Januari 16, 2016

# buku cerita anak # Bunda Menulis

Hobi Kamu Apa?

Hobi kamu apa?

Dulu, waktu saya kecil, saat ditanya tentang hobi saya bingung banget. Yah, gimana enggak bingung. Hobi saya banyak! Hihihi ... Nih hobi saya waktu kecil, hobi makan es krim, hobi makan jambu di pohonnya, hobi nangkep belalang, hobi baca komik dan buku cerita, hobi nyanyi, hobi dengerin musik, hobi jalan (mirip-mirip si bolang deh) dan lain-lain. Tuh kan ...banyak banget kan? Kadang saya juga ngikutin trend yang ada saat itu. Temen ada yang jago buat setrimin, ikut-ikutan hobi bikin setrimin. Temen hobi nonton bola, ikut. Temen hobi berenang, ikut. Padahal mah enggak bisa berenang. Suka main airnya doang bahahaha. 

Nah tahun 80-90an lagi boomingnya tuh pada suka ngumpulin perangko, saya juga ikutan hehhe meskipun ga begitu mendalami banget. Soalnya hobi ini lumayan mihil. Kadang suka ada temen yang baik hati, ngasih perangko yang dia punya dobel ke saya. Tapi gak begitu telaten juga sih. Setelah itu gak diurus lagi. Dan salah satu hobi saya yang paling saya suka adalah menghayal di atas pohon jambu. Sambil bawa buku-buku cerita, sambil makan jambu, saya habiskan hari dengan menghayal di sana. Ih ... hobinya ga keren amat sih!

Nah, semakin saya gede, maksudnya baru-baru ini, saya baru engeh, hobi itu ternyata enggak sesederhana itu. Saya baca di sebuah artikel, hobi ternyata menentukan juga lho diterima atau tidaknya seseorang di dunia kerja. Sepertinya sepele ya? ternyata tidak juga. Dari hobi, seseorang bisa diketahui etos kerjanya. Kemandiriannya, kesungguhannya, kerjasamanya dll. Wih .... 

Dan baru saja saya ketahui bahwa hobi itu adalah sebuah ketertarikan, interes, minat atau bahasa kerennya mah "passion" yang membuat seseorang itu ketagihan, kecanduan dan akhirnya jadi expert

Alhamdulillah, ada salah satu hobi masa kecil saya yang akhirnya membuat saya beneran bisa mewujud menjadi sebuah buku. Ada yang bisa menjawab? Yah ... benar! Hobi menghayal! Hihihi
Anda berhak mendapat senyuman dari saya sepuluh kali (ikon smile 10x) 

Salah satu yang suka saya pikirkan di atas pohon jambu itu adalah benarkah di dunia ini ada "kalong wewe" yaitu makhluk yang suka bawa kabur anak-anak jelang maghrib? Di dalam hayalan itu, saya bisa menumpas si makhluk itu dengan penuh keberanian. Padahal mah jelang maghrib pasti takut banget hihihi

Akhirnya, dendam menumpas makhluk jelang maghrib itu aku tuntaskan dalam bentuk sebuah novel. Misteri Chiroptera Penculik. Novel ini bercerita tentang seorang anak kelas 5 SD, Sarah namanya. Ia bermaksud mengungkap misteri Chiroptera atau kalong yang menjadi TEROR buat anak-anak di kampung sebelah komplek rumahnya. Ketika mengungkap itu, ternyata Sarah justru terlibat dalam petualangan mengungkap children traficking yang dilakukan oleh seorang bapak yang berbudi tinggi dan berjasa bagi pembangunan kampung.

Ini dia penampakan novel itu. 

Misteri Chiroptera Penculik


Cerita dalam novel ini 10% kisah nyata saya waktu kecil dan 90%nya adalah hasil rekaan saya. Alhamdulillah, ternyata tidak ada yang sia-sia dengan hobi menghayal hehhe ada gunanya juga. Eit .. tapi menghayal enggak sekadar menghayal ya. Hobi yang satu ini juga dipengaruhi oleh buku-buku bacaan yang saya baca di masa itu. 

Nah itulah, sekarang saya juga hati-hati memberi buku bacaan kepada anak-anak saya, biasanya saya sortir dulu, takut ada yang aneh-aneh. Zaman sekarang kan beda ya dengan zaman dulu. Buku komik aja sekarang kudu dibaca dulu sama orang dewasa, takut kecolongan. Dulu saya suka baca komik grafis Tintin, Nina, Arad dan Maya,  Asterix, Smurf, majalah bobo dan majalah kuncung, Lima sekawan, trio detektif , Noni, dan wiro sableng. Suka baca juga suplemennya koran pos kota. Baca Ali oncom hihihi dan isi TTSnya, Pernah juga kirim TTS ngarep dapet duit bahaha

Okeh, saya mau bercerita sedikit tentang novel yang saya tulis ini. Eh sebenernya sih saya sudah menuliskannya panjang lebar proses kreatif menulis novel perdana ini di blog kumpulan porto folio saya.  Singkatnya aja ya, saya ingin berpesan kepada anak-anak yang membaca novel ini, bahwa tidak ada yang perlu ditakuti di dunia ini, karena semua makhluk adalah ciptaan Allah. Semua makhluk tunduk dan taat kepada Allah. Maka mintalah pertolongan hanya kepada Allah, maka hidup kita akan tenang. 

Novel ini tidak hanya bercerita tentang kengerian anak-anak dibawa oleh hantu kelelawar, tapi juga kengerian jauh dari orang tua karena children traficking. Selain kengerian, di dalam novel ini juga anak-anak diajak belajar berbahasa Malaysia, belajar tentang anatomi kelelawar dan belajar tentang kerjasama dan kesetiakawanan.

Ini dia daftar isinya

Novel dengan tebal 170 halaman ini sudah dibaca oleh anak saya berkali-kali, karena dengan sekali duduk novel ini sudah selesai dibacanya. Katanya, Ummi buat lagi dong lanjutannya. 

Novel ini juga mendapat apresiasi positif dari editor sebuah penerbitan besar di Malaysia, kata beliau, untuk ukuran novel perdana, novel Misteri Chiroptera Penculik ini adalah novel yang best dan grand! *cie ..cie... ada yang GR hihihi ..

Ini dia testimoni teman-teman yang sudah membaca novel ini:

Dengan cerdik, Penulis telah memasukkan beberapa ilmu baru kepada anak-anak, dengan menulis tentang chiroptera atau kelelawar. Penulis juga memberi kesadaran pada anak-anak tentang istilah mitos dan hantu, yang menjadi momok buat anak-anak usia beranjak remaja (Tanti Amelia)

Walaupun cerita ini bergenre petualangan misteri, tapi begitu banyak ilmu dan pengalaman baru yang kami dapat. Mengenal lebih dekat dengan Chiroptera dan beringin dengan akar gantungnya. Petualangan yang menyenangkan sekaligus bikin deg-degan. Semoga akan ada sekuel yang lebih seru, menantang dan penuh kejutan. (Idhayu Kusuma)

Kisah misteri yang sekaligus menegangkan ini menjadi cerita menarik untuk anak-anak. Hanya saja bagi pembaca remaja atau dewasa mungkin akan menemukan beberapa lubang yang harus ditutup. Terdapat beberapa logika seeting, alur dan percakapan yang harus diperdalam eksplorasinya. Seperti tokoh Sarah misalnya, dia baru kelas 5 SD, walau ikut latihan bela diri, rasanya akan tetap susah diterima 'seberani' dalam kisah ini. (Sinyo Egie).

Nah bagi teman-teman yang berminat ingin memiliki novel ini bisa memesan langsung kepada saya. InsyaAllah, ada potongan harga untuk teman-teman baikku. 

Harga novel Rp30.000 sahaja ^_^ 

7 komentar:

  1. Waaaah aku juga dulu suka ngumpulin perangko, akak. N sekarang juga suka menghayal siii... tp g bisa jd novel kayak Chiroptera hiks

    BalasHapus
  2. Tos dong fita. Kayaknya karena kurang naik pohon jambunya fita. jadi belom bisa buat novel kayak chiroptera hihihi

    Duh novel ttg guru juga belun aja nehh... feelnya dah jauh. Kelamaan eksekusinya wkwkwk #maapkan sayah

    BalasHapus
  3. Tiap ada kolom hobi selalu nulis membaca. Berasa punya hobi yg standar banget dulu. Hehehe... Tp skrg senang dengan hobi sy itu. Sampai besar jg ga berubah, hobinya baca.
    Semoga berkah karya barunya, Mbak :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mbak, pasti ada hikmah dibalik sebuah kejadian atau pengalaman ya. Terima kasih mbak yanti. Sukses juga untukmu 😉

      Hapus
  4. Waaah.. kalo hobi widya sih nulis sama internetan hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah hobinya saling berhubungan yaaa.. :)

      Hapus
    2. Alhamdulillah hobinya saling berhubungan yaaa.. :)

      Hapus

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @ceritaummi

Follow Us @tutiarien