December 04, 2018

So Good Spicy Chicken Strip, Spicy, Juicy dan Full Meat!

December 04, 2018 2 Comments

Berbicara tentang keanekaragaman kuliner Indonesia, mau diomongin dari pagi sampai pagi lagi juga gak bakalan selesai dalam waktu 24 jam. Indonesia itu kaya banget. Kaya akan rempah-rempah dan bahan makanan yang beranekaragam warnanya. 

Rempah-rempah dari mulai biji pala, merica, cengkeh, adas, lada, kapulaga, kayu secang, bunga talang,  bunga lawang, kayu manis, kapulaga dan lain sebagainya. Jadi gak heran kalau kuliner Indonesia itu terkenal banget dengan bumbunya yang hmm .. mengundang selera makan. 

lada putih -suaraantara.com-
Dulu waktu saya tinggal di Jepang, waktu itu saya kedatangan tamu, teman-teman dari Tokyo pada silaturahim ke rumah saya yang berada di pelosok Utsunomiya Shi. Suami saya memasak Gulai daging Kambing. Dan apa kata temen temen saya, gulai daging kambingnya enak banget. Saya agak tersanjung juga sih, tapi gak mau ngaku-ngakulah ... lah itu buatan tangan suami saya.


Suami saya memang lebih jago masak dari pada saya, dan saya akui banget. Makanya dia dijodohkan dengan saya yang cuma bisa makan, agar bisa saling melengkapi, ye kann hihihi

Di Malaysia dulu pun demikian, mereka juga kulinernya berempah juga. Tapi menurut saya, kuliner Indonesia itu punya ciri khas yang istimewa banget. Meski serupa tapi tak sama. Saya bisa membedakan, mana rendang Padang dan rendang kemasan yang dijual di Malaysia.

Karena ini menyangkut cita rasa dan cita rasa Indonesia itu khas banget dan istimewa.

Saya bersyukur lahir dan besar di Indonesia. Meski akhirnya sempat tinggal di lain negera, kerinduan kepada kuliner Indonesia menjadi salah satu momen tak terlupakan selama di negeri orang.

Nasi kuning berpadu dengan nasi Kisheki han untuk perayaan ultah, ada ayam dan sambel juga heuheu
Sebab itulah, akhirnya saya jadi belajar masak masakan khas Indonesia. Selain untuk mengobati kerinduan pada kuliner Indonesia juga untuk memperkenalkannya kepada teman dan tetangga saya waktu di Jepang, seperti teman dari Rusia, Korea, Jepang, Vietnam, Bangladesh, Malaysia, Amerika dan India.

Mengenang itu semua, saya pernah pada suatu ketika ingin sekali makan ayam goreng dengan sambel terasi buatan ibu saya. Sayangnya, baik itu di Jepang dan Malaysia saya tidak menemukannya. Saya juga enggak pinter banget bikin sambel. Jadi akhirnya, saya hanya bisa menelan ludah saja ketika melihat teman-teman saya menikmati sambel yang bikin "seuhah".

Kumpul-kumpul, makan bersama, menjadi momen indah ketika merantau
Jujur, saya paling ngeri makan sambel hihihi cuma sambel buatan ibu saya yang pas dilidah dan di perut saya. Gak terlalu pedas dan enak banget. Makan sambel pakai nasi panas yang masih "hoka-hoka" panas mengepul begitu, saya bisa makan terus terusan meski cuma tambahannya ikan asin.

Kalau ada sambel, saya palingan cuma colek-colek sabun gitu, gak berani makan banyak-banyak. Kuatir ada pemberontakan dalam perut saya heuheu

Nah, ingat sambel, jadi inget video teaser So Good Spicy Chicken Strip. Kayaknya makan ayam goreng itu enak banget, karena spicy gitu. Sampai yang makannya merem melek dan ngomong sampai kepedasan, Hedass .. henggigit, katanya heuheu

So Good Spicy Chicken Strip #BahasaPedasSoGood
Saya pun penasaran dan bikin challenge sama si Kakak. Kebetulan, Sulung saya itu suka banget makanan yang spicy. 

Saya membeli So Good Spicy Chicken Strip di Giant, Bogor Botani Square. Eh, cuma ada satu bungkus lagi. Kayaknya best seller nih, mpe susyah banget menemukan So Good Spicy Chicken Strip. Cuman sebungkus, gak cukup dong. Saya cari lagi, alhamdulillah ada di Jogja Departemen Store. Oiya, saat saya berbelanja di Jogja, lagi ada potongan harga Rp5.000,- lho untuk pembelian So Good Chicken Nugget, akhirnya sekalian deh, beli chicken nuggetnya.

Sampai di rumah, saya siapkan peralatan masak (kayak mau masak apa aja sih ehhe). Minyak gorengnya yang baru ya, Moms, agar proses menggorengnya lebih sehat.

Pertama-tama saya menggoreng Chicken nugget dulu untuk anak-anak yang kecil. Lalu setelah itu menggoreng Spicy Chicken Strip. Tak perlu lama-lama. Cukup 4-5 menit hingga ayam goreng keemasan.

Sajikan selagi panas dan rasakan sensasinya, hspicy, hjuicy, hedassss, hanas dan hetagihan deh hehehe

Malam-malam, dingin-dingin, saya, si Kakak dan Teteh (dua anak gadis saya) masih melek. Kami saling adu kecepatan makan ayam goreng Spicy Chicken Strip. Suami saya sudah duduk di tempat tidur, jadi malas ikutan. Padahal suami saya rajanya makan makanan pedas juga, mirip sama si sulung hehehe

Dan akhirnya, yang menang challenge itu ... tidak ada .. sebab saya juga gak mau kalah, alhamdulillah perut saya tidak memberontak. Tandanya pedasnya masih dalam taraf aman.

Produk Knowledge

So Good Spicy Chicken Strip
Pertama-tama yang saya cari dari semua makanan olahan siap saji adalah kehalalan produk. Alhamdulillah So Good Spicy Chicken Strip ini sudah ada sertifikat halalnya. Jadi saya sudah tidak perlu ragu lagi atas kebaikan dari makanan siap masak ini.

So Good spicy chicken strip ini terbuat dari  daging paha ayam fillet yang  juicy, berpadu dengan bumbu marinasi pedas spesial, dilapis dengan tepung crispy, menjadikan So Good Spicy Chicken Strip pilihan kaya protein yang lezat, spicy, juicy, crispy, ala restoran dan praktis.

Informasi Nilai Gizi :

Takaran Saji : 100 g
Jumlah sajian per kemasan : 2.5

Jumlah per sajian
Energi total : 250 kkal
Energi dari lemak : 140 kkal
Lemak Total: 16 g / 24 %
Protein: 13 g / 21%
Karbohidrat: 15 g / 4 %
Natrium / Sodium: 500 mg / 33 %

Harga Spicy Chicken Strip ini berkisar antara Rp35.600,- hingga Rp38.000,-. Bisa dibeli secara online juga di Bibli.com, Toped dan Bukalapak atau offline juga. Kalau di Bogor, saya membeli di Giant Bogor Botani Square dan di Jogja Departemen Store jalan Baru Bogor.

Produk baru dari So Good ini, keunggulannya itu Spicy, Cripsy, Juicy dan isinya daging semuah, moms. 

Dan satu lagi keunikannya, makan So Good Spicy Chicken Strip, kita juga jadi kebawa deh ngomong #BahasaPedasSoGood hihi 

Gak percaya? yuk cobain barengan, moms!

December 03, 2018

Hidup Bahagia dengan Jantung Sehat

December 03, 2018 0 Comments

Hai Moms, apa kabar? Semoga moms dan keluarga selalu dalam keadaan sehat wal afiat ya. Tentu kita tidak pernah lepas dari berita baik dan berita buruk ya, Moms. Begitu juga dengan berita teman yang sakit, kemudian meninggal.  Teman yang meninggal mendadak padahal tidak kelihatan sakit yang menahun.

Moms, tentu kita tidak akan pernah mengingkari takdir ALlah, ya. Karena, kita paham, bahwa rejeki, jodoh, ajal, akhir hidup kita, sudah ditentukan oleh Allah yang Maha Kuasa.

Tetapi, dari buku-buku dan artikel kesehatan yang saya baca, saat ini banyak muncul penyakit degeratif yang berawal dari gaya hidup yang kurang sehat. Seperti misalnya, penyakit diabetes, penyakit jantung, penyakit kanker dan lain-lain.

Tentu penyakit-penyakit degeneratif ini mengurangi kebahagiaan kita bersama keluarga. Sedih sekali jika salah satu keluarga kita sakit. Apalagi jika terkenanya langsung stadium 3 atau 4, seperti apa kesedihan kita, ya.

Contoh paling dekat dengan hidup saya adalah saya pernah berada dalam situasi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Suami saya pernah berhenti jantung beberapa detik.

Ceritanya, pada tahun 2012, saat kami tinggal di Malaysia. Suatu hari, suami saya mengalami keringat dingin yang kami sebab alergi makanan. Karena suami saya mengalami benjol merah dan gatal di bagian wajah dan belakang punggungnya. Kemudian tidak lama kemudian dia mulai berkeringat dingin dan merasa tidak enak badan. Itu berlangsung selama kurang lebih 7 jam. 

Malam hari, suami saya tidak bisa tidur karena merasa lemas dan perasaan tidak enak. Pukul 3 dini hari, suami saya menelpon temannya minta diantar ke klinik di dekat rumah. Dan saat itu saya sedih banget, kami ada mobil tapi saya tidak bisa nyetir mobil huhuhu Tak lama kemudian, teman suami datang dan mengantarnya ke klinik.

Setelah itu, hubungan ponsel saya dengan suami tidak tersambung. Saya telpon berkali-kali tidak diangkat. Saya tunggu beberapa saat, tapi hingga 3 jam, suami saya sama sekali tidak bisa dihubungi.

Saya terus berdoa semoga suami saya baik-baik saja. Saya semakin cemas, ketika anak-anak menanyakan ayahnya, karena tidak ada ketika anak-anak bangun dari tidur. Saya coba menghubunginya lagi, dan tidak ada kabar.

Hingga pukul 6 pagi, suami saya pulang ke rumah masih dalam keadaan lemas dan saya biarkan suami beristirahat lagi.

Setelah suami agak mendingan, saya mencoba menanyai suami, kenapa telpon dari saya tidak diangkat. 

Cerita dari suami saya, ketika sampai di klinik, alhamdulillah ada dokter jaga. Suami saya pun diperiksa, ketika tengah diperiksa, suami saya pingsan. Dokter membawa suami saya dengan ambulance langsung ke Klinik Universitas yang menjadi afiliasi dari klinik kecil tersebut.

Suami saya masuk UGD dan diobservasi hingga 3 jam. Alhamdulillah suami saya langsung ditangani dengan baik dan Allah memberinya kesempatan hidup kembali. Karena kata suami saya, jantungnya sempat berhenti berdetak selama beberapa detik. MasyaAllah ..

Sungguh, itu adalah pengalaman yang sangat berharga bagi kami. 

Setelah kejadian itu, saya dan suami bekerjasama untuk mengubah pola pemakanan suami saya dan gaya hidupnya. Saya lebih memerhatikan pola makan suami, tidak makan nasi dan memilih havermut atau beras merah untuk mengganti nasi. Memperbanyak sayur dan buah dan mengurangi makanan berlemak dan minyak-minyakkan. Suami saya jadi setengah vegetarian, meski masih makan ikan juga, tapi sedikit.

Memang tidak mudah, sebab suami saya suka makanan berlemak dan gurih, tetapi untuk sehat, dia mau makan buah dan sayuran yang saya sediakan. Kadang juga saya sediakan raw juice dan air rendaman/infuse water lemon. 

Alhamdulillah, sekarang suami saya sudah lebih sehat. Meskipun perutnya tetap gendut tapi tidak segendut dulu. Dia juga rajin olahraga. Dan berat badannya sudah agak turun. 

Menurut pengakuan suami, sejak dia meninggalkan makanan yang enak dan nikmat itu, dan lebih banyak makan buah dan sayuran serta rutin minum infused water, olahraga teratur, dia merasa lebih sehat dan bugar.

Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dengan progress suami saya sejauh ini yang dari hari ke hari semakin sehat. Itulah yang bisa saya lakukan untuk mensupport suami dan keluarga kecil saya. Karena dengan sehatnya salah satu anggota keluarga menjadi sumber dari kebahagiaan kami.

November 26, 2018

Wisata Edukasi di Kebun Raya Bogor

November 26, 2018 2 Comments

Hai, Moms, jumpa lagi dong dengan saya. Apa kabar, Moms? Alhamdulillah kabar saya dan anak-anak sehat semuanya.

Hari ini anak-anak kelas 1 SMP, kelas 5  SD dan kelas 2 SD, ujian akhir semester pertama, Moms. Susyah banget ya meminta anak-anak belajar untuk ujian di sekolah. Kalau anak saya alasannya sudah belajar di sekolah, kenapa belajar lagi di rumah. hihii .. bener juga ya, moms.

Akhirnya, saya tanya jawab aja, kayak lagi ngobrol gitu. Daripada mereka gak persiapan sama sekali. Paling enggak sudah berusaha, tinggal tawakal menunggu hasilnya. Betul, gak, moms? 

Ih, moms, gak kerasa ya, setengah tahun ajaran itu sebentar lagi akan berakhir. Siap-siap bagi raport dan liburan deh. Apalagi liburan semester satu ini pas banget dengan libur akhir tahun ya dan lumayan panjang. Kalau moms, mau berlibur kemana?

Ke Bogor aja sih, moms! Ke kota kelahiran saya.Sekarang makin banyak lho tempat wisata keluarganya. InsyaAllah liburan bersama keluarga akan menyenangkan!

Sekilas Tentang Kota Bogor

Dikutip dari Wikipedia, Kota Bogor adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak 59 km sebelah selatan Jakarta, dan wilayahnya berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor. Dahulu luasnya 21,56 km², namun kini telah berkembang menjadi 118,50 km² dan jumlah penduduknya 1.030.720 jiwa.

Kisaran suhu udara di Kota Bogor adalah 23 derajat celcius. Curah hujan lumayan tinggi di Bogor, oleh karena itu Bogor dikenal sebagai The Rain City atau Kota Hujan. Selain itu kota ini juga mendapat julukan Kota Petir, karena  berpotensi petir terbesar di Indonesia bahkan di dunia (versi The Guiness of Book).

Moms, saya lahir dan besar di kota Bogor (Bouitenzorg kata orang Belanda hehe). Dahulu, kota ini terkenal dengan lagu, "Bogor kota indah sejuk nyaman", airnya dingin dan jernih, udaranya sejuk dan bersih. Tapi sayangnya sekarang, dampak pemanasan global menyebabkan suhu kota Bogor meningkat agak panas dari sebelumnya, meskipun airnya tetap dingin tapi agak keruh, mungkin sebab pemakaian air sudah melewati ambang batas, sementara pemeliharaan air tanah kurang diperhatikan. Biasanya sih ini terjadi sesudah hujan deras, dan keruhnya itu pada pagi hari.

Saya mencintai kota Bogor sebagaimana saya mencintai diri saya sendiri. Kadang, saya sedih banget dengan pembangunan kota yang tidak diimbangi dengan memerhatikan dampak pembangunan pada lingkungan sekitar. 

Tapi moms, jangan kuatir, sekarang kota Bogor sudah sangat cantik dan tertata dengan baik. Sekarang ada trotoar yang lebar banget di sepanjang jalan Haji Djuanda Kebun Raya Bogor, melingkar ke arah jalan Jalak Harupat (Sempur)  seputar istana Bogor dan terus ke jalan Oto Iskandar Dinata (Kebun Raya pintu Pasar Bogor) sebagai trek pejalan kaki, orang yang joging dan para pesepeda. 

Jadi, mau berlibur di mana kita? Saya ingin merekomendasikan moms sekeluarga untuk berwisata edukasi di Kebun Raya Bogor. Pokoknya seru banget menjelajahi Kebun Raya Bogor bersama keluarga.

KEBUN RAYA BOGOR

Kebun Raya Bogor (credit: Travelnezia)
Kebun Raya Bogor atau Kebun Botani Bogor adalah sebuah kebun botani besar yang terletak di pusat Kota Bogor, Indonesia. Luasnya mencapai 87 hektare dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. 

Kebun Raya Bogor ini tidak pernah sepi dari pengunjung, baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Paling  banyak pengunjung adalah di hari Sabtu dan Minggu. Setiap hari Kebun Raya Bogor buka dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 16.00 petang.

Untuk masuk ke Kebun Raya Bogor, ada 3 pintu yang bisa dilewati. 

Pintu 1 atau pintu utama.

Kebun Raya Bogor - Pintu 1 (credit: treveltodayindonesia)
Pintu ini terdapat di depan Pasar Bogor. Moms, kalau mau ke sini dari Jakarta atau daerah lain, keluar dari pintu TOL Bogor, dari lampu merah dari arah keluar TOL Pajajaran belok ke kiri menuju arah Bogor Botani Square. Setelah itu, di Tugu Kujang atau depan Botani Square belok kiri lagi menuju arah jalan Otista (Pasar Bogor). Nanti setelah ini ambil posisi mobil di kanan ya, karena Kebun Raya Bogor terletak di kanan jalan. Setelah itu belok kanan ke pintu gerbang Kebun Raya Bogor.  

Jika naik kereta, turun di Stasiun Bogor, kemudian lanjut naik angkot (angkutan umum) nomor 02. Angkot ini berwarna hijau dan banyak lalu lalang di depan stasiun. Moms minta turunlah di Pasar Bogor depan klenteng. Kemudian moms menyebrang jalan ke arah Kebun Raya Bogor. Naik angkot kisarannya Rp3.500,- hingga Rp5.000,-

Kalau moms naik taxi online sekitar Rp35.000,- atau ojek online Rp16.000,-.

Pintu 2


saya dan S4 di depan pintu 2 anatar Istana Bogor dan Kantor Pos (Doc.pri: Sri Widiyastuti)


Pintu 2 ini terletak di sebelah Kantor Pos jalan Haji Djuanda. 

Biasanya kalau ada rombongan anak-anak sekolah dengan naik bis lewat pintu 3 ini. Karena anak anak wisata edukasi juga ke LIPI di depan istana Bogor.

Kalau moms naik kereta, turun di stasiun Bogor, jalan dulu ke arah PLN. Nah, dari situ, moms bisa naik angkot 02, turun di depan Kimia Farma atau BCA. Menyebaranglah moms ke Kebun Raya pintu 3. Jarak tempuh hanya 5-10 menit dari stasiun Bogor (kalau gak macet dan gak ngetem angkotnya ya hihihi)

Jalan kaki juga bisa sih moms dari stasiun, tapi gempor hihii ...


Naik taxi online kisarannya Rp16.000,- kalau ojek online Rp7000,-

Pintu 3

Pintu 3 terletak di depan Lippo Mall Pajajaran atau Rumah Sakit Siloam Bogor (eks. Internusa Pajajaran).

Jika naik kereta, turun di Stasiun Bogor, kemudian lanjut naik angkot (angkutan umum) nomor 02. Angkot ini berwarna hijau dan banyak lalu lalang di depan stasiun. Moms minta turunlah di depan Lippo Mall Pajajaran atau RS Siloam Pajajaran. Kemudian moms menyebrang jalan ke arah Kebun Raya Bogor. Naik angkot kisarannya Rp3.500,- hingga Rp5.000,-

Kalau moms naik taxi online sekitar Rp19.000,- atau ojek online Rp9.000,-.

Kalau sudah di depan pintu masuk. Beli tiket sesuai jumlah keluarga. Anak usia 1 tahun - 5 tahun sepertinya sih tidak dikenakan biaya alias gratis. Tapi coba di cross check ya, moms.

Tiket masuk ke Kebun Raya Bogor setiap hari sama.
Wisatawan lokal Rp14.500,-/orang
Wisatawan asing Rp26.000,-/orang
Mobil masuk Rp30.000,-
Parkir kendaraan roda 2 Rp5.000,-

Peraturan di dalam Kebun Raya Bogor tidak boleh membawa sepeda dari luar, karena pihak Kebun Raya menyediakan penyewaan sepeda dengan biaya Rp5.000 sahaja. Tiket masuk ini sudah termasuk masuk ke Museum Zoologi.

Apa saja yang bisa dilakukan di Kebun Raya Bogor?

1. Hanami atau piknik seperti orang Jepang. 

Hanamian ala Bogorians hehe (doc.pri: sri widiyastuti)
Sebelum menjelahi Kebun Raya Bogor, saya sarankan moms gelar tikar dulu di bawah pohon dan nikmati makan siang yang dibawa dari rumah. Kalau kelupaan tidak membawa tikar, jangan kuatir moms, di Kebun Raya ada ibu atau bapak tukang asongan yang menyewakan tikar.

Karena moms, untuk menjelajahi Kebun Raya Bogor dibutuhkan stamina yang kuat dan perut yang kenyang hihihi agar semangat eksplorasinya.

2. Menjelajahi taman bunga Anggrek


Saya dan dua sahabat saya, mbak Linda dan mbak Tridi (doc. pri)
Kalau moms pecinta tanaman Anggrek, Kebun Raya Bogor bisa jadi surga moms, lho. Ada area khusus taman Anggrek ini. Moms bisa melihat betapa banyak spesies tanaman Anggrek di Indonesia dan dikumpulkan di taman ini. 

Di dalam museum Anggrek ini juga terdapat foto-foto ilmuwan botani yang mengembangkan tanaman Anggrek di Kebun Raya Bogor dan kronologinya. Bisa menjadi wisata edukasi keluarga juga lho.

Kalau moms, mau langsung ke Taman Anggrek ini, moms masuk ke pintu 3, di depan Lippo Mall jalan Pajajaran atau Rumah Sakit Siloam Jala Pajajaran Bogor.

3. Menjelajahi Museum Zoologi


Museum Zoologi (doc. Sri WIdiyastuti)
Menjelajahi Museum Zoologi juga merupakan wisata edukasi untuk anak-anak. Ada replika hewan-hewan di seluruh Indonesia seperti, Kelelawar, Harimau, Kerbau, Monyet, spesies ikan, spesies serangga, spesies binatang melata dan yang paling spektakuler adalah melihat tulang ikan Paus.

rangka paus biru (doc.pri: sri widiyastuti)

ada keterangannya kenapa paus biru terdampat di pulau jawa (doc.pri)

4. Menjelajahi Herbarium


Herbarium KRB (credit. brilio.net)
Museum Herbarium buka dari jam 08.00 - 16.00, moms bisa melihat koleksi herbarium di dalam Kebun Raya Bogor dalam sebuah tempat yang berbentuk kubah kaca setengah lingkaran raksasa. Ini adalah wisata edukasi paling menyenangkan bagi anak-anak.

5. Berfoto di spot foto instagramable


Tugu baru di KRB (doc.pri: Sri Widiyastuti)
Moms dan keluarga bisa berfoto di area ini sekitar lapangan rumput. Ada tugu baru yang dibangun. Ada air mancur yang memancar. Buat piknik juga asyik di sini. Masuk ke sini lewat pintu 3.

Selain itu, ada spot lainnya di dekat pintu 1.  Terdapat pigura besar yang menghadap ke danau yang indah berhiaskan tanaman teratai. Berjalan sebentar saja ke depan, moms bisa melihat istana Bogor dari dekat. Istana Bogor dengan Kebun Raya hanya terpisahkan oleh danau saja.

Ini yang namanya foto di Pigura raksasa hehhe (doc. Sri Widiyastuti(
Kalau moms terlupa membawa kamera, moms bisa minta difoto oleh para penjaja jasa fotografi di sekitar itu. Cuma saya lupa harganya berapa satu lembar foto ya.

Ada jembatan merah yang fenomenal. Moms bisa berfoto di sini bersama keluarga.

6. Melihat situs makam keluarga ilmuwan Belanda.


makam Belanda (doc: Sri Widiyastuti)
Tak jauh dari istana Bogor, di dalam Kebun Raya juga ada makam keluarga ilmuwan Belanda. Sering juga di sebut Makan Belanda. Makan ini terawat rapi dan bersih. Tertulis nama-nama ilmuwan di nisan. 

7. Bermain di lapangan rumput yang luas


Saya , mbak Tridi sekeluarga dan mbak Linda di lapangan rumput KRB (doc. Sri Widiyastuti)
Anak-anak moms juga akan puas banget berlari dan bergulingan di atas karpet alami ini. Moms bisa duduk duduk santai sambil memerhatikan anak-anak bermain. Di dekat lapangan itu ada danau yang bersih dan indah. Terkadang air mancurnya hidup, menambah semarak suasana.

Fasilitas Kebun Raya Bogor

Toilet

Paling kesal kalau toilet di tempat umum sudahlah bau, kotor eh bayar juga.

Di Kebun Raya Bogor sudah tidak ada yang seperti itu. Sekarang ke toilet gratis! Selain gratis, toilet pun dipelihara sehingga keadaannya bersih dan wangi. Yah, meskipun tetep saja sih becek mah, iya hehhe tapi jauh lebih baik dari sebelumnya.

Masjid

Di Kebun Raya Bogor juga ada masjid yang terletak di dekat Taman bunga Anggrek. Di dekat masjid ada toilet juga. Mukena disediakan, tapi alangkah bijaknya jika membawa mukena sendiri.

Kafe dan Restoran

Di dalam Kebun Raya ada Kafe Daun. Moms kalau tidak membawa makanan dari rumah, silakan mencicipi kuliner Bogor di Kafe Daun. Letaknya tak jauh dari tempat anak anak bergulingan di lapangan rumput yang luas. 

Kalau tidak mau makan di kafe, di sekitar lapangan rumput pun ada penjual es krim dan mobil kafe. Moms bisa berbelanja minuman dan makanan ringan di kafe mobile ini. Cuma, ya gitu deh, perlu merogoh kocek lebih dalam hihihi

Mobil Keliling

Moms kalau lelah berjalan, karena area Kebun Raya ini luas banget. Bisa naik mobil keliling. Biayanya sekitar Rp30.000,-/orang. Lumayan menghemat energi dan menghemat waktu hehe

Sepeda Sewa

Anak-anak ingin bersepeda, moms bisa menyewa sepeda Rp5.000/unit. Anak-anak akan happy banget bisa mengeksplorasi Kebun Raya Bogor dengan bersepeda. 

Oiya tempat persewaan sepeda dan mobil keliling ada di dekat Pintu 1 ya moms. Di dekat Grand Garden Cafe ke arah Museum Zoologi. 

Wah .. seru banget ya, moms berwisata edukasi di Kebun Raya Bogor.

Tapi, apa mungkin satu hari kelar berkeliling Kebun Raya? 

Kayaknya enggak deh, moms.

Moms kudu menginap di Bogor. Rencanakan tak hanya berwisata edukasi di Kebun Raya Bogor tapi ke tempat wisata lainnya di Kota Bogor. 

Wisata murah meriah banyak kok moms di dalam kota Bogor. Seperti Lapangan Sempur, memberi makan Rusa di depan istana Bogor atau ke Taman Ade Irma Suryani atau Taman Topi.

Di kota Bogor sekarang sudah banyak pilihan hotel untuk menginap, terutama di dalam kota Bogor. Sekarang zamannya online moms. Jadi moms bisa booking hotel saat merencanakan liburan akhir tahun nanti sambil melihat dan membandingkan harga. Biasa kan moms, liburan kudu sesuai budget hhehe

Untuk mencari Hotel di Bogor, kalau saya sih rekomendasikan www.pegipegi.com. Moms bisa mendapatkan sesuai dengan keinginan moms, seperti  hotel murah, hotel unik, hotel dengan kolam renang pribadi atau hotel terbaik di kota Bogor.

Hotel di dekat Kebun Raya ada Amaris Hotel. Lokasinya dekat banget dengan Kebun Raya Bogor, Kampus IPB Baranangsiang, Bogor Botani Square dan Lippo Mall. Dekat juga ke jalan tol.

Klik di situs www.pegipegi.com cari hotel di Bogor
Tadi saya intip Hotel Amaris sedang ada offer lho, moms. Semalam cuma Rp368, 928,- asyik ya. Deket banget ke Kebun Raya, tinggal loncat aja kalau mau hihihi

Caranya mudah banget moms. Moms tinggal klik saja www.pegipegi.com/hotel/bogor. Nanti keluar deh seperti gambar seperti di bawah ini. 

Hotel Amaris Bogor di www.pwgipwgi.com
Selanjutnya, intip deh kamarnya. Sesuai enggak dengan keinginan moms. Kamarnya nyaman banget. Ada spesial promo lho di Hotel Amaris.

kamar di hotel amaris

Jika kamar sudah sesuai, klik lagi fasilitas. Fasilitasnya oke juga yang ini, moms!

Ini dia fasilitasnya. Oke juga, kan!
Selain itu ada hotel lainnya di sekitar Kebun Raya Bogor, seperti Hotel Permata Bogor, Hotel Asana Grand Pangrango, Hotel Royal Bogor, Malabar Park, Mirah Sartika Hotel, Whiz Hotel Pajajaran dan Zest Hotel Bogor.

Jadi, moms, tunggu apalagi? Yuk booking hotelnya sekarang juga di pegipegi.com dan selamat berlibur!

Jangan lupa kontak saya ya, moms, siap deh jadi tour guide ^_^


November 23, 2018

5 Alasan Kenapa Bergabung dengan Blogger Perempuan Network

November 23, 2018 0 Comments

Hai, Moms, jumpa lagi nih sama saya hehe jangan aneh ya Moms, kalau saya posting tiap hari, sebab lagi ikutan #BPN30dayblogchallenge. Doain aja ya moms, semoga saya istiqomah menulisnya, gak cuma sebab kewajiban memenuhi kebutuhan tulisan berhari sebab ada tema perhari dari challenge ini.

Tema pada hari ke-4 ini adalah, kenapa bergabung di Blogger Perempuan Network?

Seneng banget membaca alasan dari momblogger yang telah bergabung dengan Blogger Perempuan Network (BPN). Setiap kali saya membacanya, tak terasa, kepala saya mengangguk tanda setuju, atau terssenyum-senyum simpul, karena ...kok alasannya kok hampir sama sih hehe

Sekilas tentang Blogger Perempuan Network

Blogger Perempuan Network atau bisa disingkat BPN, berdiri sejak tahun 2015. BPN adalah jaringan Blogger Perempuan terbesar di Indonesia. Dari data yang saya ambil dari website BPN, ada lebih 4000+ member blogger perempuan yang telah bergabung. 

Blogger Perempuan Network dibentuk oleh 3 orang wanita cantik yang sama-sama jatuh cinta pada dunia online dengan keahlian masing-masing di dunia online. Akhirnya lahirlah BPN sebagai wadah bersilaturahim dalam jejaring, berbagi dan saling menginspirasi.

Blogger perempuan merupakan buah ide dari tiga perempuan dengan keahlian masing-masing di dunia online. Ketiganya disatukan oleh tiga persamaan yaitu perempuan, jatuh cinta dengan dunia online, dan memiliki keinginan memajukan kedudukan Blogger Perempuan asal Indonesia. (dikutip dari website Blogger Perempuan Network)

Sejak awal saya memutuskan untuk menjadi bagian dari momblogger, saya sudah mengikuti sepak terjang dari founder dan tim BPN ini. Alhamdulillah mereka adalah orang-orang yang berdedikasi tinggi, ramah, humble dan fast respon.

Tentu penilaian ini subyektif ya, masing-masing momblogger pasti punya pengalaman berbeda satu sama lainnya. 

Nah, Moms, di bawah ini saya coba menjabarkan alasan saya kenapa saya bergabung di Blogger Perempuan Network. Ada 5 alasan bergabung dengan Blogger Perempuan Network. Sebenernya banyak sih, hanya saja, lima ini menurut saya sudah mewakili sekali bisikan hati saya hehhe

RAMAH

Setelah sekian lama mengikuti grup whatsapp dan grup facebook BPN, akhirnya saya bertemu juga dengan Mbak Shintaries (founder) dan Mbak Almazia (co-founder), dua founder kece BPNdi event Friso. Mereka ramah dan friendly. Sayangnya foto pertemuan dengan mereka saya cari-cari tidak ada euy huhuhu entah keselip di mana hiks ..

Kemudian pertemuan kedua dengan mbak Alma di Singapore Intercultural School Bona Vista. Waktu itu saya sedang berkeliling edutour di sekolah itu, kemudian Saki main di ruang bermain anak, eh tetiba dia nangis nyari saya dan mbak Alma tidak segan-segan menggendong Saki. Dan lagi-lagi, sayangnya saya tidak mengabadikan moment ini hikss ... saking udah keburu panik lihat Saki nangis.

Begitu juga dengan mbak Desy Yusnita (Brand Partnership) saya beberapa kali bertemu mbak Desy di acara parenting. Dengan Kak Timo juga sudah pernah bertemu di acara blogger gathering di Singapore Intercultural School Bona Vista. Lucu banget waktu itu, saya bener-bener gak tahu kalau itu kak Timo, kirain dari medianya sekolah Bona Vista, eh ternyata cowok yang baik hati motret cantik mommy-mommy blogger itu kak Timo hihihi

Dengan mbak Apri, mbak Rani, mbak Mia, mbak Alaika Abdullah dan mbak Nunik (mbak Nunik cikgu di FPBA ^_^) alhamdulillah, bersyukur banget bertemu dengan perempuan-perempuan yang hebat dan inspiratif.

saya dan mba Nuniek, jumpa di Go! Wet Grand Wisata ... kangen banget ^_^

RESPONSIF

Saya mengenal founder dan tim BPN responsif. Saya mengikuti grup FB, telegram dan WA. Belum lagi kalau ada job lewat BPN, jika ada pertanyaan dari blogger, mereka juga tidak pernah lama membalas pertanyaan kita. Saya yakin, mereka bukanlah orang-orang yang kurang kerjaan.  Tapi namanya komitmen dalam bekerja secara networking, mereka dengan senang hati membalas curhat mommy-mommy blogger yang kesulitan dalam maintance blog, ada email-email gak jelas dari calon klien dan email spam, mengelola blog yang tetiba adsensenya mogok atau kena blokir. Semua emak pada curhat di grup dan itu gak pernah gak dibalas. 

SHARING IS CARING

BPN tujuannya memajukan perempuan blogger Indonesia dan menjadi wadah berbagi, bersilaturahim, berjejaring yang aman dan selamat dan saling menginspirasi.

Ini bukan hanya sekadar slogan saja, karena saya sudah merasakannya sendiri. BPN sering banget memberikan pelatihan pelatihan gratis untuk blogger perempuan untuk meningkatkan performa blog dan menaikan skill menulis. Memberikan pelatihan cara mereview produk agar disukai klien san lain-lain. Semuanya dilakukan untuk blogger perempuan. Kadang ada yang gratis ada juga yang berbayar, tapi keduanya worth it banget kalau enggak ikutan.

Saya pernah mengikuti sharing sesion yang diisi oleh mbak Apri di event Festuval Lapak Perpuseru. Ya ampun, mbak Apri ini, bikin saya tersepona banget, sudahlah cantik, humble dan smart! Jadi saya selalu bilang sama diri sendiri, di atas langit ada langit. Orang-orang pintar itu karakternya mengikuti ilmu padi, down to earth!

Jadi sore itu, meskipun saya lumayan juga kudu berlari-lari mengejar kereta dan pulang berdesak-desakan naik kereta ke Bogor, bawa Saki pula, saya tetap tersenyum manis, karena saya sudah berhasil mengumpulkan ilmu dari mbak Apri plus foto cantik dong hehehe

Saya dan mbak Apri setelah acara Festival Lapak Perpuseru di Kokas
AMANAH 

Saya kerap mengikuti champaign yang ditawarkan oleh BPN. Alhamdulillah sejauh ini kerjasama kami sangat manis. Seperti yang saya ceritakan di atas, bahwa pertanyaan-pertanyaan seputar kerjasama direspon dengan baik dan tak perlu menunggu lama langsung dijawab.

Tidak pernah PHP dan tidak pernah membuat kesal terutama dalam hal fee. BPN sangat membantu momblogger untuk benar-benar berdaya dari rumah dengan insentif yang sangat manusiawi dan realistis.

PROFESIONAL

Kalau tidak salah sejak tahun 2018 (tolong koreksi yaa) BPN membuat sebuah platform agensi yang memudahkan member untuk mendapatkan pekerjaan dari klien yang bekerjasama dengan BPN. Jadi platform ini sudah terintegrasi dengan blog dan sosmed member dari mulai blog, twitter, instagram dan youtube. Alhamudlillah sejauh ini sangat menguntungkan blogger dan saya sangat bahagia bisa bekerjasama dengan BPN. Sejahtera pokoknya mah kalau kerjasama dengan BPN.

Rasanya, rugi banget kalau tidak bergabung dalam BPN, yang sudah bergabung pasti tahu alasannya. Karena sebagai momblogger yang everyday as always newbie, ada aja ilmu baru yang saya dapatkan dari BPN ini. Setelah bergabung di Blogger Perempuan Network saya jadi mengetahui bahwa ternyata menjadi blogger itu tak sekadar menulis ala-ala, tetapi jika blog dirawat dengan baik, akan menghasilkan berupa pasive income. Di BPN juga saya belajar menjadi pengguna media secara bijak dan sedikit demi sedikit kemampuan saya dalam dunia online semakin meningkat.

Terima kasih Blogger Perempuan Network, semoga sukses selalu dan teruslah menginspirasi ^_^

Nah, moms, demikian 5 alasan saya kenapa say bergabung dengan Blogger Perempuan Network. Kalau moms sendiri, sudah bergabung dengan BPN? Apa alasan moms bergabung dengan BPN?

November 22, 2018

Hello, My Name is Sri Widiyastuti

November 22, 2018 0 Comments

Hai, Moms, percaya, kan, bahwa nama itu doa. Betul tidak? Mama dan Papa saya pasti juga memilih nama saya dengan penuh pertimbangan yang matang tentunya ya. 

Saya pernah bertanya kepada Papa saya mengenai penamaan nama saya sekarang. Dulu pernah juga kesel, kenapa sih saya dinamai Sri. Terus dipanggilnya Tuti. Beneran kesel, moms. Maklum anak anak ya hihihi

Abis gimana gak kesel. Temen-temen suka ngeledekin saya dan suka manggil-manggil dengan panggilan yang bikin sebel. "Serriiii ... seriiii ... hihihihi ... " sambil cekikikan dan lari menjauh dari saya. Belum lagi temen temen di rumah, suka ngeledek saya begini,

Tuti ... Tukang Tipu.

Hih! dobel nyesek ... 

Perilaku semacam itu namanya membully. Jaman dulu belum tahu kosa kata bullying atau perundungan itu ya. Tapi dari dulu emang ada dan nyata. Saya salah satu korbannya. Makanya saya nanya sama Papa, kenapa kok saya dinamain demikian.

"Sri itu dari Dewi Sri. Dewi Kemakmuran, Dewi Kesuburan, Dewi Padi." jelas Papa. "Widi dari Hyang Widhi, Allah SWT, kalau orang Jawa kuno bilangnya hyang Widhi. Tuti, itu nama bidan yang membantu persalinan Mama waktu melahirkan kamu." 

Papa saya meskipun lahir dan besar di Betawi, tapi memiliki darah Jawa. Jadi apa-apa dikaitkan dengan Jawa. Kata Papa, dinamai dengan nama demikian, Papa dan Mama mengharapkan saya menjadi anak yang baik, sholihat, memberikan kebaikan kepada seluruh manusia sebagaimana dewi sri yang menjadi simbol kemakmuran dan kesuburan, cantik sholihat seperti bidan Tuti dan bertakwa kepada Allah SWT. Begitu katanya.

Baca juga yuk; Tentang Saya

Sejarah penamaan nama saya pastilah tak mudah, seprti halnya saya dan suami ketika memutuskan memberi nama anak anak ada pertimbangan-pertimbangan yang insyaAllah membawa doa dan kebaikan untuk anak yang diberi nama. 

Terus, kenapa saya memilih nama blog yang sekarang digunakan dengan nama Sri Widiyastuti?

Hmm .. prosesnya panjaanggg banget, Moms.

Dulu, waktu pertama kali ngeblog. Saya kan lagi nomaden nih, tinggal di Malaysia. Blog saya, beri nama "Ikhlas Menanti". Ih .. kayak nama bis yaaa hihihi iya, pertama blog saya namanya www.ikhlasmenanti.blogspot.com.

Iya, dulu itu saya terus menanamkan kepada diri saya. Nomaden itu bukan hal yang tidak menyenangkan. Nomaden itu pasti banyak hikmah dibalik semua itu. Oleh karenanya saya harus ikhlas. InsyaAllah semua akan berakhir dengan manis. Jadilah, saya beri nama blog saya Ikhlas Menanti.

Setelah itu saya ganti lagi menjadi www.rahasianya bunda.blogspot.com. Eleuhh si bunda meuni pake rahasia rahasiaan segala sih hihi ..

Bukan mau main rahasia-rahasiaan sih, justru saya kebingungan nyari nama blog yang keren dan mudah diingat. Kali dengan memberi nama rahasia bunda, banyak pengunjung ke blog saya. Gitu tadinya sih hahha

Dan ternyata bukan hanya faktor nama saja yang membuat orang tertarik membaca isi blog kita. Tetapi, content is the king itu koentji!

Kalau namanya bagus tapi kontennya gak menarik, gak bakalan ada yang mau baca karena mungkin orang sudah menemukan di blog yang lain. Jadi saya pun tak ingin GR dan memperpanjang rahasia bunda, yang saya lakukan adalah berusaha menulis .. menulis dan menulis. Mengisi isi blog dengan tulisan yang menarik dan bermanfaat.

Nama blogku dulu dan kini 
Akhir tahun 2015 saya monetize blog. Ganti domain menjadi dotcom (TLD = Top Level Domain). Kata mentor, cari nama yang cantik dan mudah diingat oleh pembaca blog. Juga cari nama yang mencirikan diri kita. Khasnya kita. Akhirnya saya pakailah nama pribadi, yaitu www.sriwidiyastuti.com. sinkron sama nama email juga. Ganti TLD lebih kepada agar blog saya lebih terlihat profesional, terukur dan tentu saja dilirik oleh agensi .. ehemm...

Tujuan yang lain monetize blog adalah agar lebih berusaha memaksimalkan blog juga dan makin rajin mengisi dengan konten tulisan yang bagus dan bermanfaat. Sebab kan blog yang sudah TLD berbayar, enggak gratisan lagi. Yah, minimal balik modal lah, bisa membayar uang tahunan nyewa penyedia layanan domain dan biaya kuota data hehe


Tampilan blog saya by mobile

Dan pada tahun 2018, saya ubah judul blog saya dengan SRI WIDIYASTUTI, disinkronkan dengan nama domain yang saya pilih, www.sriwidiyastuti.com. Simpel dan pas banget dengan nama saya yang diberi oleh Mama dan Papa. 

Selain untuk memudahkan anak-anak saya menemukan blog emaknya, saya juga berharap ini menjadi SELF BRANDING bagi saya. Saya jadi mudah ditemukan di media sosial atau ketika di cari di plaform pencarian, search engine seperti google.

Kalau moms, kenapa memilih nama blog yang sekarang digunakan?

Follow Us @tutiarien