January 28, 2018

Indahnya Kebersamaan dalam Logo SO GOOD Terbaru

January 28, 2018 37 Comments


Hai Mam, apa kabar? 

Mam dulu waktu kecil, suka main sendiri atau main bareng-bareng sama temannya? 

Dari kecil saya tidak suka sendirian. Rasanya, sendiri itu menyedihkan dan menakutkan. Saya lebih suka bermain bergerombol dan bersama-sama, yah minimal dengan satu orang gitu. Dulu zaman saya SD, saya punya genk, yang saya beri nama Lima Sekawan. Ini gara-gara suka nonton film dan baca novel Lima Sekawan nih hahha, saya jadi si Josh (Georgina/George) sebab saya juga katanya sih tomboy, 4 teman saya jadi Julian, Dick dan Anne, kasian deh temen saya yang jadi si Timmy, anjing hihihi tapi... dulu gak ada iri-irian, mainnya seru banget!

Sampai saya besar dan memiliki anak, saya pun lebih suka main bersama. Saya sering melakukan aktifitas bersama baik di rumah maupun di luar rumah. Rumah saya selalu ramai dengan kicauan burung, eh, suara anak-anak yang bisa terdengar dari pagi bangun tidur hingga mau tidur lagi. Pernah ada yang salah sangka, disangkanya rumah saya tempat penitipan anak, sebab suara anak riuh banget hahhaa

Setiap hari jelang tidur atau bangun tidur anak-anak selalu senang berkumpul di tempat tidur saya. Bercerita apa saja. Seru mendengar cerita mereka. Saya bertugas sebagai penjelas dan pembahas hihihi iya, anak anak saya kadang bawa cerita-cerita yang aneh dan kadang "menyeramkan" jadi saya sebagai ibunya harus bisa memberikan penjelasan dan pengertian bagi mereka agar tidak salah kaprah. Apalagi anak anak zaman now gitu lho, hewan yang gak salah juga dibawa bawa dalam percekapannya, anak anak saya heran, kenapa binatang dibawa-bawa. Belum lagi alat kelamin disebut-sebut sambil ketawa-tawa, istilah istilah dalam bahasa sunda yang berbau porno dsb dll. Untung anak anak saya gak ngerti. Jadi mereka bertanya kepada saya. Bahasa Indonesia juga masih belepotan, jadi gak ngerti, karena mereka besar di Malaysia. Saya cuma bisa ngelus dada. Yah, begitulah. meski seketat apapun sudah penjagaan kita di rumah tetap saja harus bisa memberikan penjelasan yang terbaik, terutama penjelasan yang masuk logika mereka secara agama, etika dan estetika. hufff ...

Balik lagi ke kebersamaan. Kebersamaan ini memiliki makna yang sangat mendalam sekali. Dengan kebersamaan kita bisa merasakan cinta, kasih sayang dan saling empati. Apalagi kebersamaan dengan keluarga, sahabat, teman, tetangga dan orang yang baru kita kenal. Kebersamaan ini membuat hati tenang dan damai. Pokoknya mah bahagia lahir dan batin gitu lho. 

Indah banget yaa kalau membayangkan kebersamaan yang dibangun dengan rasa cinta dan kasih sayang ini. Dijamin, enggak bakalan ada yang namanya perang (mom war #eh), kekejaman, kekejian, pelanggaran asusila (ini kerap terjadi baik secara lisan maupun aksi) zaman now gitu ya, udah gak takut sama hukum tuhan orang-orang yang jahat ini. Mungkin itu tadi, bisa jadi dia tidak pernah merasakan kebersamaan yang dilandaskan cinta dan kasih sayang, tapi berlandaskan kepada kepentingan tertentu yang membuat dia lupa, bahwa setelah di dunia ini ada kehidupan di akhirat. 

Nah, kalau kita baca di kamus Bahasa Indonesia, kebersamaan itu akar katanya dari "sama", yaitu serupa (halnya, keadaannya), tidak berbeda, tidak berlainan.

Kebersamaan adalah hal bersama. Hal yang dilakukan bersama-sama. Kebersamaan itu selalunya berkonotasi kebaikan, bukan sebaliknya.

Eh, baru keingetan, hari Sabtu kemarin, saya menggoreng makanan kesukaan anak-anak. Chicken Karage dari SO GOOD. Mereka doyan banget produk olahan dari SO GOOD ini, chicken nugget dan Chicken Katsunya juga enak dan gurih banget. Yah, anak-anak juga suka, orang tuanya apalagi hihihi

ayam karage SO GOOD (sogoodid)

Nah, Sabtu yang lalu itu kan dingin banget, hujan gerimis awet banget sejak Subuh. Jadi saya keluarkanlah chicken karage itu dan bilang sama mereka yang masih males-malesan di tempat tidur. Abis shalat Subuh malah pada gak beranjak dari sana. 

"Ummi nak goreng ayam karage. Siapa nak?" tanya saya sambil lewat di depan mereka.

Spontan anak-anak bangkit dari tempat tidur dan memburu saya. "Nakkkk!" seru mereka berbarengan.

"Mandi dulu. Lepas itu kita sarapan dengan ini!" ujar saya sambil berlalu ke dapur. Dan mereka pun berebutan mandi. Dingin-dingin, dimandiin ... enggak masuk angin hehhe (siapa yang tahu lagu siapa ini? berarti kita seumuran .. tosss hehhe)

Alhamdulillah, manjur! Dua anak saya yang kelas 4 dan kelas 6 sekolah di sekolah negeri, makanya mereka tidak libur. Jadilah mereka pun bersemangat untuk mandi dan siap-siap ke sekolah.

Tahukah Mam, sekarang SO GOOD kemasannya baru dan logonya baru, lho. Logo yang lebih besar dari sebelumnya dan bentuknya pun berubah. Logo baru sekarang bentuknya Social Circle (Lingkaran Sosial). Makna Sosial Circle ini bermakna Kebersamaan. 

logo SO GOOD yang baru

Tuh, SO GOOD aja sekarang logonya menonjolkan semangat kebersamaan, ya. Yaitu tadi, karena kebersamaan itu sangat indah dan akan memiliki makna yang dalam kepada orang-orang yang dekat di hati.

Semangat kebersamaan di dalam keluarga dan teman menjadi salah satu nilai sentral di dalam kekayaan sosial budaya Indonesia. Kebersamaan di dalam keluarga, teman dan masyarakat telah menjadi akar yang kuat sebagai penopang kemajuan bangsa Indonesia baik tradisional maupun modern.

Nah, SO GOOD amat sangat memahami adat istiadat sosial yang penting di Indonesia. Kebersamaan juga harus ditopang dengan tubuh yang sehat dan kuat. Pikiran yang luas dan kelapangan dada. Hal ini terwujud jika masyarakat kita sehat dan kuat secara lahir dan batin.

Kemasan baru SO GOOD (dari sogoodid)

Oleh karena inilah SO GOOD  mengambil peran penting dalam memberikan nutrisi penting bagi tubuh, hati dan masa depan keluarga Indonesia. SO GOOD menghadirkan kuliner yang tak sekadar kuliner, tetapi juga menyajikan makanan siap saji yang dapat menaikan taraf kecukupan gizi masyarakat Indonesia terutama kecukupan gizi protein hewani.

Saran penyajian (credit. foto Mak Eni Martini)

Protein hewani ini penting banget Mam untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mengganti kerusakan sel-sel dalam tubuh yang rusak, membentuk otak, menghasilkan sel-sel darah merah agar tidak mudah pecah dan meningkatkan fungsi otak bagi buah hati kita dimulai dari 1000 hari pertama kehidupannya. SO GOOD solusi protein untuk membangun dan memenuhi gizi bangsa. 

menyajikan sarapan penuh cinta untuk anak-anak

Mam, kalau sudah begini saya bersyukur banget, anak-anak tidak sulit makan. Olahan ayam dari SO GOOD siap saji ini membantu banget buat saya yang memiliki anak banyak. Kalau pas gak bisa masak dan hectic banget, saya tinggal mengeluarkannya dari kulkas dan langsung digoreng. Rasanya renyah dan enak. Dan yang pasti, SO GOOD produk olahan ayam siap saji ini juga sudah bersertifikat HALAL. Sehingga sudah dapat dipastikan produk ini sehat dan selamat. InsyaAllah. Amiinn ...

Nah, Mam, sudah masak apa hari ini? Yuk, ah kita intip resep-resep simpel di web SO GOOD, siapa tahu terinspirasi masak untuk hari ini. Klik aja di sini ya Mam http://sogood.id/resep/ 

Selamat memasak dan menikmati indahnya kebersamaan bersama keluarga Mama SolCan!




Tentang Saya

January 28, 2018 0 Comments

Hai, assalamu'alaikum wr wb
Saya Sri Widiyastuti, ibu dari 6 orang anak. Salma (17 tahun), Shafa (14 tahun), Syauqi (12 tahun), Shofiyyah (10 tahun, Sarrah (7 tahun) dan Sakina (1 tahun). Saya menempuh pendidikan di IKIP Negeri Semarang atau yang sekarang berubah menjadi UNNES (Universitas Negeri Semarang) jurusan Tata Busana tahun 1998.
Sejak menikah, saya hidup nomaden. Tahun 2002 saya mengikuti suami yang sedang menyelesaikan S3nya di Utsunomiya Daigaku, Jepang sampai tahun 2007. Tahun 2007 saya dan keluarga kembali lagi ke Indonesia. Kemudian pada tahun 2010 saya mengikuti suami (lagi) yang bekerja di Universitas Teknologi Malaysia (UTM) di Johor, Malaysia. Tahun 2016 kami kembali lagi ke Indonesia dan menetap di kota Hujan, Bogor.
My Family
PEKERJAAN
Penulis Lepas (2011-sekarang)
Blogger dan Buzzer(2016-sekarang)
Kontributor www.ummi-online.com (2015-sekarang)
Kontributor www.annida-online.com (2015-sekarang)

Penghargaan Menulis: 
  1. Menerima anugerah Islamic Book Award dari Islamic Book Fair (IBF)  tahun 2014, untuk buku “Anak Muslim Cerdas” Kategori Fiksi Anak.
  2. Juara ke-1 lomba menulis kisah inspiratif yang diadakan oleh Hasfa Publishing pada tahun 2011.
  3. Nominator Lomba Artikel Populer “All About Insect” Perhimpunan Entimologi Indonesia, tahun 2012, dengan judul artikel “Belalang Sembah, Predator Pintar Menyamar”.
  4. Juara ke-3 Lomba Menulis FLP dan UCNews pada Milad FLP ke-20 tahun, 2016.
  5. Nominasi Penulis Pendatang Baru Terbaik, Pena Award, Bandung, 2017.
saat menerima anugerah IBF 2014

Penghargaan Blogging

  1. Juara ke-2 Lomba Kreasi Masak bersama SO GOOD dan Blogger Perempuan, 2017
  2. 5 Pemenang Blogger Writing Competition Bersama Interlac, 2017
Mendapat Door Prize dari HP


Juri

1. Juri Lomba menulis cerpen Wanita, Family Fair 2016 yang diadakan oleh Yasmina Bogor.
2. Juri lomba penulisan puisi dan kisah inspiratif FLP cabang Johor tahun 2016.

BUKU CERITA  ANAK

  1. Anak Muslim Cerdas (Dar!Mizan), terbit pada tahun 2013.
  2. Keajaiban Senyuman (Dar!Mizan), terbit pada tahun 2014.
  3. Syifa dan Stetoskop Ajaib (Dar!Mizan), terbit pada tahun 2015.
  4. Mengenal Lebih Dekat Ilmuwan Muslim (Qibla), terbit pada tahun 2015.
  5. Misteri Chiroptera Penculik (BIP), terbit pada tahun 2014.
  6. Picbook Giant Yuki (Penerbit Pelangi), terbit pada tahun 2014.
  7. Picbook Billy dan Anak Simpanse (Pelangi), terbit tahun 2014.
  8. Picbook Abu si Penjual Susu (pelangi), terbit tahun 2014.
  9. Picbook Ataruri si Prajurit Tepuk Tangan (Pelangi), terbit tahun 2014.
  10. Yuk, Berdoa (Grafika), terbit tahun 2013.


Tulisan yang pernah dimuat di Media    :

  1. 83 Mil Menuju Cinta-Nya, rubrik Cermin ( Elka Sabili edisi 2 XIX bulan Oktober 2011)
  2. Artikel dan reportase press rilis di beberapa jurnalisme warga media online, seperti: Republika Online, Islamedia dan Dakwatuna.
  3. Cerita anak berjudul “Linda dan Sepasang Jarum Rajut Ajaib” dimuat di Majalah Bobo No.52, terbit tanggal 31 Maret 2016.
  4. Cerita anak berjudul,”Hitam Si Kuda Pemberani” dimuat di Majalah Bobo No.53, terbit bulan April 2016
  5. Cerita anak berjudul,”Peri Viva Peri Pelupa” dimuat di Majalah Bobo No.54, terbit bulan Mei 2016
  6. Cerita anak berjudul “Sekolah Musim Semi” dimuat di Majalah Bobo, terbit pada bulan April tahun 2014.
  7. Cerita anak berjudul “Upiak Arai dan Jarum Ajaib” dimuat di Majalah Bobo, terbit pada bulan Juli tahun 2013.
  8. The Queen Tropical Flower, dimuat di Majalah Irfan tahun 2012.


BUKU ANTOLOGI

  1. Emak Gokil, Rumah Ide, 2011.
  2. For The Love Of Mom, Etera Imania, 2011.
  3. Kado Untuk Jepang ,AGA Press, 2011.
  4. Bingkai Rindu Samara, Ciremai Press, 2011.
  5. Dawai Hati Perindu Samara, Haya Press, 2011.
  6. I’m Proud To Be Scout, Leutika Publisher, 2011.
  7. Ketika Tuhan Jatuh Cinta, Hasfa Publisher, 2011.
  8. Parsel Cinta Di Hari Raya, Uma Haju Publiser, 2011.
  9. Kumpulan Cerita Anak, Hasfa Publiser, 2011.
  10. Kacamata Pengantin, Mom’s Writing Publisher, 2011.
  11. Storycake for Amazing Mom, Gramedia Pustaka Utama. 2012.
  12. Jejak Para Penjaga Hati, Indie Publisher. 2012
  13. Living Abroad, Gramedia Pustaka Utama, 2013.
  14. 700 Batang Cahaya, Indiva, 2015.
  15. Pesona dan Tragedi Mesir, Halaman Moeka Publising, 2014.
  16. Gema Cinta Untuk Palestina, Cahaya Publishing, 2013.
  17. Etalase Hujan, Munas FLP, 2017
  18. Endless Love, Indiepublishing, 2012
  19. Inspiratif Kreatif dari Bahan Bekas, Andipublishing, 2012
  20. Seruan dari al Aqsha, Penerbit Pustaka Puitika, 2014
  21. Cinta Pertama, Penerbit Wahana Abadi, 2013
  22. True Love Stories, Gradien Mediatama, 2013
  23. Wonder Woman, Glitzy, Gramedia, 2013
  24. Catatan Sang Pemenang, Elexmedia, 2013
  25. Jejak Ramadhan di Berbagai Negara, Penerbit Al Kautsar, 2013
  26. Storycake for your life, Backpacker, Gramedia, 2013
  27. 101 Perempuan Berkisah, Women Script Comunity, 2013
  28. Ketika Cinta Memanggilku Mama, VOI RRI, 2013
  29. 27 Wajah Guruku, Luxima, 2014
  30. Ketika Buah Hati Sakit, Indiepublishing, 2012.
  31. Curhat Bisnis, 2012
          
AKTIFITAS:
  • Istri dan Ibu  dari 6 orang anak
  • Penulis Buku Bacaan Anak
  • Blogger
  • Sekretaris BPP FLP Periode 2017-2021
  • Kontributor Ummi Online
  • Volunteer kegiatan kemasyarakatan

KONTAK:
Twitter: @ceritaummi IG: @tutiarien
Nomor yang dapat dihubungi: +6285974762071
Blog: http://www.sriwidiyastuti.com

January 19, 2018

Tips Sajian Cemilan Anak

January 19, 2018 18 Comments
Hai mam, jumpa lagi dengan saya. Kali ini saya ingin berbagi tentang cemilan yang sering saya sajikan untuk anak-anak. Pas inget aja nih, kangen dengan suasana waktu saya di Johor. Entah angin apa yang membuat saya begitu merindui kota yang satu itu. Di sana, saya sering membuat cemilan bareng anak-anak. Selain dapurnya enak banget, sebab berada di belakang rumah tapi terlihat dari segala penjuru ruangan. Sementara dapur di sini (saya tinggal di rumah mertua) dapurnya di belakang juga, tapi tertutup dari pandangan mana-mana hehehe kalau di dapur serasa sedang dihukum tidak bertemu dengan orang lain hihihi anak anak juga males ikutan ngoprek dengan saya. Ya, sebab itulah, kondisi dapur yang kata anak-anak "syerammm" hhmm.. ini PR buat saya nih, pengen buat suasana dapur yang terkesan "syeram" hilang dari ingatan anak-anak.

Yup .. balik lagi ke masalah cemilan. Saya dan anak-anak kerap membuat cemilan rumahan. Baik berbahan dasar tepung, maupun buah pisang. Yang simple ajaa .. gak pake ribeut dan gak pake lama. Buatnya juga happy and fun. Makannya juga jadi bersemangat.

Mam tahu kan, bahwa selain makanan utama, anak-anak juga perlu diberi cemilan juga. Cemilannya tentu saja yang menunjang tumbuh kembang anak-anak. Tapi, ya gitu deh, kadang saya juga suka keluar dari jalur ideal hehhe ... masih banyak minyak, masih banyak kolesterol, masih banyak lemak dan masih banyak gula dan garam juga. Kadang juga masih ngebolehin anak anak makan chiki-chikian alias kripik kripik ber msg itu, dalam jumlah kecil sih, sebungkus pas mereka jajan di warung. Biar gak ngacai teuing, nyicipin jajanan warung heheh

Nah Mam, ini beberapa cemilan yang sering kita buat nih.

1. Pancake



Pancake ini simpel banget buatnya. Anak-anak saya kalau pas mereka ingin ngemil terus emaknya sedang pergi ke mana gitu, mereka buat sendiri. Bahannya untuk satu kali adonan: 1 butir telur, 1 cup terigu, 1 cup air, seperempat cup minyak goreng , backing powder dan soda kue secukupnya. Kalau mau manis tambah gula dikit. Biar gurih, boleh ditambah garam dikit. Aduk rata semua bahan. Siapkan wajan kecil, dadar deh.

Anak-anak suka memberi toping pancake ini olesan mentega dan taburan misis. Kadang juga kalau misis habis, mereka beri toping SKM, itu loh susu kental manis. Sukanya mereka SKM yang cokelat. Maknyus.

2. Pisang Panggang



Nah cemilan yang satu ini juga simpel banget buatnya. Siapkan wajan, panaskan dan beri mentega. Panggang pisang emas (pisang yang kecil kecil. kadang juga disebut pisang lampung), penyet pisang agar agak pipih. Balik jika sudah agak kecokelatan. Angkat dan sajikan dengan toping misis atau susu kental manis (SKM).

Pisangnya bisa pisang emas/lampung, bisa juga pisang ambon. Kadang kalau pisang sudah sering disajikan sebagai pelengkap, anak-anak bosan. Maka untuk antisipasi, saya memanggang pisang sehingga menjadi penganan lain. Cukup manjur dan tak membuat mubazir.

Atau saya buat pisang kukus, lalu ditaburi misis atau toping susu SKM.

3. Bolu pisang



Bolu pisang ini saya buat kadang agar pisang ambon yang telah terlalu matang tidak terbuat. Cara membuatnya juga mudah. Bahannya pun murah meriah. Anak-anak bergantian membantu dalam proses pembuatannya. Ada yang mengocok telur, menimbang tepung, menyiapkan loyang .. olala senang banget :-)


4. Jasuke



Nah, ini nih paporit anak-anak banget. Jasuke, jagung susu keju. Buatnya pun mudah, cepat praktis. Tak perlu banyak waktu terbuang. Membuatnya bisa sambil disambi ini itu.

Cara membuatnya: Jagung dipipil atau dipisahkan dari bonggolnya. Siapkan dandang. Kukus beberapa saat sampai jagung empuk. setelah itu angkat. Beri mentega, aduk sampai rata. Sajikan jagung dengan toping keju dan susu kental manis putih. Gurih dan nikmat.

5. Pizza



Selain cemilan manis-manis, anak-anak juga suka cemilan yang asin dan gurih juga. Mereka kadang request minta dibuatkan pizza. Alhamdulillah selama di Johor sih saya dan anak anak sering banget  buat pizza sendiri. Kalau di sini, sebab gak ada loyangnya dan gak ada oven, jadi buatnya pake teflon daann  kalau beneran kepengennnn banget. Emaknya ogah-ogahan hihihi selain di sini bahannya mahal, ah .. mendingan beli aja kali yaa hihihi lebih murah meriah. Nah kalau di negeri jiran kebalikannya, buat sendiri malah lebih murah meriah.

Jika mama mau membuat pizza, mama bisa intip resepnya di sini: Resep Pizza anti gagal hehe

Alahh Mam, ternyata cemilan anak-anak saya banyak juga yang diberi toping SKM. Sewaktu tinggal di Johor, Malaysia, susu kental manis (SKM) suka saya jadikan teman minum teh. Jadi kalau bosan minum teh biasa, saya suka menambahkan SKM di teh yang saya buat, jadilah teh tarik. Cuma ya  gitu deh, gak bagus untuk kesehatan, kan.

SKM itu cocoknya hanya untuk toping atau garnish. Bukan untuk memaniskan minuman apalagi untuk diencerkan dan menjadi susu yang dikonsumsi balita. Pernah baca, bahwa masih banyak orang tua yang memberikan SKM kepada bayi sehingga menimbulkan masalah kesehatan yang serius pada anaknya. Kasus ini terjadi di Kendari. Inilah mungkin karena ekonomi dan faktor edukasi yang kurang ya, sehingga masih ada orang tua yang terpaksa memberikan SKM kepada bayi dan anak-anaknya.

SKM itu bukan pengganti susu loh mam. SKM itu 50%nya adalah gula. Meskipun namanya susu kental manis, tapi dia bukan susu. SKM diperuntukan hanya untuk garnish atau toping penyajian beberapa makanan, seperti yang saya buat di atas. Penyajiannya juga gak boleh banyak-banyak karena akan memengaruhi kesehatan anak-anak. *camkan mak! tunjuk hidung sendiri (hihihi)

Baiklah mam, demikianlah sajian cemilan di rumah saya, moga menginspirasi mama-mama sholihat. Sampai jumpa lagi ^_^





January 02, 2018

Tips Bunda Dalam Menangani Anak Kejang Panas

January 02, 2018 33 Comments

Anak adalah anugerah terindah yang Allah titipkan kepada kita. Sebagai orang tua tentu saja ada kewajiban yang harus ditunaikan kepada anak-anak kita. Hal ini menjadi penting sebagai tanda kita bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang Allah berikan kepada kita.  Anak adalah amanah yang harus dijaga. Kewajiban kita kepada anak-anak tentu saja tak sekadar hanya memenuhi kebutuhannya sehari-hari untuk tumbuh kembangnya, tetapi lebih dari itu. Pelukan dan kasih sayang yang besar adalah kebutuhan dasar yang harus senantiasa diterima oleh anak.

Alhamdulillah, saya diberi anugerah yang besar oleh Allah. Yaitu dengan diamanahinya saya 6 orang anak. Saya percaya, akan rejeki setiap anak pasti ada karena Allah lah yang telah mengatur rejeki setiap anak yang lahir ke dunia. Ohiya, seharusnya anak saya 7 orang, tetapi pada tahun 2003, anak ke-2 keguguran di usianya yang ke 10 minggu. Waktu itu saya sedang tinggal di Jepang. Setiap hari naik sepeda. Entah sebab sering naik sepeda atau hal lain, sebab tetangga saya sedang sakit chicken pox, tapi saya tak ingin menyalahkan siapa-siapa. Atau karena apa. Sudah menjadi suratan takdir, saya harus kehilangan calon anak kedua. 

Dan, saya percaya, anak adalah rejeki yang besar dari Allah. Banyak yang menunggu kelahiran si Buah hati, hingga bertahun-tahun lamanya. Hingga kemudian lahirlah putra putri kesayangan yang menjadi quratta 'ayun. Membuat diri ini bersyukur dimudahkan dalam hamil dan melahirkan. Karena banyak yang mengalami kesulitan dalam masalah pembuahan dan akhirnya harus mengeluarkan dana yang banyak untuk mendekap buah hati kesayangan.

Saya sangat mengerti perasaan bunda-bunda yang belum dikarunia anak. Apalagi yang kemudian hamil dan keguguran. Sebab, saya pun pernah mengalami hal yang demikian. Rasanya ada yang hilang dalam raga begitu mengetahui sang buah hati tidak lama berada dalam rahim. Perasaan was-was tak bisa mengandung lagi, pernah saya rasakan saat itu. Alhamdulillah hal itu tidak lama. Dan alhamdulillah, dari pelajaran keguguran itu, saya mengambil hikmah, menjaga kehamilan dengan sebaik-baiknya. Dan merawat buah hati dengan penuh sayang saat anak-anak lahir ke dunia.

Sebab ... ditinggalkan oleh kesayangan itu sungguh beban yang berat bagi saya. Saya pernah merasakan pernah hampir ditinggalkan oleh anak ketiga saya. Jujur, saya trauma sekali. Saya ketakutan selama lima tahun usianya. Setiap kali dia demam, saya panik sekali. Takut, kejadian saat dia bayi terulang kembali.

Jadi ceritanya begini, waktu itu tahun 2007. Anak saya baru tiga orang. Yang sulung usia 5 tahun, yang nomor dua, 3 tahun dan yang ketiga baru 13 bulan. Saat itu saya hamil anak ke-empat. Baru jalan dua bulan. 

Waktu itu, saya dan anak anak baru bertemu lagi dengan abinya anak-anak. Beliau tugas ke Gorontalo. Pagi itu, kami tertawa melihat kelucuan si Abang (anak ketiga) yang baru bisa berjalan. Jalan selangkah demi selangkah di tempat tidur. Setiap kali jatuh, dia bangun lagi, terus saja demikian. Eh, pada kali ke empat dia berjalan, badan kecilnya tersungkur ke kasur dan seperti kejang begitu.

Saya segera menghampirinya dan mendapatkan dia sedang kejang (stip). Badannya tergoncang. Matanya terbuka sedikit dan meninggalkan putihnya saja. Bibirnya membiru. Dia seperti hendak menggigit. Gegas saya lepas bajunya dan melepas diapernya dan memiringkan tubuhnya. Tak lupa saya buntal jari telunjuk dengan jilbab dan memasukan ke dalam mulutnya yang mulai merapat. Gigi kecilnya menggigit telunjuk. Saya menangis. Bukan karena sakit digigit. Tapi menangis karena takut terjadi apa-apa dengan si kecil.

Detik seakan melambat, akhirnya tubuh kecil itu lunglai. Segera saya dekap dan bawa keluar. saya panggil suami, dia sedang di kamar mandi. Beruntung, adik ipar sedang memanaskan mobil. kami pun segera meluncur ke rumah sakit.

Di jalan menuju rumah sakit, air mata saya terus menderas. Saya pandangi bayi kecil itu. Begitu mudah keadaan dalam keadaan bahagia kemudian berganti duka. Saya takut sekali kehilangan anak saya. Mana dia anak lelaki satu-satunya lagi. Kami beri nama Syauqi, sebab, dia adalah anak yang kami rindukan. Anak yang menjadi harapan ayahnya, seorang anak lelaki yang sehat, kuat, pintar dan sholih. Waktu rasanya ingin saya dorong kembali ke belakang, sehingga saya tahu anak saya sedang demam dan saya menanganinya segera. Memberinya obat penurun panas dan dia terhindar dari kejang demam panas. Tapi itu kan tidak mungkinnn ....

Ya Allah, saya terus saja berdoa memohon agar saya diberi kesempatan untuk mengasuhnya hingga dewasa kelak. Menatap wajah kecil yang sedang terkulai lemas dengan bibir membiru itu rasanya saya ingin berteriak. Menangis sambil berguling-gulingan atau berlari-lari model film India. Agar saya puassss .. puas meneriakkan kegalauan saya. 

Di tengah panik, alhamdulillah saya masih terjaga kewarasannya. Pagi itu saya bawa si abang ke rumah sakit memakai daster dan jilbab kaos untuk di rumah. Lupa tak memakai kaos kaki tapi masih ingat memakai sandal. eh, lupa bawa dompet juga sih hehe tapi alhamdulillah RS itu baikk banget dan responsif. Saya sangat berhutang budi sekali kepada para perawat yang menangani anak saya. Semoga mereka mendapat balasan terbaik untuk amal perbuatan mereka. aamiinn ...

Sampai di RS, anak saya langsung ditangani para perawat dan dokter jaga. Ternyata dia demam tinggi. 41 derajat selsius. Padahal badannya dingin. Ternyata di dalamnya panas. Ya Allah, kenapa saya tidak bisa melihat tanda-tanda si abang sedang sakit demam? Kenapa? 

Sebelum stip/kejang itu, si abang ceria sekali. Tidak ada tanda-tanda dia sakit atau pun demam yang membuatnya rewel. Anak itu kuat. Tapi kekuatannya tidak bisa mencegah dia dari kejang karena demam.

Entah si abang diapakan lagi, yang saya tahu, dia langsung diinfus dan dibawa ke ruang perawatan. Katanya mau diobservasi. Alhamdulillah selama 3 hari di opname di RS, tidak ada penyakit berbahaya yang diidap si abang. Alhamdulillah. 

Selama di RS, si abang tidak minum obat sama sekali, karena dia selalu memuntahkan obat yang saya beri. Akhirnya saya booster ASI saja. Saya sudah tidak memikirkan janin yang ada di dalam rahim saya. SAya sudah pasrah. Saya serahkan semua kepada Allah. Saya yakin, janin di dalam tubuh saya Allah yang menjamin semua kebutuhannya. Dan tugas saya memberikan yang terbaik kepada anak yang sudah lahir ke dunia.

Saya pasrah. Akhirnya yang tadinya saya mau menyapih si abang lebih cepat, dibatalkan. Saya sudah memutuskan untuk tandem nursing saja. Si abang dapet ASI, adek bayi tetap terjaga. Alhamdulillah setelah konsultasi dokter juga tidak apa. Dan janin pun berkembang dengan baik. Cerita lengkapnya bisa dibaca cerita saya tentang tandem nursing  di sini: Tandem Nursing

Kembali kepada demam pada anak, ternyata kasus si abang itu kasus yang sering terjadi kepada anak usia di bawah 5 tahun. Kejang tanpa peningkatan suhu tubuh. Kejang yang timbul tanpa disertai demam. Ah entahlah, suhu tubuh di luar dingin, tapi di dalam panas. Jadinya panas dalam, dong!

Penyebabnya macam-macam. Bisa karena pendarahan pada otak, trauma pada otak anak, peradangan otak, epilepsi atau kekurangan kalium.

Ketika si abang dirawat di rumah sakit, dia diobservasi, di rontgen dan dicek darah, tidak terindikasi segala macam penyakit berbahaya. Saya kira mungkin dia kekurangan kalium.

Jadi, beberapa waktu sebelum dia kejang, saya beri dia minum susu dengan protein soya. Bukan susu yang direkomendasikan oleh dokter, tetapi ada teman saya yang memberikan rekomendasi. Katanya bisa untuk bayi dan orang dewasa. Nah, inilah mungkin penyebabnya. wallahu'alam saya juga tidak begitu paham. kemungkinan kejang turunan dari ayahnya juga bisa jadi itu juga menjadi salah satu penyebabnya.

By the way, alhamdulillah, si abang sampai hari ini sehat wal afiat. Allah menjawab doa saya selama merawatnya di RS. Si abang esok harinya ceria  seperti tidak terjadi apa-apa. Sehat saja gitu lho. Tapi dokter tetap keukeuh ingin memeriksanya sampai tuntas, agar tidak kejadian lagi kejang di rumah katanya.

Ketika pulang ke rumah, saya dinasehatkan, jika si abang demam, segera diberi penurun panas jika suhu mencapai 38 derajat.

Dan memang, selama 5 tahun saya selalu ngeri melihat si abang mulai demam. Badannya suka menggigil dan mengigau. Kadang juga sampai mimisan. Semalaman saya tidak bisa tidur kalau si abang demam. Kadang ingin berteriak, ya Allah biarlah saya yang demam, jangan anak saya. Alhamdulillah selepas usia 5 tahun, si abang sudah bisa mengendalikan demamnya. Dia bisa mengontrol dirinya ketika demam. Meski demikian tetap saya pantau. Lesu sedikit saya usap keningnya. Kuatir demam yang harus segera ditangani.

Biasanya ketika dia demam, saya usap-usap sekujur tubuhnya dari kepala hingga kaki dan dioles minyak zaitun. Saya pijat lembut badannya yang sedang demam dan berbicara dengannya. Tak lupa memberikannya obat penurun panas. Alhamdulillah saya selalu sedia Tempra. Sehingga ketika si abang demam, langsung saya minumkan dia Tempra. 

Sekarang saya juga tetap sedia Tempra di rumah. Apalagi sekarang ada adiknya yang bungsu. Bayi itu rentan demam. Baik karena tertular batuk pilek atau demam sebab imunisasi. Alhamdulillah dengan sedia Tempra di rumah perasaan saya jadi nyaman. Jika anak anak saya ikhtiar dengan memberikannya obat dan hasilnya tawakal kepada Allah.

Menyediakan obat penurun panas Tempra di rumah menjadi bukti cinta saya kepada anak-anak. Tempra obat penurun demam yang membuat anak ceria kembali setelah demam yang menderanya.

Mam, dari pengalaman menangani anak yang kejang, alhamdulillah saya jadi tambah ilmu. Kebetulan waktu itu saya sedang rajin banget membaca buku Dokter di Rumah Kita, jadi bagus banget kalau ibu-ibu rempong seperti kita mengoleksi  dan membacanya (membacanya yaa .. catettt.. jangan sekadar mengoleksi hehhe) buku-buku tentang penyakit yang biasa diderita anak dan penangannya. Ketika keadaan genting seperti kejang karena demam itu kita jadi gak panik dan tetap dalam keadan tenang (padahal saya juga gak tenang banget sih hehhe .. takuuttttt huhuhu

Jadi, apa sih yang menyebabkan anak kejang-kejang? 

Pada anak-anak usia 1 tahun hingga 5 tahun, ada beberapa anak yang jika terserang demam dia akan mengalami kejang. Kejang-kejang akibat demam ini timbul akibat infeksi yang menaikan suhu tubuhnya. Walaupun membuat cemas, tapi kejang karena demam biasanya tidak berbahaya.

Ciri-ciri anak yang sedang kejang akibat demam panas dari referensi yang saya baca adalah:
1.   Lengan  dan atau kakinya menyentak-nyentak
2.   Llidahnya tergigit

Apa yang harus dilakukan apabila buah hati kita terkena kejang panas?

Saya bagikan ya, cara saya menangani anak yang kejang dengan tambahan dari buku yang saya baca (Dokter di Rumah Kita): 

1. Usahakan menahan si kecil ketika dia jatuh. (beruntung si abang jatuhnya di kasur, ditempat yang lunak).
2. Jika sedang bermain, jauhkan semua benda dari dekatnya. 
3. Baringkan tubuh si kecil. Kendurkan pakaiannya, baju, celana dan diapers. Baringkan dengan posisi miring.
4. Jangan masukan benda apapun (waktu itu saya masukan jari saya, sebab takut dia menggigit lidahnya) SOPnya sih begitu, gak boleh masukan benda apapun juga.
5. Setelah kejang mereda, atur tubuhnya ke posisi pemulihan. Yaitu, berbaring dengan agak telungkup. Tangan kanan menopang kepala.tangan kiri terbuka. kaki kiri diluruskan dan kaki kanan menekuk.

posisi pemulihan

6. Dampingi si kecil sampai dia rileks.
7. Jika kejang parah, yaitu tidak sadar lebih dari 10 menit, atau kejang lebih dari 5 menit atau kejang yang berulang, segeralah cari bantuan medis. 
8. Sambil menunggu pertolongan tim medis, lakukan tindakan menurunkan demamnya. Berikan obat penurun panas yang mengandung parasetamol. Berikan sesuai dosis yang disarankan oleh dokter atau tercantum dalam kemasan.

Saya memilih Tempra Syrup sebagai obat penurun demam anak-anak saya. Karenaaaa ...  Tempra itu aman dilambung, tidak perlu dikocok, larut 100% dan dosisnya tepat sehingga tidak akan menimbulkan over dosis. 

Nah, Mam, untuk buah hati kita, tentu saja kita mencari solusi terbaik untuk masalah demam mereka, kan. Dan pilihan saya adalah Tempra. 

Oke Mam, sampai jumpa lagi, semoga hari-hari Mam dan buah hatinya selalu ceria yaaa. Salam manis selalu ^_^


*Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.









Follow Us @tutiarien