Skip to main content

2018 Year Blog Review


Tak terasa, tahun 2018, sudah sampai diujungnya, ya. Perasaan baru aja kemarin membuat resolusi 2018. Eh ... sekarang sudah end year lagi. Dan sekarang, harus mengaku juga, bahwa resolusi tahun 2018 masih banyak yang belum tercapai .. hiks ...

Tapiii ... ada kabar gembiranya nih, bukan buah manggis sudah ada ekstraknya, tapiii ... alhamdulillah, tahun ini tahun yang penuh gairah banget dan alhasil saya dapat menulis artikel hingga 65 artikel publish dan 8 draft artikel. Pencapaian yang luar biasa buat saya yang ngeblog masih by mood hihihi

Jujur, menghasilkan 65 artikel itu gak mudah, lho. Banyak banget ujiannya. Dan ujian terbesar itu adalah mood .. mood -an saya itu. Benar-benar harus dipaksakan untuk menulis dan alhamdulillah, tahun ini sudah ada peningkatan. 

Dan ini tidak datang begitu saja si semangat itu. Tahun 2018, saya mengikuti beberapa grup blogger di whatsapp. Ada grup BDC (Blogger Depok Community) yang akhirnya saya keluar sebab hape error melulu, Blogger Bogor (ini juga terpaksa out juga sebab hape error bbrp waktu lalu, grup BPN ini khusus untuk belajar optimasi blog dan info-info seputar perbloggingan, grup Blogger FLP, grup Fun Blogging, grup Kelas Blogger, grup Komunitas Blogger Cihuy dan Sosmed Walking.

Grup-grup yang saya sebutkan di atas alhamdulillah membantu banget dalam mendongkrak mood menulis saya. Dari grup-grup tersebut saya banyak belajar, silaturahim, saling support dengan cara blog walking.

Di tahun 2018, blog saya mulai terarah. Awal-awal saya masih gado-gado dan bingung menentukan niche blog. Alhamdulillah, tahun ini saya sudah mulai yakin melabeli blog saya dengan "Lifestyle and Parenting Blog".

Memang sih kebanyakan tulisan di dalam blog ini seputar lifestyle dan parenting, sesekali ada kuliner dan traveling juga, tapi masih dalam kerangka lifestyle dan parenting itu.

Bulan Januari saya menulis 4 artikel. Di antaranya saya menulis tentang saya. Malu juga sih membuka CV di dalam blog. Tapi .. kata mentor saya yang cantik, gimana akan dikenal kalau kita tidak mengenalkan diri sendiri. Istilahnya self branding gitu.

Baca: Tentang Saya 

Bulan Februari saya hanya menulis satu artikel dan itu, masyaAllah ... nanti saya ceritakan di bawah yaaa ... sungguh luar biasa banget. Ini yang namanya kekuatan tulisan berbuah doa, ya.

Bulan Maret saya menulis 4 artikel. Bulan April saya menulis 2 artikel, salah satunya adalah pengalaman mengikuti kelas Coding Mum. Dari kelas ini saya banyak belajar tentang pebuatan website sendiri dan ini sangat menyenangkan!

Bulan Mei, saya menulis artikel paling banyak, 14 artikel! Yeyy ... Dan alhamdulillah pecah telur juga mendapat juara di lomba IG dan blog competition yang diadakan oleh Previ Uricran dan Blogger Perempuan Network. 

Gak nyangka banget, karena waktu itu, saya bingung mau ngepost foto IG dengan gaya yang bagaimana. Sebab yang hadir waktu itu adalah senior-senior semua hihihi udah begitu, pas sesi foto, semua moblogger pada gantian gitu foto di depan booth foto. Akhirnya saya dapat ide bikin foto yang out of box (mungkin, yaaa ..), kayak begini:



Foto ini dipilih oleh juri karena aneh begitu deh hihihi dan pecah telur deh, menang kontes foto IG :-)



Nah, jujur waktu menulis ini saya sudah enggak punya ekpektasi bakalan juara, karena ya itu tadi, yang hadir dalam event previ uricran semuanya senior-senior dan sudah lama malang melintang di dunia blogging. Jadi saya santai aja menulisnya dan semua materi yang saya catat, saya tuliskan di dalam review. Alhamdulillah tulisan itu menang blogpost previ Uricran. 


Rejeki yang gak disangka-sangka deh. Dan hasil hadiahnya itu, voucher belanja di transmart, kepake banget bisa menyenangkan anak-anak. Ini yang paling penting!

Dan, yang paling tidak menyangka adalah betapa kekuatan tulisan itu sama dengan doa ya. Pada bulan Februari 2018, saya menulis sebuah artikel tentang Jogja, dengan judul Ke Jogja Kukan Kembali. Betapa saya ingin sekali napak tilas ke Jogja dan menuliskan beberapa tempat yang ingin saya datangi. 

Dan alhamdulillah pada 27-29 November lalu, saya pun terbang ke Jogja. Bukan untuk jalan-jalan sih, tapi mengikuti workshop karena saya terpilih menjadi salah satu penulis untuk buku anak inklusif berjenjang yang diadakan oleh FLP dan INOVASI.

menjadi bagian penulis buku anak inklusif berjenjang di Hotel TjokroStyle, Jogja 
Terbang ke Jogja bersama putri bungsu saya dengan pesawat Garuda dan tidur di hotel Tjokrostyle. Namanya workshop saya sama sekali gak sempat jalan-jalan selama di Jogja. Tapii dengan bisa ke jogja lagi dengan fasilitas gratis itu, saya bersyukur banget.

sebelum pulang, foto dulu
Sungguh, ini adalah rejeki yang tidak disangka-sangka. Merinding kalau memikirkannya, karena ternyata apa yang kita tulis sebenernya doa yang tertulis. Makanya, insyaAllah tahun depan saya akan menulis lebih banyak lagi hal-hal yang ingin saya lakukan, terutama tulisan yang bermanfaat untuk diri dan orang lain. Semoga apa yang saya tulis dapat menginspirasi orang lain dan malah membawa saya ke suatu tempat yang menjadi idaman saya.

Bulan Juni dan Juli saya menulis masing-masing 5 artikel, beberapa di antaranya adalah tulisan organik. Susyah juga ya setelah sering menulis sponsor blogpost terus ke organik hihihi itulah yang namanya ujian ya, semua proses harus dilalui agar berbuah manis.

Bulan Juli, alhamdulillah putri saya yang sulung lulus sebagai hafizah. Kebahagiaan yang terbesar sebagai orang tua adalah mengantarkan anak-anak menjadi apa yang dicita-citakannya. Alhamdulillah selama setahun mondok di sebuah pondok pesantren Tahfiz, putri saya pun di wisuda di bulan Juli. Sekaranga anaknya sedang menyelesaikan sekolah SMAnya di sebuah PKBM, jadi mohon doanya ya dari momblogger semua. Semoga dia lulus UN dan dapat kuliah sesuai dengan jurusan yang dia idamkan.

Baca: Suka duka Mengantar Anak Menjadi Hafizah

Bulan Agustus saya menulis 6 artikel. Bulan September 9 artikel. Bulan Oktober 1 artikel dan bulan November 9 artikel.

Di bulan November, niatnya saya mau mengikuti BPN30dayblogchallenge. Sayangnya, saya hanya mampu menulis 4 artikel, setelah itu mandeg. Itulah, saya sedih banget, semoga tahun depan bisa mengikuti challenge serupa dan konsisten.

Bulan Desember saya menulis 6 artikel dengan satu artikel adalah artikel organik. InsyaAllah tahun depan saya akan berusaha terus menyeimbangkan antara postingan sponsor post dan post organik agar blog saya menjadi lebih berarti dan berdaya.

Dan tahun 2018 saya tutup dengan aktifitas berbagi dengan adik-adik FLP (forum lingkar pena), sharing seputar blogging. 



Sepanjang tiga tahun saya menjadi blogger dan juga influencer, alhamdulillah saya semakin mencintai dunia blogging. Selain mendapatkan banyak teman dan relasi, lewat ngeblog ibu rumah tangga semacam saya dapat meng-upgrade diri lewat blog walking. 

Yap ... karena lewat blog walking, dunia menjadi terlihat kecil. Lewat ngeblog emak bisa belajar apa saja gratis tanpa hambatan dan emak pun bertambah pintar. Alhamdulillah.

Yuk ah, semangattt .. semangatt ...Semoga tahun depan lebih baik lagi dan dapat menulis lebih banyak lagi tulisan yang menginspirasi dan bermanfaat...

Itu ceritaku, share yuk, ceritamu ....

Comments

  1. Mb sri mah panutanquee
    Seorang ibu 6 anak
    Kuliah
    Nulis buku
    Ngeblog
    Satu kata.W.O.W

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ih jadi malu dijadiin panutan sama mbak Miyo yang dah keren dari lahir hehe makasih ya mbak Miyo ❤️😘

      Delete
  2. Mba keren abis nih selamat y mba :) btw aku juga pengen gabung deh sama BPN biar optimasi blognya makin kenceng hehehe

    ReplyDelete
  3. Masyaallah mba, semangat nulisnya, semoga 2019 bisa lebih banyak artikel yang dibuat. Doakan Ujame juga ya mba biar bisa bikin banyak artikel ya mba hehhe

    ReplyDelete
  4. Wow,keren mbak..prestasinya luar biasa ya tahun 2018. Semoga tahun 2019 semakin berkah dan nulis artikelnya lebih dari 65 ya

    ReplyDelete
  5. Mbaaaa, tadi saya liat foto anak mba di IG bersama mba, masha Allaaaaahhhhhh...
    Foto itu semacam dikirim Allah di beranda saya untuk mengingatkan saya melihat ke bawah.
    Meskipun saya tau kelebihan dan kekurangan orang berbeda-beda, tapi sungguh saya salut banget ama mba :)

    Selamat ya atas pencapaiannya di tahun 2018, semoga tahun ini lebih baik dan berkah lagi, aamiin :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @tutiarien

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…