Skip to main content

Makaroni Panggang

Iseng-iseng membuat makaroni panggang dengan bahan seadanya, alhamdulillah jadi ^_^
Makaroni ini memang kurang bahan dan lupa ditambahkan garam, tapi rasanya tetap enyak lho :-)


Jadi, makaroni panggang minimalis ini, makaroni panggang untuk menyelamatkan sisa sosis anak-anak yang tinggal beberapa biji, keju yang tinggal separo dan mulai mencair dan susu sisa juga dan sebutir telur, bener-bener sisa deh, tinggal sebutir! ...hadeuh semua-muanya sisa :-D

Cara buatnya, karena program penyelamatan ini kudu cepat, aku rebus dulu makaroninya, ya kira-kira satu genggamlah, terus tumis bawang bombai separo, masukan susu cair segelas, masukan makaroni, masukan telur dan keju mozarela, aduk sampai rata. Terus aku lupa masukin terigu, padahal ada :-p

karena sudah terlanjur, sudah masuk oven, tinggal menunggu matang ...
dan TARAaaa ... makaroni panggang jadi juga ... less salt, tapi tetep gurih lho ^_^

Jadi kalau begitu, tema makaroni ini PENYELAMATAN BAHAN SISA ... du du du ... *Sailormoon mode on*


Nah resep di bawah aku dapet untuk buat makaroni panggang berikutnya,

Bahan:
1 bungkus makaroni (227gr)
1/2 kaleng corned beef
50 gr mentega
50 gr bawang bombay
50 gram tepung terigu
3 butir telur dikacau sebentar
125 gr keju parut/parmesan
100 gr daging asap potong korek api
500 cc susu
1/2 sdt pala halus
1/2 sdt merica halus
1 sdt garam

Cara membuat macaroni panggang:
1. Didihkan air dengan sedikit garam, rebus makaroni sampai matang.
2. tiriskan, siram dengan air dingin dan beri sedikit mentega supaya tidak saling melekat
3. Tumis bawang bombay sampai layu, masukkan tepung terigu aduk rata
4. Tuangi susu, didihkan sambil diaduk hingga licin
5. Masukkan corned beef, 100 gr keju parut, daging asap dan makaroni, aduk rata. bubuhkan garam, pala, dan merica aduk dan angkat dari api
6. Masukkan telur campur rata
7. Tuang ke dalam pinggan tahan panas yang sudah diolesi margarin. ratakan, taburi dengan sisa keju parut
8. Panggang dalam oven panas bersuhu 180oC selama 35 menit hingga permukaan makaroni kuning kecokelatan

selamat mencoba ^_^

Comments

Post a Comment

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @tutiarien

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…