Agustus 28, 2014

# #PameranBukuBdg2014 # Lomba NgeBlog

Gadget atau Konten? Pilih dua-duanya dong!

Sebenarnya saya tidak cukup pandai dalam mereview gadget dan konten. Karena seperti biasa, untuk masalah ini, saya sangat tergantung sekali kepada suami saya :-)

Jadi, untuk memancing ide menulis ini, saya survey kecil-kecilan kepada anak-anak saya. Sudah lama mereka ini ingin sekali dibelikan gadget. Peraturan saya, anak SMP, anak SD apalagi TK, gadget ntar dulu ya :-)

Eit, sebelum ngomongin gadget dan konten, lebih baik kita coba uraikan dulu, apa sih gadget dan fitur itu.

Gadget adalah alat elektronik yang memiliki pembaharuan dari hari ke hari sehingga membuat kehidupan manusia nyaman. Contoh yang termasuk gadget ini adalah laptop, hape, tablet dll.

Terus, kalau fitur apa? Ternyata fitur itu penyederhanaan dari bahasa Inggris, feature. Fitur itu berkaitan dengan keunggulan  dan kualitas  produk yang memberikan daya tarik gadget.

Nah sekarang tinggal konten nih. Kalau gitu, mungkin fitur itu konten gadget ya (maaf kalau menyesatkan heuheu). Karena semakin banyak dan bagus konten gadget, maka orang akan banyak mencari gadget itu, meskipun harganya mahal. *kalau saya sih masih mikir-mikir juga sih :-) *

Di zaman serba canggih begini, apa sih yang tidak ada di pasaran?
Dari  gadget mulai  100 ribuan, sampai juta-juta juga ada. Biasanya yang kisaran harganya antara 100 ribu sampai 500 ribu itu tidak banyak fitur. Jadi cukup untuk nelepon aja dan sms-an.

Sementara yang sudah harga jutaan, katanya sih fiturnya banyak dan lengkap. Kontennya juga keren-keren.

Tapi karena saya masih bingung, apa sih yang dicari costumer kalau membeli peralatan canggih ini, misalnya beli laptop atau smartphone?

Nah, akhirnya saya tanya deh sama anak-anak. Kalau umi beliin hape , mau yang gimana?

Sulung (SMP kelas 1): Kakak mau hape yang bagus, warnanya cantik, dan ringan. Terus harus bisa whatshap, youtube, facebook, sms, telepon, game, kamera dan bisa baca Al Quran.

Tengah (SD kelas 4): Teteh mau hape yang mana aja, yang penting bisa youtube, whatshap, game, sms, telepon, kamera dan ada Al Qurannya.

Nah, itu jawaban kedua putri saya.

Keduanya sudah melek teknologi, namun, si sulung sudah bisa memilih gadget yang sesuai dengan keinginannya. Dan dia tipe yang suka dengan style atau gaya, semakin barang itu keren tampilannya, maka dia akan memburunya. Baru lihat kelebihan barang itu. Terkadang saya harus ngadu otot sama si sulung untuk memberikan pengertian kepadanya baik dan buruk dari barang yang dia inginkan, entah itu buku, mainan, atau masalah gadget ini.

Nah, kalau dengan anak saya yang nomor dua ini, dia orangnya easy going, malah kadang saya yang bawel banget liat penampilan dia heuheu pake baju aja cuman dua, kalau enggak pake kaus kuning, pake kaus oranye. Padahal baju kausnya banyak. Begitu juga dengan jilbabnya. Jilbab cokelatt terus. Kayak baju teh cuman ada dua dan jilbab cuman satu. Aduh, apa kata dunia neh, bisa dilaporin ke komnas Anak saya. hiyyy...

Dia akan memilih apa saja yang saya sarankan. Atau milih sendiri tanpa melihat tampilan hapenya itu jadul atau barang baru. Tidak terlalu repot dia mah, yang penting apa yang dia cari terpenuhi. sama dengan gadget, yang penting yang dia mau ada di gadget itu dan mudah memakainya. Kadang saya justru yang bawel mengarahkan dia, supaya lebih memperhatikan penampilan heuheu *ini emak kurang konsisten, jadi jangan diikutin ya*

Itulah si teteh, mirip dikit sih dengan saya. Tapi dominan si kakak yang mirip dengan saya heuheu

Hmm ... Kalau saya sendiri tidak terlalu memikirkan tampilan gadget (sama sih sama anak saya yang kedua heuheu, tapi kan saya mah lebih karena urusan dompet. hiyaaa :D). Alasan saya, gadget ga menarik tampilannya kan nanti dibungkus juga pake covernya. Tapiii kalau ada yang bagus, keren dan murah, saya pasti lebih milih gadget yang bagus,  keren dan murah itu dong hehhe.

Terpenting fiturnya menarik, kontennya lengkap dan membuat saya nyaman menggunakannya ke mana pun saya pergi. Apalagi kan sekarang teh  saya sedang menikmati hari-hari  jadi Mom blogger dan penulis. Tentunya gadget harus bisa memberikan semua fasilitas itu kepada saya.

Seperti misalnya; bisa menulis, kirim email, chating, sms, telepon, bisa menyimpan data yang banyak, kamera dengan resolusi tinggi dan bisa mencari referensi dengan cepat, ada aplikasi Al Quran juga. jadi ketika kelupaan membawa Al Quran, bisa membacanya di mana pun kita berada.

Ini mungkin sepenggal pengalaman saya beberapa hari lalu. Ketika saya diajak suami ke toko komputer. Awalnya saya ingin membeli laptop, karena laptop saya screennya menghitam, meski kalau di sambung dengan external monitor masih dipergunakan. Tapi saya tidak bisa membawanya ke mana-mana. Bayangkan, bawa laptop dan external monitor yang segede gaban ke mana-mana, heuheu bisa disatronin pangeran berbaju belang-belang alias temennya gerombolan si berat :p

Nah, sampailah saya di toko komputer. Dalam bayangan saya, saya akan membeli laptop yang disarankan oleh kawan saya. Laptop itu ringan, touch screen, bisa menulis dengan pen di atas laptopnya itu (nah ini salah satu yang saya cari biar bisa menggambar di laptop) dan banyak yang membuat saya tergiur ingin memilikinya juga. Tapi badjet ternyata tidak nututi. Ibaratnya si pungguk merindukan bulan huhu *melow amat ya*

Suami saya menunjuk laptop dari yang murah sampai yang mahal. Saya bingung karena ternyata, banyak yang harganya murah juga, cuman saya enggak tau fasilitasnya mirip tidak dengan laptop kawan saya itu apa tidak? Karena kan yang ditulis di depan masing masing laptop itu hanya specnya saja. Huhu. saya bingung milihnya. Akhirnya saya pilih yang touch screen, ringan, murah, slim, window 8 (yey akhirnya punya juga :D) dan bisa diputar-putar (flip notebook). Pasrah. Laptop canggih nih. Sambil membatin terus karena senang heuheu dan untuk membunuh penasaran saya sama gadget yang bisa menggambar memakai pen, saya beli juga EasyPen, Graphic Tablet for drawing and painting. Puas deh!

Tapi ... lho ... lho ... sampai di rumah, saking canggihnya (model terbaru katanya tuh laptop, baru launch seminggu di Malaysia. ehem) saya yang gaptek ini bingung ngoperasiinya hahaha. Akhirnya daripada manyun, saya minta diajarin sama tetangga saya (makasih bu Ary).

Begitulah pengalaman emak gaptek yang lagi belajar melek teknologi :-) Ada yang punya pengalaman sama? hehhe

Nah, hari ini saya sedang naksir dengan tablet yang akan dilaunching oleh Syaamil Quran dalam waktu dekat. Kontennya super lengkap dan merupakan gadget pertama yang berisi konten referensi keislaman yang lengkap.

Ini spesifikasinya yang saya ambil dari website Syaamil Quran:


Berharap  bisa memiliki Syaamil Tabz ini, karena konten di dalam tabz ini memiliki unsur dakwah kepada keluarga. Buku-buku pun tidak perlu bertumpukan di rumah saya yang minimalis dengan banyak barang. Karena Syaamil Tabz sudah mengumpulkan referensi penting seperti buku seri pengetahuan Islam dan  buku parenting sudah kumplit. Untuk anak anak juga ada game edukasi yang bisa dimainkan bersama keluarga.


Ah ... andai saya yang memenangkan Syaamil Tabz ini, sungguh bahagianya ^_^, anak anak saya  sudah heboh melihat tampilan tabz ini dan mendoakan uminya yang mendapatkan tabz ini. amiinnn *hihi boleh dong bermimpi, siapa tahu mimpi jadi kenyataan ^_^

*Tulisan ini diikutkan dalam lomba Parade Ngeblog yang diselenggarakan oleh IKAPI Bandung dan Syaamil Quran

2 komentar:

  1. insyaallah Syaamil Tab-nya di depan mata mbak... :)

    BalasHapus
  2. Amiinn .. amin ya rabbal alamin ... sekarnag baru brosurnya ya mbak Ida di depan mata hehhe,

    makasih dah mampir mbakyu ^_^

    BalasHapus

Hai, salam kenal. Terima kasih sudah membaca artikel di atas. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Meski demikian komentarnya yang bukan spam pasti muncul. sri.widiyastuti@gmail.com | IG: @tutiarien | twitter: @ceritaummi

Follow Us @tutiarien