Skip to main content

Ibu Hamil Flying Fox, Aman Tidak?

Ibu hamil main flying fox?

Ah yang bener aja lagi? Enggak takut keguguran apa? Itu bayinya apa enggak kepencet tali? Terus ... terus ... karabinernya kuat enggak? Entar emak jatuh lagi? Emang bisa berenang kalau jatuh ke air?

Itulah bisikan-bisikan hati saat saya membayangkan ibu hamil mencoba permainan flying fox. Biasa kan, kita itu selalu aja was-was dalam situasi-situasi tertentu.

Ceritanya, pada tanggal 17 Agustus yang lalu, saya dan anak-anak diajak mengikuti kegiatan outbound di sebuah  Taman Wisata Sekolah, Outbound Pelita Desa di daerah Ciseeng Kabupaten Bogor.

Sumber: Google


Outbound ini tidak sekadar outbound biasa, tetapi kegiatan yang diprakarsai oleh alumni SMA 1 Bogor angkatannya suami saya yang kebetulan satu angkatan dengan Pak Walikota Bogor ini dalam rangka memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim yang tinggal di wilayah Bogor.  Ada sekitar 75 orang anak yatim yang mengikuti kegiatan ini. Dari mulai tinkat SD hingga SMP kelas 3.

Anak-anak saya senang sekali bisa bergabung dengan mereka. Banyak permainan yang bisa dimainkan di tempat wisata tersebut yang memang khusus untuk wisata sekolah. Anak-anak bermain beregu, sehingga masing-masing regu harus kompak untuk memenangkan permainan tersebut. Bagus juga untuk menstimulasi kecerdasan anak-anak dalam bekerjasama dalam sebuah tim.

Saya sebagai tim sorak dan penggembira, mengikuti anak yang usia SD. Sebab si kecil ikutan dalam kelompok SD, padahal dia masih TK. Saya menjadi mamarazi buat anak-anak. Sibuk potret sana potret sini. Ikut bersorak saat permainan dan ikut cemas saat anak menyebrangi jembatan tali, naik flying fox, nyebrang danau dan permainan yang lainnya hihihi

Sarah dan Pie meniti jembatan (docpri)


Nah, suatu ketika saya tergoda juga ingin ikut menyebrang dengan menggunakan perahu yang terbuat dari bambu yang disusun sedemikian rupa. Ada 4 orang penumpang lain, para ibu panitia, temannya suami. Eh, suami saya juga entah dimana dia, jadi paparazi menguntit anak-anak yang sedang asyik bermain.

Saya ikut menyebrang. Lumayan juga sensasinya bikin jantung deg-degan hihihi malah saya sempat menjerit kaget sebab perahu seperti hendak tenggelam ketika berada di tengah danau. Ah, dasar emak panikkan heuheu ...

Dan saya tidak tahu, ternyata kita bukannya dibawa ke tepi danau di mana anak-anak yang lebih besar berkumpul, ternyata perahu merapat di tempat  flying fox. Tempatnya seperti pulau tersendiri dan kita enggak bisa ke mana-mana lagi kecuali menyebrang naik flying fox itu.

Duh ... duh ... saya grogi. Saya tidak siap flying fox. Saya membawa tas ransel lumayan banyak isinya. Pake sepatu fantopel dan sedang hamil hampir 4 bulan. Saya pun bertanya kepada ibu petugas. Dan jawabanya: "Tidak apa-apa Bu. Aman insyaAllah. Barang bawaan Ibu enggak akan jatuh dan kandungan Ibu dan baik-baik saja."

Bismillah ... saya pun melipat kacamata, memasukannya dalam tas, mengatur tas ransel agar nempel di badan, mengenakan sarung tangan yang disediakan petugas dan helm keselamatan. Duduk dengan hati-hati di tali, memegang tali dengan erat dan syutttt ... saya meluncur dengan deras ke bawah.

Meluncur dengan bahagianya (docpri)



Dan ternyata saya menikmatinya heuheu di ujung perhentian flying fox suami saya sudah siap memotret momen saya meluncur dari sana. Duh ... hahhaha ... jadi mati gaya deh. Ternyata diam-diam dia sudah memotret saya dari kejauhan. Memotret saat saya dialog dengan bu petugas, memakai tali dan saat meluncur ... untung engga ada adegan nangis-nangis dulu wkwkkw

Siap-siap meluncur (docpri)


Alhamdulillah ... saya selamat sampai disebrang. Disambut oleh dua gadis saya. Ummi hebat! puji mereka. Hahahha saya tersipu. Saya mengelus perut saya, moga adik bayi enggak kaget saat saya meluncur naik flying fox hihihi

Tips dari saya untuk permainan flying fox untuk ibu hamil:
1. Biasanya ibu yang paling tahu kondisinya sendiri ya. Jadi kalau tidak yakin bisa menyelesaikan permainan tidak usah dipaksakan.
2. Gunakan peralatan yang diberikan petugas sebaik-baiknya. Sarungkan sarung tangan dengan benar, kenakan helm pas di kepala dan kaitkan tali pengaman helm dengan baik.
3. Pastikan posisi duduk nyaman, kita bisa mengira-ngira dulu sebelum meluncur.
4. Yakin bahwa ibu dan janin akan baik-baik saja. Jangan lupa baca bismillah ya.
5. Meluncurlah dengan yakin akan selamat sampai di seberang. Buka dan mata dan kembangkan senyuman selebar-lebarnya. Biar kalau difoto hasilnya bagus hihihi

Oiya, saat saya ikut outbound saya memakai celana rok dan atasan kaos yang menyerap keringat. Alhamdulillah gerak saya jadi lebih leluasa dan lebih fleksibel. Cuma waktu itu karena saya enggak niat mau ikut permainan, jadi salah memakai sepatu. Harusnya memakai sepatu olahraga, bukan sepatu fantopel.

Nah, jadi bumil sebenernya enggak ada pantangan bumil untuk ikut kegiatan-kegiatan menantang di dalam outbound. Cuma, yaitu deh, harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi bumil ya.

Setelah hari itu, saya juga tidak lupa mencek kondisi rahim dan kondisi adik bayi. Alhamdulillah adik bayi sehat dan malah lebih lincah dari sebelumnya. Saat dilihat lewat USG 2D, dia sedang berenang renang bahagia :-)

Jadi .. selamat bersenang-senang bumil ^_^

Oiya, saya ada oleh-oleh videonya, sok atuh kalau mau melihat aksi saya meluncur hehhe
)

Comments

  1. Huaaa, aku udah lama ga meluncur di flying fox. Pengen iih. Itu pas meluncur ga ada persaan mencelos gimana gitu, kan? Sehat selalu sampai lahiran ya, Teh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enggak mbak. Alhamdulillah emang awalnya degdegan. Tapi begitu meluncur, ga berasa hehhe

      Delete
  2. Betul Mak, hamil itu bukan penyakit yang mengurung kita tanpa aktifitas. Tapi justru hamil itu harus dinikmati sesuai dengan keadaan kesehatan kita. Mo berenang, flying fox okay-okay sjaa, mungki si jabang bayi juga merasakan kegembiraan si ibu kok.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup Mak, kadang pengaruh sugesti diri juga sih. Kalau negatif ya kitanya jadi takut ini itu, kalau positif malah ringan menjalaninya :)

      Delete
  3. Wuih, nanti begitu lahir dedeknya kecanduan outbond

    ReplyDelete
  4. Dulu waktu pertama kali naik flying fox aku udah takbir berkali2 tapi gak jadi meluncur. Sampe temen gemes karena antrian mengular hampir di dorongnya aku kwkwkwkw...

    Keren itu dede keknya jagoan kwkwkw S6 ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu kapan kejadiannya Pita? hihihi ... ya aku juga babacaan sih .. cuma kayaknya nyesel kalau udah ditinggal srot gitu terus batal hihihi kapan lagi coba ke situ.

      iya moga aja beneran jagoan... mimpinya sih dua kali ngegendong baby boy ... mirip sama Umaro

      Delete
  5. Kalau ketahuan ibu atau ibu mertua, pasti bumil yang flying fox bakal dimarahin, nih ^_^

    ReplyDelete
  6. Hastagah mak, kok aku ngeliatnya horor ya malahan wkwk

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @tutiarien

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…