Ada Akhmad Sobirin Ada Gula Semut

Ada Akhmad Sobirin Ada Gula Semut

8 comments

Ada Akhmad Sobirin ada gula semut, mungkin peribahasa ini paling bisa mewakili keberhasilan Kabupaten Banyumas dalam export gula semut. Mungkin Moms sama seperti saya, tidak familiar dengan yang namanya gula semut.

ada akhmad sobirin ada gula semut

Sebenarnya apa ya yang dimaksud dengan gula semut? apakah sama dengan gula kastor?

Rasa penasaran itulah membawa saya akhirnya mencari tahu apa sih gula semut dan akhirnya jadi tahu bahwa di Banyumas ada pabrik gula semut yang berhasil export ke mancanegara. Wah keren banget, ya. Ternyata penggagasnya adalah seorang pemuda bernama Akhmad Sobirin. 

Siapakah Akhmad Sobirin?

Akhmad Sobirin adalah seorang pemuda lulusan Teknik Mesin UGM. Sejak usia 26 tahun, lulusan UGM ini bertekad kembali lagi ke desanya di Desa Semedo, Banyumas untuk membangun desanya. Desa Semedo terkenal dengan produk gula kelapanya. Sehingga Pak Akhmad Sobirin mencoba untuk mengambil peluang pangsa pasar luar negeri dengan mengubah gula kelapa menjadi gula semut.

Wah, keren banget, yaa. Inilah yang dimaksud dengan pemuda yang penuh motivasi dan berjiwa inovasi yaa. Untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat di Desa Semedo, Pak Akhmad Sobirin memang sudah akrab dengan usaha membuat gula kelapa ini karena seluruh keluarganya adalah petani kelapa dan pengrajin gula kelapa. Dia pun sudah sudah merintis Semedo Manise yaitu produk gula semut yang setiap bulannya mencapai produksi 100 ton. Luar biasa!

Oleh sebab itulah dia tidak ingin sukses sendiri, 100 ton sebulan itu dia mengajak warga masyarakat di desanya untuk beralih mengolah gula kelapa menjadi gula semut dan hasilnya mereka export ke luar negeri.

Akhmad Sobirin
Desa Semedo, Desa Penghasil Gula Kelapa Organik
Selain mengajak warga masyarakat disekitarnya beralih memproduksi gula semut, Pak Akhmad Sobirin juga mendirikan koperasi usaha bersama (KUBE) Manggar Jaya pada tahun 2012. Alhamdulillah dengan berdirinya koperasi ini, desa Semedo bebas dari tengkulak atau ijon yang selama ini merugikan petani kelapa dan petani gula.

Setelah berdirinya koperasi usaha bersama ini dan expor gula semut lancar dilakukan ke luar negeri, petani gula pun meraih kesejahteraan dengan peningkatan pendapatan dari asalnya dari 13.000/kg meningkat menjadi 20.000 per kilo. 

Wah luar biasa memang ya usahanya Pak Akhmad Sobirin ini. Jadi memang sudah tepat sekali jika beliau meraih penghargaan Satu Indonesia Awards pada tahun 2016 karena berhasil mensejahterakan warga desanya dan desanya menjadi desa yang terkenal sebagai desa pengrajin gula semut di Banyumas.

Apa itu Gula Semut?

Di dunia ini terdapat berbagai macam gula yang biasa dikonsumsi oleh manusia. Saya sendiri mengenal beberapa macam gula, seperti gula merah atau gula jawa baik itu bentuknya batok kelapa maupun yang bentuknya batangan. Biasanya saya gunakan gula merah untuk bumbu masak, pakai sedikit saja, jadinya enak, untuk membuat bubur kacang hijau atau kuah bubur sumsum.

Lalu ada gula pasir, biasanya sih saya pakai untuk membuat kue atau memaniskan air teh atau sirup untuk membuat es buah. Gula bubuk untuk membuat kue kering atau menjadi toping kue donat.

Gula semut?

Baru saja mendengar tentang gula semut. Saya kira teman saya bercyanda dia, ternyata memang ada yang namanya gula semut. Akhirnya saya browsing dong, apa sih yang dimaksud dengan gula semut. Kok lucu sih namanya, iya kann..

gula semut
Gula semut yang diproduksi oleh Pak Akhmad Sobirin, Gula Semut Semedo Manise

Gula semut adalah gula merah yang disajikan bubuk, jadi bentuknya seperti bubukan rumah semut. Pasti moms pernah lihat kan rumah semut di tanah? Nah, seperti itulah ilustrasi gula semut itu. Warnanya kecokelatan dan bentuknya bubuk.

Gula semut merupakan pemanis alami organik yang terbuat dari nira pohon aren (arenga pinnata) atau biasa kita sebut buahnya itu buat kolang kaling/siwalan. Kalau masyarakat Malaysia 

Gula semut ini proses pembuatannya agak rumit karena gula merah yang sudah jadi kemudian dicincang halus kemudian disangrai kembali di atas api dalam waktu 2 jam sampai terbentuk bubukan yang halus dan siap dipasarkan.

Kandungan Gula Semut

Moms, ternyata kandungan gula semut ini lebih sehat dibandingkan gula lainnya, lho. Di dalam gula semut organik ini terdapat vitamin B1 (Thiamin) yang dapat memperkuat sistem syaraf, Vitamin B3 yang dapat menghaluskan kulit, Vitamin B6 yang dapat membantu memproduksi sel darah merah serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Gula semut juga mengandung niacin yang mampu mengontrol kolesterol di dalam tubuh.

Wah, ternyata bagus banget, yaa kandungan gula semut ini dibandingkan gula lainnya. Pantas saja orang luar negeri doyan banget menggukan gula semut ini. Kalau sudah tahu begini, kan, memang baiknya pindah menggunakan gula semut, ya, agar kita masih bisa makan yang manis-manis.

Dulu ketika zaman SMA, saya kan anak pramuka. Setiap ada kegiatan hiking atau perkemahan saya selalu dibekali gula oleh mama. Katanya dengan makan gula merah saat perjalanan membuat saya tidak kehabisan energi. 

Wah ternyata mama saya benar. Gula merah banyak manfaatnya untuk tubuh kita. Terutama setelah dijadikan gula semut, karena selain memberi energi juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh juga.

Simpulan

Sebegitu besar manfaat gula semut bagi kesehatan tubuh manusia sehingga keberadaannya sangat membantu manusia dalam mendapatkan gula organik untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah pak Akhmad Sobirin bisa mengalihkan gula merah biasa menjadi gula semut sehingga gula yang berguna ini menjadi lebih unggul manfaatnya bagi kesehatan.

Pak Akhmad Sobirin akhirnya mendapatkan anugerah Satu Indonesia Awards 2016 atas jasanya memajukan desa dan juga meningkatkan manfaat dari gula merah biasa menjadi gula semut.

Jadi, kalau saya bilang ada Akhmad Sobirin ada gula semut, itu sungguh tidak mengada-ada, bukan?

Moms sudah mencoba mengkonsumsi gula semut? Yuk, gunakan gula semut sekarang untuk konsumsi gula sehari-hari.

Referensi:

1.https://www.brilio.net/creator/ini-5-manfaat-gula-semut-atau-gula-kristal-bagi-kesehatan-9133d4.html

2. https://islandsunindonesia.com/id/kenali-perbedaan-brown-sugar-palm-sugar/

3. http://banyumas.pks.id/2017/05/sobirin-tinggalkan-cita-cita-hidup-di.html

Sri Widiyastuti
Saya ibu rumah tangga dengan 6 orang anak. Pernah tinggal di Jepang dan Malaysia. Isi blog ini sebagian besar bercerita tentang lifestyle, parenting (pengasuhan anak) dan segala sesuatu yang berkaitan dengan keluarga dan perempuan. Untuk kerjasama silakan hubungi saya melalui email: sri.widiyastuti@gmail.com

Related Posts

8 comments

  1. Aku jarang sedia Gula Semut di rumah, tapi di daerahku ada yang bikin gula tebu. Btw, ternyata banyak juga ya manfaatnya dibanding gula lain. Yang penting enggak berlebihan saja mengonsumsinya

    ReplyDelete
  2. Keren banget ya Pak Sobirin ini, bisa mengalihkan dari penggunaan gula. Merah ke gula semut, saya belum pernah mencoba gula semut ini mba Sri, penasaran dengan rasanya

    ReplyDelete
  3. Suamiku suka bikin kopi dengan gula semut Mbk, kadang dikasih oleh petani langsung. Rasanya enak.

    ReplyDelete
  4. Aku kudet nih, Teh, baru tahu kalau Kabupaten Banyumas berhasil dalam export gula semut. Hebat ya Mas Sobirin, semakin sukses ya buat Banyumas

    ReplyDelete
  5. Aku tuh konsumsi gula cuma pas buat minum teh, pun pas masak juga jarang pake gula. Udah lama sih aslinya pengen pindah ke gula semut. Soalnya kayaknya sodaraku yg masih tinggal di Bandung itu gak pake gulput kalo minum teh, tapi pake gula nira.

    ReplyDelete
  6. hebat banget ya Mbak, gula semutnya itu bisa sampai di expor.
    sekarang jadi tahu juga nih tentang gula semut dan manfaatnya, jadi penasaran lho pengen lihat juga :)

    ReplyDelete
  7. Saya tau gula semut ini dari teman, katanya itu jajanan semasa SD gitu. Ternyata bisa buat topping donat dan kue lainnya ya. Jadi tertarik untuk beli :D

    ReplyDelete
  8. wahh saya baru dengar ada namanya gula semut. dan ternyata gula semut ini bermanfaat untuk kesehatan yaa. jadi penasaran pengen konsumsi gula semut juga deh

    ReplyDelete

Post a Comment

iframe komentar