November 30, 2016

(Resensi Buku) Seberapa Berani Anda Membela Islam?

November 30, 2016 2 Comments

Identitas Buku:
Judul Buku      : Seberapa Berani Anda Membela Islam?
Penulis             : Na’im Yusuf
Cetakan           : Cetakan pertama, Mei 2016
Tebal               : 274 Halaman
ISBN               : 978-979-25-2643-1

Menitik air mata saya ketika membaca berita, ribuan kaum muslimin warga Ciamis berjalan kaki dalam rangka mengikuti aksi damai Bela Islam yang akan digelar pada tanggal 2 Desember 2016 mendatang di Monas, Jakarta. Mereka berjalan kaki  menempuh jarak kurang lebih  270 KM - 300 KM Ciamis-Jakarta untuk membela Islam yang dinistakan.

Membayangkan perjalanannya saja, saya sudah sesak. Terharu dan geram bercampur satu. Terharu dengan ghirah mereka dalam membela Islam. Meski harus berjalan kaki beratus kilometer karena bis dan angkutan umum dilarang mengangkut mereka, mereka tidak menyerah. Sekaligus juga geram dengan respon pemerintah yang lambat dalam menangani kasus penistaan agama yang dilakukan oleh seorang pejabat negara. Dan herannya dikalangan ummat Islam juga ada yang dengan tanpa malu membela sang penista agama.

Fenomena ini sebenarnya  sudah diisyaratkan oleh Rasulullah SAW lewat lisannya yang mulia, empat belas abad yang lalu bahwa  sebagaimana Islam awalnya datang dalam keadaan asing di kalangan kaum musyrikin, maka Islam pun akan kembali asing, bahkan dikalangan umat Islam itu sendiri.

Inilah mungkin yang mendasari kesabaran dan keteguhan jiwa kaum muslimin warga Ciamis. Mereka memiliki sikap berani yang dituturkan secara indah oleh DR. Syaikh Yusuf Al Qordhowi dalam buku “Seberapa Berani Anda Membela Islam?”  yang ditulis Na'im Yusuf. 

“Sikap pemberani adalah kekuatan jiwa. Pemiliknya dapat mengemban perkara-perkara yang mulia dan menjauh dari hal-hal hina. Kekuatan yang menjadikannya besar meskipun dia kecil, kaya dalam kemiskinan dan kuat dalam kelemahannya. Kekuatan yang menjadikannya memberi sebelum meminta hak: Kewajiban terhadap Tuhannya, diri dan agamanya. Tidak akan berkembang sikap pemberani yang masih kosong dan mendidik para ksatria saleh, kecuali dalam naungan akidah yang kuat dan kemuliaan yang kukuh.” (halaman 7)

Itulah gambaran nyata orang-orang yang mencintai Allah dengan keimanan yang tinggi. Meski halangan dan rintangan di depan mata. Meski siang kepanasan, hujan kehujanan, malam kedinginan, kaki tanpa alas karena sandal mereka rusak, mereka tidak mundur dari gelanggang jihad. Semua itu karena Allah. Allah yang menggerakan hati dan kekuatan mereka. Meski cibiran dan cemoohan datang dari musuh-musuh Islam maupun dari sebagian umat Islam sendiri yang sinis dengan aksi mereka, mereka tetap tegar dan kokoh pendirian.

Mereka bukanlah dari kalangan orang yang mengatakan,”Ya Allah, aku tidak senang melihat kemungkaran ini, namun aku tidak mampu mencegahnya.” (halaman 38)

Mereka serahkan jiwa dan raga mereka, harta mereka, meninggalkan keluarga mereka hanya mengharap kebaikan dalam kepahitan dan kesulitan berjihad di jalan Allah.

Membela Islam bukan hanya tugas para ulama saja, tetapi membela Islam menjadi tugas umat Islam yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dan yang beriman kepada hari akhir. Karena semua perbuatan kita di dunia ini, apa yang kita perjuangkan di dunia ini, apa yang kita bela di dunia ini akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak.

Saya beruntung dapat membaca buku karya  Na’im Yusuf ini. Buku yang sarat motivasi dan semangat dalam menumbuhkan keberanian dalam membela Islam.

Buku ini membahas tentang esensi sikap berani membela Islam dan karakter pemberani.  Buku ini terdiri dari 3 bab, yang terdiri dari; bab pertama muqadimah, bab kedua membahas karakter pemberani dan bab ketiga penutup.

Di dalam bab kedua, Na’im Yusuf menjabarkan dengan jelas dan ringkas  13 ciri khas atau karakter orang yang berani membela Islam.

Ketiga belas karakter mujahid ini yaitu, mencintai masjid, menyeru ke jalan Allah, bersungguh-sungguh dan tanggap , bersikap aktif dan bertanggungjawab, bercita-cita yang tinggi, mulia dan terhotmat, berani di atas kebenaran, berani, berjihad dan berkorban, teguh di atas kebenaran, sabar dan membiasakan diri, memenuhi janji dan jujur pada Allah, tidak mudah putus asa dan pesimis.

Buku ini menjadi sangat menarik, dari segi tampilan cover yang sederhana tetapi cantik. Judul yang memikat dan menyelusup jauh ke dalam ruang hati yang terdalam, sehingga ketika pertama kali saya membaca judulnya, ada pertanyaan yang meminta jawaban pasti; Sudahkah saya berani membela Islam?  Font hurup yang besar membuat mata nyaman membacanya dan layout buku yang menarik dengan pewarnaan yang lembut dan teduh. Buku ini dibuka dengan mutiara al Qur’an dan mutiara hadits yang isinya menggetarkan ruang kalbu.

Buku ini dikemas dalam bahasa yang ringan dan setiap lembarnya disertai dengan kisah-kisah keteladanan Nabi dan Rasul, khususnya keteladanan Rasulullah SAW dan para sahabatnya, serta generasi shalafushalih yang menempatkan keberanian dalam berdakwah, berjuang menegakkan keadilan dan membela Islam di atas segala-galanya.

*Resensi ini sudah dimuat di media online http://www.bekasimedia.com/menakar-seberapa-berani-anda-membela-islam/ pada tanggal 30 November 2016.



September 30, 2016

MamyPoko: Berbagi Sentuhan Cinta Lembut Bagi Bayi Indonesia

September 30, 2016 20 Comments
Siang menjelang petang itu menjadi tidak biasa di Atrium Laguna Mall Central Park. Nuansa biru berpadu putih, dengan sentuhan pencahayaan yang sedemikian rupa membuat suasana menjadi teduh dan penuh kelembutan. Membuat lupa, bahwa sebelum masuk ke dalam mall sempat berpanas-panasan di luar. Di depan pintu gerbang tertulis dengan besar "Pokojang Land" dengan dua penjaga yang tersenyum ramah mempersilakan masuk. Ah, ternyata sangat mudah menemukan lokasi acara Blogger Gathering bersama MamyPoko pada siang 22 September 2016 itu.


MamyPoko Love Touch panggung utama


Yah, pada hari itu saya berkesempatan hadir dalam acara MamyPoko Love Touch, di Mall Central Park. MamyPoko, adalah produk popok sekali pakai dari Unicharm Jepang yang memiliki filosofi: "Necessity of life with Activities and Dream of Live with Activities."

Saya dan seorang teman tanpa kesulitan sampai di tempat acara 30 menit lebih cepat dari perkiraan. Panggung bernuansa biru masih lengang. Nampak panitia berseragam biru sedang sibuk mempersiapkan acara siang itu.  Di sisi lain awak media terlihat sedang mewawancarai seorang ibu muda, yang belakangan baru saya ketahui bernama Laura Basuki, seorang artis dan ibu inspiratif.

Masuk ke dalam area Pokojang Land, sebuah boneka Pokojang Hug Meter raksasa berdiri tegak menunggu pelukan dari pengunjung.  Gelak tawa ayah bunda dan balita mencuri perhatian saya. Saya pun masuk ke dalam Pokojang Land dan menemukan keseruan di sana. Seorang nenek duduk di tepi kolam busa lembut dan seorang balita sedang bermain di dalamnya. Tergambar keceriaan di wajah keduanya.


nenek dan cucu bermain di Pokojang land

Di area bermain itu ada perosotan dari balon plastik lembut, sehingga ramah anak, ada jembatan musik dan booth cotton candy yang lembut serta booth foto gratis di depan pohon kapas yang lembut. Semua serba lembut, menjadi kode bahwa hari itu adalah hari penuh kelembutan.

Jembatan Pokojang musik

Pokojang Hug Meter


area bermain Pokojang Land


Tak lama kemudian, acara pun di mulai. Narasumber pun dipanggil untuk duduk di panggung yang telah disediakan.

Di dalam acara Mamypokolovetouch ini diadakan talkshow yang menghadirkan narasumber yang membuka wawasan saya mengenai betapa pentingnya sentuhan dan pelukan bagi si kecil. Narasumber tersebut di antaranya: Ibu Irma Dwi Oktaviani, Senior Brand Manager Pt Unicharm Indonesia, Ibu dr. Titi Lestari Sugito Sp.KK (k) penasihat Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia (Perdoksi), Laura Basuki, seorang ibu muda inspiratif dan juga aktris dan model, Ibu Tjondrowati Subiyanto, KetuaYayasan Sayap Ibu dan Grace Fransiska Juniva Silalahi, Assistent Brand Manager PT Unicharm Indonesia.


Talkshow MamyPoko Love Touch


MamyPoko: Sentuhan Cinta Lembut MamyPoko Bagi Bayi Indonesia

Tema besar talkshow yang diangkat oleh MamyPoko pada kesempatan siang itu adalah "Mamypoko Berbagi Pelukan Cinta Untuk Kulit Lembut Balita Indonesia." Tujuan acara ini adalah MamyPoko ingin mengajak keluarga Indonesia untuk berbagi pelukan dengan si kecil setiap saat.

Talkshow dibuka oleh Ibu Irma Dwi Oktaviani. Beliau mengangkat tema "Sentuhan Cinta Lembut MamyPoko Bagi Bayi Indonesia." Ibu Irma memaparkan betapa pentingnya pelukan dan sentuhan bagi si kecil.


pemaparan dari ibu Irma

Pelukan adalah bahasa universal bentuk sentuhan cinta, demikian yang disampaikan oleh Ibu Irma. Beliau pun memaparkan hasil penelitian Unicharm Jepang, bahwa sentuhan dan pelukan berdampak signifikan terhadap ibu dan si kecil.

1. Menurunkan frekuensi denyut jantung sehingga meningkatkan rasa tenang 3x lebih besar bagi ibu dan si kecil.
2. Meningkatkan produksi hormon yang menimbulkan rasa nyaman dan bahagia bagi ibu dan si kecil.

Inilah sebuah fakta berdasarkan study penelitian dari Unicharm Jepang berkolaborasi dengan Profesor Hideki Ohira dari Nagoya University Jepang terhadap ibu dan bayi usia tiga hingga lima bulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sentuhan dan pelukan orang tua kepada anaknya akan berefek luar biasa kepada anaknya. Anak menjadi nyaman dan lebih tenang. Ini juga akan berdampak kepada kecerdasan intelektual dan emosionalnya kelak di waktu dia besar nanti.


Saya jadi teringat, saat saya usai melahirkan bayi saya, bidan dengan sigap meletakan bayi saya ke dada dan saya memeluk dan mengusap badan bayi saya skin to skin, merasakan kelembutan bayi saya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Bayi pun mencari putting susu, sebagai salah satu cara mengetahui bayi saya normal dalam proses IMD ini. Saat itu saya merasa nyaman sekali, rasa sakit dan lelah selepas melahirkan hilang begitu saja. Yang ada hanya  rasa syukur saat melihat bayi saya lahir dalam keadaan normal dan kemampuan fitrah yang luar biasa yaitu mengisap putting susu untuk pertama kalinya. Sampai saat ini juga anak-anak saya mudah sekali memeluk saya dan saya mudah memeluk mereka. Karena kami merasakan kenyamanan yang sama.

Ibu Irma juga menyampaikan bahwa MamyPoko memahami betul kesibukan seorang ibu baik di rumah maupun ibu bekerja. Kesibukan yang menyita waktu terkadang membuat waktu untuk melakukan interaksi skin to skin dnegan si kecil menjadi berkurang. Oleh karena itulah, MamyPoko menggelar acara MamyPoko Love Touch untuk mengingatkan betapa penting pelukan dan sentuhan. Sehingga MamyPoko menggelar acara MamyPoko Love Touch baik online maupun offline sebagai bentuk perayaan dan ungkapan cinta untuk bayi Indonesia.

Melalui acara MamyPoko Love Touch ini Ibu Irma berharap keluarga Indonesia terinspirasi untuk mengoptimalkan kualitas hidup keluarga dengan berbagi pelukan dan sentuhan cinta kepada anak anak terutama balitanya. "MamyPoko sangat memahami sekali betapa pentingnya pelukan lembut untk si kecil. Dengan bahan yang lembut selembut kapas, MamyPoko memberikan sentuhan cinta sekaligus memeluk lembut si kecil," demikian pungkasnya. 

Sesi berikutnya dr.Titi Lestari menyampaikan pentingnya pelukan skin to skin. Pelukan adalah ekspresi cinta penuh kekuatan yang mampu memberikan kebahagiaan untuk semua yang mendapatkannya. "Tak hanya memberikan kebahagiaan, tetapi juga berdampak pada kondisi kulit yang sehat," tegas dr Titi Lestari Sp.KK (K), Penasihat Kelompok STudi Dermatologi Anak Indonesia. "Kulit adalah cerminan dari semua respons dari dalam tubuh. Respon psikis akan tercermin di kulit. Jika psikis sehat, kulit pun sehat," 

Menurut dr.Titi, pada kulit terdapat banyak syaraf sensorik. Melalui sentuhan dan pelukan anak akan merasa disayang, nyaman dan aman. Bayi yang nyaman dan aman, disayang tampak melalui kulitnya yang sehat. Tanda kulit bayi yang sehat adalah berseri, cerah, tidak kusam, tidak pucat lembut, kenyal, halus dan tidak bersisik.

Selain melalui pelukan dan sentuhan, kulit yang sehat bisa didapatkan dengan perawatan kulit bayi yang tepat. Oleh karena itu menjadi sangat penting untuk menjadi kulit sekitar daerah sensitif bayi agar bayi terjaga kesehatannya. Misalnya dengan memberikan popok sekali pakai dengan daya serap yang tinggi, lembut dan perlindungan ekstra (anti bocor). Kemudian ketika mengganti popok, kebersihan kulit bayi perlu diperhatikan dengan baik.

Dalam sesi ini dilakukan uji lab penyerapan popok MamyPoko yang terbukti penyerapannya sangat tinggi, lembut dan tidak bocor yang dipandu oleh Ibu Grace. Menurut bu Grace ciri-ciri popok berkualitas tinggi adalah memiliki tekstur yang lembut, daya serapnya tinggi, kering dan memiliki perlindungan ekstra (anti bocor). MamyPoko diproses dengan teknologi tinggi dan dilakukan dengan uji kelayakan produk, memiliki ciri-ciri tersebut. Mamypoko dibuat untuk kenyaman dan menjaga kesehatan bayi sejak dini. MamyPoko dibuat untuk membantu ibu dalam pengasuhan anak. Bayi akan bebas bergerak di siang hari dan dapat tertidur nyenyak di malam hari, sehingga membantu ibu dalam beristirahat. Dan pada akhirnya, ibu dan si kecil akan merasa bergembira sepanjang hari.

Tes lab di tempat


Takahashi, Presiden Director Unicharm menambahkan penjelasan ibu dr. Titi dalam rilisnya, beliau menyatakan bahwa sentuhan dan pelukan cinta ini juga dapat dirasakan oleh bayi pada lapisan atas bagian popok MamyPoko yang diakui kering dan tidak bocor. Sebagai tanda cinta pada bumi, MamyPoko dengan teknologi green, dibuat dengan  mengurangi komposisi bahan yang tidak mudah diurai. Jadi insyaAllah MamyPoko adalah popok sekali pakai yang sayang bumi.

Sebagai tanda sayang dan bentuk cinta kasih kepada anak-anak Indonesia yang kurang beruntung, MamyPoko mengajak keluarga Indonesia untuk berdonasi lewat pelukan. "Melalui donasi pelukan dan donasi popok MamyPoko ini balita yang kurang beruntung dapat merasakan sentuhan cinta dari keluarga Indonesia." ungkap Masaki Takahashi.

Hal ini mendapat apresiasi positif dari Laura Basuki, Menurut Ibu dari Owen Gani (8 bulan) ini berbagi pelukan bersama Pokojang Land MamyPoko merupakan aksi sederhana yang sangat berarti untuk orang lain.

"Sebenarnya memeluk adalah hal yang lumrah, ibu biasa memeluk anak, namun jika dengan memeluk kita bisa memberikan satu popok untuk balita yatim piatu, hal kecil ini sangat berarti untuk orang lain. Barangkali hal biasa untuk kita, tapi bagi orang lain yang membutuhkan perhatian kita ini akan sangat berarti sekali," tuturnya.

 Kegiatan MamyPoko Love Touch ini juga kegiatan yang ramah anak sekali. terbukti dengan disediakannya tempat parkir stroller bayi dan tempat ganti popok.




Yayasan Sayap Ibu

Yayasan yang akan mendapatkan donasi popok sekali pakai MamyPoko adalah yayasan Sayap Ibu. Yayasan yang berdiri sejak tahun 1955 ini penggagasnya adalah Ibu Sulistina Sutomo, istri pahlawan nasional Bung Tomo. Sayap Ibu memiliki tiga panti yang tersebar di jalan Barito, Jakarta Selatan. Sejak tahun 1969 Yayasan Sayap Ibu menjadi mitra resmi pemerintah untuk proses adopsi legal bayi dan anak yang tidak mampu, termasuk untuk adopsi lintas negara. Lebih dari 1000 anak Sayap Ibu telah diadopsi. Saat ini Sayap Ibu dipimpin oleh Ibu Tjondrowati Subiyanto (Ibu Atie).

Tentang Unicharm

Unicharm Indonesia berdiri pada tahun 1997, dimulai dari bisnis feminine care, lalu berkembang menjadi tiga fokus, yaitu feminine care, baby care dan health care. 

Unicharm mempunyai harapan, "Ingin mengabulkan impian semua orang per orang dengan mempersembahkan produk yang mendukung jiwa dan raga dengan lembut dan pelanggan bebas dari berbagai beban, dimlai dari bayi hingga manula."

Filosofi Unicharm adalah, Necessity oh Life with Activities and Dream of Live with Activities. Keterangan lebih lanjut bisa melayari situs MamyPoko

MamyPoko berbagi pelukan cinta untuk kulit lembut balita Indonesia ini menggelar aktivitas MamyPoko Love Touch di Atrium Laguna Mall Central Park, dari tanggal 22 September 2016 hingga tanggal 25 September 2016 dengan berbagai aktivitas menarik bagi keluarga. Salah satunya adalah mengajarkan si kecil mendonasikan pelukan untuk diganti menjadi sebuah popok sekali pakai MamyPoko untuk temannya bayi kecil yatim piatu. Peluk Pokojang Hug Me, dan terdonasikan sebuah MamyPoko. Seru!

1 pelukan = 1 popok bagi bayi yatim


Nah, Ayah Bunda ... Sudahkah memeluk anak-anak hari ini? 

saya dan dua malaikat kecil




September 25, 2016

Menjelajahi Pokojang Land Bagaikan Menjejakan Kaki di Negeri Penuh Cinta dan Kelembutan

September 25, 2016 9 Comments
Hari Kamis tanggal 22 September  yang lalu, saya berkesempatan hadir di dalam acara pembukaan “MamyPoko Berbagi Pelukan Cinta Untuk Kulit Lembut Balita Indonesia.” Acara yang disponsori oleh Unicharm Jepang ini ingin mengajak keluarga Indonesia untuk berbagi pelukan dengan si kecil setiap saat.

dokpri


Di dalam acara pembukaan ini, diadakan takshow  yang menghadirkan narasumber-narasumber yang membuka wawasan saya mengenai betapa pentingnya sentuhan dan pelukan bagi si kecil. Narasumber tersebut di antaranya adalah Ibu Irma Dwi Oktaviani, Senior Brand Manager PT Unicharm Indonesia, Ibu dr. Titi Lestari Sugito Sp.KK (K) penasihat Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia (Perdoksi), Laura Basuki, seorang ibu muda inspiratif dan juga aktris sekaligus model dan Ria Miranda seorang fashion Designer.

dokpri


Sebuah fakta berdasarkan study penelitian dari Unicharm Jepang berkolaborasi dengan Profesor Hideki Ohira dari Nagoya University Jepang terhadap ibu dan bayi usia tiga hingga lima bulan, menunjukan bahwa sentuhan dan pelukan orang tua kepada anaknya akan berefek luar biasa kepada anaknya. Anak menjadi nyaman dan lebih tenang. Ini juga akan berdampak kepada kecerdasan intelektual dan emosionalnya kelak di waktu dia besar nanti.

Saya jadi teringat, saat saya usai melahirkan bayi saya, bidan dengan sigap meletakan bayi saya ke dada dan saya memeluk dan mengusap badan bayi saya skin to skin, merasakan kelembutan bayi saya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Bayi pun mencari putting susu, sebagai salah satu cara mengetahui bayi saya normal dalam proses IMD ini. Saat itu saya merasa nyaman sekali, rasa sakit dan lelah selepas melahirkan hilang begitu saja. Yang ada hanya  rasa syukur saat melihat bayi saya lahir dalam keadaan normal dan kemampuan fitrah yang luar biasa yaitu mengisap putting susu untuk pertama kalinya. Sampai saat ini juga anak-anak saya mudah sekali memeluk saya dan saya mudah memeluk mereka. Karena kami merasakan kenyamanan yang sama.

Saat acara berlangsung, tak henti-hentinya saya terharu membayangkan saat anak-anak saya masih balita. Saya pun teringat, dulu masa mereka kecil, saya juga memakaikan popok sekali pakai MamyPoko. Selain karena kelembutannya juga, karena waktu itu, satu-satunya produk pospak yang punya produk popok toilet training, yah hanya MamyPoko.

InsyaAllah saat ini, saya sedang hamil 5 bulan, setelah mendengar penjelasan dari narasumber, terutama dari dokter ahli kulit dan hasil tes laboratorium di tempat acara, saya semakin yakin untuk memberikan popok yang terbaik bagi bayi saya kelak, yaitu pospak yang memiliki daya serap tinggi dan kelembutan di kulit selembut kasih sayang ibu.

Setelah acara talkshow berakhir, kami diajak untuk berkeliling  melihat-lihat arena Pokojang Land. Karena arena ini ditujukan untuk keluarga dengan balita di bawah usia 5 tahun, semua perlengkapan permainan yang disediakan permainan yang aman untuk balita. Perosotannya terbuat dari gelembung plastic, kolam renang dengan busa berbentuk cinta yang lembut dan tempat berlari-lari yang super aman untuk balita bergerak bebas dan ceria. 



Selain itu juga tersedia tempat ganti popok bayi dan tempat parkir stroller bagi yang membawa stroller bayi. Jadi arena ini memang benar-benar ramah anak!

kamar ganti popok
parkir stroller


Ini dia rangkaian kegiatan di Pokojang Land:

Berbagi pelukan Cinta dengan Memeluk Pokojang Hug Meter. Nah setiap pelukan cinta pada Pokojang Hug Me ini dikonversikan menjadi 1 popok Mamypoko yang akan disumbangkan ke panti asuhan yatim piatu Sayap Ibu.

1 pelukan = 1 donasi popok tuk bayi yatim piatu

Pertunjukan Boneka Pokojang.
Menari bersama Pokojang
Permainan seru mandi bola-bola awan lembut
Jembatan music Pokojang Lucu
Lomba Mewarnai Pokojang
Lomba Model “Mom and Me Love Toich Hunt”

Dan promosi spesialnya, setiap pembelian MamyPoko minimal Rp150.000 do counter atau Carefour Central Park pada 22-25 September 2016 bisa ditukarkan dengan gratis Pokojang 3D Phot Art dan Gratis Cotton candy

Rundown Agenda di Pokojang Land:

Lomba Foto Model Balita di Pokojang Land
Mom & Me Love Touch Hunt
Kategori A (Usia anak 0-2 tahun)
Sabtu, 24 September 2016
Pukul: 11:00 – 12:00

Kategori B (Usia anak 2-4 tahun)
Sabtu, 24 September 2016
Pukul: 14:00 – 15:00

Lomba Mewarnai di Pokojang Land
Usia anak 2-4 tahun
Minggu, 25 September 2016
(Membawa peralatan sendiri)

Kegiatan Online
Share foto pelukan cinta di #mamypokolovetouch
Informasi lengkapnya bisa dibuka di www.mamypokolovetouch.com

Asyik ya … dapat popoknya, dapat keseruan mainnya dengan si kecil. Jangan lupa, acara ini diadakan di Atrium Laguna Mall Central Park Jakarta, dari hari Kamis, tanggal 22 September hingga hari Minggu,  tanggal 25 September 2016. Berarti hari ini. Jangan sampai ketinggalan yaaa 

Jangan lupakan tata tertibnya


Akses ke Atrium Laguna Mall Central Park:

Dari Bogor naik KRL jurusan Kota, turun di stasiun Cawang. Dari stasiun Cawang, jalan keluar ke sebelah kanan, menyusuri lorong di bawah terowongan stasiun. Setelah itu ada tangga, naik ke atas menuju jembatan ke tempat perhentian busway Trans Jakarta. Naik busway jurusan grogol, berhenti di halte Central Park.




September 24, 2016

Grand Whiz Hotel Kelapa Gading, Kenyamanan Berkelas dengan Harga Terjangkau

September 24, 2016 18 Comments
Akhir-akhir ini saya sering jalan-jalan sendiri ke Jakarta. Sebenarnya capek juga karena naik Comutter Line, meski praktis tapi namanya angkutan umum kan pasti berdesak-desakan dan ada kalanya enggak dapat tempat duduk. 

Dalam kondisi hamil seperti ini, ingin sekali-kali mengajak anak dan suami untuk ikut serta dalam kegiatan saya yang kadang-kadang diundang event tertentu sebagai penulis dan blogger. Jadi saya coba mencari hotel yang nyaman dengan harga terjangkau sesuai kebutuhan saya yang memiliki keluarga besar. Dengan anak lima orang ingin sekali saya memberikan penginapan yang nyaman dengan harga yang terjangkau. Dan, alhamdulillah dapet juga nih!


Sumber: google maps

Saya menemukan yang ini. Yuk, kita intip salah satu hotel yang berada di kota Jakarta khususnya bilangan Kelapa Gading. Dengan menggunakan salah satu aplikasi dari jasa reservasi hotel Traveloka, saya mendapatkan temuan hotel dengan harga termurah untuk kelas bintang 4, yaitu Grand Whiz Hotel Kelapa Gading. Dan hal ini pun  diamini lho oleh beberapa jasa reservasi hotel lainnya dengan harga yang  membuat senyum saya sumringah.

Konon, Grand Whiz Hotel Kelapa Gading merupakan salah satu dari sekian banyaknya hotel yang didirikan oleh perusahaan properti tingkat Internasional, Intiwhiz Hospitality Management. Perusahaan tersebut sudah banyak mendirikan hotel – hotel di beberapa kota besar, seperti Jakarta, Bogor, Malang, Bali, Manado, Bandung, Pekanbaru, Lampung, Semarang dan Makassar. Visi yang dituju adalah untuk menjadikan jaringan hotel yang diminati dan bertumbuh pesat di Indonesia.

Intiwhiz Hospitality Management membagikan klasifikasi hotel menjadi 3 tipe, salah satunya adalah dengan brand hotel bintang 4 yang hadir dengan kemewahan modern bernuansa alami. Termasuk juga dengan Grand Whiz Hotel Kelapa Gading ciptaan mereka. 

Berlokasi di Jalan Bukit Raya Kav. 1, Kelapa Gading, Jakarta Utara, membuat hotel ini memiliki lokasi yang strategis untuk kemudahan akses. Hanya berjarak 12,6 km untuk akses via udara melalui Bandara Halim Perdanakusuma Internasional.

Lalu untuk akses via darat, hotel ini memiliki akses transportasi umum seperti bus Transjakarta dan kereta Commuter Line. Cukup perjalanan selama 20 menit dari hotel, kita akan mendapatkan salah satu akses bus Transjakarta melalui halte Sunter Boulevard Barat, untuk koridor 12 (Penjaringan – Tanjung Priok). Dan untuk Commuter Line melalui stasiun Tanjung Priok yang berjarak 4,9 km.

Selain akses yang begitu mudah, Grand Whiz Hotel Kelapa Gading juga memiliki beberapa tempat menarik yang berada di sekitarnya. Untuk belanja kebutuhan sahari – hari, terdapat beberapa pusat perbelanjaan besar seperti Mall Kelapa Gading (1,32 km) dan Mall of Indonesia (1,5 km). Yang semua tempat tersebut merupakan pusat perbelanjaan terlengkap di Jakarta.

Kemudian untuk kebutuhan jasmani, kita juga bisa olahraga di Sport Mall Kelapa Gading yang berisikan basket field, biasanya digunakan untuk pertandingan – pertandingan besar seperti liga IBL. Untuk kesana, kita hanya menghabiskan waktu perjalanan selama 16 menit. Selain itu, ada fasilitas bagi penggemar olahraga golf, disekitar sini juga terdapat The Club Gading Mas yang hanya berjarak 1,8 kam dari Grand Whiz Kelapa Gading.


Sumber: Google maps

Dengan segala fasilitas yang disebutkan di atas, tentu hotel ini jadi hotel idaman dong. Apalagi dengan kemudahan  akses ke sana dan ke beberapa tempat yang menarik.

Eit .. tunggu dulu, selain fasilitas yang disebutkan di atas, ternyata harga kamar yang ditawarkan juga membuat dompet tersenyum lho.. Grand Whiz Kelapa Gading memiliki jumlah kamar sebanyak 322 yang dibagi menjadi beberapa kelas, antara lain:


1    1.   Superior Room Only
Ini merupakan kamar dengan harga termurah yang disediakan oleh pihak pengelola, yaitu dengan tarif Rp. 453.174,- untuk permalam.

Sumber: Traveloka


1    2. Deluxe Room
Cukup dengan biaya Rp. 611.785,- untuk permalamnya, kita sudah bisa menikmati fasilitas dalam kamar ini.

Sumber: Traveloka


1    3. Premier Room
Nah yang ini nih, untuk yang memerlukan ruangan yang lebih luas namanya Premier Room. Kamar ini disewakan dengan harga Rp. 693.356,- per malam. Murah bingit kan!

Sumber: Traveloka


Itulah beberapa kamar murah di Grand Whiz Kelapa Gading, yang harganya di bawah satu juta. Selain juga terdapat kamar lain yang disesuaikan dengan kebutuhan para pengunjungnya, seperti junior suite, executive suite dan family suite.

Dengan gedung berjumlah 26 lantai, hotel ini menyediakan beberapa fasilitas yang akan memanjakan kita saat bermalam disini. Di antaranya:

-          - Aula Serbaguna
-         - Meeting Room
-         - Fasilitas Bisnis
-          - Ruang Keluarga
-         - Resto, dengan menu khas ala hotel
-          - Kafe
-          - Bar
-          - Sauna
-          - Spa
-          - Kolam renang outdoor
-         -  Akses Wifi di seluruh area

Dengan segala fasilitas yang diberikan, harapannya moga bisa memanjakan saya yang memang sedang ingin dimanja heuheu ... bumil gitu lho :-)

Sumber: Google Maps


Nah, itulah hotel Grand Whiz Kelapa Gading. Sudah saya buat catatannya, agar suatu saat ketika ke Jakarta enggak susah susah lagi mencari tempat penginapan yang nyaman, berkelas tetapi dengan harga terjangkau di Jakarta.  Kalau ada yang mau bareng, yuk barengan menginap di  Grand Whiz Hotel Kelapa Gading rasakan kenyamanannya!

September 04, 2016

Ibu Hamil Flying Fox, Aman Tidak?

September 04, 2016 17 Comments
Ibu hamil main flying fox?

Ah yang bener aja lagi? Enggak takut keguguran apa? Itu bayinya apa enggak kepencet tali? Terus ... terus ... karabinernya kuat enggak? Entar emak jatuh lagi? Emang bisa berenang kalau jatuh ke air?

Itulah bisikan-bisikan hati saat saya membayangkan ibu hamil mencoba permainan flying fox. Biasa kan, kita itu selalu aja was-was dalam situasi-situasi tertentu.

Ceritanya, pada tanggal 17 Agustus yang lalu, saya dan anak-anak diajak mengikuti kegiatan outbound di sebuah  Taman Wisata Sekolah, Outbound Pelita Desa di daerah Ciseeng Kabupaten Bogor.

Sumber: Google


Outbound ini tidak sekadar outbound biasa, tetapi kegiatan yang diprakarsai oleh alumni SMA 1 Bogor angkatannya suami saya yang kebetulan satu angkatan dengan Pak Walikota Bogor ini dalam rangka memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim yang tinggal di wilayah Bogor.  Ada sekitar 75 orang anak yatim yang mengikuti kegiatan ini. Dari mulai tinkat SD hingga SMP kelas 3.

Anak-anak saya senang sekali bisa bergabung dengan mereka. Banyak permainan yang bisa dimainkan di tempat wisata tersebut yang memang khusus untuk wisata sekolah. Anak-anak bermain beregu, sehingga masing-masing regu harus kompak untuk memenangkan permainan tersebut. Bagus juga untuk menstimulasi kecerdasan anak-anak dalam bekerjasama dalam sebuah tim.

Saya sebagai tim sorak dan penggembira, mengikuti anak yang usia SD. Sebab si kecil ikutan dalam kelompok SD, padahal dia masih TK. Saya menjadi mamarazi buat anak-anak. Sibuk potret sana potret sini. Ikut bersorak saat permainan dan ikut cemas saat anak menyebrangi jembatan tali, naik flying fox, nyebrang danau dan permainan yang lainnya hihihi

Sarah dan Pie meniti jembatan (docpri)


Nah, suatu ketika saya tergoda juga ingin ikut menyebrang dengan menggunakan perahu yang terbuat dari bambu yang disusun sedemikian rupa. Ada 4 orang penumpang lain, para ibu panitia, temannya suami. Eh, suami saya juga entah dimana dia, jadi paparazi menguntit anak-anak yang sedang asyik bermain.

Saya ikut menyebrang. Lumayan juga sensasinya bikin jantung deg-degan hihihi malah saya sempat menjerit kaget sebab perahu seperti hendak tenggelam ketika berada di tengah danau. Ah, dasar emak panikkan heuheu ...

Dan saya tidak tahu, ternyata kita bukannya dibawa ke tepi danau di mana anak-anak yang lebih besar berkumpul, ternyata perahu merapat di tempat  flying fox. Tempatnya seperti pulau tersendiri dan kita enggak bisa ke mana-mana lagi kecuali menyebrang naik flying fox itu.

Duh ... duh ... saya grogi. Saya tidak siap flying fox. Saya membawa tas ransel lumayan banyak isinya. Pake sepatu fantopel dan sedang hamil hampir 4 bulan. Saya pun bertanya kepada ibu petugas. Dan jawabanya: "Tidak apa-apa Bu. Aman insyaAllah. Barang bawaan Ibu enggak akan jatuh dan kandungan Ibu dan baik-baik saja."

Bismillah ... saya pun melipat kacamata, memasukannya dalam tas, mengatur tas ransel agar nempel di badan, mengenakan sarung tangan yang disediakan petugas dan helm keselamatan. Duduk dengan hati-hati di tali, memegang tali dengan erat dan syutttt ... saya meluncur dengan deras ke bawah.

Meluncur dengan bahagianya (docpri)



Dan ternyata saya menikmatinya heuheu di ujung perhentian flying fox suami saya sudah siap memotret momen saya meluncur dari sana. Duh ... hahhaha ... jadi mati gaya deh. Ternyata diam-diam dia sudah memotret saya dari kejauhan. Memotret saat saya dialog dengan bu petugas, memakai tali dan saat meluncur ... untung engga ada adegan nangis-nangis dulu wkwkkw

Siap-siap meluncur (docpri)


Alhamdulillah ... saya selamat sampai disebrang. Disambut oleh dua gadis saya. Ummi hebat! puji mereka. Hahahha saya tersipu. Saya mengelus perut saya, moga adik bayi enggak kaget saat saya meluncur naik flying fox hihihi

Tips dari saya untuk permainan flying fox untuk ibu hamil:
1. Biasanya ibu yang paling tahu kondisinya sendiri ya. Jadi kalau tidak yakin bisa menyelesaikan permainan tidak usah dipaksakan.
2. Gunakan peralatan yang diberikan petugas sebaik-baiknya. Sarungkan sarung tangan dengan benar, kenakan helm pas di kepala dan kaitkan tali pengaman helm dengan baik.
3. Pastikan posisi duduk nyaman, kita bisa mengira-ngira dulu sebelum meluncur.
4. Yakin bahwa ibu dan janin akan baik-baik saja. Jangan lupa baca bismillah ya.
5. Meluncurlah dengan yakin akan selamat sampai di seberang. Buka dan mata dan kembangkan senyuman selebar-lebarnya. Biar kalau difoto hasilnya bagus hihihi

Oiya, saat saya ikut outbound saya memakai celana rok dan atasan kaos yang menyerap keringat. Alhamdulillah gerak saya jadi lebih leluasa dan lebih fleksibel. Cuma waktu itu karena saya enggak niat mau ikut permainan, jadi salah memakai sepatu. Harusnya memakai sepatu olahraga, bukan sepatu fantopel.

Nah, jadi bumil sebenernya enggak ada pantangan bumil untuk ikut kegiatan-kegiatan menantang di dalam outbound. Cuma, yaitu deh, harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi bumil ya.

Setelah hari itu, saya juga tidak lupa mencek kondisi rahim dan kondisi adik bayi. Alhamdulillah adik bayi sehat dan malah lebih lincah dari sebelumnya. Saat dilihat lewat USG 2D, dia sedang berenang renang bahagia :-)

Jadi .. selamat bersenang-senang bumil ^_^

Oiya, saya ada oleh-oleh videonya, sok atuh kalau mau melihat aksi saya meluncur hehhe
)

September 01, 2016

Perpustakaan Sampah

September 01, 2016 16 Comments
Perpustakaan Sampah. Begitulah nama perpustakaan yang terdapat di desa Nagrog Pamoyanan Bogor ini. Unik namanya. Saya sengaja mendatangi perpustakaan ini sebab penasaran  dengan namanya. Kenapa disebut perpustakaan sampah?

Perpustakaan Sampah (dokpri)

Nah, demi menuntaskan rasa penasaran saya, akhirnya saya mengajak sulung saya yang kebetulan tidak bersekolah formal, untuk mengeksplorasi apa itu Perpustakaan Sampah.

Saya dan si kakak keluar dari rumah pukul 9.30 pagi. Dari rumah, kami naik angkutan umum (angkot) nomor 12, mobil hijau menuju PLN di daerah Merdeka. PLN ini kalau dari stasiun Bogor hanya berjalan sekitar 100 meteran saja. Di PLN kami ganti naik angkot nomor 02 (mobil hijau) jurusan Sukasari - Bubulak. Kami turun di pertigaan Batu Tulis. Di sana kami ganti lagi angkot nomor 04A biru. Sebenarnya bisa turun di Gang Aut, tapi saya lupa, jadi kami terus menuju Sukasari dan ternyata terjebak macet. Di gang Aut memang tidak macet tapi mungkin angkotnya ngetem untuk mencari penumpang.

Oiya, jangan lupa tanyakan apakah angkot melewati desa Nagrog sebab ada dua jurusan angkot di jalur itu. Jangan salah naik angkot ya :-)

Setelah harap harap cemas, sebab takut tersesat, akhirnya sampai juga ditujuan. Ternyata di angkot itu banyak temannya yang mau turun di Nagrog. Malah salah satu ibu yang sama sama menumpang angkot itu menyapa saya dan dengan sukarela mengantar saya ke Perpustakaan Sampah.

Kami turun tepat di depan gang tempat Perpustakaan Sampah itu berada. Dari mulut gang kita berjalan kaki ke dalam kurang lebih 100 Meter saja.

Jalanan kecil yang hanya cukup satu mobil itu lumayan asri dan bersih. Sampah-sampah dikumpulkan dalam wadah di pojokan dekat Masjid. Di sampingnya, entah mata air atau solokan yang ditampung sedemikian rupa. Hanya saja airnya tidak bening, keruh. Tapi lumayan untuk menyiram tanaman.

Berjalan menuju Perpustakaan Sampah, di sebelah kiri jalan kita disuguhi dengan tanaman yang ditanam dalam pipa-pipa yang ditata dengan rapi. Ada sayur kangkung tertanam di dalamnya.

Tanaman Kangkung dalam Pipa (dokpri)


Di depan Perpustakaan Sampah ada pos ojek atau pos ronda yang terbuat dari botol-botol bekas air mineral. Sungguh menarik perhatian.

Pos ronda botol bekas (dokpri)


Dan, sampailah saya di Perpustakaan Sampah. Sayangnya, saya datang tidak janjian dulu dengan Pak Elan, pemilik Perpustakaan Sampah ini. Jadi saya tidak bertemu dengan siapa-siapa di sana, kecuali seorang tetangga yang menerima saya dan menginformasikan tidak ada orang di rumah.

Tukar sampah jadi anggota perpus (dokpri)


Saya sempat duduk di teras depan rumahnya yang asri. Perpustakaan itu terbuka dan tidak dijaga oleh siapa pun dengan buku-buku bacaan di rak yang terbuat dari bekas detergen cair atau pengharum pakaian. 

Rak buku unik (dokpri)


Uniknya, di Perpustakaan ini, anak-anak yang meminjam buku cukup membawa sampah non organik atau sampah plastik yang ada di rumah dan siap menikmati bacaan yang bisa dipinjam di sana. Ah, saya jadi mengerti mengapa perpustakaan ini dinamakan Perpustakaan Sampah. Keren ya idenya!

Oiya, sampah-sampah yang dibawa oleh anak-anak juga bisa ditukarkan dengan jajanan juga lho, Menarik ya! Jadi anak-anak dengan sadar tidak akan membuang sampah sembarang. Sebab sampah-sampah itu menjadi barang yang berharga.

Ingin jajan, cukup tukarkan sampah di rumah (dokpri)


InsyaAllah saya ingin datang lagi ke sana untuk menyaksikan sendiri keceriaan anak-anak membaca buku di Perpustakaan Sampah ini. Ehmm ... mungkin bawa rombongan krucil juga agar mereka bisa belajar dari Perpustakaan Sampah.

Oiya, kemarin sengaja saya membawa beberapa eksemplar buku hasil karya saya yang ada di rumah untuk disimpan di Perpustakaan Sampah. Berharap semoga memberikan manfaat dan keceriaan untuk anak-anak di Desa Nagrog. 

Buku-buku cerita anak hasil karyaku (dokpri)


Nah, jika teman-teman ada yang ingin menyumbangkan buku-bukunya, baik baru maupun bekas bisa silakan datang atau kirimkan ke alamat Perpustakaan Sampah di bawah ini.

Perpustakaan Sampah (Bapak Elan Jaelani)
Kp. Nagrog RT.002 RW.012 Kelurahan Pamoyanan
Kecamatan Bogor Selatan, Bogor, Jawa Barat 16136 Telp: 0858-6030-7777





August 18, 2016

Habibie Sang Inspirator yang Merdeka

August 18, 2016 4 Comments
Sudah sejak lama saya mengidamkan ingin bertemu dengan inspirator bangsa yang satu ini. Bahkan sejak saya kecil. Seorang negarawan yang sederhana, cerdas dan memiliki kepribadian yang unik. Beliau menjadi buah bibir di antara kami – anak kecil itu di masa tahun 80an-  karena kepakarannya di bidang teknologi dirgantara. Membuat pesawat terbang. Ya, benar! Beliau adalah Presiden RI ke-3, Bapak BJ Habibie.

Dulu, seingat saya, anak-anak kecil seusia saya, jika ditanya, kelak kalau sudah besar mau jadi apa? Pasti jawabannya adalah, “INGIN JADI PAK HABIBIE!”

Sesi Pertama Bincang uku Habibie The Series


Ya … kenangan masa kecil itu, kemudian membawa saya menuju sebuah tempat di Jakarta, pada suatu Ahad, 7 Agustus 2016 yang lalu. Saya mengikuti sebuah acara Bincang Buku Habibie The Series dan Diskusi Publik, yang diselenggarakan di Museum Bank Mandiri, Jakarta. Tema besar diskusi public ini adalah “Menggali Inspirasi dari 80 Tahun Habibie”.

Dari tema besar tersebut diskusi publik ini kemudian dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama mengangkat tema Kunci Sukses Eyang Bangsa. “Mengulik Kepribadian Eyang Habibie Dalam Meraih Sukses”. Dan sesi kedua mengangkat tema “Kepemimpinan BJ Habibie dalam Pengembangan SDM Indonesia.

Hadir sebagai pembicara di dalam diskusi ini Bapak Andi  M. Makka (Tim Habibie Center). Pak Andi Makka ini adalah orang dekat Eyang Habibie, menurut pengakuannya, setiap 10 tahun Eyang Habibie ulang tahun, beliau menghadiahkan sebuah buku yang berisi tentang kehidupan Eyang Habibie. Nah tahun ini, beliau terlupa kalau usia Eyang Habibie sudah 80 tahun, akhirnya dua bulan sebelum hari ulang tahun Eyang Habibie beliau menulis dibantu oleh tim penulis. Pak Andi Makka ini juga  mantan Pemred Harian Republika.

Bapak Sutanto Sastrareja, beliau menjadi Tim penulis buku Habibie The series dan dosen UNS Solo. Dan beberapa tokoh dan anak-anak intelektual Eyang Habibie, seperti Pak Nurmahmudi Ismail (Mantan Menteri Kehutanan dan mantan walikota Depok), Pak Bambang Setiadi, Pak Wendi.

Saya memang berminat ingin mengulik lebih dalam kepribadian yang unik Eyang Habibie. Alhamdulillah, di dalam diskusi ini, ada sesi bedah buku Habibie The Series yang isinya pembentangan utuh Eyang  Habibie, baik itu sebagai pribadi, sebagai kepala keluarga, sebagai suami, sebagai ayah, sebagai anggota masyarakat, sebagai teknokrat, sebagai atasan dan sebagai presiden.

Habibie The Series

Buku Habibie The Series ini terdiri dari 8 buku yang ditulis oleh Pak Andi Makka, Tim penulis dari penerbit Tiga Serangkai dan kumpulan surat dari masyarakat yang mencintai beliau.

Pada sesi pertama, Pak Andi memaparkan tentang isi dari masing-masing buku tersebut.

Buku kesatu: Jangan Pernah Berhenti (Jadi) Habibie. 

Buku ini ditulis oleh Bapak Sutanto Sastradireja. Berisi tentang pencapaian-pencapaian yang telah dilakukan oleh Eyang Habibie dalam berkhidmat kepada bangsa Indonesia, baik itu dalam masa kepeimpinannya yang singkat dan kejeniusannya di dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Buku ini diharapkan memberi inspirasi kepada para penerus bangsa khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya, merasa bangga memiliki asset bangsa seperti Eyang Habibie.

Buku kedua: Habibie Jejak Sang Penanda Kebangkitan.

Buku kedua ini berisi testimoni dari tokoh-tokoh yang dekat dengan Eyang Habibie.  Bagaimana rekam jejak seorang Habibie menjadi penanda kebangkitan bangsa Indonesia.

Diceritakan saat Eyang Habibie diminta oleh Presiden Indonesia kedua, Bapak H. Soeharto untuk mengabdi kepada negara. Padahal saat itu Eyang Habibie sudah bekerja di Messerschmintt Bolkow Blohn atau MBB di Hamburg dan menjadi vice president di MBB.

Dengan jabatan yang tinggi dan kecerdasan yang luar biasa, pemerintah Jerman pernah meminta beliau untuk menjadi warganegara Jerman, tetapi permintaan itu ditolak Eyang Habibie.

“Sekalipun menjadi warga negara Jerman, kalau suatu saat tanah air memanggil, maka paspor Jerman akan saya robek dan saya akan kembali ke tanah air,” demikian kutipan kata-kata Eyang Habibie di dalam buku “Habibie dan Ainun”.

Dan terbukti, hingga hari ini, Eyang Habibie lebih memilih setia menjadi Warga Negara Indonesia, meski pada tahun 2004 saat beliau menjabat sebagai Presiden RI ke-3, laporan pertanggungjawaban beliau selaku Presiden ditolak, beliau tidak mengganti kewarganegaraannya. Beliau tinggal di Jerman dengan tetap menjadi WNI.

Sebuah keikhlasan yang sungguh luar biasa. Setelah didzolimi, tetap mencintai tanah tumpah darahnya. Dan saya semakin kagum, karena beliau benar-benar  inspirator yang merdeka, tidak dalam pengaruh atau kekuasaan orang lain/ negara lain terhadap dirinya. 

Buku ketiga: Habibie Karya Nyata Untuk Indonesia

Buku series ketiga ini berisi tentang prestasi-prestasi Eyang Habibie baik itu sebagai pakar aeronautika terkemuka dan juga dalam bidang politik di Indonesia. Di buku ini juga diceritakan pesawat buatannya yang terbang untuk pertama kali.

Di dalam buku ini juga memuat visi, misi, pandangan dan gagasan-gagasan Eyang Habibie dalam memajukan Indonesia.

Buku keempat: Habibie Totalitas Sang Teknosof

Seri ini ditulis oleh Pak Andi M. Makka. Berisi tentang hal-hal terkini Eyang Habibie. Bahwa pernah pada tahun 1990, orang-orang bimbang, akan dimasukan ke ranah mana kepakaran Eyang Habibie, apakah ranah ekonom atau teknokrat. Akhirnya terjawablah bahwa sesungguhnya Eyang Habibie adalah seorang teknosof, yaitu seseorang yang mendalami filsafat teknologi.

Eyang BJ Habibie mendapat gelar Doktor Honoris Causa dalam Ilmu Filsafat dan Teknologi dari Universitas Indonesia pada tahun 2010.

Buku kelima: Habibie Musik, Film dan Kegemaran

Eyang Habibie sebagai pribadi yang unik juga memiliki kegemaran yang hamper sama dengan masyarakat pada umumnya. Beliau suka main music, mendengarkan music dan menonton film.

Saat ibu Ainun wafat, kegemaran yang selalu dilakukan berdua bersama dengan ibu Ainun terpaksa harus dilakukan sendiri. Begitu dalam rasa cintanya kepada  ibu Ainun yang telah wafat, Eyang Habibie pun meminta kepada  Ananda Sukarlan – seorang pianis kaliber Internasional- untuk menciptakan sebuah karya music untuk mengenang Ibu AInun Habibie.

Karya music mengenang ibu Ainun Habibie kemudian masuk di dalam deretan Rapsodia Nusantara dan dimainkan untuk pertama kalinya pada tanggal 11 Agustus 2014 bertepatan dengan hari lahir ibu Ainun Habibie. Rapsodia Nusantara ini adalah proyek music pribadi Ananda Sukarlan yang dikemas dengan music-music tradisional Indonesia yang telah dilaunching pada bulan Desember2014 .

Buku keenam; Habibie Makna Dibalik Lensa

Salah satu hobi dari Eyang Habibie adalah mengabadikan apa yang terlihat di depan matanya. Beliau hobi fotografi. Pak Andi Makka bercerita, bahwa Eyang Habibie pernah memotret awan ketika berada di dalam pesawat. Dan menurut Eyang, awan itu akan sangat indah ketika pertama kali dilihat.

Oleh itulah banyak peristiwa dan keindahan alam yang tertangkap oleh lensa kameranya dan dipamerkan di acara memperingati 80 tahun usia Eyang Habibie.

Buku ketujuh: Ainun Mata Cinta Habibie

Buku ini berisi tentang bagaimana mengispirasinya ibu Ainun Habibie. Hingga meski telah tiada, Eyang Habibie begitu terkesan kepadanya. Sampai Andi Sukarlan menggambarkan, bahwa romantisme cinta Eyang Habibie kepada Ibu Ainun mengalahkan kisah cinta Romeo dan Juliet. Saking indahnya.

Buku ini juga berkisah tentang kegemaran ibu AInun menonton sinetron Cinta Fitri. Hingga produser film tivi itu mengirimkan setiap episode baru kepada ibu AInun demi mengetahui sinetron itu digemari oleh Ibu Ainun.

Buku kedelapan: Habibie dalam Komik, Puisi dan Surat

Buku ini berisi apresiasi masyarakat kepada Eyang Habibie. Wujud dari masyarakat yang mencintai dan mengagumi  Eyang Habibie sebagai sosok inspirator bangsa  dengan jujur dan tulus.

Setelah Pak Andi Makka dan pak Sutanto memaparkan tentang isi dari 8 series buku Habibie ini, Mas Boim Lebon sebagai moderator mempersilakan peserta untuk bertanya. Setelah sesi Tanya jawab, acara ditutup untuk sementara untuk melakukan shalat dzuhur dan istirahat makan siang bersama.

Saya shalat di masjid yang terletak di dalam Museum Bank Indonesia. Masjidnya luas dan bersih terawat. Dihiasi dengan tanaman merambat di sekitar tembok di halaman museum dengan bunga yang indah berwarna-warni. Setelah shalat tak lupa saya mengabadikan momen di museum Bank Indonesia itu dengan berfoto bersama teman-teman. Bangunan kuno terawat itu sayang jika dilewati tanpa sebuah kenangan.

Setelah saya shalat, saya kembali ke gedung Museum Bank Mandiri. Di sana mbak Gesang – panitia dari FLP- tampak sibuk mengatur snack yang terdiri dari pisang rebus, ubi rebus, kacang rebus dan kerupuk gadung. Sementara makan siang telah disediakan dalam wadah steroform. Menu makan pada siang itu, nasi putih dengan lauk ayam bakar komplit dengan sambal yang enak banget. Dan makan siang serta snack siang itu semua mbak Gesang yang membuatnya sendiri. Wihhh … Hebat!

Pukul 2 siang, kembali acara dibuka. Sesi dua pun dimulai kembali.

Sesi kedua: Kesaksian dari anak-anak ideologis


Sesi kedua ini menampilkan anak-anak ideologis dari Eyang Habibie. Ada empat pembicara di depan, yaitu Pak Andi M. Makka, Pak Wendi, Pak Bambang Setiadi dan Pak Nurmahmudi Ismail.

Menarik menyimak cerita yang disampaikan oleh Pak Nurmahmudi Ismail tentang gaya kepemimpinan Eyang Habibie. Pak Nur Mahmudi adalah salah seorang anak ideologisnya Eyang Habibie. Bekerja di BPPT, kemudian menjadi Menteri Kehutanan dan Walikota Depok.

Seperti yang kita ketahui bahwa Presiden Ri ke-3 ini adalah pendiri dan kepala BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) periode 1974-1998. Pada masa kepemimpinan beliau, untuk pertama kalinya dikenal jam kerja mulai pukul 8 pagi hingga 5 petang dengan masa kerja lima hari, yaitu hari Senin hingga hari Jumat. Hari Sabtu dan Minggu libur.

Beliaulah yang menggagas untuk pertama kalinya pola kerja kantor perkotaan. Sehingga akhirnya jam kerja kantor yang digagasnya tersebut menasional.

Dalam sistem kepegawaian, Eyang Habibie  lebih mementingkan atau mengutamakan kinerja bukan absensi.

Yang lebih mengharukan seperti yang dikisahkan oleh Pak Nur, ketika pada suatu ketika Pak Nur dan Eyang Habibie bersebrangan partai politik (sebab pak Nur Mahmudi pada tahun 1999 menjadi Presiden Partai Keadilan), Eyang Habibie tetap bersikap baik dan berlaku seperti biasanya, malah mendukung setiap gerak langkah pak Nur Mahmudi dalam menuju perbaikan bangsa dan negara.

Lain kisah Pak Nur Mahmudi, lain pula kisah kesaksian dari Pak Bambang Setiadi.

Pak Bambang Setiadi menceritakan bahwa Eyang Habibie adalah seorang yang religious. Ketika beliau sedang berkunjung ke sebuah daerah, maka Eyang berpesan pada pak Bambang untuk mengagendakannya shalat di sebuah desa. Ini sesuai dengan apa yang sering beliau nasehatkan kepada anak-anak ideologisnya; “Bekerja harus, berdoa juga harus”.

Itulah hal pertama yang menjadi inspirasi pak Bambang dalam menapaki kesuksesan hidupnya. Kemudian di sesi kedua ini, Pak Bambang mengemukakan beberapa hal atau nasehat yang menjadikan dia selalu ingat akan pesan-pesan Eyang Habibie kepadanya.

-          Bekerja harus, berdoa juga harus.
-          Tanggungjawab professional, ilmuwan bukan pekerjaan tetapi sikap.
-          Teknokrat harus mengayomi.
-          Kerjsama internasional itu perlu.
-          Focus – lakukan – selesai – lapor.
-          Penghargaan itu akibat kerja keras.
-          Sederhanakan model masalahnya.
-          Perhatikan hubungan SDM – riset – industry.
-          Jangan berhenti berfikir, meskipun Anda pensiun.

Banyak hikmah yang bisa dipetik dari pemaparan dari kesaksian anak-anak ideologis Eyang Habibie. Sayang waktu juga yang akhirnya membatasi acara diskusi public dalam rangka ulang tahun Eyang Habibie ke 80 tahun.

Acara Bincang Buku Habibie The Series dan Diskusi Publik, “Menggali Inspirasi dari 80 Tahun Habibie” adalah salah satu rangkaian acara yang digelar oleh Friends of Mandiri Museum bersama dengan Pameran Foto #Habibie80 yang berlangsung dari tanggal 24 Juli hingga 21 Agustus di Museum Mandiri, Kota Tua, Jakarta Barat.

Pelaksana acara ini adalah Forum Lingkar Pena yang tergabung dalam Friend of Mandiri Museum. Bekerjasama dengan Habibie centre, Penerbit Tiga Serangkai, Museum Mandiri, Bank Mandiri dan Lembaga Kursus Bahasa Asing Euro Management.

Dan syukur alhamdulillah, jauh-jauh dari Bogor untuk mengikuti diskusi public ini, meski tidak bisa berfoto bersama dengan Eyang Habibie, cukup terhibur dengan  mendapatkan  voucher mengikuti kursus Bahasa asing dari euro Management.

Nah, bagi Anda yang belum sempat merapat ke Museum Mandiri, masih ada waktu hingga tanggal 21 Agustus nanti. Jangan sampai ketinggalan lagi ya. Banyak hal yang bisa Anda dapatkan di sana loh. Buat anak-anak juga ada lomba lomba yang menarik dengan hadiah menarik menanti. 




Follow Us @tutiarien