Skip to main content

Dakwah Bil Qolam, IKMI Johor Melahirkan FLP wilayah Johor

“Nun. Demi Pena dan apa yang mereka tuliskan”. Telah dilaksanakan Training Penulis Cerdas pada hari Ahad (27/03/2011) di Dewan Masjid Taman Universiti Johor. Acara diselenggarakan atas kerjasama Bidang media Ikatan Keluarga Muslim Indonesia (IKMI) dan Forum Lingkar Pena (FLP) wilayah Malaysia. Hadir dalam training ini 100 orang peserta yang sebagian besarnya adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Tujuan dilaksanakan acara ini adalah untuk mengasah kemampuan peserta agar bisa menjadi penulis yang dapat mendakwahkan Islam lewat qolam (pena). Ketua IKMI, Dedi Triawan Suprayogi mengatakan,    bahwa munculnya acara ini karena terilhami oleh suksesnya TKI di Hongkong dalam bidang Jurnalistik dan meyakini TKI di Johor Malaysia juga bisa melakukan hal yang sama.


Training sehari penuh (One Day Training) tersebut menghadirkan narasumber dari FLP wilayah Malaysia,   Alwi Alatas. Sebagai narasumber tunggal, Alwi Alatas memotivasi peserta bahwa menulis sudah mulai dilakukan orang sejak zaman purbakala, menurutnya jika ada orang yang mengaku tidak bisa menulis berarti bisa dikategorikan orang purbakala.
Menurut beliau ada 4 syarat bagi penulis pemula yaitu : pertama yakin semua orang bisa menulis, kedua banyak membaca, ketiga terus belajar dari penulis dan karya-karya besar yang ada, keempat mulai menulis apa saja yang ingin ditulis.

Peserta terlihat antusias mengikuti penjelasan dari pemateri. Pada sesi terakhir seluruh peserta diminta untuk membuat tulisan. Mendadak ruangan menjadi hening karena semua peserta tenggelam dengan pikiran masing-masing untuk menghasilkan tulisan mereka yang terbaik. Semangat mereka luar biasa sekali, walaupun sebagian besar peserta adalah peserta yang awam dengan dunia kepenulisan. Selain TKI, acara ini juga diikuti oleh beberapa ibu rumah tangga dan mahasiswa.


Acara ini juga membidani lahirnya FLP wilayah Johor dengan ketua terpilih Sri Widiyastuti. Beliau berharap FLP wilayah Johor  bisa berpartisipasi dalam perubahan umat lewat dakwah bil qolam dan menghasilkan karya-karya terbaik untuk ummat. (©Bid. media IKMI Johor Malaysia).
*Sumber Islamedia, ditayangkan tanggal 29/3/2011 

Comments

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…