January 22, 2017

Girls, Cinta Kamu Setega inikah?

January 22, 2017 18 Comments



Hai girls, selamat menikmati hari-hari puber kamu, ya! Remaja seperti kamu tentu sekarang sedang bertanya-tanya, siapakah saya? Secantik apakah saya?  Oh my God! Jerawat kok tumbuh di saat yang enggak tepat? Kenapa bau badan ini datang tiba-tiba? Adakah yang suka sama saya?

Mungkin contoh-contoh kecil itu bisa mewakili kegalauan kamu saat ini. Jangan risau, sebab itu adalah kejadian alamiah yang mesti dihadapi oleh seorang remaja sepertimu.

Saat ini mungkin kamu sedang asyik dengan khayalan kamu tentang lawan jenis. Kamu juga mulai suka sama seseorang. Biasanya nih yang namanya suka akan berujung pada cinta. Apalagi tontonan kamu drama Korea yang romantis itu. Duh ... pasti kamu ingin meniru pasangan romantis itu kan?

Girls! Kamu enggak perlu kuatir kamu bakalan tidak ada yang suka. Kamu hanya perlu percaya diri bahwa kamu sekarang sedang beranjak menjadi wanita dewasa yang bertanggungjawab.

Bayangkan kalau kamu akhirnya terjebak dalam mimpi-mimpi sesat sesaat. Dan kamu terjebak dalam pergaulan bebas. Pergaulan bebas gitu lho. Pacaran backstreet. Iya, backstreet, pura-pura gak punya pacar di rumah tapi di luar? ihhh ...

Tadinya hanya pegang-pegangan tangan, jalan berduaan, akhirnya ... kebobolan. Kamu hamil di luar nikah!

Girls, kalau sudah hamil di luar nikah, tentu kamu kalut. Tidak bisa berfikir jernih. Takut. Ingin bunuh diri dan mungkin yang paling parah adalah melakukan aborsi! Iya Aborsi! Aborsi artinya membunuh bayi yang tidak bersalah gara-gara kesalahanmu.

Kamu tega, girls?

Kalau kamu mau tahu, bayi-bayi yang diaborsi itu seperti apa. Ini saya perlihatkan kepadamu agar kamu menjauh dari praktik-praktik yang dilarang Tuhan.

1. Aborsi bayi di bawah usia 1 bulan

Girls, tahukah kamu? Aborsi pada janin usia di bawah satu bulan itu dilakukan dengan alat penghisap (suction). Namanya dihisap pakai alat gimana sih? Tentu kita enggak tahu kan janin itu posisinya sedang bagaimana, kena hisap yah jadinya hancur bercampur dengan darah. Kamu tega melakukan ini demi kesenangan sesaat? Demi cinta? Naudzubillah!

 
credit google

2. Aborsi bayi usia 1 - 3 bulan

Pada rentang usia ini tubuh bayi sudah terbentuk. Cara aborsinya dengan cara ditusuk dan tubuhnya dipotong-potong menggunakan tang khusus untuk aborsi. Membayangkannya saja sudah merinding. Kamu tega melakukan ini demi kesenangan sesaat? Demi cinta? Cinta apa?

3. Aborsi pada bayi usia 3 - 6 bulan

Pada rentang usia ini tubuh bayi semakin sempurna. Cara aborsinya dengan cara menyuntikkan cairan saline yang langsung dimasukan dalam ketuban bayi. Cairan keras ini akan membakar bayi di dalam rahimmu. Dan perlahan-lahan ia akan mati dalam keadaan tubuh terbakar.
Kamu tega melakukan ini demi kesenangan sesaat? Demi cinta? Cinta jenis apa?

 
credit google

4. Aborsi pada bayi usia 6 - 9 bulan

Pada rentang usia ini aborsi dilakukan dengan cara dilahirkan dengan paksa, kemudian dibunuh dengan cara dibuang ke sungai, ke septic tank, dibuang ke tempat sampah atau ditinggalkan begitu saja di jalanan.
Kamu tega melakukan semua ini demi kesenangan sesaat? Demi cinta? Cinta yang bagaimana?

Girls, ingatlah Tuhan-Mu. Ingat kamu adalah anak yang menjadi amanah Tuhan yang Tuhan  titipkan lewat ibu dan ayahmu. Ketika kamu mengandung anakmu, maka kamu sedang mengandung amanat Tuhan. Jadi, bersabarlah mengemban tugas dari Tuhan menjadi seorang ibu. Jangan kamu lakukan perbuatan biadab kepada makhluk kecil bernama bayi mungil akibat keinginanmu melakukan kesenangan sesaat.

Jagalah dirimu, Girls! Jangan sampai terjebak pergaulan bebas. Kamu bisa melakukan banyak aktifitas positif diusia remajamu. Pergunakan waktumu untuk aktifitas yang bermanfaat.
Kamu siap, Girls?

Stop pergaulan bebas!


January 01, 2017

Di Neraka Bisa Bawa Kipas, Mi?

January 01, 2017 7 Comments


Akhir-akhir ini, kota kelahiran saya semakin hari semakin panas saja. Padahal dulu, kota kecil yang terkenal dengan Kota Hujan ini adalah kota yang indah, sejuk dan nyaman. Memang sih sekarang juga airnya sih masih dingin, tapi hawa udara panas banget deh! Ini mungkin efek dari pemanasan global dan makin banyaknya kendaraan bermotor yang memadati Bogor.

Nah, tadi siang, saya dan putri keempat saya ngadem di depan pintu. Pintu rumah saya buka lebar-lebar. Angin masuk ke dalam rumah membuat udara di dalam rumah lumayan sejuk. Tapi.. ya gitu deh. Kadang ada anginnya kadang garing aja. Akhirnya kita mencari kardus bekas dan menjadikannya sebagai kipas. Hahaha saking enggak ada kipas angin di rumah. Hanya ada kipas di atas jendela untuk membuang hawa busuk dari dalam rumah.

"Uhh ... sejuknya!" kata S4 sambil terus mengipasi badannya. Saya pun melakukan hal yang sama dengannya.
"Iya, dingin ya. Lumayanlah ga ada kipas angin, kardus bekas pun jadilah!" kami terkekeh berdua.

Tiba-tiba dia bertanya sesuatu yang membuat saya agak termenung juga.

"Mi, apa di neraka boleh bawa kipas?" tanyanya dengan wajah serius.
Saya terdiam sejenak. S4 memang banyak banget pertanyaannya seputar surga dan neraka. Jadi harus bisa memilih jawaban yang tepat untuknya agar dia mengerti.

"Enggaklah. Kita mati tidak membawa apa-apa. Hanya selembar kain kafan. Itu pun nanti kan jadi tanah."
"Oh ... ga bisa ya? kasian ya yang masuk neraka. Dia enggak bisa kipas-kipas. Kan panas."
"Makanya, jangan sampai kita masuk neraka. Naudzubillah!"

Kemudian dia pun mengalihkan pertanyaannya. "Mi, di surga kita nanti digigit semut atau nyamuk ga?" 

Heuheu ... itulah S4. Semua ditanyakan sampai emaknya rempong. Tapi dengan pertanyaan-pertanyaannya saya menjadi semakin diingatkan untuk selalu menjaga anak-anak, suami dan keluarga dari api neraka. Harapan kami bersama adalah bisa masuk surga bersama-sama. InsyaAllah. Bi idznillah. Aamiin ya Rabbal alamin ...





Follow Us @tutiarien