September 28, 2017

Ketika Sulit Mengendalikan Emosi Anak, Yuk, Kenali Perilaku Anak Usia Pra-Sekolah

September 28, 2017 0 Comments

Anak adalah anugerah yang indah titipan Allah SWT. Sebagai orang tua, tentu saja ada kewajiban kepada anak yang harus ditunaikan sebagai pertanggungjawaban kita kepada Allah. Benda titipan, tentu harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Begitu juga dengan anak. Anak adalah titipan yang paling berharga yang harus dijaga penuh amanah.
Saya dan keluarga kecil saya 
Alhamdulillah saya dikaruniai 6 orang anak. Terkadang hal ini mengundang decak tak percaya dari orang-orang yang saya kenal atau tidak kenal dalam sebuah kesempatan. Ada beberapa komentar teman-teman yang sungguh membuat saya bersyukur, seperti misalnya;

“Wah, anaknya banyak, ya. Tapi awet muda!”

“Anaknya anteng-anteng ya. Manis-manis enggak kayak anak saya. Anak dua aja rempong banget, ihh .. apalagi anak banyak. Hebat mbak bisa punya anak banyak…”

“Hah .. anaknya enam? Saya satu aja capek banget, Mbak!”

Yah … begitulah pandangan sekilas teman-teman atau orang yang baru mengenal saya. Saya ucapkan, Alhamdulillah. Kerempongan saya enggak kelihatan hehhee. Aslinya nih, Bun, saya juga ibu yang normal yang setiap hari jungkir balik dalam mengasuh anak. Saya juga pernah menangani anak yang tantrum sebab enggak mau diajak pergi, sementara ayah dan bundanya harus pergi juga, waktu sudah mepet banget. Telat pokoknya mah. Sementara si kecil masih nangis guling-guling sekitar satu jam. Suami sudah tidak sabar. Mood kami diaduk-aduk. Kami diuji dengan hal seperti itu hampir setiap kali akan pergi bersama-sama.

Ada juga anak yang di kendaraan menjadi “trouble maker”. Tidak tenang dan tidak suka diusik. Ingin legaaaaa. Sementara kendaraan kami waktu itu hanyalah sebuah mobil sedan yang cukup untuk 5 orang. Sementara yang naik 7 orang. Dua dewasa dan 5 orang anak. Ya Allah, sungguh perjalanan santai yang diharapkan, alih-alih jadi tegang terus hahahaha … Terutama kalau ayah sudah mulai marah, biasanya perasaan saya juga suka ikut terbawa emosi. Antara anak enggak boleh dimarahin sama ayahnya, dan ingin marah juga sama anak. Gimana coba itu, Bundaaa … jadinya baper deh!

Alhamdulillah, setelah melewati fase-fase tersebut, anak-anak pun bisa menjadi anak yang manis, menjadi anak yang anteng, penurut, gemar berbagi, santun, dan menjadi anak yang saling sayang.

Ya .. semakin bertambah usia anak-anak, mereka pun akan sampai pada fase dimana emosi mereka mudah diarahan. Fase dimana mereka mulai mengenali diri mereka. Mulai dapat bekerjasama dengan orang lain. Dan hal itu membutuhkan stimulasi dan bimbingan yang panjang dari kami orang tuanya, terutama saya ibunya yang setiap hari di rumah bersama mereka. 

Proses mengawal emosi anak-anak tidak berhenti pada saat si anak sudah mulai bisa dikontrol emosinya, tapi berlaku jangka panjang. Sebab anak-anak itu memiliki karakter yang unik dan berbeda satu sama lain. Meski satu kandung, 6 orang anak saya tidak ada yang sama karakter dan kebiasaannya. Sehingga harus senantiasa terus diperhatikan tingkah laku mereka, dengan cara mengenali mereka dengan sebaik-baiknya.

Dan, Alhamdulillah, saya mendapatkan tambahan ilmu parenting dari hasil belajar saya bersama Parenting Club. Pada tanggal 14 September 2017 yang lalu, saya berkesempatan hadir dalam acara Smart Parenting Workshop yang diselenggarakan oleh Parenting Club bekerjasama dengan Clozette. Bertempat di sebuah restoran yang ramah anak, Harlequin Bisro, para Smart Mom mengikuti Talkshow dengan tema “Kenali Perilaku Anak Di Usia Pra Sekolah”.

Hadir dalam talkshow yang sarat ilmu ini ibu DR. dr. Rini Sekartini. Seorang dokter pakar lulusan UI yang sangat memperhatikan tumbuh kembang anak dan pediatri social. Selain dokter Rini, hadir juga Bunda Ayudia, seorang public figure, artis juga, cucu dari pelawak legendaris Bing Slamet dan ibunda daripada Dia Sekala Bumi. Mereka berdua memaparkan bagaimana mengenali anak dari sisi keilmuwan dan dari pengalaman. 

Alhamdulillah sungguh bagi saya, seperti mendapat durian runtuh mendapat ilmu dari dokter Rini dan Bunda Ayu ini. Secara saya masih punya bayi usia 7 bulan dan pasti tetap harus terus belajar.. belajar dan belajar ilmu parenting.
Saya dan Bunda Ayudia
Sesi pertama diawali dengan pemaparan dari dokter  Rini, memaparkan tentang pentingnya 1000 hari pertama kehidupan, pentingnya pemberian nutrisi dan stimulasi.
Suasana tempat belajar. Seru!
Beliau menyampaikan bahwa penting memperhatikan tumbuh kembang anak, baik dari segi akal, fisik dan sosialnya. Dapat memberikan dukungan yang terbaik bagi proses tumbuh kembang si kecil tentu harus diniatkan dari sejak si kecil dalam kandungan. Dalam hal kepintaran, dukungan tersebut bisa diwujudkan melalui stimulasi yang sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya dan dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. 

Selain itu, hal yang sangat penting lagi adalah memberikan asupan nutrisi yang baik untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si kecil selama 1000 hari pertama kehidupannya. Penuhi kebutuhan dasar untuk tumbuh kembangnya. Stimulasi dan beri nutrisi yang harus diberikan secara seimbang dan pantau perkembangannya secara teratur setiap bulan.

Dalam sesi pertama ini, Bunda Ayu sharing tentang pengalamannya menstimulasi tiga kepintaran (akal, fisik dan social) kepada putranya, Sekala.

Sesi kedua DR. dr Rini memaparkan tentang Pentingnya Mengenali Perilaku Anak Usia Pra-Sekolah. Hal ini untuk memudahkan orang tua mengendalikan emosi anak.

Perilaku anak menurut orang tua adalah salah satu aspek kemampuan anak yang paling didambakan orang tua . Orang tua mengartikan perilaku dalam bentuk yang beragam dan bermacam-macam.
Sementara menurut para ahli, bahwa semakin komplek sirkuit otak, semakin besar pula kapasitas belajar berbagai respon baru, semakin berkembang perilaku anak.  Perilaku merupakan suatu produk dari hasil kerja dan aktivitas otak.

Rentang usia pra-sekolah berkisar usia 3 tahun hingga 6 tahun. Pada usia ini ada beberapa hal yang menjadi tanda bahaya dan perlu penanganan ahli jika terjadi kepada si kecil.

11. Tanda Bahaya pada Akal, jika si kecil;
  • Belum bisa memegang pensil dengan ibu jari dan jari telunjuk
  • Sangat kesulitan untuk coret-coret
  • Belum bisa membuat kalimat dari tiga kata
  • Belum bisa meniru gambar lingkaran
  • Sangat mudah distraksi dan tidak dapat konsentrasi pada sebuah aktivitas dalam waktu lebih dari 5 menit
  • Tidak dapat menceritakan tentang aktivitas sehari-hari

2.Tanda Bahaya pada Fisik, jika si kecil;
  • Seringkali jatuh dan kesulitan naik tangga
  • Meneteskan air liur terus menerus
  • Belum bisa melempar bola ke atas kepala
  • Belum dapat melompat di tempat
  • Menunjukan kepasifan fisik yang tidak wajar

3. Tanda Bahaya pada segi Sosialnya, jika si kecil;
  • Sangat tidak mempunyai ketertarikan bermain dengan anak yang lain
  • Sangat tidak tertarik permainan interaktif
  • Tidak menampakan kesukaan terlibat dalam permainan “pura-pura”
  • Seringkali meronta-ronta tanpa control bila marah dan kesal
  • Sangat penakut dan pemalu
  • Sangat agresif
  • Nampak sangat tidak bahagia dan sedih sepanjang waktu

Dr Rini menyampaikan, jika terjadi hal-hal tersebut di atas kepada si kecil, maka segera hubungi dokter anak untuk mendapatkan penanganan serius.  Jangan lupa orang tua untuk terus memberikan stimulasi tiga hal tersebut di atas, akal, fisik dan sosialnya sehingga bersinergi dengan baik ketiga kemampuan tersebut sehingga tumbuh kembang si kecil menjadi optimal.

Dengan mengetahui tanda bahaya ketiga hal penting dalam tumbuh kembang si kecil, maka ketika ada perilaku anak yang aneh dan tidak dapat dikendalikan, orang tua akan dapat segera mengetahui terapi apa yang cocok diberikan kepada si kecil atas rekomendasi dokter.

Alhamdulillah selama saya belajar, Parenting Club id sudah mempersiapkan tempat bermain untuk anak-anak. Sehingga ketika para mami belajar, anak pun belajar sambil bermain. Hadir juga menemani anak-anak, Kak Budi, seorang pendongeng nasional yang mengajak anak-anak bermain dengan ceria mendengarkan dongeng dari Kak Budi.
Foto bersama peserta dan narasumber
Menurut Kak Budi, penting mendongeng untuk menstimulasi tumbuh kembang si kecil, baik akalnya, fisiknya dan sosialnya. Jadi, orang tua harus memiliki kemampuan mendongeng agar kecerdasan si kecil dapat semakin optimal. Yuk, rutinkan mendongeng!
Kak Budi berbatik oranye
Sekilas tentang Harlequin Bisro. Harlequin Bisro ini berada di jalan Kemang. Kelihatan kecil dari luar, tapi luas di dalam. Bisro ini tempat yang layak dijadikan tempat makan atau hang out keluarga, sebab ramah anak. 

Ada playground di bagian belakang Bisro yang aman untuk anak. Sementara ayah bunda dating atau meeting dengan klien misalnya, sementara anak tidak bisa ditinggal, anak bisa diajak dan bermain di playground. 
Playground yang ramah anak difoto dari ruanh shalat

Ada mainan perosotan, mainan bola dan permainan yang lainnya. Selain itu di bagian atas playground juga ada musholla kecil terbuka yang wangi. InsyaAllah tetap khusyu beribadah meski bukan di rumah atau di masjid.


September 25, 2017

Dapur di Ruang Depan, Kenapa Tidak?

September 25, 2017 12 Comments
Dulu, saya pernah tinggal di Jepang. Saat itu tahun 2002. Saya baru dikaruniai seorang anak. Anak pertama saya waktu diboyong ke sana baru berusia 7 bulan. Waktu itu, saya tinggal di sebuah apartemen. Riri Haitsu namanya, di kota Utsunomiya. Sempat kaget juga mendapati dapur di apartemenku itu berada di ruangan depan. Begitu membuka pintu, lho, dapur kok di ruang depan? Kalau ada tamu, gimana coba? 

My hubby dan S1 di dapur tahun 2002
Ahaahaha suami saya nyengir lihat ke-ndesoan saya. 

Yah, gimana enggak kaget. Lha, biasanya di Indonesia kan, dapur di belakang, tersembunyi di pojokan ruangan. Tidak terlihat dari depan rumah. Saru atau tabu, katanya. Dulu dapur nenek saya, dapur mamah saya, dapur tetangga saya, dapur rumah kost saya, semuanya ada di belakang. Kalau ada yang mau ke dapur, pasti pamitnya, "Maaf ya, saya mau ke belakang dulu." Nah! Kann ...

Dapur kita di belakang, kann? Coba deh periksa rumahnya, dapur ada di mana? Belakang, toh? Jadi kesannya, dapur itu tempat yang perlu disembunyikan dari pandangan mata orang lain. Tempat yang kotor.Tempat yang kalau perlu jangan sampai orang masuk ke dapur kita. Iya, ga? hihii sampai ada istilah, jangan biarkan orang masuk ke dapur kita! eh itu mah beda makna ya hihihi

Yah, selama ini kesannya, dapur itu tempat yang rahasia sekali, hingga penempatannya juga diletakkan di bagian belakang rumah. Iya, kalau ada halaman belakang yang lapang dan indah. Kalau tidak ada bagaimana? Oh betapa menderitanya orang yang masak di dapur. Sudahlah tidak ada jendela, masak menghadap ke tembok pula. Udara panas membara, bikin sambel terasi. yo wes, mabok dah hahhaa


Dulu, saya kalau nyari rumah kost-kostan zamannya kuliah dulu, pasti saya lihat dulu dapur dan kamar mandinya. Kalau kotor, ogah! Katanya, dua hal itu jadi patokan standar kesehatan rumah. Jadi bener-bener banget nyari sampai akhirnya dapat juga rumah kost yang jadi idaman.

Nah, saat sampai di negeri si Oshin saya malah mendapatkan pengalaman yang amazing banget! Ga cuma kamar mandi yang keren banget tapi juga dapur yang diletakan di depan ruangan.

Waktu saya tinggal di Jepang, saya tinggal di sebuah apartemen dua lantai dengan 8 unit rumah. Saya kebetulan tinggal di bagian atas, di pinggir dekat tangga. Rumah itu berkamar 2, kedua kamar itu beroshire semua. Oshire tempat meletakan futon/alas tidur dan segala macam barang kita. Ada kamar mandi bersebelahan dengan WC. Kamar mandinya kecil tapi ada bath tub di dalamnya. Lumayan untuk mandi berendam air hangat jika musim dingin tiba. Dan sebuah dapur yang luas tepat di depan pintu masuk. Jadi kalau kita membuka pintu, taraaa ... dapur langsung kelihatan dari luar. 



dapur di jepang
Dapur itu berjendela geser yang besar dan berkipas angin di atasnya. Saya jarang membuka jendela selama memasak, malas memakai kerudung di dalam rumah hehhe Tenang saja, saya tidak pernah masak yang aneh-aneh kok, semacam sambal terasi, ikan asin dan sebangsanya yang mengundang bau yang sedap sekali. Jadi amanlah 

Setelah saya membiasakan diri memasak di dapur yang terletak di ruangan depan itu, saya pun sampai kepada kesimpulan bahwa dapur di ruangan depan akan memberikan dampak yang sangat baik sekali.


Pertama, jika biasanya kita tidak peduli dengan keadaan dapur yang acak-acakan, maka sekarang kita akan berusaha membuat keadaan dapur aman terkendali. Bersih dan kinclong setiap saat. Yah, meskipun ga sampai segitunya sih. yang penting mah habis masak rapi lagi (meski kadang harus menunggu yayang bebeb pulang dari kampus, minta bantuan, sebab si Kk sedang caper banget)



penampakan kamar dengan oshire di dalamnya
Kedua, membalikan paradigma bahwa dapur pun layak berada di ruangan depan. Dalam sebuah situs online tentang apartemen, saya menemukan, bahwa sekarang, di Indonesia pun konsep dapur digabungkan dengan ruangan depan mulai berjamur. Terutama di apartemen yang menginginkan sebuah rumah modern yang memiliki lahan kecil tapi minimalis. Selain juga memberikan hawa/ventilasi yang lebih luas bagi dapur dan saluran air yang lebih baik. Biasanya kan kondisi dapur yang jadi keluhan saluran air mampet, ventilasi yang tidak cukup dll. Hal itu tidak akan terjadi lagi jika dapur berada di depan ruang utama. Jadi saluran air akan ikut juga ke dalam saluran utama.

Dan yang terpenting, bye bye dapur kotor. Malu dong, ruang tamu bersih, dapur kok kayak kapal pecah hehhee



area dapur terlihat dari dalam kamar
Ketiga, memberikan warna baru dan pengalaman baru dalam proses berumah tangga. Bahwa, dapur yang identik milik perempuan/wanita/ibu/istri, akhirnya menjadi milik perempuan dan laki-laki, ayah dan ibu, nanti juga anak. Kita saling bekerjasama dalam menyiapkan makanan di dapur. Karena dapur tidak menjadi tempat yang "private" hanya khusus kalangan perempuan sahaja, tetapi sudah menjadi milik bersama.

Keempat, mengusir rasa takut saat sendirian di dapur. Kalau malam-malam masih nguplek di wingking/pawon sendirian kan takut ya. Coba kalau di ruangan depan, kan takut juga wkwkwk

Enggak dong, kalau dapurnya ada di depan, kita malah bisa masak terus ya di rumah. Kerasa lapar, masak. Enggak ada cemilan masak. Asyik, kan? Malah mungkin bisa memberikan kontribusi financial keluarga gara-gara dapur yang menyenangkan jadi seneng masak. Jadi deh katering 





ofuro/kamar mandi di apato kami


Kelima, saya bisa lebih rileks saat masak. Anak saya waktu itu baru berusia 1,5 tahun. Sedang ekplorasi kemana-mana. Jadi saat masak, bisa sambil memperhatikan si kecil. Kadang saya biarkan dia mengeluarkan semua alat masak dari dalam lemari. Agar dia anteng, jadi saya juga bisa anteng masak. Kebetulan di Jepang, tabung gasnya di luar rumah. Diletakan di bawah tangga. Jadi lebih tenang, karena tidak ada tabung gas di dalam rumah.



kakak main selama umi di dapur

Keenam, saat ada tamu, saya bisa langsung menghidangkan teh atau cemilan yang ada di rumah. Kita juga bisa lebih santai mengobrol di dekat dapur. Tapi saya jarang sih menerima tamu di dapur. Biasanya saya ajak ke salah satu kamar di dalam rumah. Enaknya di Jepang itu, kasurnya bisa dilipat. Lunak gitu. Habis dipakai bisa di jemur di beranda, terus dimasukan ke dalam oshire. Setelah itu kan kamar sudah tidak ada barang-barang, palingan pajangan. Jadi bisa menerima tamu di kamar. Kamar itu juga berfungsi sebagai ruang tamu. Tapi ... gawatnya kalau pas lagi enggak ada apa-apa nih ya hehhe Tapi orang Jepang atau teman-teman yang tinggal di Jepang kalau mau singgah ke rumah biasanya mereka membuat janji dulu kok, jadi aman. 

Hmm.. itulah kira-kira kesimpulan saya memiliki dapur di depan ruangan. Saya suka konsep seperti ini dibandingkan dapur yang ada di belakang rumah.



saya, suami, kk S1 dan teteh S2 bersama Komori obaachan
InsyaAllah kalau ada rejeki, saya ingin membuat rumah yang konsep dapurnya seperti di Jepang ini, yah, minimal ada di tengah ruangan deh. Tapi aman tidak ya dengan tabung gas yang dikabarkan sering meledak itu? Atau kita kembali ke konsep alam aja? bikin api unggun di dalam rumah? 

Wallahu'alam 

September 17, 2017

Merayakan Momen Makan Pertama Si Kecil Bersama Milna

September 17, 2017 3 Comments


Hai Mom, saya ingin bercerita tentang pengalaman saya hadir di dalam acara Milna First Bite Day 2017 yang mengambil tema "Merayakan Momen Makan Pertama Si Kecil di The Hall, Senayan City Mall pada Sabtu, 9 September 2017. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati 30 Tahun perjalanan Milna. Woo .. saya inget banget, adik saya kan lahir tahun 1986, dia juga makan bubur bayinya, Milna, lho. Dulu, saya suka diam-diam ngambil jatah si adik. Milna kan dulu juga ada sachet gitu ya, yang paling sering saya ambil untuk dimakan begitu saja, bubur Milna kacang hijau. hihihi Habisnya enak sih! Milna ini Mom, sudah 30 tahun memberikan nutrisi terbaik untuk bayi. Wow seumur adikku, tuh!
Siap mengikuti keseruan Acara Merayakan Momen Makan Pertama

Nah, pas banget ada event ini, sehingga menjawab semua pertanyaan yang berputar-putar terus di kepala saya dan lumayan membuat saya pening.

Ah masa sih ... kan anaknya 6!

Ih .. Mom, meskipun anak sudah 6 orang, tetap saja, menjelang MPASI, saya tetap saja kebingungan. Tetap grogi. Apalagi anak ke-6 saya ini lahir setelah kakaknya berusia 6 tahun. Ya wassalam. Ingatan manusia terbatas, maka saya pun harus tetap belajar lagi. lagi dan lagi.  Waktu ASI eksklusif sih alhamdulillah semua aman terkendali. Tapi setelah MPASI mulai deh, apalagi ada tuntutan dari suami saya, agar anak saya naik berat badannya secara signifikan (iya nih si ade BBnya ga naik sudah 2 bulan), tapi perkembangannya sih melampaui usianya, sekarang saja di usia 7 bulan dia sudah merangkak dan berdiri dengan berpegangan. Sudah mulai naik-naik. Alhamdulillah sehat. Cuma itu, pertumbuhannya.

Pertanyaan yang muncul jelang si kecil MPASI, seputar makan apa ya pertama kali, Buah atau karbohidrat? makanan yang aman apa ya? makanan yang tidak mencetus alergi apa ya? Takaran yang tepatnya berapa sendok? dan sebagainya.

Momen makan pertama si kecil, di rumah saya sih memang ditunggu-tunggu banget. Kakak-kakaknya terus saja menghitung hari. Tepat pada hari H si kecil makan langsung di foto-foto hihihi makanan pertamanya waktu itu bubur nasi yang disaring. Alhamdulillah, Sakina memang sudah siap makan, jadi beneran habis bubur saring yang saya beri. MPASI pertama di usia 6 bulan, hasil sharing dari teman, menu tunggal. Maksudnya untuk mengenalkan bahan-bahan makanan, baik terdiri dari karbohidrat (beras, kentang, biji-bijian), protein nabati (tempe, tahu), protein hewani (ikan, daging ayam, sapi, telur), sayuran dan buah.

Menu tunggal juga dimaksudkan untuk melihat kemungkinan alergi yang timbul dari bahan makanan yang dimakan. Alhamdulillah 14 hari pertama dengan menu tunggal, tidak ada yang keluhan seperti alergi atau tidak suka makan. Tapi, setelah itu, drama pun dimulai. Ketika mulai dikenalkan dengan makanan dengan menu lengkap, karbohidrat, sayuran, prona dan prohe, bayi saya ternyata alergi telur!

Gara-garanya saya makan telur dadar di sebuah acara, dan si kecil minta. Pengalaman waktu memberi si kecil telur rebus kuningnya, tidak muncul alergi. Jadi saya beri sedikit, ternyata Mom, saat itu juga muncul alergi. Berawal dari pipi yang bentiol-bentol, merayap ke kepala, dada dan sekujur tubuhnya. Kuatir dampak buruk dari alergi, akhirnya saya langsung membawanya ke dokter spesialis anak. Alhamdulillah dapat ditangani dengan cepat.

Baca juga: Jangan Sepelekan Alergi Pada Bayi

Menyesal banget saya memberi makan telur dadar pada si kecil. Akibatnya fatal! Alhamdulillah tidak menyebabkan sesak nafas atau hal lain yang berdampak buruk padanya. Sekarang saya menjadi hati-hati sekali memberikan makanan untuk si kecil.

Lanjut ya, tentang event Merayakan Makan Pertama Si Kecil Bersama Milna. Saya beruntung dapat hadir dalam acara ini. Pertanyaan-pertanyaan saya terjawab sudah. Pengetahuan saya pun bertambah dan saya menjadi lebih percaya diri dalam memberikan MPASI terbaik untuk bayi saya, Sakina.

Milna sebagai ahlinya makanan bayi, secara konsisten selama 30 tahun, menciptakan inovasi dan formulasi produk yang unggul untuk menjawab kebutuhan bunda akan makanan bernutrisi terbaik untuk memberikan asupan makanan yang bernutrisi baik sehingga mendukung tumbuh kembang bayi sempurna.

Suapan pertama si kecil menentukan asupan nutrisi penting untuk kebutuhan tumbuh kembang si kecil. Suapan pertama tentu akan berpengaruh pada suapan pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Jika suapan pertama menyenangkan, maka suapan berikutnya akan lancar. Begitu juga sebaliknya, jika suapan pertama tidak menyenangkan, maka mungkin suapan berikutnya akan sangat sulit sekali bagi si kecil. Hal ini akan berdampak jangka pendek dan jangka panjang.

Untuk itulah, Milna mengadakan acara ini untuk Merayakan Momen Makan Pertama Si Kecil Bersama Milna. Bahwa momen makan pertama bagi si kecil adalah momen penting untuk pertumbuhan fisik, pertumbuhan otak, perkembangan perilaku, motorik dan kecerdasan si kecil.

Acara yang dikemas dalam bentuk talkshow dan dirangkai dengan berbagai kegiatan ini begitu meriah. Hadir dalam acara ini Dr. dr Conny Tanjung, Sp.A(K) seorang dokter spesialis anak, Christopher Samuel Lesmana, selaku Brand Manager Milna, dan Brand Ambassador Milna 2017, Tya Ariesta dan putranya yang ganteng, Muhammad Kanaka Ratinggang.

Saya dan si kecil bersiap mengikuti talkshow

Saat dokter Conny menjelaskan tentang tumbuh kembang anak, saya menyimaknya dengan sungguh-sungguh. Kebetulan, bayi saya BBnya tidak naik selama 2 bulan, dan saya cemas sekali. Dari penjelasan dokter Conny,  banyak kasus terjadi di Indonesia bayi yang gagal tumbuh karena kekurangan gizi. Hal ini diketahui dari data dari Riskesdas, pada tahun 2013, sebesar 37,2%, balita di Indonesia mengalami berperawakan pendek atau stunting karena kekurangan gizi yang terjadi pada 1000 hari pertama pertumbuhan si kecil.
Tya dan dokter conny
Sementara itu, Tya Arieta, mengatakan bahwa makan pertama bagi si kecil bagi mereka adalah milestone penting.Selain karena momen makan pertama Kanaka, ini juga merupakan momen penting dalam mempersiapkan kebutuhan gizinya. Pertama kali Tya memberi Kanaka Bubur Milna Bayi Organic Beras Merah.

saya dan Tya
Milna, di usianya yang ke-30 tahun, mempersembahkan untuk bayi-bayi mungil generasi masa depan bangsa Indonesia, Milna Bubur Bayi Organic Varian Pisang. Bubur bayi ini bubur bayi organic ertama di Indonesia. Teksturnya lembut dan rasa yang sesuai dengan kesukaan si kecil. Kandungan Kalium, serat, kalsium, magnesium, fosfor, selenium, dan zat besi membuat bubur bayi ini kaya plus vitamin A, B2, B6, C, E, B3, B9 dan B5 menjadikan bubur ini lengkap sekali.

Kalbe Nutrisional melalui brand Milna akan selalu berinovasi dan akan mendukung kesehatan anak Indonesia, serta mendukung hak seorang anak untuk mendapatkan nutrisi terbaik pada momen makan pertamanya.
milna bubur bayi organic varian pisang (keluargabiru.com)

Selain Bubur Bayi Milna Organic rasa pisang, Milna juga mengeluarkan produk terbarunya, yaitu Fruit Puree. Ngomong-ngomong tentang pure ini, pas banget saya sedang mencari puree yang langsung sedot ini. Dulu, waktu saya tinggal di Jepang, si Kakak yang minum puree seperti ini. Jadi kalau kemana-mana, traveling dengan bayi, ga perlu lagi bawa pisang, kerok pisang, atau cacah apel, alhamdulillah ada yang praktis. Fruit Puree ini juga mudah disimpan dan tidak bocor. Ada 3 varian rasa: Banana+strawberry+apple, apple+pumpkin+carrot dan apple+peach. Rasanya enak dan segar. Nah, Fruit Puree ini baru ada produk Milna aja, lho. Masih jadi barang import sih, sebab diproduksi dari Cille. Harganya cukup terjangkau Rp13.500 sahaja.
Fruit Puree 
Alhamdulillah bertambah ilmu saya dalam pemberian MPASI bagi si kecil. Dalam acara itu, Saki juga tampak enjoy dan senang mengikuti acara. Tidak rewel atau bosan. Sepertinya menikmati sekali acara perayaan makan pertama bagi si kecil.
Saki makan biskuit Milna

Dalam acara itu juga yang merupakan rangkaian acara, ada spa untuk bayi, ada cafe untuk mendapatkan bubur bayi, konsultasi dokter, foto booth, lomba merangkak dan lomba peragaan busana. 
baby spa

konsultasi dokter

baby food cafe

Oiya ada demo masak juga lho, Mom. Bertaburan hadiah pula. Ah .. senangnya!

Saki makan bubur Milna, sedap!

Lanjut dengan perayaan momen makan pertama si kecil bersama Milna

perayaan momen makan pertama si kecil

Berbekal dari pengetahuan yang didapat dari acara Milna Merayakan Momen Makan Pertama si Kecil bersama Milna, saat ini, saya memberikan bubur bayi Milna Wgain untuk menaikan berat badan Saki. Snack timenya biskuit Milna dan Fruit puree.  Alhamdulillah, buburnya enak (kakak-kakaknya juga suka ikutan makan), fruit pureenya juga enak banget. Biskuitnya apalagi. Semoga ikhtiar saya memberikan nutrisi terbaik untuk si kecil membuahkan hasil. Anak saya mendapatkan haknya yaitu nutrisi sehat, bergizi dan halal agar dia tumbuh dan berkembang dengan baik.

sakina makan bubur Milna untuk menambah BBnya
bubur milna
Saat belajar membawa si kecil, menjadi lebih praktis











September 12, 2017

Investasi Emas Jenis Batangan, Keuntungan Meningkat Setiap Tahun

September 12, 2017 6 Comments

Investasi adalah tabungan masa depan yang akan memberikan banyak keuntungan untuk jangka waktu panjang dan memberikan dampak yang sangat baik untuk anak-anak di masa depan mereka nantinya. Untuk melakukan investasi tentu kita harus teliti memilih jenis investasi yang baik dan juga tepat. Dengan harapan nantinya, investasi ini dapat menghasilkan keuntungan yang besar di masa yang akan datang.

Berbicara tentang investasi jangka pendek dan jangka panjang, jujur, saya sendiri baru sampai pada wacana, belum merealisasikan langsung. Misalnya seperti investasi yang kekinian seperti investasi rumah, tanah, dan kebun. Di samping investasi yang disebutkan tadi, ada investasi yang tidak pernah lekang dimakan masa, yaitu investasi emas. Dari zaman dahulu, praktek investasi emas sudah dilakukan. Dulu nenek saya sudah mengenal yang namanya investasi emas, diikuti oleh mama saya, penuturan mereka sih sangat sederhana, menyimpan emas lebih aman daripada menyimpan uang. Uang nilianya tetap setiap tahunnya, sementara emas nilainya akan terus bertambah seiring dengan pergerakan waktu.

Salah satu jenis investasi yang banyak dipilih dan dijalankan oleh banyak masyarakat di Indonesia saat ini adalah investasi emas. Investasi emas memang menjanjikan keuntungan yang semakin meningkat setiap tahunnya. Oleh sebab itulah banyak masyarakat yang memilih emas untuk dijadikan tabungan masa depan dalam bentuk investasi.

Emas merupakan barang berharga yang kerap dijadikan investasi masa depan karena memiliki nilai keuntungan yang sangat tinggi. Konon, harga jual emas setiap tahunnya selalu meningkat dan semakin mahal, hal inilah yang membuat setiap orang menjadikan emas sebagai investasi akan memiliki keuntungan yang besar dan banyak. Efek dari hal tersebut jelas sekali, saat ini masyarakat mulai mengalokasikan dananya yang mereka miliki untuk membeli emas dan kemudian menjadikannya investasi masa depan mereka dan juga keluarga.

Investasi emas batangan menguntungkan. (foto shutterstock.com)


Jenis emas batangan menjadi salah satu contoh dari jenis emas yang paling banyak diminati oleh masyarakat untuk dijadikan sebagai investasi masa depan. Karena selain harga emas batangan yang akan semakin meningkat setiap tahunnya, untuk penyimpanannya pun tidak sulit dilakukan.

Saat ini untuk mendapatkan emas batangan juga bisa dilakukan dengan sistem online melalui situs jual beli online terpercaya. Situs jual beli online ini dibuat agar proses investasi emas menjadi lebih mudah dan juga cepat, seperti investasi cicilan emas Antam di Bukalapak.

Investasi emas dalam bentuk emas batangan memang menjadi salah satu investasi yang sangat menjanjikan. Harga emas diperkirakan mengalami kenaikan harga setiap tahunnya, sehingga emas batangan sebagai investasi untuk tabungan masa depan akan sangat bermanfaat untuk keperluan dan juga kebutuhan keluarga di masa yang akan datang.

Toko online yang menawarkan investasi dalam bentuk emas batangan kini semakin banyak. Sebagai konsumen, tentu kita harus senantiasa waspada dan bijak dalam memilih toko online yang akan menjadi tujuan investasi emas batangan. Pilihlah toko online yang terpercaya. Jangan pernah malu untuk bertanya kepada teman atau saudara yang telah lebih dulu berinvestasi emas. Baca feedback pelanggan yang telah diberikan kepada toko online tersebut, apakah positif atau kebanyakan negatifnya. Sehingga dari  komentar pelanggan kita tahu, mana toko online yang terpercaya atau tidak dari masyarakat di Indonesia.

salah satu situs jual beli emas aman dan terpercaya. (bukalapak.com)

 Tabungan masa depan dalam bentuk investasi emas batangan atau juga jenis investasi lainnya tentu saja harus dimiliki dan diperhatikan dengan serius oleh kita. Mengingat kebutuhan hidup sekarang saja yang sudah semakin banyak dan semakin mahal, pastinya setiap tahun akan mengalami kenaikan dan ini akan memengaruhi daya beli dan daya juang kita mempertahankan hidup diri dan keluarga. Oleh sebab itu memiliki investasi saat ini menjadi kebutuhan penting untuk menopang kelangsungan hidup di zaman yang serba sulit ini.

Nah, bagaimana? Sudah siap berinvestasi? Klik saja investasi emas Antam di Bukalapak. Cara mudah investasi emas batangan. Tunggu apalagi!


September 07, 2017

Jangan Sepelekan Alergi pada Bayi

September 07, 2017 8 Comments
Hai Mom, saya ingin bercerita sedikit tentang pengalaman saya menangani alergi pada bayi saya, dede S6 yang tiba-tiba timbul saat MPASI. Sebenarnya anak-anak saya memiliki keturunan alergi dari saya dan ayahnya. Tapi alergi yang timbul pada si kecil ini agak mengejutkan saya. Saya tidak menyangka, alergi yang ditimbulkan dari kecerobohan saya itu membuat buruk kondisi kesehatan si kecil.

Jadi begini, pada akhir bulan Agustus yang lalu, saya berkesempatan hadir dalam acara Ngidam Sehat SGM Bunda. Saya mengajak serta bayi saya, S6. Seperti biasa saya berangkat dari Bogor pagi naik KRL ke Jakarta. DIperjalanan dede S6 menikmati sekali perjalannya. Anak saya memang tidak rewel. Kondisinya sehat dan ceria saat itu. 

Baca juga artikel: Kiat Sehat Ngidam SGM Bunda

Di tempat tujuan saya bertemu teman-teman blogger dari dua komunitas, ada juga mom dari beberapa media, baik online maupun cetak. Sebelum acara kami dijamu makan siang. Nah, di sinilah mulainya. Di sela makan siang, saya sempatkan memberi cemilan untuk si kecil. Maksudnya agar dia tidak tertarik ingin makan siang saya juga gitu. Eh, ternyata dede S6 minta. Berawal dari kasihan, saya beri dia mencicipi telur dadar yang menjadi toping nasi goreng yang saya makan. Saya kasih sedikit ... ya Allah .. tapi ternyata memicu alergi yang membuat kondisinya buruk.

Saat alergi timbul, ada ruam merah di dagunya. saya kira akan menghilang seketika. Tetapi ternyata, ruam merah itu pindah ke pipi, kemudian berpindah lagi ke kepala. Terus saja membuat dede S6 mulai gelisah. Saya panik dong! Mana acara sudah mau dimulai.  Saya pun menenangkan diri dengan shalat dzuhur. Bismillah, saya merapal doa, semoga alerginya segera hilang.  Di ruangan tempat acara, saya mencoba duduk sambil menyusui. Tapi ternyata dede S6 tidak nyaman. Akhirnya saya pun mendengarkan talkshow sambil berdiri. Dede S6 terus saya susui. Berharap alergi yang timbul dari telur dadar itu dapat dibasmi dengan ASI.

Ruam merah membuat wajah bayi S6 bengkak  (doc.pri)

Ternyata perkiraan saya salah. Sampai acara selesai, efek alergi semakin bertambah buruk. Insting saya mengatakan saya harus segera membawa dede S6 ke dokter. Kondisi S6 kedua tangan dingin, kepala memerah karena alergi yang semakin gatal.

Saya pun bertanya-tanya kepada seseorang mom dari media sepertinya, kemungkinan rumah sakit atau klinik yang dekat dengan hotel. Alhamdulillah, dia merekomendasikan ke puskesmas di dekat hotel atau ke MMC. Tak menunggu lama saya pun pamit kepada teman-teman blogger, tadinya saya mau pulang bareng dengan berjalan kaki ke stasiun, tapi insting saya sebagai ibu tidak mengijinkan. Saya harus segera membawa dede S6 ke dokter segera untuk memeriksakan keadaannya. Apalagi kita akan pulang ke Bogor, akan lebih aman jika mengetahui kondisinya baik atau buruk sebelum naik kereta. Lumayan juga kan ya, bisa galau selama 2 jam. Iya kalau tidak ada apa-apa. Kalau ada apa-apa pas di kereta gimana coba? demikian perang batin saya waktu itu.

Metropolitan Medical Centre (doc.pri)

Tak menunggu lama, saya naik taksi. Awal tujuan ke Puskesmas terdekat. Tapi di tengah jalan, saya berubah pikiran, kuatir di puskesmas tidak ada dokter, sebab sudah hampir pukul 3 kalau tidak salah ingat jam. Saya pun meminta driver langsung ke RS terdekat. Driver membawa saya ke MMC. Bismillah. Alhamdulillah waktu itu saya membawa uang yang cukup, sehingga agak PD juga ke RS itu hehhe

Singkat  cerita, bayi saya segera ditangani oleh dokter. Awalnya ditangani di IGD. Karena setelah diobservasi kondisi dede S6 stabil, kebetulan juga ada jadwal dokter anak juga saat itu, akhirnya dipindah ke dokter.

"InsyaAllah 24 jam atau sampai makanan yang dimakannya itu keluar lewat feses alerginya akan sembuh." jelas dokter.
 "Kondisinya bagaimana, Dok? Boleh melakukan perjalanan?"
"Memangnya Ibu mau kemana?"
"Mau pulang ke Bogor. Pernafasannya bagus kan, Dok?" tanya saya memastikan.
"Iya. Bagus kok. Oh mau ke Bogor. Jaga saja asupan cairannya. Agar tidak dehidrasi. Minum obat yang nanti saya kasih, ya."
"Bagus keluar semua. Anaknya sehat gitu kok" kata dokter lagi sambil tertawa kecil.

Alhamdulillah. Sempat kuatir juga sebab takut sesak nafas karena alergi. Mana tadi tangannya dingin. Bibir agak item gitu. Begitu diperiksa dokter sudah membaik. Meskipun ruamnya masih zigzag terus. Dibagian perut kr bawah malah sudah bengkak kemerahan. Tapi dede S6 malah senyum senyum seperti tidak terasa alerginya parah begitu. Setengah lega rasanya. Dede S6 juga senyum senyum diperiksa dokter. Jadi ga keliatan sakit. Hihihi sebelum keluar dari rumah sakit, saya memberi dede S6 obat anti alergi. Agar dia nyaman selama perjalanan pulang ke Bogor. Demikian juga dengan saya. Jadi tidak waswas selama perjalanan.

Meski pun harus mengeluarkan kocek lumayan juga tapi bagi saya yang penting hati tenang. Kondisi dede bayi stabil. Nanti kalau pulang pulang sakit, apa yang akan saya akatakan pada ayahnya. Heuheu
Alhamdulillah ala kulli hal.

Alergi sebenarnya adalah reaksi tubuh atas masuknya benda asing yang dinilai berbahaya. Reaksi alergi itu efek dari sistem imunitas tubuh yang sedang bekerja. Semacam alarm yang fungsinya memberitahu ada benda berbahaya masuk ke dalam tubuh.

Meskipun terlihat ringan, jangan pernah menyepelekan alergi ya mom (sambil ngelirik tajam pada diri sendiri ini teh) sebab alergi yang tidak tertangani dengan baik dan benar akan berakibat fatal. Dan bisa juga mengakibatkan kematian.

Alergi bisa dsebabkan oleh debu, bulu binatang, lateks, makanan, obat-obatan, racun serangga, alergi bahan kimia dan alergi musiman (seperti di negeri Jepang, pada masa musim gugur ada alergi yang disebabkan oleh serbuk pohon seperti akasia/cemara, namanya alergi kafunsho. Orang yang terkena alergi ini akan bersin-bersin dan flu yang cukup berat).

Alergi juga bisa disebabkan karena faktor keturunan. Seperti anak-anak saya semua punya riwayat alergi yang berbeda-beda. Ada yang alergi olahan dari sapi. Baik daging maupun susu. Ada yang alergi msg. Ada yang alergi telur. Udara. Kepiting. Seafood sih alhamdulillah engga. Palingan saya aja. Kalau makan remis langsung deh merah merah seluruh tubuh. Suami saya alergi makanan juga. Bahkan dia pernah pingsan di depan dokter sebab ga kuat. Alhamdulillah masih diberi umur panjang.

Nah, alergi yang mengenai dede S6 adalah alergi dicurigai sebab alergi telur.  Menurut referensi yang saya baca, Alergi telur terjadi karena sistem kekebalan tubuh menganggap protein telur sebagai benda berbahaya bagi tubuh sehingga antibodi tubuh merespon dengan melepaskan histamin dan senyawa kimia lainnya. Respon tubuh inilah yang menyebabkan munculnya gejala alergi seperti ruam dan gatal-gatal. Alergi telur bisa berasal dari protein yang terdapat pada kuning atau putih telur saja, namun ada juga yang berasal dari keduanya. 

Alergi pada bayi juga bisa terjadi sebab makanan yang dikonsumsi oleh bundanya. Misalnya bunda makan seafood, kemudian sari makanan itu dihisap oleh bayi melalui ASI. Bayi pun terkena alergi. Maka, ibu harus senantiasa menjaga asupan makanan yang dimakan agar tidak menimbulkan dampak alergi kepada bayi. Inilah yang terjadi kepada dede S6. Waktu itu, saya pun makan cumi-cumi, konon cumi-cumi ini termasuk seafood yang berprotein tinggi.

Dari sejak hari itu saya jadi lebih memperhatikan pola makan si kecil dan menunda makan telur dan seafood. Daging ayam dan hati ayam pun saya hentikan untuk sementara. Saat ini diet makanan yang dapat memicu alerginya agat tidak bertambah gatal.

Saat ini saya lebih banyak memberi asupan ASI, sayuran, buah-buahan dan protein nabati.  Beberapa waktu lalu saya beri cemilan snack bayi. Sekarang juga saya hentikan. Cemilannya buah dan sayuran aja. (silakan mak kalau ada masukan dari mak mak kece yang baca.. Plis ya mak) dari referensi yang saya baca apel dan semangka adalah dua obat alergi alami untuk meringankan dan mencegah alergi muncul kembali.

Ini tips saya untuk antisipasi keadaan darurat saat bepergian bersama bayi.
1. Bawa uang yang cukup. Maksudnya cukup kalau ada keadaan darurat seperti kisah saya di atas.
2. Bawa termometer di dalam tas agar bisa memantau suhu tubuh adik bayi.
3. Bawa buku catatan kesehatan bayi, kartu BPJS dan catatan penting lain mengenai kondisi adik bayi
4. Bawa baju ganti. Siapa tau harus dirawat
5. Bawa mainan kesukaan dede bayi untuk menghibur saat menunggu
6. Jangan lupa berdoa kepada Allah semoga diberi kemudahan. Kesehatan dan perlindungan dimana pun berada.
7. Bawa powerbank agar hape tidak kehabisan batre saat genting. bisa juga untuk browsing RS atau menghubungi keluarga jika ada situasi terburuk.


Follow Us @tutiarien