Pafi Kota Probolinggo Informasi dan Solusi Kefarmasian

Pafi Kota Probolinggo Informasi dan Solusi Kefarmasian

Pafi Kota Probolinggo Informasi dan Solusi Kefarmasian. Moms, tahun ajaran tahun ini sebulan lagi akan berakhir. Tentu kakak kelas 12 sudah mulai mencari tempat kuliah yang sesuai dengan passion dan minatnya. Malah sudah ada yang mendapatkan tempat kuliah dan prodi yang diidamkan lewat jalur SNBP atau jalur rapor. Alhamdulillah selamat yaa buat kakak-kakak SMA.

Pafi Kota Probolinggo
Gambar berasal dari id.pngtree.com

Saya pun demikian. Abang, anakku nomor tiga, tak terasa dia tahun ini pun akhirnya lulus dari jenjang pendidikan SMA. Hanya saja, sepertinya dia akan gap year karena konsekuensi dari mondok di Akademi Hufaz Gemma dia harus melaksanakan pengabdian sebagai guru Al Quran di sebuah tempat yang sudah ditentukan.

Nah, sementara itu, tentu masih ada waktu untuk memberikan informasi sebanyak-banyaknya terkait dengan program studi atau jurusan yang bisa dia ambil disesuaikan dengan passion atau minat dia dalam bidang tertentu sebagai bekal masa depannya.

Yah, meskipun saat ini sedang viral nih, katanya kuliah mah bukan kebutuhan primer tapi kebutuhan tersier. Au ah, terpenting di keluarga saya, kuliah tetaplah menjadi kebutuhan primer. Anak yang mengenyam pendidikan tinggi dan tidak, beda loh pola pikirnya. Itu sih pandanganku ya, sesuai dengan pengalamanku selama ini. Mungkin saja saya salah, moms bisa menambah komentar untuk itu yaa.

Oiya, saya jadi teringat dengan obrolan saya dengan seorang moms tentang bakat dan minat anak. Terutama yang berhubungan dengan cita-citanya di masa depan. Saya sendiri selalu berusaha mendorong anak untuk senantiasa menggali dulu apa sih minat anak sebelum menentukan akan kuliah jurusan apa dan di mana, sehingga tidak ada kata "menyesal" atau "salah jurusan" ketika sudah selesai kuliah.

Okey, kembali lagi kepada bahasan artikel ini, Pafi Kota Probolinggo informasi dan solusi kefarmasian, saya jadi teringat dengan 2 teman saya yang sekarang sudah menjadi professor di bidang kefarmasian, dua professor muda dan cantik yang berkhidmat di UI, yaitu Prof. apt. Silvia Surini, S.Si., M.Pharms, Sc., Ph.D dan Prof. apt. Rani Sauriasari, S.Si., M.Med.Sci., Ph.D, keduanya saya kenal ketika kami tinggal di Jepang. Alhamdulillah dalam usia muda, mereka meraih gelar profesor di bidang farmasi.

So, banyak jurusan bidang studi yang bisa diambil anak-anak agar mereka bisa memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara di bidang kesehatan, sebagai apoteker. Tugas mulianya selain memberikan obat di apotik adalah mengatur regulasi obat-obatan yang beredar.

Orang-orang yang berjasa dalam kesehatan kita itu tidak hanya dokter dan perawat saja, namun ada apoteker yang memberikan penjelasan jenis obat, cara penggunaan obat dan mencarikan obat yang diresepkan oleh dokter kepada kita.

Jadi menurutku terkadang orang tua luput memberikan informasi profesi apoteker kepada anak karena biasanya orang tua menawarkan anak-anak kuliah di bidang yang populer saja, seperti kedokteran, teknik sipil, bahasa, pendidikan, dan lain sebagainya.

Apa itu Profesi Apoteker?

Mungkin, kita punya pandangan bahwa apoteker kerjaannya cuma jualan obat di apotek atau memberikan obat yang diresepkan dokter. Pemahaman itu tidak salah juga, karena begitulah apoteker dalam pandangan kita sebagai masyarakat awam.

Persatuan Apoteker Farmasi Indonesia Kota Probolinggo
sumber: google

Namun jika kita telaah dengan lebih dalam, dari berbagai sumber yang saya baca, simpulannya menyatakan bahwa; apoteker adalah seorang profesional di bidang medis yang memiliki kemampuan dalam pengolahan obat. Seorang apoteker harus menjalani pendidikan khusus terkait obat-obatan sehingga dia harus memahami peran obat untuk seorang pasien tertentu, akrab dengan susunan biokimia sebuah obat sehingga dia mengetahui dengan jelas manfaat obat, efek samping obat, keterkaitan obat dan implikasi jangka panjangnya kepada pasien. Oleh karena itu apoteker bekerja sama dengan dokter, perawat dan bagian farmasi. Seorang apoteker bertugas memberikan pelayanan memberikan obat yang direkomendasikan dokter dan dapat turut serta dalam penelitian terhadap berbagai jenis obat yang beredar di masyarakat juga menyusun regulasi terkait berbagai obat yang beredar di tengah masyarakat.

Makanya, saya suka cerewet bertanya kepada apoteker tentang obat yang diresepkan dokter karena apotekerlah yang jelas lebih tahu manfaat dan efek samping dari penggunaan obat kepada tubuh kita. Memahami obat yang kita minum akan memberikan efek yang jauh lebih baik sehingga kita juga jadi disiplin dalam penggunaannya.

Apoteker Kuliah Jurusan Apa?

Untuk menjadi seorang apoteker, seseorang harus menempuh kuliah S-1 Program Studi Farmasi di Fakultas Farmasi. Program studi ini ditempuh dalam waktu 4 tahun. Nanti setelah lulus mendapat gelar S.Farm. Kemudian lanjut mengambil Program Studi Profesi Apoteker di Fakultas Farmasi selama 1 tahun agar mendapat gelar Apt (Apoteker). 

Apa Syarat Menjadi Apoteker?

Syaratnya seperti yang dijelaskan di atas, lulusan SMA harus kuliah di program studi Farmasi, lalu lanjut mengikuti kuliah setahun ambil program studi profesi apoteker. Lalu jangan lupa, magang di apoteker terlisensi agar wawasan dan pengalaman kamu menjadi lebih luas lagi dan tentu saja akan bisa siap bekerja sebagai apoteker.

Jika sudah lulus dan siap menjadi apoteker, sebelum menjadi apoteker kamu juga harus mengikuti ujian kompetensi sebagai apoteker yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Kamu bisa baca jadwal dan persyaratan ujian kompetensi profesi apoteker di laman Uknakes Kemendikbud.

Setelah mengikuti ujian kompetensi profesi apoteker dan kamu dinyatakan lulus, jangan lupa menjadi anggota Persatuan Ahli Farmasi Indonesia Kota Probolinggo agar kamu terhubung dengan rekan-rekan seprofesi apoteker dan bisa mengembangkan diri lebih luas lagi dalam jaringan apoteker di Indonesia.

Banyak manfaat dengan menjadi member di Persatuan Ahli Farmasi Indonesia Kota Probolinggo salah satunya adalah banyak seminar dan informasi terkait bidang Apoteker serta informasi terkait regulasi profesi apoteker.

Sri Widiyastuti
Saya ibu rumah tangga dengan 6 orang anak. Pernah tinggal di Jepang dan Malaysia. Isi blog ini sebagian besar bercerita tentang lifestyle, parenting (pengasuhan anak) dan segala sesuatu yang berkaitan dengan keluarga dan perempuan. Untuk kerjasama silakan hubungi saya melalui email: sri.widiyastuti@gmail.com

Related Posts

Post a Comment