Skip to main content

Kamu Milenial Harus Tau 7 Cara Menghemat Uang Berikut Ini


Hai, Moms, apa kabar?

Punya keponakan yang lahir dan hidup di zaman milenial seperti ini kadang-kadang kita sebagai tantenya tentu saja harus update seputar kehidupan kaum milenial. Kadang saya heran juga dengan gaya hidup keponakan saya ini. Tapi memang ya, gaya hidup anak-anak milenial kan berbeda banget dengan gaya hidup kita dulu ya. Jadi tinggal kitanya aja sebagai orang dekat menemani dan mendampinginya agar tidak boros.

Saya pernah mengobrol dengan keponakan saya seputar pengeluarannya. Saya pernah bertanya, setuju tidak jika ada  yang bilang generasi milenial itu hanya berfikir hidup itu hanya untuk saat ini saja dan menghabiskannya tanpa memikirkan masa depan? 

Dia bilang, enggaklah, Bi! Tetap aja mikirin masa depan, lah! Tapi, kan boleh dong senang-senang dikit pake duit sendiri hehhe

Begitu, katanya.

Alhamdulillah, ternyata keponakan saya masih tetap dalam tracknya. Masih mikirin masa depannya, gitu. Paling ngeri kalau ada anak-anak milenial yang masih terlintas dipikirannya hidup hanya untuk hari ini, berarti dia harus segera memperbaiki pola pikir dan perilaku tersebut. 

Faktanya, memang kita bisa seneng-seneng karena bisa bekerja di tempat yang enak dan kondusif, tapi tentu saja tidak berarti boleh boros, maka cara terbaik ialah menabung untuk mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya di masa produktif seperti saat ini agar bisa dipergunakan untuk masa depan. Kamu juga bisa lho menjadi anak muda yang kaya.

Gak percaya? Ikuti saja 7 cara di bawah ini. Melalui 7 cara ini bahkan kamu bisa menjadi milenial kaya,  coba deh!

1.Jangan Habiskan Seluruh Penghasilanmu

Ketika mendapatkan gaji jangan habiskan seluruh penghasilanmu. Atur dan rencanakan yang terbaik supaya Anda dapat menikmatinya di lain kesempatan. Gunakan uang secara bijaksana jangan biarkan uang berlalu dengan cepat pergi dari genggamanmu, pikirkanlah masa depan dan hari esok.

2.Selalu Mencatat Alur Pemasukan Dan Pengeluaran

Kebiasaan yang satu ini sangatlah penting, selalu catat jumlah penghasilan dan penghasilan yang diterima setiap bulannya, terutama jika kamu memiliki pekerjaan tambahan.  Misalnya mencatat pengeluaran rutin yang kamu lakukan seperti konsumsi, transportasi, kebutuhan sehari-hari dan lainnya. Intinya jangan sampai pengeluaran melebihi pemasukan, hindari pepatah besar pasak daripada tiang, karena itu tandanya ada yang perlu kamu benahi. Tujuan dari pencatatan yang kamu lakukan ini untuk mengetahui secara mendetail alur keuangan yang setiap bulan yang rutin kamu dapatkan.

foto:@all_who_wander
3. Tetapkanlah Skala Prioritas Seperti Membeli Kebutuhan Pulsa Dan Paket Untuk Keperluan Komunikasi

Selain kebutuhan rutin seperti transportasi dan makan, penggunaan pulsa dan paket data internet kini juga telah menjadi kebutuhan yang sangat penting. Asal kamu tahu seberapa besar kebutuhan pulsa dan paket internet setiap bulannya, pemenuhannya tidak akan sampai membebani keuangan kamu. Lebih bijak dalam membeli dan memilih mana yang sesuai, pastinya lebih murah lebih baik bukan? Seperti beli pulsa online di Traveloka, kamu bisa dapat harga lebih bersaing dan tak perlu repot lagi keluar rumah.

4. Sisihkan Sebagian Penghasilanmu Untuk Di Tabung

Ketika mendapatkan gaji bulanan atau hasil wirausaha, sisihkan minimal 10-20% persen untuk ditabung karena prinsipnya sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Misalnya penghasilan bulanan kamu senilai 5 juta maka setiap bulannya sekitar 500 ribu sampai dengan 1 juta, jika kamu melakukannya secara rutin dalam setahun maka sesuai perhitungan kamu sudah mempunyai tabungan yang bernilai cukup besar.

foto:@thinkdeep
5. Pertahankan Gaya Hidup Hemat, Hindari Pola Hidup Konsumtif

Seringkali pengaruh gaya hidup menjadi problematika yang paling sering terjadi kepada kaum milenial. Misalnya tuntutan untuk makan di restoran atau coffee shop, membeli barang-barang bermerek seperti sepatu serta tas, selalu update gadget terkini dan lainnya. Jangan sampai jumlah gaji meningkat tetap gaya hidup berubah menjadi konsumtif karena hasilnya tak akan pernah cukup! Tetapkanlah gaya hidup hemat, efisien dan secukupnya. Ingin lebih hemat saat mengisi pulsa? Kamu bisa beli pulsa online di Traveloka. 

6. Buatlah Tabungan Perencanaan Untuk Menyiapkan Masa Depan

Hal seperti ini jangan luput darimu karena kehidupanmu tak hanya hari ini saja. Kamu bisa mulai menabung untuk tabungan perencanaan untuk masa depan seperti persiapan hari tua, dana pendidikan, kesehatan, umroh dan lainnya.

foto: @chuttersnap
7. Cari Penghasilan Tambahan

Ketika pekerjaan tetap sudah ditangan jangan ragu untuk mencari sampingan atau freelance yang menguntungkan. Karena selain bisa menambah pundi-pundi rupiahmu, Anda juga berkesempatan untuk menabung dengan jumlah nominal yang lebih besar.

Kapan waktu yang tepat untuk berhemat? Mari dimulai dari sekarang!

Comments

  1. Tipsnya betul banget ini dan postingan ini bikin aku sadar kalau aku harus menghemat pengeluaran. Btw, aku pun sekarang ini masih berupaya menghasilkan uang tambahan dengan pekerjaan sampingan. Hehehe.

    ReplyDelete
  2. Semua tipsnya setuju banget Mbak! Pola konsumtif ini emang merugikan.

    Sampai ada yang nulis begini, "Hidup itu murah, yang mahal adalah gaya hidup."

    ReplyDelete
  3. aku dulu waktu pertama kerja borosnya minta ampun dan baru kerasa setelah emak-emak begini sedih ga ada tabungan tersisa dari waktu masih single :(

    ReplyDelete
  4. Soal mencatat pengeluaran dan pemasukan nih Mbak masih jadi PRku banget. Aku masih sering nggak konsisten.Kadang seingatku saja.

    ReplyDelete
  5. Semua sudah dilakuin, cuma yg paling sering missed itu beli pulsa dan paket data. Saking seringnya di rumah jadi lupa! Karena kan pake wifi.

    Begitu pergi ke luar langsung kelabakan

    ReplyDelete
  6. Tipsnya mantul kakak. Nah yang sampai saat ini belum bisa kontrol adalah prioritas. Entah kenapa tiap masuk toko hijab, semua barang langsung terasa jadi prioritas hahaha. Kudu belanja pakai catatan kali ya, biar hanya ambil yang ada di catatan saja

    ReplyDelete
  7. Nah, generasi milenial memang kadang-kadang nafsu belanjanya masih suka tinggi. Jadi harus terus diingatkan supaya bisa menabung. Kan, untuk masa depan mereka juga

    ReplyDelete
  8. investasi kalo aku, karena menabung sekarang rawan diambilin mulu. Jadi kudu dimasukin ke investasi seperti reksadana

    ReplyDelete
  9. Harus tau juga antara kebutuhan dan keinginan dalam berbelanja ya mbak. Dan tabungan itu penting banget ya

    ReplyDelete
  10. Wah ini nih, kudu bisa berkembang ngikutin jaman tapi jangan sampe tergerus oleh jaman. Hemat henat hemat. Bisnis bisnis juga bisa. Traveloka makin kece ya.

    ReplyDelete
  11. Aku masuk emak milenial nih. Kudu juga praktekin 7 tips ini. Huhuhu.. di bagian investasi/tabungan masih kacau nih. Ihiks....

    ReplyDelete
  12. Iya beneran nih harus banyak berpikir ke masa depan ya...apalagi masa depan yg abadi itu hrs prioritas ...behe gak nyambung ya..heu

    ReplyDelete
  13. Bener bnget umi, lagi coba memanage keuangan nig meskipun terlambat dulu klo msh kerja heuheu ngeliat diskon lsg hajar euy

    ReplyDelete
  14. Mba Wid, aku jadi kesentil hahahah aku masih sering boros banget.
    Nah dalam mencata ini aku yang masih belum telaten, insyaAllah mulai sekarang mau mawas diri untuk lebih hati-hati

    ReplyDelete
  15. Walau bkn generasi millenials, tetep harus tau 7 tips di atas nii. Bisa banget dipraktekin

    ReplyDelete
  16. Ah, cari penghasilan tambahan itu yg butuh energi ekstra yaa, kudu jaga kesehatan biar semua tetep kancar. Ya nggak mba

    ReplyDelete
  17. Kadang gaya hidup yang buat seseorang bisa bangkrut tanpa punya tabungan sama sekali. Perlu kehati-hatian dalam keuangan ya, terutama melakukan pencatatan pengeluaran dan pemasukan.

    ReplyDelete
  18. Aku termasuk yang gak boros sebenarnya karena dari single setiap beli selalu berhitung sesuai dengan penghasilan, jadi tidak memberatkan. Setelah bekerluarga eh suami yang boros wkwkkw, sering kruwel saya

    ReplyDelete
  19. harus disiplin! Dan prioritas juga...biasanya kalua millennials nih seringnya abis di traveling..terus ngga punya tabungan untuk beli rumah hehehe. Tapi memang semua orang punya prioritas yang beda ya

    ReplyDelete
  20. Memang bener ya, sebagai milenial apalagi yang baru mulai merintis karir kita harus pandai pandai mengatur uang

    ReplyDelete
  21. Sejak resign gaya hidupku berubah banget nih mba. Kudu irit banget sekarang karena pemasukan udah ga serutin dulu. Anak-anak pun udah kuajarkan untuk berhemat sejak dini, walaupun kadang pengaruh teman-temannya untuk beli ini itu masih ada.

    ReplyDelete
  22. Kyaa~
    Pas banget ini tipsnya.

    Kelemahanku banget ini...mencatat pemasukan dan pengeluaran keuangan.

    Yuuk,
    Dimulai dari sekarang.

    ReplyDelete
  23. Noted! Meskipun bukan millenial ini jadi catatan juga buat aku mbak biar nggak boros.

    ReplyDelete
  24. Catatan pengeluaran dan pemasukan ini nih mba yg kadang suka skip. Tp mudah mudahan 2019 ini aku lebih telaten soal keuangan

    ReplyDelete
  25. Setuju ketujuh poin di atas. Dan anakku pun udah aku suruh menerapkannya karena mumpung masih muda bisa nelajbe berhemat

    ReplyDelete
  26. Pulsa dan paket data itu yang di aku masih sering kecolongan Mba. Semenjak nggak pake wifi, suka nggak kekontrol pakenya. Apalagi ada dua anak yang suka minjem buat nge-Youtube, huhuu.

    Kadang beli paket niatnya buat sebulan, tau-tau belum akhir bulan udah habis aja :(

    ReplyDelete
  27. Sebagai salah satu milenial aku baca post ini tiap point nya sambil ngangguk2 dan bilang iya iya terus nih mba. Ngerasa belum pandai banget mengatur keuangan :(

    ReplyDelete
  28. Tipsnya cocok banget untuk generasi milenial sekarang mba dan harus dimulai dari sekarang ya. Apalagi generasi milenial sekarang suka banget ngeluarin uang untuk nongkrong di coffee shop seperti yg mba bilang.

    ReplyDelete
  29. Yg susah konsisten itu poin 2, sering kali lupa, hash!
    Makasih infonya mbak..

    ReplyDelete
  30. hmm, kalau tentang mencatat pengeluaran dan pemasukan nih Mbak masih jadi PRku banget. Aku masih sering nggak konsisten.Kadang seingatku saja.

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @tutiarien

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…