Skip to main content

[RESEP] Fettuccini with Tomato Sauce

Fettuccine with Tomato Sauce atau Fettuccini goreng kata orang sunda mah, jadi menu sahur hari kedua di rumah saya. Alhamdulillah anak-anak semangat banget bangun untuk sahur. Sebab ada makanan kesukaannya ^_^

doc. pribadi

Memang sih ... sudah sejak seminggu yang lalu anak-anak saya request spagheti dengan tumisan saus tomat. Katanya enak spagheti buatan Ummi (ihirr ... hidung Ummi pun terbanglah hihihi). Ceritanya, hari senin yang lalu sebelum libur awal puasa, dua anak saya, S3 (kelas 5) dan S4 (kelas 3) cucurak di sekolahnya. Karena Ummi engga mau bawa makanan yang ribeut, ya sudah, bawa spagheti aja. Alhamdulillah ada spagheti setengah bungkus, terus ada saus tomat, ada italian herb tinggal melengkapi kornet dan bawang bombay saja. Dan sreng-sreng-sreng ... pagi di hari senin itu saya berjibaku di dapur. Tak sampai 30 menit, spagheti pun sudah siap. Bisa untuk sarapan pagi dan dibawa ke sekolah. Alhamdulillah. S3 dan S4 senang sekali membawa bekal spagheti itu, hingga saya pun tak sabar, ada cerita apa sepulang sekolah nanti? Dua anak itu seru sih kalau sudah cerita pengalaman di sekolah hehhee 

Fettuccini tabur keju (doc.pri)

Nah, sebab pengalaman itulah untuk sahur hari kedua saya sudah bilang sama anak-anak, "Ummi nak buat spagheti!" Mereka pun jingkrak-jingkrak kesenangan. 

Demi untuk menyenangkan mereka dan demi menyukseskan puasa Ramadhan mereka, saya dan suami pergi ke supermarket terdekat. Kebetulan stok susu pun sudah habis. Sekalian belanja kebutuhan mingguan. Sampai di tempat tujuan, saya langsung ke rak pasta. Dan ternyata...pasta spaghetinya enggak ada. Hanya ada makaroni dan pasta jenis fettuccini aja. Hmm ... agak mikir juga sih, takut anak-anak enggak suka. Tapi kalau enggak beli, anak-anak nanti kecewa. Akhirnya, saya beli juga. Belum pernah sih masak pasta pakai fettuccini. Tapi katanya justru orang Italia, kalau bikin spagheti ya pakai pasta yang jenis ini. 

Fettuccine ini salah satu jenis pasta, yang dalam bahasa Italia artinya pita kecil. Penampilannya memang mirip dengan pita kecil, pipih. Kalau pernah lihat kwetiauw atau mie telur yang pipih, nah begitulah si Fettuccini ini. Biasanya di Italia sana dihidangkan dengan carbonara. Nah, anak-anak saya itu unik dari 6 orang anak, hanya dua orang yang suka saus carbonara, yaitu anak pertama (S1) dan anak kedua (S2), sementara yang lainnya suka pasta dengan saus tomat. Jadi akhirnya saya buatlah fettucinni itu dengan resep yang sama dengan spagheti yang pernah mereka makan beberapa waktu lalu.

Fettuccine (credit Lala Vanilla)


Alhamdulillah ... anak-anak bangun sahurnya semangat sekali. Makannya juga lahap ^_^

Ini dia resep sederhana ala dapur saya.

Fettuccini With Tomato Sauce 

Bahan:
500 gr Fettuccini (rebus dengan air yang diberi minyak sedikit sekitar 10-15 menit, setelah itu saring)
5-7 sendok makan saus tomat
minyak goreng secukupnya
Bawang bombay satu buah (iris kecil-kecil)
Italiano Herb 
1 buah Kornet Beef ukuran kecil
Keju Cheddar secukupnya. 

Cara membuat:
1. Tumis bawang bombay sampai wangi.
2. Masukan kornet, aduk hingga rata. Kemudian masukan saus tomat aduk lagi hingga rata.
3. Masukan fettuccini aduk rata.
4. Matikan kompor, taburi dengan italiano herb.
5. Sajikan selagi hangat. Bisa diberi parutan keju cheddar secukupnya jika suka.

Italiano Herb (doc.pribadi)

Oiya tips dari saya, untuk sahur, jika kuatir kesiangan, lebih baik pasta sudah dimasak sebelum tidur. Masukan dalam wadah bertutup, masukan ke dalam lemari pendingin. Besok pagi tinggal tumis sausnya. Lebih menghemat waktu. 

Selamat mencoba ^_^


Comments

  1. Waah kayaknya gampang ya mba. Cucok buat sahur nih. Thanks for sharing :)

    margaapsari.com

    ReplyDelete
  2. Wahh jadi ingat bocah request spaghetti, enyak ni mbaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang mbak, spagheti selalu di hati kiddos. tadi udah request lagi tuh mereka :-)

      Delete

Post a Comment

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @tutiarien

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…