March 31, 2018

Pengalaman Mengatasi Diare yang Tepat dan Benar Pada Keluarga Kecilku

March 31, 2018 41 Comments
credit foto: www.penyebabdiare.com

Hai, Bunda, apa jadinya jika pada suatu ketika, keluarga kecil kita terjangkit diare secara berjama'ah? maksudnya terjangkit penyakit diare dalam satu waktu. Duh, Bun, sungguh itulah masa yang paling menyedihkan bagi saya. Rasanya, saya sudah berusaha untuk menjaga pemakanan dan minuman, juga keadaan lingkungan agar terjaga kesehatannya, tapi apa mau dikata? Pada kenyataanya, saya harus menerima takdir itu dan mengurus suami, anak dan diri saya agar sembuh dari penyakit yang satu ini. Dan saya bertekad untuk senantiasa berhati-hati sekali terhadap apa saja yang menjadi pencetus diare dan berusaha mengatasinya dengan cara yang baik dan benar.

Kalau ingat pernah mendapat penyakit diare sekeluarga, ada rasa yang berkecamuk dalam dada. Alhamdulillah, Allah menyembuhkan kami dari sakit. Karena, tahukah Bunda, bahwa menurut data statistik dinas kesehatan dan WHO, penyakit diare adalah pembunuh nomor satu balita dan anak-anak juga merupakan 10 dari penyakit berbahaya yang sangat mematikan. Ya, Allah, sungguh saya bersyukur, kami sekeluarga bisa lolos dari penyakit tersebut, meskipun badan lemas, saya masih bisa merawat mereka semua.

sedih kalau anak-anak sakit, terutama yang bayi .. hiks
Yah, mau bagaimana lagi ya, Bun. Namanya juga ibu, tentu saja, tugasnya berbagai macam dan tak ada hentinya. Ibu menjadi manajer keluarga, manajer keuangan, disain interior, chef, dokter dan juga perawat. Lengkap! Dan alhamdulillah dengan insting seorang ibu, saya bisa menyelamatkan anak-anak dan suami terbebas dari penyakit diare.

Jadi begini ceritanya, Bunda. Pada tahun 2016, saya dan keluarga baru saja pindah dari negeri Jiran ke Tanah Air. Setelah enam tahun merantau tibalah saatnya kembali ke kampung halaman yang sangat dirindukan. Kami sekeluarga sangat bahagia bisa dekat lagi dengan saudara dan handai taulan. Tetapi ternyata tubuh kami belum sepenuhnya beradaptasi dengan lingkungan. Apalagi di kota kami, Kota Hujan, terkenal dengan hujannya yang selalu mengguyur kota kecil kami. Kondisi mungkin tidak fit, perubahan cuaca yang tiba-tiba, dari panas ke dingin, makanan yang mungkin kurang terjaga higinitasnya, kami terkena penyakit diare.

Awalnya Syauqi, anak yang nomor tiga mengeluh sakit perut. Rasanya melilit dan perih. Seharian dia bolak-balik ke kamar mandi sampai badannya lemas seperti tak bertenaga. Saya coba tolong dengan memberikan minuman hangat dan larutan gula dan garam. Dia pun muntah-muntah. Hingga malam terus saja berlanjut. Badannya panas, dia demam. Saya beri makan dia keluarkan lagi, beri minum, dikerluarkan lagi. Saya sempat cemas, karena sampai pagi hari dia belum juga membaik. Akhirnya saya putuskan membawanya ke dokter.

Seperti biasa, di dokter lama banget. Saya pulang telah siang. Badan lelah membuat kepala saya pusing. Pulang ke rumah, anak saya yang nomor lima mengeluh sakit perut. Dia juga sama dengan abangnya. bolak-balik ke kamar mandi. Saya mulai cemas, waktu itu usianya baru 5 tahun. Saya tidak bisa membawanya langsung ke dokter, karena saya sudah capai sekali. Akhirnya saya rawat bersama-sama abangnya.

Saya rawat Sarah dengan memberinya cairan dan larutan oralit yang diberikan oleh dokter. Alhamdulillah dia tidak ada muntah hanya diare saja. Saya beri dia makan buah pisang. Menurut dokter, buah pisang bagus diberikan kepada penderita diare karena buah ini mengandung pektin dan kalium. Pektin dan Kalium merupakan karbohidrat komplek alami yang berfungsi mengentalkan, sehingga penderita diare dapat buang air besar lebih padat. Hal ini akan mempercepat proses penyembuhan diare.

Untuk Syauqi tak lupa saya memberinya obat yang diberikan dokter, yaitu obat yang mengandung Attalpugite dan pektin yang berfungsi menyerap racun/toksin, virus, bakteri penyebab diare. Juga memberi probiotic agar proses penyembuhan lebih cepat dan menyehatkan pencernaan.

buah pisang yang penuh khasiat menyembuhkan diare lebih cepat (credit: arbamedia)

Eh, tak lama kemudian, kakaknya kena sakit diare, saya, terus suami. Hadeuuh ...

Alhamdulillah berkat merawat anak ketiga dan kelima, saya bisa merawat yang lain juga. 

Begini cara saya mengatasi diare yang tepat dan benar pada keluarga kecil saya:

  1. Tidak memberi makanan padat, kecuali pisang.
  2. Bila muntah, diberi minum sedikit demi sedikit, tapi sering.
  3. Jika diarenya teramat encer, saya beri larutan oralit.
  4. Jika selama 2x24 jam tidak membaik, saya bawa ke dokter. Biasanya dokter akan memberikan obat yang mengandung Attalpugite dan pektin.
  5. Memberi probiotic untuk memelihara kesehatan pencernaannya dan merecovery pencernaan yang baru sembuh dari sakit diare.
  6. Membersihkan kamar mandi lebih kerap ketika terjadi wabah diare, agar diare tidak menular kepada yang lain.
  7. Mencuci segera pakaian yang terkena kotoran agar tidak menyebarkan bakteri di dalam kamar mandi dan menjadi penyebab tersebarnya diare.

Alhamdulillah dengan melakukan hal-hal di atas, kami sekeluarga pun terbebas dari penyakit diare.

Diare

Sebenarnya apa sih penyakit diare itu?

Diare adalah pengeluaran kotoran yang encer dan lebih sering dari biasa. Diare akan sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat dan benar juga jika dilakukan terlambat. Terutama penanganan diare pada bayi dan balita. Karena penyakit diare ini menurut data dari WHO adalah penyebab kematian pada anak dan balita nomor wahid! Ngeri, kan, Bun ...

Menurut riset, rata-rata bayi berusia 0-2 tahun rentan terkena diare lebih dari 3x setahun. Penyebab utamanya antara lain, infeksi Rotavirus, infeksi bakteri dari benda kotor di sekitarnya, alergi, keracunan makanan, flu dan mengkonsumsi obat antibiotik.

Maka, jika anak, keluarga, tetangga kita terkena diare, kita harus waspada dan mengatasi diare dengan cara yang tepat dan benar. Karena apa? Ya itu, jika tidak ditangani dengan tepat dan benar, akan berdampak pada kematian atau mewabahnya penyakit diare ke seluruh lingkungan rumah dan masyarakat di dekat kita.

Jadi, Bunda, ayo kita perangi penyebab diare bersama-sama, mulai dari diri kita, keluarga dan lingkungan sekitar kita. 

cara mencegah diare di rumah (credit: www.drlusia.blogspot.co.id)




Serunya Belajar Membuat Crepe di Crepe Signature

March 31, 2018 2 Comments

Serunya Belajar Membuat Crepe di Crepe Signature. 

Hai, Mom, apa kabar? Apa yang terjadi, ya, jika sepuluh Mom Blogger berkumpul dan masak bareng? Apalagi yang dimasak ini sesuatu yang spesial, crunchy, gurih dan manis? 

Makanya Mom, saya ingin bercerita tentang keseruan ini saat saya dan teman-teman belajar membuat crepe di Crepe Signature Bogor Trade Mall. Oh, jangan ditanya kehebohan dan ramainya ya, Mom. Banget! Hihihi 

Jadi, ceritanya Mom, pada hari Selasa yang lalu, tanggal 27 Maret 2018, Crepe Signature Bogor membuka kelas membuat crepe di counter Crepe Signature khusus untuk Mom Blogger. Tempatnya di lantai UG BTM Bogor. Ada sepuluh Mom Blogger yang hadir dan mengikuti kelas tersebut. Alhamdulillah, saya salah satu dari ke-sepuluh yang beruntung untuk mendapatkan pengalaman membuat crepe secara langsung di kedai Crepe Signature BTM yang bertema, "Crepe in The Making". 

Pagi-pagi sudah ada di sini demi apa coba hihhi demi crepe dong ^_^

Ya Allah, Mom, ini yang namanya mimpi menjadi kenyataan. Terkadang terbetik dalam hati, ketika lewat kedai crepe  dan mencicipi betapa crunchynya crepe, "kapan saya bisa membuat crepe sendiri. Pengen bisa ih. Kayaknya mudah, deh! Cuman sayangnya, gak ada alatnya sih (alasan ini mah ya heuheu)

Dan hari Selasa itu, saya benar-benar menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Ini adalah pengalaman pertama saya dan mungkin akan menjadi kenangan yang manis nantinya. Ye, kan ... diimpikan sebelumnya, begitu loh ...

Kebetulan, rumah saya dan BTM tidak terlampau jauh, jadi saya agak-agak santai gitu. Saking santainya, ulalala .. ternyata sudah pukul 9. Saya pun segera membereskan semua yang harus saya bawa. Standarlah, seperti perlengkapan Saki (bayi saya usia 1 tahun), kamera dan hape. Sayangnya, saya kelupaan membawa charger dan power bank. Padahal dua benda ini penting banget untuk meliput kegiatan, jaga-jaga batre habis.

Saya pun memesan grab dari rumah, sebab kuatir kena macer jika naik angkot. Alhamdulillah, di luar perkiraan saya, ternyata saya sampai lebih cepat dari perkiraan. Pukul 9.30 saya sampai di tempat acara. BTM baru buka dan suasana masih lengang. Saya masuk ke dalam BTM dan naik melalui eskalator. Crepe Signature sangat mudah sekali dicari, karena sudah terlihat dari ujung eskalator. Saya bertemu dengan dua orang penjaga Crepe Signature, Teh Santi dan Kang Hasan yang ramah menyambut saya dan mempersilakan duduk menunggu di ruang tunggu sekaligus tempat makan Crepe yang meski kecil dan sempit tapi terlihat nyaman. Dengan bentuk meja menyerupai hati. Ada dua bangku melengkapinya. Saya pun duduk menunggu sambil ngemil bandros yang saya beli di luar. Sambil menunggu saya berfoto di sekitar kedai. 

Kedai Crepe Signature di BTM
Crepe Signature ini tempatnya strategis dan terlihat dari segala arah, bahkan kalau kita turun atau naik ke lantai atas pun kita bisa melihat kedai ini dengan teramat jelas. 

Tak lama kemudian, datang Mbak Selvi, beliau supervisor Crepe Signature dan juga blogger Bogor. Beliaulah yang mengundang kami untuk mengikuti kelas "Crepe in The Making" bersama Crepe Signature. Kemudian datang mbak Lutfi, seorang blogger manis yang catlovers dan Mom Blogger yang lainnya. Dan tepat pukul 10 pagi, acara pun dimulai.

Sebelum ke acara inti, Mbak Selvi mengenalkan Crepe Siganture sebagai awalan. Tak kenal maka tak sayang, kan? Nah, dari sedikit penjelasan dari Mbak Selvi ini, saya jadi tahu, bahwa Crepe Signature ini di Bogor ada 3 cabang, di Botani Square, BTM dan Teras Yasmin. 
Crepe Signature ada di 3 negara ini lho!

Menurut mbak Selvi, Crepe Signature memiliki banyak pilihan menu yaitu Sweety Crispy, Premium Crepe, Savoury Crispy, Fruity Crispy dan Ice Cream Crepe. Menu favorit saat ini adalah Nutella Cheese Banana (Premium Crepe). 


Menu di Crepe Signature

Crepe Signature ini asalnya dari Malaysia, dan tersebar di beberapa negara asia, seperti Indonesia, Singapura dan Brunei. Jadi tak heran jika kebetulan jalan-jalan ke negera tersebut menemukan Crepe Signature juga di sana. Crepe Signature memiliki kekhasan yang tidak dimiliki oleh jenis crepe yang lain. Selain Super besar, juga crepe Signature adalah crepe yang super crunchy lho! Dan memang benar, Mom, Crepe Signature ini super besar dan super crunchy. Saya sudah membuktikannya!


Crepe dengan toping ice cream (punyanya dek Lutfi hihii pinjam ya dik)

Tak heran kalau Crepe Signature ini disukai oleh anak-anak dan dewasa, bahkan neneknya pun suka! Mbak Selvi pun bercerita, pernah ada seorang ibu yang ngidam ingin makan crepe, hingga dia bela-belain datang jauh-jauh ke BTM dari Sukabumi hanya untuk mencicipi ke-crunchy-an Crepe Signature! Duh, Bumil memang luar biasa, ya, perjuangannya heuheu saya juga pernah sih begitu. Moga sehat-sehat selalu Bumil.

Dann .. akhirnya sesi yang dinantikan pun tibalah. Saya menjadi peserta yang datang pertama, menjadi peserta yang mendapatkan kesempatan membuat crepe yang pertama. Horee!

Jujur saya excited banget. Rasanya seperti anak saya yang kelas satu SD boleh menyalakan kompor untuk pertama kalinya hihihi Dan alhamdulillah, baby saya yang berusia setahun, baby Saki, kok ya pas anteng gitu, mau digendong sama mbak Santi dan tidak rewel. Tahu kali ya, emaknya mau belajar membuat kue yang enyak heuheu


Tuh, dede Saki dengan teh Santi, alhamdulillah enggak nangis ^_^

Crepe memiliki kompor khusus dengan wajan khusus dengan lapisan teflon di atasnya. Kisaran panasnya sekitar 3000 watt. Saya kira-kira, ukuran alat ini sekitar 40 cm x 40 cm dengan tinggi sekitar 18 cm. 

Di awali dengan penjelasan dari Kang Hasan (salah satu pekerja), do and don't dalam membuat crepe. Saya diberi kesempatan untuk latihan dengan tepung biasa untuk membuat crepe. yang saya pikir mudah, itu ternyata susyah, Mom! Harus benar-benar fokus dan serius belajarnya agar tangan terbiasa dalam menuang adonan crepe dan meratakannya dengan spatula. 

Kang Hasan mengajarkan kami dengan adonan terigu biasa yang diberi air dan telur. Pertama-tama, saya memasang plastik cover untuk tangan di tangan sebelah kiri, karena tangan sebelah kiri ini nanti memegang crepe yang sudah jadi dengan tangan. Sementara tangan sebelah kanan memegang spatula. 

Belajar menuang adonan di wajan khusus crepe. Percobaan pertama nih

Percobaan pertama, tangan saya masih belum terbiasa, sehingga crepe yang saya buat kurang bulat dan agak tebal. Percobaan kedua masih ada yang bolong. Alhamdulillah percobaan ketiga akhirnya lumayan berhasil hihihi

diratakan dari kanan ke kiri yaa.. jangan sampai putus 

Dan dipercobaan ke-4 saya mulai belajar membuat crepe yang sebenarnya! Berhasilkah?

masih ada yang bolong tuh sebelah kiri heuheu

Saya mulai dengan menuang adonan yang kata mbak Selvi terdiri dari tepung yang sudah diracik sedemikian rupa, telur dan air. Adonannya kental dan lembut. Saya menuang ke wajan crepe dengan berhati-hati dan segera meratakannya. Kalau tidak cepat bisa kering dan tidak bisa diratakan lagi.

Perjuangan ngangkat crepe sampe serius dan gak bisa senyum hihihi
Mengangkat crepe juga ada seninya lho!

  • Tips 
  • Tangan kanan memegang spatula, siap meratakan adonan. 
  • Ratakan adonan berputar dari kanan ke kiri, tidak terputus hingga benar-benar rata. Diamkan sampai crepe mengering.
  • Selama menunggu crepe mengering, siapkan toping. 
  • Lipat sedikit ke dalam crepe yang berada di ujung dada kita. Tabur toping sebelum crepe menjadi kering dan berubah warna lebih hitam (awas gosong hihihi) 
  • Angkat crepe dari sebelah kanan, potong sedikit sebagai tanda lipatan crepe, lipat crepe dan masukan dalam kertas penyajian. 
  • Siap disajikan .. hmm yummy!

cobain dulu ah .. eh beneran crunchyyy ..
Alhamdulillah, untuk pertamakalinya saya membuat crepe dan berhasil! Crepe yang saya buat saya beri toping olesan nutella, taburan misis berpadu dengan kacang almond. Perpaduan yang mewah dan lezat sekali. Dan memang terbukti, Signature crepe adalah crepe yang super besar dan super crunchy! Crepe Signature juga tampilannya cantik dan  instagramable banget, lho!

seneng banget, akhirnya bisa juga membuat crepe, yeayyy!

Setelah saya, giliran dek Lutfi dan mom blogger lain yang mencoba membuat crepe. Seru dan heboh! Kami bergantian melihat proses pembuatan crepe ini dan seperti biasa, seperti anak-anak yang baru bisa membuat kue, kami berseru girang ketika hasilnya begitu luar biasa!

Ini dia sepuluh mom jagoan yang sudah berhasil membuat crepe, punya saya sudah hampir habis hihihi enyak sih

Alhamdulillah saya bisa bergabung dalam kelas membuat crepe di Crepe Signature. Meskipun hanya dua jam saja, tetapi pengalaman ini sungguh sangat luar biasa dan berharga sekali. Terima kasih Crepe Signature!

dede Saki juga sukaaa ^_*

Oiya, untuk mendapatkan manfaat dan keseruan yang lain dari Crepe Signature, silakan follow instagram dan line CREPE SIGNATURE BOGOR karena akan banyak info event dan pro yang menarik untuk para pelanggannya. Wihh .. asyik banget! Crepe Signature juga sudah bisa dipesan lewat Go Food, ya.

March 12, 2018

Open House La Salle Jakarta

March 12, 2018 66 Comments

Open House LaSalle. Saya lupa, kapan mendaftar dan lewat siapa saya mendaftarkan diri mengikuti open house yang diadakan oleh LaSalle College, Jakarta. Sepertinya sih di sebuah grup Facebook info ini disebarkan. Sampai pada suatu siang, saat saya membuka email, ada email yang masuk berupa reminder  acara open house ini. Padahal saya sudah daftar sebuah event juga di Depok.  Iya, saking lupanya! Akhirnya, saya harus memilih, karena sudah duluan daftar yang open house LaSalle, saya batalkan mengikuti event di Depok dan konfirmasi kehadiran di acara LaSalle. Tak lupa, saya daftarkan sekalian putri saya karena saya akan hadir bersamanya ke acara tersebut.

Putri Sulung saya tidak bersekolah. Sejak kembali dari Malaysia dan menetap lagi di Bogor, saya mengarahkan putri sulung saya untuk mengembangkan bakat dan minatnya saja. Sebab sudah 2x mengikuti PPDB tapi tidak lulus keduanya. Akhirnya daripada patah semangat, saya  semangati dia dengan berdiskusi tentang kegiatan yang paling dia sukai. Dia suka berdandan. Pengetahuannya tentang perawatan kecantikan dipelajarinya otodidak dan melihat lewat youtube. Dan saya bebaskan dia tidak bersekolah. Sebab sekolah yang saya rekomendasikan ditolak semua sama dia hehhe 


Agak-agak khawatir juga sih takut si kakak mengalami shock atau merasa tidak diperhatikan atau diabaikan. Alhamdulillah, pada tahun kedua di Bogor, ada bukaan akademi penghafal Al Qur'an. Saya arahkan dia masuk ke dalam akademi itu, alhamdulillah dia mendapat beasiswa penghafal al Qur'an selama setahun. Sekarang dia sudah sampai di juz 19.  Pencapaian yang luar biasa sekali. InsyaAllah nanti saya share yang ini secara terpisah, ya.

Nah, kembali lagi ke acara open house, saya mengajak si kakak agar dia bisa realistis dalam menghadapi dunia pendidikan dan do the best pada apa yang menjadi cita-citanya. 

Hari H pun tiba. Hari Sabtu, 10 Maret 2018 kemarin, saya dan kakak berangkat dari rumah ke Stasiun Bogor pukul 7 pagi dan naik kereta Comutter Line jurusan stasiun Angke pada pukul 07.20 menit. Turun di Stasiun Sudirman, alhamdulillah sesuai dengan perkiraan waktu. Sampai di Stasiun Sudirman saya order Grabcar. Sebetulnya deket sih dari Stasiun Sudirman ke tempat acara, Grand Sahid Jaya. Kata Mas Ilham sih cuma 25 menit jalan kaki. Posisi Grand Sahid Jaya ini ada di sebrang Stasiun Sudirman. Menyebrang lewat penyebrangan jalan yang berkelok-kelok hehe Cuma kemarin itu waktu sudah menunjukan 08.50 pagi, takut nyasar juga. Jadi kami memutuskan untuk minta diantar oleh pengendara grabcar aja. Lagipula pas lagi murah. Cuma 10K saja. Gak usah jalan kaki dan kemeringet hehe.

Alhamdulillah, sampai di depan halaman LaSalle College, di sana sudah mengantri para peserta open house yang kebanyakan adalah anak-anak muda yang mungkin baru lulus SMA atau jelang mengikuti UN. Ada juga sih yang lebih tua, tapi tidak banyak. Saya sedikit surprise juga, untung aja mengajak si Kakak. Jujur tadinya kalau si kakak tidak ikut, saya tetap hadir, karena tujuan saya memang ingin belajar Makrame ( seni ikat simpul tali). Dulu waktu masa kuliah, saya pernah bisa membuat makrame, setelah 20 tahun berlalu, dan otak yang sudah mulai berkarat, perlu belajar lagi deh.

kebanyakan anak-anak seusia si kakak, emak jadi keder heheh

Saat daftar ulang, saya menyebutkan kelas Disain Interior, karena ada kelas makrame itu. Kakak yang mendapat goodiebag yang berisi informasi tentang jurusan yang ada di LaSalle College.

Di ruang tunggu, sudah penuh sekali dengan peserta open house. Kursi yang tidak mencukupi membuat sebagian dari peserta berdiri menunggu giliran dipanggil ke kelas yang diminati. Sambil menunggu kami disuguhi dengan kopi dan cemilan. Cemilannya ada getuk (yang tadinya saya kira cenil hihihi, enak banget), tahu isi yang sudah modern banget (sayangnya tidak saya foto), kue lumpur dan kue sus yang enak banget juga.

ruang tunggu ini difoto jelang pulang, pas pagi mah penuhhh sampai gak bisa lewat hehe

Saat menunggu, tercium bau-bauan yang hmm ... bikin pusying, Saki pup. Akhirnya emak ke toilet dulu membersihkan Saki. Setelah kembali ke ruangan tunggu, si kakak ingin mengikuti kelas make-up artistic, Kebetulan, peserta yang mengikuti open house make-up artistic sudah dipanggil dan diantar ke sebuah ruangan di gedung terpisah. Saya dan kakak akhirnya menyusul juga ke sana (dan emak gagal ikutan kelas makrame .. demi anak emak ngalah!)

Sambil menunggu dipanggil, kakak baca-baca brosur dalam goodiebag

getuknya enyaakkk ^_^

Sampai di kelas, saya tinggalkan kakak bersama teman-temannya, sebab Saki tidak mau diam dan ngoceh juga ikut-ikutan mentornya hihihi, jadi akhirnya saya ajak keluar agar bisa bermain dengan bebas. Saya duduk di ruang tunggu yang chozzi banget. Saki juga nampak betah dengan suasanannya ynag seprti di rumah sendiri. Dan dia pun pup lagi heuheu kali ini emak gak cuma nyari toilet tapi juga nyari popok. Sebab hanya membawa satu lembar popok. Saya pun bertanya kepada pak Satpam yang ramah sekali, dimana letak supermarket yang menjual diapers. Beruntung di depan college ada supermarket kecil dan tersedia popok bayi. Saya membeli popok dan cemilan untuk bayi. Setelah itu Saki kembali anteng dan bermain sambil menunggu kakak selesai melihat-lihat workshop yang dilakukan oleh kakak-kakak mahasiswa. Dosennya juga cantik banget, seperti Isyana kalau menurut saya hehhe

penjelasan seputar jurusan artistic make-up 

Jujur, awalnya saya tidak tahu, apa itu LaSalle. Saya tahunya LaSalle akan mengadakan open house dan workshop membuat makrame. Setelah hadir dan duduk manis di dalam gedung tempat pendidikan ini, saya baru tahu, LaSalle ini sejenis Esmod, sekolah mode begitu, berafiliasi kepada LaSalle Canada (kalau gak salah, ya). Ada beberapa jurusan di sini, Game Art and Design, Graphic Design, Fashion Business, Fashion Design, Photography, Interior Design dan Artistic Make Up.

kelas artistic make up

Ada beberapa pembagian untuk lulusan LaSalle College, mungkin ini bisa menjadi pertimbangan dalam menentukan pilihan jurusan di LaSallae College.

1. Internasional Diploma And Certificate : Jurusan Photography, Graphic Design dan Interior Design.

2. Internasional Diploma: Jurusan Game Art and Design.

3. Bachelor of Applied Arts, Internasional Diploma and Certificate: Fashion Design dan Fashion Business.

4. Certificate: Artistic Make Up


dosen sedang menerangkan do and don't dalam artistic make-up

Setelah berkeliling mendengarkan penjelasan bu Dosen cantik dan melihat praktik merias wajah dengan tema clown yang dilakukan kakak-kakak mahasiswa, saya tanya perasaannya.

Kakak: "Best! Kakak nak sekolah di sini!" katanya tanpa menyembunyikan perasaannya. Saya tahu dia memang suka banget yang begitu. Waktu masih kumpul di rumah (sekarang kakak tinggal di asrama) suka merias adik-adiknya. Entah itu dikasih kutek yang dari karet itu, pura-puraan ngasih make-up, merawat wajah dengan masker dan lain-lain.

peralatan perangnya para mahasiswa artistic make up, lengkap!

Si Kakak ingin sekali bisa masuk ke jurusan Artistic Make Up. Sekolahnya hanya 8 bulan. Lulusannya hanya mendapatkan sertifikat. Oiya, saya juga bertemu dengan sesama orangtua yang mengantar putrinya. Mereka datang jauh-jauh dari Kalimantan. Mereka tau ada open house hari itu, karena LaSalle masuk ke sekolah-sekolah di sana dan memberikan informasi seputar open house dan penerangan apa dan bagaimana sekolah tersebut. Nampaknya putrinya sangat tertarik, sama seperti putri saya. Dan saya terbelalak dengan biaya yang harus dikeluarkan di sekolah tersebut. Sekitar 8 digit. Wahhh ... harus nanam pohon duit dulu atuh ya heuheu

saya dan kakak di depan lobby lasalle college
Lalu, saya mencoba menggali isi hati si Kakak dan berdiskusi masalah keuangan kami. Harapan saya, si Kakak dapat berkembang sesuai bakat dan minatnya dengan cara yang kreatif dan inovatif dengan seminimal mungkin biaya yang dikeluarkan. Memang sih, ada harga ada rupa ya. Semoga saja si Kakak dapat beasiswa gitu ... aamiinn ... sehingga bisa mengembangkan keahliannya dibidang yang diminatinya itu.

Untuk yang penasaran ingin mengetahui lebih jelas lagi tentang LaSalle College, dapat melayari websitenya: www.lasallecollege.ac.id atau datang langsung ke kantornya.

credit. www.lasallecollege.ac.id


Jakarta
Sahid Office Boutique unit D-F (Komp. Hotel Sahid Jaya)
Jl. Jend. Sudirman Kav. 86
Ph: 021-57851819 atau 0812 1999 8303
Email: Infojkt@lasallecolleg.ac.id

Surabaya
Jl. Darmokali No.32 Surabaya 60241
Ph. 031-5625000 atau 0813 3188 3088
Email: Infosby@lasallecollege.ac.id

Pulang dari acara open house, kami berjalan kaki menyusuri jalan menuju Stasiun Sudirman. Niatnya sih biar tahu jalan dan membuktikan apa kata Bang Ilham, katanya jarak tempuh sekitar 25 menit. Alhamdulillah, seneng banget, sebab menemukan spot foto yang bagus banget, Davinci Penta House yang letaknya tepat di sebelah hotel Grand Sahid Jaya. Jadi serasa sedang berlibur di luar negeri! Bagaimana? fotonya seperti sedang di Italia, kan? heuheu

saya di depan halaman Davinci Pent House, dah kayak di LN, kan? hihihi







March 10, 2018

Prive Uri-cran Solusi Alami Mencegah Anyang-anyangan

March 10, 2018 30 Comments
Prive Uri-cran solusi alami cegah anyang-anyangan
Menginjak usia 40 tahun plus plus, saya semakin sadar untuk senantiasa menjaga kesehatan tubuh. Bagaimana tidak, anak banyak, tidak punya ART. Tentu saja, anak dan suami saya akan sangat tergantung sekali kepada saya. Sehingga saya harus senantiasa sehat dan bugar! Ada sih sakit sakit mah, keluhan yang sering saya alami, alhamdulillah penyakit yang ringan saja sih, migrain,   mata yang sudah mulai kurang tajam penglihatannya, batuk, pilek dan rasa meriang kalau udah tanggung bulan .. eh lagi datang bulan hehhee

Selain itu saya juga beberapa kali pernah terkena sakit anyang-anyangan. Itu loh, kondisi dimana kita  ingin sekali buang air kecil, tetapi ketika dikeluarkan sedikit sekali yang keluar. Eh, udah keluar dari kamar mandi, kepingin lagi buang air kecil. Terus aja begitu. Kesell kan yaa...

Baru baru ini saya juga kena anyang-anyangan lagi. Lha kok anyang anyangan terus sih? Ya namanya sakit kan kita ga tau ya kapan akan hadir. Bisa jadi saat tubuh juga imunitas sedang menurun, kurang minum dan lupa menjaga diri dari jangkitan kuman.

 Hari Sabtu dan Minggu  tanggal 3 dan 4 Maret, putri saya yang nomor 4 pertandingan Karate. Kejuaraan se-Jawa Barat pula. Nah, hari Jum'at, saya terkena gejala anyang-anyangan itu. Tentu bukan sebab stress menghadapi pertandingan ya. Sebab yang tanding kan anak saya hihihi  Penyebab anyang-anyangan salah satunya kurangnya asupan cairan dan kondisi imunitas tubuh sedang menurun.

Saya ingat ingat memang dari hari Senin saya sibuk sekali, hari Selasa malam saya anter Shofi TC pulangnya kehujanan. Hari Rabu keluar kegiatan rutin dari siang sampai sore, kehujanan juga. Hari Kamis anter jemput anak sekolah. Saking sibuknya saya suka lupaaa minum, kondisi lagi ga stabil membuat saya rentan sakit. Akhirnya, begitulah. Saya bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil.

Awalnya lancar aja, lama lama kok cuma sedikit sedikit dan ada rasa perih gitu. Saking seringnya, hingga saya merasakan sakit saat buang air kecil. Rasanya tersiksa banget!

Menurut referensi yang saya baca, penyebab sakit saat buang air kecil ini adalah menempelnya bakteri E-Coli di dinding saluran kemih. E. Coli, kamu jahaddd! Jadi bakteri ini mungkin sudah ada di dalam diri kita. Ketika kondisi imunitas tubuh menurun dan dibarengi dengan asupan cairan yang kurang dan pola hidup yang kurang sehat, datanglah anyang-anyangan.

Nah anyang-anyangan ini kalau tidak segera diobati dapat menyebabkan penyakit infeksi saluran kemih yang lebih berat.

Baca juga: yuk, jaga saluran kandung kemih 

kotak obat saya, kecil tapi membantu banget, bisa dibawa kemana saja, macam kantong doraemon ^_^

Karena saya sudah berpengalaman dengan anyang-anyangan ini, tak menunggu anyangan-anyangan terus mengganggu saya,  saya ambil persediaan prive Uri-cran yang senantiasa ada di dalam kotak obat. Kemudian larutkan dalam segelas air, aduk rata. Dan bismillah ... sekali teguk sambil berdoa semoga anyang-anyangan cepat sembuh!

Alhamdulillah minum Prive Uri-cran selain mencegah anyang-anyangan juga dapat mengatasi susah buang air kecil. Dulu sebelum kenal prive Uri-cran setiap anyang-anyangan, saya ngejus buah Cranberry (dulu saya tinggal di Malaysia, ada supermarket yang menjual Cranbery import). Alhamdulillah, anyang-anyangan pun kabur. Sekarang saya sudah kenal dengan prive Uri-cran, sudah tahu gejala anyang-anyangan langsung saya minum prive Uri-cran.

Alhamdulillah hari Sabtu pun saya bisa tersenyum kembali dan dapat mendampingi putri saya ke gelanggang olahraga untuk mengikuti pertandingan. Dan alhamdulillah putri saya mendapat juara ke-3 dalam pertandingan Kata Perorangan Karate Ciomas Cup ke-VII. Alhamdulillah.

Shofi dan medali perunggunya yang pertama

Ini terapi yang sering saya lakukan ketika anyang-anyangan datang menyerang,  namanya udah tuwir ya hehe .. etapi anak muda juga harus tetap waspada loh .. zaman now gitu lo .. segala penyakit sudah pengen eksis semua hehe

1. Minum sekitar 1/2 liter cairan per jam selama 4 jam pertama. Jangan minum sekaligus 2 liter ya, sebab nanti bawaannya pengen muntah. Nah, ini saya siasati dengan membagi setiap 1 jam setengah liter aja, setara dengan satu botol tumbler itu loh. Per jam juga minumnya 1/2 liter jangan sekali glek ya mam hihihi tapi selama satu jam itu kudu abis aja, terus isi lagi botolnya yang udah kosong. 
2. Minum jus cranberry. Sekarang sudah ada ekstrak buah cranberry, Prive Uri-cran yang mengandung ekstrak buah Cranberry yang dapat mencegah anyang-anyangan dan menjaga kesehatan kewanitaan. Jadi lebih praktis dan ekonomis.
3. Kalau ada demam, saya minum paracetamol untuk meredakan demam dan nyeri (kalau tambah parah, lebih baik berobat ke dokter yaaa ...)
4. Selanjutnya di hari berikutnya, saya minum air 2-3 liter untuk asupan cairan harian.
5. Biasakan istinja dengan benar, basuh dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri menyerang kandung kemih
6. Tidak menahan keinginan untuk buang air kecil.
7. Senam otot panggul (senam kegel) ini membantu banget dalam mengontrol pengeluaran air kecil yang sehat.

Uri-cran bentuk kapsul
Mencegah lebih baik kan daripada mengobati. Dengan rutin minum air 2-3 liter setiap hari, tidak menahan buang air kecil dan istinja yang benar, insyaAllah anyang-anyangan tidak akan datang mengganggu lagi.

Prive Uri-cran tersedia dalam dua bentuk, kapsul dan bubuk. Keduanya memiliki kandungan ektrak buah Cranberry yang telah terbukti dapat mencegah anyang-anyangan dan menjaga kesehatan kewanitaan.


prive Uri-cran mencegah anyang-anyangan dan menjaga kesehatan organ kewanitaan

Prive Uri-cran bisa didapatkan di toko obat atau apotik di dekat rumah. Sekarang kan zamannya online, serba mudah dan praktis, Uri-cran juga bisa didapatkan dengan membelinya secara online. Untuk mengetahui dengan lebih jelas mengenai manfaat dan khasiat Uri-cran silakan kunjungi website Uri-cran, http://uricran.co.id/ ya. Semoga bermanfaat ^_^








Follow Us @tutiarien