Skip to main content

123 tobemashita

Anak-anak hari ini mulai ke hoikuen lagi. Umi??? beres-bers kah? eh..ternyata gak...hehehe...lagi seneng mampir di MP nih..walaopun dengan wireless punya tetangga Alhamdulillah masih bisa konek, walopun mati idup....gimana angin katanya...:-D

Inget pengalaman Kakak salma sebelum sakit influenza yang lalu. Sebenernya dah mo di posting di MP cuman karena keburu sakit, umi juga gak sempet ngetik-ngetik.

Dalam catatan otayorinya kakak ada sebuah catatan dari Hasegawa sensei, sensei favoritenya Kakak nih.

"kyou wa naganawatobi ga 123 kai wo tobemashita. Totemo gambarimashita"

ooohh..senengnya si Kakak, sepulang dari sekolah mulai cerita sama umi pengalaman main talinya. Memang anak-anak jepang dari kecil sudah diajarkan permainan ini. Kalo di Indonesia, anak-anak semua bakat alam yah. Gak diajarkan di sekolah kok, belajarnya dari alam. Dan semua bisa, sampai merdeka sekalipun bisa lompat kan.....gak ada duanya deh...

Begini nih ceritanya kakak..


"Abi, kakak tadi di sekolah main nawatobi, 123 kali.." katanya semangat
"sugoi ne kakak, tsukareta? otsukaresama deshita ne"
"Tsukareta kedo, tanoshi yoo"
Dan bla..bla...lupa euy redaksinya. Pokoknya Kakak cerita semangat banget dan peenuh percaya diri bahwa dia bisa main nawatobi. Dia juga cerita tentang kesuksesan teman-temannya main nawatobi. Disini memang anak-anak di contohkan untuk bermain bersama. Dan kesuksesan kelas adalah kesuksesan bersama. Shibarashiii...

Keinget waktu zaman anak-anak dulu. Umi juga jagoan main karet. Kami punya grup waktu itu. Namanya Lima Sekawan (Grup gang Ardio..:-D) nge-gank banget deh. Dan kami sangat bangga waktu itu karena selalu menang main karet. yang paling mendebarkan adalah saat-saat harus main karet merdeka.....benar-benar jago-jago deh. Selain kelenturan tubuh juga strategi harus dipakai untuk bisa lompat jauh. 
Kalo sekarang diadu mai karet, masih bisa gak yah....?????

Kalau Salma liat cara anak-anak Indonesia main karet mungkin tercengang-cengang kali yah. cuman masalahnya, saat ini masih adakah yang bisa main karet seperti itu?
Padahal main karet, menurut penelitian, bagus loh untuk perkembangan dan pertumbuhan anak. 

Kalo udah hampir punah, mungkin harus di mulai dari anak-anak veteran jagoan main karet kali yah.....ada yang sharing pengalaman juga?

Salma chan dan Shafa chan..gambatte ne.....naganawatobi ishouni yarimashyoooo.....


Utsunomiya, 5 Maret 2007

Ket :
nawatobi : Main tali
naga : dari nagai : artinya panjang
otayoricho : buku harian dari sekolah

Comments

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…