya melahirkan suami naik ke puncak gunung. Dia naik ke puncak gunung bersama teman-temannya, untuk menghilangkan galau karena tidak bisa mendampingi istri melahirkan  dan anak pertama lahir. Saya malah jadi terharu.

Tahun 2002 saya mengikuti suami ke Jepang. Hape jadul bernomor XL itu pun kami bawa serta. Setiap bulan suami membeli pulsa untuk nomor hape tersebut. Dan tahun 2007 kami kembali lagi ke Indonesia.

Tahun 2007 saya dibelikan hape baru oleh suami berikut nomor XLnya. Suami memang pelanggan sejati dan tidak pernah pindah ke lain hati. Saya pernah bertanya kenapa pilih XL? jawabnya cukup sederhana. Bisa bagi pulsa. Itu saja.

Tahun 2010 saya dan keluarga diboyong suami ke Malaysia. Kedua nomor XL kami terus dipelihara suami. Setiap 3 bulan sekali beliau membeli pulsa untuk nomor XL saya dan suami.

Sayangnya pada tahun 2013, nomor XL saya hangus. Saya lupa tanggal ekspirednya. Padahal nomor itu pun mudah diingat dan sangat usefull untuk komunikasi dengan teman teman di Indonesia.

Pada bulan Juni 2015 yang lalu, kami pulang kampung. Mudik selama 3 minggu. Untuk komunikasi saya dan anak-anak, suami membelikan nomor XL untuk tiga anak saya yang sudah pandai menggunakan handphone. Masing-masing anak diberi handphone yang cukup untuk menerima telpon dan menerima sms. Karena saya dan suami kerap melakukan urusan di luar rumah dan anak-anak ditinggal di rumah dengan om dan tantenya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kami meninggalkan mereka dengan telpon. Ehmm ... kadang juga HP itu dipake anak main game juga sih hihihi game sederhana.

Sebagai pengguna XL dari masa ke masa, saya sepakat sekali dengan slogan XL dalam #19thBersama, "Setia merangkai cerita dengan penuh suka cita". Slogan itu mewakili saya juga.

Selama #19thBersama XL, suami saya tidak pernah ada keluhan. Saya juga. Palingan keluhannya, banyak amat sih iklannya XL Axiata hihihi kirain sms dari mana, ternyata dari XL Axiata. Ya sudahlah, namanya iklan produk kan gapapa kali ya, yang penting enggak ambilin pulsa aja. Itu doang.

Selamat Milad XL semoga kamu tambah maju dan berkah usianya. Menjadi pelopor kemajuan Indonesia di bidang telekomunikasi seluler! #19thBersama



*Pengalaman seru ini diikutkan dalam Lomba XL Life Competition

October 07, 2015

Tempat Makan yang Bikin Meletop

October 07, 2015 8 Comments
Saya baru mendengar nama restoran ini sepekan yang lalu, saat diskusi bersama adik-adik FLP. Diskusinya tentang rencana mengajak makan malam Manini Pipiet Senja yang akan datang silaturahim pada tanggal 5 dan 6 Oktober yang lalu (Nanti saya ceritakan deh yang ini, banyak kisah seru dan cukup membuat perut kejang denger cerita manini wkwkwk) Sebenarnya saya merekomendasikan sebuah resto BBQ dan Asam Pedas yang letaknya tak jauh dari rumah saya, tapi demi Rindu hihihi akhirnya saya setuju.

nih dia peraturan yang keren banget itu


 Meletop. Cukup aneh kedengarannya di telinga saya.

Saya pun bertanya pada Rindu.
"Emang enak, Ndu?"
"Enak lah bu. Selain enak, murah pula. Kita bisa makan sekenyangnya hanya dengan bayar RM20."

Setelah diskusi diskusi diskusiiii .... saya pun setuju. Kebetulan anak anak saya memang suka kuliner steamboat. Mungkin samalah dengan apa yang sering saya buat di rumah. Odeng! Meletop .... berharap ga bener-bener meletop!

Oiya, mungkin teman-teman di Indonesia bingung. Meletop apaan sih? Meletop or meletup adalah jika kita masak air dan air di dalam panci rebusan mendidih kepanasan, maka akan terjadilah meletup atau melotop kata orang Malaysia mah hihihihi puanas, pedasss! *huahhh saya jadi grogi. Secara perut saya suka berontak kalau dikasih pedes pedes nehhh :p

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun datanglah. Saya meluncur ke tempat tujuan setelah shalat isya. Bener-bener blank, ga ada bayangan apa apa tentang restoran ini. Saya kira tempatnya di sebelah Mom and Bakery tempat saya memesan kue. Ternyata kita salah jalan. Waktu terus berjalan. Saya dan suami sudah muter muter di tempat yang sama. Akhirnya saya berinisiatif membuka google map.Langsung search Meletop. Ternyata cukup terkenal juga resto ini. karena dengan hanya mengetik kata kunci "Meletop" itu udah berjejer aja review resto ini. Nama Restonya ada di halaman pertama google berikut alamat lengkapnya plus kalau diklik mapnya tertera jelas koordinat di mana letak resto ini ada di fanpage facebooknya dan beberapa review dari para pengunjung. 

Saya pun segera mencatat koordinat resto di GPS dan alhamdulillah berbekal GPS dalam waktu lima menit kami sudah sampai di resto itu. 

Resto itu sudah ramai orang. Jalan mobil di depan resto itu sebagiannya sudah diisi dengan bangku-bangku dan meja dengan pengunjung yang duduk bersama keluarganya. Tempat parkir tampaknya juga sudah penuh. Akhirnya suami menyuruh saya dan anak-anak duluan masuk ke dalam resto dan berkumpul dengan teman-teman FLP dan beliau mencari tempat parkir.




diambil dari blog orang


Resto ini ada tiga tingkat. Tingkat pertama tempat buffet yang diklaim resto terdapat 100 menu yang akan menyelerakan pengunjung. Tingkat dua tempat makan pengunjung dan tingkat ketiga surau.

Di resto ini isi buffetnya mulai segala jenis ikan yang sudah dibumbui dengan berbagai bumbu, daging ayam dan daging sapi yang sudah dibumbui dengan segala macam bumbu. Ada bumbu sate, bumbu rendang, bumbu percik dll yang nanti dicelupkan pada kuah tom yam atau dipanggang. Ada segala macam bahan steamboat. dari mulai Tahu, kani, bakso, udang, kepiting, kerang dll ada juga sayur-sayuran yang siap di masukan dalam campuran kuah tomyam, seperti brokoli, jagung, wortel dll. 

diambil dari blog orang


Ada segala jenis mie, mie keriting, mie bihun, mie soun, mie lurus hihihi plus spagheti yang sudah tinggal am ... nyam ... nyam ...

selain itu ada ais campur batu atau es campur, es sirup, es krim dll yang semuanya adalah layan sendiri. Self service. 

diambil dari blog orang


Spesial menu hari Senin dan Rabu tambahannya adalah nasi goreng kampung, nasi briyani dan nasi goreng entah namanya. Ada tiga jenis nasi goreng.  

Semua boleh dimakan sekenyangnya, sepuasnya. Tapi jangan mubazir. Karena jika Anda melakukan permubaziran Anda akan dikenakan denda RM5/100 gram.

Heemm ... awas kalau mubazir!

Suami saya berseloroh, katanya bagus juga nih diterapkan di rumah, kalau ada yang tidak menghabiskan makanan atau ada makanan hari ini yang tidak habis, semua anggota keluarga kena membayar denda RM5. Eh, anak saya yang kecil, yang belum sekolah nangis. Katanya,

"Sarah kan belum sekolah, mana punya uang, huhuhu," 

Anak yang lain juga protes tapi tidak seserius Sarah yang langsung menangis. Abinya segera menghibur, tidak akan diterapkan secepatnya, dan yang membayar kalau ada makanan sisa di resto itu Abi yang bertanggungjawab. 

"Uangnya dari dompet Umi, tenang aja," katanya. Eleuhh ... ternyata ya heuheu

Pertama kali masuk ke resto itu, bingung juga. Begitu banyak makanan dan begitu banyak orang. Bingung, ambil piringnya di mana, ambil sendok, panci dll hahhaa Akhirnya saya mengamati lalu lalang orang-orang itu. Saya pelajari ceilahhh kebiasaan dan kearah mana mereka berjalan :D

Piring, sendok, garpu, panci, sendok sayur mangkuk ada di pojok paling belakang resto. Sejajar dengan tempat es krim dan minuman. Semua peralatan itu dari bahan stainless steel, jadi kalau makan kuah steamboatnya hati-hati ya.

Di jajaran ini juga ada es krim, dan segala jenis minuman. Ada minuman bersoda dan minum sirup plus es batu yang menggunung di wadah es. Ada alat untuk menghancurkan es untuk teman es batu campur.

Di sebelah kiri pintu masuk adalah tempat ikan yang dibumbui di sebelah, sejajar dengan segala macam sayuran dan steamboat tahu, kani, udang dan teman temannya, segala macam mie, kemudian bagian paling ujung adalah ayam dan sapi yang sudah dibumbui.

Di tengah ruangan ada bahan-bahan membuat ais batu campur, nasi goreng dan nasi briyani, spagheti dan nugget.

Di sebelah kanan pintu masuk adalah tempat kasir.

Di lantai dua tempat makan pun ada tempat minuman teh, kopi dan minuman sirup. Ada es krim juga. Letaknya di sebelah kiri pintu masuk. Di lantai ini juga terdapat dua tandas atau kamar mandi yang cukup bersih. di depannya ada dua wastafel.

Panci dengan kuah steamboat disiapkan oleh pelayan. Begitu juga saat menghidupkan kompor listrik dilakukan oleh pelayan. Kita hanya mengambil menu yang kita inginkan untuk mengisi panci steamboat dan panggangan.

Akhirnya setelah mempersiapkan segala sesuatunya agar anak dan suami nyaman makan steamboat dan semua menu yang ingin dicicipi sudah lengkap, tiba saat makan!

Makanan yang pertama kali saya makan adalah buah jeruk sunkist. Manisss ... setelah itu saya mencicipi daging ayam dengan bumbu sate. Rasanya lumayan!

Setelah itu saya makan nasi yang sengaja saya ambil sedikit-sedikit. Nasi briyani, nasi goreng kampung dan nasi goreng teri. Giliran nasi goreng kampung, pedasss! Gak tahan saya, akhirnya saya simpan dulu dan mengambil steamboat.

Wihh ... enak kuahnya, tapii pedasss! Huahh ... huah ... tapi pengen lagi hahhaa 
Untuk mengimbangi rasa pedas, saya banyak minum air sirup. Duh, untung badan saya kurus kering, moga jadi daging aja deh wkwkwk

diambil dari blog orang by google


Di meja sebelah, tempat adik adik FLP dan Manini berkumpul pun tak kalah seru. Alhamdulillah, semua bahagia bisa makan dengan puas di resto itu. Sebelum kembali ke rumah amsing-masing kami berphoto bersama penulis pujaan hati. Manini Pipiet Senja. Moga sehat selalu ya Manini. Anak-anak senang diphoto bersama nenek. Anak-anak saya dari bayi udah ditinggal dua neneknya, jadi ga punya kenangan manis sama nenek hikss

namanya anak muda, makannya banyak mpe kuah pedas sepanci habis :D

Waktu sudah menunjukan pukul 11. kurang dikit, saya dan keluarga pamit pulang duluan. Di perjalanan pulang, kata suami, sayang kalau makan "Tabehodai" bawa istri yang ga doyan makan. Makannya sedikit. Rugi! Hadeuuhh ... bukan ga doyan makan, Pak. Tapinya ini perut ga semelar perut bapak! Dan terjadilah perang cubitan. 

Nah bagi yang rencana jalan-jalan ke Johor dan memiliki selera makan jumbo seperti suami saya, silakan merapat ke Resto Meletop dan Tumpah Ruah ini heuheu

Kalau kata saya sih, kuah steamboatnya enak, segar dan pedas! KAlau kata anak-anak, yang memang ga doyan pedas, kecuali si kakak ya, lebih enak odeng buatan umi. Sedaaapp hehhe ...

By the way, bas way, resto ini ada di dalam kota Johor, 5 menit dari kampus UTM dan kurang lebih 30-45 menit dari Bandar Johor atau Check poin. Tergantung yang anterin tau atau enggak tempatnya hihihi

Jam bukanya dari jam 5 petang hingga jam 12 malam.
Harga: Anak-anak dibawah 6 tahun free, anak usia 6-12 tahun RM 9.90, dewasa RM 19.90 harga hari libur beda ya, dewasa RM 22.90

diambil dari fanpagenya Meletop


Selamat berwisata kuliner, moga bermanfaat ya ^_^


September 22, 2015

Pindang Patin

September 22, 2015 32 Comments
Akhir bulan Mei yang lalu, saya dan keluarga kecil saya berkesempatan untuk pulang mudik ke Indonesia. Keluarga besar senang dengan kabar ini, tapi juga bertanya, "Sampai lebaran?"

Sayangnya kami tidak berlibur hingga lebaran tiba. Bukannya tidak ingin. Tetapi namanya kerja, suami tidak bisa ambil cuti panjang. Sementara anak-anak pada waktu itu sedang ada kesempatan libur sekolah dua minggu. Lumayan panjang dibandingkan libur untuk hari Raya yang hanya cuti seminggu. Liburan sekolah cuti tengah semester pertama selama dua minggu. Itupun diperpanjang hingga seminggu, karena tiket pesawat yang murah waktunya melebihi jadwal cuti anak-anak. Jadi total kami berlibur selama 3 minggu di Indonesia.

Kami memesan tiket pesawat sebelum cuti sekolah dimulai. Karena pasukan saya banyak, dua dewasa dan lima anak yang kesemuanya bayar penuh, suami mencari tiket pesawat yang murah dan fasilitas yang nyaman. Alhamdulillah, kami mendapatkan tiket pesawat yang murah meriah.

Pulang ke Indonesia setelah lama memendam rindu pada orang tua dan saudara, akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun datang. Kepulangan kami ke Indonesia selain bersilaturahim juga mengenalkan anak-anak kepada kakak dan adik kakek neneknya. Apalagi setelah kedua orang tua meninggal, tinggal uwa, paman dan bibi yang kami punya.

Kami pun silaturahim ke beberapa tempat di mana uwa, paman dan bibi tinggal. Tempat yang dituju adalah Bandung, Bogor, Lampung dan Palembang.

Di Bandung kami tinggal selama tiga hari, di Bogor seminggu dan di Lampung dan di Palembang selama tiga hari.

Ketika di Palembang, kami sempatkan silaturahim ke rumah seorang sahabat saya di Johor yang telah kembali ke Palembang. Kemudian kami berjalan-jalan ke Jembatan Ampera. Jembatan yang menjadi kebanggaan warga Palembang.

Setelah itu, kami mencari kuliner khas Palembang. Sahabat saya merekomendasikan sebuah restoran yang berada tidak jauh dari jembatan Ampera. Restoran Sri Melayu namanya. Belakangan, saya baru tahu ada Restoran Sri MelayuJakarta. Ini gara-gara saya buka-buka directory. 

Ini adalah pengalaman pertama saya mencicipi masakan khas Palembang. Sahabat saya memesan Pindang Ikan dan Pindang tulang. Katanya itulah masakan khas Palembang. Saya ragu.  Nah, karena pindang-pindangan ini menu yang baru saya dengar. Saya  sama sekali  tidak makan pindang. Saya lebih menikmati makan nasi putih ditemani ikan gurame bakar. Selain itu kami memesan udang goreng tepung dan ayam goreng. Selain menu ikan-ikanan, di sini juga disediakan nasi goreng dan segala jenis sambal untuk menemani makan.

Ada sambal teri, sambal pete, sambal remis, sambal ikan, sambal tempoyak, sambal telur ikan dan sambal buah. Sayangnya saya dan anak anak bukan pemakan sambal, jadi menu sambal kami abaikan.

Ketika pesanan sampai, saya pun melihat penampakan pindang ikan patin. Ternyata berbeda dengan pindang yang saya bayangkan. Nyesel selalunya belakangan ya. Setelah sampai di rumah Paman kami, saya cerita tentang pengalaman makan di restoran Sri Melayu.

Keesokan harinya Bibi memasak Pindang Patin untuk menyenangkan hati saya. Ternyata cara membuatnya mudah saja. Bumbunya diiris, mirip dengan bumbu Tom Yum, masakan Thailand yang banyak dijual di Malaysia.  Memasak pindang patin tidak memerlukan waktu yang lama. Sekejab saja, pindang patin sudah bisa disajikan.

Saya dan anak-anak makan siang dengan pindang patin. Ya Allah, rasanya mantapp! Kuahnya segar sementara daging ikan patin itu lembut dan berlemak. Anak-anak pun yang tadinya ragu makan pindang patin, makan dengan lahap.

Sampai di Johor, suami terbayang-bayang sedapnya pindang patin buatan Bibi yang asli Palembang. Katanya semua orang Palembang pintar memasak pindang ikan patin.

Demi memenuhi keinginan suami, saya pun mencoba membuatnya meski pun yang pertama sempat gagal membuat pindang patin. Kelamaan merebus ikannya :p

pindang patin gagal (doc.pri)


 Alhamdulillah, setelah eksperimen kedua, saya pun berhasil membuat pindang patin. Yipiiii!
pindang patin oishi (doc.pri)



Kata suami, pindang patin yang saya buat lumayan sudah mendekati rasa aslinya, cuma kurang pedas, kurang daun kemangi dan kurang garam heuheu

Selain itu, di Malaysia tidak ada tomat yang menambah rasa khas Pindang Patin asli Palembang, yaitu tomat cung kediro atau tomat ceri. Warnanya hijau bikin segar. Saya memakai tomat besar, yah, lumayan deh menambah rasa sedap dipadukan dengan nanas yang segar.

Ini resep Pindang Ikan Patin, mungkin ada yang ingin mencobanya juga di rumah.

Bahan:
Ikan Patin satu ekor, bersihkan dan potong-potong menjadi empat bagian.
Jeruk nipis satu sendok makan untuk melumuri ikan
sisihkan

bumbu:
Bawang merah 10butir, iris
Bawang putih 3 siung, iris
2 batang serai, digeprek
2 buah cabe merah, iris
10 buah cabe rawit kampung, biarkan utuh
1 ruas jari jahe, lengkuas dan kunyit, iris
Setengah buah nanas, potong sesuai selera
daun bawang, iris
Tomat ceri
1 ikat daun kemangi
garam dan gula secukupnya
Air satu liter

Cara membuatnya:
Rebus air hingga mendidih, kemudian masukan semua bumbu dan ikan kecuali tomat, daun bawang dan daun kemangi. setelah matang, masukan tomat, daun bawang dan daun kemangi. siap dihidangkan.

Selamat mencoba ^_^


September 16, 2015

Catatan Bagi Perindu Haji

September 16, 2015 9 Comments
Kemarin seperti biasa saya berkumpul bersama ibu-ibu pengajian di lingkungan kampus. Pengajian yang sudah ada sebelum saya tinggal di Johor ini, dikelola oleh ibu-ibu warga Indonesia yang tinggal di dekat lingkungan kampus UTM. Baik itu istri dosen, mahasiswa, dosen yang jadi mahasiswa, istri mahasiswa, maupun dosen di UTM. Semua berkumpul dalam rajutan ukhuwwah yang indah.

Nah, kemarin isi dari pengajian itu membahas tentang keutamaan orang yang berhaji. Sedikit saya bagikan ya di sini, agar saya bisa mengingatnya terus dan bagi yang ikut membacanya jadi sama-sama termotivasi untuk mengejar pahala berhaji.

Ibadah haji adalah salah satu rukun dalam rukun Islam. Sampai Rasulullah SAW menyampaikan dalam sabdanya yang mulia, bahwa bangunan Islam ditegakkan oleh lima perkara, bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasulullah, menegakan shalat, membayar zakat, menunaikan haji dan berpuasa di bulan Ramadhan. (hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

Catatan untuk hadits di atas, agar tidak terjadi perdebatan, Imam Nawawi dalam syarah haditsnya menyampaikan, dalam riwayat ini disebutkan haji dahulu baru puasa Ramadhan, hal ini sekadar tertib dalam menyebutkan urut-urutan, bukan dalam hal hukumnya, karena puasa Ramadhan diwajibkan terlebih dahulu sebelum kewajiban haji. dalam riwayat lain, puasa disebutkan terlebih dahulu daripada haji. (Syarah Muslim, I/178,179).

Yang namanya bangunan, maka semua elemen bangunan harus ditegakan sempurna, tidak boleh ada satu tiang yang ditinggalkan. Jika hal itu terjadi, maka bangunan yang sedianya didirikan untuk tegak, akan berdiri tak sempurna. Bisa miring, timpang atau malah ambruk. Karena apa? karena bangunan itu tidak memiliki tiang penyangga yang sempurna.

Begitu juga dengan bangunan Islam, tidak akan berdiri sempurna, ketika penganutnya hanya menegakan satu tonggaknya saja atau bahkan hampir semua tonggaknya tidak ditegakan. Maka tunggulah kehancuran bangunan Islam karena ulah kita sendiri.

Haji, adalah ibadah fardhu 'ain, ibadah yang mengenai hukumnya kepada semua Islam secara individu. Sebagaimana mengucapkan dua kalimat syahadat, shalat, puasa dan zakat.

Sungguh salah kaprah orang yang mengatakan bahwa ibadah haji hanya untuk orang "the have". Tidak! Ibadah haji adalah ibadah yang diperintahkan merata kepada semua pemeluk agama Islam. Bagaimana mungkin? makan saja susah, apalagi mau naik haji?

Berarti yang ngomong begitu gak inget, bahwa rezeki itu milik Allah.

Kalau tidak percaya browsing deh, betapa banyak orang yang benar-benar niatnya naik haji dimudahkan oleh Allah. Ada seorang nenek dan kakek pedagang singkong goreng yang akhirnya naik haji dengan menabung hasil jualannya selama bertahun-tahun. Pemulung yang naik haji. Kisah-kisah inspiratif yang masyaAllah membuat hati ini jadi penuh rindu kepada Baitullah.

Rasulullah SAW menyampaikan keutamaan orang beribadah haji, bahwa ibadah haji lebih utama dari berjihad. Karena sesungguhnya orang yang beribadah haji sedang berperang melawan hawa nafsunya sendiri. Orang yang beribadah haji agar menjadi haji mabrur dia harus benar-benar melepaskan semua hal keduniawian, harus mau melepaskan semua hal-hal buruk, hal maksiat dan menjadi hamba Allah yang muslih. Ia juga berjihad dengan jiwa dan hartanya.

Makanya keutamaan pahala bagi orang yang beribadah haji tidak cukup hanya dihapuskan dosanya saja, tetapi juga dia akan diberi pahala surga. Orang yang meninggal dalam melaksanakan ibadah haji, akan bersama dengan para syuhada sebagai orang yang mati syahid.

Sabda Rasulullah SAW, "Walhajjal mabruru laysa lahu jazaa'u illaljannah." Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga. (HR Bukhari n0.1773 dan muslim no.1349)

Haji mabrur adalah haji yang diterima oleh Allah. Haji yang dilakukan ikhlas karena Allah SWT, tidak tercampuri perasaan riya', atau sekadar ingin disebut "bu hajjah" atau "pak haji". Uang yang dipergunakan untuk pergi haji juga dari pekerjaan yang halal, bukan hasil curang dsb. Ibadah yang benar harus dilakukan dengan benar, di awal, di tengah dan diakhirnya. Semoga menjadi haji yang mabrur.

Ibnu Rajab menyampaikan, tanda diterimanya sebuah amal kebaikan adalah amal kebaikan tersebut dilanjutkan dengan kebaikan. Tanda amal kebaikan tidak diterima, adalah amal kebaikan yang baik dilanjutkan dengan amal kemaksiatan.

Al Hasan Bashri berkata, bahwa balasan untuk orang yang beribadah haji adalah surga. Tanda diterimanya haji (haji mabruron) adalah ketika seseorang kembali dari beribadah haji, ia dalam keadaan zuhud dalam hal dunia dan bersemangat menggapai akhirat.

Inilah doa yang disunahkan oleh Rasulullah SAW untuk para haji yang telah melaksanakan ibadah haji.

"Allahummaj'al hajjan mabruron, wa sa'yan masykuron, wa dzanban maghfuron." Ya Allah anugerahkanlah haji yang mabrur, usaha yang disyukuri dan dosa yang diampuni.

Pada hari itu, kami melepas keberangkatan seorang sahabat kami, Mbak Weni dan suaminya Pak Iyan, untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Semoga dimudahkan segala urusannya mbak Weni dan keluarga. Teriring doa semua menjadi haji mabrur, mendapatkan usaha yang disyukuri dan dosa yang diampuni. Aamiin ya Rabbal Alamin.
 

ibu ibu pengajian muslimah PPI UTM-JB (doc.pri)





September 14, 2015

Onigiri

September 14, 2015 12 Comments
Sudah lama ingin menuliskan segala macam resep dapur yang kerap saya buat di rumah. Sekadar berbagi, beberapa masakan yang mudah cara pembuatannya dan disukai oleh anak-anak.
Terus terang, jika saya ditanya soal masak-memasak yang berbumbu lengkap, saya nyerah. Saya akan menyerahkan mandat sebagai juru masak kepada suami saya tercinta. Yah, kalau dia mau saya bujuk dan rayu buat masak. Kalau dia lagi pengen masakan berbumbu lengkap buatan saya, terpaksa saya masak juga. Sambil grogi dengan rasa dan penampilan masakan hihihi ampun pokoknya mah. Alhamdulillah sih suami ga pernah sampai meringis selama makan :D palingan yang dikeluhkannya, "kurang garam" sambil ambil garam sendiri.

onigiri buatan OmaSri


Hari ini saya ingin berbagi tentang betapa mudahnya membuat onigiri. Dulu, waktu saya kecil juga suka dibuatkan nasi kepal sama nenek. Zaman dulu, nenek masak nasi memakai aseupan, jenis penanak nasi berbentuk kerucut. Nah, diujung penanak nasi itu, nenek akan memberikannya kepada saya dengan cara memberikannya begitu saja atau diberi garam dulu kemudian dikepal-kepal lagi supaya padat membentuk segitiga atau lonjong. Kemudian nenek melapisinya dengan daun pisang. Wangi!

ini dia penampakan aseupan (credit google)


Nah, balik lagi ke onogiri, apa sih yang disebut onigiri ini? Onigiri nasi kepal ala Jepang. Kalau kata orang bule, onigiri are Japanese rice balls. Yah, jangan dibayangin nasi yang dibulet-bulet ya. Itu cuma istilah aja. Onigiri yang biasa saya lihat sih penampakannya itu segitiga dengan ujung yang tidak runcing. Di kenal dalam bahasa Jepang dengan istilah omusubi. Orang Jepang ini kreatif, sampai jenis onigiri ini juga jadi tokoh dalam film anpaman, yaitu Omusubiman.

credit.hummingbird

Onigiri adalah nasi putih yang dikepal, kemudian diberi isi berbagai macam isi sesuai selera (orang jepang mah ga pake oncom ya isinya, itu mah buras heuheu), setelah itu dibungkus dengan nori, bisa seluruhnya dibungkus nori atau hanya dikasih hiasan nori saja.

Orang Jepang biasanya membawa onigiri untuk bekal (bentou). Cara membuatnya mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama. Kadang onigiri juga tidak memerlukan isi atau toping. Plain aja gitu. Tapi kita juga bisa memberikan toping atau mengisi onigiri apa saja, tergantung selera kita. Kalau orang Jepang biasanya mengisi onigiri dengan tuna mayones, tuna goreng, umeboshi, dll.

Onigiri dan segala macam sushi ini memang disukai anak-anak saya. Untuk menyenangkan hati mereka, kadang saya turuti keinginan mereka, sekali-kali saya belikan.  Itu pun menunggu pukul 9 malam baru belanja, karena harga sushi sudah didiskon 30-50%, jadi lumayan kalau mau ngeborong. Lha, anak saya lima orang, dengan selera yang bermacam-macam pula. Kalau menuruti keinginan mereka terus, bisa jebol dompet saya yang imut ini. Sudahlah imut, isinya hanya kartu-kartu dan bon-bon bekas belanja :) Lha, anak-anak saya kalau makan sushi atau onigiri, bisa tambah berkali-kali. Apalagi kalau ada furikake (jenis abon kering ala Jepang) mereka nambah berpiring-piring. Seneng sih, tapi kalau furikakenya habis, mau beli di mana coba? di Aeon/Jusco deket rumah kadang ada kadang ga ada (yang halal). #halahjadicurcol

Mengikuti selera makan mereka, saya pun mencoba membuatnya sendiri. Pernah anak-anak bertanya, :"Ummi bisa buat sushi?" saya pun menjawab mantap, "BISA!" heuheu. Halah cuma nasi kepal aja, kan? sambut hati saya, pede.

Beberapa kali saya membuatkan anak-anak saya. Nasi kepal/onigiri, nasi dikepal kemudian dikasih tuna mayo atau sosis, setelah itu saya bungkus dengan nori. Selesai.

Nah, belum lama ini, saat teman saya hendak pergi berhaji, dia memberikan bumbu-bumbu dapurnya. Ketika saya membuka plastik yang diberikannya kepada saya. Ya ampun, dasar alumni jepang juga, yang dikasihin ke saya pun bumbu-bumbu cair, seperti cuka yang dipakai bumbui nasi untuk sushi, soyu, dan olahan ikan untuk steamboat.

Bagai mendapat durian runtuh, saya dan anak-anak saya bersorak. Sebelum pulang saya tak lupa meminta resep sushi yang biasa dia buat. Dan sampai di rumah saya pun membuatnya bersama anak-anak. Onigiri dengan bumbu cuka jepang ini lebih mirip rasa aslinya. Tak sekadar nasi kepal, tapi onigiri.

Inilah resepnya dan beberapa bahan yang perlu dipersiapkan untuk membuat Onigiri Tuna Mayo.

Nasi yang diperlukan adalah nasi yang pulen. Ambil dalam wadah dan dinginkan.
Nori panjang. Gunting sesuai selera.
Cuka untuk membuat sushi.
Satu kaleng tuna mayo.

Cara membuatnya:
Bubuhi nasi dengan cuka sushi. aduk-aduk hingga rata. Basahi tangan dengan air. Kemudian ambil nasi, kepal-kepal dengan kedua telapak tangan. Untuk memasukan tuna mayo sebagai isi onigiri, bolongi tengah onigiri dan masukan tuna mayo. Kepal-kepal lagi. setelah itu, tutup onigiri dengan nori sesuai selera.

Onigiri Tuna Mayo by OmaSri


Untuk lebih jelasnya, silakan layari link ini ya how to make onigiri dan segala hal tentang onigiri.

Eh...tapii ... waktu saya mudik ke Bogor, karena bahan baku terbatas. Saya ajak aja anak-anak jalan-jalan sambil kangen-kangenan sama makanan khas orang Jepang. Sejak ada directory kuliner yang bisa tinggal diklik, alhamdulillah saya bisa menyenangkan hati orang-orang tersayang dengan lebih mudah :-)

Mangga atuh ....

September 02, 2015

Rekreasi ke Pantai Desaru

September 02, 2015 0 Comments
Hari Senin yang lalu libur hari kemerdekaan Malaysia. Saya pun pergi rekreasi dengan keluarga ke pantai Desaru, sebuah pantai yang terkenal di Johor. Pantai laut China Selatan. Namanya hari libur nasional, pantai jadi rame banget. Saya dan kelurga datang kesiangan, pukul 11.30 sampai di lokasi. Yah, biasa deh anak anak sudah dibilangin berangkat pagi, kalau emaknya belum rapi, cantik dan duduk manis di sofa pasti dianggapnya masih lama perginya. Padahal emak banyak yang harus disiapkan. Salah satunya buat bekal buat di tempat rekreasi. Tahu sendiri kan, kalau jajan, dengan 5 pasukan gini bisa jebol dompet emak.

Pak suami pagi pagi sudah bantuin goreng ayam (pak suami memang jago masak, juga jago makan, yang paling penting dia sayang istri dan keluarga ehem). Doi masak dua jenis masakan pula, ayam cutlet dan ayam goreng kres-kres. Emak buat norimaki. Ntar dua resep ini emak share ya. Sekarang kita fokus pada pantai desaru dulu ya dan kegiatan di sana heuheu

Nah, sampailah kita di pantai desaru. Pantai yang memanjang di semenanjung selatan Malaysia, laut lepasnya laut china selatan. Saat itu udara amat panas, angin lumayan kenceng juga, hingga ombak oun menderu-deru. Sesampainya di tepi pantai, sudah banyak orang gelar tikar. Emak pun nyari tempat yang teduh dan dekat pantai. Gak deket deket amat sih, pokoknya sejauh mata memandanga anak anak dan pak suami masih keliatan. Kemudian kita bagi tugas. Emak jaga tiker, Pak suami ngasuh anak anak. Karena yang niat main memang pak suami, dia sudah bawa ganti juga. Emak sih emang males, takut hitam hahhaha jadi jaga tiker aja deh (sebenernya emak ada program lain sama adik adik yang bekerja di sini, nanti ya ceritanya).

Nah, pak suami dan anak anak main air deh. Abis puas main air, S3 anak lanang satu satunya, main layang layang sama pak suami. Seneng dia karena banyak angin di tepi pantai. Enggak kayak di halaman rumah, kudu lari lari nyari angin, sekarang angin ngejarngejar dia heuhei

Setelah capek, kita pun makan makanan bekal yang dibawa dari rumah  dan sholat dzuhur. Alhamdulillah, rekreasi memang membuat hati senang dan ikatan dengan keluarga menjadi tambah rapat. Yang paling penting, pak suami ada waktu main dengan anak anak lebih lama, setelah setiap hari berkutat dengan pekerjaan. Laki laki menjadi keliatan seksi saat dia main sama anaknya lho. Gak percaya? Gih cari deh meme yang katanya ada cewek liat seorang bapak ganteng nyuapin anaknya, terus dia bilang, "Mas, saya juga mau jadi istri kedua." Ih lebay deh hahhaha kalau itu terjadi, singsingkan lengan baju dulu deh, liatin otot emak yang kekar #eh aurat ya, ga jadi deh

Nah, daripada emak ngalor ngidul, udah segitu dulu deh ceritanya. Enak sih nulis di hape, cuman ga enaknya, dia suka scroll ke atas sendiri, jadi capek ngapusnya.

-bersambung-




May 20, 2015

Tips Menerbitkan Buku di Pustaka Al-Kautsar

May 20, 2015 2 Comments
Buat yang ingin menerbitkan buku di Penerbit Al Kautsar, inilah tips supaya tembus di penerbitan ini. Monggo :-)

credit.google
Tips Menerbitkan Buku di Pustaka Al-Kautsar

1. Tema tulisan bernafaskan nilai-nilai moral luhur dan atau nilai-nilai Islam.
2. Unik, berbeda, dan memiliki nilai lebih dari buku-buku yang sudah ada.
3. Orisinal, tidak menjiplak.
4. Menggunakan sumber rujukan yang benar dan terpercaya (bila non fiksi).
5. Contoh (untuk non fiksi) dan jalan cerita (untuk novel) tidak klise, monoton, dan membosankan.
6. Kaya dengan gagasan yang menginspirasi pembaca untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
7. Ide cerita memberikan gambaran yang tajam, menunjukkan kesatuan bentuk yang utuh, alur mengalir, latar rinci, cerita hidup.
8. Bahasa lincah, renyah, dan mengalir.
Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sesuai dengan segmentasi usia pembaca.
9. Karakter dan setting (bila novel) serta penggambaran detail dan kuat.
10. Lebih disukai tema persahabatan, konflik hidup, perjuangan, dan nilai-nilai kehidupan dan Islam.
Punya ide, gagasan, kisah nyata, catatan perjalanan, novel, komik, dll, baik untuk segmentasi anak, remaja, atau dewasa?
Kirimkan ke meja redaksi Pustaka Al Kautsar.
Jenis naskah yang kami terbitkan:
• Kisah nyata/ memoar
• Novel (anak ataupun dewasa)
• Komik (anak ataupun dewasa)
• Dongeng, cerita rakyat
• Kisah inspiratif
• Catatan perjalanan
• Referensi Islam Populer
• Pengembangan diri (motivasi)
• Pernikahan; keluarga; pengasuhan anak (parenting)
• Pendidikan praktis
• Panduan, tips, dan motivasi
• Hikmah dan kandungan ibadah
• Gaya hidup islami
• Penulisan popular lainnya (Tema bebas asal sesuai dengan nilai-nilai Islam)
Syarat Teknis Pengiriman Naskah Buku
1. Panjang halaman minimal sekitar 100-200 halaman untuk dewasa, dan 40-80 halaman untuk anak (boleh buku berseri)
2. Diketik dalam format A4, spasi 1.5, margin 2cm, font Times New Roman 12 point.
3. Lengkapi dengan daftar isi dan data diri penulis
4. Untuk buku anak, lengkapi dengan konsep buku (bila berseri)
5. Untuk fiksi (termasuk komik), harus disertai sinopsis (ringkasan cerita)
6. Untuk komik/ novel komik disertai breakdown cerita per bab dan 5 contoh ilustrasi komik.
7. Dikirimkan dalam bentuk hard copy/ print out (lebih diutamakan). Bila penulis berada di luar negeri, naskah boleh dikirimkan melalui alamat e-mail: redaksi@kautsar.co.id
8. Cantumkan jenis naskah Anda di sudut kiri atas (misalnya: kisah nyata/ novel/ non fiksi/ motivasi remaja/ cerita bergambar anak/ parenting, dll)
Kirimkan naskah Anda ke:
Penerbit Pustaka Al-Kautsar Group
Jl. Cipinang Muara Raya No. 63, Jakarta Timur 13420
Telp. 021. 850 7590
Penilaian naskah akan memakan waktu selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan terhitung naskah diterima redaksi. Jika sampai tiga bulan tidak ada konfirmasi apa pun dari Pustaka Al-Kautsar, penulis berhak langsung menarik naskahnya. Print out naskah yang dikirimkan tidak wajib kami dikembalikan. Print out naskah yang tidak kami terbitkan akan kami musnahkan untuk menjaga hak cipta penulis.
Keterangan lebih lanjut hubungi (021) 850 7590 ext. 18, e-mail: redaksi@kautsar.co.id

*copas dari akun mbak Aminah Mustari (editor di Al Kautsar)

Follow Us @tutiarien