Skip to main content

Ibu, Cinta Tanpa Akhir: Mom is home

Mom is home

Mommy's home. 
Now you can open the door. 
Don't be afaid now, not anymore. 
Mom is home. 
She's brought for each one of you strawberry, coated with honeydew.
Only you and I can sing this song that no one knows. 
Listen to each word carefully. 
And before you all come running quickly to the door. 
Be sure the only one you open for is me.
(dari sini )

Mom is Home. Mungkin jika diterjemahkan perkata akan terdengar aneh. Tapi sebenarnya makna yang terkandung di dalam kata kata di atas memiliki makna yang sangat dalam. Sebagaimana home atau tempat perhentian, maka Mama adalah tempat teraman dan ternyaman di dunia ini.

Seperti tadi siang. Saat saya dan suami keluar rumah sebentar untuk mengantarkan sebuah bingkisan kepada seorang kawan. Anak-anak sedang asyik bermain, karena saat itu kami sedang berlibur di rumah orang tua. Saya pun pergi tanpa pamit kepada semua anak-anak, karena saya kira mereka sedang asyik bermain.

TAk disangka, anak keempat saya menangis karena kehilangan saya. Saat saya pulang dari rumah kawan, anak saya langsung memeluk saya dengan erat sambil menangis.

"Umi kemana? Jangan pergi lagi, ya!" katanya.

Ya Allah, saya hanya pergi sebentar dan tak lama. Tapi, anak keempat saya sudah panik takut saya tidak kembali. Padahal saat saya akan pergi, dia sedang asyik bermain dan tidak kelihatan peduli dengan saya :-p

Begitulah anak-anak. Saya pun pernah mengalami hal itu ketika masih kecil kecil dulu.  Saya anak keempat dari tujuh bersaudara. Saya ingat sekali, kebiasaan saya dan saudara-saudara saya sepulang sekolah pasti mencari mama saya jika beliau tidak ada dirumah. Kami tinggal dengan nenek, kalau pulang sekolah mama tidak ada di rumah, pasti kami akan langsung mencarinya. Meski sebenarnya nenek sudah memberitahu ke mana mama saya pergi. Yah, meski sekadar pergi ke rumah tetangga yang hanya terpaut dua rumah, pasti akan kami datangi rumah itu dan memintanya pulang ke rumah. Padahal habis itu, mama kami cuekin hihihi

Ya, saya hanya ingin mama ada di dekat saya. Ada di rumah di mana kami kembali bermain dan berkumpul di dalamnya.

Sekarang, saat kami sudah besar, tidak ada Mama yang bisa kami ajak pulang ke rumah saat kami kembali ke rumah. Karena mama telah tiada. Meski demikian, setiap sudut dalam rumah ini, ada kenangan bersamanya yang selalu menarik kami untuk kembali. Rumah yang membuat kami ingin selalu hadir di dalamnya, menikmati kehangatan dan kebahagiaan di setiap pertemuan.

Sudah empat hari saya berada di rumah orang tua saya. Meski mereka telah tiada, tetapi saya selalu merindukan mama dan papa saya. DI rumah ini penuh dengan kenangan bersama Mama. Rumah yang penuh kenangan bersama mama. Setiap sudut kadang membuatku tertawa, menangis dan tersenyum dalam waktu bersamaan.

I miss you mom. I miss you dad.

Ada dan tiada kalian, kan tetap abadi di dalam hati kami.

Mama is Home. Karena engkau adalah tempat di mana anak anak akan merasa tenang berada di dekatmu.  Merasa aman,  nyaman,  rindu, dan selalu ingin kembali.

Miss you mom ... I really miss you
ini mama dan papa saat mereka menikah :-)

mama dan papa (alm)




Comments

  1. Selamat Hari Ibu ^^

    Salam kenal dan kunjungan perdana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mbak Titis, salam kenal kembali :-) selamat hari ibu ^_^

      Delete

Post a Comment

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @tutiarien

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…