Kolaborasi Konten Terbaik IndiHome Hasilkan Kreativitas Tanpa Batas

38 comments

Kolaborasi Konten Terbaik IndiHome Hasilkan Kreativitas Tanpa Batas. Hallo, Moms, tentu Moms sudah tidak asing lagi ya dengan peribahasa yang mengatakan, “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”. Dulu zaman saya SD, suka sekali bermain kata dengan peribahasa. Tak hanya kosa kata saja yang bertambah, namun saya juga jadi lebih bijak dalam melakukan segala sesuatu.

Kolaborasi Konten Terbaik IndiHome
Peribahasa itu bermakna, pekerjaan yang dilakukan dengan bekerja sama, hasilnya akan maksimal, tidak terasa berat namun menjadi ringan karena dikerjakan bersama-sama.

Peribahasa yang mahsyur sejak zaman nenek moyang kita dulu itu, nampaknya bermakna everlasting. Peribahasa itu sekarang bermakna lebih mendalam, yaitu kolaborasi, betul, tidak Moms?

Saya jadi teringat beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta kuliah whatsapp (Kulwap) ketika saya menjadi narasumber dalam menulis buku cerita anak picture book. 

Mereka bertanya, apakah saya menulis buku cerita dan sekaligus mengilustrasi buku-buku saya. Fyi, alhamdulillah saya sudah menerbitkan 15 buku cerita anak yang diterbitkan di penerbit mayor dan sebagian menjadi buku bahan bacaan anak Badan Bahasa. Sebagian besar berkonsep illustrated book dan picture book.

Memang kebanyakan penulis pemula tidak mengetahui bahwa ketika kita menerbitkan buku cerita anak, tugas seorang penulis adalah menulis naskah atau manuskrip untuk bahan buku cerita anak. Dari mulai konsep, menulis cerita dan jika buku itu adalah buku picture book atau illustrated book, maka tugas penulis juga harus menuliskan papan cerita agar memudahkan ilustator menggambar sesuai dengan arahan penulis.

Nah, di sinilah pentingnya kolaborasi antara penulis dan illustrator dalam menerbitkan buku. Penulis tidak bisa menggambar, maka penulis harus berkolaborasi dengan illustrator. Dengan kolaborasi, lubang ketidakmampuan kita dapat diisi hingga full dan akhirnya akan lahirlah kreativitas tanpa batas.
Bagaimana jika penulis tidak kenal dengan illustrator?

Tenang, penerbit jika tertarik dengan konsep buku kita akan mencarikan illustrator yang sesuai dengan karakteristik buku yang akan diterbitkan.

Kolaborasi pertama saya dengan illustrator adalah ketika saya menerbitkan buku cerita picture book Serial Dongeng Dunia yang diterbitkan oleh Penerbit Pelangi Indonesia. Ketika proses pengilustrasian buku saya, editor memperlihatkan kepada saya hasil ilustrasi pada buku saya dan meminta masukan untuk beberapa gambar.

Waktu itu illustrator yang dipasangkan dengan saya adalah mbak Stella Ernes. Wah saya sangat senang sekali bisa berkolaborasi dengannya. Apalagi hasil ilustrasinya bagus dan unyu sekali. Saya juga mengenal Mbak Stella karena kami satu grup Facebook yaitu Forum Penulis Bacaan Anak (FPBA) dan sama-sama orang Bogor, meskipun belum pernah berjumpa hihihi

Ini dia hasil kolaborasi saya dengan mbak Stella Ernes, saya menulis dan mbak Stella menggambar. Hasilnya, luar biasa sekali. Saya sangat menikmati buku cerita picture book saya ini. Sungguh benar-benar pengalaman yang mendebarkan sekaligus menyenangkan.

Kolaborasi konten terbaik
Buku cerita picture book karyaku dan cerita lainnya
Lalu kolaborasi konten terbaik saya yang kedua dengan illustrator ketika saya menulis buku cerita Mengenal Ilmuwan Muslim. Ketika itu saya berkolaborasi dengan Kang Novian Rivai. Ini kerja sama saya yang lumayan panjang sekali, selama 2 tahun. Daebak!

Internet terbaik
Salah satu buku cerita karyaku -  Mengenal Lebih Dekat Ilmuwan Muslim
 Lika-liku menulis buku cerita anak pernah saya rasakan, dari yang mudah terbit, sampai yang lama sekali terbitnya, karena ilustrasinya harus benar-benar dikerjakan dengan baik. Alhamdulillah akhirnya setelah menunggu dalam waktu kurang lebih 2 tahun, buku ini pun terbit dan saya bahagia sekali ketika bisa menimang buku-buku yang berhasil terbit dan dinikmati oleh anak-anak di seluruh Indonesia.

Bayangkan, dari konsep, lalu saya menulis ceritanya, menulis papan cerita lalu diilustrasikan oleh seorang ilustratrator, buku saya menjadi buku yang bernilai dan disukai oleh anak-anak karena tak sekadar tulisan saja tapia da ilustrasi yang menarik hati anak-anak untuk memilikinya dan membacanya.

Lalu yang membuat saya bertambah senang lagi adalah ketika saya berkolaborasi dengan illustrator dalam sayembara penulisan bahan bacaan anak untuk Gerakan Literasi Nasional (GLN) 2019 Badan Bahasa, 2 naskah yang saya tulis lolos seleksi. Alhamdulillah.

Kolaborasi Konten Terbaik Hasilkan Kreativitas Tanpa Batas
2 buku hasil karyaku di GLN 2019
Waktu itu saya berkolaborasi dengan Mbak Gadis Febriani dan Mas Harry. Saya menulis ceritanya, mbak Gadis dan Mas Harry yang mengilustrasi. Senang dan bangga sekali bisa lolos perhelatan tahunan Badan Bahasa ini karena buku yang dihasilkan akan menjadi buku pendamping anak dalam dunia literasi secara nasional.

Saya pernah membuat ilustrasi sendiri untuk buku yang saya ajukan untuk sayembara Badan Bahasa dalam bentuk novel. Ternyata naskah saya tidak lolos. Yah iyalah, ilustrasinya mungkin kurang mendukung ya. Jadi akhirnya saya bertekad untuk terus berkolaborasi karena dengan demikian, saya hanya tinggal fokus pada menulis cerita anak yang bermutu dan gambarnya diserahkan kepada illustrator.

So, kolaborasi konten terbaik hasilkan kreativitas tanpa batas, setuju?! 

PENTINGNYA KOLABORASI

Mengapa kolaborasi menjadi sangat penting?

Kolaborasi dalam KBBI adalah proses bekerja sama untuk menelurkan gagasan atau ide dalam menyelesaikan masalah secara bersama-sama menuju visi bersama.

Itulah mengapa kolaborasi menjadi salah satu hal penting yang harus dilakukan dalam segala aspek kehidupan.

Di dunia pendidikan abad 21 ini, anak-anak diharapkan memiliki kompetensi 4C, yaitu Critical Thinking (berpikir kritis), Creativity (kreatif), Communication (pintar berkomunikasi), dan Collaboration (bekerja sama).

Sudah tidak zamannya sekarang hanya mengandalkan kognitif atau kepintaran dalam bidang akademik saja, namun juga soft skill seperti berpikir kritis, kreatif, pandai berkomunikasi dengan orang lain dan dapat bekerja sama dengan orang lain ini penting agar dapat bersaing di dunia kerja.

Saat ini dunia sudah banyak berubah, apalagi hampir 3 tahun kita mengalami masa pandemi yang membuat ekonomi secara global terguncang.

Semua akhirnya dipaksa melek digital karena kita terkungkung di dalam rumah saja selama masa pandemi berlangsung. Anak-anak sekolah di rumah (SFH) dan para bapak dan ibu pekerja kantor bekerja  di rumah (WFH).

Alhamdulillah di rumah kami menggunakan internet terbaik, jadi anak-anak bisa mengikuti sekolah di rumah dan ayahnya bisa bekerja dengan leluasa.

Begitu juga dengan dunia bisnis. Semua terpaksa menguatkan bisnisnya lewat digital. Semua berlangsung dengan cepat. Alhamdulillah akhirnya dunia bisnis dan ekonomi pun lambat laun mulai bangkit dengan berorientasi pada kebutuhan masyarakat lewat digitalisasi berbagai sektor. 

Ketika kita bosan di rumah saja dengan menu masakan itu-itu saja, kita bisa pesan makanan online by online, atau mencari hiburan lewat nonton drama Korea di Netflix dan sebagainya.

Alhamdulillah, akhirnya dengan mengikuti perkembangan zaman. Dan dunia pun melihat peluang lewat digitalisasi berbagai aspek kehidupan. Akhirnya kita jadi terbiasa menggunakan berbagai layanan online dan lupa bahwa awal dari segalanya itu karena pandemi.

Saya sendiri bersyukur karena akhirnya banyak startup  bermunculan yang mengelola semua kebutuhan masyarakat pada umumnya. Mau transfer ada aplikasi bank online, mau beli bahan makanan bisa dipesan online, pengen nonton bioskop bisa nonton di Netflix, mau nonton TV kabel bisa berlangganan IndiHome internet terbaik karena sekalian internet sekalian juga layanan TV kabel, mau rapat bisa pakai aplikasi zoom meeting dan sebagainya.

Sekarang kita malah keasyikan bekerja di rumah saja, karena ternyata lebih efektif dan fleksibel. Yah, asal internetnya internet terbaik yang dipakai sinyalnya nyala terus. Wus .. wus. Hehe

Nah berbicara tentang kolaborasi tadi. Bahwa sekarang bisnis mana sih yang anti berkolaborasi? Tidak ada sepertinya ya. Kalau tidak kolaborasi zaman now, bisa-bisa mati kutu, bener gak, Moms?!

Sekarang gak zamannya kompetisi, tapi sekarang zamannya koopetisi. Kalau nggak kolab, bakalan kolaps, ini kata pak Yuswohady. Wah siapa itu? Okey, Moms, teruskan membaca artikelku ini ya untuk mengetahuinya. 

Indonesia Brand Forum 2022

Alhamdulillah tanggal 19 September 2022 lalu saya mengikuti acara Indonesia Brand Forum 2022 lewat zoom meeting. Dari mengikuti kegiatan ini saya menjadi semakin tahu pentingnya berkolaborasi dalam skup yang lebih luas lagi, yaitu di dunia bisnis.

Hadir dalam acara ini Bapak Yuswohady yang saya sitir kata-katanya di atas itu. Beliau adalah Founding Chairman Indonesia Brand Forum. Pak Yuswohady dalam kesempatan itu membuka acara dengan memaparkan Indonesia brand Forum (IBF) 2022. 

Indonesia Brand Forum
Pak Yuswohady - Founding Chairman Indonesia Brand Forum
Setiap tahun IBF melakukan acara ini, dengan mengangkat tema-tema yang kuat. Jadi, selama 2 hari  kedepan IBF 2022 akan membahas mengenai satu isu yang luar biasa, mengenai brand collaboration/brand collab. Makanya kegiatan ini mengambil judul Brand Collab Advantage dan Brand Collab Champion (untuk conference). Menang melalui Koopetisi Bukan Kompetisi.

Pada kesempatan itu, ada 2 buku yang akan dilaunching Brand Collab Advantage dan FOMO marketing. Lalu ada 30 brand yang piawai melakukan kolaborasi dan 15 narasumber.  Conference di Indonesia Brand Forum ini dilakukan dengan sangat serius, dikelola sejak setahun yang lalu.  Proses penyelenggaraannya dimulai dengan screening isu, lalu ketemu topiknya, kemudian melakukan riset. Pembicara pun diseleksi, selama 2 hari dikurasi yang awalnya 100 narasumber, lalu jadi ada 30 brand collaboration, dan 15 narasumber yang layak tampil pada IBF 2022. 

Mengapa Kolaborasi itu Penting?

Nah ini versi Pak Yuswohady nih, Moms. Mengapa penting kolaborasi?

Beliau mengingatkan kita bahwa pandemi mendorong kita semua orang untuk melek digital. Menurutnya saat ini kita memasuki era ekosistem dari market ke arena. Kalau dulu kita ngomong produk, service, sekarang kita jualan marketing melalui ekosistem. Dan ketika  menjadi  ekosistem maka kolaborasi itu menjadi kewajiban.

Kolaborasi Konten Terbaik
Pak Yuswohady pun mencontohkan Gojek. Di awal-awal ada aplikasi Go-ride, menjadi ojol, lalu menjadi go-car, menjadi bluebird, masuk ke insurance, go invest, kemudian go-food, dan sebagainya.
Sebuah brand bisa cepat menggurita seperti gojek, ketika dia memiliki mindset dasar dan melihat produk over ringnya, bukan lagi produk, marketnya bukan sekadar market, tapi melihatnya ekosistem. Ketika melihat market kita ekosistem, maka kita akan membangun ekosistem itu dengan menggunakan pendekatan kolaborasi.

Gojek merger dengan Tokopedia, dari transportasi kemudian merger dengan  e-commerce. Muncul produk-produk layanan yang luar biasa. Sekarang bukan waktunya kerja sendiri, kita harus melakukan kolaborasi. 

Kalau Nggak Kolab, Bakalan Kolaps

Itu yang disampaikan oleh Pak Yuswohady, kalau enggak kolab, bakalan kolaps. Pas juga ya rimanya. Hihihi

Keunikan IBF 2022

IBF 2022 ini ada keunikannya, yaitu dilakukan 3 in 1. Pertama conference, persiapan conference ini dilakukan selama setahun, riset kepada para narsum, dikurasi. Kedua pembuatan buku, berisi 30 brand collaboration paling top di Indonesia. Dikurasi ada kriterianya juga untuk menilai sebuah brand kolaborasi bagus atau tidak, mulai dari misi, apakah asetnya bisa disinergikan, impactnya apakah menciptakan value atau tidak, muncul opportunity baru atau tidak? Lalu ketiga adalah awarding.

Dalam IBF 2022 ini ada 2 buku yang diluncurkan, yaitu: Brand Collab Advantage dan FOMO Marketing.

FOMO? Pemasaran by Penasaran

Lucu yaa pemasaran by penasaran.

Tapi ternyata ini bukan sekadar rima yang unik. Hal ini didasarkan pada riset yang menyebutkan bahwa saat ini 60% milenial mengambil keputusan dipengaruhi oleh FOMO, dan itu akan bergerak terus.

Malah diramalkan homosapien akan menjadi FOMOsapien, maka marketingnya juga akan menjadi FOMO marketing karena kaum milenial ini setiap hari bisa menghabiskan waktunya 10 jam dengan handphone. Tidak mendapatkan info dari HP, dari Instagram atau dari tiktok, maka mereka akan resah.

OVERVIEW Framework 2 hari IBF 2022

IBF Brand Collab Advantage: Menang dengan Koopetisi bukan Kompetisi.

Zaman now sudah tidak zamannya lagi kita main sendiri tapi harus berkolaborasi. Di bawah ini Pak Yuswohady memberikan beberapa contoh brand-brand lokal Indonesia yang berkolaborasi dan sukses besar.

Kolaborasi Telkomsel, Internetnya Indonesia dengan Disney Hotstar

Kolaborasi Disney Hotstar dengan Telkomsel internet terbaik ini menarik sekali.

Pada masa pandemi orang tidak bisa nonton di bioskop, maka orang nonton lewat Netflix. Disney yang memiliki film yang banyak, datang belakangan, bulan September 2022. Tapi Disney tidak kerja sendiri. Disney Hotstar menggandeng telkomsel selular, internet terbaik yang channelnya coveragenya luar biasa.

Karena Telkom Indonesia memiliki jaringan yang luar biasa, maka kurang dari 2 tahun Disney Hotstar pun sukses besar menyusul Netflix. 

Mengapa demikian?

Disney Hotstar punya film yang banyak sekali, sementara telkomsel internet terbaik punya jaringan network yang luar biasa. Ketika ini dikombinasikan, distribusi online oleh telkomsel, maka energi yang muncul itu luar biasa.  Disney Hotstar pun sukses besar.

Ada kolaborasi yang lebih ajaib lagi, antara Omega dan Swatch. Keduanya sama-sama produk jam. Omega harganya ratusan juta, semnetara Swatch harganya 1 - 2 jutaan.

Menariknya yang level atas kolaborasi dengan yang level rendah. Ini bukan tidak dengan pertimbangan. Karakter Swatch memiliki image yang kuat, Gen Millennial. Sementara Omega mewakili Gen X, maka kolaborasi ini menghasilkan sesuatu yang luar biasa. 

Ajaib sekali kan, kolaborasi.

Jadi, gak ada kata sombong atau merasa paling “wah” kalau sudah bicara kolaborasi karena kolaborasi artinya menguntungkan kedua pihak.

3 PILAR KOLABORASI

Telkom Indonesia
The Power of Collaboration

Terakhir, Pak Yuswohady memaparkan mengenai 3 Pilar Brand Kolaborasi. Apa saja ketiga pilar itu?

  1. Leverage Brand Audience, ini contohnya Supreme dan Louis Vuiton. Keduanya mendapatkan market.
  2. Sinergize Brand Asset, ini contohnya Aladin dan Alfamart.
  3. Align Brand Identity, ini contohnya Apple dan Nike.

Setelah pemaparan dari Pak Yuswohady sebagai Founding Chairman Indonesia Brand Forum, IBF 2022 pun resmi dibuka selama 2 hari, yaitu tanggal 19 September dan 20 September 2022.

Strategi Kolaborasi IndiHome dalam Menghasilkan Kolaborasi Konten Terbaik

Dalam kesempatan IBF 2022 hadir bapak  E. Kurniawan –  Vice Presiden Marketing Management PT Telkom Indonesia yang memberikan pemaparan mengenai strategi IndiHome dalam kolaborasi konten terbaik IndiHome.

IndiHome
Bapak  E. Kurniawan –  Vice Presiden Marketing Management PT Telkom Indonesia
Menurut Pak Iwan (sapaan akrabnya), ada 3 fenomena acuan ketika IndiHome melakukan Brand Collaboration yaitu digital disruption, pandemic disruption, dan millennial disruption. Ketiga gangguan atau fenomena ini mengancam seluruh sektor, terutama dunia bisnis.

Fenomena pertama adalah millennial disruption. Ledakan milenial ini luar biasa, sampai sampai Pak Iwan menyitir apa yang dikatakan pak Yuswohady, Millennial kill everything. Artinya, mau tidak mau IndiHome harus mengakomodasi market yang besar ini (millennial) yang membeli apa saja lewat internet.

Kedua adalah digital konteks. IndiHome memiliki pertimbangan digital tidak lagi menjadi pilihan tapi sudah menjadi keharusan untuk sebuah industri. Orang yang tidak memilih digital, kemungkinan besar akan ketinggalan zaman.

Digital konteks itu dari mulai teknologi dan media entertainment dan telekomunikasi. Artinya jika IndiHome tidak mengikuti digital konten, maka IndiHome akan terpinggirkan. 

Jika ada produk dan market dijadikan sebuah rating, ada hal yang harus dikembangkan yaitu produk ketemu produk dan diinisiasi menjadi layanan IndiHome. 

Ketiga hal di atas tidak mungkin dikerjakan sendiri karena tentu saja akan membutuhkan investasi yang besar juga. Kita harus punya resources yang besar, ada 3 -4 resources, people kompetensi harus terus di update, teknologi harus di update terus, akhirnya investasi juga akan semakin tinggi. Maka kolaborasi adalah hal yang penting dilakukan.

Kolaborasinya tidak hanya dalam bentuk konten, IndiHome juga memiliki community collaboration dan ecosystem collaboration. Tiga hal itulah yang dikerjakan oleh IndiHome sehingga bisa memiliki bisnis yang sustainable di bisnis yang dikembangkan oleh Telkom Indonesia.

Jadi tidak hanya di sisi  konten saja, tapi juga ekosistem dan komunitas.

Tantangan IndiHome dalam Berkolaborasi

Pak Iwan menyampaikan bahwa tantangannya sekarang adalah faktanya Indonesia itu marketnya besar sehingga menjadi perhatian dari seluruh dunia untuk masuk ke sini. Oleh karena itu IndiHome pun memikirkan apakah akan digarap sendiri atau kolaborasi, maka pilihannya adalah kolaborasi.

The Giant Partner yang bekerja sama dengan IndiHome ada dari seluruh dunia istilahnya OTT (Over The Top). OTT yang saat ini bermunculan, ada Disney Hotstar, Netflix, Mola, dan sebagainya. IndiHome bekerja sama dengan brand lokal dan internasional.

Ketika IndiHome fokus pada pembuatan konten tapi sebenarnya marketnya besar, maka pilihannya adalah kolaborasi. Maka tantangannya adalah mengubah benefit, jadi semua harus mempunyai keuntungan, tak hanya perusahaan yang mendapat keuntungan tapi juga masyarakat juga harus mendapat keuntungan.

Milenial Sebagai Salah Satu Pelanggan Terbesar IndiHome

Menurut Pak Iwan, generasi milenial mengubah peta persaingan. Ada dorongan dari habit baru dari milenial. Oleh karena itu IndiHome melakukan riset berbagai karakter dari milenial.

Milenial itu tidak bisa diatur. Maka IndiHome yang harus melakukan pendekatan pada milenial agar konten-konten IndiHome diterima oleh generasi milenial.

IndiHome memberikan berbagai alternatif konten. Telkom Indonesia, internetnya Indonesia ada 8,8 juta pelanggan dan sekarang naik menjadi 8,9 juta pelanggan di Indonesia. Pengguna Indihome sebanyak 183 juta di post connected. Dari 183 juta pengguna post connected,  mereka menggunakan 64gb setiap hari. Ini adalah pemakaian yang besar sekali. Artinya ada peluang-peluang besar, alternatif mana yang paling mudah, misalnya Netflix, membayar dengan Credit Card.

IndiHome menggunakan 2 cara pelayanan, yaitu menggunakan Telkomsel internet Indonesia dipotong pulsa dan kartu prabayar. Kemudahan itu dibuat agar semua customer bisa menikmati, dan juga  agar customer bisa merasakan layanan lokal dan internasional.

Strategi Community Collaboration IndiHome

Menurut pak Iwan, ada 2 komunitas terbesar di Indonesia, yaitu pertama adalah KPOPers dan kedua adalah gamers. Dua ini ketika IndiHome merangkul mereka sebagai komunitas, IndiHome membuat kolaborasi, misalnya karena IndiHome tidak punya skill langsung pengetahuan mengenai KPOP, maka kita bekerjasama dengan Manajemen EXO. Banyak konten mengenai kpop terutama EXO, IndiHome  turut delivery informasi kepada milenial dan mereka menyukainya.

Komunitas ketiga adalah Indonesia keren. Ini adalah komunitas seni yang ada dari Sabang sampai Merauke kita coba delivery  menjadi satu layanan wujud seni namanya Indonesia keren. 

Awalnya IndiHome menjadi sponsor membawa komunitas Indonesia Keren ini ke Dubai Expo, dan sekarang mereka juga tampil di berbagai negara tak hanya bersama dengan Indihome tapi mereka dipanggil langsung oleh pihak organizer di luar negeri. 

Indonesia Keren diciptakan oleh Indihome untuk menjadi komunitas seni Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Komunitas-komunitas ini ketika menyatukan dengan kita dan membuat konten-konten seni akan dapat engagement dan dipakai serta dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Karakterteristik Konten Yang Memiliki Potensi Pasar Yang Besar Di Indonesia.

Menurut Pak Iwan, paling tidak ada 5 karakteristik kolaborasi konten terbaik yang bisa bekerja sama dengan IndiHome dan memiliki potensi pasar yang besar di Indonesia.

  1. Outentik, tidak menjiplak dan bukan konten abal-abal
  2. Memiliki aspek viral dan bisa di boost di mana mana dan diterima di mana-mana baik diterima oleh generasi milenial maupun generasi selainnya. Aspek viral ini penting, agar kolaborasi melahirkan mutual benefit, masyarakat diuntungkan, begitu juga perusahaan juga untung. Konten tidak boleh biasa-biasa saja.
  3. Emergency, konten itu jika tidak melihat rugi, kalau enggak beli ketinggalan. 
  4. Relevancy, apa relevansinya untuk market saat ini
  5. Tidak mengandung sara. Ini yang paling utama, konten harus bersifat validity, bukan sifatnya sara. Karena konten ini dinikmati oleh 8,9 juta pelanggan karena ini bahaya. 183 juta connected menikmati konten itu, secara konteks melanggar social proofer.  Oleh karena itu terpenting konten tidak mengandung sara.

Lima hal ini penting sebagai acuan kolaborasi yang bisa bekerja sama dengan IndiHome.

Pak Iwan juga bercerita, Indihome bekerjasama dengan Teknisi Magang sebuah channel youtube yang menayangkan edukasi mengenai IndiHome internet terbaik Indonesia. 

Internetnya Indonesia
Salah satu serial menarik kolaborasi IndiHome dan Teknisi Magang
Kolaborasi konten terbaik IndiHome dengan Teknisi Magang ini memberikan solusi yang win-win solution. IndiHome memberikan edukasi mengenai sinyal bermasalah internet yang bermasalah, maka lewat Teknisi Magang, edukasi ini bisa diterima oleh pasar cara edukasi dari IndiHome terkait dengan berbagai masalah internet yang dipergunakan oleh user.

Pak Iwan juga mengingatkan bahwa content is the king, persaingan konten juga memaksa kita untuk menggali kreativitas lebih dalam. Oke siap, Pak!

CLOSING STATEMENT

Dalam kesempatan hari pertama dalam Indonesia Brand Forum 2022, Pak Iwan pun memberikan closing statement yang ditujukan pada teman-teman content creator dan pemilik brand.

Pertama be creative, jadi orang kreatif, karena orang kreatif akan diterima di mana saja. Kedua high passion, gairahnya harus tinggi. Baru membuat konten satu merasa kreatif lalu tidak diterima, terus pasion menurun, tapi buat saja terus konten, siapa tahu ada yang mengajak kerja sama. Jadi job besar, tentu juga penghasilan besar. Ketiga kompetensi, creativity tidak ada kompetensi jadinya valuenya kurang. Belajar bisa di mana saja tidak harus kuliah (ini maksudnya menghibur yang tidak berkesempatan kuliah yaa, Pendidikan tinggi tentu tetap penting yaa). 

Setelah  kita punya kreativitas, bisa membuat karya dengan jam terbang tinggi jangan lupa open mind, untuk belajar di mana mana, menerima masukan agar kita bisa menjadi lebih besar lagi.

Dan Pak Iwan berpesan, bahwa IndiHome membuka pintu lebar-lebar untuk content creator/brand yang ingin bekerja sama dengan IndiHome karena IndiHome adalah ruangnya masyarakat yang mau beraktivitas tanpa batas dan kreatif.

Sri Widiyastuti
Saya ibu rumah tangga dengan 6 orang anak. Pernah tinggal di Jepang dan Malaysia. Isi blog ini sebagian besar bercerita tentang lifestyle, parenting (pengasuhan anak) dan segala sesuatu yang berkaitan dengan keluarga dan perempuan. Untuk kerjasama silakan hubungi saya melalui email: sri.widiyastuti@gmail.com

Related Posts

38 comments

  1. Baca sampai penghujung tulisan, malah jadi salfok sama gambar "teknisi magang." Aku belum pernah nonton, padahal biasanya dustin sama muslim suka muncul di beranda YT (di vlog manapun) wkwkw.

    Mbak Sri, banyak banget ini kata2 yang berima/mirip ya..jd mayan gampang mengingatnya. Kalau tidak kolab ya gampang kolap, bukan zaman kompetisi tapi koopetisi, pemasaran by penasaran..keren...

    ReplyDelete
  2. emang ya mba jaman sekarang tu ga bisa kalau ga ada internet hahaaa, untung ada indihome

    ReplyDelete
  3. Tulisan yang bagus didukung dengan ilustrasi yang menarik pasti akan lebih banyak menarik minat baca anak-anak. Sekarang ini memang lebih condong ke kolaborasi yang nantinya menguntungkan untuk kedua belah pihak, bukan lagi saling berkompetisi ya.
    Btw sukses terus untuk Indihome, semoga tetap memberikan pelayanan terbaik untuk konsumen2nya.

    ReplyDelete
  4. setuju mba.. kolaborasi yg baik adalah salah satu kunci sukses yaa.. terima kasih sharingnya mba..

    ReplyDelete
  5. dengan adanya kolaborasi dari IndiHome ini bisa bikin konten kreator jadi pada semangat yaa bikin kontennya

    ReplyDelete
  6. Saat ini kolaborasi memang perlu banget ya mba biar semakin berkembang dan banyak networking

    ReplyDelete
  7. Jadi banyak juga yang bisa kita nikmati dari Indihome yaaa mba.. kolaborasi tuh biasanya memang memberi banyak keseruan dan program bagus

    ReplyDelete
  8. Menarik sekali ya Mbak konsep kolaborasi yg diusung brand2 dalam Indonesia Brand Forum 2022. Senang banget waktu itu berkesempatan ikut webinarnya.

    ReplyDelete
  9. Kalau enggak kolab, bakalan kolaps, bener juga ya mbak. Sekarang memang jamannya kolaborasi kalau ingin sukses. Berlari sendiri, memang bisa jadi lebih cepat sampai. Tapi berlari bersama, bakalan lebih banyak yang bisa diraih.

    Keren mbak Sri, dengan berkolaborasi bersama ilustrator, sampai menerbitkan banyak sekali buku bermutu.

    ReplyDelete
  10. kolaborasi sekarang sih udah kuduu ya mba. Masya Allah keren buku2nya mbaaaa. Menulis cerita untuk anak ya, pasti anaknya bangga banget juga deh hehe.
    Aku setuju di rumah udah bisa menghasilkan, nggak harus keluar rumah. Internet yg kenceng penting banget^^..

    ReplyDelete
  11. Masya Allah, udah banyak buku yang diterbitkan sama Mbak, ya. Keren! Emang kita tuh harus kolaborasi. Soalnya kita kan enggak pandai dalam segala hal.

    ReplyDelete
  12. Dalam dunia bisnis, kolaborasi merupakan hal yang sangat penting dan membantu mengembangkan bisnis. Sama halnya juga dengan kehidupan sehari-hari seperti jadi blogger dan sebagainya.

    ReplyDelete
  13. Dengan kolaborasi pun kita tetap bisa menemukan warna asli kita namun lebih menjangkau lebih luas dengan mimpi leih besar.
    salut banget.. bahwa di zaman masa kini, kita bisa menjadi lebih besar ketika bekerjasama dengan baik bersama yang lain untuk menghadirkan ide-ide besar.

    ReplyDelete
  14. Zaman digital ini kolaborasi menjadi hal yang penting ya Mba... merasakan banget nih manfaat kolaborasi ..kerjaan suami kebanyaan berkolaborasi dgn teman2nya.

    ReplyDelete
  15. Woww, bukunya mbak Sri banyak sekali. Kolaborasi dengan ilustratornya juga unik. Saya suka gambarnya warnanya menarik pasti anak-anak makin suka membaca.

    ReplyDelete
  16. Inget banget dulu kalau orang-orang protes dan ngedumel karena nggak bisa nonton netflix dengan jaringan indihome.
    alhamdulillah skrg bisa bebas dan bisa nonton netflix, saya salah satu yang jadi langganan gara-gara kebijakan baru dan kolab apik indihome dan netflix

    ReplyDelete
  17. Di kampung suami aku belum masuk jaringan IndiHome kak hiks sedih banget, semoga segera msuk di kampung suami krn dsni wifi susah banget

    ReplyDelete
  18. orang yang sukses itu orang yang terbuka, termasuk dalam berkolaborasi ya, biar makin keren dan sukses dong karena bisa saling kerja sama dan bertukar pikiran untuk dapatkan hasil yang maksimal.

    ReplyDelete
  19. Setuju mbaak, sekarang udah bukan waktunya berkompetisi tapi berkolaborasi supaya bisa maju bersama. Paling asyik sih kolab-nya Telkomsel dan Disney lah yah soalnya sekarang di Disney mulai tayang drama Korea hahaha

    ReplyDelete
  20. kolaborasi konten seperti ini memang akan bermanfaat untuk banyak orang ya mba.. karena kualitasnya pun menjadi lebih baik

    ReplyDelete
  21. Wow nunggu buku terbitnya ada yang sampai 2 tahun. Keren sabar dan ulet. Sepakat banget brand harus berkolaborasi agar ekosistem industri semakin sehat dan memaksimalkan masing2 brand

    ReplyDelete
  22. kolaborasi dengan pihak yang tepat pastinya bisa menghasilkans esuatu yang baik ya mbak karena menggabungkan beberapa kemampuan. keren ya indihome inovasinya selalu terdepan

    ReplyDelete
  23. Keren banget mbaaa, udah banyak banget cernak yang terbit. Aku dulu juga pingin bikin cernak, padahal bikin cernak ga semudah yang dibayangin. Bahkan menurutku lebih susah daripada bikin teenlit. Hehehe.
    Iya setuju kalo ga kolab, maka kita akan kolaps. Aku juga pake IndiHome, internetnya Indonesia.

    ReplyDelete
  24. Jaringan internet yang cepat dari IndiHome ini memungkinkan kolaborasi konten yang sangat menghibur dan inspiratif ya mbak

    ReplyDelete
  25. Kolaborasi yang diusung brand brand ini wajib banget ya mbak, dan konten jadi pilhan Indihome untuk menjelaskan beberapa hal pada user.

    ReplyDelete
  26. Keren emang Umi Saki ini punya kemampuan menulis dan sudah terbitkan 15 buku. Aku setuju banget kolaborasi antara penulis dan ilustrator ini penting agar karyanya bisa semakin bagus

    ReplyDelete
  27. Adanya Indihome itu menguntungkan kita semua terkhusus kita para content creator. Semoga jaringannya makin meluas ke pelosok negeri.

    ReplyDelete
  28. Ajarin aku menulis dan menerbitkan buku anak donk mbak hehe. Tapi aku mau yang jadi ilustratornya adalah anakku. Soalnya cita2 sekali pengen collabs ma anak bikin buku utk anak.
    Wah terus terang aku baru tahu kalau indihome punya beberapa komunitas gitu jd pengen gabung juga deh hehe

    ReplyDelete
  29. era saat ini adalah era kolaborasi ya.. keren banget sih kolaborasi konten terbaik dari indihome

    ReplyDelete
  30. Iya banyak startup yg bermunculan, bikin kebutuhan kita pada umumnya jadi lebih mudah ya. Mau transfer ada aplikasi bank online, mau beli bahan makanan bisa online, pengen nonton bioskop bisa nonton di Netflix, mau nonton TV kabel bisa berlangganan IndiHome juga karena sekarang IndiHome kan sudah merata masuk ke pedesaan juga

    ReplyDelete
  31. Indihome emang selalu keren inovasinya. Kolaborasi indihome emang paling kece. Next kapan nih undang2 blogger juga?

    ReplyDelete
  32. Memang kalau mau berhasil ya kita ga bisa kerja sendiri, kolaborasi akan menghasilkan karya lebih dahsyat. Dengan kolaborasi juga kita bisa bekerja dengan lebih efisien, menghasilkan produk lebih banyak, dsb. Jadi ya kalau bisa kolaborasi, why not?

    ReplyDelete
  33. Indihome kereen, sekarang kebutuhan akan internet tidak bisa lepas dari keseharian kita. Dengan adanya kolaborasi membuat Indihome semakin dikenal luas.

    ReplyDelete
  34. sekarang ini memang harusnya jaman kolaborasi ya mba, kerjasama itu lebih menyenangkan daripada kompetisi, btw mba keren buku terbitnyanya banyak banget :)

    ReplyDelete
  35. Wah, keren sekali mbak.. Aku setuju banget, dengan adanya kolaborasi maka akan banyak peluang,karyanya akan banyak dikenal orang

    ReplyDelete
  36. Iya sekarang zaman kolaborasi ya biar karya kita semakin kreatif dan bermanfaat bagi banyak orang, ah itu banget Teteh sudah berkolaborasi dengan Stella Ernes aku suka banget gaya ilustrasinya cantik banget

    ReplyDelete
  37. Iya, bener banget. Kalau ga kolab bakalan kolaps, untuk banyak brand. Saat ini ga hanya orangnya yang harus kolaborasi, usaha/produknya juga. Karena kalau joinan gitu pembeli yang diuntungkan, dan akhirnya jadi pelanggan tetap.

    ReplyDelete
  38. Kolaborasi itu bagai kata kunci untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang sesuai ekspetasi. Semangat berKOLABORASI!

    ReplyDelete

Post a Comment

iframe komentar