Vaksinasi Covid-19 Tak Seseram Ceritanya

Vaksinasi Covid-19

Moms, siapakah di antara Moms yang sudah disuntik vaksinasi Covid-19? Alhamdulillah saya sudah mendapatkan vaksin covid-19. Ternyata disuntik vaksin covid-19 tak seseram ceritanya, ya. Beneran gak kerasa abis disuntik, lho. Kalau ingat sebelum disuntik, galaunya berhari-hari. Iya, gimana gak galau dan takut, dulu itu banyak banget beredar, kan, info-info berkaitan dengan vaksinasi ini, dari mulai efeknyalah, belum terujilah dan sebagainya, saya jadi bingung dan takut, kan. 

Ditambah lagi pengalaman suami saya yang vaksinasi duluan, pasca vaksinasi kedua suami mendadak lemas dan tidak enak badan. Tidak berlangsung lama sih, karena suami rutin minum Biovid, minuman suplemen kesehatan yang dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh. Suplemen ini mengandung ekstrak buah Sirsak dan buah Manggis yang memiliki berbagai macam manfaat bagi kesehatan dan kekebalan imunitas tubuh. Alhamdulillah kondisi suami berangsur membaik. Suami juga menenangkan saya dengan memberitahu bahwa vaksin yang diberikan adalah vaksin Sinovac yang sudah dinyatakan halal oleh komisi fatwa MUI pada tanggal 8 Januari 2021. Jadi insyaAllah tidak perlu ragu. 

Selain mendengar cerita suami, saya juga bertanya pada teman-teman yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19. Alhamdulillah sebagian besar menyatakan aman dan selamat. Banyak yang bilang KIPI pasca vaksinasi hanya lapar dan mengantuk. Oke, insyaAllah aman, bismillah. Saya pun menguatkan hati. Beneran deh, bagi saya yang takut disuntik ini tentu saja menjadi pengalaman yang mendebarkan namun juga melegakan. 

Alhamdulillah, akhirnya saya punya 2 sertifikat bukti bahwa saya sudah disuntik vaksinasi pada tanggal 8 April dan 6 Mei 2021 yang lalu.  Di rumah yang sudah mendapatkan vaksinasi covid-19 baru saya, suami dan anak sulung. Ini juga mendadak sih informasinya. Waktu itu pak suami mengabari saya bahwa ibu RT di lingkungan tempat tinggal kami membuka pendaftaran vaksinasi untuk warga usia di bawah 60 tahun dan di atas 20 tahun. Kebetulan saya berusia di bawah 60 tahun dan si Kakak pas tahun 2021 ini berusia 20 tahun, meskipun masih beberapa bulan lagi, tapi kakak lolos seleksi. Saya sih berharap, semoga anak-anak di bawah 20 tahun juga bisa mendapatkan vaksin segera untuk menambah imunitas tubuh mereka. Apalagi dengan wacana sekolah tatap muka yang akan segera dibuka. Rasanya belum tega mengantar anak sekolah kalau mereka belum memiliki proteksi imunitas yang tinggi.

Vaksinasi Covid-19

Moms, sebagaimana vaksinasi atau imunisasi lainnya, vaksin Covid-19 ini juga penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita. Meskipun vaksinasi bukan obat namun aktivitas ini penting  dilakukan sebagai salah satu ikhtiar kita dalam memproteksi diri dan keluarga agar tidak terinfeksi virus Covid-19. Sederhananya begini. Ada serangan terus-menerus dari musuh (virus), tapi kita gak punya senjata apapun kecuali mengandalkan diri sendiri. Nah, vaksin ini ibaratnya "tentara" yang melindungi kita dari serangan-serangan musuh dan membantu kita dalam melawan virus jahat yang sedang wara-wiri di sekitar kita. 

Vaksin Covid-19 ini memang tidak menjamin kita akan kebal dan tidak akan terjangkit penyakit, namun dengan mendapatkan vaksinasi covid-19 ini, manfaat vaksin covid-19 ini besar sekali, baik untuk diri kita juga untuk orang lain. Selain itu juga bisa menghambat penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus Corona yang telah mewabah selama hampir 2 tahun ini. Hayuklah kita niatkan vaskinasi karena Allah, insyaAllah perbuatan baik ini akan berbuah pahala dari Allah dan semoga ketika kita terjangkit insyaAllah tidak akan menimbulkan efek yang parah dan kita cepat recovery. Terpenting adalah usaha yang telah kita lakukan. 

Oleh karena itu meskipun telah mendapatkan vaksinasi tetep harus menjaga kesehatan tubuh dan membantu "tentara" di dalam tubuh kita bekerja dengan baik memproteksi diri dengan tetap makan makanan yang bergizi dan  disiplin prokes 5M. Memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumuman dan membatasi mobilitas dan interaksi. Kita ingin pandemi segera berakhir, kan? Let's stop the spread of covid-19!

Bagaimana Cara Mendapatkan Vaksinasi Covid-19?

Moms bisa menghubungi RT atau RW di lingkungan tempat tinggal Moms, atau ke Puskesmas terdekat. Biasanya informasi seputar vaksinasi Covid-19 kita dapatkan dari lembaga kemasyarakatan yang dekat dengan kelurahan dan kecamatan setempat, juga dekat dengan Puskesmas. Peran RT dan RW ini penting sekali di masa pandemi ini sebagai kepanjangan pemerintah daerah yang terjun langsung di masayarakat. Oleh karena itu Moms, kita harus kritis dan proaktif dalam menanyakan berbagai informasi terkait vaksinasi Covid-19 ini kepada ibu bapa RT kita.

Alhamdulillah ketua RT saya, ibu yang benera baik banget dan mau berkorban untuk warganya. Beliau yang nge-WA kita minta data-data dan kesediaan untuk pendaftaran vaksin Covid-19. Kemudian mendata dan menyerahkan kepada Puskesmas setempat. Jadi data kita dikumpulkan dulu, kemudian dilaporkan kepada kader PKK yang akan meneruskan kembali ke Puskemas. 

Berikut data yang diserahkan kepada RT atau RW:

  1. Nama:
  2. NIK:
  3. No HP:

 Jadi data yang dikumpulkan untuk pendaftaran vaksin covid-19 ini sederhana banget dan gak ada syarat yang ribeut. Nanti ketika pada hari H, kita bawa salinan KTP. Di belakangnya kita kasih nomor HP agar petugas mudah cek dan ricek keabsahan data kita.

Hari Pertama Vaksinasi Covid-19

Akhirnya hari pertama vaksinasi Covid-19 pun tiba. Hari Kamis, tanggal 8 April 2021. Saya berangkat dari rumah pukul 8 pagi. Awalnya mau lebih pagi lagi, tapi seperti biasalah, emak-emak banyak yang dilakukan pagi-pagi mah, mana hari sekolah dan kerja, kan. Jadi harus membereskan anak-anak dan suami dulu. Pukul 8 kami meluncur ke RS Salak Bogor. Tiba di sana, pukul 8.30. Suami memarkirkan mobil di belakan rumah sakit. Ketika si kakak menjejakkan kaki di tempat parkir, dia berbisik pada saya.

"Mi, rasanya kakak sudah lupa berjalan." 

Saya tergugu mendengarnya. Ini kali pertama si Kakak keluar rumah. Menghirup udara bebas dan berjalan di ruang yang tak berbatas pagar. Ada haru dan sesak di dada. Ya Allah, benar, Nak. Rasanya seperti belajar berjalan lagi. Menyusuri jalanan yang tak pernah dijejaki hampir satu tengah tahun. 

Dulu, sebelum pandemi datang, RS Salak salah satu jalan yang sering kami lalui. Dari Sempur, berjalan naik ke atas, duduk di masjid di dekat RS Salak, mengantar adiknya karate, menyusuri jalan di depan RS Salak ke arah Pasar Anyar lalu menunggu angkot di depan jalan besar. Ya Allah, waktu itu, begitu singkat dan membuat kenangan berkelebat bersamaan.

Tak lama kemudian, kami sampai di meja pendaftaran. Mengambil nomor dan menunggu dipanggil. Saat kami sampai pada pukul 8.40, nomor kami 40 dan 41. Makin siang sepertinya akan semakin ramai. Suami saya menunggu hingga pukul 9.30. Karena ada rapat di kampus, dia pun pamit dan tidak menjemput kami pulang. Agak heboh juga waktu kemarin itu, karena saya enggak bawa duit cash, dan memang selama pandemi ini enggak pernah megang uang cash. Terus hape yang ada aplikasi Grab dan Gojek ditinggal di rumah pula. Ya udahlah, kata saya nanti si Teteh yang pesankan kami Grab atau Gocar kalau mau pulang. Suami pamit dengan rasa gak enak, karena dia emang ketat banget prokesnya. Diusahain gak boleh naik kendaraan umum, kalau mau ya mobil online gitu. Baiklah, urusan penjemputan sudah selesai dan saya dan si kakak dipanggil bersamaan. 

Urutan ketika akan divaksinasi pertama itu begini, ya Moms.

1. Ambil nomor antrean.

Form Kondisi Kesehatan
dokumen pribadi

Kita diberi nomor dan form yang harus diisi. Jadi selama menunggu dipanggil kita mengisi form yang berisi tentang riwayat kesehatan kita. Isi form dengan jujur, ya, Moms. Agar kita vaksinasi kita berjalan dengan lancar dan tidak mencelakakan diri sendiri juga. Bisa lihat beberapa pertanyaan yang diajukan, yaa. Mungkin setiap daerah akan berbeda, tapi minimal ada gambaran, lah, ya. Jangan lupa bawa pulpen yaa. 

2. Cek data dan mengukur suhu badan dan tensi.

Cek tensi darah

Pada saat ini kita diminta duduk di depan meja registrasi dan dicek suhu tubuh dan tensi darah. Alhamdulillah tensi saya normal dan suhu tubuh normal. Jangan khawatir karena di meja registrasi prokes dijaga. Di sana disediakan hand sanitizer setelah bersentuhan dengan alat kesehatan. Cek suhunya juga dengan termometer yang memindai di jidat.

3. Cek data lagi dan tanda tangan kehadiran.

 

cek data

Nanti nama kita sudah ada didaftar hadir karena sudah didaftarkan oleh RT atau RW. Kita tinggal tanda tangan. Petugas akan memberikan sehelai surat bahwa kita terdaftar untuk divaksinasi.

4. Penyuntikan Vaksin Covid-19

Suntik Vaksin Covid-19

Alhamdulillah proses penyuntikan cepet banget, gak kerasa malahan. Awalnya deg-degan haha, kayak anak anak aja ya, tapi ternyata gak kerasa pas disuntik. Tau-tau selesai dan tidak terasa apa-apa.

5. Masa Observasi.

Pasca disuntik, kita diminta untuk tinggal dulu di ruangan tempat kita disuntik selama 15 menit. Selama itu kemungkinan akan muncul efek pasca disuntik. Seperti lapar, ngantuk, kesemutan dll.

Kalau saya sendiri, timbul gatal di atas telapak tangan. Jadi kayak bentol gitu. Tidak berlangsung lama sih, alhamdulillah dan tidak memerlukan obat. 

Gatal pasca vaksinasi covid-19

Setelah selesai masa observasi, petugas memanggil nama kita, menanyakan apakah ada keluhan dan sebagainya pasca disuntik dan memberikan surat tanda bahwa kita sudah mendapatkan vaksinasi pada hari itu serta menyebutkan nomor telpon dokter yang tertera di surat jika ada KIPI atau gejala lainnya pasca vaksinasi. Selain itu juga kita diberi jadwal untuk vaksinasi kedua yaitu akan dilaksanakan pada tanggal 16 Mei, jadi masih 1 bulan lagi. Kalau pak suami sih, jedanya hanya 2 minggu. Selain itu juga diberitahu ada sertifikat vaksinasi Covid-19 yang bisa diunduh secara otomatis dikirim lewa SMS. 

Sehat pasca vaksinasi

Setelah selesai saya dan kakak pulang ke rumah dengan mobil jemputan online yang dipesan oleh anak saya yang di rumah. Si Teteh, anak saya yang kedua, ternyata belum terbiasa memesan dari rumah, jadi terbalik, harusnya kita dijemput di RS Salak dan dibawa ke rumah, eh ini pesannya dari rumah ke RS Salak. Atuh kita nunggunya jadi lama banget. Mana panas pula. 

Untung gak jadi jalan-jalan ke Sempur dulu, kalau enggak si Kakak capek.

Setelah menunggu, akhirnya mobil jemputan pun tiba, tapi kondisi si kakak udah capek banget kayaknya. Mana dia tahan enggak minum padahal ada air minum yang dibelikan oleh Abinya. Cuma dia kagok makan minum di luar, kan. Jadi sampai di rumah si kakak pingsan. Haduh, beneran heboh banget. Mana jari tangannya kejepit di pintu mobil pas mau turun.

Untung pingsannya di depan pintu dapur. Alhamdulillah beneran pengalaman yang luar biasa. Setelah tidur sebentar dan diberi minum si kakak akhirnya bisa bangun juga. Katanya matanya berkunang-kunang. Iyalah, kemungkinan dehidrasi karena kita menunggu dari pukul 8.30 sampai hampir pukul 12 gitu deh. Pas panas mongkleng nunguan mobil online heuheu. Alhamdulillah gak ada KIPI yang diakibatkan vaksin, hanya kurang cairan.

Tips aman ketika akan vaksinasi, selama vaksinasi dan pasca vaksinasi ala saya.

  1. Hindari  tidur larut malam menjelang vaskinasi. Pastikan tubuh dalam keadaan sehat.
  2. Hindari kerja berat dan kelelahan.
  3. Ketika hendak vaksin untuk wanita, kenakan pakaian yang nyaman dan mudah dibuka bagian pangkal atas lengan. Kalau saya pakai baju gamis lengan pendek dan ditutup menggunakan outer. Sehingga memudahkan petugas menyuntik bagian lengan atas.
  4. Makan dan minum yang cukup sebelum divaksin. Hindari kekurangan cairan.
  5. Setelah vaksinasi segera kembali ke rumah. Hindari panas matahari yang terik.
  6. Makan makanan yang sehat dan bergizi serta perbanyak cairan pasca vaksinasi.
  7. Istirahat yang cukup dan hindari kerja berat pasca vaksinasi.

Nah, Moms, demikian cerita pengalaman saya mendapatkan vaksinasi covid-19. Semoga bermanfaat, yaa. Untuk pengalaman hari kedua suntik vaksin covid-19 insyaAllah saya ceritakan di postingan berikutnya yaa. Saya akan ceritakan apa yang terjadi pada bekas suntikan pada suntikan kedua kali, ya. Jadi tunggu updatenya.

Oiya, Moms, program vaksinasi Covid-19 ini gratis ya, tidak dipungut biaya. Jadi moms tidak perlu khawatir soal biaya. Modal yang kita perlukan hanyalah tekad untuk sehat dan berjuang agar pandemi segera berakhir. Bismillah. 

Salam Sehat,

Sri Widiyastuti

Sri Widiyastuti
Saya ibu rumah tangga dengan 6 orang anak. Pernah tinggal di Jepang dan Malaysia sebagai diaspora.Isi blog ini sebagian besar bercerita tentang lifestyle, parenting (pengasuhan anak) dan segala sesuatu yang berkaitan dengan keluarga dan perempuan. Untuk kerjasama silakan hubungi saya melalui email: sri.widiyastuti@gmail.com

Related Posts

29 comments

  1. Yeayy, Alhamdulillah senaaangg ya Mba, udah menerima vaksin covid.
    semoga senantiasa sehaaattt
    dan semoga covid segera menghilang cliiinggg dari planet Bumi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, alhamdulillah. aamiin semoga dengan semakin banyak orang yang divaksin dan menerapkan prokes dengan baik, pandemi segera berakhir

      Delete
  2. Alhamdulillah kalau udah divaksin semoga sehat-sehat selalu ya... tetap ketat menerapkan prokesnya..pakai masker, jaga jarak, sering cuci tangan pakai sabun dan 2 M lainnya

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillaah ya mbak Sri sudah divaksin nih. Ceritanya lengkap banget dan aku baca sampai habis hahahah :) Ga afdol kan ya kalo ga ada fotonya, sekaligus buat kenang2an. Oooooh gitu ya, setelah diencuuuz, nunggu 15 menit dulu jangan langsung pulang? Sip2....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe makasih ya mbak Nurul. IYa kita diobservasi dulu selama 15 menit, setelah itu pulang langsung ke rumah. istirahat.jangan kelayapan shopping yaa hihihi

      Delete
  4. alhamdulillah sudah divaksin mba, sehat terus ya.. memang perihal vaksin ini kitanya harus aware dan memastikan memang tubuh kita sesaat sebelum divaksin dalam keadaan yang sehat dan fit

    ReplyDelete
  5. Nuhun sharingnya mbak..
    aku dan suami belum divaksin nih. Tempo hari sudah ada pendataan dari kantor suami, tapi sampai sekarang belum ada follow upnya. Aku sih hayu aja untuk vaksin. Suami nih yang agak khawatir karena dia ada diabetes. Sempat bilang aku ga mau vaksin. Tapi aku bilang, hayuk dong konsultasi dulu ke dokter, karena dengan keadaan ayah, justru lebih butuh vaksin.

    ReplyDelete
  6. saya sudah divaksin di periode awal dulu mba..bener emang ga seserem yang dibayangkan kok. aku juga sampe heran, pas dokternya bilang sudah ya... woh udah dok? kok ga berasa...halahhhh pdahal sempat deg2an juga tuh...

    ReplyDelete
  7. Aku blum vaksin nih mba. Pak suami udah. Rasanya jg ikut deg2an. Alhamdulillah lancar dan hanya efek pegel banget suntikan keduanya. Kalau ibu dan bapak tinggal suntik tahap kedua, kalau mereka sempat demam..semoga mba sehat selalu jg ya sekeluarga

    ReplyDelete
  8. Betul banget. Kedua ortuku juga udah divaksin dua kali. Ternyata memang enggak seseram cerita2 orang.

    ReplyDelete
  9. Alhamdulillah selamat ya Mbak sudah divaksin, lebih lega sekarang.. semoga sehat selalu sekeluarga aamiin

    ReplyDelete
  10. Aku belum divaksin nih, Mak. Waktu didata sebelum disuntiknya ditanyain apa aja kah? Kalau di rumahku baru mama sama adik yang cowok. Mama dapet jatah dari target lansia sementara adik fasilitas dari tempat kerjanya

    ReplyDelete
  11. terima kasih sudah menulis ini mbak
    aku masih baru daftar
    baca ini jadi makin berani buat vaksin

    ReplyDelete
  12. Saya belum dilaksanakan Mb sebab ada alergi berat jadi gak bisa. Kalo suami dan teman kantor. Alhamdulillah semua aman

    ReplyDelete
  13. Di RTku blom ada nih pemberitahuan disuruh vaksin. kalo mau vaksin ya pergi ke puskesmas biar cepat. molly blom di vaksin nih. kapann ya? takut disuntik >,<

    ReplyDelete
  14. Huhuu...sedih banget kalau abis vaksin timbul kotra-indikasi yang gak baik yaa.. Itu sebenarnya memang tubuh sedang berjuang. Jadi benar, kita sama-sma berjuang mengahdapi situasi pandemi seperti saat ini.

    Tetap jaga kesehatan dan jangan lupa ikut vaksin dengan keteguhan hati.

    ReplyDelete
  15. Aku belum dapet jatah vaksin, semoga segera dapat kabar. Iya ya, dengar cerita dari banyak orang orang rata2 setelah vaksin ada yang ngantuk berat, demam bahkan ada yang suka makan hehe

    ReplyDelete
  16. well noted mba... saya dapat jadwal vaksin pekan depan nih... baca pengalaman mba sri beneran dapat pencerahhan. semoga nanti saya juga lancar dan aman pra dan pasca vaksinnya. bismillahh

    ReplyDelete
  17. Alhamdulillah sudah vaksin ya mbak. Aku belum nih. Masih nunggu antrian. Baca ini jadi ga sabar nunggu

    ReplyDelete
  18. Ya Allah, kakak ... kagok baru keluar rumah setelah sekian lama kali ya sampai nahan diri enggak minum. Sebenarnya tidak apa-apa minum di luar rumah, jaga jarak, minum, trus pakai masker lagi deh.
    alhamdulillah enggak ada KIPI ya. INi tetanggaku udah 2 hari demam sampai muntah pasca vaksinasi.

    ReplyDelete
  19. syukurlah mba sehat-sehat yaaa
    aku tanggal 1 juli nanti vaksin doakaaaaan ya biar semua sehat dan pulih
    orang tua juga sudah vaksin 2 kali
    semoga semua sehat

    ReplyDelete
  20. Saat vaksin pertama aku tidak merasakan efek apa-apa mba, palingan ngantuk aja. Bisa tidur dari siang mpe agak malam waktu itu hehehe...

    Nah kalau yang kedua entah mengapa kok rada demam, sampe 3 harian baru sembuh loh. Entah efek vaksinnya atau memang badanku yang agak kurang fit tuh.

    ReplyDelete
  21. Ternyata mudah ya, kalau mau vaksin. Cukup daftar di RT/RW setempat, atau puskesmas. Saya belum mengajukan karena tahunya harus ke kantor dinkes, dan sampai sekarang suami belum bisa libur kerja. Hiks

    ReplyDelete
  22. Ya Allah itu kebayang gimana hebohnya pas liat si kakak pingsan. Mungkin langsung mikir kenapa-kenapa ya. Aku jadi ikut tegang bacanya, takut terjadi hal mengkhawatirkan. Untunglah ga terjadi hal lain yang tak diinginkan ya. Bisa jadi karena dehidrasi, udara panas, dan juga kelelahan karena kelamaan nunggu giliran ya.

    Di tempatku juga sama mbak. Bu RT nya sibuk mendata warga. Hampir tiap hari mengingatkan warga melalui WAG khusus ibu-ibu untuk segera mendaftar untuk vaksin gratis yang disediakan.

    Semoga setelah divaksin, daya tahan tubuh kita makin kuat ya mbak. Sehat-sehat selalu bersama keluarga.

    ReplyDelete
  23. wuah akhirnya ya sudah di vaksin, kantor suami sudah vaksin tapi sayangnya tidak mengikutkan keluarga di situ, hanya pegawai saja, jadi saya dan anak2 vaksin sendiri juga di klinik. baru2 ini ada vaksin festival juga

    ReplyDelete
  24. Wah kasian juga si Kaka sampe pingsan mba :o. Tapi bersyukur udah vaksin..

    Aku masih vaksin pertama. Krn dptnya AZ, JD hrs nunggu sampe 30 Agustus utk dpt vaksin kedua. Aku berharaaaap banget mba orang2 ini mau divaksin supaya target 70% itu bisa tercapai. Karna sama aja boong kalo yg divaksin ga sampe segitu :(.

    Kemarin pas AZ, aku dan suami KIPI nya lumayan berasa :D. Kalo suami meriang demam 3 hari. Kalo aku meriang sehari, tp sedikit batuk. Dan kami JD ngantuuuuuk bgt beberapa hari itu. Semoga yg kedua ga terlalu parah :D

    ReplyDelete
  25. memang ay banyak berita yang justru membuat orang jadi takut. padahal dulu kita sering melakukan vaksinasi sejak bayi. makanya aku juga rada2 deg2an saat vaksin sampai tensiku 140/80 padahal biasanya aku 110/70. samapi dibilang perawatnya ibu tegang? alhamdulilah efeknya mengantuk. hari kedua sepanjang hari maunay tidur melulu

    ReplyDelete
  26. Alhamdulillah, sudah divaksin. Sekarang banyak masyarakat yang mencari info tentang pelaksanaan vaksinasi. Antusiasnya luar biasa. Sebagai bagian dari ikhtiyar kita menghadapi Covid ini 😃

    ReplyDelete

Post a Comment