April 26, 2018

Tips Memilih Jajanan Sehat Untuk Anak

April 26, 2018 18 Comments


Hai, Mom, apa kabar?

Alhamdulillah, kalau kabarnya baik ya. Mom, apa sih yang ada dibenak, Mom, kalau ada yang bertanya, jajanan sehat apa yang paling disukai anak-anak? Pasti jawabannya, cokelat, es krim, permen ... yah memang, kesukaan anak-anak di dunia itu mudah ditebak ya. Es krim, cokelat, permen, itu mah emaknya juga suka, ya, kann ...

Jika berbicara tentang jajanan anak, saya jadi teringat pada acara Festival Jualan di sekolah anak saya yang nomor 5. Sarrah, kelas 1 SD. Pada hari Selasa yang lalu dia kebagian berjualan di sekolahnya. Meski pemberitahuannya sudah dari berbulan yang lalu, yang namanya lupa, ya lupa hihihi


sarrah sedang berjualan jajanan sehat di sekolahnya (credit miss ziah)

Karena sudah tidak cukup waktu, saya pun memeras otak, jajanan sehat apa yang patut dijual di sekolahnya Sarrah. Yang kira-kira laku dan disukai anak-anak. Eh tentunya jajajan sehat dong ya.  Saya pun mencoba mengingat-ingat apa yang disukai anak-anak. Akhinya pilihan saya jatuh pada cokelat sereal dan susu cair. Ya, kedua jajanan ini termasuk ke dalam jajanan yang sehat dan harganya pun terjangkau. Saya pun berbelanja ke pasar. Malam harinya saya dan anak-anak menyiapkan keperluan berjualan untuk esok hari. Shofi anak saya yang ke-4 membantu saya menimbang sereal dan memasukan keduanya ke dalam plastik. Sarrah membantu saya menyematkan harga di setiap kantong.  Masing-masing dihargai Rp4.000,-. Alhamdulillah dengan bekerjasama pekerjaan pun lekas selesai.

ekspresi saat baru dapat uang (credit miss ziah)

Keesokan harinya, Sarrah bahagia sekali karena dia berhasil berjualan jajanan sehat di sekolahnya. Uang pertama yang didapatnya dia cium, saya jadi teringat polah saya dulu, waktu kecil, persis!

sarrah menghitung uang hasil berjualannya (credit miss ziah)
Nah kembali lagi ke jajanan sehat, saya sebenernya lebih suka menyediakan jajanan buatan sendiri untui anak anak. Selain lebih sehat juga menghemat uang belanja bulanan. Tapi bagaimana kalay pada kenyataannya anak-anak saya juga suka banget jajan di luar. Nah inilah saat ujian sebagai orang tua sedang berlangsung hihi kudu bijak menghadapi anak yang mulai bisa belanja ke warung sendiri.

Seperti anak anak saya, Kalau ke rumah neneknya pasti yang dituju duluan warung. Kebetulan warung itu ada di dekat rumah orang tua saya. Biasanya ketika mereka jajan saya ikuti mereka dan menyimak apa saja yang dibeli oleh mereka. Pertama mereka melihat kemasannya, dicarinya logo halal. Kalau sudah ketemu, mereka meminta persetujuan saya. Kebanyakan sih jajanan mereka rekomendasi dari saya. jadi mereka ingat, mana jajanan yang boleh dan mana yang tidak.

Beda lagi ketika mereka mulai sekolah. Jajanan di sekolah lebih variatif lagi. Dari mulai snack kering, es krim, kue ape, telur gulung, crepe, bubur ayam, es kelapa, es warna warni, semua ada. serba bermacam-macam. Setiap hari saya memberi mereka uang jajan. Tidak besar, hanya Rp5.000,- saja. Saya juga membawakan mereka bekal ke sekolah. Berharap mereka kenyang makan bekal dan uangnya utuh dan mereka bisa menabung. Tapi namanya anak-anak, pasti kan ikut temannya. Mereka pun jajan di sekolah. Biasanya mereka laporan, mereka menghabiskan uang jajannya untuk jajan apa saja di sekolah. Saya pun tidak jemu untuk memberikan informasi seputar kehati-hatian dalam membeli makanan dan minuman agar mereka terhindar sakit.

Permen susu Pindy, kesukaanku!

Nah, salah satu jajanan yang paling  disukai itu permen, sama dengan saya, dari sejak kecil, mereka itu sukaa banget permen. Dari yang jenisnya loly pop atau permen kojek, marshmallow,  permen yang bentuknya kayak biji kacang (jelly bean), permen yang seperti kristal, permen karet dan permen susu yang lunak.

Kalau dulu kita aman aja ya makan permen gak waswas. Lah sekarang, permen aja ada narkobanya. Jadi harus ektra ketat memilihkan jajanan sehat untuk anak anak.

Permen Susu Pindy, Permen Lunak Rasa Susu

Ada permen susu yang lunak yang anak-anak dan saya sukai, permen Pindy namanya. Permen Pindy ini adalah permen lunak rasa susu. Awal nyoba permen ini enak banget. Ada tiga varian rasa, permen susu cokelat, permen susu strawberry dan permen susu original. Anak anak suka ketiga varian permen pindy. Saat pertama kali makan permen ini, si abang Syauqi memberikan pandangannya,"ehm .. permennya enak, Mi. yang rasa cokelat enak. yang rasa strawberry juga enak, kerasa banget rasa strawberrynya." begitu katanya.

Saya pun menggodanya,"Betul, ke?" saya pun mengambil satu buah permen dan memakannya bersama anak-anak. Hmm .. memang benar, permen Pindy ini enak. Saya mencoba yang cokelat dan strawberry, benar, kerasa cokelat dan strawberrynya.

"Gimana Mi? enak kan?" tanya si abang memastikan.
Saya mengangguk setuju. Mulut saya penuh, sementara permen Pindy mulai lumer di dalam mulut saya.

Tiga varian permen susu Pindy, original, cokelat dan strawberry

Ketiga varian dari permen Pindy ini enak. Rasa susunya kerasa banget. Begitu juga dengan permen pindy cokelat dan strawberry, rasa cokelat dan strawberrynya kerasa banget. Hal penting yang selalu saya jaga dalam membeli makanan dan minuman jajanan untuk anak-anak saya adalah memastikan  logo Halal ada atau tidak di bungkus kemasan. Alhamdulillah, permen Pindy sudah bersertifikat halal, jadi insyaAllah aman, halalan thoyyiban untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Saya juga akhirnya mengikuti IG Permen Susu Pindy di instagram. Kalau Mom mau juga, silakan follow @permenpindy_id setiap waktu ada penawaran menarik seperti promo dan kuis dari permen susu  Pindy, lho. 

Emangnya gak takut anak anak sakit gigi?

Enggak dong. Menurut dokter gigi tempat saya memeriksakan gigi, tidak apa apa makan permen asalkan rajin menggosok gigi sehari minimal 2x. Jadi, tak.perlu cemas, asal tidak berlebihan saja dan rajin menggosok gigi. Jadi sebelum dan sesudah makan permen, saya selalu mengingatkan anak-anak saya untuk menggosok gigi. Anak-anak boleh makan permen dengan perjanjian, mereka mau menyikat gigi sebelum tidur dan sesudah makan.

Tips saya dalam memilih jajanan sehat untuk anak-anak

Mom, dalam memilih jajanan sehat untuk anak, saya selalu memikirkan banyak hal. Karena jika tidka dilakukan, sama juga kita sedang meracuni anak-anak kita dengan makanan dan minuman yang dapat mengganggu kesehatannya. Baik yang berdampak jangka pendek maupun jangka panjang. Ini dia beberapa tips yang sering saya lakukan dalam memilih jajanan sehat untuk anak-anak saya.
  • Anak-anak saya ajarkan membeli jajanan yang dikemasannya sudah berlogo HALAL. Hal ini saya lakukan sejak mereka kecil. Hingga hari ini, mereka tidak akan membeli jajanan baik itu berupa snack kering atau minuman yang tidak berlogo halal.

Logo halal di kiri bawah kemasan. Membuat hati tenang.
  • Memastikan jajanan anak bukan jenis jajanan yang mengandung pemanis buatan. Biasanya di kemasan produk jajanan tertulis, produk ini mengandung gula buatan. Kalau tidak ada tulisan itu, artinya produk ini aman sebab tidak menggunakan gula buatan atau pemanis buatan, jadi aman dikonsumsi anak.
  • Memerhatikan masa kadaluarsa jajanan. Biasanya tertera dengan jelas, dibungkus kemasan makanan atau minuman.
  • Memerhatikan informasi nilai gizi dibalik kemasan. Hal ini penting dilakukan agar kita mengetahui jajanan anak itu memberikan nutrisi atau tidak kepada anak kita.
komposisi di sebalik kemasan
  • Memerhatikan  komposisi dari makanan atau minuman yang akan dikonsumsi anak-anak sebagai jajanan mereka. 
  • Perhatikan kemasan apakah ada yang bocor atau kembung, karena kemasan yang rusak akan berakibat pada kualitas makanan atau minuman yang ada di dalamnya.
  • Jika membeli jajanan makanan tradisional, saya selalu mengingatkan kepada anak-anak agar membeli pada pedagang yang tidak merokok, tidak meludah sembarang dan gerobaknya bersih.
Nah, Mom, sedikit pengalaman saya saat mendampingi anak-anak dalam memilih jajanan sehat bagi mereka. Semoga dapat bermanfaat ya. Salam sayang selalu ^_^




April 18, 2018

8 Hari Belajar Coding di CodingMum, Akhirnya Melek Bahasa Pemrograman

April 18, 2018 6 Comments

"Never stop learning, because life never stops teaching"

Jangan pernah berhenti belajar, sebab hidup tidak pernah berhenti mengajar. Quote di atas sungguh memengaruhi diri saya sejak pertama kali membacanya. Sehingga ketika ada kesempatan untuk belajar, maka saya akan segera menyambutnya dengan suka cita. Apalagi kalau pelajarannnya pelajaran yang menarik minat, terus kelasnya gratis pula #eh hehe

Baru-baru ini saya mengikuti kelas Coding Mum di Depok. Berawal dari informasi dari Mbak April (admin BDC - Blogger Depok Comunity) saya tertarik mengikuti kelas tersebut. Dulu pernah ada teman saya yang mengajak ikutan belajar HTML. Waktu itu saya sedang tinggal di Jepang. Maklum emak-emak pengacara, -pengangguran banyak acara- hihihi jadi apa aja dijadiin alasan untuk terus bergerak.

open class coding mum Semarang (credit.mbak Inne)

Saya mengernyitkan dahi. "Hah .. apa itu HTML?"
"Program komputer. Buat bikin blog gitu loh." teman saya menerangkan.

Saya tetap tidak mengerti dan tidak minat mengerti. Lah, waktu itu meski di Jepang, gudangnya elketronik canggih gitu, saya gak tertarik blas untuk mendalami bahasa programer. Waktu itu saya tidak punya kepentingan untuk mempersulit diri dengan belajar yang tidak saya pahami. Padahal, anak saya baru dua, anteng-anteng semua pula. Internet kecepatannya luar biasa. 24 jam pula! Tapi tetep aja gak tertarik blas! Saya mendingan belajar parenting atau masak gituh hahaha begitu pikiran sederhana saya. Hidup sudah susah, jangan dipersulit dengan bahasan yang tak dimengerti .. uhuk!

Itu dulu .. tahun 2004 kannaa?

Dan sekarang sudah 2018, sudah menjadi emak zaman noww .. yang sudah bisa nulis di blog. Pernah kesulitan migrasi multiply ke blogspot. Pernah juga kebingungan mau ganti blogspot.com ke TDL. Pernah juga mau ganti templet blog terus gak bisa, jadi aja nyolekin seorang programer tamvan nan rupawan heuheu (siapakah dia? gak usah dibahas ya .. nanti Mom patah hati :D)

Lalu. . lalu .. karena itulah, saat ada pembukaan Coding Mum. Saya langsung nanya, Coding itu kelas apa? Programer. Kelas HTML yang sekarang namanya Coding Mum, berasa dekat banget dengan dunia emak-emak hehe namanya sudah ramah banget. Tidak seseram kelas HTML, MYSQL, atau CSS gitu hehe dan saya pun dengan antusias, "Ikutt!" Di Depok loh Mbak .. kata mbak April mengingatkan. Saya mantap. Sekali ikut .. tetap ikut! uhuk!

suasana kelas hari ketujuh nih, mumet tapi tetap ceria 
Alhamdulillah ijin dari paksuami pun turun. Beliau tidak keberatan saya pergi untuk belajar Coding di Depok setiap akhir pekan. Baginya, semua boleh, asalkan bisa membagi waktu antara pekerjaan pribadi, tugas sebagai istri dan tugas sebagai seorang ibu. Sipp!

Kelas Coding ini dilaksanakan tiap akhir pekan, dimulai dari tanggal 16 Maret sampai dengan tanggal 2 April 2018. Bertempat di Code Margonda Depok pada pukul 13.00 sampai pukul 16.00. Tiga jam je. dan boleh bawa anak loh.

Saya benar-benar excited mengikuti kelas Coding Mum. Tadinya saya akan hadir di tanggal 15 Maret, ada kelas simulasi sebelum masuk kelas sungguhan. Tapi karena sebab paksuami ada tugas keluar kota, jadi saya batal.

teman-teman sekelas sebelum presentasi hari terakhir
Keesokan harinya, hari yang dituggu-tunggu pun datang. Tanggal 16 Maret, saya datang terlambat. Ini karena saya harus menunggu anak-anak pulang sekolah dulu. Saya membawa putri bungsu saya Saki yang berusia 1 tahun. Datang terlambat pada hari pertama, lumayan membuat deg-degan. Alhamdulillah hal yang saya kuatirkan di jalan tidak terjadi. Saya bertemu dengan mbak Fitri dari Bekraf untuk pertama kali. Mbak Fitri ramah menyambut saya dan mempersilahkan saya menulis nama di daftar hadir. Kemudian Mbak Inne, mentor coding Mum yang ramah menyalami saya, hangat sekali. Dan teman-teman peserta coding Mum. saya duduk di pojokan, sebab itulah kursi yang kosong. di pojok dekat tempat sholat digelar kids corner untuk anak-anak yang diajak oleh ibunya belajar. Sungguh pemandangan yang menyejukan. emak belajar, anak ada yang menjaga.

Kids corner


Waktu saya datang, kelas telah berjalan. Mas Haris sedang menerangkan tentang materi pertama. Tentang internet dan web development. Coding Mum menjelaskannya dengan cara sederhana sekali, melalui analogi yang dekat dengan dunia emak-emak.

Belajar sambil mangku anak pun takpe

Hari kedua, kami mulai belajar Pengenalan HTML dan CSS. Ah mulai rumit sih, tapi sekaligus seneng banget. Apalagi ketika bisa memecahkan masalah kenapa ini kok programnya enggak jadi, eh ternyata kurang satu hurup atau tanda kurung tutup. Bahagia banget pas program berjalan. Yeeyy!

Suasana kelas coding mum


Hari ketiga mulai tambah seru. Kita belajar menyematkan video dan membuat list di dalam web. Lumayan keriting rambut eh jilbab, bibir monyong hihi sebab serius gitu loh .. alhamdulillah Saki sudah mulai betah dan ada kawan, jadi gak bete lihat emaknya belajar. Dia mah asyik main sama kawannya.

mbak Fitri dari Bekraf, moga jumpa lagi ya mbak :-)
Hari ke-empat, saya tidak bisa hadir. Pas kebetulan, Shofi ada event di sekolahnya. Kepala cenut-cenut karena hari sebelumnya saya kehujanan. Habis mengantar Shofi saya benar-benar tidak bisa pergi untuk belajar. Padahal ingin sekali kaki melangkah ke Depok. Tapi hari hujan, kondisi tidak fit. Ya sudahlah, moga besok badan sudah segar. Saya pun mengikuti kelas dari grup whatsapp. Meski ga ikutan praktik .. lah tidur seharian hehehe

Hari kelima, tambah menantang. Kita belajar bootstrap. Yaitu alat bantu yang akan mempercepat proses pembuatan website. Saya menyesal sekali hari keemoat tidak bisa hadir, karena tanpa pengetahuan hari keempat tentang CSs, untuk mempercantik web jadi blank.

Meskipun pakai bootstrap lebih mudah tapi pengetahuan dasar tetaplah penting. Menggunakan dan membuat CSS sendiri seperti kita sedang meracik bumbu nasi goreng sendiri. Dengan takaran sesuai selera kita dong. Sementara kalau menggunakan bootstrap kita hanya tinggal memakai bumbu sesuai selera kita.

hari kelima kita mulai menyiapkan project yang akan dibuat selama tiga hari kedepan. Wuahh... saya bingung dong. Buat apa ya? Maksudnya buat konsepnya itu loh. Untung aja jadi PR hehhee jadi pusingnya di rumah.

Saya ingin mencoba membuat sebuah website untuk sebuah komunitas UKM. Pas kebetulan saya sedang belajar usaha lewat UKM. Ingin membantu teman-teman yang sedang merintis usaha di UKM dan memberikan tempat atau wadah untuk mempromosikan barang jasanya sekaligus memberikan edukasi kepada pelaku UKM yang kebanyakan adalah ibu rumah tangga kelas menengah ke bawah.

Bayangan website yang akan dibuat sudah ada. Tapi menuangkannya susah bener. Saya bener-bener tidak ada bayangan apa duluan yang akan dikerjakan. Padahal step by step materi sudah dijelaskan sebelumnya. Sudah praktik juga.

Alhamdulillah mbak Inne, Mbak Rina, Mbak Gita, Mas Haris dan Mas Yodi mentor yang sabar dan bener-bener membimbing emak-emak. Mereka berusaha memberi pemahaman kepada saya dan teman teman tentang proyek yang akan dibuat. Memberi gambaran apa yang harus dilakukan pertama kali.

Teh Rita, juri dari kominfo :-)

Mbak Gita membuat tutorial sederhana. Mbak Inne juga. Saya pun mengikuti step by step yang diterangkan mereka. Mas Haris mengumpulkan file bootstrap untuk memudahkan emak emak untuk membuat web pertama.

Hari  ke enam saya masih bekutat dengan konsep. MAsih bingung mau buat yang seperti apa, sebab terlalu banyak keinginan kemampuan minim hihihi akhirnya download templet bootstrap dan mengotak atik template yang sudah jadi. Hasilnya .. woww .. luar biasaa.. cakeeppp!

Hari ketujuh, saya tetep galau. Templet yang sudah jadi memang cakep. Tapi itu bukan bikinan sendiri. Akhirnya saya buat lagi, mengikuti step by step yang diajari Mas Haris, Mbak Gita, dan Mbak Inne. Saya konsultasi ke Mbak Rina, sebab Mbak Rina yang menjadi    pembimbing dalam membuat projek kami.

hasil otak atik template bootstrap .. tapi rasanya ada yang kurang greget gituhh 


Awalnya berhasil membuat template sederhana. Saya bisa membuat navbar dengan menu yang bisa diklik dan membuka page baru. Kemudian bisa membuat foto yang memakai program carousel. Seneng banget.Tapi belum bisa membuat kolom dengan warna. Sementara waktu terus berjalan. Tambah program, program carousel gak jalan. Buat lagi yang baru, navbar gak bisa buka menu. Pusyiinnngg.

Web sederhana buatan saya atas bimbingan mentor. alhamdulillah. Terima kasihh ^_^

Alhamdulillah di hari ke-8 dimana kita harus presentasi, halaman web buatan pribadi pun berhasil dibuat. Yeaayy .. meskipun sederhana tapi ini hasil buatan sendiri. Dan setelah presentasi, saya dinyatakan LULUS (((terharu)))

yeayy lulusss ^_^
Saat presentasi, lumayan jantung dag dig dug der sih heuheu sebab belakangan ada jurinya, Teh Rita Setia dari dinas kominfo Depok dan dua juri dari mentor, Mbak Gita dan Mbak Inne. Katanya hasil presentasi akan dicari yang terbaik dari peserta coding Mum dan diadu kembali seluruh Indonesia. Hadiahnya jalan-jalan ke luar negeri .. woww ..

Saya mah sudah lulus juga alhamdulillah .. kalau perkara menang mah bonus yaa .. sebab teman-teman yang lain, website buatannya bagus-bagus, cantik-cantik.

cieee dapet sertifikat dongg ^_^
By the way, saya sangat bersyukur dapat mengikuti kelas Coding Mum. Kelasnya nyaman, mentornya ramah dan sabar, ramah ibu dan anak, kelas ini juga manfaat banget untuk saya, ibu-ibu yang mulai melek dunia digital.

Para juri yang komentarnya sangat membangun. Love u all

Semoga, saya dapat mengaplikasikan kemampuan coding ini dengan sebaik-baiknya. Terima kasih saya haturkan kepada Bekraf, kepada mentor Coding Mum (Mbak Inne, Mbak Gita, Mas Haris, Mbak Rina, Mas Yodi) atas ilmunya, alhamdulillah bermanfaat banget buat saya dan ibu-ibu peserta coding Mum. InsyaAllah ilmunya berkah yaaa ...

Hari terakhir adalah hari yang sangat menyedihkan. Kelas yang sudah seperti keluarga, sudah mulai akrab, harus segera berakhir. Sayonara teman-teman semua. Semoga kita jumpa lagi dalam keadaan terbaik yaa .. hiks  (padahal masih ada dalam satu grup whatsapp hihihi )

Terima kasih dan salam sayang semuanya ^_^


Follow Us @tutiarien