October 27, 2012

# aktivitas anak-anak # curhat bunda

Celoteh Anak-anak

Hari selasa yang lalu, jalan-jalan sama anak-anak sangat menyenangkan. Kakak yang sedang panas badannya, mendadak reda. melihat keceriaannya, menunjukan bahwa jalan-jalan dan bermain adalah nikmat yang sangat luar biasa bagi anak-anak. Lihat saja, tidak ada kata jalan bagi abang, dia ingin jalan sambil lari, "Abang ga cape umi, abang hebat.." begitu kata anakku yang nomer 3.

Mendengarkan celoteh anak-anak, bak mendapatkan pelajaran dari guru-guru mungil. Di sela-sela jalan kaki menuju rumah teman umi, anak-anak asyik sekali mengomentari rumah-rumah yang terlihat di kiri dan kanan jalan. Perumahan yang bersih dan asri, tidak ramai kendaraan dan beragam bangunan yang membuat anak-anak gak tahan untuk tidak komentar.


"huuiii..rumahnya bagus banget..besar.." seru si kakak menunjuk rumah besar di sebrang jalan.
"umi, kalo rumah ifah kaya atau sederhana?" tanya teteh, anak nomer 2. dia menanyakan kondisi rumah temannya yang kebetulan ada disekitar perumahan itu.
"sederhana teh". sahutku pendek.."memangnya kenapa?" lanjutku
"iya, orang muslim kan rumahnya sederhana yah" jawab teteh
"orang muslim juga boleh kaya" sahutku sambil menahan tawa.
"shafa mah mau jadi orang muslim aja" kata teteh
"ya..muslim yang kaya yah, teh" sahutku lagi..
"iya mi...yang rumahnya besar, ada halamannya,ada pohon mangga, pohon jambu, pohon rambutan..pohon..bla..bla..." kata shafa sambil berlari mengejar kakaknya
"abang..abang juga orang kaya yah mi..." abang ikutan komentar
"iya..insyaAllah ..orang kaya juga abang..." sahutku..
"yes..abang orang kaya..." sambil berlari ngikutin kakak2nya...

Hmm...anak-anak mungkin belum begitu ngeh dengan semua istilah sosial itu, kaya miskin, sederhana, foya-foya dan lain-lain. mereka hanya melihat yang kasat mata dan kesederhanaan setiap orang yang ditemuinya, ketika bertemu teman-temannya (walaupun sebetulnya mereka adalah keluarga berada dan bisa masuk katagori kaya) mereka selalu bilang "mereka orang muslim", bukan orang kaya, atau orang miskin. 

Melihat yang ga pake jilbab, mereka akan bertanya, "umi dia orang muslim bukan?" karena dalam memorinya, muslim adalah orang yang menutup aurat. Pelajaran ketika mereka kecil di jepang, dimana disana adalah negara nonmuslim, akhirnya melabel semua orang muslim adalah orang yang menutup aurat, sementara yang tidak menutup aurat adalah nonmuslim. 

Anak-anak adalah pengamat yang briliant, cerdas. mereka juga guru bagi orang dewasa, pengingat bagi yang tua. betapa mereka adalah generasi yang harus dijaga dari akhlak-akhlak yang kurang baik, diluar kesopanan dan ajaran Islam. Menyertainya dalam suka dan dukanya adalah hal yang sungguh istimewa. Semoga Allah memberikan kesabaran dan kasih sayang yang tak pernah putus kepada mereka..anak-anak titipan Allah...

"Rabbana hab lana min azwajina wa dhuriyyatina qurrata A'yunin waj'alna lil-muttaqina imama."
Ya Allah, anugrahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa"

*****


Bogor, 15 des 2009
4SN , umi ga daisuki....

No comments:

Post a Comment

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @ceritaummi

Follow Us @tutiarien