April 18, 2018

8 Hari Belajar Coding di CodingMum, Akhirnya Melek Bahasa Pemrograman

April 18, 2018 4 Comments

"Never stop learning, because life never stops teaching"

Jangan pernah berhenti belajar, sebab hidup tidak pernah berhenti mengajar. Quote di atas sungguh memengaruhi diri saya sejak pertama kali membacanya. Sehingga ketika ada kesempatan untuk belajar, maka saya akan segera menyambutnya dengan suka cita. Apalagi kalau pelajarannnya pelajaran yang menarik minat, terus kelasnya gratis pula #eh hehe

Baru-baru ini saya mengikuti kelas Coding Mum di Depok. Berawal dari informasi dari Mbak April (admin BDC - Blogger Depok Comunity) saya tertarik mengikuti kelas tersebut. Dulu pernah ada teman saya yang mengajak ikutan belajar HTML. Waktu itu saya sedang tinggal di Jepang. Maklum emak-emak pengacara, -pengangguran banyak acara- hihihi jadi apa aja dijadiin alasan untuk terus bergerak.

open class coding mum Semarang (credit.mbak Inne)

Saya mengernyitkan dahi. "Hah .. apa itu HTML?"
"Program komputer. Buat bikin blog gitu loh." teman saya menerangkan.

Saya tetap tidak mengerti dan tidak minat mengerti. Lah, waktu itu meski di Jepang, gudangnya elketronik canggih gitu, saya gak tertarik blas untuk mendalami bahasa programer. Waktu itu saya tidak punya kepentingan untuk mempersulit diri dengan belajar yang tidak saya pahami. Padahal, anak saya baru dua, anteng-anteng semua pula. Internet kecepatannya luar biasa. 24 jam pula! Tapi tetep aja gak tertarik blas! Saya mendingan belajar parenting atau masak gituh hahaha begitu pikiran sederhana saya. Hidup sudah susah, jangan dipersulit dengan bahasan yang tak dimengerti .. uhuk!

Itu dulu .. tahun 2004 kannaa?

Dan sekarang sudah 2018, sudah menjadi emak zaman noww .. yang sudah bisa nulis di blog. Pernah kesulitan migrasi multiply ke blogspot. Pernah juga kebingungan mau ganti blogspot.com ke TDL. Pernah juga mau ganti templet blog terus gak bisa, jadi aja nyolekin seorang programer tamvan nan rupawan heuheu (siapakah dia? gak usah dibahas ya .. nanti Mom patah hati :D)

Lalu. . lalu .. karena itulah, saat ada pembukaan Coding Mum. Saya langsung nanya, Coding itu kelas apa? Programer. Kelas HTML yang sekarang namanya Coding Mum, berasa dekat banget dengan dunia emak-emak hehe namanya sudah ramah banget. Tidak seseram kelas HTML, MYSQL, atau CSS gitu hehe dan saya pun dengan antusias, "Ikutt!" Di Depok loh Mbak .. kata mbak April mengingatkan. Saya mantap. Sekali ikut .. tetap ikut! uhuk!

suasana kelas hari ketujuh nih, mumet tapi tetap ceria 
Alhamdulillah ijin dari paksuami pun turun. Beliau tidak keberatan saya pergi untuk belajar Coding di Depok setiap akhir pekan. Baginya, semua boleh, asalkan bisa membagi waktu antara pekerjaan pribadi, tugas sebagai istri dan tugas sebagai seorang ibu. Sipp!

Kelas Coding ini dilaksanakan tiap akhir pekan, dimulai dari tanggal 16 Maret sampai dengan tanggal 2 April 2018. Bertempat di Code Margonda Depok pada pukul 13.00 sampai pukul 16.00. Tiga jam je. dan boleh bawa anak loh.

Saya benar-benar excited mengikuti kelas Coding Mum. Tadinya saya akan hadir di tanggal 15 Maret, ada kelas simulasi sebelum masuk kelas sungguhan. Tapi karena sebab paksuami ada tugas keluar kota, jadi saya batal.

teman-teman sekelas sebelum presentasi hari terakhir
Keesokan harinya, hari yang dituggu-tunggu pun datang. Tanggal 16 Maret, saya datang terlambat. Ini karena saya harus menunggu anak-anak pulang sekolah dulu. Saya membawa putri bungsu saya Saki yang berusia 1 tahun. Datang terlambat pada hari pertama, lumayan membuat deg-degan. Alhamdulillah hal yang saya kuatirkan di jalan tidak terjadi. Saya bertemu dengan mbak Fitri dari Bekraf untuk pertama kali. Mbak Fitri ramah menyambut saya dan mempersilahkan saya menulis nama di daftar hadir. Kemudian Mbak Inne, mentor coding Mum yang ramah menyalami saya, hangat sekali. Dan teman-teman peserta coding Mum. saya duduk di pojokan, sebab itulah kursi yang kosong. di pojok dekat tempat sholat digelar kids corner untuk anak-anak yang diajak oleh ibunya belajar. Sungguh pemandangan yang menyejukan. emak belajar, anak ada yang menjaga.

Kids corner


Waktu saya datang, kelas telah berjalan. Mas Haris sedang menerangkan tentang materi pertama. Tentang internet dan web development. Coding Mum menjelaskannya dengan cara sederhana sekali, melalui analogi yang dekat dengan dunia emak-emak.

Belajar sambil mangku anak pun takpe

Hari kedua, kami mulai belajar Pengenalan HTML dan CSS. Ah mulai rumit sih, tapi sekaligus seneng banget. Apalagi ketika bisa memecahkan masalah kenapa ini kok programnya enggak jadi, eh ternyata kurang satu hurup atau tanda kurung tutup. Bahagia banget pas program berjalan. Yeeyy!

Suasana kelas coding mum


Hari ketiga mulai tambah seru. Kita belajar menyematkan video dan membuat list di dalam web. Lumayan keriting rambut eh jilbab, bibir monyong hihi sebab serius gitu loh .. alhamdulillah Saki sudah mulai betah dan ada kawan, jadi gak bete lihat emaknya belajar. Dia mah asyik main sama kawannya.

mbak Fitri dari Bekraf, moga jumpa lagi ya mbak :-)
Hari ke-empat, saya tidak bisa hadir. Pas kebetulan, Shofi ada event di sekolahnya. Kepala cenut-cenut karena hari sebelumnya saya kehujanan. Habis mengantar Shofi saya benar-benar tidak bisa pergi untuk belajar. Padahal ingin sekali kaki melangkah ke Depok. Tapi hari hujan, kondisi tidak fit. Ya sudahlah, moga besok badan sudah segar. Saya pun mengikuti kelas dari grup whatsapp. Meski ga ikutan praktik .. lah tidur seharian hehehe

Hari kelima, tambah menantang. Kita belajar bootstrap. Yaitu alat bantu yang akan mempercepat proses pembuatan website. Saya menyesal sekali hari keemoat tidak bisa hadir, karena tanpa pengetahuan hari keempat tentang CSs, untuk mempercantik web jadi blank.

Meskipun pakai bootstrap lebih mudah tapi pengetahuan dasar tetaplah penting. Menggunakan dan membuat CSS sendiri seperti kita sedang meracik bumbu nasi goreng sendiri. Dengan takaran sesuai selera kita dong. Sementara kalau menggunakan bootstrap kita hanya tinggal memakai bumbu sesuai selera kita.

hari kelima kita mulai menyiapkan project yang akan dibuat selama tiga hari kedepan. Wuahh... saya bingung dong. Buat apa ya? Maksudnya buat konsepnya itu loh. Untung aja jadi PR hehhee jadi pusingnya di rumah.

Saya ingin mencoba membuat sebuah website untuk sebuah komunitas UKM. Pas kebetulan saya sedang belajar usaha lewat UKM. Ingin membantu teman-teman yang sedang merintis usaha di UKM dan memberikan tempat atau wadah untuk mempromosikan barang jasanya sekaligus memberikan edukasi kepada pelaku UKM yang kebanyakan adalah ibu rumah tangga kelas menengah ke bawah.

Bayangan website yang akan dibuat sudah ada. Tapi menuangkannya susah bener. Saya bener-bener tidak ada bayangan apa duluan yang akan dikerjakan. Padahal step by step materi sudah dijelaskan sebelumnya. Sudah praktik juga.

Alhamdulillah mbak Inne, Mbak Rina, Mbak Gita, Mas Haris dan Mas Yodi mentor yang sabar dan bener-bener membimbing emak-emak. Mereka berusaha memberi pemahaman kepada saya dan teman teman tentang proyek yang akan dibuat. Memberi gambaran apa yang harus dilakukan pertama kali.

Teh Rita, juri dari kominfo :-)

Mbak Gita membuat tutorial sederhana. Mbak Inne juga. Saya pun mengikuti step by step yang diterangkan mereka. Mas Haris mengumpulkan file bootstrap untuk memudahkan emak emak untuk membuat web pertama.

Hari  ke enam saya masih bekutat dengan konsep. MAsih bingung mau buat yang seperti apa, sebab terlalu banyak keinginan kemampuan minim hihihi akhirnya download templet bootstrap dan mengotak atik template yang sudah jadi. Hasilnya .. woww .. luar biasaa.. cakeeppp!

Hari ketujuh, saya tetep galau. Templet yang sudah jadi memang cakep. Tapi itu bukan bikinan sendiri. Akhirnya saya buat lagi, mengikuti step by step yang diajari Mas Haris, Mbak Gita, dan Mbak Inne. Saya konsultasi ke Mbak Rina, sebab Mbak Rina yang menjadi    pembimbing dalam membuat projek kami.

hasil otak atik template bootstrap .. tapi rasanya ada yang kurang greget gituhh 


Awalnya berhasil membuat template sederhana. Saya bisa membuat navbar dengan menu yang bisa diklik dan membuka page baru. Kemudian bisa membuat foto yang memakai program carousel. Seneng banget.Tapi belum bisa membuat kolom dengan warna. Sementara waktu terus berjalan. Tambah program, program carousel gak jalan. Buat lagi yang baru, navbar gak bisa buka menu. Pusyiinnngg.

Web sederhana buatan saya atas bimbingan mentor. alhamdulillah. Terima kasihh ^_^

Alhamdulillah di hari ke-8 dimana kita harus presentasi, halaman web buatan pribadi pun berhasil dibuat. Yeaayy .. meskipun sederhana tapi ini hasil buatan sendiri. Dan setelah presentasi, saya dinyatakan LULUS (((terharu)))

yeayy lulusss ^_^
Saat presentasi, lumayan jantung dag dig dug der sih heuheu sebab belakangan ada jurinya, Teh Rita Setia dari dinas kominfo Depok dan dua juri dari mentor, Mbak Gita dan Mbak Inne. Katanya hasil presentasi akan dicari yang terbaik dari peserta coding Mum dan diadu kembali seluruh Indonesia. Hadiahnya jalan-jalan ke luar negeri .. woww ..

Saya mah sudah lulus juga alhamdulillah .. kalau perkara menang mah bonus yaa .. sebab teman-teman yang lain, website buatannya bagus-bagus, cantik-cantik.

cieee dapet sertifikat dongg ^_^
By the way, saya sangat bersyukur dapat mengikuti kelas Coding Mum. Kelasnya nyaman, mentornya ramah dan sabar, ramah ibu dan anak, kelas ini juga manfaat banget untuk saya, ibu-ibu yang mulai melek dunia digital.

Para juri yang komentarnya sangat membangun. Love u all

Semoga, saya dapat mengaplikasikan kemampuan coding ini dengan sebaik-baiknya. Terima kasih saya haturkan kepada Bekraf, kepada mentor Coding Mum (Mbak Inne, Mbak Gita, Mas Haris, Mbak Rina, Mas Yodi) atas ilmunya, alhamdulillah bermanfaat banget buat saya dan ibu-ibu peserta coding Mum. InsyaAllah ilmunya berkah yaaa ...

Hari terakhir adalah hari yang sangat menyedihkan. Kelas yang sudah seperti keluarga, sudah mulai akrab, harus segera berakhir. Sayonara teman-teman semua. Semoga kita jumpa lagi dalam keadaan terbaik yaa .. hiks  (padahal masih ada dalam satu grup whatsapp hihihi )

Terima kasih dan salam sayang semuanya ^_^


April 17, 2018

Ini Dia Rahasia Anak Hebat Dengan Tanggap yang Lengkap

April 17, 2018 0 Comments

Hai, Mom, apa kabar? 
Semoga Mom selalu dalam keadaan sehat wal afiat, selalu ceria dan riang gembira. Sebab aura kegembiraan akan senantiasa membuahkan parenting positif di rumah dan berdampak pada "home sweet home" sepanjang hari. Sepakat ya, Mom ^_^

By the way, beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 11 April 2018, saya hadir dalam acara launching Bebelac. Alhamdulillah saya mendapat ilmu yang baru dari kehadiran saya di sana. Saya merasa beruntung sekali dapat hadir dalam acara itu dan ingin membagi ilmu yang saya dapat kepada Mom semuanya. Semoga dengan ilmu yang sedikit ini menjadi amal jariyah kepada saya. aamiin ...

Mom, seringkali kita melihat berapa banyak anak yang bagus dalam hal kecerdasan intelektual tapi ternyata dia tidak bisa menjadi teman yang baik, atau menjadi pribadi yang tertutup, tidak bisa bersosialisasi, tidak punya rasa empati, emosi yang tidak terkendali, bahkan mungkin, ada di antaranya anak-anak nakal yang menjengkelkan.

Lucu sih fotonya, tapi kalau sudah besar anak tetap jadi pemarah bagaimana? (credit. Dunia Kewanitaan)
Tingkah anak-anak zaman sekarang yang membuat dada sesak dan hati menangis. Misalnya dengan emosi yang tidak terkendali, tidak ada unggah ungguh sopan santun, ya ... sekadar mengucapkan terima kasih atau bersalaman dengan orang yang lebih tua. Mengucapkan permisi ketika lewat dan lain sebagainya.

Keadaan seperti ini tentu saja bukan hanya menjadi masalah di rumah saja, tetapi sudah menjadi masalah bersama sebagai masalah sosial yang harus segera dituntasnya dari akarnya. Mulai dari diri kita, dari mulai yang terkecil, mulai dari sekarang!

Mom, ternyata ada yang salah dalam gaya pengasuhan kita kepada anak-anak. Kita seakan mendewakan kecerdasan intelektual. Tetapi abai dalam menstimulasi dua kecerdasan yang lain, kecerdasan emosional dan kecerdasan sosial. Padahal, dua kecerdasan inilah yang akan menunjang kecerdasan intelektual menjadi semakin optimal.

Nah, di acara launching Bebelac itu, ada talkshow interaktif yang menghadirkan psikolog anak, Ibu Roslina Verauli, Mpsi. Beliau dengan lugas dan detil membahas tentang ini. Saya akan share khusus untuk Mama-mama semuanya agar kita memiliki cara pandang yang sama tentang bagaimana kita dapat memiliki Anak Hebat, yang memiliki Tanggap yang Lengkap!

Talkhow Anak Hebat Tanggap Lengkap (credit Faradilla)

Anak yang Tanggap? Anak yang tanggap itu seperti apa sih?

Menurut Ibu Vera, panggilan akrab ibu Roslina Verauli, menjelaskan bahwa, anak yang tanggap itu adalah anak yang mampu merespon dengan baik. 

Menurutnya, bahwa sekarang itu, kita (parent) memahami tanggap itu setengah-setengah, separo-separo. Tanggapnya hanya cerdas intelektual saja, cerdas secara kognitif. Kita lupa, bahwa, zaman sekarang, kids zaman now, membutuhkan lebih dari sekadar cerdas intelektual.

Ada kecerdasan yang namanya kecerdasan sosial. 

Apa Cerdas Sosial?

Cerdas sosial adalah tanggap secara sosial. Tanggap secara sosial inilah yang memungkinkan anak nantinya mampu bekerjasama, mampu mengerti aturan main (ketika berkumpul dalam sebuah permainan atau di dalam sebuah perkumpulan), tahu mana yang benar dan mana yang salah.

Dan tanggap sosial ini tidak akan berkembang optimal jika tidak didahului oleh tanggap emosional.

Apa Cerdas Emosional? 

Cerdas emosional adalah anak memiliki kepekaan dan kepedulian kepada orang lain. Anak memiliki rasa empati kepada orang lain.

Maka, dapat disimpulkan bahwa, Tanggap yang Lengkap itu ada 3:

  1. Tanggap Intelektual, yaitu cepat tanggap secara intelektual. Fungsi intelektualnya berfungsi secara optimal.
  2. Tanggap Emosional, yaitu cepat tanggap dalam emosi. Dia memiliki empati atau rasa peduli kepada orang lain.
  3. Tanggap Sosial, cepat tanggap dalam bersosialisasi dengan orang lain.
Masalah yang terjadi sekarang ini adalah pengasuhan di rumah untuk mendapatkan generasi penerus dengan Tanggap yang Lengkap ini bagaimana?

Setiap orang tua, tentu saja dalam melakukan pengasuhannya di rumah memiliki harapan yang besar untuk anak-anaknya, betul, ya Mom.

Bu Vera mencontohkan seorang penyanyi, Bono, seorang artis legendaris yang juga seorang filantropis. 

Filantropis, menurut KBBI, orang yang melakukan sesuatu hal berdasarkan cinta kasih kepada sesama manusia. Lebih spesifik lagi di dalam wikipedia dijelaskan bahwa, orang yang dilantropis ini, adalah tindakan seseorang yang mencintai sesama manusia serta nilai kemanusiaan, sehingga dia menyumbangkan waktu, uang dan tenaganya untuk menolong orang lain. 

Nah, sekarang, kita menginginkan generasi penerus yang bagaimana?Apakah generasi yang wealthy kaya raya, sugih, hartawan ataukah generasi yang peduli kepada sesama? Mampu bersosialisasi dengan orang lain?

Mom, tentu saja kita, sebagai ibu,  harus berani mengambil langkah bijak, mengubah mindset atau paradigma pengasuhan di dalam rumah. 

Dan Ibu Vera berkenan membagikan RAHASIA agar memiliki Anak Hebat dengan Tanggap yang Lengkap.

Positif Games

Ibu Vera mengajak Mom untuk melakukan games sederhana. Kita hanya memerlukan dua helai kertas berwarna dan sebatang pulpen. yang satu warna biru dan satu warna merah. Cara permainannya: 
  1. Mom tulis ujaran atau kata-kata penghinaan, ujaran kebencian, pelecehan, kata-kata negatif yang pernah diucapkan kepada ananda. Tulis sebanyak-banyaknya. Tuliskan dengan jujur di kertas berwarna MERAH!
  2. Mom menulis ujaran atau kata-kata penuh cinta, ujaran sayang, semangat dan kata-kata positif yang sering diucapkan kepada ananda. Tulis sebanyak-banyaknya. Tuliskan dengan jujur di kertas berwarna BIRU!
Mom, setiap kata yang kita ucapkan itu doa. Setiap kata positif yang kita tulis itu ibaratnya kita sedang memasukan sebuah KRISTAL BENING INDAH ke dalam skema berfikir putra putri kita di rumah.

Kristal yang kemudian akan menghiasi rumah tangga di dalamnya, kristal yang akan menghiasi dengan begitu indah di rumahnya sendiri sehingga penghayatan anak kepada dirinya sebagai rumahnya adalah juga positif dan indah.

Saat anak merasa dirinya adalah individu yang penuh dengan ungkapan kristal positif, dia dalam ilmu psikologi memiliki STRENGTHS. Anak yang memiliki strengths yang tinggi akan membangun dirinya menjadi pribadi yang positif. Hanya anak yang memiliki pribadi yang positif yang mampu memiliki emosi yang positif, bahkan saat emosinya sedang negatif. 

Saat dia sedang dalam keadaan bersedih, dia dapat memenej kesedihannya untuk kembali normal dan menetralkan kembali perasaannya.

Hanya anak yang emosinya positif kepada dirinya, yang akan merasa kompeten. Setiap Mom mengatakan, "Good job!" "Kamu bisa!" itulah kata-kata yang membuat anak menjadi percaya diri.

Anak yang memiliki penghayatan positif kepada dirinya akan mampu mengembangkan empati secara optimal dan memiliki kemampuan untuk peduli kepada orang lain.

Kecerdasan Emosional inilah yang akan menjadi cikal bakal atau akar dari terciptanya Kecerdasan Sosial.

Sebaliknya, Mom. Jika kata negatif yang sering terlontar dari lisan kita, diibaratkan kita sedang memasukkan SAMPAH ke ruang berfikir anak, ke skema berfikir dirinya sendiri sehingga dia menghayati dirinya sendiri negatif.

Hardikan seperti: kamu anak yang cengeng! maka esok hari dia akan semakin cengeng. Begitu juga jika anak sering kita hardik, "Dasar anak nakal!" maka dia akan menjadi anak yang semakin nakal.
Mom, apa yang keluar dari lisan kita itu doa. Pernah baca kan di belakang truk pengangkut pasir? "Ucapan ibu itu adalah doa untuk anaknya" atau "Doa Ibu"

Duh, Mom, yuk kita istighfar bareng-bareng, ngeri ya kalau lisan kita ternyata banyak kata negatifnya. huhuhu ...

Nah, untuk itu, mari kita buang kertas yang berisi kata-kata negatif ke tempat yang tidak akan pernah dia akan kembali lagi ke dalam rumah kita. Sehingga lisan kita terjaga dari kata-kata negatif, apalagi kata-kata kotor yang dapat merusak pola pikir anak kita sehingga terbawanya hingga dewasa.

Mari tanamkan dalam diri anak-anak, kata-kata positif yang akan mengkristal ke dalam dirinya sebagai pancaran keindahan budi bahasa, budi pekerti dan keramahannya dalam bekerjasama dengan orang lain.

Karena anak-anak yang memiliki kecerdasan emosional yang mantap, dia akan mudah melakukan tanggap sosial.

Ketiga Tanggap Sosial tersebut adalah:
  1. Dia mampu menolong orang lain tanpa pamrih
  2. Mengerti mana yang benar dan mana yang salah
  3. Mengerti aturan main
memahami cerdas sosial (doc.pri)
Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Sosial ini, Mom, tidak akan ada tanpa adanya Kecerdasan Intelektual. Kecerdasan Intelektual ini didukung oleh nutrisi yang baik. Nutrisi ini menjadi penting karena akan menunjang kecerdasan intelektual menjadi lebih optimal juga stimulus yang telah diterangkan di atas tadi, yaitu dengan stimulasi parenting yang positif dan tentunya edukasi/pendidikan yang terbaik.

Nutrisi berperan penting dalam proses tumbuh kembang anak

Mom, tidak dapat dipungkiri, dari pemaparan di atas, bahwa Tanggap Lengkap membutuhkan nutrisi sebagai salah satu yang memiliki peranan penting terutama dalam mengoptimalkan kecerdasan intelektual. 

Ikhtiar saya sebagai ibu, saya mencari formula yang bisa memberikan nutrisi yang dapat mendukung tumbuh kembang anak saya menjadi optimal. 

Saki, putri bungsu saya, saat ini usianya 14 bulan. Sedang suka bereksplorasi di dalam dan di luar rumah. Apalagi sekarang dia sudah mulai bisa berjalan, meskipun belum lancar, tapi semangatnya untuk bisa luar biasa sekali. Dia merambat di tempat-tempat yang bisa dijadikan pegangan.
Untuk menunjang aktifitasnya, saya berusaha memberikan makanan dan minuman yang asupan nutrisinya memenuhi gizi yang seimbang.

Saki anak yang mengidap alergi pada ikan dan telur. Setiap saya berikan kedua makanan ini, maka keluarlah ruam merah di tubuhnya yang disertai gatal. Jujur saya sebagai ibunya, kuatir juga dengan perkembangannya, karena kedua bahan makanan itu mengandung protein yang sangat penting bagi proses tumbuh kembang anak. Saya coba berikan ayam cincang atau daging sapi cincang, sama juga dilepeh.

Mendengar curhatan saya, saudara sepupu saya merekomendasikan Bebelac. Saya pun mencari tahu kandungan nutrisi yang terkandung dalam Bebelac.
Setelah saya cek, Bebelac mengandung nutrisi yang lengkap, yaitu Minyak Ikan dan Omega 6 yang sudah ditingkatkan, FOS:GOS 1:9 dan diperkaya dengan 13 vitamin dan 9 mineral yang dibutuhkan anak-anak diusia emasnya.

Bebelac kemasan baru, dengan peningkatan minyak ikan dan omega 6 (credit.bebelac)
Saya pun memberikan 50 ml untuk mengetahui apakah Saki bereaksi dengan minyak ikan yang terkandung dalam Bebelac. Alhamdulillah, setelah saya observasi beberapa jam setelah minum susu, tidak terjadi reaksi alergi kepadanya. Ahhh .. legaaa banget. Akhirnya ada formula yang bisa memenuhi kebutuhan nutrisi lengkap Saki. 

Saya berharap, semoga Saki dan juga kakak-kakaknya tak hanya tumbuh menjadi anak yang cerdas secara kognitif, tetapi juga tumbuh dengan Tanggap yang Lengkap.

Mom, demikian sharing saya semoga bermanfaat yaa. Salam sayang selalu ^_^









March 31, 2018

Pengalaman Mengatasi Diare yang Tepat dan Benar Pada Keluarga Kecilku

March 31, 2018 41 Comments
credit foto: www.penyebabdiare.com

Hai, Bunda, apa jadinya jika pada suatu ketika, keluarga kecil kita terjangkit diare secara berjama'ah? maksudnya terjangkit penyakit diare dalam satu waktu. Duh, Bun, sungguh itulah masa yang paling menyedihkan bagi saya. Rasanya, saya sudah berusaha untuk menjaga pemakanan dan minuman, juga keadaan lingkungan agar terjaga kesehatannya, tapi apa mau dikata? Pada kenyataanya, saya harus menerima takdir itu dan mengurus suami, anak dan diri saya agar sembuh dari penyakit yang satu ini. Dan saya bertekad untuk senantiasa berhati-hati sekali terhadap apa saja yang menjadi pencetus diare dan berusaha mengatasinya dengan cara yang baik dan benar.

Kalau ingat pernah mendapat penyakit diare sekeluarga, ada rasa yang berkecamuk dalam dada. Alhamdulillah, Allah menyembuhkan kami dari sakit. Karena, tahukah Bunda, bahwa menurut data statistik dinas kesehatan dan WHO, penyakit diare adalah pembunuh nomor satu balita dan anak-anak juga merupakan 10 dari penyakit berbahaya yang sangat mematikan. Ya, Allah, sungguh saya bersyukur, kami sekeluarga bisa lolos dari penyakit tersebut, meskipun badan lemas, saya masih bisa merawat mereka semua.

sedih kalau anak-anak sakit, terutama yang bayi .. hiks
Yah, mau bagaimana lagi ya, Bun. Namanya juga ibu, tentu saja, tugasnya berbagai macam dan tak ada hentinya. Ibu menjadi manajer keluarga, manajer keuangan, disain interior, chef, dokter dan juga perawat. Lengkap! Dan alhamdulillah dengan insting seorang ibu, saya bisa menyelamatkan anak-anak dan suami terbebas dari penyakit diare.

Jadi begini ceritanya, Bunda. Pada tahun 2016, saya dan keluarga baru saja pindah dari negeri Jiran ke Tanah Air. Setelah enam tahun merantau tibalah saatnya kembali ke kampung halaman yang sangat dirindukan. Kami sekeluarga sangat bahagia bisa dekat lagi dengan saudara dan handai taulan. Tetapi ternyata tubuh kami belum sepenuhnya beradaptasi dengan lingkungan. Apalagi di kota kami, Kota Hujan, terkenal dengan hujannya yang selalu mengguyur kota kecil kami. Kondisi mungkin tidak fit, perubahan cuaca yang tiba-tiba, dari panas ke dingin, makanan yang mungkin kurang terjaga higinitasnya, kami terkena penyakit diare.

Awalnya Syauqi, anak yang nomor tiga mengeluh sakit perut. Rasanya melilit dan perih. Seharian dia bolak-balik ke kamar mandi sampai badannya lemas seperti tak bertenaga. Saya coba tolong dengan memberikan minuman hangat dan larutan gula dan garam. Dia pun muntah-muntah. Hingga malam terus saja berlanjut. Badannya panas, dia demam. Saya beri makan dia keluarkan lagi, beri minum, dikerluarkan lagi. Saya sempat cemas, karena sampai pagi hari dia belum juga membaik. Akhirnya saya putuskan membawanya ke dokter.

Seperti biasa, di dokter lama banget. Saya pulang telah siang. Badan lelah membuat kepala saya pusing. Pulang ke rumah, anak saya yang nomor lima mengeluh sakit perut. Dia juga sama dengan abangnya. bolak-balik ke kamar mandi. Saya mulai cemas, waktu itu usianya baru 5 tahun. Saya tidak bisa membawanya langsung ke dokter, karena saya sudah capai sekali. Akhirnya saya rawat bersama-sama abangnya.

Saya rawat Sarah dengan memberinya cairan dan larutan oralit yang diberikan oleh dokter. Alhamdulillah dia tidak ada muntah hanya diare saja. Saya beri dia makan buah pisang. Menurut dokter, buah pisang bagus diberikan kepada penderita diare karena buah ini mengandung pektin dan kalium. Pektin dan Kalium merupakan karbohidrat komplek alami yang berfungsi mengentalkan, sehingga penderita diare dapat buang air besar lebih padat. Hal ini akan mempercepat proses penyembuhan diare.

Untuk Syauqi tak lupa saya memberinya obat yang diberikan dokter, yaitu obat yang mengandung Attalpugite dan pektin yang berfungsi menyerap racun/toksin, virus, bakteri penyebab diare. Juga memberi probiotic agar proses penyembuhan lebih cepat dan menyehatkan pencernaan.

buah pisang yang penuh khasiat menyembuhkan diare lebih cepat (credit: arbamedia)

Eh, tak lama kemudian, kakaknya kena sakit diare, saya, terus suami. Hadeuuh ...

Alhamdulillah berkat merawat anak ketiga dan kelima, saya bisa merawat yang lain juga. 

Begini cara saya mengatasi diare yang tepat dan benar pada keluarga kecil saya:

  1. Tidak memberi makanan padat, kecuali pisang.
  2. Bila muntah, diberi minum sedikit demi sedikit, tapi sering.
  3. Jika diarenya teramat encer, saya beri larutan oralit.
  4. Jika selama 2x24 jam tidak membaik, saya bawa ke dokter. Biasanya dokter akan memberikan obat yang mengandung Attalpugite dan pektin.
  5. Memberi probiotic untuk memelihara kesehatan pencernaannya dan merecovery pencernaan yang baru sembuh dari sakit diare.
  6. Membersihkan kamar mandi lebih kerap ketika terjadi wabah diare, agar diare tidak menular kepada yang lain.
  7. Mencuci segera pakaian yang terkena kotoran agar tidak menyebarkan bakteri di dalam kamar mandi dan menjadi penyebab tersebarnya diare.

Alhamdulillah dengan melakukan hal-hal di atas, kami sekeluarga pun terbebas dari penyakit diare.

Diare

Sebenarnya apa sih penyakit diare itu?

Diare adalah pengeluaran kotoran yang encer dan lebih sering dari biasa. Diare akan sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat dan benar juga jika dilakukan terlambat. Terutama penanganan diare pada bayi dan balita. Karena penyakit diare ini menurut data dari WHO adalah penyebab kematian pada anak dan balita nomor wahid! Ngeri, kan, Bun ...

Menurut riset, rata-rata bayi berusia 0-2 tahun rentan terkena diare lebih dari 3x setahun. Penyebab utamanya antara lain, infeksi Rotavirus, infeksi bakteri dari benda kotor di sekitarnya, alergi, keracunan makanan, flu dan mengkonsumsi obat antibiotik.

Maka, jika anak, keluarga, tetangga kita terkena diare, kita harus waspada dan mengatasi diare dengan cara yang tepat dan benar. Karena apa? Ya itu, jika tidak ditangani dengan tepat dan benar, akan berdampak pada kematian atau mewabahnya penyakit diare ke seluruh lingkungan rumah dan masyarakat di dekat kita.

Jadi, Bunda, ayo kita perangi penyebab diare bersama-sama, mulai dari diri kita, keluarga dan lingkungan sekitar kita. 

cara mencegah diare di rumah (credit: www.drlusia.blogspot.co.id)




Serunya Belajar Membuat Crepe di Crepe Signature

March 31, 2018 2 Comments

Serunya Belajar Membuat Crepe di Crepe Signature. 

Hai, Mom, apa kabar? Apa yang terjadi, ya, jika sepuluh Mom Blogger berkumpul dan masak bareng? Apalagi yang dimasak ini sesuatu yang spesial, crunchy, gurih dan manis? 

Makanya Mom, saya ingin bercerita tentang keseruan ini saat saya dan teman-teman belajar membuat crepe di Crepe Signature Bogor Trade Mall. Oh, jangan ditanya kehebohan dan ramainya ya, Mom. Banget! Hihihi 

Jadi, ceritanya Mom, pada hari Selasa yang lalu, tanggal 27 Maret 2018, Crepe Signature Bogor membuka kelas membuat crepe di counter Crepe Signature khusus untuk Mom Blogger. Tempatnya di lantai UG BTM Bogor. Ada sepuluh Mom Blogger yang hadir dan mengikuti kelas tersebut. Alhamdulillah, saya salah satu dari ke-sepuluh yang beruntung untuk mendapatkan pengalaman membuat crepe secara langsung di kedai Crepe Signature BTM yang bertema, "Crepe in The Making". 

Pagi-pagi sudah ada di sini demi apa coba hihhi demi crepe dong ^_^

Ya Allah, Mom, ini yang namanya mimpi menjadi kenyataan. Terkadang terbetik dalam hati, ketika lewat kedai crepe  dan mencicipi betapa crunchynya crepe, "kapan saya bisa membuat crepe sendiri. Pengen bisa ih. Kayaknya mudah, deh! Cuman sayangnya, gak ada alatnya sih (alasan ini mah ya heuheu)

Dan hari Selasa itu, saya benar-benar menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Ini adalah pengalaman pertama saya dan mungkin akan menjadi kenangan yang manis nantinya. Ye, kan ... diimpikan sebelumnya, begitu loh ...

Kebetulan, rumah saya dan BTM tidak terlampau jauh, jadi saya agak-agak santai gitu. Saking santainya, ulalala .. ternyata sudah pukul 9. Saya pun segera membereskan semua yang harus saya bawa. Standarlah, seperti perlengkapan Saki (bayi saya usia 1 tahun), kamera dan hape. Sayangnya, saya kelupaan membawa charger dan power bank. Padahal dua benda ini penting banget untuk meliput kegiatan, jaga-jaga batre habis.

Saya pun memesan grab dari rumah, sebab kuatir kena macer jika naik angkot. Alhamdulillah, di luar perkiraan saya, ternyata saya sampai lebih cepat dari perkiraan. Pukul 9.30 saya sampai di tempat acara. BTM baru buka dan suasana masih lengang. Saya masuk ke dalam BTM dan naik melalui eskalator. Crepe Signature sangat mudah sekali dicari, karena sudah terlihat dari ujung eskalator. Saya bertemu dengan dua orang penjaga Crepe Signature, Teh Santi dan Kang Hasan yang ramah menyambut saya dan mempersilakan duduk menunggu di ruang tunggu sekaligus tempat makan Crepe yang meski kecil dan sempit tapi terlihat nyaman. Dengan bentuk meja menyerupai hati. Ada dua bangku melengkapinya. Saya pun duduk menunggu sambil ngemil bandros yang saya beli di luar. Sambil menunggu saya berfoto di sekitar kedai. 

Kedai Crepe Signature di BTM
Crepe Signature ini tempatnya strategis dan terlihat dari segala arah, bahkan kalau kita turun atau naik ke lantai atas pun kita bisa melihat kedai ini dengan teramat jelas. 

Tak lama kemudian, datang Mbak Selvi, beliau supervisor Crepe Signature dan juga blogger Bogor. Beliaulah yang mengundang kami untuk mengikuti kelas "Crepe in The Making" bersama Crepe Signature. Kemudian datang mbak Lutfi, seorang blogger manis yang catlovers dan Mom Blogger yang lainnya. Dan tepat pukul 10 pagi, acara pun dimulai.

Sebelum ke acara inti, Mbak Selvi mengenalkan Crepe Siganture sebagai awalan. Tak kenal maka tak sayang, kan? Nah, dari sedikit penjelasan dari Mbak Selvi ini, saya jadi tahu, bahwa Crepe Signature ini di Bogor ada 3 cabang, di Botani Square, BTM dan Teras Yasmin. 
Crepe Signature ada di 3 negara ini lho!

Menurut mbak Selvi, Crepe Signature memiliki banyak pilihan menu yaitu Sweety Crispy, Premium Crepe, Savoury Crispy, Fruity Crispy dan Ice Cream Crepe. Menu favorit saat ini adalah Nutella Cheese Banana (Premium Crepe). 


Menu di Crepe Signature

Crepe Signature ini asalnya dari Malaysia, dan tersebar di beberapa negara asia, seperti Indonesia, Singapura dan Brunei. Jadi tak heran jika kebetulan jalan-jalan ke negera tersebut menemukan Crepe Signature juga di sana. Crepe Signature memiliki kekhasan yang tidak dimiliki oleh jenis crepe yang lain. Selain Super besar, juga crepe Signature adalah crepe yang super crunchy lho! Dan memang benar, Mom, Crepe Signature ini super besar dan super crunchy. Saya sudah membuktikannya!


Crepe dengan toping ice cream (punyanya dek Lutfi hihii pinjam ya dik)

Tak heran kalau Crepe Signature ini disukai oleh anak-anak dan dewasa, bahkan neneknya pun suka! Mbak Selvi pun bercerita, pernah ada seorang ibu yang ngidam ingin makan crepe, hingga dia bela-belain datang jauh-jauh ke BTM dari Sukabumi hanya untuk mencicipi ke-crunchy-an Crepe Signature! Duh, Bumil memang luar biasa, ya, perjuangannya heuheu saya juga pernah sih begitu. Moga sehat-sehat selalu Bumil.

Dann .. akhirnya sesi yang dinantikan pun tibalah. Saya menjadi peserta yang datang pertama, menjadi peserta yang mendapatkan kesempatan membuat crepe yang pertama. Horee!

Jujur saya excited banget. Rasanya seperti anak saya yang kelas satu SD boleh menyalakan kompor untuk pertama kalinya hihihi Dan alhamdulillah, baby saya yang berusia setahun, baby Saki, kok ya pas anteng gitu, mau digendong sama mbak Santi dan tidak rewel. Tahu kali ya, emaknya mau belajar membuat kue yang enyak heuheu


Tuh, dede Saki dengan teh Santi, alhamdulillah enggak nangis ^_^

Crepe memiliki kompor khusus dengan wajan khusus dengan lapisan teflon di atasnya. Kisaran panasnya sekitar 3000 watt. Saya kira-kira, ukuran alat ini sekitar 40 cm x 40 cm dengan tinggi sekitar 18 cm. 

Di awali dengan penjelasan dari Kang Hasan (salah satu pekerja), do and don't dalam membuat crepe. Saya diberi kesempatan untuk latihan dengan tepung biasa untuk membuat crepe. yang saya pikir mudah, itu ternyata susyah, Mom! Harus benar-benar fokus dan serius belajarnya agar tangan terbiasa dalam menuang adonan crepe dan meratakannya dengan spatula. 

Kang Hasan mengajarkan kami dengan adonan terigu biasa yang diberi air dan telur. Pertama-tama, saya memasang plastik cover untuk tangan di tangan sebelah kiri, karena tangan sebelah kiri ini nanti memegang crepe yang sudah jadi dengan tangan. Sementara tangan sebelah kanan memegang spatula. 

Belajar menuang adonan di wajan khusus crepe. Percobaan pertama nih

Percobaan pertama, tangan saya masih belum terbiasa, sehingga crepe yang saya buat kurang bulat dan agak tebal. Percobaan kedua masih ada yang bolong. Alhamdulillah percobaan ketiga akhirnya lumayan berhasil hihihi

diratakan dari kanan ke kiri yaa.. jangan sampai putus 

Dan dipercobaan ke-4 saya mulai belajar membuat crepe yang sebenarnya! Berhasilkah?

masih ada yang bolong tuh sebelah kiri heuheu

Saya mulai dengan menuang adonan yang kata mbak Selvi terdiri dari tepung yang sudah diracik sedemikian rupa, telur dan air. Adonannya kental dan lembut. Saya menuang ke wajan crepe dengan berhati-hati dan segera meratakannya. Kalau tidak cepat bisa kering dan tidak bisa diratakan lagi.

Perjuangan ngangkat crepe sampe serius dan gak bisa senyum hihihi
Mengangkat crepe juga ada seninya lho!

  • Tips 
  • Tangan kanan memegang spatula, siap meratakan adonan. 
  • Ratakan adonan berputar dari kanan ke kiri, tidak terputus hingga benar-benar rata. Diamkan sampai crepe mengering.
  • Selama menunggu crepe mengering, siapkan toping. 
  • Lipat sedikit ke dalam crepe yang berada di ujung dada kita. Tabur toping sebelum crepe menjadi kering dan berubah warna lebih hitam (awas gosong hihihi) 
  • Angkat crepe dari sebelah kanan, potong sedikit sebagai tanda lipatan crepe, lipat crepe dan masukan dalam kertas penyajian. 
  • Siap disajikan .. hmm yummy!

cobain dulu ah .. eh beneran crunchyyy ..
Alhamdulillah, untuk pertamakalinya saya membuat crepe dan berhasil! Crepe yang saya buat saya beri toping olesan nutella, taburan misis berpadu dengan kacang almond. Perpaduan yang mewah dan lezat sekali. Dan memang terbukti, Signature crepe adalah crepe yang super besar dan super crunchy! Crepe Signature juga tampilannya cantik dan  instagramable banget, lho!

seneng banget, akhirnya bisa juga membuat crepe, yeayyy!

Setelah saya, giliran dek Lutfi dan mom blogger lain yang mencoba membuat crepe. Seru dan heboh! Kami bergantian melihat proses pembuatan crepe ini dan seperti biasa, seperti anak-anak yang baru bisa membuat kue, kami berseru girang ketika hasilnya begitu luar biasa!

Ini dia sepuluh mom jagoan yang sudah berhasil membuat crepe, punya saya sudah hampir habis hihihi enyak sih

Alhamdulillah saya bisa bergabung dalam kelas membuat crepe di Crepe Signature. Meskipun hanya dua jam saja, tetapi pengalaman ini sungguh sangat luar biasa dan berharga sekali. Terima kasih Crepe Signature!

dede Saki juga sukaaa ^_*

Oiya, untuk mendapatkan manfaat dan keseruan yang lain dari Crepe Signature, silakan follow instagram dan line CREPE SIGNATURE BOGOR karena akan banyak info event dan pro yang menarik untuk para pelanggannya. Wihh .. asyik banget! Crepe Signature juga sudah bisa dipesan lewat Go Food, ya.

March 12, 2018

Open House La Salle Jakarta

March 12, 2018 66 Comments

Open House LaSalle. Saya lupa, kapan mendaftar dan lewat siapa saya mendaftarkan diri mengikuti open house yang diadakan oleh LaSalle College, Jakarta. Sepertinya sih di sebuah grup Facebook info ini disebarkan. Sampai pada suatu siang, saat saya membuka email, ada email yang masuk berupa reminder  acara open house ini. Padahal saya sudah daftar sebuah event juga di Depok.  Iya, saking lupanya! Akhirnya, saya harus memilih, karena sudah duluan daftar yang open house LaSalle, saya batalkan mengikuti event di Depok dan konfirmasi kehadiran di acara LaSalle. Tak lupa, saya daftarkan sekalian putri saya karena saya akan hadir bersamanya ke acara tersebut.

Putri Sulung saya tidak bersekolah. Sejak kembali dari Malaysia dan menetap lagi di Bogor, saya mengarahkan putri sulung saya untuk mengembangkan bakat dan minatnya saja. Sebab sudah 2x mengikuti PPDB tapi tidak lulus keduanya. Akhirnya daripada patah semangat, saya  semangati dia dengan berdiskusi tentang kegiatan yang paling dia sukai. Dia suka berdandan. Pengetahuannya tentang perawatan kecantikan dipelajarinya otodidak dan melihat lewat youtube. Dan saya bebaskan dia tidak bersekolah. Sebab sekolah yang saya rekomendasikan ditolak semua sama dia hehhe 


Agak-agak khawatir juga sih takut si kakak mengalami shock atau merasa tidak diperhatikan atau diabaikan. Alhamdulillah, pada tahun kedua di Bogor, ada bukaan akademi penghafal Al Qur'an. Saya arahkan dia masuk ke dalam akademi itu, alhamdulillah dia mendapat beasiswa penghafal al Qur'an selama setahun. Sekarang dia sudah sampai di juz 19.  Pencapaian yang luar biasa sekali. InsyaAllah nanti saya share yang ini secara terpisah, ya.

Nah, kembali lagi ke acara open house, saya mengajak si kakak agar dia bisa realistis dalam menghadapi dunia pendidikan dan do the best pada apa yang menjadi cita-citanya. 

Hari H pun tiba. Hari Sabtu, 10 Maret 2018 kemarin, saya dan kakak berangkat dari rumah ke Stasiun Bogor pukul 7 pagi dan naik kereta Comutter Line jurusan stasiun Angke pada pukul 07.20 menit. Turun di Stasiun Sudirman, alhamdulillah sesuai dengan perkiraan waktu. Sampai di Stasiun Sudirman saya order Grabcar. Sebetulnya deket sih dari Stasiun Sudirman ke tempat acara, Grand Sahid Jaya. Kata Mas Ilham sih cuma 25 menit jalan kaki. Posisi Grand Sahid Jaya ini ada di sebrang Stasiun Sudirman. Menyebrang lewat penyebrangan jalan yang berkelok-kelok hehe Cuma kemarin itu waktu sudah menunjukan 08.50 pagi, takut nyasar juga. Jadi kami memutuskan untuk minta diantar oleh pengendara grabcar aja. Lagipula pas lagi murah. Cuma 10K saja. Gak usah jalan kaki dan kemeringet hehe.

Alhamdulillah, sampai di depan halaman LaSalle College, di sana sudah mengantri para peserta open house yang kebanyakan adalah anak-anak muda yang mungkin baru lulus SMA atau jelang mengikuti UN. Ada juga sih yang lebih tua, tapi tidak banyak. Saya sedikit surprise juga, untung aja mengajak si Kakak. Jujur tadinya kalau si kakak tidak ikut, saya tetap hadir, karena tujuan saya memang ingin belajar Makrame ( seni ikat simpul tali). Dulu waktu masa kuliah, saya pernah bisa membuat makrame, setelah 20 tahun berlalu, dan otak yang sudah mulai berkarat, perlu belajar lagi deh.

kebanyakan anak-anak seusia si kakak, emak jadi keder heheh

Saat daftar ulang, saya menyebutkan kelas Disain Interior, karena ada kelas makrame itu. Kakak yang mendapat goodiebag yang berisi informasi tentang jurusan yang ada di LaSalle College.

Di ruang tunggu, sudah penuh sekali dengan peserta open house. Kursi yang tidak mencukupi membuat sebagian dari peserta berdiri menunggu giliran dipanggil ke kelas yang diminati. Sambil menunggu kami disuguhi dengan kopi dan cemilan. Cemilannya ada getuk (yang tadinya saya kira cenil hihihi, enak banget), tahu isi yang sudah modern banget (sayangnya tidak saya foto), kue lumpur dan kue sus yang enak banget juga.

ruang tunggu ini difoto jelang pulang, pas pagi mah penuhhh sampai gak bisa lewat hehe

Saat menunggu, tercium bau-bauan yang hmm ... bikin pusying, Saki pup. Akhirnya emak ke toilet dulu membersihkan Saki. Setelah kembali ke ruangan tunggu, si kakak ingin mengikuti kelas make-up artistic, Kebetulan, peserta yang mengikuti open house make-up artistic sudah dipanggil dan diantar ke sebuah ruangan di gedung terpisah. Saya dan kakak akhirnya menyusul juga ke sana (dan emak gagal ikutan kelas makrame .. demi anak emak ngalah!)

Sambil menunggu dipanggil, kakak baca-baca brosur dalam goodiebag

getuknya enyaakkk ^_^

Sampai di kelas, saya tinggalkan kakak bersama teman-temannya, sebab Saki tidak mau diam dan ngoceh juga ikut-ikutan mentornya hihihi, jadi akhirnya saya ajak keluar agar bisa bermain dengan bebas. Saya duduk di ruang tunggu yang chozzi banget. Saki juga nampak betah dengan suasanannya ynag seprti di rumah sendiri. Dan dia pun pup lagi heuheu kali ini emak gak cuma nyari toilet tapi juga nyari popok. Sebab hanya membawa satu lembar popok. Saya pun bertanya kepada pak Satpam yang ramah sekali, dimana letak supermarket yang menjual diapers. Beruntung di depan college ada supermarket kecil dan tersedia popok bayi. Saya membeli popok dan cemilan untuk bayi. Setelah itu Saki kembali anteng dan bermain sambil menunggu kakak selesai melihat-lihat workshop yang dilakukan oleh kakak-kakak mahasiswa. Dosennya juga cantik banget, seperti Isyana kalau menurut saya hehhe

penjelasan seputar jurusan artistic make-up 

Jujur, awalnya saya tidak tahu, apa itu LaSalle. Saya tahunya LaSalle akan mengadakan open house dan workshop membuat makrame. Setelah hadir dan duduk manis di dalam gedung tempat pendidikan ini, saya baru tahu, LaSalle ini sejenis Esmod, sekolah mode begitu, berafiliasi kepada LaSalle Canada (kalau gak salah, ya). Ada beberapa jurusan di sini, Game Art and Design, Graphic Design, Fashion Business, Fashion Design, Photography, Interior Design dan Artistic Make Up.

kelas artistic make up

Ada beberapa pembagian untuk lulusan LaSalle College, mungkin ini bisa menjadi pertimbangan dalam menentukan pilihan jurusan di LaSallae College.

1. Internasional Diploma And Certificate : Jurusan Photography, Graphic Design dan Interior Design.

2. Internasional Diploma: Jurusan Game Art and Design.

3. Bachelor of Applied Arts, Internasional Diploma and Certificate: Fashion Design dan Fashion Business.

4. Certificate: Artistic Make Up


dosen sedang menerangkan do and don't dalam artistic make-up

Setelah berkeliling mendengarkan penjelasan bu Dosen cantik dan melihat praktik merias wajah dengan tema clown yang dilakukan kakak-kakak mahasiswa, saya tanya perasaannya.

Kakak: "Best! Kakak nak sekolah di sini!" katanya tanpa menyembunyikan perasaannya. Saya tahu dia memang suka banget yang begitu. Waktu masih kumpul di rumah (sekarang kakak tinggal di asrama) suka merias adik-adiknya. Entah itu dikasih kutek yang dari karet itu, pura-puraan ngasih make-up, merawat wajah dengan masker dan lain-lain.

peralatan perangnya para mahasiswa artistic make up, lengkap!

Si Kakak ingin sekali bisa masuk ke jurusan Artistic Make Up. Sekolahnya hanya 8 bulan. Lulusannya hanya mendapatkan sertifikat. Oiya, saya juga bertemu dengan sesama orangtua yang mengantar putrinya. Mereka datang jauh-jauh dari Kalimantan. Mereka tau ada open house hari itu, karena LaSalle masuk ke sekolah-sekolah di sana dan memberikan informasi seputar open house dan penerangan apa dan bagaimana sekolah tersebut. Nampaknya putrinya sangat tertarik, sama seperti putri saya. Dan saya terbelalak dengan biaya yang harus dikeluarkan di sekolah tersebut. Sekitar 8 digit. Wahhh ... harus nanam pohon duit dulu atuh ya heuheu

saya dan kakak di depan lobby lasalle college
Lalu, saya mencoba menggali isi hati si Kakak dan berdiskusi masalah keuangan kami. Harapan saya, si Kakak dapat berkembang sesuai bakat dan minatnya dengan cara yang kreatif dan inovatif dengan seminimal mungkin biaya yang dikeluarkan. Memang sih, ada harga ada rupa ya. Semoga saja si Kakak dapat beasiswa gitu ... aamiinn ... sehingga bisa mengembangkan keahliannya dibidang yang diminatinya itu.

Untuk yang penasaran ingin mengetahui lebih jelas lagi tentang LaSalle College, dapat melayari websitenya: www.lasallecollege.ac.id atau datang langsung ke kantornya.

credit. www.lasallecollege.ac.id


Jakarta
Sahid Office Boutique unit D-F (Komp. Hotel Sahid Jaya)
Jl. Jend. Sudirman Kav. 86
Ph: 021-57851819 atau 0812 1999 8303
Email: Infojkt@lasallecolleg.ac.id

Surabaya
Jl. Darmokali No.32 Surabaya 60241
Ph. 031-5625000 atau 0813 3188 3088
Email: Infosby@lasallecollege.ac.id

Pulang dari acara open house, kami berjalan kaki menyusuri jalan menuju Stasiun Sudirman. Niatnya sih biar tahu jalan dan membuktikan apa kata Bang Ilham, katanya jarak tempuh sekitar 25 menit. Alhamdulillah, seneng banget, sebab menemukan spot foto yang bagus banget, Davinci Penta House yang letaknya tepat di sebelah hotel Grand Sahid Jaya. Jadi serasa sedang berlibur di luar negeri! Bagaimana? fotonya seperti sedang di Italia, kan? heuheu

saya di depan halaman Davinci Pent House, dah kayak di LN, kan? hihihi







Follow Us @tutiarien