Skip to main content

Momen Berharga Melatih Motorik Si Kecil


Moms, tentu punya momen berharga dalam hidup mommy, ya, kan? 

Alhamdulillah, saya pun punya banyak moms. Salah satu momen berharga itu momen dimana saya dapat mendampingi tumbuh kembang si kecil. Melatih motorik si kecil  dan mencatat setiap tumbuh dan berkembangnya dari hari ke hari, bulan ke bulan dan hingga dia mencapai usia mandiri.

Saya bersyukur sekali dapat mendampingi tumbuh kembang anak-anak saya dari si sulung, sampai Saki, si bungsu. Melihat sendiri proses mereka belajar tidur miring di usia 0 bulan, membalikkan badan/telungkup di usia 3 bulan, kemudian mengangkat kepalanya, merangkak, kemudian duduk dan berdiri, berjalan sendiri, berlari ke sana- ke mari dan mendengar tawa cerianya saat bermain.

saking excitednya, Saki ketawa gemas gitu hihihi (doc pri)
Baru-baru ini saya bertambah bahagia banget, karena putri saya, Saki (22 bulan) sudah dapat  memanggil saya "Umi". Hal yang saya tunggu-tunggu sekali, setelah stimulasi yang dilakukan. Biasanya hanya mulutnya saja yang bergerak setiap kali memanggil Umi, mengikuti mulut saya. Saki lebih mudah mengucapkan mama dan papa dibandingkan umi dan abi. Tapi kemarin itu sungguh, pencapaian yang luar biasa pada Saki. Ia bisa memanggil saya dengan Umi dan memanggil Abinya, Bii ...

Ia juga bisa memanggil nama panggilan kakak-kakaknya dengan baik, Teteh, abang, kakak, Sarah (Salah . masih cadel) dan memanggil Piye (Pee) ...

bermain seluncuran di taman bersama kakak (docpri)

Saki juga paham, namanya Saki. Untuk mengetahuinya, saya menyebutkan nama-nama kakak, dan Saki akan menunjuk, demikian juga jika di sebut, "Saki?" dia menunjuk dirinya sendiri.

Inilah yang disebut kecerdasan bahasa. Saki sudah memahami tentang dirinya dan orang lain. Saki juga mengerti dana paham apa yang dibicarakan oleh orang-orang di dekatnya.

Salah satu kecerdasan bahasa  Saki yang menggemaskan adalah ketika ia mulai cerewet sekali bertanya, apa? 

Ia bisa mengulang, pertanyaan apa? terhadap benda yang dilihatnya atau percakapan yang di dengarnya. hihihi Gemess bangett ^_^

Belum lagi ulahnya yang sekarang banyak gaya banget. Dari mulai salto, joget-joget kalau mendengar suara musik, melompat-lompat di tempat tidur dan kemampuannya naik-naik sudah tidak bisa dipungkiri lagi, sebab dari usia 7 bulan, dia sudah pandai manjat tempat tidur atau teralis jendela kamar. Sungguh saya sangat terpesona dengan kemampuan-kemampuan seorang bayi yang bertahap menjadi anak balita ini. Amazing! MasyaAllah ...

Sekarang Saki berusia 22 bulan, sebentar lagi 2 tahun. Semakin hari, semakin lincah saja. Tidak mau diam. Agar Saki tumbuh sehat dan berkembang sesuai usianya, saya berusaha menstimulasinya dengan baik. Baik itu menstimulasi kecerdasan akalnya, fisiknya, sosial emosinya dan juga  kemampuan motorik halus dan motorik kasarnya.

Stimulasi Motorik Halus Si Kecil Usia 2 Tahun

Motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan  kordinasi mata dan tangan.

Keterampilan ini meliputi: menggenggam benda di tangannya, meremas, memasukan benda ke dalam mulutnya, menyobek kertas, menempel, memegang pinsil/krayon atau spidol, membuka pakaian sendiri, memakai kaos kaki dan sepatu sendiri, menyusun balok.

serius banget menulis mengikuti kakaknya (doc pri)
Saki suka sekali bermain menyusun balok dan menyusun puzzap. Dia kerap bermain dengan kakak-kakaknya. Saki juga suka meniru kakaknya yang sedang menggambar. Apa saja ditirunya. Bermain rumah-rumahan, menyiapkan kue dalam piring mainan dan memberikannnya kepada saya. 

main rumah-rumahan, setelah itu makan snack kesukaan ^_^
Dari permainan itu, sekarang Saki bisa minum dengan gelas tanpa tumpah dan makan sendiri dengan tangan. Stimulus yang didapatkan Saki dari bermain rumah-rumahan ternyata memiliki dampak yang signifikan terhadap kemampuan motorik halusnya.

Baru-baru ini saya memergokinya sedang mencoret-coret kuku jari kakinya dengan spidol. Rupanya dia meniru kakaknya yang suka mewarnai kukunya dengan spidol seperti kutek.

kreatifitas Saki, memegang spidol dan mewarnai jari kakinya (docpri) - motorik halus
Lihat! Betapa seriusnya dia mewarnai kuku jari kakinya. Macam beauty stylist aja ya!

Ya, ampun, anak zaman sekarang, pandai banget menirunya hihihi

DIY membuat Puzzle dari Kardus Bekas Kukis Boromon untuk si Kecil.

Saki suka banget main puzzle, jadi saya buatkan puzzle dari kardus bekas kemasan Monde Boromon Cookies. Gambarnya lucu, jadi si kecil pun suka.

Alat dan bahan:
Gunting, lem, spidol, kardus bekas kemasan Boromon Kukis dan kardus bekas.

Alat dan bahan membuat Puzzle usia 0-3 tahun
Cara membuatnya:
1. Gunting kemasan Monde Boromon Kukis sesuai keinginan.


2. Tempelkan pada kardus bekas yang lebih tebal. Gunting mengikuti kemasan Monde Boromon.


3. Buat pola puzzle. Karena ini untuk anak usia 0-3 tahun, buat pola yang sederhana dan beri tanda dengan menuliskan angka di belakangnya.


4. Gunting sesuai pola.

5. Puzzle cantik pun sudah jadi! Mari bermain puzzle.


Stimulasi Motorik Kasar Si Kecil Usia 2 Tahun

Motorik Kasar adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot-otot besar. Misalnya seperti berdiri, duduk, berlari, bermain bola, melompat, memanjat dan merayap.

Saki sejak usia 7 bulan sudah pandai memajat tempat tidur dan teralis jendela kamar. Terkadang saya suka kaget dengan bayi, tidak hanya bayi laki-laki yang suka memanjat, bayi perempuan pun sama saja hehe 

Sekarang Saki suka banget turun naik tangga. Kalau ada tangga di tempat bermain, pasti yang ditujunya pertama kali adalah tangga. Selalu waspada, jangan meninggalkan si kecil sendirian, karena meskipun langkahnya sudah mantap, dia tetap harus diperhatikan.

naik turun tangga, kesukaan anak usia 1-2 tahun (docpri)
Saki juga suka bermain salto. Awalnya dia membungkukkan badannya, terus menempelkan kepalanya di bawah dan melebarkan kakinya, setelah itu dia menjatuhkan dirinya bergulung. Dia melakukannya tertawa-tawa, saya yang deg-degan hihihi

Ternyata kemampuan ini menunjukan bahwa otot-otot seluruh tubuhnya dapat berfungsi dengan baik. Koordinasi tangan dan kaki normal.

Saki suka melompat-lompat, katanya seperti kodok. Saki juga suka merangkak kalau ada kucing.  Dia meniru semua yang dilihatnya. Sampai akhirnya saya terinspirasi membuat sebuah lagu:

Lompat .. lompat .. lompat.. lompat .. lompat .. lompat
Lompat .. lompat .. lompat .. lompat.. lompat ...lompat .. lompat ...

jongkok ..jongkok ..jongkok ..jongkok ...jongkok ..jongkok 
jongkok..jongkok..jongkok..jongkok...jongkok...jongkok ..

lari .. lari..lari..lari..lari..lari..
lari..lari..lari..lari..lari..lari

Lagu ini sukses membuat anak-anak saya terhibur, karena Saki pandai melakukan apa yang disebutkan pada lirik lagu ...hihihi

Kemampuan Saki yang terbaru adalah berjalan di tepian jalan. Ini melatih keseimbangan tubuh berjalan di jalan yang sempit tanpa jatuh. 

Waktu itu, saya mengajak anak-anak menonton kakak Saki yang nomor 4 latihan karate. Kemudian setelah itu, kami tidak langsung pulang, tapi bermain dulu di sana.

Kakak-kakak berjalan di tepian jalan pembatas trek orang berlari dan pejalan kaki, Saki melihatnya dan dia pun meniru kakak-kakak melakukan latihan keseimbangan itu. 

Saki berlatih keseimbangan (docpri)
Setiap langkah yang dilakukannya dia nampak senang dan bersemangat. Jadi, akhirnya saya bergantian dengan kakaknya menemani Saki berjalan di trotoar kecil itu, sampai dia puas.

bolak balik sampai puas hehhe (docpri)
Setelah capek bermain, waktunya snack time!

Untuk mendukung tumbuh kembang Saki yang optimal, saya pilih-pilih dong snack yang dimakannya. Snack itu harus halal, sesuai dengan snack anak usia 1-2 tahun dan aman.

Makan snack Monde Boromon Cookies. Bermain makin semangat ^_^
Saya memberikan snack kesukaan Saki, Monde Boromon Cookies. Snack ini tak hanya disukai oleh Saki saja, tapi juga kakak-kakaknya pun sukaa ... heuheu

Jangan lupa mencuci tangan dulu ya. Kalau tidak ada air untuk mencuci tangan, saya biasanya membawa tisu basah untuk membasuh tangan Saki dan kakak-kakaknya. Baru kami makan.

Monde Boromon Cookies

Monde Boromon Cookies ini adalah kukis yang dipersembahkan oleh Monde spesial untuk anak-anak usia 1 - 5 tahun. Terbuat dari saripati kentang, gula dan telur. 

Monde Boromon Cookies, cookies spesial anak usia 1 - 5 tahun (doc.pri)
Monde Boromon Cookies ini gluten free dengan tambahan madu dan minyak ikan. Kukis ini juga memiliki tekstur yang lembut dan mudah mencair di mulut. Bentuknya bulat dan pas banget dengan jari-jari Saki. Jadi dia gak kesulitan saat memegang kukis dan memasukannya ke dalam mulutnya. Setelah ada di dalam mulut Saki, kukis akan segera meleleh, jadi aman banget, anak tidak akan tersedak sebab makan kukis berbentuk bulat ini. Mudah banget dikunyah dan ditelan.

Gluten Free, saripati kentang, ditambah madu dan minyak ikan (docpri)
Monde Boromon Cookies ini dulu juga menjadi pilihan saya saat si kakak sulung dan kakak tengah masih kecil. Waktu itu kami tinggal di Jepang, dan kukis ini menjadi snack anak-anak saya.

Teksturnya yang lembut dan mudah meleleh di mulut membuat saya merasa aman memberikan kukis ini. Makanya, si kakak dan si teteh sepertinya ingat dengan kukis masa kecilnya dan jadi ikut-ikutan makan kukis enak dan lezat ini. 

Oiya, dalam setiap 20 gr atau 1 bungkus cookies ini mengandung 3 mg omega-3 dan 3 mg DHA. Kedua zat ini penting banget dikonsumsi oleh anak-anak karena merupakan sumber nutrisi untuk otak.

nutrisi facts pertakaran sajinya 20gr (doc pri)
Selain itu, Monde Boromon Cookies ini sudah bersertifikat halal, jadi moms tidak perlu khawatir dengan status kehalalannya ya.

Halal desu ^_^ alhamdulillah (docpri)
Setiap pack Monde Boromon Cookies berisi 6 x 20 gr. Kemasannya kecil-kecil gitu tapi isi banyak. Cukup refresentatif, satu genggaman balita usia 1 -2 tahun. Moms, bisa membeli Monde Boromon Cookies ini secara online atau di toko-toko terdekat dengan harga Rp12.500 sahaja.

Boromon Kukis di Jogja Bogor 

Untuk mengetahui lebih jauh lagi mengenai Monde Boromon Cookies ini, moms bisa melayari:

Website Monde www.mondebiscuit.com 
IG: MondeBoromon
FB: Monde Boromon
Twitter: @mondeboromon

Nah, Moms, memberikan stimulasi untuk tumbuh kembang anak yang optimal tentu saja menjadi tugas kita sebagai orang tua ya, moms. Dan tak kalah pentingnya adalah memberikan makanan dan minuman yang mendukung kesehatannya. 

Tak bisa dipungkiri anak-anak kan suka banget makan cemilan, ya, Moms, maka menjadi tugas kita juga mencarikan cemilan yang berkhasiat untuk  kesehatan tubuhnya, dapat melatih motoriknya serta aman dikonsumi.

Setuju, moms?!

Comments

  1. Kalau anak-anak saya, motorik halusnya bagus, motorik kasarnya kurang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mbak, distimulasi lagi agar keduanya terasah seimbang

      Delete
  2. Jadi pengin beliin buat Sultan (2th3bln) & Syasa (4th2bln).
    Oiya Mba, bisa coba juga manjat dinding pake Poin Panjat.hehe..
    Tapi kayaknya terlalu ekstrim ya?
    Asyik klo di rumah ada home climbing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sering lihat seliweran ada yg jual, tapi bingung saya mbak, kalau beli buat si kecil, ntar kakak nya yang make hihi

      Delete
  3. Jadi pengin beliin buat anak saya. Masih balita mereka Syasa (4thn2bln) & Sultan (2thn3bln). Oiya klo ada home climbing kayaknya asyik juga ya Mbak? Di dinding dipasangi Poin panjat. Emang termasuk olah raga ekstrim sih,..hehe..
    Oiya Boromon kukis belinya dimana?

    ReplyDelete
  4. coret2 badannya sendiri itu termasuk ngelatih motorik halus,,, anakku hobi banget tuh mbak coret2 perutku hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ampun, perut mbak norma Asyik kali ya, kayak kanvas xixixi

      Delete
  5. Aku dan anakku juga sukaa ama cemilan ini mba, apalagi produknya monde hehe

    ReplyDelete
  6. Saki makin pinter deh. Dulu pas awal ketemu masih digendong, trus belajar jalan,skrng jangan2 larinya kenceng banget hehe. Camilannya Saki kyk kakak Dema nih, Boromon jg :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, anak anak rasanya cepat besar yaa .. asyik nih kalau ngedate sama kakak Dema bisa bareng makan boromon

      Delete
  7. Menstimulasi anak itu memang seru ya karena membuat kita jadi lebih kreatif, dan bondingnya itu loh

    ReplyDelete
  8. Stimulasi motorik kasar dan halus memang perlu dilatih agar anak makin lincah dan tumbuh sesuai usianya ya. Enak nihhhh klo nyemilnya pake Boromon, kandungan gizinya oke banget ada minyak ikannya juga yang baik untuk pertumbuhan anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, snack ini cocok banget buat anak anak

      Delete
  9. Saki kayak mas Milzam dan Naufal, suka main salto waktu kecil dulu. Semangat sih kalo anak cowok, energinya nggak abis-abis

    ReplyDelete
  10. Wah, makin pinter pastinya ya si kecil dengan aktivitas2 ini. Anakku juga seneng kalo main2 kayak gini. Emaknya aja nih yang kayaknya kudu rajin. :D

    ReplyDelete
  11. suka banget aku mba sama tulisannyaaa. berguna banget walaupun aku belum punya buntut tapi bisa tau macem2 soal parenting dari sekarang biar nanti ga kaget..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mbak, betul banget. Saya dulu waktu single juga suka baca baca buku parenting.

      Delete
  12. Masya Allah makin pinter aja sih Saki, jaid kangen main sama Saki. Apalagi kalau jalan-jalan bawa Boromon makin seru ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Tante Naqi. Iya, kangen main sama kakak Aisyah juga. Asyik main sambil ngemil.boromon yaa

      Delete
  13. Ini snack nya ponakan ku..jangankan ponakan aku juga kadang suka ngambilin snacknya ponakan hihi enak sih

    ReplyDelete
  14. Naqib dulu termasuk yang terlambat jalannya, tp ngomongnya cepet dari umur setahun udah jelas, anak memang beda2 dan aku takjub liat saki udh lancar jalan 😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Katanya anak perempuan lebih cepat dari anak laki laki, nanti ketika Akil baligh baru kelihatan percepatan pertumbuhannya anak laki laki dibanding anak perempuan

      Delete

Post a Comment

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @tutiarien

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…