Elsa Maharani Berdayakan Ekonomi Ibu Rumah Tangga

Elsa Maharani Berdayakan Ekonomi Ibu Rumah Tangga

2 comments

 Membaca profil pemenang Satu Indonesia Awards 2020 Elsa Maharani berdayakan ibu rumah tangga dengan mewujudkan Kampung Jahit di Kota Padang sungguh membuatku berdecak kagum. Ini pasti jalan perjuangannya luar biasa sekali.

Elsa Maharani berdayakan ibu rumah tangga

Yap, saya pernah merasakan perjuangan itu, pada tahun 2009 kalau tidak salah. Waktu itu anak-anak saya masih kecil-kecil dan baru pulang dari Jepang. Saya diminta membantu Yasmina Foundation (waktu itu namanya masih Yayasan Zaitun) untuk menjadi salah satu volunteer dalam pemberdayaan perempuan di daerah Cinangneng, Kabupaten Bogor. 

Namanya ke desa, yaa, masyaAllah perjalanannya seperti sedang melakukan journey adventure. Gonta-ganti angkot berapa kali itu, yaa. Sampai di depan mulut jalan menuju desa masih harus naik odong-odong yang jaraknya pun tidak dekat. Naik turun bukit, dari perumahan padat sampai hanya hamparan sawah, akhirnya sampai juga ke desa tersebut. 

Alhamdulillah meski saya membawa 4 orang anak, tapi mereka semua menikmati perjalanan. Yap, dasarnya saya emang sering bawa buntut kemana-mana, jadi mereka sudah biasa diajak perjalanan seperti itu. Alhamdulillah semua aman terkendali.

Nah, terus di desa itu saya volunteer sebagai apa?

Sebagai seorang lulusan Pendidikan Tata Busana, saya diminta mengampu kelas menjahit dasar untuk ibu-ibu di kampung Cinangneng selama 3 bulan. Program ini adalah program kerja sama antara Yasmina Foundation dan pendanaan internasional. 

Dalam kelas menjahit dasar itu saya mengajarkan cara membuat pola dan cara menjahit dengan mesin jahit. Waktu itu ibu-ibu praktiknya membuat gamis sederhana dan jilbab. 

Alhamdulillah saya dengar dari fasilitator yang mendampingi pemberdayaan ibu-ibu, akhirnya mereka memiliki pekerjaan sebagai penjahit gamis dan jilbab syar'i yang pada tahun itu belum seberapa booming seperti saat ini, kan, yaa. Dan mereka sukses dalam usaha mereka ini.

Alhamdulillah, saya senang sekali.

Sayangnya, saya tidak bisa silaturahim ke ibu-ibu tersebut dan melihat keberhasilan mereka, karena saya pada tahun 2010 hijrah ke Malaysia mengikuti suami. Jadi saya tahun 2010 boyongan lagi deh ke Malaysia.

Terus apa kaitannya dengan pemenang Satu Indonesia Awards 2020 itu?

Ehm, kaitannya adalah betapa saya sangat kagum kepada ketekunan ibu Elsa Maharani, begitu nama beliau yang merintis Kampung Jahit yang sekarang berkembang menjadi produsen busana muslim di Kota Padang.

Untuk mengenalnya, yuk kita kenalan dulu sama ibu Elsa Maharani, penggagas Kampung Jahit di Padang,

Elsa Maharani, Pelopor Kampung Jahit di Kota Padang

Ibu Elsa Maharani ini seorang ibu dengan 2 orang anak yang lucu-lucu. Ia lahir di Kota Padang pada 5 Maret 1990. Bersama suaminya Fajri Gufran Zainal, ia membangun Kampung Jahit di daerah Kuranji, Kota Padang.

Kampung jahit


Perjuangan ibu Elsa membangun Kampung Jahit ini berangkat dari keresahannya melihat tingkat kesejahteraan keluarga terutama di kampungnya itu yang belum sejahtera dalam bidang kesehatan, bidang pendidikan dan bidang mata pencaharian. Sehingga ibu Elsa berpikir, bagaimana jika ia bisa membuat sebuah tempat yang bisa membuat keluarga di kampung tersebut meningkat kesejahteraannya,

Oleh karena itulah, ia menggagas sebuah ide membuat Kampung Jahit di kampung Kuranji. Dengan berbekal modal 3 juta rupiah, ia mulai mengajak ibu-ibu untuk belajar menjahit dan menjadi penjahit untuk produk gamis dan kerudung yang menjadi salah satu produk unggulannya.

Hal ini juga berawal dari jiwa entrepreunernya sebagai seorang produsen yang menjual gamis dan kerudung, yang kebanyakan barangnya diambil dari pulau Jawa. Hal ini setelah dihitung berat diongkos. Oleh karena itulah terbit ide untuk membuat sendiri gamis dan kerudung sehingga akan menekan ongkos kirim.

Sukses Bersama Kampung Jahit

Alhamdulillah setelah ditekuni, dari 10 orang yang telah diberdayakan oleh Elsa Maharani lewat brand Maharrani Hijab kini dapat memberdayakan 100 orang yang telah tergabung menjadi reseller produknya.

MasyaAllah luar biasa.

Tidak tangung-tanggung, ibu rumah tangga di sekitarnya pun meraup keuntungan sebagai penjahit gamis produk brand Maharrani Hijab ini mendapatkan gaji jutaan. Alhamdulillah.

Akhirnya, apa yang diimpikannya pun tercapai. Membangun kesejahteraan keluarga di lingkungan Kampung Kuranji, Kota Padang. Keluarga disekitar rumahnya itu bisa memberikan kesejahteraan kepada keluarganya baik dari segi pendidikan, kesehatan dan mata pencaharian yang layak.

Simpulan

Pembangunan bangsa lewat pemberdayaan ibu rumah tangga menjadi semakin nyata bisa dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga juga. Lewat tujuan mulianya mensejahterakan kehidupan sesama ibu rumah tangga di kampungnya, Ibu Elsa Maharani dapat memberikan pekerjaan yang layak untuk ibu rumah tangga di sekitarnya.

Pemenang Satu Indonesia Awards 2020 Elsa Maharani berdayakan ibu rumah tangga ini patut menjadi percontohan bagi ibu-ibu di mana pun berada untuk memiliki keterampilan di bidang keterampilan baik busana, maupun keterampilan lainnya. Sehingga akan memberikan dampak positif bagi kehidupan pribadi juga keluarga. 

Terima kasih ibu Elsa Maharani. Banyak hikmah yang bisa dipetik dari kisah hidup ibu membesarkan Kampung Jahit di Kuranji, Kota Padang.

Referensi:

https://olret.viva.co.id/news/10546-elsa-maharani-wanita-bersahaja-pelopor-penjahit-asa-perempuan-dari-kota-padang

Sri Widiyastuti
Saya ibu rumah tangga dengan 6 orang anak. Pernah tinggal di Jepang dan Malaysia. Isi blog ini sebagian besar bercerita tentang lifestyle, parenting (pengasuhan anak) dan segala sesuatu yang berkaitan dengan keluarga dan perempuan. Untuk kerjasama silakan hubungi saya melalui email: sri.widiyastuti@gmail.com

Related Posts

2 comments

  1. Waahh kereen, ada pembahasan tentang Uni Elsa di sini.
    saya salah satu reseller Maharrani lho Mbak, walau gak aktif sih karena sebenarnya ikut reseller biar sekalian bisa dapat harga member juga kalau belanja produknya, karena emang sesuka itu dengan produk-produk Maharrani.
    Uni Elsa ini awalnya juga ada partnernya yang juga sepupunya sendiri, Uni Yana yang sekarang stay di Depok. :)

    ReplyDelete
  2. Salah satu keterampilan yang ingin saya kuasai sejak dulu adalah menjahit. Entah mengapa, di pikiranku, perempuan yang bisa jahit itu keren dan pasti bisa menghasilkan. Sayangnya sampe hari ini saya belum kesampaian kursus jahit karena di kota kami gak ada yang buka kursus, huhuhu

    ReplyDelete

Post a Comment

iframe komentar