September 28, 2017

# Kenali Perilaku Anak Usia Pra-Sekolah # Parenting

Ketika Sulit Mengendalikan Emosi Anak, Yuk, Kenali Perilaku Anak Usia Pra-Sekolah


Anak adalah anugerah yang indah titipan Allah SWT. Sebagai orang tua, tentu saja ada kewajiban kepada anak yang harus ditunaikan sebagai pertanggungjawaban kita kepada Allah. Benda titipan, tentu harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Begitu juga dengan anak. Anak adalah titipan yang paling berharga yang harus dijaga penuh amanah.
Saya dan keluarga kecil saya 
Alhamdulillah saya dikaruniai 6 orang anak. Terkadang hal ini mengundang decak tak percaya dari orang-orang yang saya kenal atau tidak kenal dalam sebuah kesempatan. Ada beberapa komentar teman-teman yang sungguh membuat saya bersyukur, seperti misalnya;

“Wah, anaknya banyak, ya. Tapi awet muda!”

“Anaknya anteng-anteng ya. Manis-manis enggak kayak anak saya. Anak dua aja rempong banget, ihh .. apalagi anak banyak. Hebat mbak bisa punya anak banyak…”

“Hah .. anaknya enam? Saya satu aja capek banget, Mbak!”

Yah … begitulah pandangan sekilas teman-teman atau orang yang baru mengenal saya. Saya ucapkan, Alhamdulillah. Kerempongan saya enggak kelihatan hehhee. Aslinya nih, Bun, saya juga ibu yang normal yang setiap hari jungkir balik dalam mengasuh anak. Saya juga pernah menangani anak yang tantrum sebab enggak mau diajak pergi, sementara ayah dan bundanya harus pergi juga, waktu sudah mepet banget. Telat pokoknya mah. Sementara si kecil masih nangis guling-guling sekitar satu jam. Suami sudah tidak sabar. Mood kami diaduk-aduk. Kami diuji dengan hal seperti itu hampir setiap kali akan pergi bersama-sama.

Ada juga anak yang di kendaraan menjadi “trouble maker”. Tidak tenang dan tidak suka diusik. Ingin legaaaaa. Sementara kendaraan kami waktu itu hanyalah sebuah mobil sedan yang cukup untuk 5 orang. Sementara yang naik 7 orang. Dua dewasa dan 5 orang anak. Ya Allah, sungguh perjalanan santai yang diharapkan, alih-alih jadi tegang terus hahahaha … Terutama kalau ayah sudah mulai marah, biasanya perasaan saya juga suka ikut terbawa emosi. Antara anak enggak boleh dimarahin sama ayahnya, dan ingin marah juga sama anak. Gimana coba itu, Bundaaa … jadinya baper deh!

Alhamdulillah, setelah melewati fase-fase tersebut, anak-anak pun bisa menjadi anak yang manis, menjadi anak yang anteng, penurut, gemar berbagi, santun, dan menjadi anak yang saling sayang.

Ya .. semakin bertambah usia anak-anak, mereka pun akan sampai pada fase dimana emosi mereka mudah diarahan. Fase dimana mereka mulai mengenali diri mereka. Mulai dapat bekerjasama dengan orang lain. Dan hal itu membutuhkan stimulasi dan bimbingan yang panjang dari kami orang tuanya, terutama saya ibunya yang setiap hari di rumah bersama mereka. 

Proses mengawal emosi anak-anak tidak berhenti pada saat si anak sudah mulai bisa dikontrol emosinya, tapi berlaku jangka panjang. Sebab anak-anak itu memiliki karakter yang unik dan berbeda satu sama lain. Meski satu kandung, 6 orang anak saya tidak ada yang sama karakter dan kebiasaannya. Sehingga harus senantiasa terus diperhatikan tingkah laku mereka, dengan cara mengenali mereka dengan sebaik-baiknya.

Dan, Alhamdulillah, saya mendapatkan tambahan ilmu parenting dari hasil belajar saya bersama Parenting Club. Pada tanggal 14 September 2017 yang lalu, saya berkesempatan hadir dalam acara Smart Parenting Workshop yang diselenggarakan oleh Parenting Club bekerjasama dengan Clozette. Bertempat di sebuah restoran yang ramah anak, Harlequin Bisro, para Smart Mom mengikuti Talkshow dengan tema “Kenali Perilaku Anak Di Usia Pra Sekolah”.

Hadir dalam talkshow yang sarat ilmu ini ibu DR. dr. Rini Sekartini. Seorang dokter pakar lulusan UI yang sangat memperhatikan tumbuh kembang anak dan pediatri social. Selain dokter Rini, hadir juga Bunda Ayudia, seorang public figure, artis juga, cucu dari pelawak legendaris Bing Slamet dan ibunda daripada Dia Sekala Bumi. Mereka berdua memaparkan bagaimana mengenali anak dari sisi keilmuwan dan dari pengalaman. 

Alhamdulillah sungguh bagi saya, seperti mendapat durian runtuh mendapat ilmu dari dokter Rini dan Bunda Ayu ini. Secara saya masih punya bayi usia 7 bulan dan pasti tetap harus terus belajar.. belajar dan belajar ilmu parenting.
Saya dan Bunda Ayudia
Sesi pertama diawali dengan pemaparan dari dokter  Rini, memaparkan tentang pentingnya 1000 hari pertama kehidupan, pentingnya pemberian nutrisi dan stimulasi.
Suasana tempat belajar. Seru!
Beliau menyampaikan bahwa penting memperhatikan tumbuh kembang anak, baik dari segi akal, fisik dan sosialnya. Dapat memberikan dukungan yang terbaik bagi proses tumbuh kembang si kecil tentu harus diniatkan dari sejak si kecil dalam kandungan. Dalam hal kepintaran, dukungan tersebut bisa diwujudkan melalui stimulasi yang sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya dan dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. 

Selain itu, hal yang sangat penting lagi adalah memberikan asupan nutrisi yang baik untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si kecil selama 1000 hari pertama kehidupannya. Penuhi kebutuhan dasar untuk tumbuh kembangnya. Stimulasi dan beri nutrisi yang harus diberikan secara seimbang dan pantau perkembangannya secara teratur setiap bulan.

Dalam sesi pertama ini, Bunda Ayu sharing tentang pengalamannya menstimulasi tiga kepintaran (akal, fisik dan social) kepada putranya, Sekala.

Sesi kedua DR. dr Rini memaparkan tentang Pentingnya Mengenali Perilaku Anak Usia Pra-Sekolah. Hal ini untuk memudahkan orang tua mengendalikan emosi anak.

Perilaku anak menurut orang tua adalah salah satu aspek kemampuan anak yang paling didambakan orang tua . Orang tua mengartikan perilaku dalam bentuk yang beragam dan bermacam-macam.
Sementara menurut para ahli, bahwa semakin komplek sirkuit otak, semakin besar pula kapasitas belajar berbagai respon baru, semakin berkembang perilaku anak.  Perilaku merupakan suatu produk dari hasil kerja dan aktivitas otak.

Rentang usia pra-sekolah berkisar usia 3 tahun hingga 6 tahun. Pada usia ini ada beberapa hal yang menjadi tanda bahaya dan perlu penanganan ahli jika terjadi kepada si kecil.

11. Tanda Bahaya pada Akal, jika si kecil;
  • Belum bisa memegang pensil dengan ibu jari dan jari telunjuk
  • Sangat kesulitan untuk coret-coret
  • Belum bisa membuat kalimat dari tiga kata
  • Belum bisa meniru gambar lingkaran
  • Sangat mudah distraksi dan tidak dapat konsentrasi pada sebuah aktivitas dalam waktu lebih dari 5 menit
  • Tidak dapat menceritakan tentang aktivitas sehari-hari

2.Tanda Bahaya pada Fisik, jika si kecil;
  • Seringkali jatuh dan kesulitan naik tangga
  • Meneteskan air liur terus menerus
  • Belum bisa melempar bola ke atas kepala
  • Belum dapat melompat di tempat
  • Menunjukan kepasifan fisik yang tidak wajar

3. Tanda Bahaya pada segi Sosialnya, jika si kecil;
  • Sangat tidak mempunyai ketertarikan bermain dengan anak yang lain
  • Sangat tidak tertarik permainan interaktif
  • Tidak menampakan kesukaan terlibat dalam permainan “pura-pura”
  • Seringkali meronta-ronta tanpa control bila marah dan kesal
  • Sangat penakut dan pemalu
  • Sangat agresif
  • Nampak sangat tidak bahagia dan sedih sepanjang waktu

Dr Rini menyampaikan, jika terjadi hal-hal tersebut di atas kepada si kecil, maka segera hubungi dokter anak untuk mendapatkan penanganan serius.  Jangan lupa orang tua untuk terus memberikan stimulasi tiga hal tersebut di atas, akal, fisik dan sosialnya sehingga bersinergi dengan baik ketiga kemampuan tersebut sehingga tumbuh kembang si kecil menjadi optimal.

Dengan mengetahui tanda bahaya ketiga hal penting dalam tumbuh kembang si kecil, maka ketika ada perilaku anak yang aneh dan tidak dapat dikendalikan, orang tua akan dapat segera mengetahui terapi apa yang cocok diberikan kepada si kecil atas rekomendasi dokter.

Alhamdulillah selama saya belajar, Parenting Club id sudah mempersiapkan tempat bermain untuk anak-anak. Sehingga ketika para mami belajar, anak pun belajar sambil bermain. Hadir juga menemani anak-anak, Kak Budi, seorang pendongeng nasional yang mengajak anak-anak bermain dengan ceria mendengarkan dongeng dari Kak Budi.
Foto bersama peserta dan narasumber
Menurut Kak Budi, penting mendongeng untuk menstimulasi tumbuh kembang si kecil, baik akalnya, fisiknya dan sosialnya. Jadi, orang tua harus memiliki kemampuan mendongeng agar kecerdasan si kecil dapat semakin optimal. Yuk, rutinkan mendongeng!
Kak Budi berbatik oranye
Sekilas tentang Harlequin Bisro. Harlequin Bisro ini berada di jalan Kemang. Kelihatan kecil dari luar, tapi luas di dalam. Bisro ini tempat yang layak dijadikan tempat makan atau hang out keluarga, sebab ramah anak. 

Ada playground di bagian belakang Bisro yang aman untuk anak. Sementara ayah bunda dating atau meeting dengan klien misalnya, sementara anak tidak bisa ditinggal, anak bisa diajak dan bermain di playground. 
Playground yang ramah anak difoto dari ruanh shalat

Ada mainan perosotan, mainan bola dan permainan yang lainnya. Selain itu di bagian atas playground juga ada musholla kecil terbuka yang wangi. InsyaAllah tetap khusyu beribadah meski bukan di rumah atau di masjid.


No comments:

Post a Comment

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @ceritaummi

Follow Us @tutiarien