Skip to main content

Isi Liburan Sekolah, FLP Johor Gelar ‘Fun and Creative Writing Kids 2011’

Republika Online - Liburan tanpa kegiatan yang berarti bagi anak-anak adalah kebosanan. Liburan sekolah di Johor, Malaysia, telah dimulai sejak pertengahan bulan November sampai tanggal 1 Januari. Hal ini mengikuti alur kegiatan belajar-mengajar yang berawal dari bulan Januari sampai bulan November.

Untuk mengisi kegiatan liburan anak-anak, FLP (Forum Lingkar Pena) Johor mengadakan sebuah acara menarik, yaitu “Fun and Creative Writing Kids 2011”. Hadir dalam acara ini 32 orang anak Indonesia terdiri dari 2 katagori. Katagori A usia 7 tahun sampai 13 tahun dan katagori B usia 3,5 tahun sampai 6 tahun.

Tujuan dari kegiatan ini adalah menggali dan mengembangkan potensi dasar kreatifitas menulis dan menggambar secara menarik dan menyenangkan. Acara berlangsung pada hari Sabtu, 24 Desember 2011, bertempat di Masjid Jamek Tan Sri Ainuddin Wahid, Johor.



Hadir sebagai pembicara, Kak Maslina Ngadiman, seorang penulis asal Malaysia berketurunan Jawa. Beliau adalah seorang penulis dan editor di sebuah penerbitan di Johor dan Kak Sri Widiyastuti, ketua FLP Johor dan  penulis lepas.


Dalam kegiatan menulis dan menggambar ini, masing-masing katagori mendapatkan kegiatan menulis  dan menggambar yang berbeda. Kategori A, diberikan motivasi menulis dan latihan menulis dengan kata kunci yang menarik. Masing-masing peserta menuliskan kembali ide yang sama dengan pemaparan yang berbeda.

Ada tiga peserta yang mendapatkan hadiah buku dari Kak Maslina karena menulis cerita yang tidak biasa dengan pemilihan kata yang kaya. Selesai menulis, mereka belajar mewarnai dengan teknik motif dan rintik.

Kemudian untuk kategori B, anak-anak belajar mewarnai dengan cat air. Mereka membuat gambar dengan cetakan dari sayur-sayuran, seperti bintang dari kentang dan bulatan dari wortel. Setelah selesai menggambar dengan cetakan sayuran, mereka mewarnai gambar yang telah disediakan.



*Sumber Republika Online, ditayangkan pada hari Jumat, 30 Desember 2011 06:00 WIB

Comments

Popular posts from this blog

Haa...Hamil lagi?!!

Hamil dan melahirkan, merupakan anugerah terbesar dan terindah dari Allah bagi seorang wanita menikah. Semasa masih gadis dan menjelang menikah, aku merasa takut tidak bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan berumah tangga. Apalagi usiaku disaat menikah usia yang sudah hampir lewat masa subur, 27 tahun. Ketakutan yang sangat beralasan sekali menurutku.

Alhamdulillah ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Lepas pernikahan kami di bulan Januari 2001, bulan Februari aku dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah”. Itu kata pertama yang keluar dari mulutku saat itu ketika mengetahui test packmenunjukan 2 strip biru. Senang? Tentu saja!! Kalau tidak malu, mungkin saat itu aku akan meloncat-loncat seperti anak kecil mendapatkan balon. Begitu juga dengan suami, dia langsung mengabari kedua orangtuanya. Diusia pernikahan kami yang baru berumur sebulan, aku hamil. Dari mulai saat itu suamiku menjagaku bak seorang putri, bagaikan gelas yang mudah pecah. Rap…

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stress?

Hai Moms, apa kabar? Apa benar Mom, ibu rumah tangga lebih rentan stress? Kalau menurut Moms bagaimana?

Pertanyaan ini menggelayut terus di dalam benak saya. Pasalnya, beberapa minggu yang lalu, ada seorang kawan curhat. Begini curhatnya.
"Temenku itu sudah sering banget aku bantuin, Umm. Dari mulai ngasih nasehat, ngasih pinjem uang, ngasih motivasi biar dia ada kegiatan, biar dia punya penghasilan tapi ya gitu, deh. Mana utang dia dimana-mana. Jadi pernah pinjam uang dari aku, untuk membayar utang di tempat lain. Bener-bener gali lobang tutup loban Gimana enggak nyesek, coba!" katanya dengan wajah hampir menangis.
Saya mencoba memahami perasaaannya, meskipun saya jadi gundah juga mendengar curhatannya.
"Temenku itu stress. Pernah juga dia mencoba bunuh diri. Alhamdulillah bisa digagalkan. Makanya, aku takut, kalau enggak bantuin dia, dia berbuat nekat lagi kayak waktu itu."
Oh, My God! sampai mau bunuh diri?!
"Terus gimana? kamu akhirnya bantu apa?"  &…

Cara Manis Menghidupkan Kembali Tradisi Makan Bersama Keluarga

Hai, Moms, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat yaa ...
Moms, beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sekarang, makan bersama keluarga di meja makan itu sudah semakin ditinggalkan. Paling banter, kalau makan bersama pas buka puasa bersama, itu pun awal-awal aja. Habis itu, makan se-enjoynya aja gitu. Dimana-mana. Di depan tivi, di ruang tamu. atau di tempat yang anak-anak suka.

Lah, kok bener juga ya itu artikel. Sebab saya juga meraasakannya akhir-akhir ini, anak -anak abis makan, udahlah gak disimpen lagi di tempat cuci piring, eh dimana-mana ada piring, pula! grrr ...

Menurut artikel itu, dewasa ini, makan di meja makan menjadi pemandangan langka di dalam rumah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita bisa makan bersama di meja makan, salah satunya adalah mengeratkan hubungan antar anggota keluarga. Bagi anak, dia belajar memahami isyarat-isyarat sosial. Anak belajar melalui pengalaman makan bersama keluarga dan hal…