Skip to main content

Sirup Siso

Siso atau Perilla frutescens adalah sejenis herb yang banyak dijual di departemen store atau supermarket di Jepang. Biasanya sering dipakai untuk campuran salad, atau ditambahkan ketika kita makan nato cacah dll. Tapi ternyata siso juga bisa loh di buat sirop dan sangat menyehatkan katanya...yuk kita intip cara buatnya...Sirup Siso
Bahan :
500 gr Daun siso merah
2 liter air
800 gr Gula atau graniu (gula halus)
30 gr kuensan (sejenis citrun)

Cara membuat :
1. Rebus air sampai mendidih
2. Cuci daun siso, keringkan dari air cucian tadi.
3. Setelah mendidih, masukan daun siso, aduk2 sebentar. Rebus daun siso selama 10 - 15 menit (daun siso merah akan berubah menjadi hijau karena zat merah didaun melebur di air rebusan)
4. Setelah itu angkat rebusan daun siso, saring.
5. Masukan air saringan daun siso kedalam panci
6. Masukan gula pada air saringan daun siso yang masih panas, aduk2 sampai gula larut
7. Masukan juga kuensan, aduk sampai rata
8. Dinginkan
9. Setelah dingin, simpan sirop siso di dalam botol.
10. Lama penyimpanan dalam lemari pendingin 1 tahun.

Cara Penggunaan :
1.Untuk diminum begitu saja sebagaimana sirop, tuang sirop siso 5 sendok makan, campurkan dengan air dingin. Dapat ditambahkan dengan es batu.....jika ingin lebih dingin....
2. Untuk tambahan es kaki gori, tambahkan secukupnya.

Selamat mencoba

Utsunomiya, 25 Juli '06





Comments

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…