May 11, 2018

# generasi milenial # Lifestyle

Pameran Online PropertyExpo.id Membidik Generasi Milenial


Memiliki hunian yang nyaman, di tengah kota, fasilitas lengkap dengan harga terjangkau tentu saja menjadi impian bagi setiap keluarga. Demikian juga dengan saya. Tapi apa mau dikata, harga perumahan dari tahun ke tahun terus saja melambung tinggi. Sementara gaji tetap segitu-gitu saja tidak ada kenaikan secara signifikan.

Dahulu, ketika saya baru menikah pada tahun 2001, harga properti sebuah land house tipe 45 masih kisaran Rp45 juta sudah terpasang PAM dan listrik. Rumah yang ditawarkan ini memang rumah yang sudah ditempati dan orangnya mau ke luar negeri. Saya sungguh berminat. Tapi .. saat itu keuangan kami belum cukup untuk membeli rumah. Gaji suami saya sebagai asisten dosen hanya cukup menutupi kebutuhan bulanan kami berdua. Mau meminta pinjaman kepada orang tua sungkan. Pinjam ke bank apalagi, takut tidak bisa membayarnya. Dan di tengah galau, qadarullah, saya diboyong suami ke Jepang untuk mendampinginya tugas belajar di sana. Akhirnya dengan berat kami mengikhlaskan rumah itu dibeli orang. 

Sedih dan nyesek banget karena ketika kami kembali lagi ke Indonesia dan mendapati harga rumah itu telah naik 3x lipatnya, plus plus ... saya hanya bisa menatap nanar brosur perumahan tersebut, duit dari mana coba? Akhirnya kami tinggal di Perumahan Mertua Indah, hingga hari ini.

Itu kisah saya di tahun 2001-2009. 

Saat ini, saya juga sedang memikirkan bagaimana nasib anak-anak saya kelak. Sekarang saja saya, orangtuanya, dengan semakin banyaknya anak. semakin meningkatnya kebutuhan, sekolah, kebutuhan bulanan, sudah semakin sulit menabung untuk mendapatkan rumah impian.

Ketika tabungan sudah cukup untuk membayar DP, eh malah ketemu dengan pengembang yang bermasalah pula. Hingga sudah dua tahun ini uang tabungan itu sekarang tidak tahu nasibnya bagaimana.

Saya menjadi semakin khawatir dengan nasib anak-anak saya kelak 10 -20 tahun mendatang, apakah mereka bisa memiliki tumah idaman mereka? Sementara saya mungkin tidak bisa menyediakan Perumahan Mertua Indah untuk anak-anak saya. Lha, rumah saja saya belum punya sekarang hihihi (ketawa miris).

credit: MudahMenikah.com
Anak-anak saya lahir tahun 2000 keatas, tentu saja mereka termasuk dalam generasi Y atau biasa dikenal generasi milenial. Jujur ada kekhawatiran dalam diri saya, bagaimana dengan nasib mereka nantinya. Mampu tidak? Emak Bapaknya aja sudah berusaha bekerja, sampai akhirnya kita merantau ke Malaysia (suami saya pernah bekerja di Malaysia sebagai dosen) untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Berharap semoga dari hasil bekerja, bisa menyisihkan uang tabungannya agar cukup untuk membeli sebuah properti atau rumah yang diidamkan.

Tapi .. suami saya itu berprinsip membeli rumah dengan uang cash, sehingga properti bisa lebih murah, karena kuatir dengan jebakan riba atau yang lainnya. Tapi, ternyata setelah dipotong untuk kebutuhan sekolah anak-anak dan pembelian kendaraan, uang itu pun belum cukup untuk membeli rumah idaman. Anak saya 6 orang dan kami membutuhkan kendaraan untuk bisa bepergian. Dan saya harus kembali bersabar untuk menabung kembali.

Saya dan suami termasuk generasi X, dimana disebut-sebut sebagai generasi yang kemampuan manajerialnya oke, pertumbuhan karirnya meningkat, dan mampu menyelesaikan problem solving dengan baik. Ini kebaikannya, tapi keburukannya kami kurang hemat dan cenderung sulit berubah. (terutama pada prinsip kami .. beli dengan cash dan no riba).

Nah sejelek-jeleknya kami, tetep berusaha bisa menabung dan menghemat pengeluaran agar dapat mencukupi kebutuhan kami yang semakin hari semakin besar. Dengan anak 6 orang, pengeluaran kami setiap bulannya memang harus senantiasa di atur sedemikian rupa agar cukup.

Bagaimana dengan anak-anak saya yang termasuk generasi milenial yang mereka ini dikategorikan sebagai anak-anak digital, gadget minded, hedonis dan banyak gaya? Mampukah mereka memikirkan kelak punya rumah? jangan sampai deh generasi milenial ini akhirnya hidup menggelandang gara-gara gaya hidupnya yang konsumtif. Amit-amit, naudzubillah ...

Bersyukur, kegalauan saya akhirnya terjawab sudah di acara Blogger Gathering bersama PropertyExpo.id pada hari Selasa, 8 Mei 2018.  Hadir dalam acara ini Bapak Ali Tranghanda, beliau adalah CEO Indonesia Property Watch juga seorang penulis buku-buku tentang properti. Bukunya yang sungguh menarik adalah Property Mind Games, Kunci Sukses Memasarkan Property (Penerbit BIP) dan Hati-hati Perangkap Pasar Property (Penerbit PSIP).

Ini saya dan Pak Ali. Alhamdulillah saya mendapatkan buku beliau plus tandatangannya. Terima kasih Pak Ali

Blogger Gathering bersama PropertyExpo.id ini digelar di Kay's Cafe Pasar Baru, dari pukul 15.00 sampai 17.00 WIB. Dalam kesempatan itu, Pak Ali memperkenalkan tentang Pameran Zaman Now, PropertyExpo.id, yaitu pameran properti yang dilakukan secara online. Beliau juga memaparkan tentang banyak hal tentang dunia properti. Menurut beliau properti yang baik untuk dijadikan investasi adalah properti dengan harga Rp750juta ke atas. Investasi properti, merupakan bisnis yang menguntungkan, sebab, contohnya meskipun pada awalnya salah membeli properti, tetapi hal itu tetap akan menguntungkan. Apa pasal? karena harga properti dari tahun ke tahun terus meningkat. Oleh karena itu, pak Ali menyarankan bagi yang belum memiliki rumah, bersegeralah menginvestasikan sebagian dananya untuk membeli sebuah properti, karena jika tidak dilakukan dari sekarang, kemungkinan besar, akan sulit sekali mengejar harga properti di 10 atau 20 tahun mendatang.

Pak Ali Tranghanda sedang menjelaskan tentang PropertyExpo.id

Tentang Pameran Online PropertyExpo.id

PropertyExpo.id ini adalah sebuah pameran properti online yang digagas oleh Indonesia Property Watch. PropertyExpo.id ini merupakan produk cerdas penuh inovasi yang berbasis teknologi sehingga memudahkan konsumen properti untuk bisa menemukan properti atau hunian yang diidam-idamkannya. Dengan mengikuti Pameran properti secara online ini, konsumen tidak perlu datang ke sebuah tempat, lalu nyasar, kena macet pula, pas sampai di tempat pameran gak kebagian tempat parkir, lalu pulang dengan kesal dan tangan hampa. Akhirnya menyesal datang ke tempat pameran.

Nah, hal ini tidak akan pernah terjadi lagi, karena Pameran Properti online ini tidak bisa diakses di rumah atau di kantor. Karena Indonesia Property Watch telah membuat pameran properti online yang ramah lingkungan.

Pameran properti online ini bisa diakses di www.propertyexpo.id dari tanggal 1 Mei  hingga  31 Mei 2018. Ada lebih dari 43 proyek yang telah bergabung dalam pameran ini untuk bersama-sama memasarkan produknya secara digital. Wilayah yang bisa dilihat propertynya adalah dari wilayah Jakarta, Bogor, Bekas-Cikarang, Tangerang-Banten, Semarang, Makassar dan Batam. Ratusan tipe dan harga yang beragam membuat semakin banyak pilihan sesuai dengan impian calon konsumen.

yuk ke pameran properti zaman now
Pameran PropertyExpo.id ini pameran properti yang dilakukan secara online. Diharapkan dengan cara ini akan menjangkau seluruh wilayah di seluruh Indonesia.

Pameran properti online ini adalah inovasi yang bagus sekali dan kreatif. Pameran ini berbasis teknologi yang pertama kali ada dan satu satunya di Indonesia. Model pameran online ini diharapkan akan menjadi trend setter bagi pengembang properti konvensional dan mereka beralih untuk memasarkan propertinya lewat pameran digital.

Tema #HunianZamanNow Campaign untuk Generasi Milineal

Ada sebuah rumor menarik yang saya baca beberapa waktu lalu, yaitu ketakutan atau kekhawatiran generasi milenial bahwa mereka kemungkinan besar tidak akan bisa memiliki rumah, karena tidak bsia dipungkiri, saat ini harga properti dari tahun ke tahun terus saja naik. Tidak sebanding dengan penghasilan mereka yang tetap segitu-gitu aja. Hal ini bisa jadi menjadi kegalauan massal generasi milenial pada umumnya.



Menurut Pak Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch, yang saya kutip dari majalah Property and The City, saat ini rata-rata penghasilan generasi milenial tertinggal 10 persen hingga 15 persen setahun dibandingkan dengan kenaikan property. Bisa dibayangkan bagaimana sulitnya generasi milenial membeli property hunian landed house atau apartemen. Pada tahun ini, PropertyExpo.id mengusung tema #HunianZamanNow. Tema ini dimaksudkan juga sebagai campaign atau challenge bagi anak-anak generasi milenial agar sadar akan pentingnya memiliki rumah masa depan. Sehingga mereka sejak dini sudah mulai memikirkan bagaimana cara memiliki rumah baik itu land house atau apartemen. 

Oleh karena itu, saran Pak Ali, generasi milenial, segeralah sadar. Sisihkan gaji yang didapatkan untuk tabungan perumahan. Karena jika tidak dilakukan sekarang, hunian zaman now tidak akan benar-benar dimiliki karena setiap tahun harga properti akan terus naik. Dengan menabung dari sekarang, minimal memiliki modal awal (DP) untuk dapat memiliki rumah idaman.

Dalam sebuah penelitian,  dikatakan bahwa 27% generasi milenial ini adalah self-employed dan memiliki gaji Rp6,1 juta (kerja di Jakarta) ini data yang terdapat dalam majalah Property and The City. Generasi milenial yang terkenal dengan generasi lifestyle ini tentu saja harus bisa menyeimbangkan antara kebutuhan primer dan kebutuhan skunder.

"Gaya hidup memang penting, tetapi masa depan lebih penting. Menabung untuk membeli properti atau rumah harus dijadikan gaya hidup generasi milenial." nasehat dari Pak Ali yang ditujukan kepada generasi milenial.

Untuk itulah, Indonesia Property Watch, menggelar pameran online PropertyExpo.id ini utamanya untuk memberikan kesadaran kepada generasi milenial. Generasi milenial ini adalah generasi yang sangat dekat dengan dunia digital. Sehingga hal ini akan memberikan kemudahan bagi mereka untuk dapat melihat-lihat properti di kota yang diinginkannya lewat pameran properti online yang bisa diakses lewat perangkat smartphone atau laptop yang terhubung dengan jaringan internet. 

Apalagi sekarang banyak pengembang yang membidik generasi milineal sehingga mereka berusaha memberikan perumahan atau hunian sesuai dengan selera milenial dan sesuai budget yang mereka miliki. Misalnya para pengembang mulai membangun apartemen atau hunian dengan fasilitas cafe, co-working, jaringan internet yang mumpuni dan tidak ketinggalan juga konsep hunian Transit Oriented Development (OTD), yaitu konsep yang mengintegrasikan hunian denagn akses moda transportasi massal. Seperti yang sudah dilakukan oleh beberapa pengembang. Mereka menyasar generasi milenial yang bekerja menggunakan moda massal sehingga membuat apartemen atau hunian di dekat stasiun.

Dari sekadar melihat pameran properti online ini, diharapkan anak-anak milenial ini dapat segera memutuskan untuk membeli properti sesuai dengan budget yang dimilikinya dan sesuai kebutuhannya  untuk masa depan mereka. Sehingga dapat meminimalisir ketakutan atau kekhawatiran mereka tidak bisa membeli properti,

PropertyExpo.id Akses Pameran di Ujung Jari

Pesatnya perkembangan teknologi informasi membuat pola bisnis di semua sektor berubah. Begitu juga dengan bisnis properti yang saat ini sedang kembali beranjak naik kembali. Sebuah inovasi yang dilakukan oleh Indonesia Property Watch adalah dengan menggelar pameran properti online di www.propertyexpo.id pada tanggal 1 Mei hingga 31 Mei 2018.

Bagaimana cara mengakses pameran online tersebut?

Caranya sangat mudah sekali. 

Pertama, klik link di atas www.propertyexpo.id nanti akan muncul seperti ini.

credit: wwwpropertyexpo.id

Kedua, isilah beberapa bagian kolom yang terdapat di sebelah kiri web sesuai dengan lokasi perumahan, nama developernya, harga rumah, tipe, dan akses yang memudahkan ke rumah tersebut. Kemudian klik filter.

credit: www.propertyexpo.id


Ketiga, rumah idaman pun akan terbaca spesifikasinya dengan mengklik detail proyek. Setelah itu Anda bisa langsung menghubungi developer perumahan tersebut di chat whatsapp (lihat pojok kanan bawah). Anda juga bisa melihat berapa voucher discount yang bisa diklaim untuk perumahan tersebut.

credit: www.propertyexpo.id
Mudah sekali, bukan? Tidak perlu capek-capek keliling melihat perumahan idaman. Cukup akses pameran di rumah atau di kantor, sambil rehat, ngopi-ngopi atau bercanda ria dengan anak-anak dan teman Anda. Bisa langsung minta pendapat masukan dari ayah ibu, anak-anak atau teman dan tetangga hehe

Contoh di atas adalah contoh rumah yang saya idam-idamkan di daerah Bogor. Semoga dengan melihat-lihat pameran properti online ini, Mestakung, semesta mendukung, saya akhirnya benar-benar memiliki rumah yang saya dan keluarga idam-idamkan. aamiinn ...

Oiya, konsumen yang mengakses pameran properti online ini juga akan memperoleh kesempatan mendapatkan harga lebih murah dengan melakukan klaim discount voucher  selama periode pameran PropertyExpo.id berlangsung. Jadi catat tanggalnya ya, dari tanggal 1 Mei hingga 31 Mei 2018. Dengan mendapatkan voucher ini dapat dipastikan harga yang didapatkan pun jauh lebih murah dibandingkan ketika membeli di luar pameran PropertyExpo.id.

Yuk, mari lihat pamerannya dan segera menabung dari sekarang. Ingat kata pepatah, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Generasi x dan generasi milenial insyaAllah memiliki kesempatan yang sama untuk bisa memiliki hunian idaman.

Ayo, punya properti!
ayo punya properti!

6 comments:

  1. Asyik juga ya mbak ada property expo online ini... Pilihan dari berbagai daerah juga ada

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Jadi hemat waktu dan hemat tenaga. Memilih sesuatu harus dengan otak yang fresh jadi bs memilih dengan hati bahagia

      Delete
  2. memudahkan banget membeli properti online dengan mudah. Tanpa hambatan apapun

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak, jadi enggak susah susah harus datang ke TKP. lihat pameran bisa sambil ngopi ngopi ngobrol cantik di rumah dan minta saran sama orang rumah. asyik bener hehehe

      Delete
  3. Keren .. sekarang lihat expo bisa via online.
    Memudahkan peminat buat lihat2 kalau tak ada ketersediaan waktu datang langsung ke lokasi expo berlangsung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul banget bang. tidak perlu capek di jalan, sekarang sambil ngopi juga bisa lihat pameran :-)

      Delete

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @ceritaummi

Follow Us @tutiarien