Skip to main content

Jeli Box : salah satu ketrampilan origami

Origami adalah salah ketrampilan tangan yang sangat masyhur di Jepang. Ketrampilan ini diminati tidak hanya oleh orang dewasa (obaachan tachi saja..) tetapi anak-anak juga sangat suka sekali dengan ketrampilan ini. Termasuk kedua anak saya.

Salma contohnya, setiap hari selalu saja ada cara membuat origami yang baru yang dipamerkan kepada saya.
Nah..... kemarin, saya juga akhirnya bisa "pamer" cara membuat box dari kertas origami. Box kecil ini bisa dipergunakan untuk pernak-pernik kecil, semisal jeli, permen atau perhiasan.
Salma sangat suka sekali dengan "ketrampilan" origami saya yang baru.

Kemarin, selain membuat sirop siso dan osie, bu Sugiyama berkenan memberikan ketrampilan membuat box dari kertas origami ini. Kertas yang dipergunakan bukan kertas yang tipis, tapi kertas yang agak tebal dan kuat. Sejenis kertas buffalo kalo di Indonesia.

Alhamdulillah kemarin banyak sekali ketrampilan yang didapat...
Oleh-oleh dari Bu Sugiyama juga banyak sekali, nasu/terong, piman dan cabe hijau hasil pertanian dari kebun beliau juga sampai kepada kami....

Kemarin juga beliau meluangkan waktu melihat kebun kecil kami (buatan tangan beliau), nasu/terong dikebun saya sudah mulai berbuah satu, yang lainnya masih berupa bunga. Cabe hijau juga baru satu buah. Kabocha sudah mulai memanjang daunnya, bunga sudah mulai bertumbuhan...siap menjadi buah....Alhamdulillah..

Bu Sugiyama kelihatan puas sekali....saya pun demikian.....baru kali ini saya memiliki kebun kecil dengan sayuran yang sehat. Di jepang pula.....
Mudah2an ketrampilan2 ini bisa menjadi bekal saya ketika pulang ke Indonesia kelak...




Utsunomiya, 27 Juli 2006

Comments

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…