September 14, 2015

# Kuliner

Onigiri

Sudah lama ingin menuliskan segala macam resep dapur yang kerap saya buat di rumah. Sekadar berbagi, beberapa masakan yang mudah cara pembuatannya dan disukai oleh anak-anak.
Terus terang, jika saya ditanya soal masak-memasak yang berbumbu lengkap, saya nyerah. Saya akan menyerahkan mandat sebagai juru masak kepada suami saya tercinta. Yah, kalau dia mau saya bujuk dan rayu buat masak. Kalau dia lagi pengen masakan berbumbu lengkap buatan saya, terpaksa saya masak juga. Sambil grogi dengan rasa dan penampilan masakan hihihi ampun pokoknya mah. Alhamdulillah sih suami ga pernah sampai meringis selama makan :D palingan yang dikeluhkannya, "kurang garam" sambil ambil garam sendiri.

onigiri buatan OmaSri


Hari ini saya ingin berbagi tentang betapa mudahnya membuat onigiri. Dulu, waktu saya kecil juga suka dibuatkan nasi kepal sama nenek. Zaman dulu, nenek masak nasi memakai aseupan, jenis penanak nasi berbentuk kerucut. Nah, diujung penanak nasi itu, nenek akan memberikannya kepada saya dengan cara memberikannya begitu saja atau diberi garam dulu kemudian dikepal-kepal lagi supaya padat membentuk segitiga atau lonjong. Kemudian nenek melapisinya dengan daun pisang. Wangi!

ini dia penampakan aseupan (credit google)


Nah, balik lagi ke onogiri, apa sih yang disebut onigiri ini? Onigiri nasi kepal ala Jepang. Kalau kata orang bule, onigiri are Japanese rice balls. Yah, jangan dibayangin nasi yang dibulet-bulet ya. Itu cuma istilah aja. Onigiri yang biasa saya lihat sih penampakannya itu segitiga dengan ujung yang tidak runcing. Di kenal dalam bahasa Jepang dengan istilah omusubi. Orang Jepang ini kreatif, sampai jenis onigiri ini juga jadi tokoh dalam film anpaman, yaitu Omusubiman.

credit.hummingbird

Onigiri adalah nasi putih yang dikepal, kemudian diberi isi berbagai macam isi sesuai selera (orang jepang mah ga pake oncom ya isinya, itu mah buras heuheu), setelah itu dibungkus dengan nori, bisa seluruhnya dibungkus nori atau hanya dikasih hiasan nori saja.

Orang Jepang biasanya membawa onigiri untuk bekal (bentou). Cara membuatnya mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama. Kadang onigiri juga tidak memerlukan isi atau toping. Plain aja gitu. Tapi kita juga bisa memberikan toping atau mengisi onigiri apa saja, tergantung selera kita. Kalau orang Jepang biasanya mengisi onigiri dengan tuna mayones, tuna goreng, umeboshi, dll.

Onigiri dan segala macam sushi ini memang disukai anak-anak saya. Untuk menyenangkan hati mereka, kadang saya turuti keinginan mereka, sekali-kali saya belikan.  Itu pun menunggu pukul 9 malam baru belanja, karena harga sushi sudah didiskon 30-50%, jadi lumayan kalau mau ngeborong. Lha, anak saya lima orang, dengan selera yang bermacam-macam pula. Kalau menuruti keinginan mereka terus, bisa jebol dompet saya yang imut ini. Sudahlah imut, isinya hanya kartu-kartu dan bon-bon bekas belanja :) Lha, anak-anak saya kalau makan sushi atau onigiri, bisa tambah berkali-kali. Apalagi kalau ada furikake (jenis abon kering ala Jepang) mereka nambah berpiring-piring. Seneng sih, tapi kalau furikakenya habis, mau beli di mana coba? di Aeon/Jusco deket rumah kadang ada kadang ga ada (yang halal). #halahjadicurcol

Mengikuti selera makan mereka, saya pun mencoba membuatnya sendiri. Pernah anak-anak bertanya, :"Ummi bisa buat sushi?" saya pun menjawab mantap, "BISA!" heuheu. Halah cuma nasi kepal aja, kan? sambut hati saya, pede.

Beberapa kali saya membuatkan anak-anak saya. Nasi kepal/onigiri, nasi dikepal kemudian dikasih tuna mayo atau sosis, setelah itu saya bungkus dengan nori. Selesai.

Nah, belum lama ini, saat teman saya hendak pergi berhaji, dia memberikan bumbu-bumbu dapurnya. Ketika saya membuka plastik yang diberikannya kepada saya. Ya ampun, dasar alumni jepang juga, yang dikasihin ke saya pun bumbu-bumbu cair, seperti cuka yang dipakai bumbui nasi untuk sushi, soyu, dan olahan ikan untuk steamboat.

Bagai mendapat durian runtuh, saya dan anak-anak saya bersorak. Sebelum pulang saya tak lupa meminta resep sushi yang biasa dia buat. Dan sampai di rumah saya pun membuatnya bersama anak-anak. Onigiri dengan bumbu cuka jepang ini lebih mirip rasa aslinya. Tak sekadar nasi kepal, tapi onigiri.

Inilah resepnya dan beberapa bahan yang perlu dipersiapkan untuk membuat Onigiri Tuna Mayo.

Nasi yang diperlukan adalah nasi yang pulen. Ambil dalam wadah dan dinginkan.
Nori panjang. Gunting sesuai selera.
Cuka untuk membuat sushi.
Satu kaleng tuna mayo.

Cara membuatnya:
Bubuhi nasi dengan cuka sushi. aduk-aduk hingga rata. Basahi tangan dengan air. Kemudian ambil nasi, kepal-kepal dengan kedua telapak tangan. Untuk memasukan tuna mayo sebagai isi onigiri, bolongi tengah onigiri dan masukan tuna mayo. Kepal-kepal lagi. setelah itu, tutup onigiri dengan nori sesuai selera.

Onigiri Tuna Mayo by OmaSri


Untuk lebih jelasnya, silakan layari link ini ya how to make onigiri dan segala hal tentang onigiri.

Eh...tapii ... waktu saya mudik ke Bogor, karena bahan baku terbatas. Saya ajak aja anak-anak jalan-jalan sambil kangen-kangenan sama makanan khas orang Jepang. Sejak ada directory kuliner yang bisa tinggal diklik, alhamdulillah saya bisa menyenangkan hati orang-orang tersayang dengan lebih mudah :-)

Mangga atuh ....

12 comments:

  1. Nasi kepal jepang ya ternyata. Simpel sih cara buatnya. Tapi belum coba makanan jepang sama sekali. Aneh nggak rasanya Oma?

    ReplyDelete
  2. Iya mbak, mudah dan ga pake lama. Buatnya sambil main sama anak. Rasanya disesuaikan aja mbak ety, memang kalau ga biasa makan nori agak agak gimana gitu 😀

    ReplyDelete
  3. Boleh juga nih.. ditunggu di Bandung, Bunda..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Syifa, mojang Bandung ya? InsyaAllah moga ketemu di Bandung ya. Terima kasih sdh mampir, Sayang 😍

      Delete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. Hehe...sukses, teh...saya bacanya bari seuseurian...aya aseupan jeung buras oncom sagala atuda..

    ReplyDelete
  7. Hehe...sukses, teh...saya bacanya bari seuseurian...aya aseupan jeung buras oncom sagala atuda..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nuhun mbak Eka, awas jangan ketawa sendiri, bisi ada yang lari hihihi

      Delete
  8. Ini tuh kaya lemper yah kalau di sini, tapi dimakan sama bungkusnya. karena bungkusnya pakai rumput laut bukan daun pisang, hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener mbak, kayak lemper hihihi bbrp kali aku nyuguhin, yang makan buka bungkusnya hihihi norinya disangka daun :D

      Delete

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @ceritaummi

Follow Us @tutiarien