August 31, 2018


Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.

"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.

Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.

"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."

Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!

"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?" 
"Aku? Aku bantu doa, aja weis! Sebab, aku sudah habis-habisan membantu dia. Bahkan utangnya yang dulu juga belum dibayar. Aku sengaja enggak bilang sama suamiku. Biarlah aku enggak bisa jajan, yang penting duit di dompet cukup untuk kebutuhan keluargaku, yah meski kudu diirit-irit."
"Lama-lama aku bisa stress, ketemu dia. Jadi aku diemin aja kalau dia mulai nyapa-nyapa lewat whatsapp." katanya dengan wajah kesal.

Temanku menutup pembicaraan dengan  masygul. Setelah itu dia pamit meninggalkan saya yang terus memikirkannya. Dari gelagatnya, teman saya pun stress! Jangan-jangan saya sekarang sedang stress juga gara-gara mendengar curhatannya. Duh ...

Benarkah stres pada ibu rumah tangga lebih tinggi dari ibu bekerja?

Dari curhatan teman saya itu, saya jadi bisa memahami, mengapa ibu rumah tangga gampang terhinggapi stress, atau bahkan jika dibiarkan stres tambah parah, malah bisa jadi berujung depresi. 

Hal ini bisa jadi disebabkan oleh, pertama: kemarahan yang tak tersalurkan atau ditahan.

Contohnya, kawan saya ingin marah, tapi mau marah kepada siapa? ke temannya yang butuh pertolongannya? Sementara dia ingin menolong kawannya keluar dari kesulitan tapi ternyata dia tidak mampu, sebab kawannya tidak merespon dengan baik apa yang menjadi harapan kawan saya itu. Jadi akhirnya kemarahan hanya bisa ditahan dan ditelan. Sakit di hati. Tidak bisa dikeluarkan, kecuali dengan -ya mungkin- curhat sore itu. Wallahu'alam ...

kesal, mau marah, sama siapa? (cewekbanget.id)
Belum lagi dia sendiri tentu punya masalah pribadi. Perasaan bersalah ketika dia membantu temannya dan menutupinya dari pandangan suaminya. Dengan cara mengirit pengeluaran sehingga dia harus berusaha memaksimalkan apa yang ada di dalam dompetnya untuk kebutuhan sehari-harinya.

Belum lagi mikirin pekerjaan rumahnya yang paling tidak, samalah dengan apa yang dikerjakan oleh seluruh ibu di dunia. 

Faktor kedua, bosan pada rutinitas pekerjaan rumah tangga. Tahu sendiri, kan, pekerjaan rumah tangga ini kelihatannya sepele, tapi sebenarnya butuh effort yang besar. Apalagi misalnya seperti saya, punya anak 6 orang.  Kagak ada berentinye!

Contoh: Membereskan ruang tamu. Anak-anak diminta bermain di kamar belakang. Beres ruang tamu. Ibu bahagia, home sweet home!

credit.hipwee.com
Pindah membereskan kamar depan. tak terasa 5 menit berjalan. Pekerjaan di kamar depan selesai. Ibu melewati ruang tamu, dan mendapati ruang tamu penuh dengan mainan yang dibawa dari kamar belakang. Ohh ... home sweet home hanya berlangsung 5 menit saja. Ibu pun keluar tanduk. Suaranya yang merdu mendyu-dayu berubah menjadi monster garang! Kepala pun bertanduk!

Itu baru satu kejadian unik yang bikin sesak nafas. Belum lagi cucian piring, cucian pakaian yang menggunung, setrikaan yang menggunung. Rak buku yang tidak pernah rapi. huawawhhh ....

Begitulah, jika punya anak banyak. Mau masih balita atau sudah remaja, punya rumah bersih dan rapi itu hanya  impian heuheu

Kalau dituruti kehendak rumah rapi, wangi dan bersih, siap-siap stress!

sikecil sedang merajuk,  kesabaran harus terus on (doc.pri)
Dulu saya sempat tidak enak dengan kondisi rumah yang mirip kapal pecah. Apalagi kalau saudara atau tetangga mengomentari keadaan rumah yang pabaliut. Jujur, saya merasa jadi tidak pede dan lebih suka menarik diri. Saya sering sekali sakit kepala memikirkan rumah.

Tapi akhir-akhir ini saya mencoba meluaskan hati saja. Menutup telinga saya dari komentar negatif dan berusaha semampu saya untuk memberikan kenyaman untuk anak-anak di rumah. Rumah saya pun minimalis, tidak banyak pajangan yang membuat sport jantung, karena  saya ingin menjaga fitrah anak-anak saya, bahwa dimana pun anak saya bermain, mereka aman.

Faktor ketiga: Merasa Minder. Salah satu faktor yang membuat ibu stres adalah perasaan minder. Apalagi jika mendengar suara suara sumbang terutama dalam hal pola pendidikan pada anak. 

Ada saja kekurangan ibu rumah tangga yang dikomentari, anak kuruslah, anak sakit-sakitan, anak rewel, anak tidak terurus dan komentar komentar lain yang membuat hati ibu gundah gulana.

Strong mom tentu pernah ngalamin anak ngambek  (doc.pri)
Saya pernah berada di situasi seperti itu, dan jujur saja, saya tidak ingin menangis, tapi saya menangis. Terbayang terus komentar orang yang dekat dengan saya, soal anak saya yang katanya kurang gizi, asupan ASI saya sudah mengalami defisit lah sehingga berdampak buruk pada kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak. 

Eh ujung ujungnya minta saya ngasih Sufor anak saya yang baru sebulan lahir. Apa gak nyesek!

Bukannya disupport ibu baru melahirkan dan sedang berusaha memberikan ASI untuk si kecil, malah dibuat merana.

Keempat, Merasa Tidak Menarik dan  Merasa Buruk Rupa. Tekanan yang dihadapi dapat memengaruhi kondisi psikis. Perasaan merasa tidak menarik atau merasa buruk rupa kerap terjadi kepada ibu rumah tangga. Hal ini akan memicu aging atau penuaan dini. Yap, selain paparan sinar matahari dan polusi udara, stress juga memicu percepatan penuaan dini pada kulit wajah dan tubuh secara keseluruhan.

Ih, gak mau, kan, Moms, gara-gara stress kita jadi cepet tua!

Apa Saja sih Tanda Orang Stress?

Ada beberapa tanda yang bisa diketahui seseorang sedang stress, ini pernah juga saya rasakan:

Sering marah-marah, emosi tidak terkontrol, tidak bisa tidur,  malas makan, malas melakukan segala aktifitas, ingin kabur dari kenyataan, menangis secara tiba tiba.

Moms, stres jika ditangani dengan baik insyaAllah akan segera berlalu. Stress jika ditanggapi dengan positif dan perasaan bahagia akan menjadi motivasi agar berubah menjadi baik.

Tapi, sebaliknya, jika stres dibiarkan hingga berlarut-larut dan tidak tertangani dengan baik akan berakhir pada depresi.

Depresi adalah penyakit mental yang akan berpengaruh pada suasana hati, perasaan, selera makan, pola tidur dan tingkat konsentrasi yang menurun. Depresi bisa menjadi sangat berbahaya ketika pengidap mengendarai motor atau mobil, karena dia tidak bisa berkonsentrasi dengan baik dan tidak dapat mengontrol emosinya. 

Tahukah Moms, Fakta Menyebutkan 28% Ibu Rumah Tangga Mengalami Depresi!

Dari referensi yang saya baca, ternyata telah dilakukan sebuah survey oleh sebuah lembaga penelitian di Amerika, seperti dilansir dari portal Merdeka, 28% ibu rumah tangga rentan terkena depresi, sementara 17% juga mengenai ibu bekerja.

Ngeri ya, Moms! Makanya Moms, yuk ah, tepis stress dari kehidupan kita dengan cara mengubah gaya hidup tidak sehat menjadi gaya hidup sehat. Terutama gaya hidup yang dapat menopang kesehatan psikis ya. Dan jika ada tanda tanda depresi sebaiknya segera hubungi dokter atau psikiater.

Nah, Moms, saya punya kiat sendiri dalam menepis stress dalam kehidupan saya. Apa saja kiatnya? Silakan disimak ya.

Kiat Saya Dalam Menepis Stress dalam Kehidupan Saya:

1. Bersihkan Hari Aktifmu!

Stres bisa jadi berawal dari baper ... bawa perasaan. Apa-apa dipikirin, apa-apa menjadi beban mental. Itu berat, biar Dilan saja yang berat-berat mah. Jadi bersihkan saja hari aktif kita dengan cara BAPER juga, yaitu BAWA PERUBAHAN!

Sama-sama Baper, kan, Moms, tapi baper yang positif dong. Baper yang membawa kita kepada perubahan. Ketika ada tekanan dari luar, saya bisikan ke dalam hati saya, saya bisa, saya mampu, saya bisa mematahkan semua tantangan!

Jangan mau stress, Moms, sebab stress bikin kita cepet tua.

Ketahuilah, Moms, segala penyakit itu awalnya dari hati. Oleh karena itu mari kita buang toxic atau racun-racun yang bersarang dalam tubuh kita, terutama yang bersarang dalam hati. Jika hati  bersih, ringan dan selalu membisikan kata-kata motivasi positif, insyaAllah penyakit pun tidak akan mampir, kabur semuanya.

Yap ... jadikan hari-hari kita Asik Tanpa Toxic!

Jadi, kalau sudah lemes, letih, lesu, saya mencoba mengistirahatkan pikiran dengan cara melakukan hal yang membuat mood booster saya naik lagi. Seperti misalnya membaca buku sambil ngemil kue cokelat dan minum Natsbee Honey Lemon.


Tepis stress dengan minum Natsbee Honey Lemon, #AsikTanpaToxic (doc.pri)

Natsbee ini minuman segar dari Pokka yang mengandung  Madu dan Lemon, yang cepat sekali mengembalikan mood saya dan mengembalikan kesegaran tubuh hingga saya menjadi bersemangat kembali!

Natsbee Honey Lemon #AsikTanpaToxic (doc.pri)
Natsbee adalah minuman rasa madu dan lemon pertama di Indonesia. Ada banyak kebaikan yang saya rasakan dari minum Natsbee honey lemon ini:

1. Natsbee mengandung madu asli. Madu dipercayai dapat meningkatkan mood, meredakan rasa cemas dan  meningkatkan sistem imun tubuh.

2. Natsbee mengandung jus buah lemon asli. Lemon dipercayai dapat memperbaiki sistem pencernaan tubuh sehingga dapat menjaga dan menyeimbangkan kesegaran tubuh. Selain itu juga lemon dapat menyerap elektrolit dan air yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.

3. Natsbee juga mengandung Vitamin C yang dipercayai kaya akan zat antioksidan dan menjaga tekanan darah dalam tubuh.

4. Natsbee dibuat tanpa bahan pengawet dan tanpa pewarna buatan. Natsbee juga sudah halal lho!

Jadi, saya selalu sedia Natsbee di rumah. Diminum dingin sungguh menyegarkan dan mengembalikan mood dengan cepat!

2. Bahagia menjadi ibu rumah tangga.

Yap, yang kedua, saya harus merasa bahagia menjadi ibu rumah tangga. Sesuatu yang pekerjaan yang kita bahagia karenanya akan menimbulkan perasaan puas dan lapang dada. Apapun situasi dan kondisinya. Oleh karena itu, saya harus memastikan dengan sadar, bahwa setiap hari di rumah saya akan melahirkan kebahagiaan pada diri saya pribadi. Saya sudah mencobanya, dan apa pun yang dikerjakan dengan perasaan bahagia melahirkan rasa syukur yang sangat besar.

Ketika saya capek dengan pekerjaan rumah, hati saya berbisik, pekerjaan ini hanya sementara, kehidupan setiap manusia akan berakhir, entah kapan, oleh karena itu do the best!

sekali sekala makan diluar dengan anak-anak, refresing (docpri)
Ketika kesal dengan ulah anak-anak yang memberantakan rumah dengan mainannya, hati saya akan berbisik, masa masa seperti ini tuh hanya sekejap saja. Karena  anak-anak pun akan beranjak dewasa.

Ketika capek mengurus anak yang berjumlah 6 orang, hati saya berbisik, banyak orang yang berharap memiliki seorang anak saja, tetapi Allah belum mengaruniakan kepada mereka, ini sudah ada 6, tak patut rasanya saya mengeluh terus tentang pekerjaan mengasuh dan membersamai mereka.

3. Berdaya dari rumah

Berdaya dari rumah menjadi salah satu hal yang meningkatkan kepercayaan diri saya, Moms. Kalau sebelumnya suka membandingkan diri dengan moms lainnya yang bekerja, saya pernah mencoba memosisikan diri saya menjadi ibu yang bekerja juga. Tapi bekerja di rumah tentunya ya. Saya mandi lebih pagi dan memakai pakaian bepergian. Bukan pakai daster ya, moms. catet hehhe

Bersiap meraih impian tanpa stres melanda (doc.pri)
Hal ini akan memberikan dampak pada diri kita siap menjadi ibu pada hari itu sebagai sebuah profesi yang mulia. Niat kita sudah dilakukan dari awal pagi hari. Dan alhamdulillah sampai sore dapat mempertahankan kesadaran saya sebagai ibu rumah tangga jauh lebih baik dan lebih bahagia.

Sebagai ibu dan sekaligus Mom Blogger membuat saya merasa berdaya dari rumah dan everyday will be oke.

4. Menulis sebagai Katarsis Diri

menulis sebagai katarsis diri (doc.pri)
Saya selalu menyempatkan diri menulis untuk membuang resah saya. Setelah saya menulis, hati saya menjadi plong dan hati menjadi lebih ringan. Saya menulis dimanapun dan kapan pun yang saya mau. Baik itu ditulis dibuku catatan kecil atau di dalam hape. Terkadang apa yang saya rasakan dan saya tulis di dalam hape atau di dalam buku catatan, memberikan ide untuk membuat sebuah cerita pendek. Yah, lumayan, jadi semacam bank ide jadinya hehehe

Salah satu tujuan saya menjadi momblogger juga ini, menulis sebagai katarsis diri. Jika sudah menulis, ada kepuasaan tersendiri. Dan alhamdulillah, sekarang malah menambah penghasilan dari menulis. Inilah yang namanya berkah ya, hobi yang dibayar. Dan ini menyenangkan!

5. Bahagia Menjadi Motivator bagi Orang Lain

Dulu, waktu saya tinggal di Malaysia, saya membina adik-adik TKI. Alhamdulillah dengan dekat dengan mereka. Memberikan motivasi agar mereka menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya, justru motivasi itu nempel ke diri saya. Sesungguhnya ketika kita melakukan kebaikan kepada orang, sesungguhnya, saat itu kita sedang berbuat baik juga kepada diri sendiri.

saat idul qurban bersama adik-adik tki (doc.pri)
Inilah yang membahagiakan saya. Ketika saya terlalu banyak mengeluh dengan masalah saya. Ketika bertemu dengan adik-adik dan mereka curhat dengan segala permasalahan mereka. Saya jadi bersyukur, ternyata lewat mereka, masalah saya itu kecil. Kadang kita saja yang membesar-besarkan karena tidak ada perbandingan.

Sekarang saya kembali ke tanah air, saya tetap berinteraksi dengan mereka, karena dekat dengan mereka memberi kesadaran bahwa, manusia itu ada saatnya harus selalu diingatkan. Dan saat saya mengingat mereka, betapa banyak kebaikan yang telah kami lakukan bersama dan membuat hidup saya menjadi lebih bahagia.

6. Konsumsi makanan dan minuman yang berkhasiat meningkatkan imunitas tubuh.


ini minuman saya, #AsikTanpaToxic  Natsbee (doc.pri)
Imunitas tubuh yang kuat akan menjadi benteng bagi kualitas kesehatan diri kita. Agar tubuh sehat, kita harus senantiasa menyediakan bahan makanan dan minuman yang dapat meningkatkan daya  tahan imunitas tubuh. Tubuh yang ringkih dan gampang sakit, akan mudah stress. Sakit flu batuk pilek, karena tidak melakukan apa-apa, stress. Sakit kepala, stress juga karena banyak pekerjaan yang terbengkalai.

diagram makanan seimbang (credit herbalramping.blogspot.com)

7. Mengikuti Kegiatan Positif .

Agar saya bertemu dengan orang lain, saya menjadwalkan diri untuk menghadiri undangan gathering, pengajian dan berbagai kegiatan positif lainnya. Kami duduk-duduk melingkar membicarakan hal baik dan beberapa percepatan diri.

Hal ini akan mengurangi stress karena bertemu dengan orag lain, bisa say hallo, bisa bercakap-cakap, mengobrol dan bisa curhat!

menjadi panitia workshop menulis bersama golagong di Johor (doc.pri)
Meskipun hanya seminggu sekali misalnya atau hanya beberapa jam bertemu dengan kawan dan relasi, ini akan membantu sekali dalam menghindari stress pada ibu rumah tangga.

Nah, itu tips saya dalam menghindari stress sebagai ibu rumah tangga. Kalau Moms, sendiri punya tip yang lebih seru? Bagi dong di kolom komen. Biar kita bisa saling belajar.

Jadi bagaimana, Moms? Kita Asik Tanpa Toxic, aja, yuk! Agar kita jauh dari stress. Have nice day, Moms!

10 comments

Keren banget tulisannya, emang betul terkadang pemicu stress karena minder.

REPLY

Keren mba tulisannya. Bener banget. Ibu Rumah Tangga seringnya jadi kurang percaya diri, maka dengan dia berdaya, semoga kepercayaan dirinya kembali.

Sehat semangat terus mba.

REPLY

Berlibur dan banyakin piknik agar terhindar dari stres yang selalu hinggap pada siapa saja, dan jangan lupa konsumsi Honey Lemon Natsbee untuk tubuh agar bugar dan sehat sepanjang hari.

REPLY

Storytellingnya bagus sangat mbk, :). Ibu hebat untuk keenam putra-putrinya. Sehat selalu ya mbk :)

REPLY

Bukan hanya ibu rumah tangga, siapapun yang rutinitas sehari-harinya monoton, menurut saya juga rawan stres, Mbak. . Tipsnya keren, siap diterapkan untuk mencegah stres hehehe.. Thanks udah berbagi..

REPLY

Natsbee kalau dingin segar banget, mba. Bisa hilang stres nya.

REPLY

Bnageeet. Emak-emak mah waran stres. Tiap hari ada aja yang bisa jadi pemicunya. Dan untuk menyikapinya, kudu selalu positif thinking plus makan dan minum yang baik2. Kayak minuman ini. Bisa ngilangin racun tubuh.

REPLY

Stress memang bisa dihinggapi siapa aja, tinggal bagaimana pola pikir yang positif menghadapinya

REPLY

Selalu suka baca tulisan ibu yang satu ini... Ngalirrrr banget...

Btw bener mbak, kalo ga ada pelampiasan, irt tuh rentan depresi

REPLY

Mungkin bisa dikatakan relatif ya, tergantung cara menghadapinya juga.. tapi saya sebagai irt sering juga kug ngalami stress apalagi saat masih ikut sama mertua. Ya seperti yg dibilang tadi emosi yg tertahankan, hahaa...
Natsbee cocok nih setiap aku pergi2 keluar bawa minuman ini memang sedikit relax karena segar...

REPLY

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @tutiarien

Sri Widiyastuti . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates