October 07, 2015

# Kuliner # Meletop

Tempat Makan yang Bikin Meletop

Saya baru mendengar nama restoran ini sepekan yang lalu, saat diskusi bersama adik-adik FLP. Diskusinya tentang rencana mengajak makan malam Manini Pipiet Senja yang akan datang silaturahim pada tanggal 5 dan 6 Oktober yang lalu (Nanti saya ceritakan deh yang ini, banyak kisah seru dan cukup membuat perut kejang denger cerita manini wkwkwk) Sebenarnya saya merekomendasikan sebuah resto BBQ dan Asam Pedas yang letaknya tak jauh dari rumah saya, tapi demi Rindu hihihi akhirnya saya setuju.

nih dia peraturan yang keren banget itu


 Meletop. Cukup aneh kedengarannya di telinga saya.

Saya pun bertanya pada Rindu.
"Emang enak, Ndu?"
"Enak lah bu. Selain enak, murah pula. Kita bisa makan sekenyangnya hanya dengan bayar RM20."

Setelah diskusi diskusi diskusiiii .... saya pun setuju. Kebetulan anak anak saya memang suka kuliner steamboat. Mungkin samalah dengan apa yang sering saya buat di rumah. Odeng! Meletop .... berharap ga bener-bener meletop!

Oiya, mungkin teman-teman di Indonesia bingung. Meletop apaan sih? Meletop or meletup adalah jika kita masak air dan air di dalam panci rebusan mendidih kepanasan, maka akan terjadilah meletup atau melotop kata orang Malaysia mah hihihihi puanas, pedasss! *huahhh saya jadi grogi. Secara perut saya suka berontak kalau dikasih pedes pedes nehhh :p

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun datanglah. Saya meluncur ke tempat tujuan setelah shalat isya. Bener-bener blank, ga ada bayangan apa apa tentang restoran ini. Saya kira tempatnya di sebelah Mom and Bakery tempat saya memesan kue. Ternyata kita salah jalan. Waktu terus berjalan. Saya dan suami sudah muter muter di tempat yang sama. Akhirnya saya berinisiatif membuka google map.Langsung search Meletop. Ternyata cukup terkenal juga resto ini. karena dengan hanya mengetik kata kunci "Meletop" itu udah berjejer aja review resto ini. Nama Restonya ada di halaman pertama google berikut alamat lengkapnya plus kalau diklik mapnya tertera jelas koordinat di mana letak resto ini ada di fanpage facebooknya dan beberapa review dari para pengunjung. 

Saya pun segera mencatat koordinat resto di GPS dan alhamdulillah berbekal GPS dalam waktu lima menit kami sudah sampai di resto itu. 

Resto itu sudah ramai orang. Jalan mobil di depan resto itu sebagiannya sudah diisi dengan bangku-bangku dan meja dengan pengunjung yang duduk bersama keluarganya. Tempat parkir tampaknya juga sudah penuh. Akhirnya suami menyuruh saya dan anak-anak duluan masuk ke dalam resto dan berkumpul dengan teman-teman FLP dan beliau mencari tempat parkir.




diambil dari blog orang


Resto ini ada tiga tingkat. Tingkat pertama tempat buffet yang diklaim resto terdapat 100 menu yang akan menyelerakan pengunjung. Tingkat dua tempat makan pengunjung dan tingkat ketiga surau.

Di resto ini isi buffetnya mulai segala jenis ikan yang sudah dibumbui dengan berbagai bumbu, daging ayam dan daging sapi yang sudah dibumbui dengan segala macam bumbu. Ada bumbu sate, bumbu rendang, bumbu percik dll yang nanti dicelupkan pada kuah tom yam atau dipanggang. Ada segala macam bahan steamboat. dari mulai Tahu, kani, bakso, udang, kepiting, kerang dll ada juga sayur-sayuran yang siap di masukan dalam campuran kuah tomyam, seperti brokoli, jagung, wortel dll. 

diambil dari blog orang


Ada segala jenis mie, mie keriting, mie bihun, mie soun, mie lurus hihihi plus spagheti yang sudah tinggal am ... nyam ... nyam ...

selain itu ada ais campur batu atau es campur, es sirup, es krim dll yang semuanya adalah layan sendiri. Self service. 

diambil dari blog orang


Spesial menu hari Senin dan Rabu tambahannya adalah nasi goreng kampung, nasi briyani dan nasi goreng entah namanya. Ada tiga jenis nasi goreng.  

Semua boleh dimakan sekenyangnya, sepuasnya. Tapi jangan mubazir. Karena jika Anda melakukan permubaziran Anda akan dikenakan denda RM5/100 gram.

Heemm ... awas kalau mubazir!

Suami saya berseloroh, katanya bagus juga nih diterapkan di rumah, kalau ada yang tidak menghabiskan makanan atau ada makanan hari ini yang tidak habis, semua anggota keluarga kena membayar denda RM5. Eh, anak saya yang kecil, yang belum sekolah nangis. Katanya,

"Sarah kan belum sekolah, mana punya uang, huhuhu," 

Anak yang lain juga protes tapi tidak seserius Sarah yang langsung menangis. Abinya segera menghibur, tidak akan diterapkan secepatnya, dan yang membayar kalau ada makanan sisa di resto itu Abi yang bertanggungjawab. 

"Uangnya dari dompet Umi, tenang aja," katanya. Eleuhh ... ternyata ya heuheu

Pertama kali masuk ke resto itu, bingung juga. Begitu banyak makanan dan begitu banyak orang. Bingung, ambil piringnya di mana, ambil sendok, panci dll hahhaa Akhirnya saya mengamati lalu lalang orang-orang itu. Saya pelajari ceilahhh kebiasaan dan kearah mana mereka berjalan :D

Piring, sendok, garpu, panci, sendok sayur mangkuk ada di pojok paling belakang resto. Sejajar dengan tempat es krim dan minuman. Semua peralatan itu dari bahan stainless steel, jadi kalau makan kuah steamboatnya hati-hati ya.

Di jajaran ini juga ada es krim, dan segala jenis minuman. Ada minuman bersoda dan minum sirup plus es batu yang menggunung di wadah es. Ada alat untuk menghancurkan es untuk teman es batu campur.

Di sebelah kiri pintu masuk adalah tempat ikan yang dibumbui di sebelah, sejajar dengan segala macam sayuran dan steamboat tahu, kani, udang dan teman temannya, segala macam mie, kemudian bagian paling ujung adalah ayam dan sapi yang sudah dibumbui.

Di tengah ruangan ada bahan-bahan membuat ais batu campur, nasi goreng dan nasi briyani, spagheti dan nugget.

Di sebelah kanan pintu masuk adalah tempat kasir.

Di lantai dua tempat makan pun ada tempat minuman teh, kopi dan minuman sirup. Ada es krim juga. Letaknya di sebelah kiri pintu masuk. Di lantai ini juga terdapat dua tandas atau kamar mandi yang cukup bersih. di depannya ada dua wastafel.

Panci dengan kuah steamboat disiapkan oleh pelayan. Begitu juga saat menghidupkan kompor listrik dilakukan oleh pelayan. Kita hanya mengambil menu yang kita inginkan untuk mengisi panci steamboat dan panggangan.

Akhirnya setelah mempersiapkan segala sesuatunya agar anak dan suami nyaman makan steamboat dan semua menu yang ingin dicicipi sudah lengkap, tiba saat makan!

Makanan yang pertama kali saya makan adalah buah jeruk sunkist. Manisss ... setelah itu saya mencicipi daging ayam dengan bumbu sate. Rasanya lumayan!

Setelah itu saya makan nasi yang sengaja saya ambil sedikit-sedikit. Nasi briyani, nasi goreng kampung dan nasi goreng teri. Giliran nasi goreng kampung, pedasss! Gak tahan saya, akhirnya saya simpan dulu dan mengambil steamboat.

Wihh ... enak kuahnya, tapii pedasss! Huahh ... huah ... tapi pengen lagi hahhaa 
Untuk mengimbangi rasa pedas, saya banyak minum air sirup. Duh, untung badan saya kurus kering, moga jadi daging aja deh wkwkwk

diambil dari blog orang by google


Di meja sebelah, tempat adik adik FLP dan Manini berkumpul pun tak kalah seru. Alhamdulillah, semua bahagia bisa makan dengan puas di resto itu. Sebelum kembali ke rumah amsing-masing kami berphoto bersama penulis pujaan hati. Manini Pipiet Senja. Moga sehat selalu ya Manini. Anak-anak senang diphoto bersama nenek. Anak-anak saya dari bayi udah ditinggal dua neneknya, jadi ga punya kenangan manis sama nenek hikss

namanya anak muda, makannya banyak mpe kuah pedas sepanci habis :D

Waktu sudah menunjukan pukul 11. kurang dikit, saya dan keluarga pamit pulang duluan. Di perjalanan pulang, kata suami, sayang kalau makan "Tabehodai" bawa istri yang ga doyan makan. Makannya sedikit. Rugi! Hadeuuhh ... bukan ga doyan makan, Pak. Tapinya ini perut ga semelar perut bapak! Dan terjadilah perang cubitan. 

Nah bagi yang rencana jalan-jalan ke Johor dan memiliki selera makan jumbo seperti suami saya, silakan merapat ke Resto Meletop dan Tumpah Ruah ini heuheu

Kalau kata saya sih, kuah steamboatnya enak, segar dan pedas! KAlau kata anak-anak, yang memang ga doyan pedas, kecuali si kakak ya, lebih enak odeng buatan umi. Sedaaapp hehhe ...

By the way, bas way, resto ini ada di dalam kota Johor, 5 menit dari kampus UTM dan kurang lebih 30-45 menit dari Bandar Johor atau Check poin. Tergantung yang anterin tau atau enggak tempatnya hihihi

Jam bukanya dari jam 5 petang hingga jam 12 malam.
Harga: Anak-anak dibawah 6 tahun free, anak usia 6-12 tahun RM 9.90, dewasa RM 19.90 harga hari libur beda ya, dewasa RM 22.90

diambil dari fanpagenya Meletop


Selamat berwisata kuliner, moga bermanfaat ya ^_^


8 comments:

  1. Wah, makasih infonya Mbak, bikin Meletop aja hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Same mbak tia. kalau ke sini ajakin saya yaaa hihihi

      Delete
  2. Sepertinya meletop itu tertuju ke rasa ya. Duh, kapan nih sy bisa makan di Johor Bahru, hehe. Mantap, maknyus!

    ReplyDelete
  3. Wuih, mantaaaap! Bile2 ke Malasye, saye nak cube menu meletop ni ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siapp makk Izzah, colek colek aja ya kalau ke sinii ^_^

      Delete
  4. "Demi Rindu" hahaha ga ikhlas banget kayaknya bu.
    Oya kenapa foto transaksi pemaksaan itu yang dimasukin buu 😂😂
    Btw, good review bu! Semoga dibaca sama si empunya meletop trus dikasih gratis deh hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi ikhlas kok ikhlass...
      Itu photo pas aja gitu ndu. aku mau ngasih tau bahwa kuah steamboatnya enak. Sampe abis sepanci hihihi tolong abaikan transaksi kalian berdua ituh hahaaha

      Makasih Ndu, kalau ada kuliner enak di JB bagi tahu yaaa 😉

      Delete
  5. Duh, jauh deh :( huhuu nanti ke sana aj, mesti!

    Salam,
    Puput

    ReplyDelete

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @ceritaummi

Follow Us @tutiarien