April 13, 2013

# 30 tahun Mizan # Lomba Menulis

Mizan And Me: Penerbit Ramah Anak

Perkenalanku dengan Mizan sebenarnya sudah berlangsung sejak aku memiliki buah hati pertama di Jepang (tahun 2002). Saat itu, buku pertama dan CD pertama yang aku bawa untuk memenuhi kebutuhan dasarnya tentang akidah Islam dan beribadah kepada Allah adalah buku-buku dari Mizan.

Cerita bersama buah hatiku sempat aku tuangkan di dalam blog, waktu itu di Multiply. Subhanallah, luar biasa sekali penerimaan anak-anakku saat itu. Lewat buku cerita tipis bergambar dan CD yang interaktif sangat memudahkan aku untuk menerangkan tentang ibadah dengan cara yang menyenangkan pada balitaku.

Saat aku kembali ke Indonesia, setelah lima tahun tinggal di Jepang menemani suami yang belajar di sana, aku mendapat informasi MDS atau Mizan Dian Semesta salah satu Divisi Marketing Mizan mencari seorang SS (Sales Supervisor) di wilayah Bogor dan sekitarnya. Aku pun mencoba melamar ke MDS.


Sebagai seorang ibu rumah tangga dengan anak empat, saat itu sangat tidak mungkin untuk mengabaikan anak-anakku yang masih kecil-kecil. Aku agak ragu juga untuk meneruskan melamar ke MDS. Setelah shalat istikharah dan menelpon Bu Endang dan menyampaikan surat lamaran by email. Beliau meminta saya untuk datang ke kantor MDS di Jakarta.

Hati kembali meragu, karena masih ada Balita yang bergantung pada ASI saat itu. Aku pun menyampaikan semua masalahku pada bu Endang, orang yang mewawancaraku. Alhamdulillah, aku boleh membawa anak saat wawancara itu.

Akhirnya, aku pun berangkat ke kantor MDS, subhanallah, aku sangat terharu sekali dengan respon dari Bu Endang dan teman-teman marketing di sana. Mereka sangat menghargai keputusan saya untuk tidak menitipkan anak kepada pengasuh  dan membawa saat wawancara. Bayangan cibiran dan keanehan pada beberapa orang yang selalu kuterima saat aku membawa anak-anak ke tempat umum dan tatapan kasihan itu tidak ada. Aku pun yakin, aku bisa menjalankan tugasku sebagai SSJ (Sales Supervisor Junior).

 Aku sangat berterima kasih sekali pada Mizan, karena memberiku peluang untuk bekerja sebagai SSJ. Karena  bisa mengikuti program Goal Setting di Inkarla Puncak beberapa tahun yang lalu (Januari tahun 2010), aku bertemu dengan teman yang memiliki semangat yang sama, pengetahuan baru yang sarat ilmu dan juga mulai mengetahui bagaimana membangun semangat untuk menggoalkan semua impian hidup.

Selain itu, dengan bergabung dengan tim marketing Mizan di MDS, aku bisa memiliki buku-buku berkualitas yang aku impikan. Seperti Hallo Balita, CERBIN, Ensiklopedi Bocah Muslim dan ILMA dengan cara yang tidak terduga sama sekali.

Sekarang, lewat perkenalanku dengan MIzan, aku pun mulai mencoba menulis buku-buku bacaan anak. InsyaAllah ada sebuah buku hasil duet dengan seorang senior saya yang sudah banyak buku-bukunya terbit di DAr!Mizan, akan segera launching dalam waktu dekat.

Alhamdulillah, dengan ijin Allah dan lewat Mizan, impianku menjadi seorang penulis bacaan anak akan segera terwujud. Terima kasih Mizan. Selamat ulang tahun ke 30 tahun Mizan. Semoga Mizan di usia 30 tahun terus menjadi sumber  inspirasi para orang tua dan bermanfaat untuk kemajuan ummat di dunia. Dan senantiasa mewarnai keceriaan anak-anak Indonesia dengan bacaan sarat gizi dan akidah Islam yang shohih dan salimah.


12 komentar:

  1. Terharu baca kisahmu Mbak Sri. Keren banget deh. Nggak mudah ngajak bayi untuk wawancara. Semoga para ibu bisa mengikuti jejak Mbak Sri ya. Demikian juga dengan perusahaan tidak menghalangi ibu membawa bayinya ketika bekerja. Setidaknya mereka menfasilitasi dengan membuat ruangan untuk ibu menyusui.
    Semoga bukunya segera launching dan bestseller ya.... Sukses untuk Mbak Sri dan keluarga ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin .. amin ya rabbal alamin, makasih doanya mbak Nelfi <3

      Hapus
  2. Wah, perjalanan mengenal Mizan cukup panjang juga ya, Mak. Tetapi sesuatu yang tidak instan itu, InsyaAllah akan berbuah manis, Aamiin. Tetap semangat menggapai mimpi, Mak. Aku ngikut di belakangmu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahh ... engga kebalik mbak Helda? justru saya yang mengikuti jejakmu mbak hehhe *kedip-kedip*

      Hapus
  3. kalo di luar negeri bisa tetep beli buku mizan, bun? aku naksir yang seri hallo balita deh, tapi mahallll :D hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa dong, yuk sekalian jadi BA aja Ila, jadi Book Adviser, keuntungan ganda lho, bisa reseller ^_^ *promo sekalian, ntar aku PM ya :-)

      Hapus
  4. Kapan nih bukunya diterbitkan mizan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. moga secepatnya mbak Arin :-)oiya jadi kan ketemuan di takol?

      Hapus
  5. Endang Choiriah21 April 2013 09.02

    Alhamdulillah, subhanallah... kita hanya melaksanakan apa yg sudah Allah swt amanahkan. Bagaimana kita melihat seorang Ibu dengan 4 putra yang masih kecil2, mempunyai potensi, serius, semangat dan daya juang yang luar bisa, tentunya kita harus memberikan peluang dan penghargaan... dan alhamdulillah mbak Sri Widiyastuti bisa menjalankan amanah tersebut dg baik. Jadi kangen mb.Tuti sama spagheti buatan anak2 ya, ketika ke Bogor, kangen lagi janjian di Taman Koleksi dan di tempat mbak Hera. ( Mbak Hera apa kabar?) . Kesuksesan seseorang pasti dilalui dari suatu proses. Tentang hasil, insyaallah Allah swt akan selalu melihat sampai sejauh mana seseorang tersebut serius dan berjuang untuk melaksanakan ibadah dan amanah yang sudah diberikan. Semakin serius dan konsisten menjalankan amanah tsb, maka insyaallah hasil yg akan kita peroleh menjadi besar, amiin. Kapan bukunya terbit nih ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih bu Endang, saya juga kangen masa-masa itu :-) *peluk bu Endang* doakan saja secepatnya ya bu ^_^ insyaAllah kalau sudah terbit salah satu yang saya kirimi bukti terbitnya adalah ibu :-)

      Hapus

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @ceritaummi

Follow Us @tutiarien