Jika Anda Merasakan Gejala Covid-19, Segera Kunjungi Dokter Terdekat Agar Tidak Semakin Parah

29 comments

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua sehat selalu yaa. Jika Moms merasakan gejala Covid-19, segera kunjungi dokter terdekat agar tidak semakin parah. 

Setiap orang pada dasarnya memang berisiko tinggi untuk terjangkit virus Corona, tanpa terkecuali. Untuk itu, ada baiknya bagi kita berhati-hati dalam menjaga diri sehingga nantinya tidak sampai terjangkit virus tersebut. Karena jika sudah sampai terkena, maka risiko penularan kepada orang lain yang ada di sekitar kita juga akan semakin tinggi. 

Hal inilah yang membuat persebaran dari virus yang satu ini berlangsung secara cepat, bahkan tidak terkendali. Hubungi dokter terdekat jika seandainya ada di antara anggota keluarga kita, baik itu diri kita sendiri, anak atau suami yang sudah mulai merasakan gejala-gejalanya.

Wanita bermasker
gambar pixabay

Fakta saat ini, tidak banyak orang yang sadar tengah terjangkit Covid-19, justru sebaliknya lebih banyak diantaranya yang tidak sadar bahwa seorang terserang penyakit tersebut, karena itu dia, serangannya ada terpapar Covid-19 tanpa gejala sedikitpun. Sehingga terus menerus menyebarkan kepada orang lain yang sebenarnya sehat. Penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini pada dasarnya memang bukan sesuatu yang dapat kita remehkan. Karena virus jenis baru tersebut belum memiliki vaksin, bahkan juga obat yang benar-benar efektif di dalam penyembuhannya.

Tak jarang bahkan diantaranya orang-orang yang sudah sembuh dari serangan pertama, akan kembali terserang lagi. 

Gejala Covid-19


Adapun diantara beberapa gejala terkait dengan penyakit yang tengah mewabah ini, adalah sebagai berikut:

1. Demam.


umumnya pasien yang sudah terinfeksi Coronavirus akan merasakan demam tinggi, suhu tubuh mencapai angka 38 derajat Celcius bahkan juga lebih.

2. Batuk 


Batuk yang dialami oleh pasien adalah jenis batuk kering atau tidak berdahak, jika seandainya masih dalam masa infeksi pertama.

3. Sesak napas


Gejala selanjutnya yang membedakan dengan influenza biasa adalah penderita Covid-19 ini akan merasakan sesak napas, sehingga kesulitan bernapas, karena paru-paru yang sudah mulai berisi cairan. 

Rapid Test
gambar dari pixabay

Gejala-gejala di atas biasanya mulai dirasakan atau muncul mulai dari hari ke-2 sampai dengan 14 hari atau 2 minggu setelah terpapar virus. Kondisi ini akan dengan mudah dirasakan oleh orang-orang dengan kekebalan tubuh yang lemah. Juga akan sulit terdeteksi oleh orang-orang yang memiliki kekebalan tubuh kuat. Jika sudah semacam ini langkah selanjutnya adalah dengan berobat ke dokter. Tidak semua orang akan langsung dilakukan pengujian untuk melihat apakah ia benar-benar terpapar virus tersebut ataukah tidak. Jika masih ODP maka disarankan untuk mengkarantina diri di rumah, sehingga tidak menulari yang lainnya.

Pemeriksaan Pada Kasus Terpapar Covid-19


Bentuk pemeriksaan yang biasanya dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang benar-benar terpapar oleh virus ini ataukah tidak adalah dengan 3 media, yaitu:

1. Uji Sample Darah (Rapid Test)


Melakukan pengujian dengan mengandalkan sampel darah untuk kemudian dicek ke laboratorium, ini dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan keberadaan virus tersebut.

2. Tes PCR, 


Test ini adalah bentuk tes dengan meneliti sampel dahak dari pasien, yaitu mengusap bagian tenggorokan untuk melihat dahaknya.

3. Rontgen dada, 


Rontgen dada yaitu dengan mendeteksi adanya infiltrat atau cairan yang ada dalam paru-paru, biasanya ketika pasien tersebut benar-benar positif terkena Covid-19 maka akan dilihat adanya flek pada paru-paru, apakah masih satu atau keduanya memang sudah mengalami flek. Karena jika dibiarkan semakin lama akan semakin parah.


Nah, Moms, menjadi penting segera memeriksakan diri ke dokter terdekat agar dapat mencegah kemungkinan atau risiko komplikasi yang semakin parah. Beberapa pasien yang terjangkit virus Corona ini akan  mengalami risiko penyakit yang lebih parah, jika tidak ditangani dokter secepat mungkin. 

Penyakit yang Ditimbulkan Setelah Terpapar Covid-19 di antaranya adalah:


  1. Pneumonia.
  2. Gagal ginjal.
  3. Infeksi sekunder yang terjadi pada organ lain.
  4. Acute cardiac injury.
  5. Kematian.

Moms, setiap hari disuguhkan dengan angka-angka yang terpapar, meskipun ada yang sembuh, tapi yang meninggal juga banyak. Sungguh hati ini bagaikan terpotek-potek. Oleh karena itu, benarlah mencegah lebih baik daripada mengobati bukan. Jadi sebisa mungkin lindungi diri sendiri dan keluarga tercinta di rumah, agar bisa melindungi masyarakat yang lebih luas lagi.

Stay at home and save lives.

Stay Home Keep Save
gambar dari pixabay

Sri Widiyastuti
Saya ibu rumah tangga dengan 6 orang anak. Pernah tinggal di Jepang dan Malaysia sebagai diaspora.Isi blog ini sebagian besar bercerita tentang lifestyle, parenting (pengasuhan anak) dan segala sesuatu yang berkaitan dengan keluarga dan perempuan. Untuk kerjasama silakan hubungi saya melalui email: sri.widiyastuti@gmail.com

Related Posts

29 comments

  1. paling aman memang diam di rumah aja ya. supaya ga kena paparan covid19. moga sehat selalu buat kita semua dan wabah pandemi segera berakhir aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mam, meskipun terus aja ngulikbek di rumah. Tapi ini lah yang bisa kita lakukan minimal tidak terpapar dan menularkan krpada orang lain.

      Aamiinn semoga pandemi segera berlalu

      Delete
  2. Moga selalu sehat semua ya mba. Kita sekeluarga. Masa pandemik gini was was banget. Tapi hrs smangat usaha hidup sehat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Iya mbak, was-was dan kuatir, memang normal ya pada semua manusia. Hanya saja gak perlu panik agar imunitas tak menjadi menurun.

      Delete
  3. Teman suamiku sempat kena dan dirawat mbak, alhamdulillah udah sehat dan boleh pulang skrng. Emamg awalnya kyk flu dan demam biasa, tapi di masa skrnng gak mau ambil risiko akhirnya ke dokter. Walau sempet dipingpong ke sana ke mari katanya. Alhamdulillah segera dapat perawatan yg tepat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Allah, dalam.keadaan sakit terus dipingpong itu, rasane udah nano nano banget yaa. Alhamdulillah, sudah berlalu ya masa itu. Semoga lekas pulih kembali dan tidak meninggalkan bekas

      Delete
  4. Bener banget ini, kita harus peka dan lebih sadar diri kalo merassakan gejala2 di atas yaa.
    langsung cuzzz periksakan.

    Semoga kita semua diberikan kesehatan dan perlindungaNya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Leres teh, agar tidak menjadi carrier di antara teman dan kerabat, apalagi kalau ketemu lansia, bisa bikin drop usia rentan.

      Delete
  5. salah satu kerabat positif covid19 mba, satu keluarga kecuali satu anak perempuannya, saat ini sedang ditanganin untuk dilakukan perawatan intensif

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Allah, semoga mereka lekas sembuh ya mbak agar bisa bersama sama lagi. Kasian anak perempuannya dan juga ortunya, tentu mereka sama sama cemas.

      Delete
  6. Semoga semua sehat. Kalo terpapar ngebayangin sepertinya kok gak nyaman untuk bisa mendapat perawatan di RS. Hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, sudah banyak kita baca kisah pilu, anak yang kehilangan ayah atau ibunya. Gak bisa ketemu fisik tiba tiba hanya dengar sudah dimakamkan. Ya Allah semoga pandemi ini segera berlalu. Aamiin

      Delete
  7. bener-bener harus waspada ya mbak di masa-masa sekarang ini. Yg paling aman emang berdiam diri di rumah dulu sih. Tapi di rumah pun kalo baca berita tentang corona, bisa jadi muncul psikosomatis, yaitu perasaan seolah-olah merasakan gejala Covid-19, padahal enggak.

    ReplyDelete
  8. Ngeri banget rasanya setiap hari harus melihat dan mendengar jumlah korban yang terpapar Covid 19. Semoga wabah ini segera berakhir, aamiin

    ReplyDelete
  9. Asyik ya halodoc ini, cari dokter udah nggak perlu ke rumah sakit atau klinik lagi.
    Udah gitu, biayanya pun bisa kita sesuaikan dengan kemampuan kita ya.

    ReplyDelete
  10. Iya mbak, semoga kita semakin aware ya dengan virus ini, dengan mengenali gejalanya dan segera ke dokter jika mengalami gejalanya maka, InshaAllah akan segera tertangani secara medis dan inshaAllah juga bisa sembuh ya mbak

    ReplyDelete
  11. Sedih bacanya, nggak kebayang ya virus ini bisa jadi penyakit pneumonia, gagal ginjal dan membawa kematian dengan cepat...semoga segera ditemukan vaksinnya aamiin..huhu..

    ReplyDelete
  12. Gejalanya yang mirip dengan influenza terkadang bikin seseorang tak menyadari. Tetap jaga kebersihan dan kesehatan dengan lebih rutin cuci tangan dan Jangan panik. Sebab hal ini bisa memicu dan mengganggu imun kita jadi rendah (ini reminder dari saudara ku di tim medis)

    ReplyDelete
  13. Gejala awalnya mirip sm influenza..
    Batuk pilek gt...
    Selama bbrp minggu WFH ini anak2 dan aku jg batuk pilek datang dan pergi...
    Cm alhamdulillah ga ada smp ke tahapan sm sesak.. Jd siaga aja dg meningkatkan imun tubuh... Dan berpikir positif
    Sehat2 kita semua

    ReplyDelete
  14. Baca ini jd reminder lagi buat aku. Krn sekarang kalau terpapar Covid gejalanya udah gak kayak dulu demam, dsb.
    Ada yg biasa2 aja, sehat, malah positif Corona.

    ReplyDelete
  15. Yup, lebih baik mencegah ya, kalau sudah kena repot... Semoga kita dilindungi dari virus corona ini ya...

    ReplyDelete
  16. Benar Mbak, harus waspada kalau merasakan salah satu gejalanya.

    Semoga kita semua sehat-sehat terus ya, Mbak. Dan semoga pandemi ini bisa segera berakhir.

    ReplyDelete
  17. Sebenarnya aku bingung mbak
    Ada yang bilang mending kalau gak merasa apa-apa ya stay di rumah aja nanti corona akan mati jika tidak kontak dengan siapapun. Soalnya kalau harus periksa maka biayanya mahal.

    ReplyDelete
  18. Pokonya klo udah Gejala-gejala di atas biasanya mulai dirasakan atau muncul mulai dari hari ke-2 sampai dengan 14 hari atau 2 minggu setelah terpapar virus itu hrs bngt ke RS ya mba

    ReplyDelete
  19. saking menghayati gejala -gejala yang terjadi jika terpapar covid ini, saya sama teman sempat parno begitu mengalami gejala kurang enak badan.

    Semoga pandemi segera bisa di atasi, semoga diberikan perlindungan dan pertolongan utk semua tim medis dan gugus depan semuanya.

    ReplyDelete
  20. Cuman ngeri juga sekarang kalau ke dokter mba, kayak teman kantor padahal dia batuk demam biasa ga ada riwayat ke LN atau interaksi dg yg positif..di rumkit langsung kudu disolasi krn anaknya ngotot jadi ga jadi diisolasi di rumkit tp aku nerima surat dokternya karantina 2 minggu..

    semoga kita disehatkanNya aamiin

    ReplyDelete
  21. Dan virus ini mudah sekali beradaptasi. Setelah gejala ini, lalu ada gejala lain bila terpapar, kaya mata merah dan bengkak hingga gatal dan ruam.
    Huhuu...
    Semoga apdet berita begini sebagai bahan untuk selalu waspada dalam menjaga kesehatan dan senantiasa berserah diri pada ilahi.

    ReplyDelete
  22. Mengunjungi dokter juga pasien yang menduga gejala covid harus maskeran, sarung tangan ya teh. Biar ga jadi carrier. Duh..moga Allah lindungi kita dari covid 19
    Aamiin

    ReplyDelete
  23. Gejala Covid ini beda-beda tipis yah sama flu biasa, bedanya cuma di sesak nafas. Jd kadang kalau ad keluarga yang kena flu, duh parno luar biasa

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email