Skip to main content

[INFO LOMBA] REPUBLIKA - Lomba Menulis Traveling "Eksplorasi Indonesia, Eksplorasi Dunia"


Buat penyuka dan penggila traveling, ini momentum kamu semua! Republika menggelar Lomba Nulis Traveling, terbuka untuk umum. Tema tidak dibatasi, di mana pun dan ke mana pun kamu traveling, tulis aja!

Ketentuan teknis dan syaratnya:



Periode lomba: Juni - Desember 2012

Ada dua kategori:


1. Lomba Tulis jalan-jalan dalam negeri
2. Lomba tulis jalan-jalan luar negeri

Syarat:

1. Tulisan original, tidak pernah dimuat di media massa dan media internal perusahaan atau lembaga.

2. Tulisan harus dilengkapi foto-foto terkait yang original hasil foto sendiri

3. Tulisan harus memenuhi kriteria penulisan traveling yang ditetapkan.

4. Tulisan harus memiliki keunikan, kekhasan dan menyampaikan nilai-nilai/ cerita-cerita menarik.

5. Tulisan harus dilengkapi dengan guideline tentang:

a. tempat-tempat menarik

b. makanan/ kuliner

c. biaya perjalanan

d. biaya akomodasi

e. biaya selama di tempat wisata. total biaya yang diperlukan dengan hitungan hari perjalanan. souvenir dan oleh2 khas.
f.  how to get there.

6. Tulisan jalan-jalan mencakup semua jenis perjalanan wisata, umum dan religi

7. Lomba ini tidak berlaku bagi seluruh karyawan Republika dan keluarga.

8. Panjang tulisan minimal 15.000 karakter, maksimal 25.000 karakter.

9. Jumlah foto minimal 10 foto original dengan gambar berbeda.

10. Penulis boleh mengirimkan lebih dari satu tulisan.

11. Keputusan juri tetap dan tidak dapat diganggu gugat.

Pemuatan di Leisure:
Tulisan peserta lomba yang dianggap memenuhi kriteria akan terlebih dahulu dimuat di rubrik jalan-jalan Leisure setiap Selasa.

Buku
hasil tulisan akan dibukukan yang bersifat tematik.

Kirim tulisan plus foto original kamu ke:

Panitia Lomba Nulis Traveling Republika

Jalan Warung Buncit 37 Jakarta Selatan

email: leisure@rol.republika.co.id

Facebook: Republika Koran


Rebut hadiah puluhan juta rupiah dan hadiah hiburan!

Comments

Post a Comment

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @tutiarien

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…