Skip to main content

Liburan Asyik di Perpustakaan


Ini adalah kisah saya dan anak-anak saat liburan akhir tahun ajaran sekolah 2012 di Johor, Malaysia. Dimulai sejak tanggal 10 November 2012 sampai 1 Januari 2013.  Liburan akhir tahun yang panjang! Anak-anak ingin sekali jalan-jalan  ke Zoo Melaka atau pulang kampung. Tetapi hal itu tidak bisa dilakukan karena ayahnya belum libur.

Saat sedang bingung begitu, biasanya saya ajak mereka ke perpustakaan di dekat rumah saya. Saat meminta petugas mencatat buku-buku yang saya pinjam, puan Nazidah, kepala perpustakaan mengatakan,  saat liburan perpustkaan itu akan membuat aktifitas selama liburan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Karena anak-anak sudah menjadi member perpustakaan, akhirnya saya pun mendaftarkan anak-anak saya untuk mengisi liburan panjang mereka di perpustkaan. Aktifitasnya meliputi jejak ilmu, teknik mewarnai, mencanting batik, lomba mewarnai, kraft tangan, puzzle, kuiz bertulis, sukan mini, maze dan cross word.

ruang baca perpustakaan kana-kanak Taman Universiti (doc.pribadi)
Jejak Ilmu

            Ini adalah hari pertama anak-anak mengikuti aktifitas di perpustakaan (20/11). Mereka dikumpulkan dalam satu tim yang terdiri dari 3 orang. Masing-masing grup diberi nama warna, misalnya merah, biru, hijau, kuning, pink dan lain-lain.
            Setiap tim harus menemukan selembar kertas berwarna sesuai dengan nama tim mereka dan menjawab pertanyaan yang tertulis di kertas tersebut. Perlombaan yang menyenangkan dan penuh tantangan.
Alhamdulillah dalam aktifitas  jejak ilmu, Shafa dan tim ungu menjadi juara kedua dan mendapatkan hadiah buku. Sementara, Kakak Salma dan semua peserta yang tidak menang mendapatkan sagu hati atau hadiah sebagai apresiasi mengikuti rangkaian aktifitas jejak ilmu.

Teknik Mewarnai

            Hari kedua mengikuti aktifitas anak-anak semakin semangat (21/11). Mereka membawa bekal crayon dari rumah. Di dalam aktifitas ini, anak-anak diajarkan teknik menggambar dan mewarnai dengan crayon. Pulang ke rumah, mereka membawa gambar cantik dan dipajang di dinding kamar mereka.

Kakak sedang mewarnai bingkai foto (doc.pribadi)
Mencanting Batik

           Hari ketiga, hari yang sangat dinantikan oleh anak-anak saya (27/11). Mereka suka sekali mencanting batik. Pengalaman tahun kemarin mengikuti sesi mencanting batik Malaysia membuat mereka ketagihan tahun ini.
            Pukul 9 tepat kedua kakak beradik itu berangkat ke perpustakaan. Olala, keadaan masih sepi, hanya terlihat penjaga perpustakaan dan ibu tukang bersih ruangan. Mereka hampir putar balik ke rumah, tetapi Shafa berinisitif bertanya kepada penjaga perpustakaan. Ternyata jadwalnya benar.
            Tak lama kemudian, anak-anak yang lain pun berkumpul. Mereka mendengarkan arahan dari cikgu dan boleh memilih satu model gambar yang akan diberi warna dengan pewarna batik. Gambar-gambar itu terdiri dari gambar gajah, gambar ikan, gambar buah-buahan dan kupu-kupu.
            Selama 2 jam mereka asik mencanting batik. Semua dilakukan sendiri dengan arahan cikgu. Setelah mewarnai kain dengan pewarna batik, mereka menjemur sampai kering. Hasilnya, mereka membawa dua gambar batik cantik untuk pajangan dinding yang cantik. Satu bergambar kupu-kupu biru, satu lagi gambar buah-buahan segar.

Shafa dan batik hasil mencantingnya (doc pribadi)

            Selain ketiga aktifitas tersebut di atas, masih banyak aktifitas-aktifitas lain yang akan mereka lakukan sampai tanggal 19 Desember. Aktifitas yang menyenangkan dan membuka wawasan ilmu baru bagi mereka.

Kakak dan shafa dengan hasil karya (doc.pribadi)

Semua aktifitas tersebut adalah aktifitas gratis yang diadakan perpustakaan kanak-kanak negeri yang terletak di Taman Universiti Johor, Malaysia. Aktifitas yang berbayar hanya aktifitas mencanting batik dan kraft tangan. Biaya untuk mengganti bahan dan perlengkapan  hanya @RM10 atau Rp 30.000 per anak untuk masing-masing kegiatan. Cukup murah bukan?

Menunggu Kaka dan Teteh lomba, adik-adik main bersama (doc.pribadi)

            Inilah aktifitas liburan kelima anak saya. Bagaimana dengan aktifitas liburan anak-anak Anda? Semoga menyenangkan ya J

Comments

  1. Replies
    1. terima kasih mbak Leyla ratu kuisss ... duh hebat bener mbakk, mupeng lihat hadiah-hadiahnya :-) Subhanallah ya mbak, alhamdulillah engga sia-sia meluangkan waktu untuk ngeblog *salah fokus

      Delete
  2. Asiiik ya, kepingin sich ngajak anakku maen ke perpus, tapi tiga tahun usianya masih suka lari-larian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehhee ... iya, anak saya yang usianya udah 5 dan 7 aja suka banget lari-larian, kadang kena tegur penjaga. tapi alhamdulillah karena sering ke sana, saya malah jadi kenal dan akrab sama penjaganya :-)

      yang dua tahun juga asyik mindahin buku dari rak ke lantai. terus dibalikin lagi, atau engga dia lari ke lantai atas pas saya lagi baca heudeuhh sport jantung hehhehe

      tapi asyik lho mbak :-) cobain deh ^_^

      Delete
  3. Kegiatan yang luar biasa bermanfaat ya mba, Apa perpustakaan di Indonesia terutama di Bali adain seperti itu juga ga yah buat anak2 liburan??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, kalau di bali saya belum tahu say :-) maaf ya :-(

      Delete
  4. saya juga suka perpustakaan.. eh? hehe.. salam kenal, mak... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal kembali mak Nita:-) yup! wisata murah meriah ya keperpustakaan ya mbak hehehe

      Delete
  5. Kalau sekarang sudah 6 anak dan relatih besar-besar, gimana tuh Mak isi liburannya?

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @tutiarien

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…