Resolusiku Tahun 2022 dan Pencapaianku Tahun 2021

53 comments

Resolusiku tahun 2022 dan pencapaianku tahun 2021. Hai, Moms, assalamu'alaikum! Biasanya tahun baru, pertanyaan yang sering ditanyakan itu cuma dua hal;  apa resolusi 2022 dan apa pencapaian 2021? Dan biasanya saya jawab dengan senyum aja. Sebab, saya tahu diri. Kadang resolusi yang sering saya rencanakan setiap tahunnya tidak 100 persen tercapai.

Namun ada yang  selalu saya syukuri di awal tahun, yaitu alhamdulillah saya dan keluarga  memasuki tahun 2022 dalam kondisi sehat dan bahagia. Itu yang terpenting menurutku. Secara, 2 tahun ini - 2020-2021- rasanya menjadi tahun yang teramat berduka karena pandemi belum juga usai.

Namun meski pun tahun penuh duka tetapi banyak juga kabar baiknya, kan, ya. Selama di rumah saja, bonding bersama keluarga semakin erat, gak ada kelas onffline karena PSBB lanjut PPKM namun tetap banyak kelas-kelas online untuk meningkatkan berbagai keterampilan yang berhubungan dengan content creator, kelas public speaking, kelas canva, kelas menulis, kelas parenting dan lain-lain. Dari yang tadinya suka bingung kalau mau ikutan kelas karena jaraknya jauh, sekarang semakin dekat karena bisa dilakukan di rumah lewat perangkat komputer.

Iya, saya sadari banyak sekali kemudahan di tahun 2021. Ketika saya tidak bisa melakukan aktivitas lainnya di luar rumah, namun saya bisa meningkatkan kompetensi diri dengan belajar lewat media online. 

Hasilnya, ada berapa sertifikat yang berhasil saya kumpulkan selama tahun 2021? Woho, alhamdulillah tahun 2021 berhasil mengumpulkan 18 sertifikat dalam kegiatan kelas online berupa webinar pelatihan dan juga webinar pendidikan. Dari 18 sertifikat itu, ada di antara saya diberi sertifikat karena menjadi narasumber baik kelas webinar maupun kelas pelatihan menulis.

Resolusi 2022 dan apa pencapaian 2021

Resolusi 2022 dan Pencapaian Tahun 2021

Jadi apa pencapaian yang diraih pada tahun 2021? Apakah sesuai dengan resolusi tahun 2021? Hmm.. saya agak kesulitan juga untuk menjawabnya, nih. Karena jujur, pada tahun 2021, target saya tahun 2021, hidup bahagia bersama keluarga, sehat wal afiat, lulus kuliah dan di wisuda. Itu aja.

Alhamdulillah, syukur pada Allah, pencapaian tahun 2021 tercapai. Tahun 2021 saya memang ingin fokus menyelesaikan tesis yang tertunda selama 1 semester karena pandemi yang mencapai puncaknya di tahun 2020. jadi beneran digenjot di akhir tahun 2020 agar saya bisa sidang tesis awal tahun 2021. Meski akhirnya saya harus menunggu teman-teman yang belum selesai, karena sidang tesis tidak bisa dilakukan sendiri, harus ada temannya minimal 3 orang, alhamdulillah, terlaksana juga tanggal 27 Februari 2021. 

Kaleidoskop Pencapaianku Tahun 2021

Baiklah, mari kita susuri perjalananku selama 2021. Semoga ini menjadi evaluasi sekaligus semangat bagi saya untuk lebih baik lagi di tahun 2022.

Januari

Tanggal 13 Januari 2021 adalah moment hari pertama saya keluar rumah. Setelah selama tahun 2020 saya di rumah saja bersama anak-anak, akhirnya mau tidak mau, saya harus keluar rumah juga. 

resolusiku tahun 2022
saya pertama kali keluar rumah untuk bertemu dosen pembimbing (sumber instagram tutiarien)
 Waktu itu, saya harus bimbingan tesis dengan pembimbing II karena beliau tidak begitu suka dengan bimbingan lewat online. Harus ketemu! Saya dan pak dosen pembimbing II bertemu di kampus UIKA Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat. 

Agak bingung juga saya, secara saya kuliah di UIKA biasanya langsung aja ke kelas di gedung Pascasarjana. Letaknya di belakang fakultasnya suami, Fakultas Teknik dan Sains UIKA. Karena kuliah biasanya sore hari, jadi saya tidak pernah kepikiran untuk eksplore kampus. Jadilah agak keder juga harus keluar rumah pertama kali di waktu pandemi. Harus cari-cari fakultas baru. Harus cari kantornya bapak pembimbing. Mana tidak ada barengannya pula. Komplit dah.

Alhamdulillah setelah nanya-nanya ke petugas dan admin prodi saya, ketemu juga tuh kantornya Pak Abdul Madjid, Dosen Pembimbign II. Ketika itu, karena saya datangnya kesiangan, gara-gara gak tahu letak FIKES. Akhirnya saya harus menunggu beliau memberi kuliah dulu, baru saya bimbingan.

Setelah saya bimbingan sendiri, selanjutnya alhamdulillah ada teman yang menemani juga akhirnya. Jadi tidak keder lagi kalau bimbingan salah tempat. Apalagi bapak itu sibuk dan kadang tempat bimbingannya juga sesuai di mana beliau sedang mengajar. Jadi emang kudu barengan, biar gak manyun menunggu beliau hehhe

Februari

Alhamdulillah, finally, pada bulan ini, tanggal 13 Februari 2021 saya ujian tesis terbuka. Bentuk kegiatannya seminar hasil penelitian. Lumayan deg-degan juga karena ternyata dari hasil seminar, beberapa bagian tesis saya harus diubah, di antaranya metodologi penelitian yang berarti harus menambah sample penelitian juga. Saya diberi waktu 2 minggu untuk merevisi.

Jujur saya sangat tertekan waktu itu. Beneran waktu 2 minggu itu (10 hari) waktu yang sangat berharga bagi saya. Setiap hari saya hanya tidur selama 2-4 jam untuk menyelesaikan tesis ini. Siang hari saya konsultasi intensif dengan pmbimbing I via telpon dan chat WA. Saya juga melakukan wawancara kepada narasumber utama untuk mendapatkan data yang lebih signifikan mengenai penelitian saya.  Lalu di malam hari saya menulis laporannya dan melakukan olah data penelitian.

Sepuluh hari yang membuat saya jungkir balik karena selain saya harus menyelesaikan tesis agar dapat mengikuti sidang, juga harus tetap menemani anak-anak belajar, memasak, mengurus rumah mah udah merem aja deh haha alhamdulillah anak anak sangat membantu sekali ketika emaknya repot kayak begitu, mereka mau menemani Saki bermain, belajar dan kadang mereka membuat cemilan sendiri. 

Dan alhamdulillah tanggal 27 Februari, saya dinyatakan lulus Cum Laude dan mendapatkan nilai tertinggi di antara teman-teman yang sidang tesis bersama saya. Alhamdulillah usaha tidak pernah mengkhianati hasil, ya.Itu juga yang saya yakini. Kisah saya,  ibu rumah tangga berjibaku raih gelar master sudah saya tulis juga lho.

Bersyukur pada Allah saya bisa melewati tantangan menyelesaikan tesis dengan baik. Tidak ada revisi primer, semuanya revisi minor, sehingga saya bisa tenang pasca sidang tesis. 

Sayangnya wisuda sudah lewat pada awal bulan Februari, sehingga saya harus menunggu masa wisuda selama hampir 9 bulan, karena wisuda berikutnya pada bulan November 2021.

Maret 

Bulan Maret, saya mendampingi si Bujang untuk pemotretan foto buku tahunan.Ini kali kedua anak ketiga saya keluar rumah. Pada hari sebelumnya dia pemotretan juga di sekolahnya untuk foto ijazah. Lalu  berikutnya saya dampingi pemotretan untuk foto buku tahunan.

pencapaianku tahun 2021
saya dan si Abang, anak nomor3, antre pemotretan (sumber: instagram tutiarien)
 Karena pandemi Covid-19 masih belum usai, akhirnya perpisahan di sebuah gedung di kota Bogor itu batal. Padahal orang tua sudah membayar lunas biaya perpisahan. 

Dulu sebelumnya saya sudah mewanti-wanti panitia. Pandemi belum berakhir, jadi enggak usahlah perpisahan di gedung segala, pasti akan berakhir seperti ini, kan. Alhamdulillah sebagian uang perpisahan sudah dikembalikan. Sisanya untuk melakukan pemotretan buku tahuhan itu.

Tema kelas anakku waktu itu Street Wear, pakaian untuk sehari-hari gitu deh. Katanya supaya hemat, enggak perlu beli baju baru. Ah, bener juga ya ini anak-anak. Beneran tahu deh kegalauan emaknya, kalau beli property lagi, mayan juga, yaa. hehe

Jadi inilah fotonya si Abang dengan  buku tahunannya. Bagus juga ya seperti majalah. Ini si Abang difoto bersama dengan wali kelas 3 SMP. Ketika itu, dia ke sekolah untuk foto ijazah dan foto kebutuhan penyerahan ijazah SMP.

April

Tanggal 6 April saya mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis pertama. Waktu itu saya dan si kakak yang mendapatkan vaksinasi di RS Salak. Sebelumnya Abi yang mendapat jatah vaksinasi dari kampus di Hotel Begawan Bogor. Memang waktu itu vaksinasi dilakukan bertahap, untuk usia lanjut dan usia produktif.

Saya termasuk yang pertama mendapatkan vaksinasi di Bogor. Lumayan sepi waktu itu dan teratur. Dibandingkan setelahnya. Ketika anak saya yang berusia 12-17 tahun vaksinasi, ramai dan penuh sekali. Agak krodit juga waktu itu karena dilakukan massal. Pesertanya sampai mengantre sampai ke jalan besar.

Tanggal 9 April, saya diminta menjadi narasumber untuk program Ngobrol Berfaedah yang digagas oleh temanku, Ibu guru Rima. Temanya Kiat meningkatkan Literasi pada Anak yang disiarkan langsung lewat Live Instagramnya.

Ini adalah kali pertama saya diajak kolab Live IG. Jadi agak-agak keder juga, grogi hihihi alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar. Meski kegiatan ini hanya dilakukan 1 jam saja, alhamdulillah menjadi pengalaman berharga sekali untukku. 

Tanggal 12 April, alhamdulillah, sudah memasuki bulan Puasa. Di bulan puasa tahun 2021, kami juga melakukan shalat tarawih di dalam rumah. Abi yang menjadi imamnya. Kami sudah melakukan rutinitas tilawah bareng dan membaca al matsurat bersama-sama setelah shalat Subuh. Rutinitas ini kami mulai sejak tahun 2020. Dulu niatnya biar pandemi segera usai, tapi lama-lama kebiasaan baik di rumah kami ini menjadikan rumah kami menjadi teduh dan bonding di antara kami semakin erat.

tilawah bareng
Setiap pagi, wirid al matsurat bersama-sama (sumber: instagram tutiarien)

Kebiasaan baik ini alhamdulillah, terus berlanjut hingga hari ini. Shalat berjamaah Subuh, lalu dilanjutkan dengan tilawah Al Qur'an bersama-sama dan membaca doa almatsurat bersama-sama. Dengan tilawah bersama, saya dan suami bisa mengecek bacaan al Qur'an anak-anak. 

Kalau dulu sekalian cek setoran hafalan Al Qur'an juga. Namun karena anak-anak sekolah di rumah, program ini tidak berjalan karena anak-anak harus menyiapkan kelasnya sejak pagi. Jadi akhirnya hafalannya dilakukan setelah shalat maghrib. Sementara itu si Abang mengikuti kelas tahsin online setelah shalat Isya. 

Tanggal 19 April, alhamdulillah, saya masih diberi umur panjang sehingga masih bisa berkarya dan produtif bersama anak-anak. Usia memang sekadar angka. Namun di dalamnya juga tersirat bahwa "inget umur!" untuk selalu ingat bahwa usia manusia itu misteri. Makanya harus banyak mawas diri dan lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah. Sinyal jangan sampai lupa pada bekal akhirat. 

May

Tanggal 6 Mei saya mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis kedua. Alhamdulillah akhirnya lengkap sudah vaksinasi untuk menguatkan kekebalan tubuh dari penyakit yang disebabkan oleh virus Corona. 

Lalu, alhamdulillah lebaran pun tiba. Lebaran tahun ini, kami masih di rumah saja. Shalat idul fitri juga masih dilakukan di rumah seperti tahun lalu. Kemudian silaturahim bersama keluarga lewat zoom meeting. Alhamdulillah meski masih dengan online tapi masih bisa bertatap muka dengan wajah yang berseri-seri.

Di akhir bulan Mei, saya mendampingi Saki mengikuti kelas yang diadakan oleh Kreasa. Alhamdulillah Saki suka sekali bisa mengikuti kelas ini dan saya pun mendapatkan ide untuk menstimulasi motorik dan kognitif selama di rumah saja. 

July

Tanggal 3 Juli, saya menjadi jaksa di pengadilan penulis yang diselenggarakan oleh FLP Wilayah Jawa Barat. Ini bedah buku terunik yang saya ikuti selama hidup saya. Beneran unik dan mengesankan karena buku penulis bukan hanya dibaca kemudian dibedah, datar. Tapi juga diadili sampai kemudian ada vonis dari hakim. 

Tapi tentu saja pengadilan penulis ini tidak semengerikan yang dibayangkan ya. Karena jaksa dan hakimnya baik-baik. Fokus pada bedah bukunya buka personilnya. Tidak seperti para sastrawan papan atas itu ya, mereka membedah buku sampai saling menyindir dengan pedas. Namanya di mensyen pula. Aduh, moga saya tidak pernah kena deh kena sindir atas karya saya. Belum kuat mental saya.

Tanggal 30 Juli saya menjadi narasumber webinar nasional yang diselenggarakan oleh Teknologi Pendidikan UIKA dalam rangka milad UIKA ke-60 tahun. Tema yang diusung waktu itu adalah Mempersiapkan  Anak pada Zamannya. Waktu itu saya menjadi narsum tidak sendiri, ada Bu Ita dari Ummul Quro, Mbak Erminawati, mas Erik dosen UIKA.

Webinar ini dilaksanakan 2 hari, yaitu tanggal 29 dan 30 Juli. Alhamdulillah kegiatan berlangsung lancar. Saya kebagian memaparkan pentingnya peran ibu cerdas dalam pengasuhan anak. Ini adalah pengalaman pertama saya menjadi narsum yang disiarkan secara nasional dan diselenggarakan oleh kampus UIKA. Senang sekali saya terlibat dalam webinar ini. Sehingga pengetahuan saya semakin kaya.

Agustus

Tanggal 21 Agustus saya menjadi narasumber untuk pelatihan menulis kisah inspiratif dengan tema Aku dan Pandemi Covid-19. Pelatihan ini kerjasama antara FLP dengan Nurul Fikri Boarding School Bogor. Goal dari pelaksanaan pelatihan ini adalah menerbitkan buku antologi. 

Pelatihan kisah Inspiratif
saya ketika pelatihan menulis kisah inspiratif (dokumen pribadi)

September

Tanggal 18 September saya menjadi narasumber lanjutan dari pelatihan kerjasama FLP dan NF Boarding School, Bogor.  Kali ini saya memberikan materi mengenai self editing atau swasunting. 

Kabar terakhir, progress dari pelatihan sudah mulai kelihatan bentuk bukunya dan sudah melewati proses editing oleh editor dari sekolah NF. Semoga buku segera dicetak dan diterbitkan, sehingga bisa bermanfaat untuk pembaca buku tersebut. 

Tanggal 25 September, saya menjadi narasumber webinar series ke-4 yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjan Teknologi Pendidikan UIKA Bogor dengan tema Tantangan dan Peluang Teknologi Pendidikan dalam Program Kampus Merdeka. 

Selain saya, hadir dosen favorit saya Bapak Dr. Sigit Wibowo, bu Dr. Hj. Immas Nurhayati, mbak Desy Ayu dan Bu Euis sebagai moderator. 

Di webinar ini saya menyoroti keterampilan abad 21 yang harus dimiliki oleh anak, baik hard skill maupun soft skill. Keterampilan abad 21 ini perlu dipersiapkan agar anak bisa beradaptasi dengan program Belajar Merdeka Kampus Merdeka yang digulirkan. Selain itu juga agar anak mampu mencapai CPL di jenjangnya masing-masing.

Oktober

Tanggal 23 Oktober saya resmi menyandang calon dosen STAI Ummul Quro. Jadi tawaran menjadi dosen ini datang dari Bu Ita, kakak kelas saya di Pascasarjan UIKA. Bu Ika mengajak saya mendaftarkan diri sebagai calon dosen di STAI Ummul Quro.

STAI Ummul Quro ini belum mulai beroperasi dan sedang dalam proses verifikasi oleh Kopertais yang insyaAllah akan diselenggarakan pada tanggal 1 November 2021. 

Selama proses persiapan saya dikumpulkan pada tanggal 29 Oktober untuk diminta komitmennya menjadi dosen di STAI UQ. STAI ini kepanjangan dari Sekolah Tinggi Agama Islam. Salah satu prgram studi yang dibuka adalah Pendidikan Anak Usia Dini sesuai dengan ilmu yang saya timba di Pascasarjana UIKA Bogor.

Jadi selama bulan Oktober dan November saya 2 kali ke STAI UQ untuk mengikuti kegiatan Verifikasi STAI dan calon dosen. Selanjutnya dari verifikasi Kopertais lanjut ke verifikasi BAN-PT. Jika proses ini lancar, maka kemungkinan tahun 2022 SAI UQ akan segera beroperasi dan saya akan memiliki aktivitas baru sebagai dosen. 

Alhamdulillah ala kulli hal.

November

Tanggal 19-21 November, FLP MUNAS ke-5. Alhamdulillah dengan demikian setelah 4 tahun mengemban tugas menjadi sekretaris, akhirnya saya demisioner. Banyak suka dan duka selama saya menjadi sekretaris FLP. Alhamdulillah kalau dihitung, lebih banyak sukanya dibanding dukanya.

Tanggal 23 November alhamdulillah akhirnya saya wisuda. Moment yang ditunggu ini pun akhirnya hadir juga. Alhamdulillah setelah diwisuda akhirnya saya juga memiliki foto keluarga dengan difoto oleh profesional. Biasanya sih foto biasa aja. Foto lebaran dan foto moment diundangan hehe

Tanggal 27 November saya diundang menjadi moderator dalam kegiatan webinar yang diadakan oleh Langkah Guru. Alhamdulillah ini juga menjadi debut pertama saya sebagai moderator. Banyak pengalaman berharga yang saya dapatkan ketika menjadi moderator dalam webinar pendidikan ini. 

Tanggal 30 November, menjadi salah satu keluarga yang dipilih oleh GPBM untuk menjadi contoh praktik baik read a loud kepada anak usia dini. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka perayaan HUT GPMB ke-20 Tahun. 

Alhamdulillah meski kontribusi saya di acara ini kecil sekali, saya sangat bersyukur karena dilibatkan dalam kegiatan ini. Karena akhirnya suami saya bisa terlibat langsung dalam kegiatan literasi yang saya tekuni selama ini. Kegiatan read a loud saya dan keluarga bisa ditonton kembali di streaming youtube GPMB pada menit 2:54.

Desember

 Penghujung tahun 2021, tepatnya tanggal 10 Desember, saya diajak bergabung dengan Yayasan PERAK (Perempuan, Anak dan Keluarga) oleh teman saya, Mbak Wikan, penulis buku Naungan Cinta di Haramain. Yayasan PERAK ini pas banget dengan minat saya, membahas perempuan, keluarga dan anak.

Yayasan PERAK ini semacam lembaga kajian Islam yang mengangkat isu-isu berkenaan dengan perempuan, anak dan keluarga. Nah, insyaAllah tanggal 9 Januari 2022 nanti, Yayasan Perak akan menggelar webinar yang menggelar tema "Penanggulangan Kejahatan Seksual di Indonesia : Antara Idealita dan Realita" (Tinjauan hukum dan studi persepsi konsep seksualitas dan kejahatan seksual pada masyarakat Indonesia).

Bagi teman-teman yang memiliki konsen yang sama dengan kami, yuk, ikutan webinarnya. Isu ini penting agar pelaku kejahatan seksual tak hanya mendapatkan ganjaran atas perbuatannya namun juga terpenting adalah adanya langkah strategis pemerintah dalam penanggulangan kejahatan seksual terutama mengenai penguatan ketahanan keluarga.

Baiklah, itu semua aktivitas saya selama tahun 2021. Semoga hanya kebaikan saja di dalamnya dan menjadi pemberat amal shalihaku di akhirat kelak. aamiin.

Nah, sekarang giliran resolusi 2022 nih. Apa saja, ya, kira-kira?

Resolusi 2022

Jujur, saya tidak ingin muluk-muluk menjalani kehidupan di 2022. Banyak sebenarnya rencana di dalam kepala ini. Hanya saja kuatir tidak terealisasikan saja.

Jadi apa saja resolusiku tahun 2022? Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, semoga Allah memudahkan saya merealisasikan apa yang akan saya lakukan di tahun 2022. 

1. Ingin memperbaiki ibadah terutama kelekatanku kepada Al Qur'an.

Ini masalahku selama ini. Membaca Al Qur'an sudah mulai kendor. Makanya harus dikencengin lagi dengan dijadikan resolusi. One day one juz. Agar bisa isiqomah tilawah AL Qur'an. Semoga ikhtiar ini akan meningkatkan semangat dekat denagn Al Qur'an sehingga Al Qur'an pun mau dekat dengan kita. Mudah megnhafalkannya gitu.

2. Memakai pakaian yang baik selama di rumah (no daster, no baju butut!)

Ini saya terinspirasi oleh kebiasaan guru mengaji saya yang sukses melintir menjadi pengusaha HNI. Jadi setiap hari beliau tidak pernah memakai daster. Awalnya karena suaminya tidak suka dia memakai daster. Akhirnya kebiasaan ini mendarah daging. Apalagi ketika beliau membuka usaha di rumah. Jadi otomatis akan ketemu dengan orang banyak, kan. Sehingga diperlukan performa yang baik, dari segi pakaian dan kondisi rumah. 

Jadi, saya juga ingin sukses juga seperti beliau. Dimulai dari cara berpakaian dulu. Yah, gak perlu pakai jas gitu deh, kayak yang kerja kantoran. Tapi pakai gamis dan jilbab yang cantik agar kalau keluar rumah untuk nyapu halaman enggak disangka bibi hahahaha

Soalnya pernah beberapa kali saya disangka bibi, ibu kost, penjaga rumah, sama pak bro pengirim paket dan pedagang sales ke rumah itu hihihi tapi jadi hiburan juga sih, begitu lihat notifikasi pengiriman, jadi tahu apa yang dipikirkan si abang paket melihat penampakan saya, hadeuhh hihihi

Jadi kepikirian kan, bikin sosial experience, apakah dengan pakaian yang bagus dan layak dipandangan mata pak paket, saya masih dianggap ibu kost, bibi atau penjaga rumah?  Mari ita cobaa!

3. Membuka usaha fashion kecil-kecilan 

Usaha fashion kecil-kecilan ini sesuai dengan passion saya dulu waktu mengambil jurusan Tata Busana. InsyaAllah akan dimulai dengan membuat usaha jilbab katun yang harganya terjangkau untuk kalangan remaja.

4. Membuka kelas menulis dan digital marketing 

kelas ini nantinya kolaborasi dengan anak-anak saya yang sudah beranjak dewasa muda. 

Semoga iktiar ini menjadi salah satu pintu rezeki kami dan juga meningkatkan skill anak-anak untuk bekalnya kelak ketika mereka dewasa.

5. Menerbitkan minimal 1 buku bertema anak, baik buku parenting, buku how to, buku cerita anak dan buku kisah inpiratif.

Resolusi saya tahun 2022 saya buat semudah mungkin dan paling mungkin bisa tercapai. Kadang resolusi banyak-banyak juga kalau tidak bisa dilaksanakan kan, sedih, ya.

Ok, Moms, itu resolusiku tahun 2022 dan pencapaianku tahun 2021. Semoga artikel di awal tahun 2022 ini menjadi semangat bagi saya agar tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Aamiin. 

Semangat, Sri Widiyastuti!

Sri Widiyastuti
Saya ibu rumah tangga dengan 6 orang anak. Pernah tinggal di Jepang dan Malaysia. Isi blog ini sebagian besar bercerita tentang lifestyle, parenting (pengasuhan anak) dan segala sesuatu yang berkaitan dengan keluarga dan perempuan. Untuk kerjasama silakan hubungi saya melalui email: sri.widiyastuti@gmail.com

Related Posts

53 comments

  1. Alhamdulillah seneng bacanya dan memotivasi banget deh, semoga tahun 2022 lebih baik lagi. aamiin.

    ReplyDelete
  2. Wow...keren bunda pencapaian di tahun 2021,banyak kesuksesan yang diraih ya. Kalau saya ada fase dalam kesedihan di tinggal keluarga tercinta untuk selamanya tapi ada kebahagiaan ketika si sulung di terima di perusahaan sesuai dengan passionnya.Semoga di tahun 2022 ini lebih baik ya untuk kita semuanya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selalu ada dua sisi ya kak, ketika kesedihan datang, Tuhan menghibur kita dengan kebahagiaan, turut berduka cita atas kehilangan keluarga tercinta dan turut berbahagia atas pencapaian si sulung diterima di perusahaan sesuai passionnya kak.
      Mari kita saling mendoakan yaa semoga tahun 2022 kita bisa lebih baik dari tahun sebelumnya

      Delete
  3. Aku ikut meng-aamiin-kan resolusi-resolusi mbak di tahun ini. Masya Allah pencapain di 2021 keren banget, aku pribadi belom pernah berani posting resolusi๐Ÿ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mbak Gio, hayuk diposting dong resolusinya. kalau saya ingin mencoba menantang diri, apakah saya bisa disiplin enggak dengan resolusi saya tahun ini.

      Delete
  4. Wah tahun 2021 tahun yang produktif ya mbak. Selamat atas kelulusan cum laude nya. Semoga tahun 2022 lebih berprestasi lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah mbak, berkat Allah juga memberikan kesempatan saya masih bisa beraktivitas meski masih terbatas

      Delete
  5. Barokallah ya Mbk Sri sekarang bisa lebih semangat berkarya usai kuliah ngurus FLP, semangat terus dalam berkarya. Mennati buku anaknya Mbk.

    ReplyDelete
  6. wah banyak sekali pencapaiannya ya, alhamdulillah smeoga tahun 2022 juga semakin banyak pencapaiannya yay kak, dan kita semakin sukses dalam banyak hal dan semua hal.

    ReplyDelete
  7. Ummi Saki aku baru tahu kalau punya kemampuan untuk fashion jadi bisa jahit menjahit gitu ya ? Semoga bisa terwujudnya usahanya ya mba sehingga penuh berkah dan juga sehat selalu dan bahagia di tahun 2022 ini ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jahit untuk keluarga aja sih Ummi hehe, dulu pernah menerima jahitan, tapi sekarang enggak lagi, karena menjahit butuh waktu dan tentu saja benar benar harus dilakukan dengan senang, sekarang saya melakukannya untuk kesenangan diri dulu aja, agar bisa mempertahankan passion. mkasih doanya ummi.

      Delete
  8. Mbaak, masya Allah, ikut bangga, bisa lulus cumlaude. Keren euy masih bersemangat melanjutkan sekolah. Smeoga berkah semua ilmunya dan pencapaiannya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mbak, mohon doanya selalu yaa. amiin.

      Delete
  9. MasyaAllah Tabarakallah 2021 luar biasa Mba Sri. Selamat yah bakal jadi dosen PAUD. Luar biasa perjuangan ngurus tesis. Dapat nilai tertinggi juga. Hebaaaat! Keluarga pasti bangga punya umi sepertimu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ALhamdulillah mama Sid, ini semua karena kemudahan dari ALlah juga.

      Delete
  10. Masyallah,,,
    Jadi ikut termotifasi bacanya bunda...

    Aku setiap ditanya resolusi termasuk orang yg takut tidak bisa merealisasikan dan cuma jadi tulisan
    Tapi kalau kita enggak pernah meniatkan gimana bisa terwujud ya..

    Sehat terus bunda dan semoga resolusinya bisa tercapai semua di tahun ini
    Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya samaa hihihi saya dulu juga begitu. tapi kalau enggak punya resolusi juga jadi enggak ada tantangan. jadi saya akhirnya menantang diri sendiri deh, semoga dimampukan tahun ini aamiin

      semangat kakak. terima kasih doanya. aamin ya rabbal alamin

      Delete
  11. Wah lengkap banget kegiatannya tahun kemarin Mbak. Aku gak pake resolusi apa-apa karena tugas utama urusan rumah dan anak-anak terkondisi dengan baik. Sisanya ya berjalan sesuai rezeki dan takdir hehehe.

    ReplyDelete
  12. MashAllah~
    Selamat atas kelulusannya ya, kak Sri. Meski pernah dituliskan khusus dan aku sudah berkomentar di sana, tapi tetap ikut merasa kagum dan takjub sama kak Sri yang bisa menghadapi segala tantangan di masa-masa seperti itu dengan kuat.

    Boosternya adalah tawa dan kreativitas anak-anak yaa, kak..
    Dan resolusi yang bagus sekali mengenai keluarga nih.. gak pake daster di rumah. Waaa..

    ReplyDelete
  13. Wah kegiatan subuhnya boleh juga tuh mba sri. Saya belum seperti itu masih sholat masing2 dan tilawah masing2. Mau deh nerapin ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul umi Ade, meningkatkan mood booster juga karena setiap pagi dibuka dengan kebaikan bersama

      Delete
  14. tahun 2021 jadi tahun tersibuk ya mbak, jadi narasumber dan berbagi ilmu. Senengnya
    wahh aku juga lagi usaha buat buka usaha fashion kecil-kecilan mbak, lagi nyemangatin diri sendiri juga ini

    ReplyDelete
  15. Luar biasa mbak Sri ini mama sibuk dan produktif. Gak salah deh jadi panutan, terutama soal cara pengasuhan anak. Sukses selalu ya mbak semoga resolusi 2022 tercapai semua. Aamiin.

    ReplyDelete
  16. Masya Allah Mbak, pencapaiannya luar biasa. Di bagian akhirnya kelar S2 dan Cum Laude pula! Keren sekali...selamat, Barakallah untuk ilmunya. Beneran keren , masih juga bisa aktif berkegiatan di FLP dan lainnya, padahal tugan sebagai ibu dan istri juga mesti dijalankan. Inspiratif, semoga ke depan makin sukses ya dan dimudahkan segala urusannya

    ReplyDelete
  17. Dibalik duka pasti ada kabar suka juga ya mbak. Di masa pandemi banyak di rumah tapi justru kita bisa meningkatkan kompetensi diri.
    Resolusi 2022nya semoga banyak pencapaian ya mbak nanti. Keren banget ini mau menerbitkan 1 buku tema anak aku tunggu ya mbak

    ReplyDelete
  18. Kalo lagi suntuk, merasa enggak ngapa-ngapain, bisa baca artikel ini lagi. Bikin mood booster loh Mbak mencatat pencapaian seperti ini secara detail.

    Aku lebih sering mencatat perkembangan anak. Harusnya perkembangan diri juga yah

    ReplyDelete
  19. Barakallah maak keren saya salut banget dengan ibu rumah tangga tapi bisa menyelesaikan kuliah dengan cumlaude pula ๐Ÿ‘๐Ÿ‘.

    Betapa energinya kek mana itu yaa...kereen maak semoga ilmunya bermanfaat bagi orang banyak, bahagia selalu dunia akhirat amin3x

    ReplyDelete
  20. alhamdulillah untuk semua keberhasilan dan pencapaiannya di tahun 2021 mbaaa.. semoga 2022 bawa banyak berkah ya

    ReplyDelete
  21. Resolusi 2022 yang menarik. Daster = NO!

    Aku kayaknya bakalan ikutan oma Tuty Arien kalo yang satu ini. Walau selama ini aku udah jarang pake tapi emang bener, aura "males" bobok ciang itu langsung bet... merayap saat pake daster!

    Resolusi ini aku OKE... bodo amat sama mas Anang, dia kan ga dasteran

    ReplyDelete
  22. Asyik juga ya bikin catatan perjalanan selama setahun yang disusun per bulan gini, jadi enak bacanya. bisa sambil review lagi, setahun lalu udah ngapain aja gitu... Jadi pengin bikin catatan seperti ini juga. Btw, semoga resolusi 2022nya tercapai semua ya mbak. Semangat.

    ReplyDelete
  23. Ya ampun tersadar aku belum bikin resolusi 2022, biasanya aku bikin apa saja yang dicapai tahun sebelumnya dan suka bikin plan jangka pendek dan panjang. Melihat ceritamu ini keren.banget mbak, tetap produktif sebagi ibu rumah tangga.

    ReplyDelete
  24. Aktivitas kak Sri dan pencapaiannya ini bikin semangat.
    Bisa runut menuliskannya karena ditulis di buku diary kah?

    Aku ikutan senang dengan semua limpahan kemudahan dan keberkahan yang tercurah untuk kak Sri dan keluarga.
    Semoga 2022 semakin cemerlang dan nanti tulisannya jelang tahun depan semakin membuncah kebahagiaan dengan banyaknya pencapaian yang diperoleh.

    Barakallahu fiik~

    ReplyDelete
  25. Masyaallah mbak pencapaian nya banyak banget. Aku merasa kebalikannya, hehe. Aku sempat baca yang mbak lulus master dan baru bisa ambil s2 di usia yang ga lagi muda, 42 apa 45 gitu ya. Waktu itu aku mikir, skrg aja lowongan2 dosen ada batas usia. Untuk lulusan s2 rata2 maksimal usia 35 bahkan ada yg maksimal usia 30. Lalu gimana dengan yg baru lulus master di usia 40 an? Dan dari artikel ini terjawab sudah, mbak malah dpt tawaran langsung untuk menjadi dosen. Benar2 ga masuk di akal manusia, kuasa Allah. Salut.

    ReplyDelete
  26. Ini kayak baca kaleidoskop mbak, ada rincian kegiatan di tiap bulannya. Wow 18 sertifikat seminar, dan beberapa di antaranya sebagai narasumber. keren banget mbak.

    Semoga resolusi 2022 bisa tercapai juga ya

    ReplyDelete
  27. Umi Saki aktif sskali. MasyaAllah. Senangnya ya mba jika apa yang dilakukan walau capek apapun insyaAllah jadi ladang pahala. Termasuk kisah perjuangan mba selama kuliah

    ReplyDelete
  28. keren Mba, semoga ilmunya bermanfaat dan apa yang dicita-citakan menjadi terwujud dengan baik yah, berkah ilmunya dan juga berkah hidupnya, aamiin

    ReplyDelete
  29. ya ampun aku banget itu di rumah cuma pakai baju kaos kadang malah daster yang itu2 aja haha tapi enggakbisa rapi banget huhu semoga ke depan semakin sukses ya Mbk Sri.

    ReplyDelete
  30. Baca ini kok ikut senang sama pencapaian-pencapainnya di tahun lalu. Itu bedah buku sampai diadili kok rasanya unik yaaa. Pokoknya selamat ya, Mbak

    Semangat juga buat resolusinya di tahun ini

    ReplyDelete
  31. Wow banyak banget sertifikat yang didapat sepanjang tahun kmrn hehe
    Dan alhamdulillah udah lulus kuliah juga ya mbak...
    Aamiin mbak Sri semoga semua resolusinya tercapai.
    Trus yang kegiatan ngajar jadi dosen apa akan dimulai tahun ini mbak?

    ReplyDelete
  32. Wow selamat Teh sudah sibuk luar biasa, masih bisa menempuh pendidikan Master dan lulus cumlaude pula.. semoga berkah ilmunya aamiin...

    ReplyDelete
  33. Ini ibu jeren banget deh. Di usia yang skrg masih sanggup. Kuliah dan daoat cumlaude. Padahal anak 6, masih ada balita pula. Patit ditiru nih.. Keren dah.

    ReplyDelete
  34. 2021 produktif sekali ya, Mbak, Masya Allah. Kagum aku dengan semangat dan usaha Mbak. Ternyata kesibukan sebagai ibu tak menghalangi perempuan untuk meraih cita-citanya. Sungguh inspiratif dan membanggakan.

    ReplyDelete
  35. Semoga resolusi di tahun 2022 tercapai dengan segala kemudahannya ya kak... Tahun 2022 masih banyak ujian yang harus kita hadapi..tetep semangat pokoknya

    ReplyDelete
  36. Banyak ya mbak, pencapaiannya di tahun 2021. Ternyata meskipun pandemi tidak menghalangi kita untuk berkegiatan yang positif. Semua tergantung bagaimana kita menyikapi. Selamat ya mbak, semoga resolusi di tahun 2022 terwujud.. Aamiin..

    ReplyDelete
  37. semoga di tahun 2022 ini semakin banyak capaian yang terwujud ya mba, terus semangat dan menghasilkan hal-hal yang positif ya mba. aamiinn (ima)

    ReplyDelete
  38. waaah mbaaaa kece pencapaiannya termasuk lanjutin sekolah itu luar biasaaa
    semoga tahun ini lebih kece lagi pencapaiannya dan anak-anak pun sehat berprestasi mba

    ReplyDelete

Post a Comment

iframe komentar