December 31, 2018

2018 Year Blog Review

December 31, 2018 9 Comments

Tak terasa, tahun 2018, sudah sampai diujungnya, ya. Perasaan baru aja kemarin membuat resolusi 2018. Eh ... sekarang sudah end year lagi. Dan sekarang, harus mengaku juga, bahwa resolusi tahun 2018 masih banyak yang belum tercapai .. hiks ...

Tapiii ... ada kabar gembiranya nih, bukan buah manggis sudah ada ekstraknya, tapiii ... alhamdulillah, tahun ini tahun yang penuh gairah banget dan alhasil saya dapat menulis artikel hingga 65 artikel publish dan 8 draft artikel. Pencapaian yang luar biasa buat saya yang ngeblog masih by mood hihihi

Jujur, menghasilkan 65 artikel itu gak mudah, lho. Banyak banget ujiannya. Dan ujian terbesar itu adalah mood .. mood -an saya itu. Benar-benar harus dipaksakan untuk menulis dan alhamdulillah, tahun ini sudah ada peningkatan. 

Dan ini tidak datang begitu saja si semangat itu. Tahun 2018, saya mengikuti beberapa grup blogger di whatsapp. Ada grup BDC (Blogger Depok Community) yang akhirnya saya keluar sebab hape error melulu, Blogger Bogor (ini juga terpaksa out juga sebab hape error bbrp waktu lalu, grup BPN ini khusus untuk belajar optimasi blog dan info-info seputar perbloggingan, grup Blogger FLP, grup Fun Blogging, grup Kelas Blogger, grup Komunitas Blogger Cihuy dan Sosmed Walking.

Grup-grup yang saya sebutkan di atas alhamdulillah membantu banget dalam mendongkrak mood menulis saya. Dari grup-grup tersebut saya banyak belajar, silaturahim, saling support dengan cara blog walking.

Di tahun 2018, blog saya mulai terarah. Awal-awal saya masih gado-gado dan bingung menentukan niche blog. Alhamdulillah, tahun ini saya sudah mulai yakin melabeli blog saya dengan "Lifestyle and Parenting Blog".

Memang sih kebanyakan tulisan di dalam blog ini seputar lifestyle dan parenting, sesekali ada kuliner dan traveling juga, tapi masih dalam kerangka lifestyle dan parenting itu.

Bulan Januari saya menulis 4 artikel. Di antaranya saya menulis tentang saya. Malu juga sih membuka CV di dalam blog. Tapi .. kata mentor saya yang cantik, gimana akan dikenal kalau kita tidak mengenalkan diri sendiri. Istilahnya self branding gitu.

Baca: Tentang Saya 

Bulan Februari saya hanya menulis satu artikel dan itu, masyaAllah ... nanti saya ceritakan di bawah yaaa ... sungguh luar biasa banget. Ini yang namanya kekuatan tulisan berbuah doa, ya.

Bulan Maret saya menulis 4 artikel. Bulan April saya menulis 2 artikel, salah satunya adalah pengalaman mengikuti kelas Coding Mum. Dari kelas ini saya banyak belajar tentang pebuatan website sendiri dan ini sangat menyenangkan!

Bulan Mei, saya menulis artikel paling banyak, 14 artikel! Yeyy ... Dan alhamdulillah pecah telur juga mendapat juara di lomba IG dan blog competition yang diadakan oleh Previ Uricran dan Blogger Perempuan Network. 

Gak nyangka banget, karena waktu itu, saya bingung mau ngepost foto IG dengan gaya yang bagaimana. Sebab yang hadir waktu itu adalah senior-senior semua hihihi udah begitu, pas sesi foto, semua moblogger pada gantian gitu foto di depan booth foto. Akhirnya saya dapat ide bikin foto yang out of box (mungkin, yaaa ..), kayak begini:



Foto ini dipilih oleh juri karena aneh begitu deh hihihi dan pecah telur deh, menang kontes foto IG :-)



Nah, jujur waktu menulis ini saya sudah enggak punya ekpektasi bakalan juara, karena ya itu tadi, yang hadir dalam event previ uricran semuanya senior-senior dan sudah lama malang melintang di dunia blogging. Jadi saya santai aja menulisnya dan semua materi yang saya catat, saya tuliskan di dalam review. Alhamdulillah tulisan itu menang blogpost previ Uricran. 


Rejeki yang gak disangka-sangka deh. Dan hasil hadiahnya itu, voucher belanja di transmart, kepake banget bisa menyenangkan anak-anak. Ini yang paling penting!

Dan, yang paling tidak menyangka adalah betapa kekuatan tulisan itu sama dengan doa ya. Pada bulan Februari 2018, saya menulis sebuah artikel tentang Jogja, dengan judul Ke Jogja Kukan Kembali. Betapa saya ingin sekali napak tilas ke Jogja dan menuliskan beberapa tempat yang ingin saya datangi. 

Dan alhamdulillah pada 27-29 November lalu, saya pun terbang ke Jogja. Bukan untuk jalan-jalan sih, tapi mengikuti workshop karena saya terpilih menjadi salah satu penulis untuk buku anak inklusif berjenjang yang diadakan oleh FLP dan INOVASI.

menjadi bagian penulis buku anak inklusif berjenjang di Hotel TjokroStyle, Jogja 
Terbang ke Jogja bersama putri bungsu saya dengan pesawat Garuda dan tidur di hotel Tjokrostyle. Namanya workshop saya sama sekali gak sempat jalan-jalan selama di Jogja. Tapii dengan bisa ke jogja lagi dengan fasilitas gratis itu, saya bersyukur banget.

sebelum pulang, foto dulu
Sungguh, ini adalah rejeki yang tidak disangka-sangka. Merinding kalau memikirkannya, karena ternyata apa yang kita tulis sebenernya doa yang tertulis. Makanya, insyaAllah tahun depan saya akan menulis lebih banyak lagi hal-hal yang ingin saya lakukan, terutama tulisan yang bermanfaat untuk diri dan orang lain. Semoga apa yang saya tulis dapat menginspirasi orang lain dan malah membawa saya ke suatu tempat yang menjadi idaman saya.

Bulan Juni dan Juli saya menulis masing-masing 5 artikel, beberapa di antaranya adalah tulisan organik. Susyah juga ya setelah sering menulis sponsor blogpost terus ke organik hihihi itulah yang namanya ujian ya, semua proses harus dilalui agar berbuah manis.

Bulan Juli, alhamdulillah putri saya yang sulung lulus sebagai hafizah. Kebahagiaan yang terbesar sebagai orang tua adalah mengantarkan anak-anak menjadi apa yang dicita-citakannya. Alhamdulillah selama setahun mondok di sebuah pondok pesantren Tahfiz, putri saya pun di wisuda di bulan Juli. Sekaranga anaknya sedang menyelesaikan sekolah SMAnya di sebuah PKBM, jadi mohon doanya ya dari momblogger semua. Semoga dia lulus UN dan dapat kuliah sesuai dengan jurusan yang dia idamkan.

Baca: Suka duka Mengantar Anak Menjadi Hafizah

Bulan Agustus saya menulis 6 artikel. Bulan September 9 artikel. Bulan Oktober 1 artikel dan bulan November 9 artikel.

Di bulan November, niatnya saya mau mengikuti BPN30dayblogchallenge. Sayangnya, saya hanya mampu menulis 4 artikel, setelah itu mandeg. Itulah, saya sedih banget, semoga tahun depan bisa mengikuti challenge serupa dan konsisten.

Bulan Desember saya menulis 6 artikel dengan satu artikel adalah artikel organik. InsyaAllah tahun depan saya akan berusaha terus menyeimbangkan antara postingan sponsor post dan post organik agar blog saya menjadi lebih berarti dan berdaya.

Dan tahun 2018 saya tutup dengan aktifitas berbagi dengan adik-adik FLP (forum lingkar pena), sharing seputar blogging. 



Sepanjang tiga tahun saya menjadi blogger dan juga influencer, alhamdulillah saya semakin mencintai dunia blogging. Selain mendapatkan banyak teman dan relasi, lewat ngeblog ibu rumah tangga semacam saya dapat meng-upgrade diri lewat blog walking. 

Yap ... karena lewat blog walking, dunia menjadi terlihat kecil. Lewat ngeblog emak bisa belajar apa saja gratis tanpa hambatan dan emak pun bertambah pintar. Alhamdulillah.

Yuk ah, semangattt .. semangatt ...Semoga tahun depan lebih baik lagi dan dapat menulis lebih banyak lagi tulisan yang menginspirasi dan bermanfaat...

Itu ceritaku, share yuk, ceritamu ....

December 29, 2018

Kamu Milenial Harus Tau 7 Cara Menghemat Uang Berikut Ini

December 29, 2018 29 Comments

Hai, Moms, apa kabar?

Punya keponakan yang lahir dan hidup di zaman milenial seperti ini kadang-kadang kita sebagai tantenya tentu saja harus update seputar kehidupan kaum milenial. Kadang saya heran juga dengan gaya hidup keponakan saya ini. Tapi memang ya, gaya hidup anak-anak milenial kan berbeda banget dengan gaya hidup kita dulu ya. Jadi tinggal kitanya aja sebagai orang dekat menemani dan mendampinginya agar tidak boros.

Saya pernah mengobrol dengan keponakan saya seputar pengeluarannya. Saya pernah bertanya, setuju tidak jika ada  yang bilang generasi milenial itu hanya berfikir hidup itu hanya untuk saat ini saja dan menghabiskannya tanpa memikirkan masa depan? 

Dia bilang, enggaklah, Bi! Tetap aja mikirin masa depan, lah! Tapi, kan boleh dong senang-senang dikit pake duit sendiri hehhe

Begitu, katanya.

Alhamdulillah, ternyata keponakan saya masih tetap dalam tracknya. Masih mikirin masa depannya, gitu. Paling ngeri kalau ada anak-anak milenial yang masih terlintas dipikirannya hidup hanya untuk hari ini, berarti dia harus segera memperbaiki pola pikir dan perilaku tersebut. 

Faktanya, memang kita bisa seneng-seneng karena bisa bekerja di tempat yang enak dan kondusif, tapi tentu saja tidak berarti boleh boros, maka cara terbaik ialah menabung untuk mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya di masa produktif seperti saat ini agar bisa dipergunakan untuk masa depan. Kamu juga bisa lho menjadi anak muda yang kaya.

Gak percaya? Ikuti saja 7 cara di bawah ini. Melalui 7 cara ini bahkan kamu bisa menjadi milenial kaya,  coba deh!

1.Jangan Habiskan Seluruh Penghasilanmu

Ketika mendapatkan gaji jangan habiskan seluruh penghasilanmu. Atur dan rencanakan yang terbaik supaya Anda dapat menikmatinya di lain kesempatan. Gunakan uang secara bijaksana jangan biarkan uang berlalu dengan cepat pergi dari genggamanmu, pikirkanlah masa depan dan hari esok.

2.Selalu Mencatat Alur Pemasukan Dan Pengeluaran

Kebiasaan yang satu ini sangatlah penting, selalu catat jumlah penghasilan dan penghasilan yang diterima setiap bulannya, terutama jika kamu memiliki pekerjaan tambahan.  Misalnya mencatat pengeluaran rutin yang kamu lakukan seperti konsumsi, transportasi, kebutuhan sehari-hari dan lainnya. Intinya jangan sampai pengeluaran melebihi pemasukan, hindari pepatah besar pasak daripada tiang, karena itu tandanya ada yang perlu kamu benahi. Tujuan dari pencatatan yang kamu lakukan ini untuk mengetahui secara mendetail alur keuangan yang setiap bulan yang rutin kamu dapatkan.

foto:@all_who_wander
3. Tetapkanlah Skala Prioritas Seperti Membeli Kebutuhan Pulsa Dan Paket Untuk Keperluan Komunikasi

Selain kebutuhan rutin seperti transportasi dan makan, penggunaan pulsa dan paket data internet kini juga telah menjadi kebutuhan yang sangat penting. Asal kamu tahu seberapa besar kebutuhan pulsa dan paket internet setiap bulannya, pemenuhannya tidak akan sampai membebani keuangan kamu. Lebih bijak dalam membeli dan memilih mana yang sesuai, pastinya lebih murah lebih baik bukan? Seperti beli pulsa online di Traveloka, kamu bisa dapat harga lebih bersaing dan tak perlu repot lagi keluar rumah.

4. Sisihkan Sebagian Penghasilanmu Untuk Di Tabung

Ketika mendapatkan gaji bulanan atau hasil wirausaha, sisihkan minimal 10-20% persen untuk ditabung karena prinsipnya sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Misalnya penghasilan bulanan kamu senilai 5 juta maka setiap bulannya sekitar 500 ribu sampai dengan 1 juta, jika kamu melakukannya secara rutin dalam setahun maka sesuai perhitungan kamu sudah mempunyai tabungan yang bernilai cukup besar.

foto:@thinkdeep
5. Pertahankan Gaya Hidup Hemat, Hindari Pola Hidup Konsumtif

Seringkali pengaruh gaya hidup menjadi problematika yang paling sering terjadi kepada kaum milenial. Misalnya tuntutan untuk makan di restoran atau coffee shop, membeli barang-barang bermerek seperti sepatu serta tas, selalu update gadget terkini dan lainnya. Jangan sampai jumlah gaji meningkat tetap gaya hidup berubah menjadi konsumtif karena hasilnya tak akan pernah cukup! Tetapkanlah gaya hidup hemat, efisien dan secukupnya. Ingin lebih hemat saat mengisi pulsa? Kamu bisa beli pulsa online di Traveloka. 

6. Buatlah Tabungan Perencanaan Untuk Menyiapkan Masa Depan

Hal seperti ini jangan luput darimu karena kehidupanmu tak hanya hari ini saja. Kamu bisa mulai menabung untuk tabungan perencanaan untuk masa depan seperti persiapan hari tua, dana pendidikan, kesehatan, umroh dan lainnya.

foto: @chuttersnap
7. Cari Penghasilan Tambahan

Ketika pekerjaan tetap sudah ditangan jangan ragu untuk mencari sampingan atau freelance yang menguntungkan. Karena selain bisa menambah pundi-pundi rupiahmu, Anda juga berkesempatan untuk menabung dengan jumlah nominal yang lebih besar.

Kapan waktu yang tepat untuk berhemat? Mari dimulai dari sekarang!

December 21, 2018

Momen Berharga Melatih Motorik Si Kecil

December 21, 2018 97 Comments

Moms, tentu punya momen berharga dalam hidup mommy, ya, kan? 

Alhamdulillah, saya pun punya banyak moms. Salah satu momen berharga itu momen dimana saya dapat mendampingi tumbuh kembang si kecil. Melatih motorik si kecil  dan mencatat setiap tumbuh dan berkembangnya dari hari ke hari, bulan ke bulan dan hingga dia mencapai usia mandiri.

Saya bersyukur sekali dapat mendampingi tumbuh kembang anak-anak saya dari si sulung, sampai Saki, si bungsu. Melihat sendiri proses mereka belajar tidur miring di usia 0 bulan, membalikkan badan/telungkup di usia 3 bulan, kemudian mengangkat kepalanya, merangkak, kemudian duduk dan berdiri, berjalan sendiri, berlari ke sana- ke mari dan mendengar tawa cerianya saat bermain.

saking excitednya, Saki ketawa gemas gitu hihihi (doc pri)
Baru-baru ini saya bertambah bahagia banget, karena putri saya, Saki (22 bulan) sudah dapat  memanggil saya "Umi". Hal yang saya tunggu-tunggu sekali, setelah stimulasi yang dilakukan. Biasanya hanya mulutnya saja yang bergerak setiap kali memanggil Umi, mengikuti mulut saya. Saki lebih mudah mengucapkan mama dan papa dibandingkan umi dan abi. Tapi kemarin itu sungguh, pencapaian yang luar biasa pada Saki. Ia bisa memanggil saya dengan Umi dan memanggil Abinya, Bii ...

Ia juga bisa memanggil nama panggilan kakak-kakaknya dengan baik, Teteh, abang, kakak, Sarah (Salah . masih cadel) dan memanggil Piye (Pee) ...

bermain seluncuran di taman bersama kakak (docpri)

Saki juga paham, namanya Saki. Untuk mengetahuinya, saya menyebutkan nama-nama kakak, dan Saki akan menunjuk, demikian juga jika di sebut, "Saki?" dia menunjuk dirinya sendiri.

Inilah yang disebut kecerdasan bahasa. Saki sudah memahami tentang dirinya dan orang lain. Saki juga mengerti dana paham apa yang dibicarakan oleh orang-orang di dekatnya.

Salah satu kecerdasan bahasa  Saki yang menggemaskan adalah ketika ia mulai cerewet sekali bertanya, apa? 

Ia bisa mengulang, pertanyaan apa? terhadap benda yang dilihatnya atau percakapan yang di dengarnya. hihihi Gemess bangett ^_^

Belum lagi ulahnya yang sekarang banyak gaya banget. Dari mulai salto, joget-joget kalau mendengar suara musik, melompat-lompat di tempat tidur dan kemampuannya naik-naik sudah tidak bisa dipungkiri lagi, sebab dari usia 7 bulan, dia sudah pandai manjat tempat tidur atau teralis jendela kamar. Sungguh saya sangat terpesona dengan kemampuan-kemampuan seorang bayi yang bertahap menjadi anak balita ini. Amazing! MasyaAllah ...

Sekarang Saki berusia 22 bulan, sebentar lagi 2 tahun. Semakin hari, semakin lincah saja. Tidak mau diam. Agar Saki tumbuh sehat dan berkembang sesuai usianya, saya berusaha menstimulasinya dengan baik. Baik itu menstimulasi kecerdasan akalnya, fisiknya, sosial emosinya dan juga  kemampuan motorik halus dan motorik kasarnya.

Stimulasi Motorik Halus Si Kecil Usia 2 Tahun

Motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan  kordinasi mata dan tangan.

Keterampilan ini meliputi: menggenggam benda di tangannya, meremas, memasukan benda ke dalam mulutnya, menyobek kertas, menempel, memegang pinsil/krayon atau spidol, membuka pakaian sendiri, memakai kaos kaki dan sepatu sendiri, menyusun balok.

serius banget menulis mengikuti kakaknya (doc pri)
Saki suka sekali bermain menyusun balok dan menyusun puzzap. Dia kerap bermain dengan kakak-kakaknya. Saki juga suka meniru kakaknya yang sedang menggambar. Apa saja ditirunya. Bermain rumah-rumahan, menyiapkan kue dalam piring mainan dan memberikannnya kepada saya. 

main rumah-rumahan, setelah itu makan snack kesukaan ^_^
Dari permainan itu, sekarang Saki bisa minum dengan gelas tanpa tumpah dan makan sendiri dengan tangan. Stimulus yang didapatkan Saki dari bermain rumah-rumahan ternyata memiliki dampak yang signifikan terhadap kemampuan motorik halusnya.

Baru-baru ini saya memergokinya sedang mencoret-coret kuku jari kakinya dengan spidol. Rupanya dia meniru kakaknya yang suka mewarnai kukunya dengan spidol seperti kutek.

kreatifitas Saki, memegang spidol dan mewarnai jari kakinya (docpri) - motorik halus
Lihat! Betapa seriusnya dia mewarnai kuku jari kakinya. Macam beauty stylist aja ya!

Ya, ampun, anak zaman sekarang, pandai banget menirunya hihihi

DIY membuat Puzzle dari Kardus Bekas Kukis Boromon untuk si Kecil.

Saki suka banget main puzzle, jadi saya buatkan puzzle dari kardus bekas kemasan Monde Boromon Cookies. Gambarnya lucu, jadi si kecil pun suka.

Alat dan bahan:
Gunting, lem, spidol, kardus bekas kemasan Boromon Kukis dan kardus bekas.

Alat dan bahan membuat Puzzle usia 0-3 tahun
Cara membuatnya:
1. Gunting kemasan Monde Boromon Kukis sesuai keinginan.


2. Tempelkan pada kardus bekas yang lebih tebal. Gunting mengikuti kemasan Monde Boromon.


3. Buat pola puzzle. Karena ini untuk anak usia 0-3 tahun, buat pola yang sederhana dan beri tanda dengan menuliskan angka di belakangnya.


4. Gunting sesuai pola.

5. Puzzle cantik pun sudah jadi! Mari bermain puzzle.


Stimulasi Motorik Kasar Si Kecil Usia 2 Tahun

Motorik Kasar adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot-otot besar. Misalnya seperti berdiri, duduk, berlari, bermain bola, melompat, memanjat dan merayap.

Saki sejak usia 7 bulan sudah pandai memajat tempat tidur dan teralis jendela kamar. Terkadang saya suka kaget dengan bayi, tidak hanya bayi laki-laki yang suka memanjat, bayi perempuan pun sama saja hehe 

Sekarang Saki suka banget turun naik tangga. Kalau ada tangga di tempat bermain, pasti yang ditujunya pertama kali adalah tangga. Selalu waspada, jangan meninggalkan si kecil sendirian, karena meskipun langkahnya sudah mantap, dia tetap harus diperhatikan.

naik turun tangga, kesukaan anak usia 1-2 tahun (docpri)
Saki juga suka bermain salto. Awalnya dia membungkukkan badannya, terus menempelkan kepalanya di bawah dan melebarkan kakinya, setelah itu dia menjatuhkan dirinya bergulung. Dia melakukannya tertawa-tawa, saya yang deg-degan hihihi

Ternyata kemampuan ini menunjukan bahwa otot-otot seluruh tubuhnya dapat berfungsi dengan baik. Koordinasi tangan dan kaki normal.

Saki suka melompat-lompat, katanya seperti kodok. Saki juga suka merangkak kalau ada kucing.  Dia meniru semua yang dilihatnya. Sampai akhirnya saya terinspirasi membuat sebuah lagu:

Lompat .. lompat .. lompat.. lompat .. lompat .. lompat
Lompat .. lompat .. lompat .. lompat.. lompat ...lompat .. lompat ...

jongkok ..jongkok ..jongkok ..jongkok ...jongkok ..jongkok 
jongkok..jongkok..jongkok..jongkok...jongkok...jongkok ..

lari .. lari..lari..lari..lari..lari..
lari..lari..lari..lari..lari..lari

Lagu ini sukses membuat anak-anak saya terhibur, karena Saki pandai melakukan apa yang disebutkan pada lirik lagu ...hihihi

Kemampuan Saki yang terbaru adalah berjalan di tepian jalan. Ini melatih keseimbangan tubuh berjalan di jalan yang sempit tanpa jatuh. 

Waktu itu, saya mengajak anak-anak menonton kakak Saki yang nomor 4 latihan karate. Kemudian setelah itu, kami tidak langsung pulang, tapi bermain dulu di sana.

Kakak-kakak berjalan di tepian jalan pembatas trek orang berlari dan pejalan kaki, Saki melihatnya dan dia pun meniru kakak-kakak melakukan latihan keseimbangan itu. 

Saki berlatih keseimbangan (docpri)
Setiap langkah yang dilakukannya dia nampak senang dan bersemangat. Jadi, akhirnya saya bergantian dengan kakaknya menemani Saki berjalan di trotoar kecil itu, sampai dia puas.

bolak balik sampai puas hehhe (docpri)
Setelah capek bermain, waktunya snack time!

Untuk mendukung tumbuh kembang Saki yang optimal, saya pilih-pilih dong snack yang dimakannya. Snack itu harus halal, sesuai dengan snack anak usia 1-2 tahun dan aman.

Makan snack Monde Boromon Cookies. Bermain makin semangat ^_^
Saya memberikan snack kesukaan Saki, Monde Boromon Cookies. Snack ini tak hanya disukai oleh Saki saja, tapi juga kakak-kakaknya pun sukaa ... heuheu

Jangan lupa mencuci tangan dulu ya. Kalau tidak ada air untuk mencuci tangan, saya biasanya membawa tisu basah untuk membasuh tangan Saki dan kakak-kakaknya. Baru kami makan.

Monde Boromon Cookies

Monde Boromon Cookies ini adalah kukis yang dipersembahkan oleh Monde spesial untuk anak-anak usia 1 - 5 tahun. Terbuat dari saripati kentang, gula dan telur. 

Monde Boromon Cookies, cookies spesial anak usia 1 - 5 tahun (doc.pri)
Monde Boromon Cookies ini gluten free dengan tambahan madu dan minyak ikan. Kukis ini juga memiliki tekstur yang lembut dan mudah mencair di mulut. Bentuknya bulat dan pas banget dengan jari-jari Saki. Jadi dia gak kesulitan saat memegang kukis dan memasukannya ke dalam mulutnya. Setelah ada di dalam mulut Saki, kukis akan segera meleleh, jadi aman banget, anak tidak akan tersedak sebab makan kukis berbentuk bulat ini. Mudah banget dikunyah dan ditelan.

Gluten Free, saripati kentang, ditambah madu dan minyak ikan (docpri)
Monde Boromon Cookies ini dulu juga menjadi pilihan saya saat si kakak sulung dan kakak tengah masih kecil. Waktu itu kami tinggal di Jepang, dan kukis ini menjadi snack anak-anak saya.

Teksturnya yang lembut dan mudah meleleh di mulut membuat saya merasa aman memberikan kukis ini. Makanya, si kakak dan si teteh sepertinya ingat dengan kukis masa kecilnya dan jadi ikut-ikutan makan kukis enak dan lezat ini. 

Oiya, dalam setiap 20 gr atau 1 bungkus cookies ini mengandung 3 mg omega-3 dan 3 mg DHA. Kedua zat ini penting banget dikonsumsi oleh anak-anak karena merupakan sumber nutrisi untuk otak.

nutrisi facts pertakaran sajinya 20gr (doc pri)
Selain itu, Monde Boromon Cookies ini sudah bersertifikat halal, jadi moms tidak perlu khawatir dengan status kehalalannya ya.

Halal desu ^_^ alhamdulillah (docpri)
Setiap pack Monde Boromon Cookies berisi 6 x 20 gr. Kemasannya kecil-kecil gitu tapi isi banyak. Cukup refresentatif, satu genggaman balita usia 1 -2 tahun. Moms, bisa membeli Monde Boromon Cookies ini secara online atau di toko-toko terdekat dengan harga Rp12.500 sahaja.

Boromon Kukis di Jogja Bogor 

Untuk mengetahui lebih jauh lagi mengenai Monde Boromon Cookies ini, moms bisa melayari:

Website Monde www.mondebiscuit.com 
IG: MondeBoromon
FB: Monde Boromon
Twitter: @mondeboromon

Nah, Moms, memberikan stimulasi untuk tumbuh kembang anak yang optimal tentu saja menjadi tugas kita sebagai orang tua ya, moms. Dan tak kalah pentingnya adalah memberikan makanan dan minuman yang mendukung kesehatannya. 

Tak bisa dipungkiri anak-anak kan suka banget makan cemilan, ya, Moms, maka menjadi tugas kita juga mencarikan cemilan yang berkhasiat untuk  kesehatan tubuhnya, dapat melatih motoriknya serta aman dikonsumi.

Setuju, moms?!

December 15, 2018

8 Tempat yang Wajib Kamu Datangi di Semarang Sebagai Mantan Mahasiswa

December 15, 2018 38 Comments

Hai, Moms, pernah gak moms merasakan getaran rindu yang hebat ketika tiba-tiba teman-teman kuliah mengirimi foto tempat-tempat yang sering kita datengin waktu kuliah dulu? Duh, rasanya dibawa terbang ke masa silam. Masa dua puluh lima tahun lalu, saat masih ungyu-unyu jadi mahasiswa baru, ketemu teman baru, ketemu suasana baru, kampus baru dan gebetan baru wkwkwk

Kalau sudah begini, harus banyak-banyak berdoa di dalam hati, semoga tidak terjadi cinta lama bersemi kembali, hihihi. Iya, kan, moms, tentu saja kenangan-kenangan manis akan bermunculan manja minta diperhatikan hehhe sementara kenangan buruk dan nelongsonya anak kost justru jadi pemanisnya meskipun sebenernya pait banget heuheu 

Dua puluh lima tahun yang lalu, ada anak perempuan berambut pendek mirip Lady Di, yang baru aja lulus SMA , penampilannya  culun, berkaos oblong, celana panjang jeans putih belel, berjaket hiphop, dengan sendal jepit andalan dan tas pinggang, pergi ke Semarang sendiri. Naik kereta ekonomi. Bawa duit pas-pasan, cuma Rp15.000,- itupun sudah dibelikan tiket kereta Rp9.000 sisa Rp7.000,- entah cukup atau tidak kalau balik lagi ke Bogor dengan uang segitu.

Sendiri di dalam kereta malam ekonomi, hanya dengan satu tekad, ingin berhijrah menuju kebaikan. Alhamdulillah, anak perempuan culun itu diterima di sebuah institut keguruan dan pendidikan negeri di kota Semarang (yang sekarang sudah berganti menjadi Universitas Semarang).

Allah Maha Baik, saat kuliah semester satu, anak perempuan itu mendapatkan hidayah dan mengenakkan pakaian takwa. Ia mengubah cara berpakaiannya dari tomboy menjadi anak perempuan yang feminim dan manis. Alhamdulillah, banyak kebaikan yang diraihnya setelah menjalani kehidupan setelah berhijrah.

Anak perempuan itu saya. Duh, kalau inget waktu itu, tak terasa air mata suka berlinangan sendiri. Allah sayang sama saya. Tanpa pertolongan Allah saya tidak akan menjadi seperti saya yang sekarang.

Saya (tengah) bersama teman-teman kost, 25 tahun lalu di rumah kost Sampangan.
Waktu jadi mahasiswa, meski hidup prihatin sebagai anak kost, alhamdulillah setiap lebaran saya masih bisa pulang ke Bogor naik kereta api ekonomi dan kembali lagi ke tempat kuliah dengan naik  bus ke Semarang

Kalau ingat zaman kuliah dulu, saya jadi ingin banget napak tilas ke Semarang bersama anak-anak saya dan suami. Ingin memperlihatkan tonggak sejarah seorang anak perempuan culun yang bukan siapa-siapa kemudian berubah menjadi seorang ibu pembelajar yang manis dan bersahaja ini (eheemm). 

Terus kalau sudah di Semarang, inilah 8 tempat yang wajib saya datangi.

1. Kampus Berwawasan Konservasi Universitas Semarang (UNNES).

Tahun 1993, saya mengikuti ujian kemasukan universitas negeri (UMPTN) di Semarang. Berbekal tekad yang membaja dan doa dari mama dan papa. Waktu itu saya memilih jurusan Tata Busana (IKIP Semarang) dan Antropologi (UI).   Alhamdulillah, tak sia-sia ujian di Semarang, saya lolos ujian seleksi dan diterima di IKIP Semarang. Mulai saat itu, saya menjadi "Orang Jawa" hehhee 

Pertama kali, saya tinggal bersama dengan kakak saya. Kebetulan, kakak ipar sedang tugas di Karantina Tumbuhan di Semarang. Setelah tugasnya selesai, saya kost di dekat kampus yang dulu masih di Jalan Kelud.

Kampusku sekarang, UNNES (google)
Dari awal perkuliahan, jurusan saya yang sering pindah-pindah kuliah. Dari awal kuliah di Jalan Kelud, terus ke Bendan, pindah lagi ke Gunung Pati. Jadi bingung mau kost dimana. Alhamdulillah, sebagai mahasiswa, dulu saya ada tempat tinggal yang gak bikin bingung, hihihi saya menginap di rumah sahaabat saya yang akhirnya menjadi sodara sepupu, karena menikah dengan sodara sepupu saya hihihi

Itulah, rejeki dari Allah, bertemu dengan orang-orang yang baik dan saudara yang baik.

Sekarang IKIP Semarang sudah berganti nama menjadi Universitas Semarang. Kampusnya di Gunung Pati sudah cantik banget. Makanya saya ingin sekali bisa napak tilas ke sana. Ingin menjejakan kembali kampus yang luar biasa itu. Yang memiliki tanah yang tidak stabil. Kalau naik bis dari Sampangan ke Gunung Pati, bis bisa miring-miring begitu dan tentu saja dengan kondisi jalan yang luar biasa mengerikannya. 

Hiburan satu-satunya adalah pemandangan alam yang indah. Meskipun lelah di dalam bis. Empet-empetan dengan bau kelek mahasiswa, tapi Allah beri kami hiburan pemandangan alam yang masih asri dan menyejukkkan mata.

Dengar dari kabar teman-teman, sekarang Gunung Pati dah banyak perumahan bagus dan tumbuh villa. Ada taman wisata juga, dah rame lah intinya. Jadi makin mupeng kan jadinya heuheu

2. Masjid Jami' Ulul Albab Kampus UNNES

Nah, saya juga ingin sekali napak tilas ke masjid ini. Di masjid ini pertama kali saya dicemplungi untuk berani mengisi sebuah Kajian Muslimah. Waktu itu, saya diminta untuk mengisi Kajian Muslimah tentang Seni Merawat Diri. Yah, karena saya kan kuliah di jurusan Tata Busana, tentu saja saya dekat dengan mata kuliah perawatan diri. Ini dikaitkan dengan seni merawat diri seorang muslimah.

Pertama kali mengisi kajian, tentu saja ini menjadi challenge bagi saya. Tantangannya banyak, salah satunya mengusir grogi dan menumbuhkan percaya diri pada diri sendiri. Jujur, deg-degan banget hahaha sampe kayaknya banyak banget salahnya saat itu.

Sayang, gak ada yang moto hihihi jadi kenangan itu hanya tesimpan indah di dalam hati. Pengalaman pertama yang sungguh bikin malu sekaligus bikin bangga sih hahhaa jadi motivasi untuk terus belajar.

Masjid Ulil Albab (situs masjid ulil albab http://masjid.unnes.ac.id/)

Dulu, saya sempat merasa, kayaknya saya salah ngambil jurusan. Setelah berhijrah saya kebingungan dengan larangan ini dan itu dalam agama. Maklum baru belajar, jadi takut salah melangkah. Tadinya saya mau pindah ke jurusan Bahasa Inggris. Tapi dapat nasehat dari kakak, semua ilmu itu ada manfaatnya. Bisa jadi langsung keliatan bisa jadi ditangguhkan. Dan memang demikianlah adanya. Hingga, alhamdulillah saya bisa menyelesaikan kuliah dalam watu 5 tahun. (lamaa yaa hihihi)

3. Perpustakaan UNNES

Perpustakaan IKIP Semarang atau sekarang namanya UNNES, dulu tempat saya nongkrong nyari bahan skripsi. Kadang juga tempat berteduh dan mendinginkan badan hihihi.

Enak banget hawa di perpustakaan ini. Setelah berjalan kaki jauh dari pintu pagar perpustakaan, begitu sampai di dalamnya, ademm banget.

Pepustakaan ini juga lumayan lengkap juga dan nyaman. Makanya wajib hukumnya saya datang ke perpustakaan ini agar saya bisa merasakan lagi aura 20 tahun lalu ditengah modernisasi saat ini hehhe.

Selain perpustakaan Unnes, saya juga kerap ke perpustakaan daerah Jawa Tengah di jalan Sri Wijaya. Duh kangennya masa-masa jadi mahasiswa. Aroma perjuangannya di mulai di perpustakaan ini. Jadi kangennnn ...

4. Masjid Baiturrahman Semarang

Masjid ini letaknya di jalan utama kota Semarang. Kalau saya lewat ke Simpang Lima, pasti saya sempatkan shalat di Masjid kebanggaan orang Semarang ini. Suasana adem dan menenangkan kalau sudah berada di dalamnya.

Setiap hari Ahad, ada kegiatan drum band di masjid ini. Suka banget melihatnya. 

di Masjid Baiturrahman, 20 tahun lalu :-)
5. Simpang Lima

Kalau sedang jenuh dan ingin refresing, biasanya saya ke Simpang Lima bersama teman-teman. Simpang Lima ini adalah sebuah lapangan yang berada tepat di tengah kota Semarang. Disebut Simpang Lima karena merupakan tempat pertemuan dari lima jalan yang menyatu, yaitu Jalan Pahlawan, jalan Pandanaran, jalan Ahmad Yani, jalan Gajah Mada dan jalan Ahmad Dahlan

Pernah waktu krisis ekonomi tahun 1996, saya dan teman teman menuju ke Simpang LIma untuk mengikuti aksi gerakan mahasiswa untuk reformasi. Waktu itu, lumayan genting juga, hingga akhirnya, saya dan teman-teman tidak jadi berkumpul di lapangan sebab ada informasi, agar mahasiswa perempuan kembali ke kampus. 

Simpang Lima, kini (credit: reviewsemarang.com)
Oiya, di Simpang Lima ini juga menjadi ajang kumpul keluarga yang murah meriah. Di Simpang Lima juga ada Matahari Mall dan Ciputra Mall kalau ga salah ya. Kalau sore dikit aja, banyak warung angkringan yang murah meriah. Tapi awas ya, bagi kita yang muslim, hati-hati, sebab di warung angkringan ini juga menjual masakan Maros (darah yang dibekukan, bentuknya seperti hati) dan daging anjing. Banyak kok kuliner yang halal dan enak di daerah ini. Jadi jangan khawatir yaa :-)

6. Pasar Johar Semarang

Pasar Johar adalah pasar yang sering banget saya datangi bersama teman-teman. Karena kuliah saya di Tata Busana, maka banyak sekali tugas yang berhubungan dengan perkainan dan alat menjahit. Dan itu saya dapat lengkapi di Pasar Johar.

Pasar Johar (situs jejakpiknik.com)
Pasar Johar ini letaknya di kota lama. Berdekatan dengan Lawang Sewu dan Kantor Pos.

Pasar Johar ini adalah pasar terbesar di Kota Semarang. Belanja kain di Pasar Johar ini jadi ajang wisata juga lho. Dulu itu kerudung saya, saya jahit sendiri. Saya beli kainnya di pasar Johar dan itu beneran ngirit banget. Dengan warna kain yang warna warni dan bahan yang bagus, saya bisa menghemat pengeluaran pembelian kerudung lebih banyak.

Makanya dulu saya sempat kaget juga dengan harga kerudung yang harganya hampir seratusan, duh, enak jaman saya dulu, kerudung segi empat ukuan 1,5 x 1,5 M, hanya Rp15,000 sahaja. Tapi kan itu jaman waktu makan di warung bisa 500 rupiah ya hihihi Bayar SPP juga cuma Rp175,000., ye kannn ..

Di Pasar Johar, pernah juga saya kecopetan. Gak ada duitnya sih, pas banget cuma bawa duit 5000 rupiah. Yang saya keselin adalah, itu dompet yang diambil maling, dompet saya dari temen saya yang dari Aberdein, Scotland.  Plis deh, palingan itu dompet dibuang ke tempat sampah karena enggak ada duitnya. Sampai sekarang saya terkenang banget sama itu dompet dan selalu berujung kesel sama copet.

Jadi, be carefull ya, Moms. Tapi sekarang sih katanya Pasar Johar sudah relokasi dan sudah direnovasi ya. Lebih cantik dan lebih aman. Jadi tambah mupeng deh main ke Semarang terus ke Pasar Johar.

7. Kantor Pos Semarang

Nah, salah satu tempat yang wajib saya datangi salah satunya adalah Kantor Pos Semarang. Tempat saya merasa bahagia banget, karena bisa mencairkan wesel yang dikirim oleh papa. 


Kantor Pos Semarang (situs kantor pos Semarang)
Kantor Pos Semarang ini letaknya di kota lama Semarang. Bangunannya besar dan merupakan hasil karya arsitektur zaman Belanda. Kantor Pos ini besar banget dan kalau saya berada di dalamnya, seperti dalam film-film zaman dulu tea. Klasik banget. Meski ada rasa aneh dan agak takut gitu hehe apalagi kalau malem-malem lewat sini. 

Tapi, jujur saya ingin sekali datang lagi ke kantor pos ini. Nostalgia merasakan kebahagiaan sebagai anak kost hihihi Kerasa banget kayaknya setiap perak uang saat itu, beneran bersyukur banget sampai bisa melewatinya masa-masa susah dan senang dengan baik.


8. Lawang Sewu

Lawang Sewu adalah gedung gedung bersejarah di Indonesia yang berlokasi di Kota Semarang, Jawa Tengah. Gedung ini, dahulu yang merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907.

Nah, Lawang Sewu ini yang belum pernah saya datangin nih. iya, beneran, Moms. Lima tahun di Semarang, dan mendengar cerita mistis dari Lawang Sewu membuat saya jeri untuk sekadar lewat di Lawang Sewu.

Lawang Sewu (credit www.ilhamsadli.com)
Lawang Sewu ini sering saya lewati kalau saya hendak ke Pasar Johar. Di sebelahnya Lawang Sewu, kalau tidak salah ada Sinagog juga di dekat situ. Jadi kalau lewat situ kayaknya muram dan suram banget. Itu dulu yaaa ...

Sekarang Lawang Sewu sudah semakin cantik dan tidak menyeramkan. Menjadi salah satu destinasi pariwisata Semarang.

Lawang Sewu di malam hari (credit: www.ilhamsadli.com)

Tuh, cakep ya, Lawang Sewu di malam hari. Sudah enggak mengerikan lagi, kan ya. hehhe Jadi makin mupeng ke Lawang Sewu. Nyesel banget pas jadi mahasiswa saya penakut banget hihhi

Nah, moms, jadi kemana kita berlibur nih? Hayuk kita napak tilas aja, yuk. Sambil memberikan edukasi kepada anak-anak bahwa menjadi mahasiswa perantau dan anak kost yang hidup prihatin itu menyenangkan.

Follow Us @tutiarien