April 13, 2019

Ustaz Abdul Shomad Anjurkan Orang Tua Memasukan Anak ke Sekolah Berbasis Agama dan Berkurikulum Internasional

April 13, 2019 0 Comments

Ustaz Abdul Shomad anjurkan orang tua memasukan anak ke sekolah berbasis agama dan berkurikulum internasional. Wah, ada apa nih dengan Ustaz Abdul Shomad? Sekolah apa yang dimaksud oleh Ustaz? Kok tumben sekali Ustaz mengeluarkan anjuran seperti itu?

Mungkin, Moms dan Dads, bertanya-tanya, kenapa ustaz yang berperawakan langsing dan kharismatik ini menganjurkan anak bersekolah ke sekolah berkurikulum internasional? 
Enggak cukup apa, anak-anak sekolah di sekolah negeri atau sekolah berbasis agama dan kurikulum nasional? Ingin anak-anak menjadi sekuler? 
Sekolah Basis agama juga gak menjamin, kan, anak-anak akan mamiliki karakter yang baik, apalagi digandengkan dengan sekolah berkurikulum internasional! 

Hoo .. jangan marah-marah dulu yaa .. cooling down, Moms and Dads.

Jadi, Ustaz Abdul Shomad (UAS) mengajurkan anak-anak bersekolah di sekolah berbasis agama dan berkurikulum internasional ini ketika beliau menyampaikan tausiyahnya di depan orang tua yang mengikuti kegiatan Seminar dengan tema Islamic Parenting  yang diselenggarakan oleh Knowledge Link Intercultural School atau disingkat KLIS. Kok

majelis penuhh.. sampai ke bawah lapangan lho
Ustaz Abdul Shomad mengawali tausiyahnya dengan membeberkan fakta peradaban Islam yang mulia kemudian hancur karena negara memisahkan antara pendidikan dan agama. Ilmuwan memisahkan ilmu dengan agama dan lain sebagainya.

Ustaz Abdul Shomad mengatakan bahwa Syaikh Yusuf Qordlowi menentang keras sekularisme, menurut Syaikh Qordlowi paham sekularisme tidak pernah bisa diterima secara umum dalam sebuah masyarakat Islam. Islam adalah sistem ibadah yang komprehensif dan mengikuti syariah Islam. Menerima sekularisme itu artinya menginggalkan syariah. 

Paham sekularisme berkembang di Turki yang saat itu diperintah oleh Presiden Mustafa Kamal At Tatruk. Islam ada tapi terpenjara dalam hati. Tidak ada dalam hukum dan peraturan. 

Pada tahun 2024 nanti 1 abad proses sekularisme di Turki. Apakah berhasil? 

Turki saat ini dibawah Presiden Erdogan menjadi negara yang berhasil. Terutama di bidang pendidikan. Oleh sebab itu, sudah seharusnya negara memberikan perhatian yang besar kepada pendidikan.

Ada tiga hal diamanatkan oleh Ustaz Abdul Shomad dalam hal ini:

1. Manusia mati tidak membawa apa-apa kecuali amal sholeh, amal jariyah. 

Amal jariyah bisa diusahakan sebelum kita mati. Seperti yang dilakukan oleh Chairman K-LINK membuat sekolah KLIS, sekolah yang berbasis agama Islam dan berkurikulum internasional.

Sekolah yang memberikan anak-anak tempat yang baik, lingkungan yang baik, teman yang baik, guru yang baik dan ilmu yang baik. InsyaAllah lulusan KLIS Primary hafiz Qur'an minimal 2 juz. Oleh karena itu, ustaz menganjurkan orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah KLIS Primary. 

2. Manusia adalah makhluk Allah yang diciptakan dengan sempurna.

Manusia diberi Allah akal. Manusia hidup berproses. Tahapan perkembangan anak manusia itu dipengaruhi oleh peran orang tua, terutama ibu.

Oleh karena itu awal dari proses kelahiran anak adalah dengan cara mencari ibu yang baik untuk anak-anaknya kelak. Kemudian memberikan pendidikan yang baik dan sesuai sunnah Rasulullah.

7 hari pertama aqiqah
2 tahun pertama ASI
2 Tahun berikutnya ajarkan surat pendek
7 tahun pertama diperintahkan shalat, masih dengan cara bermain yang menyenangkan.
7 tahun berikutnya ajarkan serius
7 tahun berikutnya bersahabat dengan anak seperti halnya teman dekat.

3. Dahulukan Adab sebelum ilmu

Rasulullah saw pernah bertemu dengan seorang anak kecil. Kepada anak itu Rasululllah bertanya, apakah boleh menuangkan air kedalam gelasnya? anak itu menjawab, silakan.

Nabi selalu menganggap anak kecil itu ada. Diberi penghargaaan, penghormatan dan dianggap ada. Oleh karena itu, orang tua hendaklah menganggap anak-anak itu ada, dan memberikan yang terbaik untuk anakknya, mengikuti apa yang telah Rasulullah Saw contohkan.

Soft Launching Knowledge Link Intercultural School (KLIS) Primary

Seminar pendidikan dengan tema Islamic Parenting ini diselenggarakan dalam rangka soft launching Knowledge Link Intercultural School (KLIS) Primary, pada tanggal 10 April 2019 bertempat di sekolah KLIS Primary Jl. Pintu 3 Sentul Sirkuit, Bogor.


Datin Rozi, sedang menyampaikan kata sambutan.

Tujuan dari diselenggarakannya seminar parenting di soft launching sekolah KLIS Primary, pertama memberikan pelayanan kepada orang tua calon orang tua siswa sekolah KLIS Primary dengan seminar-seminar yang memberikan pemahaman yang benar terkait dengan parenting Islami dari ustaz-ustaz yang kredibel di bidangnya, seperti Ustaz Abdul Shomad, karena sebelum acara seminar ini pun, sudah diselenggarakan sebuah seminar pendidikan lainnya dan insyaAllah dalam waktu dekat akan diselenggarakan kembali sebuah seminar pendidikan yang tak kalah menariknya.

Kemudian tujuan yang kedua  adalah memberikan kesempatan kepada para orang tua untuk melihat secara langsung fasilitas sekolah KLIS Primary. KLIS Primary merupakan sekolah international tingkat pendidikan dasar yang berbasis kurikulum Cambridge dan berbasiskan pendidikan agama Islam. 


Free scholarship placement test

Dalam kata sambutannya, Ibu Datin Rozi Jamaludin, Chairman Sekolah KLIS Primary mengatakan bahwa ia bersyukur sekali karena pada hari itu KLIS Primary akhirnya launching di bulan April ini. Berawal dari sekolah inklusif untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus yang dilaksanakan selama hampir 5 tahun, akhirnya sekolah inklusif ini berkembang menjadi sekolah KLIS Primary. 

"Ini adalah anugerah dari Allah, kami minta sekolah yang kecil saja, Allah bagi kemampuan kami membuat sekolah yang lebih besar. Dulu sekolah ini adalah sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Kami ada yang namanya K-Link Care Centre. Kami mendidik anak-anak berkebutuhan khusus. Sekolah ini merupakan khidmat kami kepada anak-anak berkebutuhan khusus dari kalangan orang tua tak mampu, lewat program CSR kami. Alhamdulillah sudah berjalan 5 tahun. Kami pun mendirikan Pusat Terapi Anak Berkebutuhan Khusus di Jakarta pada tahun 2013 dan alhamdulillah pada tahun 2015 kami membuka cabang Terapi Anak Berkebutuhan Khusus di Malaysia." papar Datin Rozi Jamaludin.

Tujuan dari didirikannya sekolah KLIS Primary ini agar anak-anak berkebutuhan khusus dapat bergaul dengan anak-anak sekolah rendah (SD) dengan pendidikan inklusinya dan vokasional dalam lingkungan interkultural dan basis agama Islam.  


Apa itu Sekolah KLIS Primary?

Sekolah KLIS Primary ini adalah salah satu sekolah berkurikulum International yang menitik beratkan pada pendidikan Islam yang dapat mengantarkan siswa didik pada lingkungan intercultural, berwawasan International dan menjadi cendekia yang memahami nilai-nilai ajaran Islam sejak dini. Pendidikan dasar merupakan elemen penting dari perjalanan belajar seorang siswa, pendidikan dasar yang baik akan memberikan fondasi yang kuat bagi siswa untuk pendidikan selanjutnya dan tentu saja akan ikut membentuk masa depan siswa didik.

Ada tiga komponen utama yang membentuk kurikulum KLIS Primary yaitu Cambridge Primary Framework sebagai dasar, pendidikan agama Islam dan kajian Al-Qu’ran yang dilakukan secara konsisten dan memberikan porsi-porsi pada pelajaran yang penting untuk ujian nasional. Sistem KLIS memungkinkan sekolah untuk secara terus menerus menilai performance siswa dan menyesuaikan dengan kebutuhan siswa didik.

Tingkat keberhasilan siswa dinilai secara progresif dengan tolak ukur penilaian: Progression Test (penilaian yang dilakukan oleh guru KLIS per mata pelajaran), Checkpoint Tests (penilaian yang dilakukan Cambridge international Examiners, KLIS akan melakukan Junior Al Hafeez Test (minimum 2 juz) dan UASBN - Ujian Nasional. Kerangka dasar yang membentuk proses belajar mengajar KLIS Primary yaitu :

1.      World Class Cambridge Primary Curriculum
2.      World Language Studies
3.      Islamic, Quranic Studies & Moral Education
4.      Young Scientist Program
5.      Social Studies & Life Skills
6.      Physical Education & Endurance Skills

KLIS Primary dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang akan memberikan siswa didik pengalaman langsung karena KLIS Primary mengutamakan proses belajar mengajar yang menyenangkan dan sesuai dengan karakter siswa, sekolah ini dilengkapi dengan perpustakaan, laboratorium komputer, kolam renang, area bermain outdoor, mini soccer field, musholla, ruang musik dengan alat musik yang lengkap, serta vocational area seperti dapur dan laundry, ruang kesehatan dan kantin.


Diskon 30% annual fee silakan ..

Untuk pendaftaran masuk ke sekolah KLIS Primary ini sudah dibuka. Ada diskon 30% annual fee untuk pendaftar pertama. Ada beasiswa juga untuk anak anak berprestasi. Hingga ke perguruan tinggi jika anak itu tetap bisa mempertahankan prestasinya, ia akan masuk ke perguruan tinggi atas sokongan atau dukungan USAS.

Jadi, bagaimana moms and Dads? Tertarik memasukkan anak anak ke sekolah KLIS seperti anjuran ustaz Abdul Shomad? 

Referensi: 
Press realese soft lauching Sekolah KLIS Premary
Website KLIS

April 11, 2019

Modul Iya Boleh Dancow untuk Rayakan Kesuksesan Gerakan 1 Juta Iya Boleh

April 11, 2019 7 Comments

Hai Bunda, apa kabar?

Bun, masih ingat, kan dengan cerita saya tentang bagaimana besarnya manfaat memberikan dukungan kepada si kecil dengan mengatakan, "Iya Boleh" untuk mendukung kecerdasan pikir, kreatifitasnya dan gerak motoriknya. Gerakan ini pertama kali diluncurkan oleh Dancow pada bulan Februari 2019.

Nah, pada tanggal 6 April 2019 lalu, saya berkesempatan hadir dalam perayaan syukuran atas suksesnya Gerakan '1 Juta Iya Boleh' yang digagas oleh Dancow Advanced Excelnutri+. Dengan setting kegiatan berbentuk sebuah camp yang diberi nama "Iya Boleh Camp". Ada banyak aktifitas yang dapat dilakukan oleh Ayah, Bunda dan si Kecil setelah launching perayaan suksesnya dukungan 1 juta Gerakan Iya Boleh, seperti bermain perosotan dan mandi bola, konsultasi gizi pada ahli gizi, bercocok tanam, melipat kertas origami dan mewarnai.

saya sedang konsultasi pada ahli gizi

Dalam seremonial tersebut, hadir para dokter pakar tumbuh kembang anak, Prof. Dr. dr. Sujatmiko, SpA(K), M.Si, yang menyampaikan mengenai pentingnya perlindungan untuk mendukung tumbuh kembang optimum si kecil, psikolog Dra Ratih Ibrahim MM yang memaparkan pentingnya eksplorasi untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan kemandirian si kecil serta manfaatnya dalam mempercepat perkembangan motorik dan kognitif si Kecil, Lydia Sahertian, Brand Manager Dancow Advanced Excelnutri+, Drs. Hendra Jamal, M.Si, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Kesehatan dan Kesejahteraan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia dan Debora Tjancandrakusuma, Direktur PT Nestle Indonesia.

para pakar siap menyampaikan materinya
Dalam kata sambutannya, Ibu Debora Tjandrakusuma mengatakan kegembiraannya, atas pencapaian Gerakan Iya Boleh, karena dalam kurun waktu dua bulan dapat mengumpulkan dukungan lebih dari satu juta dari orang tua Indonesia. Oleh karena itu, untuk merayakannya, Dancow mempersembahkan Modul gratis untuk para orang tua yang sudah dan belum mendukung gerakan 'Iya Boleh' ini.

Modul ini juga berisi tips-tips yang disampaikan oleh para pakar yang ditunjuk oleh Dancow dan dapat dipraktikan langsung oleh para orang tua.

Menyambung dari apa yang disampaikan oleh Ibu Debora, Ibu Lydia Sahertian, Brand Manager Dancow Advanced Excelnutri+ mengatakan bahwa Modul 'Iya Boleh untuk Anak Unggul Indonesia' ini akan diberikan sebagai wujud apresiasi kami terhadap orang tua Indonesia yang telah ikut mendukung Gerakan '1 juta Iya Boleh'. Beliau berharap modul tersebut akan membantu orang tua dalam pengasuhan si kecil, memenuhi asupan nutrisinya, memberikan teladan perilaku yang positif dan semakin sering mengatakan 'Iya Boleh' untuk mendukung eksplorasi dan keingintahuan si kecil yang akan membuatnya terus belajar dan tumbuh berkembang menjadi Anak Unggul Indonesia.

Untuk merayakan kesuksesan Gerakan 1 Juta Dukungan mengatakan Iya Boleh, Dancow meluncurkan modul 'Iya Boleh untuk Anak Unggul Indonesia'. Modul ini tersedia dan dapat diakses serta diunduh secara gratis melalui laman Dancow Parenting Center, sehingga dapat menjangkau lebih banyak lagi orang tua di seluruh Indonesia dan memberikan dampak positif bagi sebanyak mungkin anak Indonesia.

Caranya agar dapat mengunduh modul, bunda masuk ke laman Dancow Parenting Center , bunda bisa langsung membaca di laman tersebut bisa juga mengunduhnya langsung agar bisa dibaca offline.

Di dalam modul ini, diulas dengan lengkap dan jelas lima karakteristik kunci seorang Anak Unggul, yaitu Berani, Cerdas, Kreatif, Peduli dan Berbakat Pemimpin. Dengan diluncurkannya modul ini, diharapkan dapat berperan dalam mempersiapkan Generasi emas 2024.

sudah jadi bagian dari gerakan 1 juta iya boleh bunda?

Tibalah saatnya para pakar menyampaikan materi parentingnya.

Prof. Dr. dr Saptawati Bardosono, M.Sc mengatakan bahwa ketika anak bereksplorasi, ada banyak tantangan penyakit yang mungkin bisa mengganggu, seperti infeksi saluran pernafasan dan diare. Hasil riset mengatakan, bahwa 41,9% anak Indonesia masih sering terkena infeksi saluran pernafasan da 12,2% anak Indonesia masih sering mendapatkan penyakit diare.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk selalu menyediakan nutrisi dan perlindungan yang tepat. Asupan probiotik seperti Lactobacillus Rhamnosus yang telah diuji klinis dapat menurunkan risiko infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran cerna dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Kemudian Prof. Dr. dr Sujatmiko, SpA(K), M.Si menyampaikan Cara Mempersiapkan Anak Unggul Indonesia.

Menurutnya, ketika orang tua menginginkan anak-anak dengan beragam potensinya, beragam cita-cita, maka peran orang tua itu besar sekali. Selain itu secara luas, peran pemerintah dan swasta  juga penting.

Untuk itu, ada 4 hal yang harus dipenuhi anak-anak menurut Komnas HAM, yaitu:

1. Hak Hidup Lebih Layak

Misalnya seperti berhak atas kasih sayang orangtua, asi ekslusif, akte kelahiran, dan lain sebagainya.

2. Hak Tumbuh dan Berkembang

Seperti hak atas pendidikan yang layak, istirahat, makan makanan yang bergizi, tidur / istirahat, belajar, bermain, dan lain-lain.

3. Hak Perlindungan

Contohnya seperti dilindungi dari kekerasan dalam rumah tangga, dari pelecehan seksual, tindak kriminal, dari pekerjaan layaknya orang dewasa, dan lain sebagainya.

4. Hak Berpartisipasi / Hak Partisipasi

Setiap anak berhak untuk menyampaikan pendapat, punya suara dalam musyawarah keluarga, punya hak berkeluh kesah atau curhat, memilih pendidkan sesuai minat dan bakat, dan lain-lain.

Selain itu, menurut Prof. Jatmiko, orang tua juga harus memperhatikan tiga pilar tumbuh kembang anak, yaitu:

1. Memberikan nutrisi yang baik untuk mendukung tumbuh kembang si kecil
2. Melakukan stimulasi untuk mengembangkan semua potensi si kecil
3. Memberikan sentuhan cinta dari kedua Ayah dan Bunda untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal si kecil. 

Ada seorang ibu yang bertanya kepada Prof, bagaimana dengan gadget untuk si kecil?

Menurut Prof Sujatmiko, orang tua harus tegas mengatakan, HP bukan mainan anak. Gadget bisa dimanfaatkan oleh orang tua sebagai permainan edukatif dengan cara mendampingi anak selama menggunakan gadget. Batasi waktunya hanya 1 jam sehari. Agar stimulasi berjalan dengan baik, maka sukses atau tidaknya program stimulasi dan eksplorasi si kecil, ada di tangan orang tua.

Repotnya jika orang tua yang adictif, orang tua kecanduan bermain game di HP. Orang tua harus berani menjadikan gadget sekadar untuk menelpon, bukan tiap menit, tiap jam update status. Maka harus ada kesadaran dari orang tua untuk membatasi diri juga dalam memakai gadget. 

Tips dari Prof Sujatmiko agar anak dan orang tua tidak kecanduan gadget:

1. Pergunakan gadget dengan bijak, misalnya menggunakan gadget untuk mendengarkan murrotal Al Quran, menonton video discovery,
2. Orang tua menstimulasi anak dengan game interaktif yang dilakukan bersama antara anak dan orang tua selama kurang lebih 2 jam.

Senada dengan Profesor Sujatmiko, Ibu Ratih pun menyampaikan bahwa usia balita, bagian tugas perkembangannya adalah bereksplorasi. Menurutnya Indonesia pada tahun 2020-2024 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi dimana 70% penduduk Indonesia berusia produktif (15-64 tahun) dan diprediksi bahwa pada tahun 2024 Indonesia akan menjadi salah satu dari tujuh kekuatan ekonomi terbesar dunia.

Jika kita membayangkan apa yang terjadi pada generasi muda dalam usia produktid, saat itu dia tidak memiliki kemampuan dan karakteristik yang unggul, maka menurutnya, ada peran orang tua yang besar di sini, yaitu dengan memberikan kecakapan atau softskill dengan berbagi macam kecakapan hidup untuk dapat membentuk anak yang kuat agar dapat membawa Indonesia menjadi semakin maju.

Tak lupa dengan sering mengatakan, Iya Boleh, pada si kecil agar ia menjadi anak yang percaya diri, berani, berani, cerdas, peduli dan berjiwa kepemimpinan.

Modul Iya Boleh untuk Anak Unggul Indonesia dapat diakses di laman Gerakan 1 Juta Iya Boleh. Modul berupa materi berbentuk PDF. Bunda juga bisa berpartisipasi lho untuk mendukung 1 Juta Iya Boleh langsung dengan mengklik  Iya Boleh.

KLIS Sekolah Berkurikulum Internasional Berbasis Pendidikan Islam

April 11, 2019 0 Comments


Seseorang itu akan mengikuti agama teman dekatnya (lingkungan pergaulannya), oleh karena itu hendaknya kalian perhatikan siapakah yang kalian jadikan sebagai teman dekatnya.” 
(HR. Abu Daud)

Saya ingat sekali dengan hadits yang disabdakan oleh Baginda Rasulullah SAW ini, karena pada permulaan menikah, orang tua dan guru mengaji saya menasehati demikian. Kata beliau, jika nanti mencari rumah tempat tinggal, yang nomor satu adalah perhatikan lingkungan di sekitar perumahan. Karena lingkungan rumah berpengaruh kepada kenyamanan dan keamanan dalam berinteraksi antar penghuni perumahan. Terutama kenyamanan dalam beribadah dan menyelamatkan akidah dan akhlak anak-anak saya kelak. Saya pun menurut apa yang orang tua saya sampaikan. Apalagi nasehat itu tak sembarang nasehat karena berdasarkan kepada sabda Rasulullah SAW.

bimas islam dot com
Waktu pun berlalu, saya pun memegang teguh nasehat tersebut. Hingga sampailah saya harus mencari sekolah untuk anak-anak saya. Waktu anak saya masih kecil, saya sempat tinggal di Jepang karena mengikuti suami belajar di sana, sekitar tahun 2002.

Awalnya studi syami saya lancar, tapi di tahun ke-3 yang seharusnya suami saya dapat menyelesaikan perkuliahannya, ternyata qodarullah harus tambah setahun lagi untuk menyelesaikannya. Oleh sebab itu, beasiswa sudah diputus oleh negara Jepang. Kami tinggal tanpa penghasilan dan tanpa beasiswa. Akhirnya saya memberanikan diri mencari kerja tambahan sebagai freelance (arubaito) karena suami saya tidak ada permit kerja. 

Alhamdulillah setelah diurus surat-surat saya sebagai pencari pekerjaan di Jepang, saya bekerja di sebuah perusahaan di daerah Utsunomiya. Waktu itu saya agak bimbang, bagaimana dengan anak-anak saya, karena tentu jika dititipkan di penitipan di Jepang, bagaimana saya harus mengatakan kepada senseinya soal anak saya yang berkerudung dan tidak makan daging, dan beberapa makanan yang mengandung mirin, sake dan tambahan emulsifier yang diharamkan.

Saya mengkosultasikan keresahan saya kepada teman saya, keluarga Indonesia Jepang. Dari mereka saya mengetahui bahwa pendidikan di Jepang sangat berhati-hati sekali pada makanan yang dikonsumsi anak-anak dan mereka mudah menerima kebudayaan lain di luar mereka asalkan dengan alasan yang benar. Akhirnya ketika saya dipanggil ke tempat penitipan anak-anak saya, didampingi oleh teman saya yang sudah bertahun tahun tinggal di Jepang, proses memasukkan anak-anak saya ke penitipan anak di dekat apartemen saya pun berlangsung lancar.

Benar sekali, senseinya sangat baik dan ramah, mau membantu kami mengurus anak-anak saya ketika saya bekerja. Mereka juga tidak memberi makan yang sudah saya sebutkan, tidak memaksa anak-anak saya untuk berpakaian seperti mereka dan membiarkan anak-anak saya berkerudung. Alhamdulillah. Saya sangat terkenang dengan budi baik kepala sekolah Mine Hoikuen. Atas bantuannya, suami saya bisa menyelesaikan kuliah, sementara saya bekerja dan anak-anak saya dalam lingkungan yang baik. Tapi, namanya anak-anak, lama kelamaan, karena melihat temannya tidak berkerudung, anak-anak kalau ke sekolah lepas kerudung. Kalau pulang sekolah baru memakai kerudung. Akhirnya saya mengalah, toh anak-anak masih kecil, insyaAllah setelah besar, dan sudah mengetahui kewajiban mereka, akan memakainya dengan kesadaran sendiri.

saat ada kunjungan pemadam kebakaran datang ke sekolah anak-anak (docpri)
Duh, membicarakan masa lalu yang berkesan itu menyenangkan, ya. 

Kenangan itu tiba-tiba muncul karena saya baru saja silaturahim ke sekolah KLIS atau Knowledge Link Intercultural School. Iya, tanggal 9 April 2019 lalu, saya berkesempatan hadir dalam Seminar Forum On Islam, Education and Global Peace.

credit by Yudith
Bertempat di Ballroom K-Link Tower lantai 5, acara ini mengundang pembicara dari dalam dan luar negeri yaitu Sheikh Dr. Muhammad Bin Yahya Al-Ninowy (Pendiri Madina Institute dari USA), Prof. Dr. M. Amin Abdullah (Mantan rektor UIN Sunan Kalijaga Indonesia), Prof. Dr. Amany Lubis (Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta), Dr. Mikdar Rusdi (Senior Assistant Professor dari Seri Begawan Religious College, Brunei Darussalam), Assoc Prof. Dr. Ismal Lutfi Japakya (Rektor dari Fatoni University, Thailand), Dato’ Dr. Muhammad Nur Manuty (Chairman of UNISZA, Malaysia), Prof. Dr. Dede Rosyada (Professor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta), Dr. Mahmod Khatib (Pembicara dari Afrika Selatan), Dato Seri Diraja Dr. Zambry (Mantan Menteri Besar Perak, Malaysia). 

flyer acara
Seminar ini bekerjasama dengan  Asian Islamic University Association (AIUA), yaitu sebuah perkumpulan yang terdiri dari 60 universitas Islam yang berada di Indonesia, Malaysia, Brunei dan Thailand. AIUA didirikan untuk membantu seluruh anggotanya dalam memperkuat perguruan tingginya dengan cara saling bekerjasama satu sama lain untuk meningkatkan perguruan tinggi Islam di Asia.

Acara seminar di awali dengan pembacaan ayat suci al Quran, surat Ibrahim ayat 24 yang dilantunkan oleh qori terbaik Sekolah Interkultural KLIS.

Setelah itu sambutan dari Presiden direktur PT K-Link Indonesia, Dato’ Dr. H. MD. Radzi Saleh,. Dato' menyampaikan dalam sambutannya, alasan mengapa seminar Internasional itu diadakan di K-link Tower. Beliau menyampaikan alasan menjadi tuan rumah seminat internasional ini adalah sebagai bukti komitmen dari KLIS memberikan yang terbaik untuk siswa-siswanya. 

Dato’ Dr. H. MD. Radzi Saleh memberikan kata sambutan 
Menurutnya topik-topik yang diangkat oleh para pembicara utama pada seminar ini diharapkan dapat menambah dan memperkaya wawasan kita baik akademisi, mahasiswa maupun masyarakat umum bahwa Islam membawa peran penting dalam tatanan kehidupan di dunia ini, karena populasi umat muslim dunia jumlahnya sangat signifikan, pemikiran-pemikiran dari para cendekia-cendekia yang hadir pada seminar ini akan memberikan kita semua pemahaman baru mengenai tema-tema penting saat ini salah satunya peran Islam dalam Perdamaian Global.

Dato Radzi juga menyampaikan bahwa salah satu agenda pada hari itu, selain Seminar Internasional, akan dilakukan penandatanganan MOU antara KLIS, USAS dan Madina Institute. Hadir dalam penandatanganan MOU tersebut, Mantan Mahkamah Konstitusi (MK) Bapak Hamdan Zoelva.

Penandatanganan MOU antara KLIS, Madina Intitute dan USAS
Apa itu KLIS?

KLIS adalah kepanjangan dari Knowledge Link Intercultural School, yaitu sekolah yang menawarkan standar pendidikan yang diakui secara internasional untuk siswa dari usia 6 - 18 tahun. Sekolah ini dibangun atas dasar prinsip-prinsip Islam yang mendalam. Pendidikan di dalamnya juga diusahakan merupakan pendidikan holistik atau menyeluruh yang akan membantu siswa kami menemukan identitas, makna dan tujuan hidup mereka di dalam masyarakat dan mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan seperti kasih sayang dan empati. 

Logo KLIS (credit: Nunu Halimi)
Di KLIS, kurikulum yang dipergunakan adalah kurikulum terpadu yang ditawarkan kepada siswa Muslim yaitu antara kurikulum internasional dan basic prinsip agama Islam. Siswa sekolah dasar akan mengikuti silabus Cambridge International dengan tes Cambridge Primary Checkpoint yang digunakan sebagai tolok ukur penilaian.

Sementara itu, siswa sekolah menengah akan mengikuti silabus ujian AQA Oxford yang memandu persiapan mereka menuju iGCSE dan A-Level.

Ruang perpustakaan (credit: Nunu Halimi)
KLIS hadir untuk menjawab keraguan dari para orangtua yang kebingungan dalam memilih pendidikan yang tepat. KLIS hadir dengan kurikulum Internasional dan basis prinsip agama Islam. Jadi anak-anak akan cerdas tak hanya ilmu akademiknya, tetapi juga ilmu agamanya. KLIS juga menjamin lulusannya akan menjadi duta bagi perdamaian dunia, karena Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, misinya adalah perdamaian di dunia.

Pembelajaran di Sekolah KLIS ini dengan menggunakan dua bahasa internasional, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Diharapkan dengan menguasai dua bahasa ini, siswa akan mendapatkan dua kelebihan utama. Yang satu bahasa dunia, yang satu bahasa akhirat. InsyaAllah tujuan akhirnya adalah mencetak pemimpin yang cerdas yang selamat dunia dan akhirat.

Sejarah KLIS

KLIS berawal dari sekolah yang didirikan untuk membantu pendidik anak-anak berkebutuhan khusus dengan pendidikan inklusinya. Di K-Link itu ada yang namanya K-Link Care Centre. Mereka membantu anak-anak berkebutuhan khusus sehingga bisa berdaya dengan pendidikan inklusi dan vokasinya. Ini dilaksanakan di KLIS Sentul, Bogor. 

Inilah awal dari didirikannya sekolah primary school dan secondary school. KLIS membina dari awal lewat CSR. Dan tahun ini, qadarullah, KLIS melaunching sekaligus dua sekolah baru mereka, yaitu Primary School yang terletak di Sentul dan Secondary School yang terletak di dalam K-Link Tower.

Kembali lagi kepada nasehat Baginda Rasulullah SAW, penting sekali mencarikan tempat pendidikan yang baik untuk anak-anak. Karena lingkungan akan membentuk karakter pada diri anak.

KLIS berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi siswanya dan lingkungan yang baik. Kurikulum KLIS dipilih Kurikulum bertarap standar Internasional tetapi berbasis Agama Islam. Dua hal ini akan memberikan dampak pada lulusan KLIS yang hebat dalam bidang akademik dan disisi agama juga hebat dan mumpuni dalam bidang Aqidah, Syariah dan Akhlak.

Untuk Ayah Bunda yang tertarik ingin mengetahui lebih jauh lagu informasi tentang KLIS bisa membaca selengkapnya  di website KLIS  

April 07, 2019

Jadi Wanita Inspiratif Bersama Shopie

April 07, 2019 35 Comments


Hai, Moms, jumpa lagi dengan saya.

Alhamdulillah sudah masuk bulan April lagi, ya, Moms. Kalau di luar negeri lagi mulai musim semi nih. Kalau di Bogor, lagi musim hujan moms, pagi cerah ceria, nanti sekitar pukul 2 siang, hujan deres deh. Sekarang juga lagi hujan, moms di sini, dinginnn ^_^

Ngomongin musim semi, saya pernah mengalaminya waktu tinggal di Jepang, 16 tahun lalu. Sukaaa banget, karena bunga Sakura bermekaran terus kita hanami-an di bawah pohonnya. Hanami itu piknik gitu deh, Moms. Setiap tahun orang Jepang merayakan musim semi dengan duduk duduk di bawah pohon Sakura bersama teman, keluarga dan kolega. Memang menyenangkan! 

Pertama kali saya hanami di deket kampus suami saya, di Udai Nogakubu bersama dengan sensei bahasa Jepang dan teman-teman antar negara, ada yang dari Malaysia, dari Korea dan dari Vietnam. Seneng banget!

hanami di utsunomiya tahun 2002

Kalau di negeri 4 musim, musim semi ditandai dengan bergantinya fashion. Jadi semua baju musim dingin, masuk koper deh atau dibuang (ini cara membuangnya juga rapi banget, sehingga kalau diambil pemulung (kayak saya heuheu) layak pakai banget dan masih bagus bagus gitu, nanti saya bahas kalau sempat ya dan gak lupa).

Dulu saya suka banget gaya fashionnya orang Jepang. eh, alhamdulillah keturutan juga bisa menapak dan tinggal di sini selama 5 tahun.

Nah, berbicara tentang fashion dan trend aksesories perempuan masa kini, baru-baru ini saya diundang Shopie Paris untuk menghadiri peluncuran Katalog Shopie Paris Bulan April 2019. Bertempat di ITC Cibinong, peluncuran Katalog bulan April ini dihadiri oleh member dari Shopie Paris, rekan-rekan media dan mom blogger.

Tahu gak sih, ternyata ITC Cibinong itu jauh, moms dari Bogor. Meskipun letaknya di kabupaten Bogor, jarak menuju ke ITC Cibinong dari Bogor itu ditempuh kurang lebih 1-1,5 jam. Alhamdulillah, perjalanan menyenangkan. Dapat angkot yang mengerti banget perasaan wanita hihihi suka keindahan gitu. Jadi angkotnya ini bagus banget, udah di make-over. Kursinya terawat baik, ruangan lega, lantai bersih dan ada multimedianya pula. Jadi berasa naik angkot VIP hihihi

Oiya moms, kalau mau ke ITC Cibinong dari Bogor naik angkot berwarna biru nomor 08, ongkosnya murah meriah banget, sekitar Rp8000 sahaja. Cuman ya gitu deh, kalau nak angkot kudu sabar. Sebab banyak berhentinya. Syukur-syukur moms ketemu sama angkot VIP ini, jadi gak bosen di jalan hehehe

Kembali ke event ...

Jujur, saya baru banget ikutan acaranya Shopie Paris. Memang sih brand ini sudah ada sejak lama ya, di Indonesia itu mulai happening sejak tahun 2010. 

FYI, Moms,  ini adalah informasi tentang Shopie Paris yang saya kutip dari wikipedia,  Sophie Paris adalah sebuah Online to Offline Social Shopping Platform yang menawarkan produk eksklusif berdesain Prancis. Perusahaan ini mendistribusikan tas, aksesori mode, dan kosmetik dengan metode penjualan langsung, berbasis MLM. 

Tapi, jangan salah sangka ya, Moms, meskipun namanya ada Paris-nya, tapi produk Shopie Paris ini bukan dari Paris Prancis ya, bukan pula produk KW.  Shopie Paris harganya terjangkau karena Shopie Paris ini produksi dalam negeri. 

Oh, ya? 

Ih jangan heran lah moms, produk Shopie Martin ini diproduksi di Indonesia, lho. Keren yaa. 

Shopie Paris tak hanya menjual tas sahaja, tetapi sekarang produknya merambah hingga kosmetik, aksesories seperti jam tangan, juga busana pria dan wanita.


saya dan koleksi terbaru Shopie di katalog Shopie Paris April 2019. jam tangannya cakep deh.
Waktu Shopie Paris pertama kali ada di Indonesia, saya sudah hijrah ke negeri jiran. Jadi beneran gak terlalu mengikuti perkembangannya.

Dan, ketika tanggal 30 Maret lalu saya bertemu dengan brand ini lagi, Shopie Paris sudah mengalami perkembangan yang luar biasa pesat sekali. Malah telah menjadi salah satu bisnis rumahan bagi ibu rumah tangga dan mahasiswa yang menginginkan penghasilan sampingan yang dilakukan secara freelance.

Acara peluncuran Katalog Shopie Paris bulan April ini, dilaksanakan pada pukul 2 siang. Sayangnya saya telat huhu ya itulah naik angkot banyak berhentinya. Saya baru sampai tempat acara sekitar pukul 2.30 siang. Jadi gak keburu ikutan sambutan pembukaannya. Di tempat acara, ramai ibu-ibu muda dan setengah tua (like me). Seru banget karena pas waktu itu digelar fashion show.


pagelaran busana Shopie (doc. www.sriwidiyastuti.com)
Ada 3 orang peragawati dan 2 orang peragawan yang memperagakan tas Shopie Paris terbaru. Model tasnya cakep-cakep dan simple. Ringan juga bahannya, cocok banget untuk yang aktif dan suka produk yang fashionable.

Setelah acara fashion show, acara puncak, yaitu pengumuman pemenang quiz yang dilaksanakan oleh Shopie Paris untuk kalangan membernya. Kebanyakan mereka adalah ibu-ibu muda yang berhasil dalam bisnis bersama Shopie Paris. Kemudian acara ditutup dengan berfoto bersama.


Member shopie 
Di akhir acara, setelah foto bersama, saya pulang membawa goodie bag cantik dari Shopie Paris.  Langsung deh berfoto bareng sama momblogger.

Ihiy ... pulang pulang bawa goodie bag cantik. Macam mama sosialita hehhe
Isinya, banyak banget, ada tas, dompet dan alat kecantikan. Alhamdulillah kepake banget ke acara undangan pernikahan keponakan tetangga. Tas Shopie Paris berwarna cantik, pink dan dompet Tourah berwarna merah marun.

Pergi ke undangan pakai tas baru dong ^_^
Tas yang saya pegang ini namanya Candelaria. Sedang promo lho, moms. dari harga Rp229.900 menjadi Rp159.000 saja. Ukurannya 28x8x16 cm. Warnanya pink cantik.


Dompet baru nih, moms, cakep kannn ..

Dompet di tangan saya itu namanya Tourah, ukuran 19,5 x 2.5 x 10 cm. Ini dompet cantik juga sedang ada promo diskon moms, dari harga Rp159.900 menjadi hanya Rp98.900 saja. Ih, murah banget ya. Kalau tertarik, boleh lho ceki-ceki katalog onlinenya di webnya Shopie Paris.

Ada kosmetika juga dari Shopie Paris, jadi milik si kakak. Kebetulan saya enggak dandan orangnya. Si kakak, sulung saya itu, seneng banget. karena isinya ada pinsil alis, bedak tabur (loose powder) warna natural dan Iris, hand body lotion.

Tentang Katalog Shopie Paris Bulan April 2019

Tema Katalog Shopie Paris bulan April 2019 adalah "Jadi Sosok Wanita Inspiratif bersama Shopie".

Bulan April identik dengan peringatan hari lahir tokoh spesial bagi wanita Indonesia, yaitu ibu kita R.A. Kartini. Untuk merayakan Hari Kartini, Shopie Paris mengundang wanita-wanita hebat yang tak hanya mengubah hidupnya bersama Shopie tapi juga patut menjadi ikon Kartini masa kini.

Walapun hadir dengan kisah yang berbeda, kelima wanita ini memiliki tujuan yang sama, yaitu menjadi wanita mandiri dan mewujudkan mimpi-mimpinya bersama Sophie. Di dalam katalog ini mereka membagikan sepotong cerita dan tips sekaligus mempresentasikan style masing-masing yang bisa menjadi inspirasi gaya semua wanita.

Saya sudah membaca kisah kelima wanita hebat ini. Salut banget dengan pencapaian mereka. Ada yang berhasil berbisnis Shopie Martin sejak dia berusia 16 tahun, dan sekarang berusia 19 tahun. Selama 3 tahun ia telah membersamai Shopie Paris dan sukses bersamanya. Juara kontes Shopie Paris pula. Dia adalah Mela Oktapiani.

Selain Mela, ada Ernawati, wanita berusia 32 tahun ini telah 8 tahun bersama Shopie, kemudian ada Mayasari (23 tahun), baru setahun merintis bisnis Shopie. Nita Sumiati 27 tahun, yang telah 5 tahun bersama Shopie dan Eti Susilawati (34 tahun), seorang single parent yang telah membersamai Shopie selama 8 tahun.

Mereka ini adalah wanita-wanita muda yang mandiri dan sukses dalam berbisnis. Kuncinya sukses berbisnis Shopie menurut Nita Sumiati adalah dengan memperbesar komunitas Shopie.

Yup, berbisnis dimana pun, jika kita tidak punya komunitas, tidak punya teman, bisnis akan mandeg dan tentu saja jadi tidak berkembang. Komunitas ini penting banget sehingga tak hanya jadi ajang silaturahim, tapi juga sebagai wadah sharing dan membuka pintu rejeki.

Saya sendiri ingin berbisnis dari rumah yang sesuai dengan passion saya dan sesuai dengan kebutuhan saya sebagai ibu dan seorang wanita. Jadi pengen bergabung dengan Shopie Paris.

Kalau, Moms, bagaimana? Siap berbisnis yang sesuai dengan passion?

March 20, 2019

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

March 20, 2019 120 Comments

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...

Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal ini akan meningkatkan kemampuannya dalam belajar. Dannn ..anak-anak jadi makannya semangat dan banyak!

Seneng lihat anak-anak makannya banyak, ini waktu si kakak dan teteh kecil, makan di sushi-tei. Liat tuh makannya segut banget heuheu

Banyak faktor yang memengaruhi hilangnya tradisi baik ini, kesibukan kedua orang tua, peraturan yang longgar sehingga anak-anak bisa makan dimana-mana, di ruang tivi, di sofa ruang tamu, di lantai dll. Atau sebab lain, karena setiap keluarga tentu punya alasannya masing-masing ya.

Setelah saya renungkan, bener juga itu artikel, duh seperti sedang dijewer sayatu. Jadi sebelum semua menjadi kebiasaan buruk dan tidak bisa diperbaiki, mumpung anak-anak masih kecil, saya pun membuat peraturan di rumah. Makan harus di meja makan!

Makan di klinik saat uminya abis lahiran si abang. Semangat banget makan barengan di meja. Sambil cerita-cerita.
Sekarang saya mencoba menghidupkan kembali tradisi makan bersama di meja makan. Memang tidak mudah mendisiplinkan diri dan anak-anak, karena sebelumnya kita longgar dengan peraturan di rumah. Makan boleh dimana saja. Anak-anak pun mudah teralihkan fokusnya dengan hal lain. Misalnya, gadget, televisi, buku dan lain-lain. Hal ini bisa dilakukan dengan kesepakatan bersama. Jam makan, makan di meja makan.

Ada beberapa cara yang saya lakukan untuk membuat anak-anak taat pada peraturan makan di meja makan.

1. Saya mengubah tata letak meja makan di rumah saya.

Meja makan saya letakkan di ruangan yang sama dengan meja belajar mereka. Dimana di ruangan itu ada multimedia, anak-anak bisa menonton film kesukaannya juga di situ, selepas makan. Jadi pas jam makan, film dipause dulu. Kalau sudah makan dilanjutkan lagi.


pengen punya meja makan seperti ini dan rumah yang seluas dan sebersih ini, kapan yaaa?

2. Menyediakan makanan saat jam makan tiba.

Salah satu cara yang saya lakukan adalah dengan mencoba disiplin menyediakan makanan saat jam makan tiba. Jadi kan anak-anak semuanya ngumpul (karena udah kelaperan hihihi). Alhamdulillah, cara ini lumayan berhasil. Konsekuensinya, saya  harus teratur memasak untuk keluarga. Untuk ide masakan, saya kadang menu seingetnya, by request anak-anak atau mencarinya di buku masak. (lap kerimget hihihi)

Dalam kegiatan makan bersama di meja makan ini, banyak cerita yang saya dengar dari anak-anak. Atau saya yang menceritakan kisah masa kecil saya sampai mereka terpingkal-pingkal karena merasa lucu. Sebenernya saya ingin menyentuh hati mereka lewat storytelling, bagaimana anak anak zaman dahulu bermainnya asyik banget di luar rumah, tanpa gadget tapi mampu dan berhasil di masa depan.

makan bersama itu menyenagkan, bisa cerita apa saja saat ini
Diskusi paling menarik adalah menceritakan bagaimana bahan makanan sampai di rumah. Proses-proses yang begitu sangat menarik untuk dibahas. Dan saya selalu tertarik untuk menyadarkan anak-anak yang suka memilih-milih makanan atau enggan menghabiskan makanannya. Bersyukur dengan makanan yang ada dan memunculkan empati kepada orang-orang yang kekurangan makanan.

Lewat makan bersama banyak hal yang bisa dilakukan, dari mulai diskusi ringan sampai mendengarkan curhatan mereka. Eh kadang emaknya juga suka curhat sih ^_^

Pernah si sulung bertanya, "Umi katanya gak bisa masak, kok sekarang bisa masak?"

Saya sampaikan kepada si sulung, begini:"Kak, ini yang namanya kompetensi. Jika kita tidak memiliki potensi sebagai ahli masak, karena sudah menjadi tugas seorang ibu menyediakan masakan lezat bergizi kepada keluarga, maka Umi mengerahkan segala daya dan upaya untuk menjadi seorang ahli masak. Potensi yang tadinya tidak muncul, maka lambat laun akan muncul karena dilatih setiap hari. Begitulah jalan seseorang yang ingin meningkatkan kompetensinya. Ia melakukan latihan berulang-ulang hingga mendekati expert!"

Si kakak mengangguk-angguk. Semoga ia mengerti, bahwa menjadi seorang ibu itu tugasnya banyak. Ratu keluarga, manajer keluarga, ahli keuangan, dokter keluarga, konsultan pendidikan dan ahli masak dong hehhee

Saya belum jadi ahli masak sih, masih terus belajar. Lagipula, sekarang apa-apa kan semakin mudah, ya. Bumbu masak juga banyak yang instan, jadi tidak perlu takut, mengalami kegagalan dalam memasak.

Saya paling suka masak Sup, anak-anak juga suka sup buatan saya. Saya mendapatkan resepnya dari mama saya. Tapi, ya gitu deh, sekarang saya mencari praktisnya saja. Meminimalisir mengulek bumbu, andalan saya adalah memberikan cita rasa kepada masakan yang saya buat dengan menambahkan bumbu masak instan yang beredar dipasaran.

Saya menambahkan Masako, bumbu penyedap masak pada masakan saya. Masako sekarang hadir dengan resep baru, menghasilkan kaldu yang lebih lezat dengan  rasa asin dan gurih yang pas. Masako dibuat dengan daging dan bahan alami pilihan. Banyak dijual di toko, di pasar atau warung dekat rumah. Harganya pun terjangkau, serencengan isi 12 sachet  ukuran 10 gram, hanya Rp5000.


Masako, bumbu penyedap masak, menambah rasa gurih yang pas dalam masakan saya ^_^
Mungkin ada yang penasaran dengan menu masakan yang sederhana di rumah saya. Boleh .. boleh .. saya share di sini yaa :-)

Anak-anak saya suka banget makan sup, baik itu sup ayam maupun sup daging. Tapi yang daging sapi memang gak sesering sup ayam. Alasan anak-anak karena males mengunyah daging sapi. Saya coba siasati dengan mengambil daging tetelan (daging yang ada lemaknya) dan dipotong kecil-kecil sebagai kaldu dikuahnya. Resep sup daging saya dapatkan dari almarhumah mama saya. Saya suka sup mama saya dan alhamdulillah anak saya juga suka sup buatan saya. Moga menjadi amal jariyah untuk mama karena saya share di sini. Ammin 

Fakta Kesehatan Daging Sapi

Daging sapi banyak manfaatnya untuk tubuh kita, apalagi bagi anak-anak dimasa pertumbuhan. Daging sapi mengandung lemak, zat besi, zinc dan vitamin B. Lemak berperan dalam melindungi organ-organ dalam tubuh. Zat besi berfungsi untuk perkembangan maksimal otak. Zinz atau seng diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sementara itu vitamin B untuk memperkuat fungsi syaraf, daya ingat dan konsentrasi. Ini yang sering saya sampaikan kepada anak-anak, agar mereka tidak memilih-milih makananan.


Resep Sup Daging Tetelan

Bahan:
250 gr daging sapi tetelan
1 genggam wortel, potong menurut selera
1 genggam buncis, potong menurut selera
1 buah kentang, potong dadu
bawang daun dan seledri secukupnya
5 buah bawang merah iris tipis, goreng menjadi bawang goreng.
2 sachet Masako bumbu penyedap masak rasa daging sapi





Cara membuatnya:
1. Rebus daging sapi tetelan dalam air yang mendidih sampai daging empuk.
2. Masukan wortel, masak sekitar 10 menit.
3. Masukan kentang, masak sekitar 7 menit.
4. Masukan bawang daun, seledri dan buncis, masak sekitar 1 menit.
5. Masukan Masako bumbu penyedap masak sebanyak 2 sachet. Aduk rata.
6. Matikan api, taburi dengan bawang goreng.
7. Sajikan selagi hangat.

sup daging tetalan dengan Masako bumbu penyedap masak yang menyelerakan rasa 

Nak, Moms, resep kedua ini, tumis daging sapi iris dengan sayur pokcoy. Anak-anak gak begitu suka sayuran kecuali brokoli, wortel, kentang, buncis yang dibuat sup. Nah, agar anak-anak juga merasakan enaknya makan daging sapi irish/filet dengan sayuran, maka saya perkenalkan pokcoy. Sayuran pokcoy ini masih saudaranya sawi putih dan sawi hijau, tapi rasanya lebih enak dibandingkan sawi hijau, tidak pahit.

Alhamdulillah masih ada yang suka ada yang enggak sih. Tapi Saki suka. Apalagi dengan ditambah dengan Masako, rasanya sedap dan gurihnya pas.

Fakta Kesehatan Sayur-sayuran Hijau

Sayuran merupakan salah satu bahan pokok makanan utama karena kandungan nutrisinya yang baik bagi tubuh. Manfaat sayuran hijau antara lain: kaya akan zat antioksidan, Klorofilnya mencegah kanker, sumber zat besi, sumber mineral, cara alami cuci darah, sumber vitamin, melancarkan pencernaan, menurunkan berat badan, dan mempercantik kulit.



Resep Tumis Daging Sapi Iris Pokcoy

Bahan:
250 gr daging sapi has dalam (filet)
1 butir putih telur
3 sdm aci atau tepung sagu
100 ml air
1 sdm kecap manis
2 sdm saus tiram
3 butir bawang putih, cincang halus
3 sdm minyak untuk menumis
3 ikat pokcoy
seledri secukupnya
1 sachet Masako rasa daging Sapi




Cara membuatnya:
1. Masukan daging filet ke dalam telur putih, lalu gulingkan tipis-tipis dalam tepung aci. sisihkan.
2. Panaskan wajan, masukan minyak goreng dan tumis bawang putih. Api kecil ya.
3. Masukan daging, masak hingga matang.
4. Masukan air, saus tiram, kecap manis dan Masako. Aduk rata, masak hingga daging lunak.
5. Tambahkan pokcoy dan seledri, masak sebentar sambil diaduk rata. Matikan kompor. Sajikan selagi hangat.




Sup cocok banget dimakan saat ini, musim hujan, udara dingin, makan yang cair dan hangat bisa menghangatkan badan. Apalagi yang lagi gak enak badan, hidung meler, makan sup bisa memberikan rasa hangat dan mempercepat recovery. Kadang saya tambahkan buah pala, tapi kemarin itu kelupaan hihihi tapi alhamdulillah dengan menambahkan Masako dalam sup, rasanya tetap sedap dan lezat!

Itulah Moms, cara yang saya lakukan agar tradisi makan di meja makan kembali lagi di rumah. Agar ikatan hati kami selalu bertaut dan makin sayang dan cinta karena ada cinta di setiap masakan uminya ^_^

Hm .. Moms, kalau di rumah moms, kira-kira menu andalan yang mengikat rasa di meja makan apa saja? Boleh dong share di sini. Terima kasih, yaa  ^_^