Oktober 26, 2015

# Resensi # sayap-sayap sakinah

[Resensi] Sayap-sayap Sakinah: Cintaku, Cintamu karena Cinta-Nya

sayap-sayap sakinah
Ikhtisar Buku:

Sayap-sayap Sakinah: Cintaku, Cintamu karena Cinta-Nya. Buku ini merupakan serial buku non fiksi yang berisi tentang segala hal yang harus diketahui oleh para calon pengantin yang hendak menyempurnakan setengah diennya. Para istri dan suami yang menginginkan pernikahan yang sakinah, mawadah dan penuh rahmah. Para pencari cinta yang menginginkan cinta sejati.

Jodoh dan perjodohan merupakan misteri Allah. Buku ini hadir untuk memenuhi pengetahuan calon pengantin  melaksanakan pernikahan dari mulai tahap persiapan, ketika menikah dan pasca menikah. Ibaratnya sebuah jalinan cinta yang sakral, maka cinta yang terikat dengan mitsaqun ghaliza ini mestilah tak luput dari berbagai ujian.

Buku ini memberikan tuntunan bagi calon pengantin maupun para pengantin yang sudah melayari bahtera kehidupan menuju cinta yang membahagiakan.

Resensi:

Sayap-sayap Sakinah: Cintaku, Cintamu karena Cinta-Nya. Sesorean tadi saya berusaha menghabiskan buku ini. Tak sengaja anak laki-laki saya membaca judulnya, "Sayap-sayap Sakinah!" ejanya. Dia memang selalu peduli dengan bacaan yang sedang saya baca. Dia pun bertanya:

"Ummi, sayap-sayap itu apa?" tanyanya. Saya melirik padanya. Dia sedang membolak-balik buku bersampul biru itu.
"Sayap itu kepak, yang buat burung bisa terbang," jelas saya pendek.
"Kalau sayap-sayap?" tanyanya lagi.
"Sayap-sayap, kan sayapnya ada dua, jadi disebut dua-duanya," jawab saya sekenanya.
Dia dan adiknya pun memeragakan menjadi burung.

Saya termenung melihat tingkah mereka. Mereka mengepak-kepakan kedua tangannya, seolah-olah burung yang sedang terbang bebas. Sayap yang kokoh. membawa pemilik sayap terbang dengan gesit, sehat, ceria dan bebas membawa kebahagiaan. Bagaimana jika sayap itu patah?
Sayap-sayap itu tentu ada penciptanya. Sang Maha Pencipta. Dengan cinta-Nya.

Sayap-sayap Sakinah, begitu menggelitik hati. Buku ini memang banyak membuat saya merenung. Hati saya bergetar saat membaca tentang Oh, mitsaaqon Gholiidzo ( halaman 143) atau tersenyum ketika teringat proses taaruf saya dengan suami. Begitu juga ketika membaca tulisan mbak Ria tentang walimah yang sederhana (halaman 149) dan disambung dengan tulisannya mbak Afra yang membahas tentang malam pertama ( halaman 155). Bahasan-bahasan yang membuat ingatan saya mengembara ke 15 tahun lalu saat seorang pria tak dikenal datang kepada ayah saya meminta saya menjadi pendampingnya dunia akhirat.

Di dalam buku ini saya temukan banyak mutiara hikmah yang meski saya sesali, kenapa baru sekarang saya membacanya, saya yakin buku ini akan berguna bagi saya dimasa depan. Masa di mana bahtera ini tidak akan pernah mulus berlayar, kecuali dengan kesadaran, bahwa kecintaan saya kepada suami saya atau sebaliknya tentulah atas dasar cinta kepada Allah. Begitu juga ketika datang badai yang menerpa keluarga kecil saya, bahwa kebencian tidak akan menyelesaikan masalah karena keluarga kecil saya kini didirikan atas dasar cinta kepada Allah. Bukan kepada yang lainnya.

Sayap-sayap Sakinah banyak mengajarkan saya untuk memberikan terbaik kepada keluarga saya, baik itu kepada suami, kepada anak dan kepada kedua orang tua, terutama mertua. Dengan bahasa yang cair mengalir hingga alirannya masuk ke dasar hati saya yang dalam. Saya memang termasuk orang yang melankolis, mudah sekali terbawa perasaan, tapi saya bersyukur dengan demikian saya mudah dipengaruhi oleh kebaikan.

Saya bersyukur bisa membaca buku duet keren ini antara mbak Afifah Afra dan mbak Riawati, meski saya sudah mengarungi bahtera pernikahan selama 15 tahun, buku ini memberikan angin segar dan ide-ide cemerlang dalam mempertahankan pernikahan yang harmonis dan bahagia. Seperti judul buku itu, sayap-sayap sakinah. Full ketenangan,  full cinta dan full kasih sayang.

Saya kira tidak ada keluarga yang tidak pernah dilanda masalah, maka kesadaran bahawa Cintaku, Cintamu karena ada kekuatan CintaNya harus terus ditumbuhkan.

Buku ini buku yang romantis yang pernah saya baca. Penuh dengan puisi-puisi yang membuat saya mabuk karena cinta. Yah, menghibur diri dengan puisi cinta membuat saya semakin percaya diri, bahwa  cinta membuat kita kuat meski topan badai menghantam hebat.

Kekurangan buku ini, hanya satu, prolog yang bertele-tele, itu saja sih, selebihnya saya suka penuturan kedua penulis yang smart dan cemerlang. Syabas!

Spesifikasi buku:
Judul: Sayap-sayap Sakinah
Penulis: Riawani Elyta dan Afifah Afra
Penerbit: Indiva
Tebal: 239 halaman

2 komentar:

  1. Wah, penasaran dengan buku ini, ulasan Mbk Sri ciamik banget. Aku kehabisan di Gramed mau beli buku ini :)

    BalasHapus
  2. Terima kasih mbak naqi. baru belajar ngeresensi saya hehhe

    BalasHapus

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @ceritaummi

Follow Us @tutiarien