February 21, 2012

# FLP

Aku dan FLP ; Tak Sekedar Mimpi

Mengenal dan menjadi member FLP adalah keberkahan bagiku. Bagaimana tidak? Sejak aku bergabung menjadi salah satu bagian dari FLP hobi menulisku semakin meningkat. Mungkin aku tidak begitu dikenal dikalangan FLP-ers. Ya, aku bisa memahaminya lah. Selain karena aku baru saja mengenal FLP lebih dekat, member FLP juga sudah mencapai 5000 orang. Subhanallahu. Dari referensi yang aku baca, hampir 70% member FLP adalah perempuan. Tidak heranlah, karena aku pun akhirnya tertarik tidak sekedar melihatmu dari luar pintu, aku berusaha masuk dan bergaul akrab denganmu.

Sebenarnya, aku mengenal FLP sudah sejak lama lho. Ketika itu, aku masih tinggal di Jepang mendampingi suamiku. Waktu itu dia  masih student di Utsunomiya Daigaku (UDAI) Jepang. Anakku pun baru dua orang. Aku tinggal di Jepang kurang lebih 5 tahun (Juni 2002 - April 2007).

Aku masih ingat, FLP Jepang lahir lima bulan sebelum FAHIMA (Forum Silaturahim Muslimah-Jepang) lahir. Kebetulan aku terlibat aktif di FAHIMA, sehingga aku ingat betul kapan FLP wilayah Jepang lahir.

Saat itu bulan Januari tahun 2004. FLP-Jepang launching di bumi Matahari Terbit yang sedang dingin membeku. Saat itu sedang puncaknya musim dingin tanggal 4 Januari 2004. Aku tahu kabarnya dari teman-teman yang menghadiri acara peresmiannya.

Setelah itu teman-teman FLP aktif mengajak bergabung di milis FLP-Jepang. Aku menjadi salah satu anggotanya, tetapi aku masih malu saat itu. Tulisanku belum ada yang layak tayang dan aku belum pernah mempublikasikan tulisanku di mana-mana. Aku hanya menulis di diary online, yang entah apakah sekarang masih bisa di buka atau tidak. Aku sendiri sudah lupa passwordnya:-).

Semakin aku membaca postingan teman-teman di milis FLP-Jepang, sebenarnya aku pun ingin sekali ikut terlibat di dalamnya dan ikut menulis dalam proyek-proyek mereka. Tetapi, perasaan kurang percaya diri selalu menggelayuti hati.  Aku mencoba menulis, tetapi masih menjadi konsumsi pribadi, sekedar tulisan seputar keluarga dan tumbuh kembang anak-anak. Karena aku tinggal nomaden dan jauh dari Mama dan Papa (kebetulan Mama juga sudah meninggal), jadi aku curhat di diary online itu.  Masalah apa saja, sampai aku merasa lega. Bagiku menulis adalah katarsis diri, mencurahkan semua beban di hati yang menguatkan aku setiap saat.

Bulan Desember 2005, FLP-Jepang mengadakan suatu kegiatan besar "Gebyar Cinta FLP" di Tokyo. Lagi-lagi karena jarak, aku  hanya bisa membaca beritanya di milis FLP. Ada iri menyelusup di dada melihat teman-teman bisa berfoto bersama dan mendengarkan langsung kisah tentangmu FLP dan workshop kepenulisan dari mbak Helvy Tiana Rosa dan Ustad M. Fauzil Adhiem. Aku cukup terhibur bisa mendengarkannya live dari kamarku bersama kedua buah hati.

Bulan Desember 2006, alhamdulillah Fahima dan Flp-Jepang menggelar kegiatan bersama, yaitu Silaturahim Warga Muslim di Jepang (SWMJ)  dengan tema "Biarkan Cinta Mekar Bersemi". Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2 Desember 2006, tepat dipenghujung masa aku tinggal di Jepang.

Bulan April tahun 2007 aku kembali ke Tanah Air. Aku pun sempat melupakan FLP dan kukira di Bogor tempat tingggalku tidak ada perwakilan FLP (dan ternyata perkiraanku salah!) . 

Bulan Agustus 2007 aku di undang seorang sahabatku untuk mengikuti pelatihan menulis bersama mas Ekky Malaki di UIKA Bogor. Wow, aku surprise sekali, karena sebelumnya aku mengira tidak ada FLP. Padahal saat itu sahabatku yang menjadi sekretaris FLP Bogor. Aku pun tak sekedar mengikuti pelatihan itu, tetapi akhirnya menerjunkan diri menjadi salah satu anggota FLP Bogor. Saat pembentukan pengurus FLP baru, aku menjadi sekretaris FLP menggantikan sahabatku Sih Wikaningtyas yang naik menjadi ketua FLP saat itu. 

Kami kerap bertemu di sebuah masjid di daerah jalan Baru Bogor untuk silaturahim dengan pengurus dan anggota. Merencanakan kegiatan-kegiatan dan open rekruitmen. Kami merencanakan kegiatan audiensi FLP ke sekolah-sekolah menengah di Bogor. Sejak itu aku mulai rajin menulis lagi. Tulisanku kuposting di blog pribadi dan aku kirim ke media online. Aku pun kerap menulis reportase kegiatan sosialku ke media.

Sayangnya, pertengahan tahun 2010 aku harus pindah mengikuti suami yang menjadi dosen di Universitas Teknologi Malaysia, di Johor. Aku kembali menjadi ibu rumah tangga dengan aktivitas di rumah seperti biasanya. Beruntung setiap pekan aku bertemu dengan ibu-ibu untuk pencerahan ruhiyah. Ternyata kami memiliki hobi yang sama, menulis. 

Akhirnya awal tahun 2011, disela-sela pengajian kami, dibuatlah kelas penulisan di sebuah rumah temanku dengan tutor Ibu Nira. Beliau adalah seorang istri dosen di UTM. Sebelumnya beliau tinggal di Canada. Di sana beliau juga seorang penulis bacaan anak dan sudah sering menulis cerpen dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Aku sangat gembira sekali, ternyata di negeri Jiran kesukaanku pada menulis ada temannya.

Kami sama-sama belajar menulis setiap pekannya. Tak disangka, akhirnya aku pun bertemu kembali dengan FLP pada bulan maret 2011. 

Mulanya ada pelatihan menulis yang diadakan oleh IKMI (Ikatan Keluarga Muslim Indonesia) di Johor. Pembicaranya adalah  Alwi Alatas, salah seorang penasehat dan ketua FLP Malaysia tahun 2007. Aku dan teman-teman dengan penuh antusias mengikuti pelatihan tersebut. Selain karena aku suka menulis juga aku  kerap masih membuat reportase untuk kegiatan-kegiatan sosial di Johor. Aku ingin tulisanku menjadi lebih baik setelah mengikuti pelatihan itu. Menulis di media kan berbeda dengan menulis di blog pribadi. Betul begitu? Di akhir pelatihan, dipilih ketua FLP cabang Johor. Aku menjadi kandidat ketua FLP.

Sebenarnya aku kurang percaya diri menerima pinangan teman-teman menjadikan aku seorang ketua FLP. Tetapi, aku tidak bisa memilih dan harus memutuskan saat itu juga. Memang sepertinya pemilihan itu terkesan terburu-buru. Akhirnya aku harus berpikir cepat, memikirkan kelas menulisku yang hanya berisi 4 orang ibu dan masa depan keterampilan menulis teman-teman yang bisa dilakukan lewat program FLP. Akhirnya, aku pun mengiyakan pinangan tersebut. Meskipun dengan perasaan berat, karena aku kira diantara 100 orang peserta ibu-ibu dan bapak-bapak, juga para gadis dan lajang, pasti ada yang lebih mampu dari aku. Bismillah, aku pun dilantik menjadi ketua FLP tahun 2011 - 2012 oleh Ustad Alwi Alatas (penasehat FLP Malaysia).

Alhamdulillah, dengan niat karena Allah dan azam yang kuat untuk menebarkan kebaikan lewat tulisan, sampai saat ini aku bisa mengemban amanah itu. Meskipun di awalnya aku tergagap-gagap. Mencari channel sampai ke negeri Sakura. Menghubungi teman-teman lama di sana untuk menyambungkan aku dengan FLP pusat. Alhamdulillah aku terhubung dengan teman-teman FLP seluruh Indonesia dan Luar Negeri di dalam sebuah grup di facebook. 

Rasa tak percayaku sejak menjabat menjadi ketua FLP sampai hari ini terus menggelayuti pikiranku. Aku rasa ini adalah takdir yang digariskan oleh Allah kepadaku. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Betapa pada tahun 2009 ketika aku bergabung menjadi sales supervisor di Mizan Dian Semesta, sebuah perusahaan penjualan direct selling buku-buku Pelangi Mizan. Aku pernah berkata kepada ASM-ku bu Endang Choiriyah, "Bu, suatu hari nanti saya ingin sekali menulis cerita-cerita anak dan cerita tentang ketangguhan ibu-ibu dalam bentuk buku." Bu Endang pun mengamininya dengan takzim dan mengatakan hal itu pasti akan menjadi kenyataan.

Alhamdulillah, sejak aku menjadi ketua FLP wilayah Johor aku pun bertemu dengan teman-teman yang memiliki hobi yang sama. Selain itu aku bergabung dengan grup Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) di facebook. Aku belajar menulis di sana dan belajar otodidak dengan membaca postingan teman-teman di media online tentang kepenulisan. Sejak itu aku mulai ikut event-event menulis antologi dan lomba-lomba kepenulisan.


Dari puluhan antologi yang aku ikuti 11 buku sudah terbit dan telah beredar di toko-toko buku, 2 lagi masih dalam tahap penyelesaian cetak. Aku pun pernah menjadi juara pertama lomba membuat cerpen yang diadakan oleh Hasfa Publisher, menjadi nominator dalam menulis tentang serangga yang diadakan oleh Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI) , dan yang pasti sekarang aku bisa menulis reportase kegiatan-kegiatan sosialku dengan kaidah-kaidah penulisan yang baik dan benar. EYD tidak acak-acakan lagi dan layak tayang :-) 

Jika kamu tahu FLP, apa yang telah aku tulis selama ini di buku-buku antologi itu? Ya tulisan tentang ibu-ibu tangguh dan keseharianku dengan anak-anak! Alhamdulillah, sesuatu banget ya. Mimpiku menjadi kenyataan!

Sebentar lagi FLP milad. Selamat hari Ulang Tahun kata orang Indonesia.Selamat hari lahir kata orang Malaysia. Otanjyoubi omedetou kata orang Jepang :-) Semoga tambah berkibar dan tambah banyak yang tercelupkan oleh kegiatan positifmu. Membaca dan menulis. Bukankah menulis dan membaca adalah dua hal yang diperintahkan oleh Allah. Lihatlah di dalam al qur'an surat Al Alaq ayat 1 dan Al Qolam ayat 1.

"Iqra bismirabbikalladzi khalaq" Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. (QS: Al Alaq ayat 1)
"Nun, wal qolamu wala yasturun" artinya, demi pena dan apa yang mereka tuliskan.(QS: Al Qolam ayat 1)

Oleh karena itulah membaca dan menulis adalah keniscayaan!

Harapanku, semoga FLP terus berkibar dan semakin dikenal di seluruh Indonesia dan seluruh dunia. Menjadi icon kebangkitan literasi Indonesia dan tempat berkumpulnya para pemuda Indonesia yang cinta membaca dan menulis. Menumbuhsuburkan budaya membaca dan menulis pada bangsa kita sehingga tidak ada lagi keluhan harga buku atau kertas yang mahal, karena semua merasa membutuhkan buku bacaan yang bermutu. FLP membawa keberkahan di bumi Nusantara. Go, go, go! FLP go!

Salam Hangat penuh cinta dari belahan bumi Johor Negeri Darul Takzim,
Sri Widiyastuti, Ketua FLP Johor 2011-2012

*Tulisan ini diikutkan dalam lomba blog dan  lomba menulis esai Aku dan FLP, dalam rangka milad FLP.

2 comments:

  1. Selamet atas dilantiknya jadi ketua FLP Johor (kok ga bilang2 he...he), namaku pake dibawa2..padahal dah lupa tuh kalo 2007 aada acara di uika

    ReplyDelete
  2. hehehe, iya wi, lupa banget wi :-D tapi berkah banget aku bisa ketemu dan gabung di FlP Bogor, eh malah dapet rejeki jadi ketua FLP di sini :-) namanya takdir ya, kita engga tau besok jadi apa, kecuali amal saleh yang akan menolong kita :-)

    ReplyDelete

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @ceritaummi

Follow Us @tutiarien